Anda di halaman 1dari 25

LAPORAN PRAKTIKUM

PENGOLAHAN BAHAN GALIAN


JAW CRUSHER DAN DOUBLE ROLL CRUSHER

Dibuat untuk Memenuhi Syarat Praktikum Pengolahan Bahan Galian


Jurusan Teknik Pertambangan Fakultas Teknik Universitas Bangka Belitung

Oleh:
Vincentius Ricardo Samosir1031311063

JURUSAN TEKNIK PERTAMBANGAN


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSTAS BANGKA BELITUNG
2016

LEMBAR PENGESAHAN
LAPORAN PRAKTIKUM
PENGOLAHAN BAHAN GALIAN
JAW CRUSHER DAN DOUBLE ROLL CRUSHER

Balunijuk, 24 Februari 2016


Praktikan,

(Vincentius Ricardo Samosir)

Mengetahui
Asisten Dosen,

(Muhammad Ali Martua Siregar)

Menyetujui
Dosen Pengampu,

(Guskarnali, S.T.,M.T.)

LEMBAR PENILAIAN
LAPORAN PRAKTIKUM
PENGOLAHAN BAHAN GALIAN
JAW CRUSHER DAN DOUBLE ROLL CRUSHER
Praktikan : Vincentius Ricardo Samosir
1031311063

PENILAIAN:
Asisten Dosen,
(Muhammad Ali Maruta Siregar)

Dosen Pengampu,
(Guskarnali, S.T.,M.T.)
Nilai Akhir
Catatan :

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat
dan hidayahnya sehingga laporan praktikum Pengolahan Bahan Galian dapat
terselesaikan. Pada laporan ini, sebelum penulis memaparkan hasil praktikum,
terlebih dahulu penulis menjelaskan meteri-materi yang berhubungan dengan
praktikum yang dilaksanakan. Penulis berharap laporan ini dapat bermanfaat baik
bagi pembaca maupun penulis. Dengan penjelasan yang dipaparkan oleh penulis,
diharapkan pembaca dapat mengerti materi-materi yang akan dipraktikumkan.
Penulis tidak lupa mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang membantu
dalam praktikum yakni dosen pengampu, asisten dosen, dan teman-teman Jurusan
Teknik Pertambangan Universitas Bangka Belitung. Penulis juga menyadari
bahwa dalam menyusun laporan ini banyak kekurangan didalamnya baik dalam
materi penjelasan dan penulisan dari laporan praktikum Pengolahan Bahan
Galian. Penulis juga berharap semoga Laporan Praktikum Pengolahan Bahan
Galian dapat bermanfaat bagi pembaca.

