Anda di halaman 1dari 20

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Nilai uang terhadap waktu merupakan konsep dimana bahwa nilai
uang sekarang akan lebih berharga dari pada nilai uang masa yang akan
datang atau suatu konsep yang mengacu pada perbedaan nilai uang yang
disebabkan karena perbedaaan waktu. Dalam memperhitungkan, baik nilai
sekarang maupun nilai yang akan datang maka kita harus mengikutkan
panjangnya waktu dan tingkat pengembalian maka konsep time value of
money sangat penting dalam masalah keuangan baik untuk perusahaan,
lembaga maupun individu.
Pengambilan keputusan berdasarkan kriteria ekonomi teknik
umumnya didasarkan atas salah satu atau lebih dari empat parameter finansial
berikut nilai bersih sekarang (net present value), nilai arus kas tahunan
(uniform annual cash flow), laju pengembalian

modal (rate of return),

ataupun rasio pendapatan terhadap biaya (benefit-cost ratio).Dari berbagai


metode analisis yang digunakan,dapat dilihat bahwa perhitungan nilai dari
keempat parameter finansial tersebut sangat mudah apabila arus kas (cash
flow) setiap periode (bulan atau tahun) dan tingkat suku bunga (kecuali untuk
penentuan laju pengembalian modal) telah diketahui. Akan tetapi, analisis
arus kas dari suatu proyek hanya dapat dilakukan apabila spesifikasi disain,
metode produksi/pelaksanaan, dan jenis bahan/peralatan yang akan digunakan
telah diidentifikasi. Dengan demikian, hal pertama yang sejatinya harus
dilakukan dalam analisa ekonomi teknik adalah mengindentifikasi semua
alternatif yang secara teknis feasible, termasuk spesifikasi mengenai
desain,metode produksi/pelaksanaan, dan jenis bahan/peralatan yang akan
digunakan.
Maka sudah jelas time value of money sangat penting untuk
dipahami oleh kita semua, sangat berguna dan dibutuhkan untuk kita menilai

21

seberapa besar nilai uang masa kini dan akan datang. Dalam makalah ini akan
dibahas mengenai konsep nilai uang terhadap waktu, ekivalensi dan arus kas.
B. Rumusan Masalah
1. Apa yang dimaksud dengan konsep waktu dari uang?
2. Apa yang dimaksud dengan konsep ekivalensi?
3. Apa yang dimaksud dengan arus kas?
C. Tujuan
Tujuan dari penulisan makalah ini adalah dapat memahami konsep
konsep waktu dari uang, memahami ekivalensi dan mengetahui tentang arus
kas.

BAB II
PEMBAHASAN

21

A. Nilai Waktu Dari Uang


1. Pengertian Nilai Waktu Uang
Nilai waktu uang merupakan konsep sentral dalam manajemen
keuangan, atau nilai waktu dari uang, di dalam pengambilan keputusan
jangka panjang, nilai waktu memegang peranan penting. Sebuah contoh
seperti kenaikan pangan yang dikeluhkan oleh masyarakat, di mana
masyarakat mengambil kesimpulan sendiri atas kenaikan pangan. Ada
yang mengatakan kenaikan dikarenakan pasokan barang mulai langka,
dan lain-lain.
2. Konsep Nilai Waktu Uang
Konsep nilai waktu uang di perlukan oleh manajer keuangan dalam
mengambil keputusan ketika akan melakukan investasi pada suatu aktiva
dan pengambilan keputusan ketika akan menentukan sumber dana
pinjaman yang akan di pilih. Suatu jumlah uang tertentu yang di terima
waktu yang akan datang jika di nilai sekarang maka jumlah uang tersebut
harus di diskon dengan tingkat bunga tertentu (discountfactor).
Istilah yang digunakan :
Pv

= Present Value

SI = Simple interest dalam rupiah

Fv

= Future Value

An = Anuity

= Bunga (i = interest/suku bunga)

P0

= pokok/jumlah uang yg dipinjam/dipinjamkan pada periode waktu

n = tahun ke

Konsep nilai waktu uang (time value of money concept) merupakan


konsep yang dipahami sebagian besar orang di dunia. Teorinya: uang
yang ada sekarang lebih tinggi nilainya dibandingkan jumlah yang sama
dimasa depan. Sebagai contoh: uang sejumlah Rp 6.000,00 sekarang
dapat membeli satu liter beras kualitas sedang. Namun, uang sejumlah
tersebut diatas tidak dapat membeli satu liter beras pada tahun depan,
mungkin 0,9 liter. Disini terlihat bahwa secara kualitas, nilai uang tergerus

