Anda di halaman 1dari 8

BAB I

PENDAHULUAN

1. Latar Belakang
Abses hepar masih merupakan masalah kesehatan dan sosial pada
beberapa negara di Asia, Afrika dan Amerika Selatan. Prevalensi yang tinggi
sangat erat hubungannya dengan sanitasi yang jelek, status ekonomi yang rendah
serta gizi yang buruk. Di negara-negara yang sedang berkembang, abses hepar
amebik didapatkan secara endemik dan jauh lebih sering dibandingkan abses
hepar piogenik. Abses hepar piogenik yang tersebar di seluruh dunia, saat ini
mulai meningkat akibat komplikasi sistem biliaris, yaitu langsung dari kandung
empedu atau melalui saluran-saluran empedu seperti kolangitis dan kolesistitis.
Sedangkan penyakit abses hepar amebik sampai saat ini masih menjadi masalah
kesehatan terutama di daerah dengan strain virulen Entamuba hystolitica yang
tinggi.
Abses hepar adalah bentuk infeksi pada hepar yang disebabkan karena
infeksi parasit, bakteri, dan jamur yang ditandai dengan adanya proses supurasi
dengan pembentukan pus yang terdiri dari jaringan hepar nekrotik, sel-sel
inflamasi atau sel darah di dalam parenkim hepar. Abses hepar terbagi 2 secara
umum, yaitu abses hepar piogenik (AHP) dan abses hepar amebik (AHA). AHP
merupakan kasus yang relative jarang tapi tersebar di seluruh dunia dan terbanyak
di daerah tropis dengan kondisi sanitasi yang kurang. AHA merupakan salah satu
komplikasi amebiasis ekstraintestinal yang paling sering dijumpai di daerah
tropik/subtropik, termasuk Indonesia. Diantara kedua abses hepar ini, abses hepar
piogenik merupakan kondisi yang sangat serius dengan mortalitas yang tinggi.

Untuk menegakkan suatu diagnosa abses hepar, tidak cukup hanya dengan
anamnesa, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan darah, sebab gejala dan tanda
klinis sering tidak spesifik, sedangkan diagnosis dini memberikan arti penting
dalam pengelolaan. Sebaliknya, diagnosis dan penanganan yang terlambat akan
meningkatkan morbiditas dan mortalitas.

BAB II

LAPORAN KASUS

I.

II.

IDENTITAS PASIEN
Nama

: Ny. S

Jenis kelamin

: Perempuan

Umur

: 56 Tahun

Agama

: Islam

Pendidikan

: SMA

Status Perkawinan

: Nikah

Suku

: Sasak

Bangsa

: Indonesia

Alamat

: Tanjung Luar, Kruak, Lombok Timur.

No. RM

: 17.11.01

MRS tanggal

: 12 November 2015

ANAMNESIS
Keluhan Utama
Nyeri perut kanan atas
Riwayat Penyakit Sekarang
Pasien datang dengan keluhan nyeri perut kanan atas sejak 3 bulan
yang lalu, dan semakin memberat sejak 1 minggu SMRS. Nyeri perut kanan
atas menjalar sampai ke punggung. Nyeri bertambah bila pasien terlalu banyak
bergerak, ditekan, atau bila sedang batuk, dan menarik nafas. Nyeri berkurang
bila berjalan pasien lebih merasa nyaman dengan posisi membungkuk dan pada

waktu tidur lebih nyaman dengan posisi tidur terlentang. Selain itu pasien juga
mengeluh demam sejak 3 bulan, demam dirasakan hilang timbul tapi tidak
terlalu tinggi. Pasien juga mengeluh nyeri uluhati, mual, muntah isi makanan
dan air, tidak ada muntah darah. Selain itu pasien juga mengeluh lemas, kadangkadang batuk tidak berdahak, dan nafsu makan menurun. Buang air besar
normal dan buang air kecil lancar berwarna kuning.
Sebelemunya dirawat di RS Soedjono Selong dengan keluhan yang
sama, namun tidak kurun membaik. Kemudian di bawa ke RS Kota Mataram.
Riwayat Penyakit Dahulu
-Riwayat MRS (+)
-Riwayat diare bercampur lendir 2 bulan yang lalu (+)
-Riwayat sakit usus buntu (-)
-Riwayat trauma pada hati (-)
-Riwayat sakit kuning (-)
-Riwayat kencing manis (+) rutin minum obat
-Riwayat darah tinggi (-)
-Riwayat TBC (-)
-Riwayat penyakit jantung (-)
Riwayat penyakit Keluarga:
Tidak ada keluarga yang mengalami hal serupa seperti pasien.