Balunijuk, 01 Maret 2016

Penulis

DAFTAR ISI

Halaman
HALAMAN JUDUL

LEMBAR PENGESAHAN

ii

LEMBAR PENILAIAN

iii

KATA PENGANTAR

iv

DAFTAR ISI

BAB I. PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang

1.2. Maksud

1.3. Tujuan

BAB II. LANDASAN TEORI


2.1 Pengolahan Bahan Galian

2.2. Jaw Crusher

2.3. Double Roll Crusher

BAB III. METODE


3.1 Alat dan Bahan

3.2 Langkah Kerja


3.2.A. Jaw Crusher

3.2.B. Double Roll Crusher

10

BAB IV. PEMBAHASAN


4.1. Jaw Crusher
4.1.A. Prinsip Kerja

12

4.1.B. Hasil Praktik

13

4.2. Double Roll Crusher


4.2.A. Prinsip Kerja

15

4.2.B. Hasil Praktik

16

BAB V. KESIMPULAN
5.1. Jaw Crusher

18

5.2. Double Roll Crusher

18

DAFTAR PUSTAKA

19

BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang


Pengolahan Bahan Galian atau Mineral Dressing adalah istilah umum
yang biasa dipergunakan untuk proses pengolahan semua jenis bahan
galian/mineral yang berasal dari endapan-endapan alam pada kulit bumi,
untuk dipisahkan menjadi produk-produk berupa satu macam atau lebih
mineral berharga dan sisanya dianggap sebagai mineral kurang berharga,
yang terdapat bersama-sama dalam alam.
Dengan demikian istilah Mineral Dressing dapat juga meliputi :
Mineral Dressing, yaitu proses pengolahan bahan galian anorganik secara
mekanis tanpa merubah sifat-sifat kimia dan fisik dari mineral-mineral
tersebut atau perubahan hanya sebagian dari sifat fisik mineral tersebut.
Extractive Metallurgy, juga merupakan pengolahan bahan galian
anorganik, tetapi dalam prosesnya mineral-mineral tersebut mengalami
perubahan seluruhnya atau sebagian dari sifat kimia dan fisik mineral-mineral
tersebut.
Fuel Technology, yaitu proses pengolahan bahan galian organic dimana
dalam prosesnya mengalami perubahan seluruhnya atau sebagian dari sifat
kimia dan fisik mineral-mineral tersebut.
Secara umum Mineral Dressing adalah suatu proses pengolahan bahan
galian/mineral hasil penambangan guna memisahkan mineral berharga dari
mineral pengotornya yang kurang berharga, yang terdapatnya bersama-sama
(gangue mineral). Proses Pengolahan berlangsung secara mekanis tanpa
merubah sifat-sifat kimia dan fisik dari mineral-mineral tersebut atau hanya
sebagian dari sifat fisik saja yang berubah.

Dalam tahap preparasi pada proses pengolahan bahan galian terdapat


tahapan kominusi, Kominusi adalah proses meredksi ukuran butir sehingga
menjadi lebih kecil dari ukuran semula. Hal ini dapat dilakukan dengan
crushing

(peremukan)

untuk

proses

kering,

sedangkan

grinding

(penggilingan) digunakan untuk proses basah dan kering. Selain untuk


mereduksi ukuran butir, kominusi juga untuk meliberasi bijih, yaitu proses
melepaskan mineral bijih dari ikatannya yang merupakan gangue mineral.
Alat yang digunakan dalam proses ini adalah crusher dan grinding mill.
1.2. Maksud
Adapun maksud dari praktikum pengolahan bahan galian adalah:
1. mengenalkan pada mahasiswa/i tentang proses pengolahan bahan galian
2. mengenalkan alat-alat dari preparasi dan kominusi dalam pengolahan
bahan galian
1.3. Tujuan
Tujuan pelaksanaan praktikum pengolahan bahan galian menggunakan
jaw crusher dan double roll crusher ini adalah:
1. Memahami proses pengolahan bahan galian
2. Mengetahui tahap kominusi dalam proses pengolahan bahan galian
3. Mengetahui alat-alat primary crusher dalam tahap kominusi
4. Memahami penggunaan alat jaw crusher dan double roll crusher

BAB II
LANDASAN TEORI

2.1. Pengolahan Bahan Galian


Yang dimaksud dengan bahan galian adalah bijih (ore), mineral industri
(industrial minerals) atau bahan galian Golongan C dan batu bara (coal).
Pengolahan bahan galian (mineral beneficiation/mineral processing/mineral
dressing) adalah suatu proses pengolahan dengan memanfaatkan perbedaanperbedaan sifat fisik bahan galian untuk memperoleh produkta bahan galian
yang bersangkutan. Khusus untuk batu bara, proses pengolahan itu disebut
pencucian batu bara (coal washing) atau preparasi batu bara (coal preparation).
Pada saat ini umumnya endapan bahan galian yang ditemukan di alam sudah
jarang yang mempunyai mutu atau kadar mineral berharga yang tinggi dan siap
untuk dilebur atau dimanfaatkan. Oleh sebab itu bahan galian tersebut perlu
menjalani pengolahan bahan galian (PBG) agar mutu atau kadarnya dapat
ditingkatkan sampai memenuhi kriteria pemasaran atau peleburan. Keuntungan
yang bisa diperoleh dari proses PBG tersebut antara lain adalah :
1. Mengurangi ongkos angkut.
2. Mengurangi ongkos peleburan.
3. Mengurangi kehilangan (losses) logam berharga pada saat peleburan.
4. Proses pemisahan (pengolahan) secara fisik jauh lebih sederhana dan
menguntungkan daripada proses pemisahan secara kimia.
Sedangkan metalurgi (metallurgy) adalah ilmu yang mempelajari cara-cara
untuk memperoleh logam (metal) melalui proses fisika dan kimia serta
mempelajari cara-cara memperbaiki sifat-sifat fisik dan kimia logam murni
maupun paduannya (alloy). Metalurgi ada dua macam atau kelompok utama,
yaitu :
3