21

seiring dengan jalannya waktu. Tergerusnya nilai uang tersebut disebut


sebagai inflasi.
Inflasi muncul melalui banyak sebab. Dari sudut makro ekonomi,
inflasi bisa berarti kabar yang baik (pada batasan tertentu). Jika
pengangguran menurun, artinya banyak orang menerima penghasilan,
artinya pula ada banyak uang yang beredar di pasar. Selaras dengan
hukum penawaran dan permintaan, maka saat daya beli meningkat
(karena orang-orang menerima penghasilan) maka harga-harga biasanya
ikut naik. Kenaikan harga tersebut sudah kita pahami sebelumnya sebagai
inflasi. Maka jelas inflasi (sekali lagi pada batas tertentu) merupakan
salah satu indikator menurunnya pengangguran.
Tujuan dari rencana keuangan adalah untuk mencapai keadaan
perekonomian seseorang seperti yang ditargetkan sebelumnya. Maka
dalam merencanakan keuangan penting kita ketahui bahwa inflasi
merupakan bagian yang inheren pula dari setiap tindakan/keputusan
keuangan yang diambil. Misalnya dalam keputusan memilih investasi :
jangan sampai pengorbanan sekarang yang kita lakukan, alih-alih
mendapat nilai tambah, akhirnya justru menurun.
Pemahaman konsep nilai waktu uang diperlukan oleh manajer
keuangan dalam mengambil keputusan ketika akan melakukan investasi
pada suatu aktiva dan pengambilan keputusan ketika akan menentukan
sumber dana pinjaman yang akan dipilih. Suatu jumlah uang tertentu yang
diterima waktu yang akan datang jika dinilai sekarang maka jumlah uang
tersebut harus didiskon dengan tingkat bunga tertentu (discount factor).
Suatu jumlah uang tertentu saat ini dinilai untuk waktu yang akan datang
maka jumlah uang tersebut harus digandakan dengan tingkat bunga
tertentu (Compound factor)
3. Metode-metode Nilai Waktu Uang
a. Metode Average Rate Of Return

21

Metode ini mengukur berapa tingkat keuntungan yang diperoleh


suatu investasi atau laba/investasi. Jika average rate of return lebih
tinggi dari laba yang diharapkan layak
Kelemahan metode ARR : Mengabaikan nilai waktu uang
b. Metode Payback Period
Mengukur seberapa cepat investasi itu kembali. Kriteria
penilaian investasi : Semakin cepat semakin baik.
Kelemahan Metode payback period : Mengabaikan nilai waktu uang,
Mengabaikan CF setelah investasi kembali
c. Metode Net Present Value (NPV)
Metode ini menghitung selisih antara nilai sekarang investasi
dengan nilai sekarang penerimaan kas bersih. Jika NPV + layak
d. Metode Profitability Index (PI)
Metode ini menghitung perbandingan antara nilai sekarang
penerimaan kas bersih dimasa yang akan datang dengan nilai sekarang
investasi. Jika PI lebih dari 1 layak
e. Metode Internal Rate Of Return (IRR)
Tingkat discount factor yang menyamakan nilai sekarang
investasi dan nilai sekarang penerimaan kas bersih dimasa yang akan
datang. Jika IRR > tingkat bunga atau laba yang disyaratkan layak .
4. Konsep Nilai Waktu Dari Uang
a. Future Value
Nilai uang diwaktu akan datang dari sejumlah uang saat ini atau
serangkaian pembayaran yang dievaluasi pada tingkat bunga yang
berlaku.
Rumusnya :
Fv = Po (1+r)n

b.

Fv = nilai pada tahun ke- n


Po = nilai pada tahun ke- 0
r = tingkat bunga
n = periode
Present Value
Nilai saat ini dari jumlah uang di masa datang atau serangkaian
pembayaran yang dinilai pada tingkat bunga yang ditentukan.
Rumusnya :
Pvo = Po = FVn/(1 + i) n atau Po = FVn [1/(1 + i)n]
Pv = Present Value (Nilai Sekarang)
Fv = Future Value (Nilai yang akan datang)
I = Bunga (i = interest/suku bunga)
n = tahun ke-

