Anda di halaman 1dari 34

SPESIFIKASI UMUM DAFTAR ISI

1. Gambar-Gambar

1

1.1 Gambar-gambar Kontrak

1

1.2 Gambar-gambar yang Dibuat oleh Kontraktor

1

1.2.1 Umum

1

1.2.2 Gambar-gambar Pelaksanaan/Kerja (Construction Drawings)

1-2

1.2.3 Gambar Kerja

2

1.2.4 Gambar-gambar untuk Pekerjaan Sementara

2

1.2.5 Gambar-gambar Purna Laksana (As-Built Drawing)

3

1.2.6 Gambar-gambar Lain

3-4

1.3 Penyerahan, Pemeriksaan atau Persetujuan Gambar-gambar Kontraktor

4-5

1.4 Biaya Persiapan Gambar-gambar

5

2. Standarisasi Dan Spesifikasi

5-6

3. Program Pelaksanaan Dan Laporan

6

3.1 Program Pelaksanaan

6-7

3.2 Laporan Kemajuan Pekerjaan

7-9

3.3 Jadwal (Schedule) Mingguan dan Bulanan

9-10

3.4 Pertemuan Gabungan untuk Membicarakan Kemajuan

10

3.5 Photo-photo Kemajuan Pelaksanaan

10-11

4. Bahan-Bahan Dan Peralatan Yang Akan Disediakan Oleh Kontraktor

11

4.1 Umum

11

4.2 Sarana Pelaksanaan

11

4.3 Bahan-bahan Pengganti

11

4.4 Pemeriksaan Sarana dan Bahan-bahan

12

4.5 Program dan Perhatian pada Sarana Angkutan

12

4.6 Spesifikasi, Pamflet/Brosur dan Data yang Disediakan oleh Kontraktor

12

5. Survey Dan Pengukuran Pekerjaan-Pekerjaan

13

5.1 Bench Mark (Titik Peil)

13

5.2 Survey Pra -Pelaksanaan

13

5.3 Tinggi Permukaan Asli yang Digunakan dalam Pengukuran

14

5.4 Bantuan Staf Direksi untuk Survey

14

5.5 Pengukuran dan Pembayaran Pekerjaan Survey dan Pengukuran Pekerjaan

14

6. Pekerjaan-Pekerjaan Sementara

14

6.1 Umum

14

6.2 Lokasi/Lapangan

14-15

6.3 Mobilisasi dan Demobilisasi

15

6.3.1 Ruang Lingkup

15

6.3.2 Pengukuran dan Pembayaran Mobilisasi dan Demobilisasi

15-16

6.4 Kantor Lapangan, Gudang, Bengkel, Barak Tenaga Kerja dan Lain-Lain ……

16

6.5 Jalan Masuk Sementara

16

6.5.1 Ruang Lingkup

16-17

6.5.2 Pengukuran dan Pembayaran

17

6.6 Jembatan Sementara

18

Ruang Lingkup 16-17 6.5.2 Pengukuran dan Pembayaran 17 6.6 Jembatan Sementara 18 SPESIFIKASI UMUM i
Ruang Lingkup 16-17 6.5.2 Pengukuran dan Pembayaran 17 6.6 Jembatan Sementara 18 SPESIFIKASI UMUM i

6.7

Pengaturan Lalu-lintas Sementara

18

 

6.8 Pengawasan/Pengaturan Lalu-lintas Jalan Raya yang Searah

18

6.9 Pemeliharaan dan Perlindungan Lalulintas

19

6.10 Pengelakan dan Pengendalian Air

19

6.11 Pembuangan Sampah yang Mengapung

20

6.12 Test Laboratorium dan Pekerjaan Investigasi

20

7.

Pengaturan Keselamatan Dan Kesehatan

21

7.1 Umum

21

7.2 Sistem Pengaturan Keamanan

21

7.3 Pengaturan Sanitasi dan Pembersihan Lapangan

21-22

7.4 Bahan Peledak dan Bahan Bakar Minyak

22

7.5 Pencegahan untuk Keselamatan

23

7.6 Pencegahan Kebakaran

23-24

8. Pembongkaran (“Demolition”)

24

8.1

Pembongkaran dari Bangunan yang Ada

24

8.1.1 Umum

24

8.1.2 Pengukuran dan Pembayaran

24

9.

Kontrol Polusi Dan Perlindungan Lingkungan

24

9.1

Kontrol Polusi

24

9.1.1 Umum

24-25

9.1.2 Rencana Pengontrolan Polusi

25- 26

9.2

Penyimpanan Bahan Bakar dan Pemeliharaan Mesin

26

9.2.1 Syarat

26

9.2.2 Drainase

26

9.2.3 Kontaminasi Tanah

26

9.3

Perlindungan Lingkungan

26

9.3.1 Umum

26-27

9.3.2 Perlindungan pada Daerah Perbatasan Hutan

27

9.3.3 Pengaturan dan Perlindungan Fauna

27-28

9.3.4 Perjanjian Pengamanan Lingkungan/Sekitarnya

28

10.

Pemeliharaan Semua Jalan

28

10.1

Pengukuran dan Pembayaran

28

11.

Pengukuran Dan Pembayaran

28

11.1

Satuan Pekerjaan

29-31

12.

Ketentuan Khusus

32

Dan Pembayaran 28 11.1 Satuan Pekerjaan 29-31 12. Ketentuan Khusus 32 SPESIFIKASI UMUM ii
Dan Pembayaran 28 11.1 Satuan Pekerjaan 29-31 12. Ketentuan Khusus 32 SPESIFIKASI UMUM ii

SPESIFIKASI UMUM

1. GAMBAR-GAMBAR

1.1 Gambar-gambar Kontrak

Gambar-gambar terdapat di Volume 4 Dokumen Lelang merupakan bagian dari Dokumen Kontrak.

Kontraktor harus mempersiapkan dan membuat gambar-gambar pelaksanaan, berdasarkan gambar dalam dokumen lelang dan atas perintah Direksi.

1.2 Gambar-gambar yang Dibuat oleh Kontraktor

1.2.1 Umum

Penyiapan gambar pelaksanaan dalam rangka mutual-check. Semua gambar yang dinyatakan dibawah ini, harus disiapkan dalam bentuk yang disetujui oleh Direksi dan harus diajukan jauh sebelumnya, sehingga Direksi dapat memeriksa dan atau menyetujui tanpa mengakibatkan penundaan pelaksanaan pekerjaan dilapangan. Kontraktor harus menyediakan juru gambar dan pembantu-pembantunya dalam jumlah yang cukup dan

berkualitas yang mampu menghasilkan semua gambar yang diperlukan. Setelah gambar-gambar tersebut diperiksa dan atau disetujui oleh Direksi, gambar-gambar tersebut merupakan bagian dari Kontrak.

1.2.2 Gambar-gambar Pelaksanaan / Kerja (Construction Drawings)

Kontraktor akan membuat semua gambar-gambar yang akan digunakan untuk pelaksanaan (“Contruction Drawing”) disiapkan dalam kertas ukuran A4 dan harus selesai paling lama 1 (satu) bulan. Gambar-gambar itu harus berdasarkan gambar yang terdapat pada Dokumen Kontrak dan harus menunjukkan detail-detail yang cukup untuk tujuan pelaksanaan. Gambar-gambar Pelaksanaan harus mencakup semua pekerjaan, tetapi tidak dibatasi hal-hal sebagai

berikut :

1. Situasi yang harus menunjukkan detail-detail alinemen horizontal;

2. Potongan-memanjang yang menunjukkan elevasi permukaan tanah asli, profil-profil desain;

3. Potongan-melintang yang menunjukkan elevasi permukaan tanah asli, desain akhir permukaan pekerjaan tanah dan data yang relevan lainnya. Lebar pengukuran sampai dengan 10 m dari BPT (batas pembebasan tanah).

dan data yang relevan lainnya. Lebar pengukuran sampai dengan 10 m dari BPT (batas pembebasan tanah).
dan data yang relevan lainnya. Lebar pengukuran sampai dengan 10 m dari BPT (batas pembebasan tanah).