1. Metalurgi ekstraktif (extractive metallurgy).


2. Metalurgi fisik dan ilmu bahan (physical metallurgy and material science).
2.2. Jaw Crusher
Jaw Crusher merupakan suatu mesin atau alat yang banyak digunakan dalam
industri dibidang pertambangan, bahan bangunan, kimia, metalurgi dan
sebagainya. Sangat cocok untuk penghancuran primer dan sekunder dari semua
jenis mineral dan batuan dengan kekuatan tekan sekitar 320 MPa, seperti bijih
besi, bijih tembaga, bijih emas, bijih mangan, batu kali, kerikil, granit, basalt,
kuarsa, diabas , dan bahan galian lainnya. Jaw crusher mempunyai keunggulan
struktur sederhana, kinerja stabil, perawatan mudah, menghasilkan partikel
akhir dan rasio penghancuran tinggi. Jadi jaw crusher merupakan salah satu
mesin penghancuran paling penting dalam lini produksi penghancuran batu.
Secara umum mesin Crusher dapat digunakan untuk mengurangi ukuran atau
mengubah bentuk bahan tambang sehingga dapat diolah lebih lanjut. Crusher
sendiri merupakan alat yang digunakan dalam proses crushing. Sedangkan
Crushing merupakan proses yang bertujuan untuk meliberasi mineral yang
diinginkan dari mineral pengotornya. Jaw Crusher banyak digunakan dalam
pengerjaan kontruksi misalnya dalam pengerjaan jalan pembuatran beton,
gedung, bendungan terutama rock fill dan filternya dan pengerjaan lainnya.
Kadang kadang diperlukan syarat khusus untuk gradasi butiran pengisinya.
Gradasi butiran-butiran tersebut sulit didapat dari alam tanpa pengerjaan
apalagi secara besar-besaran. Maka untuk mendapatkan butiran yang juga
disebut agregat diperlukan proses pemecahan yang lebih lanjut, sehingga
digunakan alat pemecah batu yang paling terkenal di dunia yaitu; Jaw Crusher
yang sangat ideal dan sesuai untuk gradasi yang dapat digunakan, mendekati
gradasi yang diinginkan oleh sebab itu dibutuhkan alat yang disebut Crusher.
Berikut ini adalah bagian-bagian dari alat Jaw Crusher beserta keterangan
dan penjelasannya:
1. Fixed Jaw Plate adalah bagian yang tidak bergerak berfungsi untuk menahan
pada saat bagian yang lain bergerak menekan batuan.

2. Guard Sheet adalah dinding yang bergerak dan bersifat kasar yang
digunakan untuk menumbuk dan menghancurkan bahan.
3. Kinetic jaw plate adalah bagian yang bergerak dan fungsinya untuk
memberikan tekanan pada batuan.
4. Active jaw adalah bagian yang membuat kinetic jaw dapat bergerak.
5. Toggle Plate adalah seperti baut pecah, digunakan mengerakkan alat
penghancur.
6. Adjust Seat adalah bagian yang digunakan untuk mengatur naik turunnya
dinding penghancur.
7. Adjustable wedge adalah bagian penyesuai gerakan pada saat alat bekerja.
8. Spring adalah digunakan untuk menggerakkan toggle plate.
9. Fly wheel adalah roda yang berputar pada saat bekerja.
10. Frame adalah bagian pelindung luar atau penutup.
11. Eccentric shaft adalah poros yang berputar dan menyebabkan alat bergerak.
12. Bearing adalah bagian yang berfungsi sebagai bantalan bagi eccentric shaft.
13. Belt pulley wheel adalah sabuk yang menggerakkan roda dan di hubungkan
ke motor penggerak.

