Anda di halaman 1dari 23

MAKALAH

ILMU UKUR TAMBANG

Dosen :
WILLIAM DON BORRIS, ST .,MT

Disusun oleh :
SAMULA BERKATNU
DBD 113 109

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN


UNIVERSITAS PALANGKA RAYA
FAKULTAS TEKNIK
JURUSAN TEKNIK PERTAMBANGAN
2016

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat
rahmat dan bimbingan-Nya saya dapat menyelesaikan makalah ini. Saya berharap
makalah ini dapat membantu dan menambah wawasan saudara-saudari yang ingin
lebih memahami tentang Ilmu Ukur Tambang. Ada pun isi dari makalah ini
mengenai pengetahuan tentang Ilmu Ukur Tambang, dan Manfaat Ilmu Ukur
Tambang pada kegiatan pertambangan seperti Tambang Bawah Tanah.
Saya menyadari bahwa rangkuman ini masih banyak kekurangan, untuk itu
saya menerima kritik dan saran dari pembaca. Semoga makalah ini bermanfaat bagi
kita semua. Terima kasih,

Penulis,

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL
KATA PENGANTAR

DAFTAR ISI

ii

DAFTAR GAMBAR

iii

BAB I. PENDAHULUAN

....1

I.1

Pengertian Ilmu Ukur Tambang

I.2

Rumusan Masalah

I.3

Tujuan dan Manfaat Ilmu Ukur Tambang

BAB II. PEMBAHASAN

II.1

Metode Pengukuran

II.2

Pengukuran Jarak

II.3

Ploting

II.4

Manfaat Kegiatan Ilmu Ukur Tambang Pada Pengukuran Tambang


Bawah Tanah
5

II.5

Instrument Dan Peralatan Ilmu Ukur Tambang

II.6

Tahap Konstruksi

13

II.7

Tanggung Jawab Surveyor

13

II.8

Hal yang Harus Diperhatikan dalam Kegiatan


Ilmu Ukur Tambang

14

BAB III. KESIMPULAN DAN SARAN


III.1

KESIMPULAN

15

III.2

SARAN

16

DAFTAR PUSTAKA

ii

DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1

Theodolite

Gambar 2.2

Dumpey Level

Gambar 2.3

Rambu Ukur

Gambar 2.4

Kompas

10

Gambar 2.5

Pita ukuran/meteran 11

Gambar 2.6

Plumb bob

11

Gambar 2.7

Lampu Penerangan

12

Gambar 2.8

Kaca Pembesar

12

iii

BAB I
PENDAHULUAN

I.1

Pengertian Ilmu Ukur Tambang


Ilmu ukur tambang (Underground Surveying) adalah suatu kegiatan
kerja yang harus dilakukan dalam beberapa pekerjaan tambang bawah tanah
(undergroung mining) untuk mengetahui dan memperoleh data tentang :
1. Kedudukan lubang bukaan terhadap peta topography yang ada
2. Gambaran lunbang-lubang tambang (peta tambang)
3. Kemajuan arah penggalian serta besar tonase penggalian didalam stope.
Peta ukur tambang ini dimaksudkan untuk mengetahui hubungan
daerah kerja tambang dengan batas daerah pertambangan, sehingga dapat
diperoleh suatu keterangan untuk menetapkan arah penggalian lebih lanjut,
untuk menghitung berapa besar material (ore) yang telah digali dan
kemungkinan berapa banyak ore yang akan digali, jugauntuk memperoleh
data dari daerah kerja tambang menurut grafik yang mungkin dibuat,
apabiladiadakan suatu penambahan kerja yang effisien.
Mengenai peralatan ukur tambang ini pada umumnya tidak jauh
berbeda dengan alat-alat ukur tanah, kecuali apabila alat tersebut tidak dapat
digunakan untuk pengukuran dalam tanah (Underground Traversing) maka
digunakan atau diperlukan alat-alat khusus.

