Anda di halaman 1dari 73

LAPORAN PRAKTIKUM

Programmable Logic Controller (2)

Pangky Satrio Pamungkas


213341042
2 AEB
TEKNIK OTOMASI MANUFAKTUR DAN MEKATRONIKA
POLITEKNIK MANUFAKTUR NEGERI BANDUNG
Jl. Kanayakan no. 21, DAGO 40235, Tromol Pos 851 BANDUNG 40008 INDONESIA
Phone : 62 022 2500241 Fax : 62 022 2502649 Homepage : http ://www.polman.com, E-mail :
polman@melsa.net.id

Kata Pengantar
Saat ini hampir seluruh proses kerja yang ada telah berbasis kontrol
logika. Dan dari proses-proses kerja tersebut diperlukanlah suatu aplikasi
yang mempermudah pengolahan data tersebut
Dalam praktek Programmable Logic Controller 2 di semester 3 jurusan
AE Polman Bandung tahun ajaran 2014/2015, telah dipelajari beberapa teori
serta praktek dasar dari salah satu aplikasi yaitu CX Designer dan CX
Programmer yang merupakan driver untuk PLC OMRON. Beberapa
pengaplikasian dasar dari CX Designer dan CX Programmer tersebut pada
umumnya dapat difungsikan sebagai alat bantu yang bisa mempermudah
pekerjaan di industri.
Hasil dari latihan praktek tersebut telah di dokumentasikan dan
disusun sedemikian rupa, dan disajikan dalam laporan mingguan ini.
Rasa syukur senantiasa saya kepada Allah SWT atas segala karunia
dan pertolongan-Nya termasuk ketika penyusunan laporan ini berlangsung.
Tak lupa terimakasih saya ucapkan kepada Bapak Ismail Rokhim sebagai
pembimbing kami 2 AEB dalam mata kuliah PLC 2 ini.
Semoga semua ilmu yang telah disampaikan bisa memberi manfaat
khususnya bagi saya, dan umumnya bagi kita semua.

Pangky
Pamungkas

Satrio

2 AEB / 213341042
Bab I
Pendahuluan

Pengertian Programmable Logic Controller


Definisi PLC menurut National Electrical Manufactures Association
(NEMA) adalah suatu alat elektronika digital yang menggunakan memori
yang dapat di program untuk menyimpan instruksi-instruksi dari suatu fungsi
tertentu seperti logika, sekuensial, pewaktuan, pencacahan dan aritmatika
untuk mengendalikan mesin dari proses.
Apabila melakukan pengendalian peralatan maka akan mencakup tiga
bagian, yaitu : Input, Output dan Controller. Bagian input adalah peralatan
yang memberikan masukan untuk menentukan proses kerja peralatan yang
dikontrol (push button, limit switch, dll). Bagian output adalah peralatan

yang dipergunakan untuk melaksanakan hasil dari suatu proses (motor,


solenoid, led display, lampu, dll). Dan bagian controller adalah melaksanakan
perhitungan, pengambilan keputusan, pengendalian dari input untuk
dikeluarkan dibagian output (dalam hal ini dilakukan oleh PC), seperti pada
gambar.

Gambar Unit I/O dan Pemograman Ladder Dengan PLC

Secara umum, PLC (Programmable Logic Controller) dapat


dibayangkan seperti sebuah personal komputer konvensional (Konfigurasi
internal pada PLC mirip sekali dengan konfigurasi internal pada personal
komputer). Akan tetapi dalam hal ini PLC dirancang untuk pembuatan panel
listrik (untuk arus kuat). Jadi bisa dianggap bahwa PLC adalah komputernya
panel listrik. Ada juga yang menyebutkan PC (Programmable Controller).
Didalam otak (CPU=Centrall Processing Unit) PLC dapat dibayangkan
seperti kumpulan ribuan relay. Akan tetapi bukan berarti didalamnya
terdapat banyak relay dalam ukuran yang sangat kecil. Didalam PLC berisi
rangkaian elektronika digital yang difungsikan seperti contact NO dan
contact NC relay. Bedanya dengan relay bahwa satu nomor contact relay
(baik NO maupun NC) pada PLC dapat digunakan berkali-kali untuk instruksi
semua dasar selain instruksi output. Jadi dapat dikatakan bahwa dalam suatu
pemograman PLC tidak diijinkan menggunakan output dengan nomor
contact yang sama.
Konfigurasi PLC

Gambar Konfigurasi PLC

Unit Catu Daya


Diperlukan untuk mengubah tegangan arus bolak-balik (ac) dari
sumber menjadi tegangan arus searah (dc) yang dibutuhkan oleh prosesor
dan rangkaian-rangkaian di dalam modul-modul antarmuka masukan dan
keluaran.

