Anda di halaman 1dari 13

Tugas Makalah

PARASITOLOGI
Lahirnya Postulat Koch & Agen Penyakit

DI SUSUN OLEH :
F1D1 13 061
KARTIKA DWI CAHYANTI

JURUSAN BIOLOGI
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS HALU OLEO
KENDARI
2015

KATA PENGANTAR

Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT karena atas Rahmat dan
Hidayah-Nya sehingga Tugas Makalah Parasitologi dapat terselesaikan dengan
baik. Tidak lupa juga k ami ucapkan terima kasih kepada Dosen Pembimbing
yang telah mengarahkan, sehingga Tugas Makalah Parasitologi ini dapat
terselesaikan, kepada Orang Tua serta teman-teman yang turut serta memberikan
semangat kepada penulis dan membantu dalam menyelesaikan Tugas Makalah ini
penulis ucapkan terima kasih.
Semoga Tugas Makalah ini dapat memberikan pengetahuan yang
bermanfaat bagi kita semua serta menambah wawasan. Kritik dan saran yang
membangun sangat kami harapkan dalam kesempurnaan makalah ini. Lebih dan
kurangnya mohon dimaafkan, sesungguhnya yang Maha Sempurna hanyalah
milik Allah SWT.

Kendari,

Maret 2016

Penulis

ii

DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL ........................................................................................... i
KATA PENGANTAR ........................................................................................ ii
DAFTAR ISI ....................................................................................................... iii
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang ................................................................................................. 1
B. Rumusan Masalah ............................................................................................ 2
C. Tujuan .............................................................................................................. 2
BAB II PEMBAHASAN
A. Sejarah Lahirnya Postulat ............................................................................... 3
B. Perkembangan Postulat Koch........................................................................... 4
C. Segitiga Penyakit.............................................................................................. 6
D. Interaksi antara Agent, Host dan Environment................................................ 7
BAB III PENUTUP
A. Simpulan ......................................................................................................... 9
B. Saran ............................................................................................................... 9

iii

I. PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Penyakit merupakan suatu keadaan abnormal dari bagian atau sistem
tubuh yang menyebabkan disfungsi atau gangguan terhadap orang tersebut.
Keadaan abnormal atau sakit disebabkan oleh ketidakhadiran atau kehadiran
suatu faktor yang menyebabkan fungsi fisiologis terganggu. Penyebab
penyakit diketahui oleh manusia sejak dulu bahkan sebelum ditemukannya
mikroskop. Teori pertama yang menjelaskan tentang penyebab penyakit
adalah teori supernatural yang menjelaskan bahwa penyakit disebabkan oleh
gangguan makhluk halus atau kemurkaan dari yang maha kuasa. Teori
selanjutnya yang berkembang selama 2000 tahun dalam pendapat medis
adalah teori hipokratik yang menjelaskan bahwa penyakit timbul karena
ketidakseimbangan cairan dalam tubuh (phlegm) yaitu lendir, darah, empedu
kuning dan empedu hitam. Teori ini mempunyai prinsip yaitu konstituen
(faktor tempat, kondisi air, iklim, kebiasaan makan dan perumahan)
berpengaruh pada keseimbangan cairan dalam tubuh.
Teori yang selanjutnya muncul adalah miasma yaitu penyakit
disebabkan oleh partikel di udara. Hal ini terkait dengan kotoran dari sisa
pembusukan makhluk hidup dan sampah serta air yang mampat. Setelah teori
tersebut banyak ahli yang berpendapat tentang penyebab terjadinya penyakit,
salah satunya adalah Hieronymus Faracastorius atau Girolamo Fracatoro yang
berpendapat dalam teori kontagion bahwa terjadinya penyakit disebabkan oleh
kontak antar satu orang dengan orang lain yang berpenyakit yang disebut
Contagion. Keempat teori tersebut muncu sebelum adanya penemuan
mikroskop.

Teori germ (kuman) merupakan teori yang muncul setelah penemuan


mikroskop oleh Leewonhook, sehingga merubuhkan teori-teori sebelumnya
seperti teori miasma. Kejadian penting pada masa teori germ adalah lahirnya
Postulat Henle-Koch atau disebut determinisme murni pada tahun 1876 yang
diikuti dengan penemuan-penemuan mikroorganisme dan vaksin.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas, maka rumusan masalah dalam
makalah ini adalah sebagai berkut :
1. Bagaimana sejarah lahirnya Postulat Koch?
2. Bagaimana perkembangan Postulat Koch?
3. Apa itu segitiga epidemiologi?
4. Bagaimana interaksi dalam sigitas epidemiologi?
C. Tujuan
Tujuan dari pembuatan makalah ini adalah agar mahasiswa dapat
mengetahui dan memahami tentang teori penyebab penyakit, Postulat Koch
dan segitiga epdemiologi dalam penyebab penyakit.