I.2

Rumusan Masalah
Dalam ruang lingkup pembahasan Ilmu Ukur Tambang ini, maka akan
dipertanyakan suatu masalah, yaitu :
1. Bagaimana Metode Pengukuran pada Ilmu Ukur Tambang?
2. Apa manfaat kegiatan ilmu ukur tambang pada tambang bawah tanah ?
3. Apa saja Instrumet Alat pada Ilmu Ukur Tambang?
4. Hal-hal apa saja yang harus diperhatikan dalam kegiatan Ilmu Ukur
Tambang tersebut?

I.3

Tujuan dan Manfaat Ilmu Ukur Tambang


Cabang dari ilmu pertambangan dan rekayasa yang berhubungan
dengan masalah pengukuran. Tujuan Ilmu Ukur Tambang dalam ilmu
pertambangan dan rekayasa adalah:
a. Menyajikan secara grafis ( rencana/bagian dari rencana ) pekerjaan bawah
tanah, bentuk dan kejadian gambaran penyebaran bahan galian serta
struktur yang ada dari kenampakan permukaan bumi.
b. Memecahkan berbagi bentuk-bentuk permasalahan dalam Ilmu Ukur
Tambang ( eksplorasi, konstruksi, eksploitasi ).

BAB II
2

PEMBAHASAN

II.1
I.

Metode Pengukuran
Pembacaan Sudut Horizontal
1. Pembacaan Langsung
Teleskop disetel di belakang sasaran Dengan plat pada nol
menggunakan penjepit bawah, kemudian teleskop dibalik ke depan
sasaran menggunakan penjepit atas sehingga sudut terbaca. Instrumen
terbagi dr 0-360 Dengan arah ke kanan diukur searah jarum jam.
2. Defleksi
Teleskop di set di belakang sasaran Dengan posisi jarum pada
titik nol menggunakan penjepit bwh kemudian teleskop dibalik ke
depan sasaran menggunakan penjepit atas dan vernier akan terbaca.
Instrumen terbagi dr 0-180 pada akhir. Sudut yang terbaca merupakan
sudut defleksi/deviasi dari titik tembak ke kiri/kanan dari salah satu
titik akhir.
3. Dengan Bearing
Teleskop dibalik dan diset di belakang sasaran Dengan
piringan yang telah disetel pada benang terakhir subjek yang terbaca
pada stasiun sebelumnya menggunakan penjepit bawah, teleskop
dibalik ke sasaran tembakan menggunakan penjepit atas dan bearing
subjek tembakan terbaca pada piringan. Instrumen terbagi dalam
beberapa kuadran seperti sebuah kompas Dengan titik 0 pada U-S dan
titik 90 pada T-B.
3

4. Dengan Azimuth
Teleskop dibalik dan diset di belakang sasaran dengan setting
piringan pada azimuth terakhir subjek seperti pembacaan dari station
sebelumnya dengan menggunakan penjepit bawah, teleskop dibalikan
ke sasaran tembakan menggunakan penjepit atas dan bearing subjek
tembakan terbaca dari piringan. Instrumen terbagi dr 0-360 ke arah
kanan/searah jarum jam. Sesudah mengambil FS piringan yang ada
dikiri dijepit dan dengan menggunakan posisi seperti ini tanpa seting
ulang kecuali harus melaksanakan pengambilan BS pada station
berikutnya.
5. Dengan Repetisi
Teleskop yang berada pada posisi normal diset ke belakang
sasaran dengan piringan pada posisi nol memakai penjepit bawah,
kemudian

tanpa

loncatan

dibalik

kedepan

sasaran

tembakan

menggunakan penjepit atas dan sudut terbaca dari piringan tambang


dicatat, selanjutnya tanpa diset ulang pembacaan 2 dilakukan.
Pembacaan sudut dpt diulang pada saat pembacaan ke 2 kapan saja
diinginkan. Vernier dibaca pada akhir pengukuran dan sudut ini
berbeda nomor repetisinya, dimana sudut antara subjek sudut terakhir
harus sesuai dengan setting pertama. Instrumen terdiri dr 0-360 ke arah
kanan.
II.