CPU (Central Processing Unit)


Di dalamnya berisi mikroprosesor yang mampu menginterpretasikan
sinyal-sinyal masukan dan melakukan tindakan-tindakan pengontrolan sesuai
dengan program yang tersimpan di dalam memori. Lalu mengkomunikasikan
keputusan-keputusan yang diambilnya sebagai sinyal-sinyal kontrol ke
antarmuka keluaran.

Memory Unit
Unit memori merupakan tempat menyimpan program yang akan
digunakan untuk melaksanakan tindakan-tindakan pengontrolan yang
disimpan mikroprosesor. Ada beberapa elemen memori di dalam PLC :
Instruksi Dasar PLC
Semua instruksi (perintah program) yang ada dibawah ini merupakan
instruksi paling dasar pada PLC Omron sysmac C-series.

LOAD (LD)
instruksi ini untuk menghubungkan garis bar dengan instruksi
berikutnya. (selalu diawal garis bar dan Normal terbuka).
Instruksi ini dibutuhkan jika urutan kerja pada suatu sistem
kontrol hanya membutuhkan satu kondisi logic saja dan sudah
dituntut untuk mengeluarkan satu output.
Logikanya seperti NO relay
Ladder diagram simbol
Gambar Simbol LOAD

LOAD NOT (LD NOT)


instruksi ini untuk menghubungkan garis bar dengan instruksi
berikutnya (selalu diawal garis bar dan Normal tertutup).
Instruksi ini dibutuhkan jika urutan kerja pada suatu sistem
kontrol hanya membutuhkan satu kondisi logic saja dan sudah
dituntut untuk mengeluarkan satu output.
Logikanya seperti NC relay
Ladder diagram simbol
Gambar Simbol LOAD NOT

AND (AND)
Instruksi ini untuk menghubungkan instruksi sebelumnya
dengan instruksi berikutnya dalam bentuk serial (Normal
terbuka).
Instruksi ini dibutuhkan jika urutan kerja pada suatu sistem
kontrol membutuhkan lebih dari satu kondisi logic yang harus
terpenuhi semuanya untuk mengeluarkan satu output.
Logikanya seperti NO relay
Ladder diagram simbol

Gambar Simbol AND

AND NOT (AND NOT)


Instruksi ini untuk menghubungkan instruksi sebelumnya
dengan instruksi berikutnya dalam bentuk serial (Normal
tertutup).
Instruksi ini dibutuhkan jika urutan kerja pada suatu sistem
kontrol membutuhkan lebih dari satu kondisi logic yang harus
terpenuhi semuanya untuk mengeluarkan satu output.
Logikanya seperti NC relay
Ladder diagram simbol

Gambar Simbol AND NOT


OR (OR)
Instruksi ini untuk menghubungkan dengan instruksi lainnya
dalam bentuk paralel (Normal terbuka).
Instruksi ini dibutuhkan jika urutan kerja pada suatu sistem
kontrol hanya membutuhkan salah satu saja dari beberapa
kondisi logika untuk mengeluarkan satu output.
Logikanya seperti NO relay
Ladder diagram simbol
Gambar Simbol OR

OR NOT (OR NOT)


Instruksi ini untuk menghubungkan dengan instruksi lainnya
dalam bentuk paralel (Normal tertutup).
Instruksi ini dibutuhkan jika urutan kerja pada suatu sistem
kontrol hanya membutuhkan salah satu saja dari beberapa
kondisi logika untuk mengeluarkan satu output.
Logikanya seperti NC relay
Ladder diagram simbol
Gambar Simbol OR NOT

OUT (OUT)
Instruksi ini berfungsi untuk mengeluarkan output jika semua
kondisi ladder diagram sudah terpenuhi
Logikanya seperti NO relay
Ladder diagram simbol

Gambar Simbol OUT

OUT NOT (OUT NOT)


Instruksi ini berfungsi untuk mengeluarkan output jika semua
kondisi ladder diagram tidak terpenuhi
Logikanya seperti NC relay
Ladder diagram simbol

Gambar Simbol OUT NOT

Kabel Interface PLC Omron


Untuk mengirimkan program dari komputer ke PLC adalah
menggunakan kabel ini. Selain dapat dibeli, kabel ini dapat dibuat dengan
membutuhkan konektor RS-232C.