21

P0 = pokok/jumlah uang yg dipinjam/dipinjamkan pada periode


waktu
c. Annuity
Suatu rangkaian pembayaran uang dalam jumlah yang sama yang
terjadi dalam periode waktu tertentu.
Anuitas nilai sekarang adalah sebagai nilai i anuitas majemuk saat ini
dengan pembayaran atau penerimaan periodik dan n sebagai jangka
waktu anuitas.
PVAn = A1 [(A (1+i) n] = A1 [1 {1/ (1+ i)n /i }]
Anuitas nilai masa datang adalah sebagai nilai anuaitas majemuk masa
depan dengan pembayaran atau penerimaan periodik dan n sebagai
jangka waktu anuitas.
FVAn = A1 [(A (1+i) n 1]/i
Dimana :
An = Anuity
A1 = Pembayaran atau penerimaan setiap periode
d. Bunga Sederhana
Bunga yang dibayarkan hanya pada pinjaman atau tabungan atau
investasi pokoknya saja.
FVn = Po [1 + (i)(n)]
Dimana :
Vn= Future value tahun ke-n
Po = Pinjaman atau tabungan pokok
I = Tingkat suku bunga/ keuntungan disyaratkan
n = Jangka waktu
e. Bunga Majemuk
Bunga yang dibayarkan (dihasilkan) dari pinjaman (investasi)
ditambahkan terhadap pinjaman pokok secara berkala.
FVn = Po (1 + i)n
Dimana:
FVn = future value tahun ke-n
Po = pinjaman atau tabungan pokok
i = tingkat suku bunga/ keuntungan disyaratkan
n = jangka waktu
f. Amortisasi Pinjaman
Salah satu penerapan penting dari bunga majemuk adalah pinjaman
yang dibayarkan secara dicicil selama waktu tertentu. Termasuk di
dalamnya adalah kredit mobil, kredit kepemilikan rumah, kredit
pendidikan, dan pinjaman-pinjaman bisnis lainnya selain pinjaman

21

jangka waktu sangat pendek dan obligasi jangka panjang. Jika suatu
pinjaman akan dibayarkan dalam periode yang sama panjangnya
(bulanan, kuartalan, atau tahunan), maka pinjaman ini disebut juga
sebagai pinjaman yang diamortisasi (amortized loan).
Rumus :
Sn
a=
CVIF a
Di mana:
CVIF
= compound value interest factor (jumlah majemuk dari
suku bunga selama periodeke n)
A = Jumlah modal (uang) pada awal periode
Sn = Jumlah yang diterima pada akhir periode
B. Konsep Ekivalensi
1. Pengertian Ekivalensi
Ekivalensi nilai uang yang berbeda pada waktu yang berbeda akan
tetapi secara finansial mempunyai nilai yang sama. Kesamaan nilai
finansial tersebut dapat ditunjukkan jika nilai uang dikonversikan
(dihitung) pada satu waktu yang sama.
2. Metode Ekivalensi
Metode Ekivalensi adalah metode yang digunakan dalam
menghitung kesamaan atau kesetaraan nilai uang waktu berbeda. Nilai
ekivalensi dari suatu nilai uang dapat dihitung jika diketahui 3 hal :
a. Jumlah uang pada suatu waktu
b. Periode waktu yang ditinjau
c. Tingkat bunga yang dikenakan
3. Perhitungan Ekivalensi
Nilai Ekivalensi Pengeluaran = Nilai Ekivalensi Penerimaan
Contoh:
Hari ini budi menabung di bank sebesar Rp 10.000. dua dan empat tahun
kemudian ditabungnya lagi masing-masing sejumlah Rp 5.000. maka
jumlah uang tabungannya pada tahun ke 7 dar hari ini bila suku bunga i =
10 % adalah sebesar Rp 34.195
a. Present Worth Analysis
Present Worth adalah nilai sejumlah uang pada saat sekarang yang
merupakan ekivalensi dari sejumlah cash flow (aliran kas) tertentu

