Anda di halaman 1dari 4

TYPE ENDAPAN EPITHERMAL HIGH SULFIDASI

DALAM PEMBENTUKAN JEBAKAN MINERAL LOGAM DAN LOGAM

I.PENEGERTIAN
Endapan Ephitermal high Sulfidasi Adalah endapan mineral bersifat epigenetik pada zona
ephitermal/post magmatik,yang terbentuk akibat aktivitas fluida hidrotermal yang berasal
dari intrusi magmatik yang cukup dalam, fluida ini bergerak secara vertikal dan horizontal
menembus rekahan-rekahan pada batuan dengan suhu yang relatif tinggi (200-3000C),
pada kedalaman 500-1000m, fluida ini didominasi oleh fluida magmatik dengan
kandungan acidic (asam sulfida)yang tinggi yaitu berupa HCl, SO2, H2S .
High sulphidation ,timbul dari bercampurnya fluida yang mendekati pH asam dengan larutan
sisa magma yang bersifat encer sebagai hasil dari diferensiasi magma, di kedalaman yang
dekat dengan tipe endapan porfiri dan dicirikan oleh jenis sulfur yang dioksidasi menjadi SO
Selama proses kontak dan migrasi dengan panas dari intursi magma akan membentuk
perubahan lapisan batuan diatasnya/disampingnya yang juga diikuti oleh pengendapan
mineral,dimana terjadi reaksi kimia antara cairan sisa magma dengan batuan dinding celah
yang dilewati cairan ini Yang dapat merubah susunan kimia maupun tekstur batuan asal itu
sendiri dengan diiringi pengendapan mineral yang berharga yang dibawanya.

Gambar .Posisi endapan ephitermal pada proses magamatisme

Endpan mineral high sulfidasi pada umumnya ditentukan dari jenis alterasinya yaitu tipe
alterasi clay Allunit- pyrophyllite, kaolin, illitic,

II.MODEL ENDAPAN
Model endapan ephitermal high sulfidasi yaitu umumnya ditemukan sebagai sebuah pipeseperti zona dimana batuan samping mengalami breksiasi dan teralterasi atau terubah
tingkat tinggi, dan juga berbentuk endpan residual vuggy silika yang cukup luas dengan
alterasinya.
Veins juga ditemukan, khususnya sepanjang zona patahan sedangkan mineralisasi logam
bertekstur disseminasi ataupun replacement.

Gambar. Model endapan ephitermal high sulfidasi

Gambar. Model endapan ephitermal


III. TATANAN GEOLOGI
Tatanan geologi pada endpaan ephitermal high sulfidasi yaitu pada kondisi tektonik zona
subduksi antara lempeng samudra dengan lempeng benua , pada busur magmatik .
Sebagian tubuh bijih berupa terdapat berupa breksia pipe terbentuk sepanjang zona
regangan (dilatational/jog) sebagai akibat pembentukan dari struktur ektentional. Beberapa
diantaranya terdapat pada bidang sesar utama, tetapi biasanya pada sesar-sesar minor .
Morfologinya yaitu mencirikan morfologi yang dikontrol oleh struktur kekar yaitu dengan pola
aliran sungai Rektangular dan pada morfologi gunung api tua berupa sisa-sisa proses
geotermal yaitu kawah solfatra, fumarola, geyser .

Gambar. Tipe endpan high sulfidasi pada breccia pipe gunung api
Batuan samping (wallrock) pada endapan epitermal sulfidasi tinggi adalah batuan vulkanik
andesit alkali, riodasit, dasit, riolit ataupun batuan batuan alkali.
Bentuk endapan didominasi oleh alterasi silifikasi kuat yang membentuk vuggy silika. bijih
tersebar (disseminated) terkadang mengisi pori, dan umumnya terdiri dari urat-urat breksi
serat fissure vein dengan tekstur kuarsa vuggy.
IV. ALTERASI
Epithermal High Sulphidation terbentuk dalam suatu sistem magmatic-hydrothermal yang
didominasi oleh fluida hidrothermal yang asam, dimana terdapat fluks larutan magmatik dan
vapor yang mengandung H2O, CO2, HCl, H2S, and SO2, dengan variabel input dari air
meteorik lokal. Kehadiran mineral-mineralnya mengindikasikan kondisi oksidasi yang terjadi
pada sistem magmatik-hydrothermal aktif. Komponen reaktif dari sumber magmatik yang
teroksidasi naik ke dekat permukaan dengan sedikit interaksi batuan yang dilewati (batuan
permeable/dari pipe breccia). Gas yang kaya SO2 and HCl-rich terserap oleh air tanah
menyebabkan SO2 menjadi H2SO4 dan H2S, kemudian diikuti dengan peruraian H2SO4
and HCl. Fluida panas (200-3000C), asam tinggi (pH 0-2) dan air yang teroksidasi kemudian
bereakasi menyebabkan pencucian terhadap batuan di kedalaman yang dangkal

Gambar. Tipe Alterasi pada ephitermal high sulfidasi

Larutan hidrotermal asam tersebut melarutakan komponen-komponen dari batuan samping


sehingga merubahnya menjadi mineral-mineral lempung alunite, pyrophyllite, kaolin, illitic,
and chloritic dengan pyrite diddeminasi kuat dan sisa laruatan akan mengendap pada celah
struktur ektentional berupa silika vuggy (silika berpori) .
Mineralisasi bijih pada beberapa tempat ditemukan mengisi pori-pori pada endapan silika ini
kondisi ini terjadi jika pada proses larutan hidrotermal yang terjadi berulang-ulang.

Kaolinite

Cristobalite-alunite

Kaolinite
Paleosurface
0 m

Acid - leached zone


Paleo-water table
Vuggy quartz
+silicification
Au-Ag ore

Chlorite
Illite-smectite

Quartz-kaolinite
Quartz-alunite
200

Gambar. Model endapan ephitermal high sulfidasi dan alterasinya


V. MINERALISASI
Mineralisasi pada endapan ephitermal High sulfidasi yaitu logam- logam sulfida base metal
Cu (kalkopiryte),Pb (galena),Zn(sfalerite), Sb, As, Hg, Mo, Bi dalam kandungan yang
banyak.
Sedangkan mineralisasi logam yang utama yang bisa didapatkan adalah logam Cu-Au-Ag
sehingga endpan ephitermal high sulfidasi ini lebih dikenal dengan endapan ephitermal CuAu-Ag.

Gambar, Mineralisasi logam pada vuggy kuarsa endapan ephitermal high sulfidasi

Mineral gaugenya adalah Quartz, pyrite alunite, barite, kaolinite, pyrophyllite