Bearing :
Suatu sudut yang diukur ke kiri/kanan antara garis utara,
selatan dengan titik tertentu.

III.

Azimuth :
4

Suatu sudut yang diukur dari titik utara ke suatu titik tertentu
menurut arah jarum jam. Pembacaan sudut vertikal sudut vertikal
didapat dengan menghubungkan jarak miring peta untuk menentukan
jarak horizontal dan vertikal antara pojok - pojok pada akhir
pencatatan. Sudut vertikal diukur langsung dimana sudut yang ada
diatas/bawah garis horizontal diukur hanya 1 kali.
II.2

Pengukuran Jarak
1. Dengan rangkaian/ikatan
2. Dengan pembacaan stadia
3. Dengan perekaman :
a. Pengukuran singkat antar pancang
b. Pengukuran panjang dengan rentang-rentang bebas

II.3

Ploting
1. Dengan sudut dan jarak
2. Dengan cara azimuth / bearing dan jarak
3. Dengan cara koordinat.

II.4

Manfaat Kegiatan Ilmu Ukur Tambang Pada Pengukuran Tambang


Bawah Tanah
Kegiatan Ilmu Ukur Tambang Pada Pengukuran Tambang Bawah
Tanah, bertujuan untuk :
1. Mengetahui arah/kemajuan penggalian bawah tanah

2. Mengetahui volume broken ore/bat yang tergali


3. Mengetahui posisi/keddkn lub bukaan thd permukaan topografi.
Jenis Kegiatan Pengukuranya:
5
1. Pengukuran sudut horizontal (double)
2. Pengukuran sudut vertikal (double)
3. pengukuran jarak
4. pengukuran tinggi alat/instrument
5. pengukuran tinggi plumb bob yang digantung
6. pengukuran kiri dan kanan instrumen maupun plumb bob untuk
mengetahui lebar bukaan
7. kolom catatan, misalnya : tinggi level
Data yang harus diambil:
a. Dengan kompas :
1. Surface Traversing : Azimuth BS, Azimuth FS, Vertical angle (VA) FS, slope
distance (SD) FS
2. Underground traversing :
a) Azimuth BS, Azimuth FS, Vertcal Angle FS, Slope Distance FS, Detil ke arah
FS meliputi (jarak instrument ke dinding sebelah kiri bukaan/L dan jarak
instrumen ke dinding sebelah kanan/R bukaan)
b) Dengan Theodolite

1. Surface traversing : Tinggi instrumen, Skala lingk Horizon BS, skala lingk Hor
FS, Vertical angle FS, jarak optis FS (Ba, Bb, Bt)
2. Underground traversing: Tinggi Instrumen, tinggi unting FS, skala lingk Hor
BS, skala lingk hor FS, vertical angle FS, slope distance, detil ke arah FS
meliputi (jarak instrumen ke dinding sebelah kiri bukaan/L, jarak instrumen ke
dinding seb kanan bukaan/R, tinggi bukaan dr floor ke roof).
Data yang harus dihitung :
1. Azimuth awal dari base line Bearing FS
2. Angle right -Horizontal distance

3. Azimuth FS Latitude
4. Departure -Vertical distance
5. Koordinat titik FS Grade
6. Tinggi titik FS
Prosedur:
1. Pasang alat
2. Mencatat tinggi Instrumen
3. Mencatat jarak kanan kiri instrument
4. Mengatur instrumen termasuk penyeimbangan nivo
5. Mulai pada 0 dan mengambil BS Dengan gerak perlahan
6. Melepaskan penggerak atas dan bidik FS