2.3. Double Roll Crusher


Roll Crusher adalah

tipe crusher dengan

sistem

gilas

rotary

dengan

kecepatan rpm yang realatif lebih rendah dari impact crusher yaitu sekitar 300
rpm dan memiliki kapasitas produksi yang jauh lebih besar. Unjuk kerja dari
mesin Roll Crusher ini bergantung pada jenis / kualiatas material gigi gilasnya,
ukuran shaft dan ukuran Roda nya, yang semuanya harus disesuaikan dengan
raw material dan target kapasitas produksi.
Roll Crusher biasa banyak digunakan didunia pertambangan, yaitu untuk
menghancurkan batuan dengan tingkat kekerasan & keuletan yang relatif
rendah, seperti batu bara, batu kapur, bahan semen, batu tembaga, belerang,
dsb. Roll crusher memiliki rasio MAKSIMUM pengurangan teoritis 4:1. Jika
partikel 2 inci diumpankan ke crusher melempar satu ukuran absolut terkecil
bisa harapkan dari crusher adalah 1 / 2 inci. Roll Crusher hanya akan
menghancurkan materi ke ukuran partikel minimum sekitar 10 Mesh (2 mm).

Roll crusher digunakan sebagai crusher sekunder atau crusher terseier setelah
batuan melewati crusher tipe lain yang berfungsi sebagai crusher primer. Roll
crusher terdiri dari single roll dan double roll. Single roll digunakan untuk
memecahkan batuan yang lembap dan tidak menguntungkan jika digunakan
untuk memecahkan batuan yang abrasive. Kapasitas roll crusher tergantung
pada jenis batuan, ukuran crusher primer, ukuran batuan yang diinginkan, lebar
roda dan kecepatan roda berputar.
Bagian-bagian dalam double roll crusher adalah sebagai berikut:
1. Base Frame dan Hopper: Semua konstruksi baja dibuat, terbuat dari pelat
baja

Roll memiliki akses dilepas meliputi untuk memungkinkan

pemeliharaan berkala dan pemeriksaan gulungan.


2. Bearings: Bearing bekerja sebagai anti-gesekan atau bantalan bulat roller
yang mendukung poros roll. Mereka adalah adaptor yang dipasang dan
dilumasi, dan terkandung dalam heavysection. Sebuah plat yang terletak
antara bantalan geser dan dasar bingkai untuk mencegah keausan pada
bantalan dasar.
3. Segel Debu: Segel Debu sekitar roll poros mencegah debu dari melarikan
diri ke atmosfer. V-belt drive adalah salah satunya.
4. Desain Roll: Kerang Roll tersedia dalam berbagai paduan untuk mengolah
bahan pakan. Permukaan roll mencakup berbagai elemen penghancur,
seperti intermeshing gigi, manik-manik dilas, bergalur dan smoothfaced
atau kombinasi halus dan manik-manik, semuanya dirancang untuk siap
mengubah bahan dan menghancurkan sampai tahap yang diinginkan.
5. Tramp Perlindungan: Otomatis perlindungan terhadap baja, sampah dan
lainnya uncrushables disediakan oleh toggle khusus pengaturan. Toggle
akan terbuka dan bergerak roll bergerak kembali, membuat lubang besar
untuk lulus mekanisme beralih uncrushable material. menyediakan produk
positif ukuran kontrol dan bar torsi dan keterkaitan balik roll bergerak
menjamin keselarasan paralel gulungan sepanjang waktu.

6. Penyesuaian Ukuran Hidrolik: Penyesuaian ukuran produk dicapai melalui


suatu mekanisme hidrolik yang beroperasi melalui batang torsi. Shims
Baja ketebalan yang bervariasi yang digunakan untuk menjaga pengaturan
sementara crusher sedang bekerja.