Demikian pula gambar-gambar pelaksanaan untuk setiap bangunan harus dibuat dengan cara yang sama, didasarkan pada gambar-gambar dalam Dokumen Kontrak (yang menampakkan secara umum atau bentuk typical), yang disesuaikan dengan dengan hasil pengukuran situasi lapangan. Disamping akan digunakan untuk pelaksanaan Pekerjaan, Gambar-gambar Pelaksanaan akan digunakan sebagai dasar untuk pengukuran kuantitas (mutual check) dan pembayaran. Kontraktor harus yakin bahwa gambar-gambar tersebut berisi detail-detail yang cukup, dan semua elevasi permukaan tanah asli yang digambarkan adalah elevasi-elevasi yang telah disetujui oleh Direksi sebagaimana disebutkan pada pasal 1.3. dari Spesifikasi Umum. Gambar-gambar pelaksanaan dibuat dalam bentuk digital dengan format autocad diserahkan kepada Direksi dalam rangkap 5 (lima) beserta tempat penyimpanan gambar-gambar (rak) yang akan digunakan oleh Proyek.

1.2.3 Gambar Kerja

Gambar-gambar Kerja akan disiapkan oleh Kontraktor atau Sub-Kontraktor harus menunjukkan sketsa, dimensi, tipe material dan lain-lain dari item-item khusus sesuai dengan Gambar dan Spesifikasinya.

Gambar-gambar tersebut harus diserahkan kepada Direksi untuk disetujui.

1.2.4 Gambar-gambar untuk Pekerjaan Sementara

Dalam waktu 30 hari setelah diterimanya Surat Perintah Kerja, Kontraktor harus menyerahkan pada Direksi 3 (tiga) set gambar - gambar untuk diperiksa dan disetujui, yang menunjukkan Pekerjaan- pekerjaan Sementara yang utama, seperti yang ditentukan pada Pasal 7, Spesifikasi Umum. Gambar-gambar tersebut harus menunjukkan lokasi-lokasi dan detail-detail yang berhubungan dengan komponen-komponen utama dari sarana pelaksanaan, kantor, bangunan gudang kerja, fasilitas perumahan, daerah gudang, dan lain-lain, yang diusulkan Kontraktor untuk dibangun di lapangan atau tempat-tempat lain yang ditetapkan. Disamping itu, gambar-gambar tersebut juga harus menunjukkan tempat pembongkaran material dan peralatan yang diusulkan Kontraktor untuk dibawa ke lapangan, dan kapasitas untuk tiap item utama dari sarana kontruksi tersebut. Bila terjadi perubahan yang berkaitan dengan item tersebut diatas pada saat pembuatan atau sesudah

item tersebut beroperasi, Kontraktor harus menyerahkan gambar-gambar revisi yang menunjukkan perubahan itu kepada Direksi untuk diperiksa dan disetujui secara tertulis.

revisi yang menunjukkan perubahan itu kepada Direksi untuk diperiksa dan disetujui secara tertulis. SPESIFIKASI UMUM 2
revisi yang menunjukkan perubahan itu kepada Direksi untuk diperiksa dan disetujui secara tertulis. SPESIFIKASI UMUM 2

1.2.5

Gambar-gambar Purna Laksana (As-Built Drawing)

Selama dalam tahap pelaksanaan, Kontraktor harus menjaga/melangsungkan pemutakhiran gambar- gambar purna laksana dari semua jenis pekerjaan yang telah diselesaikan. Setiap gambar-gambar harus

menunjukkan perubahan-perubahan yang disyahkan, yang telah dibuat terhadap gambar Pelaksanaan yang disetujui, dengan maksud agar gambar-gambar tersebut merupakan potret yang benar dari kondisi sebagaimana dilaksanakan dari setiap pekerjaan permanen. Format gambar-gambar purna laksana harus disetujui Direksi. Gambar-gambar purna laksana harus selalu tersedia guna inspeksi bulanan ke lokasi yang dilakukan oleh Direksi, dan jika bukan gambar yang mutakhir, Kontraktor harus memperbarui (memutakhirkan) gambar-gambar tersebut dalam waktu 6 (enam) hari-kerja. Sesudah seluruh bagian Pekerjaan Permanen yang digambarkan didalam Gambar Kontrak selesai dilaksanakan, gambar Purna-laksana dari bagian pekerjaan permanen tersebut, setelah disetujui oleh Direksi, harus ditandatangani bersama oleh Direksi dan Kontraktor. Gambar-gambar purna-laksana harus dibuat pada kertas yang dapat direproduksi dan berkualitas baik, sehingga dapat dicopy dengan hasil yang jelas dan dapat dibaca. Seperangkat gambar purna laksana yang telah jadi harus diserahkan kepada Direksi untuk diperiksa dan disetujui dalam waktu 30 hari setelah pekerjaan-pekerjaan itu diselesaikan. Sebelum pembayaran akhir dibuat, Kontraktor harus menyerahkan gambar-gambar Purna-laksana lengkap dan memberikan gambar yang paling mutakhir yang menunjukkan pelaksanaan sebagaimana yang benar-benar dilaksanakan. Gambar-gambar tersebut adalah sebagai berikut :

1.

1 (satu) set cetakan asli pada kertas (70 gr), ukuran A-4;

2.

5 (lima) set copy pada kertas (70 gr), ukuran A-4;

3.

1 (satu) set cetakan asli pada kertas kalkir (70 gr), ukuran A-1;

4.

5 (lima) set copy pada kertas (70 gr), ukuran A-1;

5.

1 (satu) CD berisi rekaman file autocad dari gambar-gambar kerja (construction Drawing) dan Gambar Terbangun (As Build Drawing) sesuai hasil pengukuran MC.

1.2.6

Gambar-gambar Lain

lain; metode

pelaksanaan, diagram skematis, bagan-bagan untuk beberapa macam jenis pekerjaan yang akan

Gambar-gambar

selain yang disebutkan

diatas,

yang umumnya

diperlukan antara

jenis pekerjaan yang akan Gambar-gambar selain yang disebutkan diatas, yang umumnya diperlukan antara SPESIFIKASI UMUM 3
jenis pekerjaan yang akan Gambar-gambar selain yang disebutkan diatas, yang umumnya diperlukan antara SPESIFIKASI UMUM 3

dilaksanakan, dan lain-lain, harus serahkan kepada Direksi untuk diperiksa dan atau disetujui, dalam waktu 60 hari sebelum kegiatan yang terkait dimulai.

1.3 Penyerahan, Pemeriksaan atau Persetujuan Gambar-gambar Kontraktor Kontraktor bertanggung jawab untuk menyiapkan Gambar-gambar dan mengajukan gambar-gambar tersebut kepada Direksi sedini mungkin untuk menghindari penundaan pekerjaan lapangan, karena tidak tersedianya gambar-gambar yang telah diperiksa dan disetujui/disahkan oleh Direksi. Kontraktor harus menyerahkan Gambar-gambar pelaksanaan atau Gambar-gambar Kerja kepada Direksi untuk diperiksa dan disetujui, dalam hal ini paling lama 7 (tujuh) hari sebelum waktu dimulainya pelaksanaan atau fabrikasi untuk jenis pekerjaanpekerjaan tertentu. Untuk barang yang harus dibuat diluar lapangan dan diangkut ke lapangan harus diserahkan lebih awal dari pada batas minimum 60 (enam puluh) hari yang disebutkan diatas, untuk memberikan waktu yang cukup untuk pemeriksaan, persetujuan, pembuatan, pengiriman dan penerimaan di lapangan. 4 (empat) set cetakan yang jelas terbaca, untuk tiap gambar harus diserahkan kepada Direksi dengan format lembar pengiriman standar yang disetujui oleh Direksi. Dalam waktu 30 hari kerja setelah menerima cetakan gambar yang diserahkan oleh Kontraktor, Direksi akan mengembalikan satu salinan yang ditandai dan ditanda tangani serta komentar-komentar yang tergantung pada apakah gambar tersebut masih harus diperbaiki atau disetujui. Setelah menerima gambar yang sudah disetujui, Kontraktor berhak untuk memulai pekerjaan yang tercakup dalam setiap gambar, mentaati perintah-perintah setiap koreksi jika ditunjukkan pada gambar oleh Direksi dan, harus menyerahkan terlebih dahulu, dengan lembar penyerahan, 4 (empat) cetakan untuk setiap gambar yang sudah dikoreksi, bila ada, kepada Direksi. Semua gambar yang telah diperiksa dan disetujui harus disimpan di kantor lapangan Kontraktor dengan urutan yang sesuai dan dalam sistem pengarsipan gambar yang terkontrol dengan baik. Bila diperlukan perbaikan dari gambar yang diajukan oleh Kontraktor, Kontraktor akan membuat koreksi yang diperlukan dan atau revisi-revisi pada gambar tepat pada waktunya dan akan menyerahkan kembali gambar tersebut kepada Direksi dengan cara yang sama menjadi gambar baru, dalam 4 salinan. Bila gambar-gambar yang dikembalikan telah diserahkan kembali untuk disetujui, Direksi akan berusaha dengan keras untuk menyelesaikan pemeriksaan dan atau persetujuannya terhadap gambar itu dalam waktu 15 hari kerja; namun hal ini tergantung pada jumlah dan tingkat