7. Membaca dan mencatat HA, melepaskan penggerak bagian bawahnya dan putar
lingkaran Vertikal ke depan operator dan baca VA
8. Mengarahkan teleskop ke BS Dengan menggerakan penggerak bagian bawah
9. Melepaskan penggerak bagian atas dan bidik FS
10. Membaca HA dan VA, pada sudut data pembacaan VA untuk ke 2 kalinya tidak
perlu. Jangka HA dibaca double ulangi proses setelah posisi 0 dan tempatkan
teleskop dalam posisi langsung
11. Setelah semua pengukuran reguler lengkap, pembantu membawa ujung 0 dr pita
ke patok FS dan diukur SD. Sebelum memulai pengukuran instrument harus
ditempatkan ke arah patok FS.
12. Gerakan ke patok FS dan catat HS

II.5

Instrument Dan Peralatan Ilmu Ukur Tambang

Instrument dan Peraltan Ilmu


7 Ukur Tambang dalam melakukan
kegiatan pengukuran dilapangan ada beberapa alat yang harus dimiliki dalam
pengoperasian pengukuran tersebut. Berikut ini nama-nama alat dalam ilmu ukur
tambang :
a. Instrumen Optik : Theodolite

Gambar 2.1 Theodolite


b. Dumpey level : Alat untuk menentukan elevasi di bawah tanah dengan perbedaan
ketinggian dengan cara menarik garis ketinggian.

Gambar 2.2 Dumpey Level


c. Rambu Ukur

Gambar 2.3 Rambu Ukur


d. Kompas
9

Gambar 2.4 Kompas


e. Pita ukur/meteran:
1. Untuk setting stasiun ukur dan melakukan pekerjaan dengan teliti
digunakan ukuran 200 ft x 3/8 in, skala ukur digulung.
2. Untuk pengukuran dipermukaan digunakan 300-400 ft, skala dindai
setiap 5-10 ft
3. Untuk offset, tinggi instrumen, height of shot digunakan 6-8 ft

10

Gambar 2.5 Pita ukur/meteran


f. Plumb bob

Gambar 2.6 Plumb bob


g. Lampu penerangan
Keuntungan :
1) Lampu baterai lebih berat dari lampu karbit, sebaiknya memiliki ikat
pinggang extra untuk tempat baterai.

2) Lampu baterai harus diisi setiap hari tetapi surveyor masih membutuhkan
lampu karbit saat mereka bekerja di daerah terpencil yang jauh dari listrik.

11

Gambar 2.7 Lampu Penerangan


h. Kaca pembesar

Gambar 2.8 Kaca Pembesar


i. Stambangtion

j. Tempat peralatan yang berisi : plumb bob, tali plumb bob extra, alat untuk
menutup sambungan dengan saluran kompressor, tongkat pancang, kotak yang
berisi pengait dan material sekrup, paku, tali manila, kain katun tipis.
k. Peralatan kantor : penthograph, planimeter, penggaris baja, copy flex, kalkulator,
tinta warna.

12
II.6

Tahap Konstruksi
Dalam Tahap Konstruksi Ilmu Ukur Tambang, surveyor tambang
bertanggung jawab terhadap :
1. Menentukan kembali posisi di lapangan (setting out) semua elemen
geometris dari perencanaan.
2. Mengawasi ketepatan pelaksanaan konstruksi baik konstruksi di atas
permukaan maupun di bawah tanah.

II.7

Tanggung Jawab Surveyor


1. Melakukan survey dan membuat peta topografi permukaan bumi serta
bawah tanah untuk kelengkapan penambangan dan memecahkan berbagai
soal dalam penambangan.
2. Membuat laporan dari pekerjaan (pembukaan, kemajuan penambangan),
cadangan bahan galian, serta kehilangan mineral dalam penambangan.
3. Membuat garis-garis batas untuk keselamatan penambangan.
4. Menempatkan kembali posisi di lapangan (setting out) untuksemua
rencana kerja danbagian-bagiannya.

5. Memberikan

pengarahan

dan

mengawasi

pekerjaan-pekerjaan

penambangan tentang penentuan arah, kemiringan, agar sesuai dengan


rencana.
6. Memberikan petunjuk untuk menghindari agar tidak banyak material
bahan galian yang terbuang dalam penambangan.
7. Mencatat dan mengecek keluaran bahan galian.