Keunggulan dari Single Roll dan Double Roll Crusher


Single Roll Crusher
Mudah dan ringan dalam melakukan

Double Roll Crusher


Tidak mudah terjadi peremukan atau

penghancuran partikel.
Mudah dalam melakukan preparasi alat.

perumusan secara berlebihan.


Jarang terjadi penyumbatan pada ruang
peremukan.
Preparasi mudah dilakukan.

Kekurangan dari Single Roll dan Double Roll Crusher


Single Roll Crusher
Double Roll Crusher
Terjadi penyumbatan terhadap partikel Proses peremukan hanya berlangsung pada
yang mudah melengket.

sebagian kecil dari seluruh badan rolter


yang besar.

Hasil dari peremukan nya sedikit kasar

BAB III
METODE

Tanggal Praktikum

: 24 Februari 2016

Lokasi Praktikum

: Laboratorium Teknik Pertambangan

3.1. Alat dan Bahan


1. Safety Shoes
2. Safety Helmet
3. Gloves
4. Safety Glasses
5. Ear Plug
6. Dust Mask (Respirator)
7. Feed Batu Granit
8. Jaw Crusher
9. Double Roll Crusher

3.2. Langkah Kerja


A. Jaw Crusher
1. Pakai dan siapkan alat pelindung diri (APD) sebelum melakukan praktikum
2. Bersihkan alat Jaw Crusher sebelum digunakan, untuk menghindari ganguan
kinerja akibat pada pemakaian alat sebelumnya
3. Sambungkan daya listrik 3 phase pada alat Jaw Crusher
9

4. Atur jarak feed agar sesuai dengan hasil ukuran yang dibutuhkan, dan sesuai
dengan kemampuan alat merombak bongkahan batu granit
5. Nyalakan mesin Jaw Crusher dengan menarik tuas ON.
6. Masukkan bongkahan kedalam mesin Jaw Crusher secara berskala, masukkan
perlahan-lahan tiap bongkahan
7. Tutup bagian atas tempat masuknya bongkahan, agar menghindari lontaran
batu dari dalam ketika terkena alat penghancur
8. Setelah semua bongkahan selesai dihancurkan di dalam mesin Jaw Crusher,
matikan mesin dengan menarik tuas OFF
9. Lihat hasil kominusi dari mesin Jaw Crusher di dalam bucket penampung
feed
B. Double Roll Crusher
1. Pakai dan siapkan alat pelindung diri (APD) sebelum melakukan praktikum
2. Bersihkan alat Double Roll Crusher sebelum digunakan, untuk menghindari
ganguan kinerja akibat pada pemakaian alat sebelumnya
3. Sambungkan daya listrik 3 phase pada alat Double Roll Crusher
4. Buka penutup atas Double Roll Crusher, lalu diperiksa kedua roll yang akan
bekerja
5. Atur jarak kedua Roll dengan jarak berskala tertentu, agar sesuai dengan hasil
ukuran yang dibutuhkan, dan sesuai dengan kemampuan alat merombak
bongkahan batu granit dengan cara memutar tuas di samping Roll
6. Tutup dan kunci penutup atas pada bagian Double Roll Crusher
7. Nyalakan mesin Double Roll Crusher dengan menarik tuas ON.
8. Masukkan feed kedalam mesin Double Roll Crusher secara berskala,
masukkan perlahan-lahan tiap feed

10

9. Setelah semua feed selesai dihancurkan di dalam mesin Double Roll Crusher,
matikan mesin dengan menarik tuas OFF
11. Lihat hasil kominusi dari mesin Double Roll Crusher di dalam bucket
penampung feed

11

BAB IV
PEMBAHASAN

4.1. Jaw Crusher


A. Prinsip Kerja
Cara kerja jaw crusher secara umum; bahan galian di masukkan melalui
rahang kemudian bahan galian tersebut akan di tekan oleh dinding-dinding
Fixed Jaw Plate dan Kinetic jaw plate. Kemudian kinetic jaw plate akan
bergerak yang digerakkan oleh fly wheel. Kemudian dinding-dinding tersebut
bergerak maju mundur dengan di atur oleh Toggle Plate sehingga bahan galian
akan tertumbuk oleh dinding-dinding tersebut sehinnga bahan galian akan
pecah dan berubah ukuran menjadi lebih kecil dari sebelumnya.