Gambar Kabel Interface PLC Omron

Ada dua konektor yang dibutuhkan dalam membuat kabel interface ini.
Yang pertama konektor untuk komputer atau PC menggunakan connecter
female, Dan untuk PLC menggunakan connecter male.

Gambar Female Connecter


Male Connecter

Gambar

Untuk membuat kabel interface PLC ini, kita dapat membuatnya


dengan panjang 2-3m. Bila lebih dari 5m, maka kualitas untuk
mengkoneksikannya akan buruk, namun masih dapat digunakan. Dan untuk
cara menghubungkan kabel interface ini tidak perlu 9 kaki disambungkan.
Karena hanya beberapa saja yang digunakan. Untuk cara penyambungan
dapat dilihat dalam tabel di bawah ini.

Tabel Hubungan Kabel Interface

Hubungkan
Hubungkan
Hubungkan
Hubungkan
Hubungkan
Hubungkan

kaki
kaki
kaki
kaki
kaki
kaki

nomor
nomor
nomor
nomor
nomor
nomor

dua (female) dengan nomor dua (male)


tiga (female) dengan nomor tiga (male)
empat (female) dengan nomor enam (female)
lima (female) dengan nomor sembilan (male)
tujuh (female) dengan nomor delapan (female)
empat (male) dengan nomor lima (male)

Software
CX PROGRAMMER
CX- Programmer merupakan sebuah perangkat lunak Produksi Omron
Corporation. Program ini dapat digunakan untuk PLC Omron C series, CV
series, dan SR series.

Menginstal CX Programmer
Untuk menginstal CX- programmer terbagi atas dua komponen yaitu
CX- server dan Cx- Programmer. Fasilitas autorun, maka tahap instalasi dapat
langsung dilanjutkan dengan langsung memilih icon setup yang muncul pada
layer pertama kali. Kemudian dilanjutkan dengan memilih install Cxprogrammer yang selanjutnya akan menampilkan pilihan bahasa. Setelah
mengikuti instruksi yang ada selanjutnya adalah pengisian nomor lisensi

yang dapat diisi dengan memasukan 16 angka yang terdapat pada cover CD
CX- Programmer. Selanjutnya proses penginstalan berlangsung.

Memulai Pemograman dengan Cx- programmer


Setelah Proses Instalasi selesai maka dapat dilakukan pembuatan
program pengontrolan pada CX programmer, bagian Utama dari CX
Programmer adalah sebagai berikut:

Gambar 1.18 Bagian Utama CX- Programmer


Beberapa bagian utama CX- Programmer berikut fungsinya dapat
dilihat pada table berikut:
Tabel Bagian dan Fungsi CX Programmer
Nama
Bagian

Fungsi

Title Bar

Menunjukan nama file atau data tersimpan dan

dibuat pada CX- Programmer


Menus

Pilihan Untuk memilih Menu

Toolbar

Pilihan untuk memilih fungsi dengan menekan


tombol. Select[view] Toolbar
Kemudian dapat memilh toobar yang ingin
ditampilkan.

Section

Dapat membagi program kedalam beberapa


blok. Masing masing blok dapat dibuat atau
ditampilkan.

Project
WorkSpace

Mengatur program dan data. Dapat membuat


duplikat dari setiap elemen dengan melakukan
Drag dan Drop diantara proyek yang berbeda
Project Tree
atau melalui suatu proyek.
Ladder
Window

Layar sebagai tampilan atau membuat diagram


ladder.

Output
Window

Menunjukan informasi error saat melakukan


compile ( error check ).
Menunjukan hasil dari pencarian kontak / koil
didalam list form.
Menunjukan detail dari error yang ada pada
saat loading suatu proyek.

Status Bar

Menunjukan suatu informasi seperti nama PLC,


status on line / offline, lokasi dari cell yang
sedang aktif.

