Anda di halaman 1dari 10

Aplikasi Proses Pemisahan dengan Membran

Mikrofiltrasi untuk Menghasilkan Susu Sapi


Berkadar Lemak Rendah dan Protein Tinggi

Oleh:
Kelompok I
Mata Kuliah Teknologi Membran
Fita Desti Senja
Nurul
Izzati
(1415041043)
Rendi
Parningotan
1315041044)
Rizka
Aidila
(1115041043)

(1215041022)
Hanifah
Pasaribu (
Fitriana

Pendahuluan
Teknologi pemisahan dengan membran memiliki banyak keunggulan
yang tidak dimiliki oleh metode-metode pemisahan lainnya. Keunggulan
teknologi pemisahan dengan membran yaitu sederhana, tidak
membutuhkan zat kimia tambahan, dan juga kebutuhan energinya
sangat minimum. Salah satunya yaitu membran mirkofiltrasi jenis tubular
yang dapat diaplikasikan pada pengolahan susu sapi.
Membran mikrofiltrasi berfungsi untuk mengurangi kadar lemak dan
jumlah mikroorganisme tetapi mempertahankan kadar protein tetap pada
susu. Produk susu yang dihasilkan diharapkan akan lebih menguntungkan
dibandingkan dengan susu cair yang ada dipasaran karena memiliki
kadar air yang lebih sedikit dan kandungan gizinya lebih banyak.

Tujuan Penulisan:
Artikel ini dibuat bertujuan untuk
menambah wawasan mahasiswa tentang
teknologi
proses
pemsiahan
menggunakan
membran
mikrofiltrasi
pada bidang industri, serta bagaimana
produk susu sapi olahan yang dihasilkan.

Aplikasi Membran Mikrofilter


Pada Pengolahan Susu Sapi
Proses
pemisahan
yang
melibatkan
membran
mikrofiltrasi tubular pada pengolahan susu sapi
berfungsi sama dengan proses pasteurisasi, yaitu di
mana proses ini bertujuan untuk menghilangkan
mikroorganisme merugikan dalam susu tanpa merusak
zat-zat penting seperti protein di dalamnya.

Berikut merupakan karakteristik membran mikrofiltrasi yang


digunakan pada proses pengolahan susu
Spesifikasi

Mikrofiltrasi

Modul membran

Tubular

Bahan membran

Polimer

Ukuran pori

0,3 m

Diameter luar

2,5 cm

Diameter channel

0,15 cm

Jumlah channel

20 buah

Panjang membran

50 cm

Prinsip pemisahan

Mekanisme sieving

Driving force

1 - 4 bar

Jenis pompa

Diaphragm Pump

Tekanan maksimum

130 psi

Mekanisme
Pemisahan
Keterangan Gambar 2.1:
1. PG : Pressure Gauge
2. MF : Mikrofiltrasi
3. RO : Reverse Osmosis

Analisis Hasil
Pemisahan
Parameter yang dianalisis dari
percobaan yang telah dilakukan
adalah:

Kadar protein

Kadar lemak

Jumlah mikroorganisme

Kadar air

Berdasarkan literatur, kadar


lemak dan protein sebelum
dilakukan mikrofiltrasi adalah
2.73 % dan 5.17 % dengan
persen kadar air sebesar 90.75
% volume.

Berikut merupakan perbandingan antara hasil yang diharapkan secara teoritis dan hasil
yang diperoleh setelah percobaan.
Teori

Hasil

Secara teori persen kadar lemak hasil Susu


yang
dihasilkan
dari
proses
proses mikrofiltrasi harus turun dikarenakan
mikrofiltrasi masih memiliki kandungan
ukuran molekul lemak lebih besar yaitu
lemak yang cukup tinggi.
sebesar (0.1 22) m dibandingkan ukuran Susu
yang
dihasilkan
dari
proses
pori membran mikrofiltrasi sebesar 0.3 m
mikrofiltrasi, persen kadar proteinnya
sehingga sebagian besar lemak akan
meningkat.
tertahan dan susu yang dihasilkan dari Dari hasil penelitian yang dilakukan, masih
proses mikrofiltrasi akan memiliki kadar
ada kandungan mikroorganisme pada susu,
lemak yang berkurang.
hal ini disebabkan mungkin sebagian kecil
Secara teori persen kadar protein hasil
dari mikroorganisme tersebut memiliki
proses mikrofiltrasi harus tetap dikarenakan
ukuran yang lebih kecil dari 0.5 m
ukuran molekul protein lebih kecil ( lebih
sehingga mikroorgansime pada susu masih
kecil dari ukuran molekul lemak, < 0.1 m)
ada yang lolos.
dibandingkan
ukuran
pori
membran
mikrofiltrasi 0.3 m sehingga semua protein
akan lolos melewati membran mikrofiltrasi.
Secara teori jumlah mikrooganisme hasil
proses mikrofiltrasi harus sedikit atau
minimal. Hal ini dikarenakan ukuran
mikroorganisme relatif lebih besar (0.5 5)
m dibandingkan ukuran pori membran

Kesimpulan
Hasil dari proses mikrofiltrasi diperoleh susu dengan kadar lemak
yang lebih rendah, kadar protein yang tinggi, dan jumlah
mikroorganisme yang minimal.
Pada proses mikrofiltrasi semakin besar beda tekan, fluks akan
semakin besar, maka fouling dipermukaan membran akan semakin
banyak, hal ini mengakibatkan waktu jenuhnya semakin pendek.
Dihasilkan susu dengan kadar lemak yang tidak terlalu tinggi
persen kadar protein yang tinggi, persen kadar air yang rendah
dibandingkan dengan komposisi susu per 100 gram susu sapi segar
dari literatur yang memiliki kadar lemak sebesar 3.5 % dalam 100
gram susu sapi segar. Kadar protein yang diahsilkan yaitu sebesar
3.2 % dalam 100 gram susu sapi segar, dan kadar air sebesar 88.3
% dalam 100 gram susu sapi segar.

Saran
Ukuran pori pada membran mikrofiltrasi yang diterapkan dapat
diperkecil menjadi 0,1 m dengan demikian lemak dan
mikroorganisme akan banyak tertahan, serta protein dapat
melalui membran dengan baik agar dihasilkan susu sapi olahan
yang lebih baik dengan rendah lemak dan higienis.
Diperlukan kajian lebih lanjut tentang jenis modul membran
mikrofiltrasi, kemungkinan dapat beralih dari jenis modul
tubular yang digunakan.