Anda di halaman 1dari 30

TRAUMA KIMIA

MATA
EZA AGUSALAM
10542 0137 09

PEMBIMBING: dr. RAHASIA TAUFIK.Sp.M

LAPORAN KASUS

NAMA : NY. B
UMUR : 50 TAHUN
JENIS KELAMIN : PEREMPUAN
ALAMAT : JENNEPONTO
PEKERJAAN : PETANI
TANGGAL PEMERIKSAAN : 7 DESEMBER

2015
TEMPAT PEMERIKSAAN : RS PELAMONIA

KELUHAN UTAMA
NYERI PADA KEDUA MATA
RIWAYAT PENYAKIT SEKARANG

PASIEN DATANG DENGAN KELUHAN MATA


KANAN DAN KIRI NYERI, MEMERAH, DAN BERAIR
SETELAH TERKENA PERCIKAN CAIRAN RACUN
RUMPUT 4 HARI YANG LALU, KEJADIAN INI
TEJADI KETIKA PASIEN MEBERSIHKAN
PERALATAN2 PERTANIAN MEILIKNYA DIRUMAH
PASIEN MENGATAKAN MATANYA SULIT DI BUKA
KETIKA PERTAMA SEKALI TERKENA CAIRAN
TERSEBUT DAN JUGA MATANYA SEDIKIT
MEMBENGKAK. SETELAH ITU ASIEN LANGSUNG
PERGI KE IGD RUMAH SAKIT JENNOPONTO
KEMUDIAN MATA PASIEN DICUCI DAN DIBERIKAN
OBAT TETES SETELAH ITU PASIEN DIRUJUK
KERUMAH SAKIT PELAMONIA.

RIWAYAT PENYAKIT DAHULU


RIWAYAT TRAUMA MAUPUN KEMASUKAN BENDA ASING
SEBELUMNYA DISANGKAL. PASIEN JUGA MENGATAKAN
TIDAK PERNAH SAKIT MATA SEPERTI INI SEBELUMNYA.
RIWAYAT PENYAKIT SISTEMIK SEPERTI DIABETES
MELITUS DAN HIPERTENSI DISANGKAL. RIWAYAT
PEMAKAIAN KACAMATA DISANGKAL.

RIWAYAT PENYAKIT KELUARGA


TIDAK ADA KELUARGA PASIEN YANG MENGALAMI
KELUHAN YANG SAMA DENGAN PASIEN.

RIWAYAT PENGOBATAN
PAISEN LUPA APA NAMA OBAT YANG DIBERIKAN DI IGD.

KEADAAN UMUM : BAIK


KESADARAN
: COMPOS MENTIS

STATUS OFTALMOLOGIS
OD (Mata Kanan)
5/5

Penilaian
Visus

Gerakan Bola Mata

Normal
Normal
Normal
Hiperemis (+)
Hiperemis (+)
Hiperemis (+)
Jernih
Cukup
RCL (+), RCTL (+),
Bulat, Isokor
Jelas
Jernih

OS (Mata Kiri)
5/5

Normal

Palpebra Superior
Palpebra Inferior
Conjungtiva Tarsal
Superior
Conjungtiva Tarsal
Inferior
Conjungtiva Bulbi
Kornea
COA
Pupil
Iris
Lensa

Normal
Normal
Hiperemis (+)
Hiperemis (+)
Hiperemis (+)
Jernih
Cukup
RCL (+), RCTL (+), Bulat,
Isokor
Jelas
Jernih

DIAGNOSIS
TRAUMA KIMIA THOLFT GRADE III OS +GRADE II
OD
TERAPI
IRIGASI DENGAN RL 500 CC
PANTOCAIN ED 1 TETES ODS
CENDO FLOXA ED NO.I / 4 DD GTT I OD
METILPREDNISOLONE 4 MG TAB NO.X / 2 DD TAB I
ASAMEFENAMAT 500 MG TAB NO.X / 2 DD TAB IS

PROGNOSIS
QUO AD VITAM : DUBIA AD BONAM
QUO AD FUNCTIONAM : DUBIA AD BONAM
QUO AD SANACTIONAM : DUBIA AD BONAM

TRAUMA PADA MATA SEKITAR 7-

18% DARI TRAUMA OKULI YANG


DATANG KE PELAYANAN KESEHATAN
TRAUMA MATA MERUPAKAN KASUS
GAWAT DARURAT MATA.