Information
window

Memapilkan window uang menunjukan shortcut


key yang digunakan pada CX programmer.

Symbol Bar

Menampilkan nama, alamat atau nilai dan


comment dari symbol yang sedang dipilih cursor.

Setelah mengetahui bagian serta fungsi utama dari pemogram PLC


menggunakan CX- programmer , maka klik New maka akan
muncul windows seperti berikut:

Gambar CX- Programmer New Project.

Isikan informasi pada tempat yang telah disediakan antara lain nama
Project dan type Device.

Gambar I/O CX-Programmer


Atur pada input output table and unit setup seperti pada di atas karena
modul yang kita gunakan adalah modul tersebut. Setelah itu, kita dapat
menuliskan program kita.

Pengiriman Program Ke PLC


Setelah penulisan ladder diagram selesai dan di simpan, maka
selanjutnya PLC dapat di download. Pertama - tama program yang telah
selesai di compile dengan menekan tombol pada menu Toolbar, dan periksa
apakah terdapat error pada program yang telah dibuat . Ada tiga cara untuk
fungsi Online, yaitu sebagai berikut:
Normal Online, yaitu online pada saat project masih aktif , yaitu
dengan menekan tombol
Auto Online, Yaitu online yang secara otomatis mengenali PLC yang
terhubung dan memungkinkan untuk PLC online, yaitu dengan
menekan tombol
Online with simulator, yaitu dengan menekan tombol
Setelah Online kita dapat melihat hasil dari program setelah terlebih
dahulu menekan tombol.Yang perlu diperhatikan saat akan online yaitu
memilih port yang digunkan untuk berkomunikasi dari PC ke PLC, dari
menu Auto online akan terdapat menu pilihan jenis port yang dapat
digunakan seperti gambar berikut:

Gambar Select Serial Port


Setelah work online, maka klik PLC Transfer To PLC

Gambar Transfer Program

Gambar Transfer Program


Selanjutnya klik OK, maka program akan di transfer dari PC ke PLC.
Instruksi
a. TIM-Timer
Instruksi Timer digunakan untuk operasi tunda waktu. Ia
memerlukan dua operand yang terletak pada dua baris instruksi,
yaitu baris pertama untuk nomor timer dan yug kedua untuk setting
waktu (SV = Set Value). Meskipun demikian, instruksi Timer
terletak dalam satu alamat. Nomor Timer dipakai bersama untuk
nomor Counter. Nomor Timer/ Counter hanya boleh digunakan
sekali.

Maksudnya, sekali nomor Timer/ Counter telah digunakan, ia


tidak boleh digunakan untuk instruksi Timer/ Counter yang lain. Tetapi,
nomor timer sebagai operand suatu kontak dapat digunakan
sebanyak yang diperlukan. Banyaknya nomor Timer/ Counter bergantung
kepada tipe PLC. Misalnya, PLC OMRON CPM1A, terdapat 128 nomor,
yaitu dari 000 sampai dengan 127. tidak diperlukan awalan apapun
untuk menyatakan nomor timer. Tetapi, jika nomor timer sebagai
operand suatu kontak harus diberi awalan TIM. SV dapat berupa
konstanta atau alamat channel/ words.
Jika channel daerah IR sebagai unit input dimasukkan sebagai alamat
channel, unit input ini harus disambung sedemikian sehingga SV
dapat diset dari luar. Timer/ Counter yang disambung dengan
cara ini hanya dapat diset dari luar dalam mode MONITOR atau RUN.
Semua SV, termasuk yang diset dari luar harus dalam BCD (Binary Coded
Decimal), yaitu bilangan desimal yang dikode biner. Penulisan SV harus
diawali dengan tanda #.