12

Berdasarkan kinerja Jaw Crusher berdasarkan porosnya, terbagi menjadi dua


macam, yaitu:
a. Poros diatas, atau disebut dengan Blake Jaw Crusher
b. Poros dibawah, atau disebut dengan Dodge Jaw Crusher
Tipe

Posisi

Ukuran Produk

Kapasitas

Gaya

Dodge Jaw

Poros
Bawah

Heterogen

Besar

Mekanis
Kecil

Atas

(Beragam ukuran)
Relatif Seragam

Kecil

Besar

Crusher
Blake Jaw
Crusher

Pada sistem dodge, jaw crusher tersebut sering mengalami penyumbatan di


karena pada Dodge Jaw porosnya di bawah sehingga gaya yang terbesar
mengenai partikel yang terbesar sehingga gaya mekanis dari Dodge Jaw lebih
besar dibandingkan dengan Blake Jaw. Sehingga partikel yang kecil masih
belum selesai terproses, sudah dimasukkan partikel yang besar, sehingga jaw
crusher tersebut mengalami penyumbatan, dan membuat kinerja alat tidak
optimal.
Adapun berbagai faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja dan hasil dari Jaw
Crusher adalah:
1. Ukuran produk
2. Ukuran feed
3. Kapasitas mesin
4. Sifat batuan
5. Lama waktu dalam proses kominusi
B. Hasil Praktik
Bongkahan batuan granit yang akan dimasukkan kedalam mesin Jaw
Crusher untuk dilakukan proses tahap kominusi dalam pengolahan bahan
galian.
13

Bongkahan batu granit masuk kedalam mulut Jaw Crusher dalam


mengalami proses peremukan atau kominusi sehingga terbentuk ukuran yang
lebih kecil dari sebelumnya.

Hasil dari peremukan atau kominusi dari alat Jaw Crusher yang tertampung
atau diakumulasikan kedalam bucket, dimana terlihat hasil/produk yang
dihasilkan memiliki ukuran feed yang kecil atau berdimensi lebih kecil dari
sebelumnya.

14

4.2. Double Roll Crusher


A. Prinsip Kerja
Roll Crusher atau pemecah batu jenis roll, memecah batu dengan
menjepitnya diantara satu roll, dua roll atau lebih, dimana roll-roll akan
berputar berlawanan dengan adanya berat tersendiri dan gusuran dari batu,
maka batu akan pecah.
Adapun

permukaan

dari

Roll

bermacam-macam

ada

yang

rata,

bergelombang, beralur dengan bermacam-macam, gigi-gigi dan sebagainya,


sesuai dengan jenis batu dan hasil pemecahan yang diharapkan.
Double roll crusher adalah roll crusher yang mempunyai 2 buah roller,
dengan sumbu yang sejajar pada bidang horizontal yang sama.
Double roll crusher sangat cocok digunakan untuk batuan mineral jenis:
Batubara,limestone, kaolin, phospat, dan tersier crusher pada batu split/andesit.
Dengan kecepatan 300-350 rpm double roll crusher memiliki kecepatan dalam
menghancurkan berbagai jenis batuan.
Double roll crusher melakukan peremukan dengan cara menjepit benda
yang hendak diremukkan diantara satu buah roller yang dikenal dengan
sebutan crushing roll.
Alat ini terdiri dari 2 silinder (roller) dengan sumbu yang sejajar pada
bidang horizontal yang sama kedua roller berdekatan lalu berputar dengan arah
putaran berlawanan kemudian batubara mentah diumpan masuk akan dijepit
diantara dua roller, akibat tekanan yang kuat akhirnya batubara mentah remuk
dan jatuh kedalam roller truk ke penampungan

15

B. Hasil Praktik
Feed material batu granit yang berukuran lebih besar dari 3 cm yang ada di
dalam bucket akan di proses ke dalam double roll crusher untuk dilakukan
proses kominusi agar memiliki dimensi hasil yang lebih kecil dari sebelumnya

Proses peremukan menggunakan double roll crusher dalam tahap kominusi


dalam proses pengolahan bahan galian.