PENGANAN YANG CEPAT DAN


TEPAT DAPAT MEMBANTU
MENGURANGI KECACATAN

TINJAUAN PUSTAKA

DEFINISI

TRAUMA KIMIA MATA MERUPAKAN

TRAUMA PADA MATA YANG


DISEBABKAN SUBSTANSI DENGAN PH
YANG TINGGI (BASA) ATAU YANG
RENDAH (ASAM) DENGAN TRAUMA
KIMIA BASA YANG MENYEBABKAN
PROSES PENCAIRAN DAN TRAUMA
ASAM YANG MENYEBABKAN
KOAGULASI

JENIS JENIS TRAUMA


KIMIA

TRAUMA ASAM
TRAUMA BASA

TRAUMA ASAM

TRAUMA ASAM MERUPAKAN SALAH SATU


JENIS TRAUMA KIMIA MATA YANG
DISEBABKAN ZAT KIMIA BERSIFAT ASAM
DENGAN PH < 7

ETIOLOGI BAHAN KIMIA ASAM

CAIRAN AKI
MINYAK ANGIN
ASAM HIDROKLORIDA (HCL)
ASAM NITRAT
ASAM ASETAT
ASAM KROMAT (CR2O3)
ASAM HIDROFLORIDA

TRAUMA BASA (ALKALI)

TRAUMA AKIBAT BAHAN KIMIA BASA AKAN


MEMBERIKAN AKIBAT YANG SANGAT GAWAT
PADA MATA.
ALKALI AKAN MENEMBUS DENGAN CEPAT
KORNEA, BILIK MATA DEPAN, DAN SAMPAI
PADA JARINGAN RETINA.

ETIOLOGI BAHAN KIMIA BASA

SEMEN
SODA KUAT
AMONIA
NAOH
CAOH
CAIRAN PEMBERSIH DALAM
RUMAH TANGGA

PATOFISIOLOGI
BAHAN KIMIA ASAM

ASAM CENDERUNG BERIKATAN DENGAN


PROTEIN MENYEBABKAN KOAGULASI
PROTEIN PLASMA
KOAGULASI PROTEIN INI, SEBAGAI BARRIER
YANG MEMBATASI PENETRASI DAN
KERUSAKAN LEBIH LANJUT
LUKA HANYA TERBATAS PADA PERMUKAAN
LUAR SAJA
PENGECUALIAN TERJADI PADA ASAM
HIDROFLORIDA. BAHAN INI MERUPAKAN
SUATU ASAM LEMAH YANG DENGAN CEPAT
MENEMBUS MEMBRAN SEL

BAHAN KIMIA BASA


BAHAN KIMIA BASA PECAH ATAU RUSAKNYA SEL
JARINGAN DAN REAKSI PERSABUNAN DISERTAI
DISOSIASI ASAM LEMAKMEMBRAN SEL
PENETRASI LEBIH LANJUT MUKOPOLISAKARIDA
JARINGAN MENGHILANG & TERJADI PENGGUMPALAN
SEL KORNEA
SERAT KOLAGEN KORNEA AKAN MEMBENGKAK &
KORNEA AKAN MATI EDEMA
TERDAPAT SERBUKAN SEL POLIMORFONUKLEAR KE
DALAM STROMA,CENDERUNG DISERTAI MASUKNYA
PEMB.DARAH (NEOVASKULARISASI)
DILEPASKAN PLASMINOGEN AKTIVATOR &
KOLAGENASE (MERUSAK KOLAGEN KORNEA TERJADI
GANGGUAN PENYEMBUHAN EPITEL
BERKELANJUTAN MENJADI ULKUS KORNEA ATAU
PERFORASI KE LAPISAN YANG LEBIH DALAM