Pada perintah TTIM(087) diatas, sama halnya dengan perintah timer


biasa, hanya saja perintah ini memerlukan input reset untuk mereset
besaran waktu tundaan yang telah dihitung.
b. DIFU(013)-Differentiate Up
Instruksi yang akan dieksekusi hanya sekali ketika kondisi berubah
dari OFF ke ON. Jika kondisi eksekusi tidak berubah atau berubah dari ON
ke OFF, maka sejak instruksi dideteksi instruksi tersebut tidak akan
tereksekusi. DIFU(013) mengaktifkan bit(B) tujuan untuk sekali scan
dalam penerimaan sinyal input naik.

c. DIFD(014)-Differentiate Down

Instruksi yang akan dieksekusi hanya sekali ketika kondisi berubah


dari ON ke OFF. Jika kondisi eksekusi tidak berubah atau berubah dari OFF
ke ON, maka sejak instruksi dideteksi instruksi tersebut tidak akan
tereksekusi. DIFD(014) mengaktifkan bit(B) tujuan untuk sekali scan
dalam penerimaan sinyal input turun.

d. RSET-Reset
Instruksi yang akan mengOFFkan B dari kondisi eksekusi ON. Tidak
akan berpengaruh pada B jika dalam kondisi eksekusi OFF.

e. SET-Set
Instruksi yang akan mengONkan B untuk sebuah kondisi eksekusi
ON. Tidak akan berpengaruh pada B untuk sebuah kondisi eksekusi OFF.

f. CNTR(012)-Reversible Counter
CNTR(012) beroperasi ganda sebagai counter up dan counter down.
PV akan mencacah naik setiap kali increament input berubah dari OFF ke
ON, mencacah turun ketika decrement input berubah dari OFF ke ON. PV
dapat berfluktuasi diantara 0 dan S. Nomor counter harus diantara 0000
dan 4095. Set Value harus diantara #0000 hingga 9999.

g. SFT(010)-Data Shifting(Shift Register)

SFT(010) dikendalikan oleh tiga kondisi eksekusi, I, P dan R. Jika


SFT(010) tereksekusi dan (a) kondisi eksekusi P adalah ON dan kemudian
OFF pada eksekusi terakhir dan (b) R adalah OFF, kemudian kondisi
eksekusi I bergeser ke bit yang paling kanan dari shift register yang
ditunjukan antara St dan E. Jika I ON, kondisi 1 bergeser ke register; jika I
OFF, kondisi 0 bergeser masuk. Ketika I bergeser ke register, semua bit
sebelumnya dalam register tersebut bergeser ke kiri dan bit paling kiri
dari register akan hilang (tergeser).
Fungsi kondisi eksekusi pada P seperti sebuah kondisi eksekusi
diferensiasi. I akan bergeser ke register hanya ketika P ON dan kemudian
OFF di kondisi terakhir SFT(010) tereksekusi. Jika kondisi eksekusi P tidak
berubah atau berubah dari ON ke OFF, shift register akan tidak
terpengaruh.
St menunjukkan bit paling kanan dari sebuah shift register; E
menunjukkan yang paling kiri. Data shift register termasuk diantara
kedua words. Word yang sama menunjukkan St dan E untuk membuat
16-bit (dinamakan 1-word) shift register.
Ketika kondisi eksekusi R ON maka seluruh bit pada shift register
akan OFF (diset ke 0) dan dhift register tidak akan beroperasi lagi hingga
R OFF.
Area Operand Data:
St
:

Word Awal

E:

Word Akhir

CIO, W, H, A, ,IR

h. END(01)
Instruksi terakhir yang diperlukan untuk melengkapi suatu
program adalah instruksi END. Saat PLC menscan program, ia
mengeksekusi semua instruksi hingga instruksi END pertama sebelum
kembali ke awal program dan memulai eksekusi lagi. Meskipun
instruksi END dapat ditempatkan sembarang titik dalam program,

tetapi intruksi setelah instruksi END pertama tidak akan diekseksekusi.


Nomor yang mengikuti instruksi END dalam kode mneumonik
adalah
kode
fungsinya,
yang
digunakan
saat memasukkan
instruksi ke dalam PLC menggunakan konsol pemrogram. Instruksi
END tidak memerlukan operand dan tidak boleh ada kontak ditempatkan
pada garis instruksi yang sama. Jika dalam program tidak ada instruksi
END, program tersebut tidak akan dieksekusi.