II. PEMBAHASAN
2
A. Sejarah Lahirnya Postulat
Anton van Leeuwenhoek (1670-an) adalah first microbiologist yang
pertama kali mengamati mikroorganisme menggunakan mikroskop sederhana.
Penemuan mikroskop ini membuka jalan bagi para ilmuan dalam
mengungkapkan tentang mikroorganisme sebagai penyebab penyakit. Teori
bahwa mikroorganisme dapat menyebabkan penyakit atau Ger theory of
disease yang digagas oleh Louis Pasteur merupakan alasan yang sangat kuat

mengapa semua dokter dan tenaga kesehatan harus mengetahui ilmu


mikrobiologi.
Pada tahun 1762 Anton van Plenciz mengatakan bahwa tidak hanya
makhluk hidup yang penyebab penyakit tetapi juga agen yang lain merupakan
penyebab penyakit yang berbeda. Pada saat yang bersamaan konsep tentang
makhluk hidup atau bentuk lain yang menghisap nutrien mulai diterima. Di
Jerman, Robert Koch (1843 1910) seorang profesional di bidang kesehatan
mendapat hadiah mikroskop dari istrinya untuk hadiah ulang tahunnya yang
ke-28. Selanjutnya ia mulai meneliti dunia mikroorganisma yang sudah dilihat
oleh Pasteur. Koch pada saat itu ingin mengetahui penyebab penyakit anthrax
yang sangat merugikan peternak sapi dan domba di Eropa. Koch akhirnya
menemukan dari darah domba yang telah mati karena anthrax. Koch
membuktikan bahwa bakteri tersebut merupakan penyebab anthrax dengan
cara memisahkan bakteri batang tersebut dari bakteri lain yang ada kemudian
menginjeksikannya

ke

dalam

tikus

yang

sehat.

Tikus

selanjutnya

menunjukkan perkembangan menuju anthrax dan bakteri yang diisolasi dari


tikus menunjukkan kesamaan bakteri yang berasal dari domba yang sakit
sebelumnya.
Pada

tahun

1876,

setelah

meneliti

selama

tahun

Koch

mengumumkan bahwa dia telah menemukan bakteri penyebab anthrax. Ia juga


menyarankan bahwa ternak sakit supaya dibunuh dan dibakar atau dikubur
yang dalam, setelah ia mengetahui bahwa spora yang dihasilkan oleh bakteri
dapat bertahan hidup selama berbulan-bulan di daerah peternakan. Dengan
penemuan anthraxnya Koch merupakan orang pertama yang membuktikan
mikroba tertentu merupakan agen penyakit tertentu. Sekitar tahun yang sama,
Robert Koch memanfaatkan kemajuan metoda laboratorium dan menentukan
kriteria yang diperlukan untuk membuktikan bahwa mikroba spesifik
merupakan penyebab penyakit tertentu. Kriteria ini dikenal sebagai Kochs
Postulates atau Postulat Koch. Postulat ini berisis 4 butir pernyataan yang
mampu menjawab secara empiris kebenaran dari Germ theory of disease.

Postulat tersebut berbunyi: (1) Mikroorganisme tertentu ada (dapat


diisolasi) pada setiap kasus penyakit infeksi, (2) mikroorganisme tersebut
dapat dibiakan dalam biakan murni di luar inang (in vitro), (3) jika
mikroorganisme tersebut di-inokulasi pada inang yang rentan (susceptible
host) akan menyebabkan penyakit infeksi yang sama dengan penyakit infeksi
yang terjadi pada inang asal mikroorganisme tersebut diisolasi, (4)
mikroorganisme dari inang yang rentan tersebut dapat diisolasi kembali dalam
biakan murni.
Adanya kriteria tersebut menjadi jalan ditemukannya berbagai bakteri
penyebab berbagai penyakit. Koch juga menemukan beberapa bakteri:
Bacillus anthracis, Mycobacterium tuberculosis dan Vibrio cholera. Koch juga
mengembangkan media untuk membiakan bakteri.
B. Perkembangan Postulat Koch
Lahirnya Postulat Koch menjadi kejadian penting dalam teori germinal
penyakit. Postulat Koch ini juga disebut sebagai determinisme murni. Poin
penting dari Postulat Koch adalah:

Agent harus ada pada setiap kasus penyakit; necessary factor

Agent tidak boleh terjadi pada penyakit lain sebagai kebetulan atau parasit
nonpatogenik (satu agent satu penyakit)

Agent dapat diisolasi dan jika dikenakan pada subjek yang sehat (Host)
akan menyebabkan penyakit yang bersangkutan

Agent harus dapat diisolir dari binatang percobaan (Host)

Gambar

Postulat

Koch

sumber

Ade-Heryana-Konsep-Penyebab-

Penyakit.pdf
Postulat Koch membuka jalan dalam penemuan-penemuan selanjutnya
tentang penyebab penyakit. Namun Postulat Koch juga memiliki kelemahan,
yakni tidak dapat diterapkan pada beberapa kasus penyakit, yaitu:

Penyakit yang disebabkan oleh virus; virus tidak dapat dikultur

Penyakit campak; campak tidak menyerang semua hewan percobaan, hanya


pada anjing kecil

Penyakit Canine distemper; dapat menyerang anjing tetapi tidak dapat


menyerang manusia

Penyakit yang disebabkan kuman patogen yang menginfeksi manusia tetapi


tidak menimbulkan penyakit
Kelemahan-kelemahan Postulat Koch ini menimbulkan pemikiranpemikiran sebagai berikut:

Selain kausa primer, selalu ada kausa lain. Kausa lain ini ikut memberikan
kontribusi dalam timbulnya penyakit

Penyakit tidak hanya ditimbulkan satu sebab, tetapi banyak sebab (multi
kausa), yaitu kausa primer yang disebut sebagai agent dan kausa lain yang
ikut berkontribusi adalah Host dan Environment.