SIFAT KIMIA ASAM DAN BASA


No

Perbedaan

Trauma Kimia Asam

Trauma Kimia Basa

Kerusakan yang
ditimbulkan

Kerusakan yang ditimbulkan lebih


terbatas, batas tegas dan bersifat tidak
progresif

Kerusakan yang ditimbulkan lebih berat


karena sudah mencapai bagian yang lebih
dalam yaitu stroma

Kemampuan
penetrasi pada
organ mata

Tidak sekuat trauma basa

Penetrasi bisa terjadi lebih dalam hingga


mencapai stroma

Mekanisme
terjadinya
kerusakan pada
mata

Koagulasi pada permukaan protein yang


akan membentuk barier

-Saponifikasi dari selular barrier


-Denaturasi mukoid
-Pembengkakan kolagen
-Disrupsi mukopolisakarida stroma

Derajat
kerusakan

Lebih ringan karena hanya di bagian


permukaan

Lebih berat

Prognosis

Lebih baik

Lebih Buruk

DIAGNOSIS
DITEGAKKAN DARI :
ANAMNESIS KELUHAN(GEJALA)
PEMERIKSAAN FISIK MATA TANDA (SIGN)
VISUS
KORNEA
PALPEBRA
KONJUNGTIVA
PUPIL
IRIS
SEGMEN ANTERIOR
TIO
LENSA
FUNDUS
TES LAKMUS, TES FLUORESIN

GEJALA KLINIS

NYERI
EPIFORA
BLEFAROSPASME
PENURUNAN VISUS

TANDA KLINIS

PENURUNAN VISUS MENDADAK


EDEMA KONJUNGTIVA DISEBUT
KEMOSIS
HIPEREMIS KONJUNGTIVA
KERATITIS, EROSI KORNEA, ULKUS
KORNEA BAHKAN PERFORASI
TES FLOURESIN
ISKEMIK PERILIMBUS
FLARE
PENINGKATAN TEKANAN INTRAOKULAR

KLASIFIKASI
Klasifikasi menurut
Hughes
Stadium I
Pada stadium ini terjadi iskemia limbus yang
minimal atau tidak ada
Stadium II
Pada stadium II sudah terjadi iskemia yang
kurang dari 2 kuadran limbus
Stadium III
Pada stadium III terjadi iskemia yang lebih dari 3
kuadran limbus, kornea tampak keruh dan pupil
masih tampak
Stadium IV
Pada stadium IV sudah terjadi iskemia pada
seluruh limbus, seluruh permukaan epitel
konjungtiva dan bilik mata depan, seluruh
kornea keruh dan pupil tidak tampak/tidak bisa

Klasifikasi trauma menurut Thoft


Derajat

Temuan klinis

Prognosis

Grade I

Kerusakan epitel kornea, iskemik tidak ada

Bagus

Grade II

Kornea keruh, tapi iris masih tampak, Iskemik Bagus


kurang dari 1/3 limbus

Grade III

Hilangnya epitel kornea secara total, stroma Sedang


berkabut penampakan iris berkabut, Iskemik
/3 to 1/2 limbus

Grade IV

Kornea opak, Iris dan pupil tampak tidak Buruk


jelas, Iskemil lebih dari 1/2 limbus

Klasifikasi RALPH untuk trauma kimia


Klinis Yang Ditemukan

Kode Prognosis (Skor total merupakan nilai


prognosis)

Hiperemis perilimbus

Kemosis

Iskemik perilimbus yang berbintik-bintik

Epitel yang berkabut

Epitel yang gundul dan berbintik-bintik

Hilangnya epitel lebih dari 50%

Kekeruhan stroma ringan (iris masih terlihat)

Pupil lonjong vertikal (long posterior ciliaries)