CX Designer

Klik Icon File


Explorer

- Klik Local Disk C


-Klik program Files

Klik OMRON

Klik CX-ONE

Klik CX-Designer

Klik kanan pada


CxdExe
-Klik Create Shortcut
-

Klik CX-Programmer

Klik Kanan pada icon


CX-P
-Klik Create Shortcut
-

Akan muncul icon untuk CXDesigner dan CX-Programmer


pada layar desktop

Note:
Untuk akses yang lebih mudah

Klik 2 kali Icon shortcut CXDesigner

Akan muncul tampilan awal CX-Designer seperti di bawah ini

Klik icon New Project

Buatlah setting yang sesuai

Model*
NS10-TV0 -V2
System Version*
4.0
Project Title*
Coba
File Name *
CX-D

* Note

Model
disesuaikan dengan HMI yang digunakan
System Version
disesuaikan dengan yang digunakan
Project Title
nama dari proyek yang akan dibuat

File Name
termasuk

nama dari file yang akan dibuat (max 14 karakter


Jenis file .IPP, spasi diubah menjadi ( _))

Location
keinginan

tempat dari file dan proyek disimpen (dapat diubah sesuai


dengan klik browse

Title diisi dengan nama


screen page yang
diinginkan

-Klik OK

Screen page baru telah dibuat

Pengaturan untuk komunikasi (Communication Setting)

Klik System
Klik 2 kali pada Comm.
Setting

Klik Serial Port A


Isi kolom sesuai
dengan yang
digunakan untuk
percobaan
-Klik OK
-

Atau bisa dengan cara Klik Comm. Setting pada dialog box New Project

* Note
6
2
1

1
2
3
4
5
6

New Project
Open Project
Save All
New Screen
Open Screen
Save Screen

Mengatur Tampilan Screen

Mengubah warna screen

Klik Screen/Sheet
Klik kanan pada screen yang
telah dibuat
Klik Screen/Sheet Propert

Klik Background/Others dan


ubah warna background
sesuai keinginan
-Klik OK
-

ON/OFF
Command
Label

Bit Lamp

* Note

ON/OFF Button membuat tombol ON/OFF dapat berupa tombol push


button atau togel
Command Button membuat tombol dengan perintah tertentu
Label membuat nama/label jika dibutuhkan
Bit Lamp membuat output secara visual untuk program yang dibuat

BAB II
Praktikum

Praktikum Self-Holding
Deskripsi :
Pada praktikum awal ini, rangkaian self-holding adalah rangkaian
pengunci yang berguna agar kita tidak perlu menekan push button ON terus
menerus agar rangkaian dapat bekerja. Cara yang dilakukan yaitu dengan
memparalelkan relay koil dengan push button sehingga rangkaian bisa
terkunci. Kita cukup sekali saja menekan push button ON kemudian
dilepaskan agar rangkaian dapat bekerja. Dengan begitu, output (dalam hal
ini lampu) dapat menyala terus menerus jika push button ON telah ditekan
sekali dan baru bisa mati apabila push button OFF ditekan kemudian.
Program :

Design :

List I/O :
1.0
1.1
100.0

= ON
= OFF
= LAMP

Run Program :
1. Screenshot program

2. Ketika push button ON ditekan, lampu akan menyala

3. Kemudian, jika push button OFF ditekan maka lampu akan mati

Analisa :
Program self-holding ini bekerja sebagai pengunci agar tombol ON
yang ditekan tidak langsung lepas namun telah dikunci agar rangkaian dapat
terus bekerja dan program/rangkaian baru bisa mati apabila tombol OFF
ditekan, tombol OFF disini berfungsi sebagai pemutus rangkaian yang telah
terkunci tadi. Rangkaian self-holding ini berfungsi sebagai dasar pada
rangkaian-rangkaian selanjutnya.

Praktikum Sequence
Definisi :
Program Sequence Traffic Light ini seperti yang ada di jalan raya. Pada
kehidupan sebenarnya, program ini mampu bekerja sebagai pengatur lalu
lintas agar jalanan tetap lancar dengan asumsi para pengguna jalan
mematuhi rambu-rambu lalu lintas.
Program :

Design :

List I/O :
1.2 = ON
1.3 = OFF
200.01 = RELAY
100.01 = LAMP 1
100.02 = LAMP 2
100.03 = LAMP 3

Run Program :
1. Ketika push button ON ditekan maka LAMP 1 (lampu merah) akan
menyala

2. Setelah LAMP 1, LAMP 2 (lampu kuning) akan menyala kemudian

3. Kemudian LAMP 3 (lampu hijau) akan menyala setelah LAMP 2, dan


kemudian akan kembali lagi LAMP 1 yang menyala

Analisa :
Program sequence ini bekerja sebagai rangkaian yang menyala
bergantian dan bekerja terus-menerus jika tombol OFF tidak ditekan.
Rangkaian ini pada dasarnya sama seperti rangkaian sequence yang pernah
diajarkan di pneumatik, IML, dan juga PLC 1. yaitu rangkaian yang bekerja
dengan pemutus output lainnya sehingga program ini akan terus bekerja.