21

pada periode tertentu dengan tingkat suku bunga (i) tertentu. Proses
perhitungan nilai sekarang seringkali disebut atau discounting
cashflow. Untuk menghitung present worth dari aliran cash tunggal
(single payment) dapat dikalikan dengan Single Payment Present
Worth Factor. Sedangkan untuk menghitung present worth dari aliran
kas yang bersifat anuitas dapat dikalikan dengan Equal Payment
Series Present Worth Factor.
Present worth analysis (Analisis nilai sekarang) didasarkan pada
konsep ekuivalensi di mana semua arus kas masuk dan arus kas keluar
diperhitungkan dalam titik waktu sekarang pada suatu tingkat
pengembalian minimum yang diinginkan (minimum attractive rate of
return-MARR). Untuk mencari NPV dari sembarang arus kas, maka
kita harus melibatkan faktor bunga yang disebut Uniform Payment
Series - Capital Recovery Factor (A/P,i,n).
Usia pakai berbagi alternative yang akan dibandingkan dan periode
analisis yang akan digunakan bisa berada dalam situasi:
1) Usia pakai sama dengan periode analisis
2) Usia pakai berbeda dengan periode analisis
3) Periode analisis tak terhingga
Analisis dilakukan dengan terlebih dahulu menghitung Net Present
Worth (NPV) dari masing masing alternative. NPV diperoleh
menggunakan persamaan:
NPV = PWpendapatan PWpengeluaran
Untuk alternatif tunggal, jika diperoleh nilai NPV 0, maka alternatif
tersebut layak diterima. Sementara untuk situasi dimana terdapat lebih
dari satu alternatif, maka alternatif dengan nilai NPV terbesar
merupakan alternatif yang paling menarik untuk dipilih. Pada situasi
dimana alternatif yang ada bersifatindependent, dipilih semua
alternatif yang memiliki nilai NPV 0.
b. Annual Cash Flow Analysis

21

Metode annual cash flow diaplikasikan untuk suatu pembayaran yang


sama besarnya tiap periode untuk jangka waktu yang lama, seperti
mencicil rumah, mobil, motor dan lainya. Grafik annual cash flow
merupakan perhitungan tentang aliran uang dalam suatu perusahaan.

Kondisi cash flow suatu perusahaan dapat menentukan kelangsungan


hidup perusahaan. Cash flow dihitung untuk memperkirakan
kemungkinan yang belum terjadi. Dalam bisnis pelayaran cash flow
berguna untuk menentukan apakah kapal yang beroperasi bisa
mendatangkan keuntungan selama umur ekonomis kapal. Cash flow
ini juga sangat penting dalam perhitungan semua biaya untuk satu
kapal yang terdiri dari bermacam-macam jenisnya. Serta pendapatan
yang diterima.
Beberapa metode untuk menghitung cash flow antara lain :
1) The Voyage Cash Flow Analysis
VCF memberikan informasi cash yang dapat dihasilkan kapal
dalam satu voyage atau beberapa voyage tertentu.
2) The Annual Cash Flow Analysis
Perhitungan cash flow tahunan
1) The Required Freight Rate Analysis
Perhitungan cash flow berdasarkan tarif angkut pelayaran
2) The Discounted Cash Flow Analysis
Keuntungan dari metode ini Time value of money
diperhitungan. Biasanya NPV (Net Present Value) juga
diperhitungkan. NPV sendiri merupakan nilai uang pada saat
ini. Ini sangat berhubungan dengan nilai uang yang berlaku
pada masa akan datang. Karena besar nilai uang pada saat
sekarang akan berbeda dengan nilai uang pada satu, dua

21

ataupun beberapa tahun berikutnya. NPV memperdiksikan


besarnya nilai uang pada tiap tahun.
Komponen-komponen yang dibutuhkan untuk menghitung analisis
cash flow antara lain :
1) Investasi
Investasi kapal dapat diketahui dari harga kapal yang
direncanakan dan yang akan dibangun. Kapal inilah yang akan
dioperasikan untuk memenuhi ekspektasi dari perusahaan
pelayaran.
2) Salvage value
Yang dimaksud salvage value adalah nilai sisa dari suatu
barang yang telah habis umur ekonomisnya. Biasanya suatu
barang memiliki salvage value nol. Namun untuk kapal,
memiliki salvage value tidak sama dengan nol. Karena kapal
yang telah habis umur ekonomisnya masih bisa dibesi tuakan
sehingga memiliki salvage value.
3) Umur ekonomis kapal
Diperlukan untuk menghitung profit selama kapal beroperasi
4) Depresiasi
Depresiasi didapat dengan nilai yang harus dibayar tiap tahun
selama kapal beroperasi untuk menutup pengeluaran pada awal
operasi dengan mempertimbangkan nilai akhir kapal tersebut,
nilai akhir kapal diambil dengan berpatokan kapal tersebut di
besi tuakan, dimana nilai akhir kapal adalah berat dari kapal
dikalikan dengan harga jual baja per kilogramnya.
5) Pengeluaran tahunan
Perusahaan pelayaran harus mengeluarkan biaya tahunan yang
terdiri atas fixed cost dan variable cost. Selain itu perusahaan
juga harus mengeluarkan biaya untuk pengembalian pinjaman
kepada bank. Fixed cost terdiri atas biaya ABK, asuransi,
reparasi dan perawatan (maintenance), perbekalan (storage),
biaya administrasi, bunga dan depresiasi. Sedangkan variable
cost terdiri dari biaya bahan bakar, biaya bongkar muat, biaya
pelabuhan.
6) Revenue