Riwayat Pribadi Sosial

Pasien bekerja sebagai ibu rumah tangga, dan tinggal di lingkungan


yang cukup bersih bersama seorang anaknya. Pasien juga mengatakan tidak
pernah mengkonsumsi obat-obatan dan jamu-jamuan dalam jangka waktu lama.

III.

PEMERIKSAAN FISIK
Status Present :

Kesadaran

: Composmentis

Keadaan Umum

: Pasien tampak sakit sedang.

Tanda Vital :
Tekanan darah

: 110/70 mmHg

Nadi

: 88 x/menit, isi dan tekanan cukup, reguller

Frekuensi Pernapasan

: 20 x/menit,

Suhu

: 37.7C, axilla

BB

: 48 kg

TB

: 155 cm

IMT

: 19.98 kg/m2 (Normal)

Status General :

Kepala

: Normocephali

Dahi

: Turgor kulit cukup.

Mata

: Edema Palpebra

: (-/-)

Konjungtiva

: Anemis (-/-)

Sklera

: Ikterus (-/-)

Hidung

: Nafas cuping hidung

: (-)

Discharge

: (-)

Deformitas

: (-)

Bibir

: Sianosis

: (-)

Leher

: Perbesaran KGB

: (-)

Thorax

Trakea

: Di tengah

JVP

: R-2 (Normal)

: Inspeksi

: Retraksi dinding dada (-),


spider nevi (-)

Paru Depan :
Inspeksi

: Simetris, Statis, Dinamis

Palpasi

: Vocal Fremitus kiri = kanan normal

Perkusi

: Sonor di semua lapang paru

Auskultasi

: Suara dasar vesikuler +/+, Whee -/-, Rho -/-.

Paru Belakang :

Jantung :

Inspeksi

: Simetris, Statis, Dinamis

Palpasi

: Vocal Fremitus kiri = kanan normal

Perkusi

: Sonor di semua lapang paru,

Auskultasi

: Suara dasar vesikuler, Whee -/-, Rho -/-.

Inspeksi

: Ictus cordis tak tampak

Palpasi

: Ictus cordis teraba pada ICS 5 linea midclavicula


sinistra, kuat angkat dan tidak ada pelebaran.

Perkusi

:
Batas kanan : linea sternalis dextra ICS 5

Auskultasi

Abdomen

Batas Kiri

: linea midclavicula sinistra ICS 5

Batas Atas

: linea para sternalis sinistra ICS 2

: BJ S1/S2 (+) reguler, Gallop (-), murmur (-)

Inspeksi

: Bentuk datar, distensi (-), pelebaran vena kolateral (-),


Caput medusa (-),

Auskultasi

: Bising usus (+) normal

Perkusi

: Batas atas hepar ICS 5 Timpani (+) nyeri ketok (+)


pada regio epigastrium menjalar sampai regio
hipokondrium dextra.
: Hepar teraba 3 cm dibawah arcus costa. tepi tumpul,
konsistensi keras kenyal, permukaan rata, nyeri tekan
(+) pada regio epigastrium, menjalar sampai
Ke hipokondrium dextra. Lien tidak teraba.
Ren tidak teraba, Asites (-)

Palpasi

Ekstremitas

Eritema palmaris (-), Akral hangat pada keempat ekstremitas, Edema


Ekstremitas (-)
Daftar Masalah :
Nyeri perut kanan atas sejak 3 bulan

Demam dirasakan hilang timbul tapi tidak terlalu tinggi. Pasien juga
mengeluh nyeri uluhati, mual, muntah isi makanan dan air, tidak ada muntah
darah. Selain itu pasien juga mengeluh lemas, kadang-kadang batuk tidak
berdahak, dan nafsu makan menurun. Buang air besar normal dan buang air
kecil lancar berwarna kuning.
1.