Praktikum Test Bit


Definisi :

Program ini bekerja sebagai pengecek bit (binary digit) 8 inputan (0-7)
dengan 3 output.
Program :

Design :

List I/O :
1.4 =
1.5 =
1.6 =
1.7 =
1.8 =
1.9 =
1.10

PB0
PB1
PB2
PB3
PB4
PB5
= PB6

1.11 = PB7
100.04 = LAMP 1
100.05 = LAMP 2
100.06 = LAMP 3
Run Program :
1. Tampilan ketika PB0 ditekan, output 000

2. Tampilan ketika PB1 ditekan, output 001

3. Tampilan ketika PB2 ditekan, output 010

4. Tampilan ketika PB3 ditekan, output 011

5. Tampilan ketika PB4 ditekan, output 100

6. Tampilan ketika PB5 ditekan, output 101

7. Tampilan ketika PB6 ditekan, output 110

8. Tampilan ketika PB7 ditekan, output 111

Analisa :
Program dibuat dengan 8 push button sebagai inputan dan 3 lampu
sebagai output. Ketika kita menekan 0 maka output yang muncul adalah
000. Ketika kita menekan 1 maka output yang muncul adalah 001. Ketika
kita menekan 2 maka output yang muncul adalah 010. Ketika kita menekan
3 maka output yang muncul adalah 011. Ketika kita menekan 4 maka output
yang muncul adalah 100. Ketika kita menekan 5 maka output yang muncul
adalah 101. Ketika kita menekan 6 maka output yang muncul adalah 110.
Ketika kita menekan 7 maka output yang muncul adalah 111.

Praktikum Set-Reset

Definisi :
Program Set-Reset Traffic Light ini seperti yang ada di jalan raya. Pada
kehidupan sebenarnya, program ini mampu bekerja sebagai pengatur lalu
lintas agar jalanan tetap lancar dengan asumsi para pengguna jalan
mematuhi rambu-rambu lalu lintas.
Program :

Design :

List I/O :
1.0
1.1

= OFF
= ON

101.00 = LAMP 1
101.01 = LAMP 2

101.02 = LAMP 3
Run Program :
1. Ketika tombol ON ditekan maka LAMP 1 (lampu merah) akan menyala

2. Kemudian setelah LAMP 1 menyala, LAMP 2 (lampu kuning) akan


menyala

3. Setelah lampu kuning menyala, LAMP 3 (lampu hijau) akan menyala.


Kemudian akan kembali lampu merah yang menyala

Analisa :
Program set-reset ini bekerja sebagai rangkaian yang menyala
bergantian dan bekerja terus-menerus jika tombol OFF tidak ditekan.
Rangkaian ini pada dasarnya sama seperti rangkaian set-reset yang
pernah diajarkan di pneumatik, IML, dan juga PLC 1. yaitu rangkaian yang
bekerja dengan set dan reset sebagai pemutus output lainnya sehingga
program ini akan terus bekerja.

Praktikum Shift Register


Definisi :
Program ini bekerja sebagai penggeser data yang berfungsi pada
proses pengiriman data pada kehidupan nyata sebagai penyortir data atau
pemilih data.
Program :

Design :

List I/O :
1.2
1.3
1.4
1.5

=
=
=
=

START
INPUT
SHIFT
RESET

101.03 = LAMP 1
101.04 = LAMP 2
101.05 = LAMP 3
101.06 = LAMP 4

Run Program :
1. Tampilan ketika START ditekan, data siap dimasukkan

2. Ketika START dalam posisi ditekan, tekan input sebanyak 2 kali, maka 2
lampu akan menyala

3. Selanjutnya, lepaskan tombol START, kemudian tekan SHIFT untuk


menggeser data

4. Tekan tombol RESET untuk meng-OFF-kan program, kemudian program


akan berhenti bekerja

Analisa :
Program Shift Register ini bekerja sebagai penggeser data dimana
START berfungsi sebagai indikator bahwa data siap dimasukkan, kemudian
tombol INPUT berfungsi sebagai pemasuk data pada program dengan tombol
START yang masih ditahan. Kemudian ketika tombol START dilepas, kemudian
kita menekan SHIFT maka output (lampu) akan bergeser. Jika program ingin
kita hentikan, kita cukup menekan tombol RESET.