21

Revenue adalah pendapatan suatu perusahaan pelayaran. Agar


revenue besar maka kapal harus dijalankan seefesien dan
seekonomis mungkin. Revenue dipengaruhi oleh pendapatan
sebelum pajak.
c. Future Worth Analysis
Future worth analysis (analisis nilai masa depan) didasarkan pada
nilai ekuivalensi semua arus kas masuk dan arus kas keluar di akhir
periode analisis pada suatu tingkat pengembalian minimum yang
diinginkan (MARR). Oleh karena tujuan utama dari konsep time
value of money adalah untuk memaksimalkan laba masa depan,
informasi ekonomis yang diperoleh dari analisis ini sangat berguna
dalam situasi-situasi keputusan investasi modal.
Hasil FW alternative sama dengan PW, dimana FW = PW (F/P,i%,n).
Perbedaan dalam nilai ekonomis yang dihasilkan bersifat relative
terhadap acuan waktu yang digunakan saat ini atau masa depan. Untuk
alternatif tunggal, jika diperoleh nilai FW 0 maka alternatif tersebut
layak diterima. Sementara untuk situasi dimana terdapat lebih dari
satu alternatif, maka alternatif dengan FW terbesar merupakan
alternatif yang paling menarik untuk dipilih. Pada situasi dimana
alternatif yang ada bersifat independent, dipilih semua alternatif yang
memiliki FW 0.

C. Arus Kas
1. Pengertian Arus Kas
Kas adalah alat pembayaran yang dimiliki perusahaan dan siap
digunakan untuk investasi maupun menjalankan operasi perusahaan setiap
saat dibutuhkan. Karena itu, kas mencakup semua alat pembayaran yang
dimiliki perusahaan yang disimpan di dalam perusahaan maupun di bank
dan siap dipergunakan. Fungsi kas adalah untuk membayar semua
aktivitas yang dilakukan perusahaan, baik dalam operasi sehari-hari
maupun untuk investasi.

21

Arus kas adalah arus masuk dan arus keluar kas dan setara kas dan
Laporan Arus Kas adalah suatu laporan tentang aktivitas penerimaan dan
pengeluaran kas perusahaan di dalam suatu periode tertentu, beserta
penjelasan tentang sumber-sumber penerimaan dan pengeluaran kas
tersebut.
2. Tujuan Dan Manfaat Laporan Arus Kas
Pada mulanya laporan arus kas belum merupakan bagain dari
laporan keuangan, karena sebelum tahun 1971 pelaporan yang ada
direkomendasikan oleh Generally Accepted Accounting Principles
(GAAP) hanya neraca dan laporan laba/rugi. Dalam perekembangan
berikutnya yang dilatar belakangi oleh keinginanan investor, kreditor dan
pemakai lainnya muncul laporan dana sebagai bagian dari laporan
keuangan.
American Institute of Certified Public Accountant (AICPA:1961)
mengakui pentingnys penggunaan laporan arus kas dan mensponsori riset
mengenai hal ini. Financial Accounting Standard Board (FASB:1987)
menerbitkan laporan keuangan tahunan setelah tanggal 15 Juli 1988.
Seperti yang pernah dinatakan oleh Lawson dan Lee (1972) bahwa,
............Cash flow and not profit is the end result of entity activity. Profit
is an abstaction, cash is a physical resources. Wolk, Francis & Tearney
1992:340)
Terdapat banyak pengertian tentang laporan arus kas, diantaranya:
The Statements of cash flows is a primary statements that reports the
cash receipt, cash payment and net change form the operating, investing
and financial activities of and enterprise during a period in a format that
reconciles the beginning and ending cash balance. (Keyso & Wygant
1987:114).
Laporan arus kas baru diwajibkan pada tahun 1987 dengan
dikeluarkannya Statement of Financial Accounting Standar (SFAS) No.
95 oleh FASB tentang Statement of Cash Flow yang kemudian menjadi
efektif sebagai bagian dari laporan keuangan tahunan setelah tanggal 15
Juli 1988. Merekomendasikan untuk memasukan laporan arus kas untuk

21

menaksirkan likuiditas perusahaan, fleksibilitas perusahaan dan keuangan,


profitabilitas dan risiko.
Informasi arus kas suatu perusahaan berguna bagi para pemakai
laporan keuangan sebagai dasar untuk menilai kemampuan perusahaan
dalam menghasilkan kas dan setara kas, dan menilai kebutuhan
perusahaan untuk menggunakan arus kas tersebut. Dalam proses
pengambilan keputusan ekonomi, para pemakai laporan keuangan perlu
melakukan

evaluasi

terhadap

kemampuan

perusahaan

dalam

menghasilkan kas dan setara kas serta kapasitas perolehannya.