terhadap gambar itu dalam waktu 15 hari kerja; namun hal ini tergantung pada jumlah dan tingkat
terhadap gambar itu dalam waktu 15 hari kerja; namun hal ini tergantung pada jumlah dan tingkat

kesulitan koreksi/revisi yang harus diperiksa. Prosedur ini akan berlanjut sampai gambar-gambar akhirnya disetujui. Direksi berhak untuk meminta detail-detail tambahan dan meminta Kontraktor untuk membuat perubahan-perubahan yang diperlukan pada gambar pelaksanaan/gambar kerja untuk disesuaikan dengan syarat-syarat dan maksud dari spesifikasi tanpa biaya tambahan. Setiap Pekerjaan yang telah dilaksanakan sebelum gambar-gambar pelaksanaannya disetujui oleh Direksi akan menjadi resiko Kontraktor. Persetujuan Direksi terhadap gambar Kontraktor tidak akan melepaskan / membebaskan Kontraktor dari kewajibannya dalam mentaati Spesifikasi, tanggungjawab untuk memenuhi metode pelaksanaan, dan lain-lain.

1.4 Biaya Persiapan Gambar-gambar Seluruh biaya yang dikeluarkan Kontraktor dalam memenuhi persyaratan dari sub bagian ini akan termasuk dalam biaya umum harga satuan.

2. STANDARISASI DAN SPESIFIKASI Seluruh material dan peralatan yang disediakan sesuai dengan kontrak atau untuk pabrikasi peralatan yang dimasukkan dalam pekerjaan harus memenuhi standarisasi dan spesifikasi masing-masing yang ditunjukkan dalam Dokumen dan dalam hal ini, standarisasi dan spesifikasi memberi alternatif seperti yang ditafsirkan dan disetujui oleh Direksi. Bila standar-standar untuk material dan perlengkapan / alat-alat tidak dinyatakan dalam Spesifikasi, mereka harus menyesuaikan dengan standar yang sesuai dan umum digunakan seperti standar dari Inggris (yang selanjutnya disebut BS) yang paling baru dan sesuai, standar masyarakat Amerika untuk tes material (selanjutnya disebut A S T M), standar Indonesia seperti SNI, PUBI, PBI, SNI, dan lain- lain atau standar lain yang disetujui Direksi. Standar diatas adalah standar yang disahkan dalam Kontrak, yang dapat digunakan oleh Kontraktor, tanpa terlebih dahulu mendapatkan izin dari Direksi. Apabila Kontraktor mengajukan standar dan spesifikasi yang sama atau material dan peralatan yang sama, Kontraktor harus menyatakan ciri-ciri perubahan yang pasti dan harus menyerahkan standar, spesifikasi, informasi dan data untuk material dan peralatan yang lengkap untuk mendapatkan persetujuan dari Direksi. Penyerahan standar tersebut harus tepat waktu dan kelalaian untuk

persetujuan dari Direksi. Penyerahan standar tersebut harus tepat waktu dan kelalaian untuk SPESIFIKASI UMUM 5
persetujuan dari Direksi. Penyerahan standar tersebut harus tepat waktu dan kelalaian untuk SPESIFIKASI UMUM 5

melaksanakan hal tersebut atau pembelian untuk setiap material dan peralatan yang sama yang diajukan sebelum disetujui Direksi akan menjadi resiko Kontraktor. Segala biaya yang dikeluarkan Kontraktor dalam mentaati persyaratan dalam pasal ini harus termasuk dalam biaya umum harga satuan.

3. PROGRAM PELAKSANAAN DAN LAPORAN

3.1 Program Pelaksanaan

Dalam 14 (empat belas) hari setelah menerima Surat Penunjukan, Kontraktor diharuskan mengajukan kepada Direksi jadwal waktu pelaksanaan untuk seluruh Pekerjaan dan Pekerjaan Sementara yang akan

dilaksanakan berdasar Kontrak, dengan memakai metode lintasan kritis (CPM), atau yang disetujui Direksi, bersama dengan disket dan sistem perangkat lunaknya. Jaringan kerja CPM harus menunjukkan usulan urutan pelaksanaan dan hubungan yang sesuai antara kegiatan-kegiatan dalam jaringan kerja dan harus memasukkan kelonggaran waktu dan sumber daya untuk melengkapi pekerjaan. Bersama dengan jaringan kerja CPM , Kontraktor akan mengajukan lembar data secara rinci untuk tiap-tiap kegiatan dalam jaringan kerja atau batasan-batasan yang berisi data berikut :

a. Nama kegiatan;

b. Jangka waktu Kegiatan; Hal-hal yang harus sudah termasuk dalam perhitungan waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan kegiatan dan daftar dari semua kelonggaran waktu dan jangka waktu yang dapat dipakai, antara lain :

pengukuran, pematokan;

persiapan dan persetujuan gambar-gambar;

persetujuan benda-benda uji atau uji coba;

pengapalan bahan-bahan;

pemasangan item-item khusus;

kemungkinan penundaan dikarenakan banjir atau kondisi cuaca yang buruk;

libur keagamaan;

beberapa faktor lain yang mempengaruhi jangka waktu.

cuaca yang buruk;  libur keagamaan;  beberapa faktor lain yang mempengaruhi jangka waktu. SPESIFIKASI UMUM
cuaca yang buruk;  libur keagamaan;  beberapa faktor lain yang mempengaruhi jangka waktu. SPESIFIKASI UMUM

c.

Sumber daya antara lain :

Jumlah tenaga kerja termasuk perincian oleh perusahaan, tenaga ahli atau pengawas apa saja , pengawas tenaga asing dan sebagainya;

Sarana kontruksi dan peralatan termasuk tipe, buatan, kapasitas dan jumlah.

Jadwal waktu pelaksanaan harus dipersiapkan sedemikian rupa sehingga keseluruhan pekerjaan akan diselesaikan dalam waktu yang telah ditentukan dalam appendik I pada penawaran. Sesudah disetujui oleh Direksi, jadwal waktu pelaksanaan beserta lembar-lembar lampirannya, harus digunakan sebagai acuan bagi Program Pelaksanaan dan tidak diijinkan diadakan perubahan, kecuali ada perpanjangan waktu yang diperbolehkan berdasarkan kontrak. Program yang disetujui harus menjadi dasar acuan untuk membandingkan kemajuan yang dicapai terhadap yang direncanakan. Juga akan digunakan untuk mengetahui apakah suatu pekerjaan telah selesai tepat pada waktunya. Program Pelaksanaan yang Disetujui akan dimonitor secara ketat dan kemajuan semua kegiatan diperbarui dalam kurun waktu tertentu, dengan maksud untuk membuat dasar acuan untuk penyiapan laporan kemajuan seperti dijelaskan dalam Ayat 3.2.Spesifikasi Umum. Bila menurut pendapat Direksi, kemajuan pekerjaan tidak sesuai dengan Program Pelaksanaan yang Disetujui, Direksi mempunyai hak meminta Kontraktor untuk menambah sumber-sumber atau waktu kerjanya yang sesuai Pasal 46 dari Syarat Umum Kontrak. Untuk selanjutnya, atas permintaan Direksi, Kontraktor akan membuat jadual yang telah diperbaiki/disesuaikan dengan maksud untuk mengejar ketinggalan terhadap program pelaksanaan yang telah disetujui, yang harus secara terus menerus dijadikan dasar monitoring kemajuan pekerjaan dan syarat untuk penentuan penyesuaian penambahan atau pengurangan. Semua biaya yang dikeluarkan oleh Kontraktor dalam memenuhi dengan kebutuhan pada Ayat ini akan dianggap termasuk dalam biaya umum harga satuan.