Praktikum Counter
Definisi :
Program Counter ini berfungsi sebagai penghitung. Maksudnya adalah,
counter akan bekerja sebagai penghitung berapa kali input dimasukkan
barulah output akan aktif.
Program :

Design :

List I/O :
1.6 = COUNT
1.7 = RESET
101.07 = LAMP 1

102.00 = LAMP 2
102.01 = LAMP 3
102.02 = LAMP 4
Run Program :
1. Tekan COUNT yang pertama kali, maka LAMP 1 (lampu ji) akan menyala

2. Tekan COUNT yang kedua kali, maka LAMP 2 (lampu dua) akan
menyala

3. Tekan COUNT yang ketiga kali, maka LAMP 3 (lampu tilu) akan menyala

4. Tekan COUNT yang keempat kali, maka LAMP 4 (lampu MO) akan
menyala

5. Tekan RESET, maka program akan berhenti bekerja

Analisa :
Program ini akan bekerja ketika tombol COUNT ditekan pertama maka
lampu ji akan menyala, kemudian ketika ditekan sekali lagi lampu dua akan
menyala. Ketika tombol COUNT ditekan untuk ketiga kalinya maka lampu tilu
akan menyala, dan ketika ditekan keempat kalinya maka lampu MO akan
menyala. Untuk menonaktifkan program kita cukup menekan tombol RESET.

Praktikum Calculator

Definisi :
Praktikum calculator ini memiliki prinsip kerja seperti calculator pada
umumnya hanya saja calculator pada program ini belum dilengkapi keypad.
Program :

Design :

List I/O :
2.00 = ADD / TAMBAH
2.01 = SUBSTRACT / KURANG
2.02 = MULTIPLY / KALI
2.03 = DIVIDE / BAGI

Run Program :

1. Masukkan 2 bilangan sebagai bilangan-bilangan yang akan diproses

2. Tekan +, maka hasilnya akan keluar 6

3. Tekan -, maka hasilnya akan keluar 2

4. Tekan x, maka hasilnya akan keluar 8

5. Tekan :, maka hasilnya akan keluar 2

Analisa :
Program ini bekerja sebagai calculator, dimana ketika kita masukkan 2
bilangan (4 dan 2) dan kita proses dengan penjumlahan maka akan keluar
hasilnya 6, jika kita kurangkan hasilnya 2, jika kita kalikan hasilnya 8, dan
jika kita bagi hasilnya 2.

Praktikum Transfer Data


Definisi :
Transfer data ini berfungsi sebagai pemindah data yang dimasukkan
pada data 1 untuk dipindahkan ke data 2.
Program :

Design :

List I/O :
2.04 = Data 1
2.05 = Data 2
2.06 = Transfer
2.07 = Reset

Run Program :
1. Masukkan bilangan pada data 1 dengan cara menekan push button
Data 1

2. Tekan Transfer, maka data akan berpindah ke Data 2

3. Tekan Reset, maka data akan clear

Analisa :
Program ini digunakan sebagai pemindah data dimana ketika kita
memasukkan inputan pada data 1 dan kemudian kita tekan tombol transfer
maka data akan berpindah ke data 2. Apabila kita ingin clear data maka kita
cukup menekan tombol reset.

Penutup
Kesimpulan :
CX-Programmer dan CX-Designer adalah software untuk pemrograman
PLC OMRON yang pada pengaplikasiannya dapat digunakan untuk pekerjaan
industri sehari-hari, contohnya pada traffic light di jalanan. Pemrograman
dalam CX-Programmer dan CX-Designer dirasa lebih mudah karena saat
program di run kita sudah bisa melihat bentuk simulasinya akan seperti apa.
Saran :
Sebaiknya mahasiswa diberi modul agar kegiatan belajar menjadi lebih
terarah.