Arus kas merupakan jiwa bagi setiap perusahaan dan fundamental
bagi eksitensi sebuah perusahaan serta menunjukan dapat tidaknya
perusahaan membayar semua kewajibannya. Laporan arus kas disusun
dengan tujuan untuk memberikan informasi historis mengenai perubahan
kas dan setara kas dari suatu perusahaan, dengan mengklasifikasikan arus
kas berdasarkan aktivitas operas, investasi dan pendanaan.
Apabila digunakan bersama laporan keuangan lainnya seperti
laporan posisi keuangan, laporan laba/rugi kompehensif. Laporan arus kas
mempunyai kegunaan memberikan informasi untuk:
a. Mengetahui perubahan aktiva bersih, struktur keuangan dan
kemampuan mempengaruhi kas.
b. Menilai kemampuan perusahaan dalam menghasilkan kas dan setara
kas.
c. Mengembangkan model untuk menilai dan membandingkan nilai
sekarang arus kas masa depan dari berbagai perusahaan.
d. Dapat menggunakan informasi arus kas historis sebagai indikator
jumlah waktu dan kepastian arus kas masa depan.
e. Menilai kecermatan taksiran arus kas masa depan dan menentukan
hubungan antara profitabilitas dan arus kas bersih serta dampak
perubahan harga.
Laporan arus kas melaporkan penerimaan kas dan pengeluaran kas
baik dari aktivitas operasi, investasi dan pendanaan. Informasi tersebut
akan membantu menunjukkan bagaimana mungkin sebuah perusahaan
yang melaporkan kerugian tetap dapat membrli aktiva tetap atau
membayar dividen. Pelaporan kenaikan dan penurunaan kas bersih

21

menjadi barguna bagi investor, krecditor dan piak lainnya ingin


mengetahui apa yang sedang terjadi dengan sumber dana perusahaan yang
saling likuid yaitu kas.
3. Kas dan Setara Kas
Kas adalah saldo kas (cash on hand) dan rekening giro (demand)
deposit. Setara kas (cash equivalent) adalah investasi yang sifatnya sangat
likuid, berjangka pendek dan yagn dapat dengan cepat dapat dijadikan kas
dalam jumlah yang dapat ditentukan dan memilki risiko perubahan nilai
yang tidak signifikan.

Investasi segera jatuh tempo tiga bulan atau kurang

Saham tidak termasuk kecuali preferen yang jatuh temponya telah


ditentukan

Cerukan (bank overdraft) termasuk dalam kas / setara kas

Arus kas tidak termasuk mutasi antara pos-pos yang termasuk kas atau
setara kas

4. Klasifikasi Laporan Arus Kas


Perusahaan menyajikan arus kas dari aktivitas operasi, investasi,
dan pendanaan dengan cara paling sesuai dengan bisnis perusahaan.
Klsifikasi menurut aktivitas memberikan informasi yang memungkinkan
para pengguna laporan untuk menilai pengaruh aktifitas terhadap posisi
keuangan perusahaan serta jumlah kas dan setara kas. Berikut klasifikasi
arus kas, yaitu:
a. Aktivitas Operasi
Menurut PSAK No. 2 Aktivitas Operasi adalah Aktivitas Penghasi
utama pendapatan entitas dan aktvitas lain yang bukan merupakan
aktivitas investasi dan aktivitas pendanaan
b. Aktivitas Investasi
Menurut PSAK No.2 Aktivitas Investasi adalah perolehan dan
peepasan aset jangka panjang serta investasi lain yang tidak termasuk
setara kas

21

c. Aktivitas Pendanaan
Menurut PSAK No.2, Aktivitas Pendanaan adalah aktivitas yang
mengakibatkan perubahan dalam jum;ah serta komposisi kontribusi
moda dan pinjaman entitas.