3.2 Laporan Kemajuan Pekerjaan (1) Pada akhir setiap pergantian pekerjaan, Kontraktor harus menyiapkan laporan rinci dalam bentuk yang disetujui oleh Direksi, yang menunjukkan staf Pengawas dan jumlah pekerja dari berbagai klas/ tingkatan yang dipekerjakan oleh Kontraktor di lapangan selama pergantian, bahan-bahan, peralatan dan sarana kontruksi yang digunakan, ketinggian air dan sebagainya; yang mungkin diperlukan oleh Direksi. Pada setiap akhir minggu, Kontraktor harus

air dan sebagainya; yang mungkin diperlukan oleh Direksi. Pada setiap akhir minggu, Kontraktor harus SPESIFIKASI UMUM
air dan sebagainya; yang mungkin diperlukan oleh Direksi. Pada setiap akhir minggu, Kontraktor harus SPESIFIKASI UMUM

menyerahkan 5 copy laporan mingguan berdasarkan atas laporan harian yang diterangkan diatas kepada Direksi.

(2)

Sebelum hari kesatu tiap bulannya, Kontraktor harus menyerahkan 5 copy laporan perkiraan kemajuan/progres bulanan dalam bentuk yang telah disepakati oleh Direksi secara rinci tentang kemajuan pelaksanaan selama bulan sebelumnya. Laporan tersebut harus mencakup, tetapi tidak dibatasi hal-hal berikut :

1. Prosentase pekerjaan secara total yang diselesaikan sampai dengan akhir laporan bulanan dengan memakai kegiatan-kegiatan (dan sub-kegiatan) dalam jaringan kerja CPM yang telah ditetapkan sebagai program kerja yang telah disetujui;

2. Jumlah waktu yang tersisa untuk memyelesaikan keseluruhan pekerjaan dan untuk setiap kegiatan jaringan kerja.

(3)

Pada setiap kegiatan atau sub-kegiatan dalam jaringan kerja dibuat daftar yang menunjukkan :

1. Prosentase rencana yang akan diselesaikan sampai akhir perioda pelaporan;

2. Prosentase aktual yang diselesaikan sampai akhir periode pelaporan;

3. Jangka waktu yang tersisa untuk menyelesaikan kegiatan atau sub-kegiatan;

4. Penjelasan yang tepat tentang kemajuan pekerjaan termasuk metode perbaikan yang diusulkan.

(4)

Jadwal kegiatan yang akan dimulai dalam jangka 1 (satu) bulan berikutnya dengan prakiraan tanggal dimulai dan diselesaikannya kegiatan tersebut.

(5)

Daftar tenaga kerja dan posisi yang digunakan selama periode pelaporan.

(6)

Daftar sarana pelaksanaan, peralatan dan bahan-bahan di lapangan yang digunakan dalam pelaksanaan pekerjaan termasuk yang tiba di atau dipindahkan dari lapangan. Daftar tersebut harus memperlihatkan kegiatan mana yang sedang dilakukan setiap harinya, tidak bekerja atau rusak/cacat.

(7)

Total volume Pekerjaan permanen untuk item-item seperti berikut tetapi tidak dibatasi untuk :

(7) Total volume Pekerjaan permanen untuk item-item seperti berikut tetapi tidak dibatasi untuk : SPESIFIKASI UMUM
(7) Total volume Pekerjaan permanen untuk item-item seperti berikut tetapi tidak dibatasi untuk : SPESIFIKASI UMUM

a. Total volume pekerjaan galian yang diselesaikan;

b. Total volume pekerjaan berbagai klasifikasi timbunan yang diselesaikan;

c. Total volume pekerjaan berbagai kelas mutu beton yang diselesaikan;

d. Total volume pekerjaan pasangan-batu yang diselesaikan;

e. Total jumlah bangunan-bangunan yang diselesaikan/termasuk prosentasi bagian jembatan dan gorong-gorong yang diselesaikan.

(8)

Item-item utama untuk pekerjaan sementara yang dilaksanakan selama periode pelaporan.

(9)

Daftar jumlah pembayaran yang diterima per tanggal dan jumlah tagihan yang diajukan tetapi belum dibayarkan.

(10)

Uraian secara rinci semua faktor-faktor yang mempengaruhi kemajuan pekerjaan dan solusi yang diusulkan Kontraktor.

(11)

Masalah-masalah lain yang mungkin diperlukan berdasar kontrak atau pernyataan tentang masalah-masalah yang timbul dari atau sehubungan dengan pelaksanaan pekerjaan selama periode pelaporan.

(12)

Photo kemajuan pelaksanaan sebagaimana diuraikan pada Sub-pasal 3.5.

Semua biaya yang dikeluarkan oleh Kontraktor yang berkaitan dengan sub-pasal ini harus termasuk dalam biaya umum harga satuan.

3.3 Jadwal ( Schedule ) Mingguan dan Bulanan Kontraktor akan menyerahkan 5 (lima) copy jadwal mingguan dalam format yang disetujui oleh Direksi pada akhir setiap minggu untuk minggu berikutnya. Jadwal tersebut berisi, tetapi tidak dibatasi, item-item berikut :

- Pekerjaan tanah

- Pekerjaan beton

- Pekerjaan kontruksi lainnya yang berhubungan dengan pelaksanaan pekerjaan

tanah - Pekerjaan beton - Pekerjaan kontruksi lainnya yang berhubungan dengan pelaksanaan pekerjaan SPESIFIKASI UMUM 9
tanah - Pekerjaan beton - Pekerjaan kontruksi lainnya yang berhubungan dengan pelaksanaan pekerjaan SPESIFIKASI UMUM 9

- Penyediaan bahan, pengangkutan bahan-bahan dan peralatan

- Lain-lain yang diperlukan oleh Direksi.

Kontraktor harus mempersiapkan jadwal bulanan dalam bentuk “bar chart” pada akhir tiap bulan untuk bulan berikutnya. Jadwal ini akan menunjukkan lamanya waktu dari mulai sampai dengan selesai tiap- tiap kegiatan utama dengan perkiraan volume pekerjaan. Jadwal akan disampaikan pada Direksi pada hari ketiga tiap-tiap bulan untuk perbaikan dan komentarnya. Diagram garis bulanan harus dipersiapkan dalam hubungannya dengan dan harus konsisten dengan seluruh kegiatan Jaringan kerja CPM yang telah disetujui dengan maksud untuk mencapai keseluruhan kemajuan yang direncanakan pada periode itu. Semua biaya diadakan oleh Kontraktor sesuai dengan pasal ini termasuk biaya umum harga satuan.

3.4 Pertemuan Berkala untuk Membicarakan Kemajuan

Pertemuan berkala antara personil inti dari Direksi dan Kontraktor harus diadakanminimal 1 (satu) kali

dalam sebulan, pada waktu dan tempat yang telah disetujui kedua belah pihak. Tujuan dari pertemuan ini adalah membicarakan kemajuan yang telah dicapai, rencana kerja untuk minggu berikutnya dan masalah- masalah yang ada yang berakibat langsung terhadap kegiatan kerja yang segera dilaksanakan. Semua biaya diadakan oleh Kontraktor sesuai kebutuhan pada sub-pasal ini harus termasuk dalam biaya umum harga satuan

3.5 Photo-photo Kemajuan Pelaksanaan

Kontraktor akan melengkapi semua laporan kemajuan pelaksanaan dengan photo berwarna (8 x 12 cm) setiap kemajuan kerja yang dicapai, pada lokasi-lokasi yang ditentukan oleh Direksi selama periode Kontrak. Photo akan diambil pada awal, selama berlangsung dan tahap selasai (0%, 50%, 100%) untuk masing- masing bagian utama pekerjaan atau bagian pekerjaan dan pada saat lain yang langsung ditentukan oleh Direksi. Photo akan disediakan untuk Direksi, dan dilampirkan kedalam laporan progres bulanan yang ditetapkan dalam Pasal 3.2.disebut diatas, dan akan dicetak masing-masing photo 6(enam) lembar.

yang ditetapkan dalam Pasal 3.2.disebut diatas, dan akan dicetak masing-masing photo 6(enam) lembar. SPESIFIKASI UMUM 10
yang ditetapkan dalam Pasal 3.2.disebut diatas, dan akan dicetak masing-masing photo 6(enam) lembar. SPESIFIKASI UMUM 10

Uraian singkat dan tanggal masing-masing photo akan disertakan. Photo negatifnya akan menjadi barang milik Pemilik dan cetak ulang dari negatif ini tidak boleh diberikan kepada orang atau orang- orang kecuali diizinkan Pemilik. Semua biaya diadakan oleh Kontraktor sesuai kebutuhan pada sub-pasal ini termasuk dalam biaya umum harga satuan.

