Anda di halaman 1dari 5

Contoh Proposal Ayam Kampung Super

CONTOH PROPOSAL
USAHA TERNAK AYAM KAMPUNG SUPER
I. PENDAHULUAN
Permintaan daging ayam kampung cenderung mengalami peningkatan dari
waktu ke waktu.
Menurut Dirjen Bina Produksi Peternakan saat ini pasokan daging ayam
kampung baru
bisa memenuhi 5,5% dari total kebutuhan daging ayam nasional.
Pada 10 tahun mendatang diharapkan pasokan ayam kampung akan mencapai
25% dari kebutuhan total daging ayam nasional.
Dengan target sebesar tersebut pengembangan bisnis ayam kampung akan
mampu menggerakkan ekonomi pedesaan yang notabenenya merupakan usaha
skala mikro, kecil dan koperasi.
Pengembangan bisnis ternak ayam kampung sendiri tidak hanya bermanfaat
bagi peternak tetapi juga sektor usaha lain misalnya nilai perdagangan dari pakan
dan pengolahan daging ayam kampung.
Kenyataannya budidaya ayam kampung menemui kendala utama yaitu
pertumbuhan yang cenderung lebih lambat jika dibandingkan dengan ayam ras
pedaging yang mampu panen dalam waktu 40 hari.
Dengan adanya teknologi baru, kini hadir ayam kampung super atau ayam jawa
super.
Ternak ayam kampung super secara nyata lebih menjanjikan karena dalam
masa pemeliharaan panen membutuhkan waktu 55-60 hari saja.
Masa panen yang cepat pada ayam kampung super memberikan keuntungan
yang cukup menggiurkan diantaranya tingkat kematian yang realatif rendah,
penghematan biaya pemeliharaan dan pakan.

Ayam kampung super merupakan hasil persilangan terbaru yang melibatkan


teknologi persilangan ternak sehingga didapatkan pertumbuhan yang cepat dan
memiliki karakteristik daging dan bentuk ayam kampung.
Nilai harga jual ayam kampung lebih tinggi dibandingkan dengan ayam broiler,
harga berkisar antara Rp. 19.000Rp. 25.000 menurut riset pasar selama tahun
2013-2014.
II. DASAR PEMIKIRAN
Data di atas menunjukkan kepada kita betapa negeri tercinta ini merupakan
pasar yang sangat potensial, perlu dibina dan dikembangkan untuk meningkatkan
produksi ayam kampung di dalam negeri.
Atas dasar itu, beternak ayam kampung super merupakan suatu peluang usaha
yang cukup menjanjikan. Kami ingin mengembangkan ternak ayam kampung super
sebagai usaha yang produktif.
Untuk itu, kami mengajak kepada para investor untuk berinvestasi dalam usaha
ternaka ayam kampung super yang kami kelola.
III. MAKSUD DAN TUJUAN
1. Maksud
Maksud

kami

mengajukan

penawaran

investasi

ini

adalah

untuk

mengembangkan usaha ternak ayam kampung super sebagai sumber pendapatan


(income) yang pada akhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan hidup.
2. Tujuan
Tujuan proposal ini adalah untuk mengajak para investor untuk berinvestasi
pada usaha ternak ayam kampung super.
IV. JENIS USAHA
Jenis usaha yang dimaksud adalah TERNAK AYAM KAMPUNG SUPER

V. LOKASI PEMELIHARAAN
Dikarenakan masih sangat besarnya potensi ternak ayam kampung super, maka
kami mulai merintis usaha peternakan ayam kampung super yang berlokasi di
Kampung.
Gledokan Desa Welahan RT 04 RW 04 Welahan, Jepara, Jateng
VI. FOTO AYAM KAMPUNG SUPER *jika ada*
VII. KONSEP USAHA
Konsep dari usaha ternak ayam kampung super ini adalah bagi hasil/syariah yang
melibatkan pemodal dan peternak sebagai pengelola.
Bagi hasil dari usaha ini adalah:
- Pemilik modal (investor) : 50% dari laba bersih
- Peternak (pengelola ternak) : 50% dari laba bersih
Jangka waktu investasi adalah 3 tahun dengan surat perjanjian bermaterai, tetapi
nantinya investor dapat berinvestasi kembali dengan surat perjanjian yang baru.

VIII. ANALISIS USAHA TERNAK AYAM KAMPUNG SUPER


Berikut ini adalah analisis usaha ternak ayam kampung super per 500 ekor
A

Modal

-Pembuatan

kandang

-Kandang

DOC

nampan

-Tempat

minum

15

-Tempat

pakan

litter

20

Lain-lain

-Jumlah = Rp. 3.950.000

(Biaya

40

m2

Rp.
Rp.
tak

Tetap
dari

bambu

pakan
15.000

=
=

Rp.

3.000.000

Rp

200.000

Rp

225.000

15.000

Rp.

300.000

terduga)

Rp.

225.000

B.
-DOC
-Pakan

Modal
500

ekor

20

sak

-Vitamin
-Sekam
-

padi

Rp.

Kerja
5000

Rp.

260.000

vaksin
8

Listrik

sak

per

Rp.

Rp.

2.500.000

Rp.

5.200.000

Rp.

15.000

bulan

150.000
Rp.
Rp.

120.000
80.000

-Jumlah = Rp.8.050.000
C.

Jumlah

-Modal
-

Modal

tetap
Modal

Yang

Dibutuhkan

Rp.

3.950.000

=
kerja

Rp.

8.050.000

-Jumlah = Rp. 12.000.000


D. Biaya Penyusutan
Biaya penyusutan kandang dan sarana diambil 6 % dari modal tetap yaitu 6 % x Rp.
3.950.000 = Rp. 237.000
E.

Hasil

Produksi

bulan

-Dari 500 ekor ayam mengalami kematian 2% (10 ekor) maka tersisa 490 ekor
dengan berat rata-rata 1 kg sehingga hasil panen adalah 490 ekor x 1 kg = 490 kg
-Harga

rata-rata

ayam

kampung

adalah

Rp.

22.000

kg

-Hasil produksi = 490 kg x Rp. 22.000 = Rp. 10.780.000


F.

Biaya

-Biaya
-

penyusutan
Modal

-Jumlah = Rp. 8.287.000


G. Keuntungan per 2 bulan

kerja

Produksi

bulan

Rp.

237.000

Rp.

8.050.000

Keuntungan = Hasil produksi - Biaya produksi = Rp. 10.780.000 Rp. 8.287.000 =


Rp. 2.493.000
H. Bagi Hasil
- Investor (pemodal) 50%xRp. 2.493.000 = Rp. 1.246.500
- Peternak (pengelola) 50%xRp. 2.493.000 = Rp. 1.246.500
Jadi investor (pemodal) mendapatkan bagi hasil Rp. 1.246.500 per periode panen (2
bulan).
Dengan asumsi satu tahun bisa 6 kali panen maka bagi hasil yang diperoleh adalah
6xRp. 1.246.500 = Rp. 7.479.000 per tahun.
IX. PENUTUP
Demikianlah proposal penawaran investasi usaha ternak ayam kampung super
ini.
Semoga proposal ini dapat memberikan gambaran kepada para investor untuk
menanamkan modal pada usaha ternak ayam kampung super.
Lebih dan kurangnya akan diperbaiki bersama sesuai kesepakatan dan
perkembangan yang ada.