Secara ringkas, arus kas dari aktivitas operasi, investasi dan


pendanaan seperti yang dinyatakan dalam Standar Akuntansi Keuangan
adalah sebagai berikut:
Aktivitas Airan Kas
1. Arus Kas dari
Aktivitas Operasi

Penerimaan

Pengeluaran

a. Penerimaan dan a. Pembayaran kas atau


pengeluaran kas

penerimaan kembali

oleh perusahaan

pajak penghasilan

asuransi

b. Pembayaran kas

sehubungan

kepada pemasok

dengan premi,

barang dan jasa

klaim, anuitas danc. Pembayaran Gaji


manfaat asuransi

Karyawan

lainnya.
b. Penerimaan kas
dari penjualan
barang atau jasa
c. Penerimaan kas
royalty, fee,
komisi dan
pendapatan lain.
d. Penerimaan dan
pembayaran kas
dari kontrak untuk
tujuan transaksi
dan perdagangan

21

2. Arus Kas dari

a. Penerimaan kas

a. Pembayaran kas

Aktivitas

dari penjualan

untuk membeli

Investasi

tanah, banguan

aktiva tetap, aktiva

dan peralatan

tak berwujud dan

b. Perolehan saham
atau instrument
keuangan lain

aktiva jangka
panjang
b. Uang muka dan
pinjaman yang
diberikan kepada
pihak lain serta
pelunasannya.
c. Pembayaraan kas
sehubungan
dengan future
contracts, forward
contracts, option
contracts dan
swap contracts

3. Arus kas dari

a. Penerimaan kas

a. Pembayaraan kas

aktivitas

dari emisi saham

kepada pemegang

pendanaan

atau instrument

saham untuk

lainnya.

menarik dan

b. Penerimaan kas
dari emisi
obligasi,
pinjaman, wesel,
hipotik dan

menebus saham
perusahaan
b. Pelunasan
pinjaman
c. Pembayaran kas

pinjamaan

oleh penyewa guna

lainnya

usaha untuk

21

mengurangi saldo
kewajiban yang
berkaitan dengan
sewa guna usaha
5. Pola Normal Arus Kas
Pola normal arus kas masuk positif atau arus kas negatif yang
dilaporkan pada laporan arus kas berbedabeda dari tiap aktivitas. Dari
aktivitas operasi kebanyakan perusahaan menghasilkan arus kas positif,
apabila arus kas negatif dari aktifitas operasi pada suatu periode adalah
indikator adanya masalah yang serius atau sebagai akbiat besarnya kas
keluar untuk peluncuran produk. Mengutip dari Y.W Karsono (2001;51)
bahwa apabila operasi perusahaan tidak menghasilkan kas positif,
perusahaan harus mencari sumber dana dari luar untuk mrmbiayai operasi
rutinnya, apabila perusahaan tidak memiliki cadangan saldo kas yang
dibawa dari periode sebelumnya.
Arus kas dari aktifitas investasi biasanya berpola negatif,
menunjukan bahwa pada waktu normal, kebanyakan perusahaan
menggunkan kas memperluas atau menambah aktiva jangka panjangnya.
Sebah perusahaan dengan arus kas positif dari aktivitas investasi berarti
menjual aktiva jagka panjang/asset yang tidak terpakai melebihi dana
lebih cepat daripada menukarkannya dengan yang baru.
Tidak ada panduan umum yang bias dibuat tentang arus kas dari
aktivitas pendanaan. Pada perusahaan yang sehat, angkanya bias saja
positif atau negatif. Sebagai contoh, arus kas yang positif dari aktivitas
pendanaan mungkin merupakan tanda bahwa sebuah perusahaan sedang
melakukan ekspansi dengan cepat sehingga tidak dapat menyediakan kas
yang cukup untuk itu. Maka, kas tambahan harus ada dari pendanaan.
Tambahan ini bias diperoleh dari pihak luar seperti kreditur dan penjualan
saham. Arus kas negatif dari aktivitas pendanaan dapat saja dilaporkan
oleh perusahaan yang mapan yang telah mencapai tahap stabil dan
memiliki kelebihan kas dari aktivitas operasi yang bias digunakan untuk
membayar hutang atau membayar dividen tunai yang besar. Pola arus kas