4. BAHAN-BAHAN DAN PERALATAN YANG AKAN DISEDIAKAN OLEH KONTRAKTOR

4.1 Umum

Kontraktor akan menyediakan semua bahan-bahan dan peralatan yang diperlukan untuk menyelesaikan

pekerjaan. Semua bahan dan peralatan yang merupakan bagian dari Pekerjaan Permanen harus dalam keadaan baru dan sesuai dengan standar yang ditetapkan dalam Spesifikasi atau Standar yang ditunjukkan dalam Pasal 2 pada Spesifikasi Umum.

4.2 Sarana Pelaksanaan

Kontraktor akan menyediakan sarana pelaksanaan yang diperlukan untuk pelaksanaan pekerjaan, penyelesaian dan perbaikan agar dapat dilakukan secara effisien. Jika dipertimbangkan perlu, untuk pelaksanaan pekerjaan sesuai dengan Kontrak, Direksi akan memerintahkan Kontraktor untuk mengirim tambahan sarana dan peralatan. Semua sarana dan peralatan yang disediakan oleh Kontraktor harus lengkap dengan semua suku cadangnya dan Kontraktor harus meyimpan dalam jumlah yang cukup semua suku cadang untuk sarana dan peralatannya guna menjamin pelakasanaan Pekerjaan yang efisien. Setiap saat jumlah dan jenis sarana dan peralatan harus dalam kondisi dapat dioperasikan dengan baik, dan tidak kurang dari jumlah yang ditunjukkan dalam Jadwal Pelaksanaan yang telah disetujui.

4.3 Bahan-bahan Pengganti

Kontraktor harus berupaya semaksimal mungkin untuk menyediakan bahan-bahan yang ditetapkan, kecuali jika bahan-bahan yang ditetapkan tidak tersedia karena alasan diluar batas kemampuan dari

Kontraktor. Bahan-bahan pengganti boleh digunakan, dengan ketentuan bahwa tidak boleh menggunakan bahan pengganti tersebut tanpa persetujuan tertulis terlebih dahulu dari Direksi. Harga satuan dalam Daftar Kuantitas dan Harga tidak akan disesuaikan untuk menambah biaya antara bahan-bahan yang dipilih dan bahan-bahan pengganti yang benar-benar disediakan.

biaya antara bahan-bahan yang dipilih dan bahan-bahan pengganti yang benar-benar disediakan. SPESIFIKASI UMUM 11
biaya antara bahan-bahan yang dipilih dan bahan-bahan pengganti yang benar-benar disediakan. SPESIFIKASI UMUM 11

4.4

Pemeriksaan Sarana dan Bahan-bahan

Sarana dan bahan-bahan yang disediakan Kontraktor yang berkaitan dengan pekerjaan harus dilakukan pemeriksaan terlebih dahulu sesuai dengan Kontrak pada salah satu atau lebih lokasi-lokasi berikut

yang ditetapkan oleh Direksi :

a. Tempat produksi atau pabrik;

b. Tempat pengapalan;

c. Lapangan.

Kontraktor harus menyampaikan beberapa informasi-informasi pada Direksimengenai sarana dan bahan-bahan yang dibutuhkan oleh Direksi untuk tujuan pemeriksaan. Pemeriksaaan tersebut dalam hal apapun tidak membebaskan Kontraktor dari tanggungjawabnya untuk penyediaan sarana dan bahan- bahan yang sesuai dengan Spesifikasi.

4.5 Program dan Perhatian pada Sarana Angkutan

Bersamaan dengan penyampaian jadwal pelaksanaan, Kontraktor akan menyerahkan kepada Direksi program transportasi yang lengkap untuk sarana, bahan-bahan dan sarana pelaksanaan, yang menunjukkan secara detail urutan dari pengangkutan dan pengiriman ke lokasi sesuai jadwal pelaksanaan yang diajukan. Semua kegiatan transportasi yang utama dan waktunya harus ditunjukkan dalam Program Pelaksanaan yang Disetujui. Kontraktor akan selalu memberikan informasi kepada Direksi kedatangan sarana, bahan-bahan/material dan sarana pelaksanaan di lapangan.

4.6 Spesifikasi, Pamflet/Brosur dan Data yang Disediakan oleh Kontraktor

Kontraktor harus menyampaikan kepada Direksi sebanyak 3 (tiga) set Spesifikasi lengkap, brosur, data

yang lengkap dari bahan-bahan/ material dan sarana yang akan diadakan sesuai Kontrak dalam jangka waktu 30 (tiga puluh) hari sebelum diadakan/dilaksanakan. Persetujuan terhadap semua Spesifikasi, brosur dan data, dalam hal apapun tidak membebaskan Kontraktor dari segala tanggungjawabnya dalam hubungannya dengan Kontrak. Semua biaya diadakan oleh Kontraktor dalam memenuhi kebutuhan pada pasal ini yang dianggap sudah termasuk dalam biaya umum harga satuan yang dimasukkan dalam Daftar Kuntitas dan Harga.

sudah termasuk dalam biaya umum harga satuan yang dimasukkan dalam Daftar Kuntitas dan Harga. SPESIFIKASI UMUM
sudah termasuk dalam biaya umum harga satuan yang dimasukkan dalam Daftar Kuntitas dan Harga. SPESIFIKASI UMUM

5. SURVEY DAN PENGUKURAN PEKERJAAN-PEKERJAAN

5.1 Bench Mark (Titik Peil)

Bench mark dasar untuk Proyek haruslah benchmark-benchmark yang ditentukan oleh Direksi dan atau yang ditunjukkan pada gambar pada Volume 4. Kontraktor harus melakukan konfirmasi terhadap ketelitian dari setiap benchmark-benchmark yang lain dengan melakukan survai pengecekan terhadap benchmark-benchmark dasar tersebut. Dalam hal bench

mark tersebut rusak yang disebabkan aktivitas pelaksanaan, benchmark tersebut harus diganti oleh Kontraktor dengan biaya sendiri. Kontraktor harus membuat Bench Mark sementara (Temporary bench mark/TBM) dengan interval tidak lebih dari 500 m sepanjang lokasi pekerjaan. Desain dan lokasi dari masing-masing TBM harus disetujui Direksi. Elevasi-elevasi semua TBM harus dibuat dan disetujui oleh Direksi sebelum TBM tersebut digunakan untuk survey pra pelaksanaan atau kemajuan pekerjaan.

5.2 Survey Pra Pelaksanaan

Kontraktor bertanggungjawab untuk membuat gambar-gambar yang diuraikan dalam bagian 3 dari Spesifikasi Umum, dan gambar-gambar tersebut harus menggambarkan semua perubahan yang diperlukan karena kondisi-kondisi setempat. Sehingga adalah menjadi tanggungjawab Kontraktor untuk melaksanakan semua survey yang dibutuhkan sebelum membuat gambar pelaksanaan. Setiap survey

akan mencakup (tetapi tidak terbatas) hal-hal berikut ini :

a. Pekerjaan pematokkan secara umum sesuai dengan Gambar Kontrak, termasuk setiap pematokan kembali yang diperlukan karena perubahan alinemen yang timbul pada saat pembuatan gambar pelaksanaan;

b. Survey potongan melintang pada interval maksimum 50 m diukur sepanjang garis tengah yang direncanakan, dan harus dibuat lebih rapat pada lokasi tikungan;

c. Pada pengukuran melintang, dalam arah melintang jarak antar titik maksimum 5m dan menggambarkan garis sesuai lapangan, sampai 10 m dari garis BPT.

d. Peralatan survey harus dilakukan pengecekan sebelum digunakan.

e. Setiap tahap pengukuran harus ada pengawas dari pihak Direksi.

pengecekan sebelum digunakan. e. Setiap tahap pengukuran harus ada pengawas dari pihak Direksi. SPESIFIKASI UMUM 13
pengecekan sebelum digunakan. e. Setiap tahap pengukuran harus ada pengawas dari pihak Direksi. SPESIFIKASI UMUM 13

5.3

Tinggi Permukaan Asli yang Digunakan dalam Pengukuran

Sebelum melakukan survai permukaan tanah asli yang akan dicantumkan dalam gambar-gambar pelaksanaan seperti diuraikan pada pasal 1.2 2, Kontraktor harus memberitahukan kepada Direksi

paling lambat 20 hari sebelumnya dengan maksud agar Direksi dapat menyaksikan dan membuktikan ketinggian yang akan digunakan/ditetapkan. Ketinggian permukaan asli yang digunakan harus mendapat persetujuan dari Direksi.