II.8

Hal yang Harus Diperhatikan dalam Kegiatan Ilmu Ukur Tambang


1. Penerangan pada pengukuran13
bawah tanah sangat diperlukan. Digunakan
untuk memberikan cahaya pada ruang bawah tanah dan pada pembacaan
benang silang.
2. Daerah atau ruang pengukuran tak sebebas seperti pengukuran di
permukaan sehingga lebih sulit dalam pemasangan instrumen maupun
dalam pelaksanaan pengukuran.
3. Digunakan Plumbobs jika tinggi lubang bukaan tidak memungkinkan
untuk didirikan rambu ukur.
4. Kelembaban dan aliran air menyebabkan permukaan lensa instrumen
mudah mengembun sehingga perlu perawatan khusus terhadap instrumen.
Kelembaban dan aliran air tersebut juga berpengaruh terhadap alat ukur
yang lainnya seperti pita ukur, rambu ukur, dan lainnya.
5. Adanya pengaruh-pengaruh magnetik seperti dari rel, muck sheets, dan
magnetik dari bijih.

BAB III
KESIMPULAN DAN SARAN
14

III.1

Kesimpulan
Ilmu ukur tambang (Underground Surveying) adalah suatu kegiatan
kerja yang harus dilakukan dalam beberapa pekerjaan tambang bawah tanah
(undergroung mining) untuk mengetahui dan memperoleh data tentang :
1. Kedudukan lubang bukaan terhadap peta topography yang ada
2. Gambaran lunbang-lubang tambang (peta tambang)
3. Kemajuan arah penggalian serta besar tonase penggalian didalam stope.
a. Metode Pengukuran
1. Pembacaan Sudut Horizontal, yaitu dengan cara :
a. Pembacaan Langsung
b. Defleksi

c. Dengan Bearing
d. Dengan Azimuth
e. Dengan Repetisi
2. Bearing
3. Azimuth
b. Pengukuran Jarak
1. Dengan rangkaian/ikatan
2. Dengan pembacaan stadia
3. Dengan perekaman : Pengukuran singkat antar pancang dan
Pengukuran panjang dengan rentang-rentang bebas.
c. Ploting
1. Dengan sudut dan jarak
15
2. Dengan cara azimuth / bearing dan jarak
3. Dengan cara koordinat.
Instrument Dan Peralatan Ilmu Ukur Tambang, yaitu : Instrumen Optik :
Theodolite, Dumpey level, Rambu Ukur, Kompas, Pita ukur/meteran, Plumb bob,
Lampu penerangan, Kaca pembesar, Stambangtion, Tempat peralatan, Peralatan
kantor : penthograph, planimeter, penggaris baja, copy flex, kalkulator, tinta warna.
III.2

Saran

Dalam hal ini penulis menyarankan dalam makalah karya ilmiah Ilmu
Ukur Tambang bahwa dalam kegiatan ilmu ukur tambang mencakup dalam
proses secara grafis ( rencana/bagian dari rencana ) pekerjaan bawah tanah,
bentuk dan kejadian gambaran penyebaran bahan galian serta struktur yang
ada dari kenampakan permukaan bumi dan dapat membantu memecahkan
berbagi bentuk-bentuk permasalahan dalam Ilmu Ukur Tambang ( eksplorasi,
konstruksi, eksploitasi ).

DAFTAR PUSTAKA
http://iptekduniapertambangan.blogspot.com/2011/12/ilmu-ukur-tambang.html
16
http://www.scribd.com/doc/108601434/MAKALAH-ILMU-UKUR-TAMBANG
http://www.scribd.com/doc/131178332/52709163-Ilmu-Ukur-Tambangpdf#download
http://www.scribd.com/doc/108602256/Materi-Kuliah-Ilmu-UkurTambang#download