Iridocyclitis

Iskemik Perilimbus < 1/3 lingkaran

Hilangnya epitel seluruhnya

Kekeruhan Stroma sedang (iris hampir tidak terlihat)

Iskemik perilimbus 1/3 to 1/2 lingkaran

bertambahnya tekanan intra okular selama 23 jam pertama

Kekeruhan stroma berat (Iris tidak terlihat)

Iskemik perilimbus > 1/2 lingkaran

Skor Total

Kategori
perlukaan

Prognosis

0 sampai 3

Perlukaan yang
tidak signifikan

Pemulihan yang cepat tanpa gejala sisa

4 sampai 6

Perlukaan yang ringan

Reepitelisasi yang cepat dan pembersihan kekeruhan stroma.


Kembalinya visus 1-2 minggu

4 sampai 6

Perlukaan yang ringan

Reepitelisasi yang cepat dan pembersihan kekeruhan stroma.


Kembalinya visus 1-2 minggu

10 sampai 12

Perlukaan berat

Reepitelisasi Pannus yang lambat


Aktivitas colagenolitik dan meningkatnya aktivitas
pembentukan pannus
Perforasi mungkin terjadi
Visus rendah karena pannus dan kekeruhan stroma

> 13

Worse cases

Inflamasi menetap hingga 1 bulan


Pannus yang padat
Adanya perforasi
Sikatrik kornea tervaskularisasi, katarak, and glukoma
sekunder terjadi akibat masih di biarkannya bola mata

PENATALAKSANAAN
6 LANGKAH UTAMA
MEMBERSIHKAN BAHAN KIMIA
MELALUI IRIGASI
MEMFASILITASI PROSES REEPITELIASI
KORNEA
MENGENDALIKAN PROSES
PERADANGAN
MENCEGAH TERJADINYA INFEKSI
MENGENDALIKAN TEKANAN
INTRAOKULER
MENURUNKAN RASA NYERI

TERAPI PEMBEDAHAN
PADA STADIUM II DAN STADIUM III
TRANSPLANTASI CONJUNCTIVAL DAN
LIMBAL (STEM CELL TRANSFER)
PROSEDUR TENONS CAPSULOPLASTY

PROGNOSIS

DERAJAT ISKEMIA KONJUNGTIVA DAN PEMBULUH


DARAH DAERAH LIMBUS ADALAH INDIKATOR
TINGKAT KEPARAHAN CEDERA DAN PROGNOSIS
PENYEMBUHANNYA

MAKIN BESAR ISKEMIA DARI KONJUNGTIVA DAN


PEMBULUH DARAH LIMBUS, LUKA YANG TERJADI
AKAN MAKIN PARAH

TRAUMA BASA PROGNOSISNYA BIASANYA LEBIH


BURUK DARI TRAUMA ASAM

KESIMPULAN

TRAUMA KIMIA PADA MATA DAPAT BERASAL DARI BAHAN


YANG BERSIFAT ASAM DENGAN PH < 7 DAN BAHAN YANG
BERSIFAT BASA DENGAN PH > 7
TRAUMA ASAM AKAN MENIMBULKAN KOAGULASI
PROTEIN PERMUKAAN, DIMANA MERUPAKAN SUATU
BARIER PELINDUNG SEHINGGA ZAT ASAM TIDAK
PENETRASI LEBIH DALAM LAGI
GEJALA UTAMA YANG MUNCUL PADA TRAUMA MATA
ADALAH EPIFORA, BLEFAROSPASME DAN NYERI YANG
HEBAT
PENATALAKSANAAN YANG TERPENTING PADA TRAUMA
KIMIA ADALAH IRIGASI MATA DENGAN SEGERA SAMPAI PH
MATA KEMBALI NORMAL DAN DIIKUTI DENGAN
PEMBERIAN OBAT TERUTAMA ANTIBIOTIK, DAN
MULTIVITAMIN, SELAIN ITU DILAKUKAN JUGA UPAYA
PROMOTIF DAN PREVENTIF KEPADA PASIEN

TERIMAKASIH