5.4 Bantuan Staf Direksi untuk Survey

Kontraktor harus menyediakan alat-alat survei (waterpass, theodolite dan alat-alat bantu lainnya) untuk

keperluan Direksi guna pengecekan terhadap patok yang dipasang oleh Kontraktor dan pengukuran Pekerjaan selama pelaksanaan.

5.5 Pengukuran dan Pembayaran Pekerjaan Survey dan Pengukuran Pekerjaan

Biaya semua pekerjaan survei yang dibutuhkan untuk pematokan, pengukuran dan modifikasi gambar- gambar dan untuk ketentuan yang lain-lain yang dibutuhkan oleh Direksi untuk pengecekan pematokan dan pelaksanaan survei pengukuran yang diuraikan dalam pasal ini, akan ditanggung oleh Kontraktor dan sudah termasuk dalam jumlah biaya umum harga satuan.

6. PEKERJAAN-PEKERJAAN SEMENTARA

6.1 Umum

Semua pekerjaan sementara meliputi jembatan darurat beserta jalan masuk, kistdam, dewatering, pengelak dll, akan dioperasikan, dipelihara dan secara bertahap dibongkar oleh Kontraktor, kecuali

ditentukan lain dalam Kontrak.

6.2 Lokasi/Lapangan

Kontraktor harus membatasi, sejauh dapat dilakukan, perpindahan pekerja-pekerja dan peralatan ke

lapangan termasuk rute-rute jalan masuk yang sudah disetujui oleh Direksi dengan maksud untuk meminimalkan kerusakan tanaman dan hak milik, dan akan berusaha sekuat tenaga untuk menghindari kerusakan tanah. Bekas roda kendaraan dan garutan akibat roda kendaraan harus diperbaiki dan kerusakan lahan harus dikembalikan semaksimal mungkin seperti kondisi aslinya.

harus diperbaiki dan kerusakan lahan harus dikembalikan semaksimal mungkin seperti kondisi aslinya. SPESIFIKASI UMUM 14
harus diperbaiki dan kerusakan lahan harus dikembalikan semaksimal mungkin seperti kondisi aslinya. SPESIFIKASI UMUM 14

Kontraktor akan bertanggung jawab langsung pada Pemilik pekerjaan untuk beberapa pelanggaran atau kerusakan yang tidak perlu atau kerusakan tanaman atau lahan sebagai akibat pengoperasian, apakah tanaman atau lahan tersebut milik Pemilik Pekerjaan atau orang lain dan akan mengganti rugi kepada Pemilik atau orang lain terhadap semua kerugian-kerugian dan tuntutan-tuntutan untuk setiap kerusakan dan kerugian, sebagaimana yang ditentukan dalam Pasal 22 dari Syarat Umum Kontrak. Semua biaya yang dikeluarkan oleh Kontraktor dalam memenuhi persyaratan dalam Sub pasal ini termasuk dalam harga lumpsum yang dimasukkan dalam Daftar Kuantitas dan Harga.

6.3 Mobilisasi dan Demobilisasi

6.3.1 Ruang Lingkup

Mobilisasi dan Demobilisasi dalam Daftar Kuantitas dan Harga (“Bill of Quantities”) dimaksudkan pengangkutan Sarana Pelaksanaan yang akan digunakan ke Lapangan berdasarkan jadwal pelaksanaan yang disampaikan setelah penerimaan Surat Perntah Kerja. Mobilisasi peralatan berat dan peralatan lainnya, sesuai dengan jadwal yang diserahkan juga termasuk dalam mobilisasi. Kontraktor diperbolehkan, dengan ijin dari Direksi, setiap saat selama pelaksanaan pekerjaan, melakukan perubahan, pengurangan dan/atau penambahan sarana pelaksanaan dan personil. Mobilisasi untuk semua peralatan yang diperlukan untuk memulai pekerjaan harus selesai sebelum pelaksanaan sesuai dengan jadwal yang disetujui oleh Direksi. Demobilisasi akan termasuk pemindahan semua peralatan dari lokasi sesuai dengan jadwal.

6.3.2 Pengukuran dan Pembayaran Mobilisasi dan Demobilisasi

Sub pasal ini mengacu untuk mobilisasi dan demobilisasi seperti yang dijelaskan dalam Sub pasal

6.3.1. Harga “ lumpsum” akan dibayarkan adalah sbb :

a. 65 % apabila semua perlengkapan ditunjukkan dalam jadual Pelaksanaan yang telah disetujui, sampai di lokasi;

b. 95 % apabila pekerjaan telah selesai 100 % dan peralatan telah dipindahkan dari lokasi;

c. 5 % setelah penyerahan kedua.

Harga “lumpsum” sudah termasuk kompensasi penuh untuk setiap biaya yang dikeluarkan oleh Kontraktor untuk mobilisasi dan demobilisasi.

penuh untuk setiap biaya yang dikeluarkan oleh Kontraktor untuk mobilisasi dan demobilisasi. SPESIFIKASI UMUM 15
penuh untuk setiap biaya yang dikeluarkan oleh Kontraktor untuk mobilisasi dan demobilisasi. SPESIFIKASI UMUM 15

Semua biaya yang dikeluarkan oleh Kontraktor dalam memenuhi kebutuhan pada pasal ini yang dianggap sudah termasuk dalam jumlah “lump sump” yang dimasukan dalam Daftar Kuntitas dan Harga.

6.4 Kantor Lapangan, Gudang, Bengkel, Barak Tenaga Kerja dan Lain-Lain

Kontraktor akan menyediakan, menjaga dan mengoperasikan semua bangunan-bangunan dan halaman- halaman kerja seperti Kantor Kontraktor, kantor lapangan, gudang-gudang, bengkel-bengkel, barak

tenaga kerja dan bangunan-bangunan sementara dan halaman-halaman kerja lainnya yang diperlukan untuk pelaksanaan pekerjaan dan memindahkannya pada saat selesai pekerjaan.

Kontraktor harus menyediakan kantor lapangan termasuk ruang pertemuan yang memadai. Kontraktor akan menyampaikan usulan lokasi kantor lapangan, gudang, bengkel, barak dan lain-lain yang diperlukan selama pelaksanaan kepada Direksi untuk mendapatkan persetujuan. Pelaksanaan bangunan tersebut tidak boleh dimulai sebelum proposal tersebut disetujui Direksi. Fasilitas kantor yang memadai akan disediakan dilapangan untuk wakil Direksi dan stafnya. Kantor staf Kontraktor di lapangan dan barak tenaga kerja akan disediakan lengkap dengan fasilitas yang diperlukan untuk drainasi, lampu penerangan jalan-jalan, jalan setapak, tempat-tempat parkir, pagar, sanitasi, dapur masak, pencegahan kebakaran, dan perlengkapan pemadam kebakaran sesuai dengan ketentuan dalam Pasal 34 dari Syarat Umum Kontrak. Kontraktor juga harus menyediakan system penyediaan air yang memadai untuk kantor Kontraktor, kantor staf, barak tenaga kerja, bengkel dan tempat-tempat lain di lapangan/lokasi pekerjaan. Kontraktor akan mengatur sendiri untuk penyediaan listrik untuk kantor Kontraktor, kantor staf, barak tenaga kerja, bengkel, gudang dan kantor test laborat. Kantor Kontraktor akan dilengkapi dengan telepon dan faximail keadaan operasi. Semua biaya yang dikeluarkan oleh Kontraktor dalam memenuhi persyaratan dalam sub pasal ini sudah termasuk dalam biaya umum harga satuan.