21

merupakan gambaran umum tentang posisi keuangan perusahaan dalam


siklus hidupnya.
6. Metode Penyusunan Laporan Arus Kas
Sebagaimana telah disampaikan pada makalah ini, arus kas yang
terjadi di dalam perushaan dibagi ke dalam tiga aktivitas sumber kas,
yaitu: aktivitas operasi, investasi dan Pendanaan. Secara umum terdapat
dua metode dalam penyusun laporan arus kas, yaitu metode langsung dan
metode tidak langsung. Baik metode langsung maupun tida langsung
membagi sumber penerimaan dan pengeluaran kas perusahaan ke dalam
tiga kelompok sumber kas tersebut.
a. Metode Langsung
Suatu metode penyusunan laporan arus kas dimana dirinci sema aliran
masuk dan aliran keluar dari aktivitas-aktivitas operasi. Metode
langsung menghitung saldo operasi dari selisih antara kas masuk dari
pendapatan usaha dengan kas keluar untuk beban usaha perusahaan.
Sedangkan arus kas dari aktivitas investasi dan aktivitas pendanaan
dihitung dengan mencari selisih antara arus kas masuk dan arus kas
keluar pada masingmasing kelompok sumber kas tersebut. Arus kas
bersih masing-masing kategori dijumlahkan untuk menghasilkan arus
kas bersih total, yang kemudian ditambahkan dengan saldo kas pada
awal periode sehingga menghasilakn saldo kas pada akhir periode
tersebut.
b. Metode Tidak Langsung
Suatu metode penyusunan lapran arus kas, di mana dibuat rekonsiliasi
antara laba yang dilaporkan dengan aliran kas. Metode tidak langsung
dimulai dengan laba bersih usaha dan mengubahnya menjadi arus kas
bersih dari aktivitas operasi. Sedangkan arus kas dari aktivitas
investasi dan aktivitas pendanaan dihitung dengan mencari selisih
antara arus kas masuk dan arus kas keluar pada masing-masing
kelompok sujmber kas tersebut. Arus kas bersih dari masing-masing
kategori dijumlahkan untuk menghasilkan arus kas bersih total, yang
kemudian ditambahkan dengan saldo kas pada awal periode sehingga
menghasilkan saldo kas pada skhir periode tersebut.

21

BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Nilai waktu uang merupakan konsep sentral dalam manajemen
keuangan, atau nilai waktu dari uang, di dalam pengambilan keputusan
jangka panjang, nilai waktu memegang peranan penting. Konsep nilai waktu
uang di perlukan oleh manajer keuangan dalam mengambil keputusan ketika
akan melakukan investasi pada suatu aktiva dan pengambilan keputusan
ketika akan menentukan sumber dana pinjaman yang akan di pilih.
Ekivalensi nilai uang yang berbeda pada waktu yang berbeda akan
tetapi secara finansial mempunyai nilai yang sama. Kesamaan nilai finansial
tersebut dapat ditunjukkan jika nilai uang dikonversikan (dihitung) pada satu
waktu yang sama.
Kas adalah alat pembayaran yang dimiliki perusahaan dan siap
digunakan untuk investasi maupun menjalankan operasi perusahaan setiap
saat dibutuhkan. Arus kas adalah arus masuk dan arus keluar kas dan setara
kas dan Laporan Arus Kas adalah suatu laporan tentang aktivitas penerimaan
dan pengeluaran kas perusahaan di dalam suatu periode tertentu, beserta
penjelasan tentang sumber-sumber penerimaan dan pengeluaran kas tersebut.
B. Saran
Penulis menyadari bahwa pembuatan makalah ini, masih banyak
kesalahan - kesalahan yang terdapat didalamnya. Oleh karena itu, kritik dan
saran dari berbagai pihak sangat diharapkan demi penyusunan makalah
mendatang.

21

DAFTAR PUSTAKA

Fitra, Irwin Lah Nidi.(2007). Pengarus Informasi Arus Kas Terhadap Volume
Perdagangan Saham Pada Perusahaan Manufaktur Di Bursa Efek
Jakarta. Skripsi. Universitas Islam Indonesia
http://budi2one.blogspot.co.id/2013/11/analisis-ekivalensi.html. Diakses 9 Maret
2016
http://fajriarifwibawa.blogspot.co.id/2015/04/makalah-nilai-waktu-dariuang.html. Diakses 9 Maret 2016
http://ikkyfadillah.tumblr.com/post/14202239820/bab-8-konsep-nilai-waktu-dariuang. Diakses 9 Maret 2016
http://setiawanbima20.blogspot.co.id/2014/11/konsep-nilai-waktu-dari-uang.html.
Diakses 9 Maret 2016
http://www.wearesifo.tk/2015/12/bab-vii-konsep-nilai-waktu-dari-uang.html.
Diakses 9 Maret 2016
Ikatan Akuntansi Indonesia (2009). Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan:
Revisi 2009.
Rudianto (2008). Pengantar Akuntansi: Adaptasi IFRS, Jakarta: Penerbit
Erlangga.

21