Pengaturan jarak antara kedua roll crusher dengan skala yang beragam,
percobaan pertama kami menggunakan jarak antar roll adalah 1 cm.

16

Hasil dari percobaan pertama dengan jarak 1 cm pada roll menghasilkan


feed yang berdimensi relatif 1 cm juga.

Pengaturan jarak pada percobaan kedua, jarak roll diatur dengan jarak 0,5
cm antar kedua roll.

Feed yang dihasilkan dari proses kominusi berukuran relatif lebih kecil, dan
berdimensi dengan ukuran 0,5 cm.

17

BAB V
KESIMPULAN

5. KESIMPULAN
5.1. Jaw Crusher
Jaw Crusher merupakan alat penghancur primer dalam proses pengolahan
bahan galian, dalam prosesnya Jaw Crusher dapat menghancurkan atau
meremukkan bongkahan-bongkahan batuan menjadi dimensi yang lebih kecil
dari sebelumnya. Bongkahan-bongkahan besar dapat dihancurkan dan
dihasilkan menjadi dimensi-dimensi kecil yang bergantung pada pengaturan
jarak 2 bagian Jaw yang berfungsi untuk meremukan hingga ke ukuran yang
sesuai dengan jarak yang telah kita tentukan. Sehingga hasil dari feed tersebut
relatif berukuran sama dengan yang kita inginkan.
5.2. Double Roll Crusher
Double Roll Crusher merupakan alat penghancur sekunder dalam proses
pengolahan bahan galian, dapat menghancurkan feed dengan dimensi > 2 cm,
tetapi tidak dapat optimal dalam menghancurkan batuan yang berukuran > 10
cm, karena dapat menyebabkan choking yaitu batu tidak mengalami
penggerusan di dalam mesin double roll crusher, hanya berputar diatas roll
saja.
Dalam penggunaannya menggunakan orientasi jarak antara kedua roll
secara berskala waktu tertentu, agar hasil yang didapat sesuai dengan yang
dibutuhkan.
Alat ini dapat menggerus batuan hingga ukuran maksimal 2 mm, tetapi
dalam mengambil hasil ukuran yang halus diperlukan juga orientasi jarak dari
jarak 1,5cm, 1cm, 0,5cm, dst, hingga mencapai hasil dan ukuran mesh yang
diinginkan untuk diproses selanjutnya.

18

DAFTAR PUSTAKA

Ansyari

Isya,

2014,

Pengertian

dan

Cara

Kerja

Jaw

Crusher,

http://learnmine.blogspot.co.id/2014/11/pengertian-dan-cara-kerja-jawcrusher.html, 01 Maret 2016.


Cahyo

Domas,

2013,

Pengertian

dan

Cara

Kerja

Roll

Crusher,

http://domas09.blogspot.co.id/2013/02/roll-crusher.html, 01 Maret 2016.


Iswanto,

2010,

Makalah

Pengolahan

Bahan

Galian,

http://laporanp.blogspot.co.id/2010/02/bab-i-pendahuluan-1_08.html,28 Februari
2016.
Sudaryanto,

2006,

Petunjuk

Praktikum

Pengolahan

Bahan

Galian,

Yogyakarta, Laboratorium Pengolahan Bahan Galian Teknik Pertambangan


Universitas Pembangunan Nasional.
Unhas

Tambang,

2009,

Pengolahan

Bahan

Galian,

https://tambangunhas.wordpress.com/tag/pengolahan-bahan-galian/, 29 Februari
2016.

19