6.5 Jalan Masuk Sementara

6.5.1 Ruang Lingkup Kontraktor akan melaksanakan dan memelihara jalan-masuk sementara termasuk drainase dan bangunan silang untuk fasilitas aliran yang diperlukan untuk pelaksanaan Pekerjaan. Pembongkaran dan pemindahan dari bangunan-bangunan sementara ini akan dilaksanakan dengan persetujuan Direksi.

dan pemindahan dari bangunan-bangunan sementara ini akan dilaksanakan dengan persetujuan Direksi. SPESIFIKASI UMUM 16
dan pemindahan dari bangunan-bangunan sementara ini akan dilaksanakan dengan persetujuan Direksi. SPESIFIKASI UMUM 16

Semua jalan eksisting yang akan digunakan sebagai jalan kerja harus direhabititasi, diperbaiki dan dipelihara oleh Kontraktor. Semua jalan masuk dilaksanakan dengan perkerasan pasir-batu. Sedikitnya tidak kurang dari 30 hari sebelum Kontraktor memulai pelaksanaan beberapa bagian jalan sementara. Kontraktor akan menyampaikan secara rinci kepada Direksi untuk persetujuannya termasuk :

1)

Perencanaan jalan kerja sementara termasuk drainasi dan fasilitas persilangan dengan aliran; dan

2)

Metode pelaksanaan dan jadwal waktu pelaksanaan dari semua jalan kerja sementara.

Kontraktor tidak boleh memulai pelaksanaan dari setiap jalan masuk sementara sebelum mendapatkan persetujuan dari Direksi. Persetujuan tersebut tidak akan membebaskan Kontraktor dari tugas atau tanggungjawabnya sesuai dengan Kontrak. Kontraktor akan melaksanakan jalan masuk sementara sesuai dengan gambar-gambar dan program pelaksanaan yang telah disetujui oleh Direksi. Kontraktor harus bertanggung jawab untuk memperbaiki dengan biayanya sendiri atas beberapa kerusakan pada jalan masuk termasuk jalan-jalan yang sudah ada pada rute-rute jalan-masuk yang disebabkan oleh lalu lintas dari peralatan berat dan truk-truk yang digunakan oleh Kontraktor untuk pelaksanaan pekerjaan. Sesudah menyelesaikan Pekerjaan, jalan masuk sementara kecuali ditentukan lain harus dibongkar, lokasi dikembalikan seperti kondisi semula sesuai dengan perintah dari Direksi. Pengembalian/perbaikan prasarana jalan sesuai dengan kondisi semula dari jalan yang sudah ada maupun jalan sementara yang baru yang digunakan selama pelaksanaan pekerjaan harus mendapat persetujuan dari instansi yang terkait (Pemerintah Kabupaten, Kecamatan, Kalurahan/Desa, dll.)

6.5.2 Pengukuran dan Pembayaran Semua biaya yang dikeluarkan oleh Kontraktor dalam memenuhi persyaratan dari Sub-pasal 6.5.1, yang berkaitan dengan pembuatan, pembongkaran/pemindahan jalan masuk sementara sudah dianggap termasuk dalam biaya umum harga satuan.

pembongkaran/pemindahan jalan masuk sementara sudah dianggap termasuk dalam biaya umum harga satuan. SPESIFIKASI UMUM 17
pembongkaran/pemindahan jalan masuk sementara sudah dianggap termasuk dalam biaya umum harga satuan. SPESIFIKASI UMUM 17

6.6

Jembatan Sementara

Dalam hal dipandang perlu dan atau diperintahkan oleh Direksi, Kontraktor akan melaksanakan dan

memelihara jembatan sementara dan akan menyediakan semua tenaga kerja dan bahan-bahan yang diperlukan, serta pembongkaran jembatan sementara tersebut setelah pekerjaan selesai. Semua biaya yang dikeluarkan oleh Kontraktor untuk pembuatan jembatan sementara dalam memenuhi persyaratan dari sub pasal ini sudah termasuk dalam jumlah biaya umum harga satuan, kecuali jembatan sementara pada pekerjaan sungai biaya masuk dalam jumlah lump-sum.

6.7 Pengaturan Lalu-lintas Sementara

Untuk mengatur lalu lintas yang melalui atau disekitar lokasi pekerjaan, atau dimanapun sebagaimana yang diperintahkan oleh Direksi, Kontraktor akan membangun dan memelihara, tanda-tanda lalu lintas,

lampu-lampu, rambu-rambu dan fasilitas-fasilitas lain seperti yang ditentukan oleh Direksi untuk petunjuk dan pengaturan lalu lintas. Jika dibutuhkan atau diperintahkan oleh Direksi, Kontrktor akan menyediakan dan menempatkan petugas pada tempat-tempat pemberhentian yang bertugas untuk mengarahkan lalu lintas yang melintasi atau disekitar lokasi pekerjaan. Disamping persyaratan-persyaratan tersebut, Kontraktor akan memasang tanda-tanda peringatan dan tanda-tanda petunjuk lainnya di dalam atau di sekitar daerah proyek, sebagaimana diperintahkan oleh Direksi.

6.8 Pengawasan/Pengaturan Lalu-lintas Jalan Raya yang Searah

Dalam segala hal, jika pada tempat-tempat/ruas-ruas khusus dari lokasi pekerjaan atau jalan menuju ke lokasi pekerjaan diperlukan “jalan satu jalur”, Kontraktor harus menyediakan satu jalur selebar 3,50 m

yang dibuka/dapat digunakan untuk lalu lintas umum. Kontraktor akan mangatur pengoperasian peralatan sedemikian sehingga gangguan yang ditimbulkan seminimal mungkin ketidak nyamanan dan keterlambatan dari lalu lintas dan akan bertanggung jawab atas pengaturan yang memadai dari lalu lintas dengan menggunakan jalan satu-lajur seperti yang dijelaskan diatas. Ditempat dimana jalan lalu-lintas satu jalur dalam keadaan operasi, dan bila diperintah oleh Direksi, gerak dari peralatan Kontraktor dari satu bagian pekerjaan ke bagian lain akan dilakukan mengikuti dengan pengontrolan lalu lintas jalan searah. Tumpahan yang dihasilkan dari pengoperasian angkutan sepanjang atau melintasi jalan umum harus dibersihkan segera atas biaya Kontraktor.

angkutan sepanjang atau melintasi jalan umum harus dibersihkan segera atas biaya Kontraktor. SPESIFIKASI UMUM 18
angkutan sepanjang atau melintasi jalan umum harus dibersihkan segera atas biaya Kontraktor. SPESIFIKASI UMUM 18

6.9 Pemeliharaan dan Perlindungan Lalulintas Kontraktor harus tetap membuka lalulintas setiap jalan eksisting selama pelaksanaan Pekerjaan berjalan, dengan ketentuan, dan jika disetujui oleh Direksi, Kontraktor diperbolehkan “bypass” dengan membelokkan. Kontraktor harus melakukan hal-hal yang diperlukan pada setiap saat untuk menjamin kenyamanan dan keselamatan dari penduduk sepanjang dan yang berdekatan dengan pekerjaan dan jalan masuk. Kelalaian Kontraktor dalam menjaga hal tersebut akan memberikan hak atas Direksi untuk melaksanakan pekerjaan yang dianggap perlu dan akan meminta Kontraktor untuk membayar dengan harga penuh yang dikeluarkan ditambah 10% dari biayanya, yang jumlahnya akan dikurangkan dari uang yang harus dibayarkan kepada Kontraktor berdasarkan Kontrak. Semua biaya yang dikeluarkan oleh kontraktor dalam memenuhi persyaratan dalam Sub-pasal ini dan Sub-pasal 6.7, 6.8 dan 6.9 sudah termasuk biaya umum harga satuan yang dimasukan dalam Daftar Kuantitas dan Harga.