C. Segitiga Epidemiologi (Epidemiologic Triangle)


Dari pemikiran-pemikiran tersebut munculah teori epidomiologi
klasik atau teori klasik penyebab penyakit infeksi oleh John Gordon. Dalam
pandangan epidemiologi klasik dikenal segitiga epidemiologi (Epidemiologic
Triangle) yang digunakan untuk menganalisis terjadinya penyakit. Segitiga
ini terdiri atas pejamu (host), agen (agent) dan lingkungan (environment).
Konsep ini bermula dari upaya untuk menjelaskan proses timbulnya
penyakit menular dengan unsur-unsur mikrobiologi yang infeksius sebagai
agen, namun selanjutnya dapat pula digunakan untuk menjelaskan proses

timbulnya penyakit tidak menular dengan memperluas pengertian agen.


Dalam konsep ini faktor-faktor yang menentukan terjadinya penyakit
diklasifikasikan sebagai berikut:
1. Agen penyakit (faktor etiologi)
a) Zat nutrisi: ekses (kolsterol)/ defisiensi (protein)
b) Agen kimiawi: zat toksik (CO)/ alergen (obat)

c) Agen fisik (radiasi)


d) Agen infeksius: -Parasit (skistosomiasis)
-

Protozoa (amuba)

Bakteri (tuberkulosis)

Jamur (kandidiasis)

Rikestia (tifus)

Virus (poliomielitis)

2. Faktor pejamu (faktor intrinsik)


a) Genetik (buta warna)
b) Usia
c) Jenis kelamin
d) Ras
e) Status fisiologis (kehamilan)
f) Status imunologis (hipersensitivitas)
g) Penyakit lain yang sudah ada sebelumnya
h) Perilaku manusia (diet)
3. Faktor lingkungan (faktor ekstrinsik)
a) Lingkungan fisik (iklim)
b) Lingkungan biologis; populasi manusia (kepadatan penduduk), flora
(sumber makanan), fauna (vektor artropoda)
c) Lingkungan sosial-ekonomi: pekerjaan (pajanan terhadap zat kimia),
urbanisasi dan perkembangan ekonomi (kehidupan perkotaan),
bencana dan musibah (banjir).
D. Interaksi antara Agen, Host dan Environment
Interaksi antara ketiga bagian dari segitiga tersebut adalah sebagai
berikut:
1. Agent-Environment:
o Agent langsung dipengaruhi Enviro, tanpa memandang sifat Host. Mis:
viabilitas bakteri yg langsung disinari matahari, penguapan zat kimia
toksik karena panas

2. Host-Environment:
o Host langsung dipengaruhi Enviro, tanpa memandang sifat Agent. Mis:
pengaruh cuaca/hujan terhadap manusia, keberadaan fasilitas pelayanan
kesehatan
3. Agent-Host:

o Agent yang sudah berada dalam Host, menjadi lebih efektif bermukim
di dalam Host atau bermultiplikasi, dan menimbulkan perubahan
jaringan, produksi imunitas, dan lain-lain.
4. Agent-Host-Environment:
o Agent, Host, dan Enviro saling mempengaruhi hingga terjadi suatu
penyakit

III. PENUTUP
A. Simpulan
Simpulan dalam pembuatan makalah ini adalah sebagai berikut :
1. Postulat Henle-Koch (kadang disebut determinisme murni) lahir pada
tahun 1876.
2. Postulat Koch berbunyi: (1) Mikroorganisme tertentu ada (dapat
diisolasi) pada setiap kasus penyakit infeksi, (2) mikroorganisme
tersebut dapat dibiakan dalam biakan murni di luar inang (in vitro), (3)
jika mikroorganisme tersebut di-inokulasi pada inang yang rentan
(susceptible host) akan menyebabkan penyakit infeksi yang sama
dengan penyakit infeksi yang terjadi pada inang asal mikroorganisme
tersebut diisolasi, (4) mikroorganisme dari inang yang rentan tersebut
dapat diisolasi kembali dalam biakan murni.
3. Segitiga epidemiologi (Epidemiologic Triangle) merupakan pandangan
epidemiologi klasik yang digunakan untuk menganalisis terjadinya
penyakit. Segitiga ini terdiri atas pejamu (host), agen (agent) dan
lingkungan (environment).
B. Saran
Saran yang dapat penyusun ajukan dalam pembuatan makalah ini
adalah dalam penyusunan makalah ini masih banyak terdapat kekurangan
maupun kesalahan dalam pemamparan materinya, sehingga diharapkan
pemaparan materi yang lebih jelas dari dosen mata kuliah.