6.10 Pengelakan dan Pengendalian Air Kontraktor akan bertanggungjawab atas pemindahan aliran air yang mengganggu pekerjaan selama pelaksanaan seluruh pekerjaan sesuai dengan ketentuan dari Spesifikasi Teknik, “Diversion and Care of Water”. Semua biaya yang dikeluarkan oleh Kontraktor dalam memenuhi persyaratan dari Sub-pasal ini sudah termasuk dalam harga satuan pekerjaan (HSP) dalam Daftar Kuantitas dan Harga. Kecuali untuk pelaksanaan bangunan Jembatan dan Bangunan Terjun yang membutuhkan penutupan dan pengeringan yang terus-menerus selama pelaksanaan. Untuk bangunan tersebut biayanya sudah dimasukkan harga “lump sump” dalam Daftar Kuantitas dan Harga yang dibayarkan sebagai berikut :

a. 40% apabila penggalian fondasi selesai;

b. 40% apabila pekerjaan selesai 100%;

c. 20% apabila semua bangunan-bangunan pengelak dan peralatan yang berkenaan dengan pengamanan air telah dipindahkan dari lokasi pekerjaan. Biaya sudah dianggap termasuk kompensasi penuh untuk menyediakan semua tenaga kerja, bahan- bahan, perlengkapan, bangunan-bangunan peralatan dan lain-lain untuk menyelesaikan pekerjaan yang

menyesuaikan pelaksanaan teknik yang terbaik dan sepenuhnya sesuai dengan persyaratan yang dijelaskan dalam Spesifikasi tersebut.

yang terbaik dan sepenuhnya sesuai dengan persyaratan yang dijelaskan dalam Spesifikasi tersebut. SPESIFIKASI UMUM 19
yang terbaik dan sepenuhnya sesuai dengan persyaratan yang dijelaskan dalam Spesifikasi tersebut. SPESIFIKASI UMUM 19

6.11

Pembuangan Sampah yang Mengapung

Pembuangan sampah yang mengapung di sungai selama pelaksanaan pekerjaan akan menjadi tanggung jawab Kontraktor. Perhatian khusus yang dibutuhkan pada galian pengelak dimana hambatan aliran sungai akan menyebabkan terganggunya aliran air. Semua sampah yang mengapung yang diambil dari sungai harus dibakar atau dipindahkan dari lokasi atau dibuang dengan cara lain yang disetujui oleh Direksi. Semua biaya yang dikeluarkan oleh Kontraktor dalam memenuhi persyaratan dari Sub-pasal ini sudah dianggap termasuk dalam harga satuan yang dimasukkan dalam Daftar Kuantitas dan Harga.

6.12 Test Laboratorium dan Pekerjaan Investigasi

Kontraktor akan bertanggungjawab atas pemilihan dan pengaturan peralatan laboratorium yang sesuai untuk melaksanakan test pada beton, material tanah dan test-test lain yang diperlukan untuk Pekerjaan. Macam dan jenis pengujian mengacu pada spesifikasi teknik yang bersngkutan. Kontraktor akan bertanggung jawab atas ketelitian peralatan laboratorium, peralatan test dan laporan test yang akan disampaikan kepada Direksi untuk diperiksa pada akhir tiap minggu. Peralatan test dan peralatan laboratorium harus sesuai dengan tipe “B” dari “Earth Manual” dan harus tersedia dan dapat digunakan oleh Direksi pada setiap saat. Sebelum pelaksanaan pekerjaan Kontraktor harus mengadakan sejumlah penyelidikan tanah untuk keperluan :

a. Trial embankment (proctor test) dengan lokasi sesuai petunjuk Direksi (sudah masuk ke st. tanah);

b. Trial mix beton lengkap dengan uji kualitas material yang akan dipakai; (sudah masuk ke pek.

Beton);

c. Uji laboratorium sample tanah untuk mengetahui soil properties untuk keperluan : penentuan daya dukung tanah pondasi dan kestabilan konstruksi. Dari test ini keluaran yang diinginkan adalah sudut geser tanah, kohesi tanah, soil properties tanah dan atterberg limit. Khusus untuk uji triaxial test menggunakan metode “ Consolidated Undrained “. Semua biaya yang dikeluarkan dari penyediaan dan pengoperasian laboratorium, peralatan,

perlengkapan dan material-material untuk pengujian, tenaga kerja, biaya-biaya pengangkutan potongan-potongan benda uji sudah termasuk didalam biaya umum harga satuan.

biaya-biaya pengangkutan potongan-potongan benda uji sudah termasuk didalam biaya umum harga satuan. SPESIFIKASI UMUM 20
biaya-biaya pengangkutan potongan-potongan benda uji sudah termasuk didalam biaya umum harga satuan. SPESIFIKASI UMUM 20

7. PENGATURAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN

7.1 Umum

Semua pengawasan terhadap keselamatan, kesehatan dan keamanan yang diperlukan untuk pelaksanaan, seperti berikut dan tidak dibatasi, antara lain pengaturan sanitasi, pembersihan lahan di lokasi, bahan bakar minyak, pagar sementara, peraturan-peraturan keamanan dan pencegahan kebakaran akan dibangun dan dipelihara oleh Kontaktor dengan biaya sendiri. Kontraktor akan bertanggungjawab atas semua keselamatan dan kesehatan dan pengawasan keamanan dan akan menyampaikan pada Direksi untuk mendapatkan persetujuan, organisasi dan aturan-aturan untuk tujuan tersebut.

Kontraktor akan membuat pengaturan untuk pertolongan setiap kecelakaan yang secara kebetulan terjadi dilapangan dalam bentuk unit pertolongan pertama yang sesuai dengan persyaratan-persyaratan. Dan harus bertanggung jawab dan menanggung semua biaya yang berhubungan dengan pelayanan pertolongan pertama tersebut termasuk pengiriman/pengangkutan dengan ambulan untuk pekerja yang terluka atau sakit kerumah sakit. Pertolongan pertama juga harus disediakan untuk Pemilik dan Direksi tanpa dipungut biaya, juga untuk pekerja-pekerjanya di lapangan.

7.2 Sistem Pengaturan Keamanan

Kontraktor akan membangun sebuah sistem pengaturan keamanan dan organisasinya untuk pekerjaan- pekerjaan dan menyampaikan program kepada Direksi untuk persetujuannya. Sistem kontrol keamanan akan mempunyai kapasitas peralatan, fasilitas dan personil yang memadai untuk menghindari kecelakaan dan kerusakan bagi orang-orang dan harta benda terkait. Sistem kontrol keamanan akan dioperasikan sesuai dengan program yang desetujui yang disusun berdasarkan aturanaturan dan hukum di Indonesia. Direksi berhak untuk memerintah kontraktor dalam pengoperasian sistem tersebut dari waktu ke waktu, jika dianggap perlu menurut Direksi.

7.3 Pengaturan Sanitasi dan Pembersihan Lapangan

Kontraktor harus menjaga lokasi dalam keadaan bersih dan akan menyediakan dan menjaga kenyamanan sanitasi untuk digunakan orang-orang yang dipekerjakan dalam pekerjaan, dengan tingkat dan cara dan pada tempat-tempat yang disetujui oleh Direksi dan oleh instansi lokal yang berwenang,

dan cara dan pada tempat-tempat yang disetujui oleh Direksi dan oleh instansi lokal yang berwenang, SPESIFIKASI
dan cara dan pada tempat-tempat yang disetujui oleh Direksi dan oleh instansi lokal yang berwenang, SPESIFIKASI

dan semua orang yang berhubungan dengan pekerjaan akan diwajibkan untuk menggunakan kesepakatan-kesepakatan ini. Kontraktor akan mengumumkan pelarangan dan melakukan cara pencegahan lain yang mungkin diperlukan untuk menjaga kebersihan lokasi. Pembersihan lahan oleh Kontraktor tidak boleh dilakukan tanpa persetujuan tertulis dari Direksi dan akan dibatasi pada lokasi dimana secara tegas perlu, karena penebangan pohon pada umumnya tidak diijinkan.

7.4 Bahan Bakar Minyak Kontraktor akan membuat pengaturan pengangkutan, gudang dan penanganan bahan bakar minyak dengan cara yang aman untuk melindungi personil lapangan dan masyarakat umum sesuai dengan hokum dan peraturan keamanan yang berlaku. Kontraktor harus memperoleh semua ijin yang diperlukan dan akan membayar semua biaya yang mungkin diperlukan untuk memindahkan bahan-bakar minyak dari satu tempat ke tempat lain dan penyimpan, dan akan melaksanakan semua permohonan yang diperoleh untuk mendapatkan persetujuan dari Instansi yang berwenang dari Pemerintah Indonesia. Kontraktor akan menyediakan dan memasang sistem peringatan yang cukup, sehingga peringatan yang memadai dapat diberikan kepada semua orang yang dalam keadaan berbahaya apabila bahan-peledak harus dibakar. Kontraktor akan menjamin, sebelum peledakan, bahwa daerah yang diledakkan aman dari semua tempat tinggal, pejalan kaki dan lalu-lintas kendaraan-kendaraan. Disamping akan menempatkan pembawa bendera pada setiap jalan-masuk daerah yang disebutkan, untuk menghentikan dan mencegah semua lalu lintas yang akan masuk sampai dengan pengumuman bahwa aman diberikan. Lokasi-lokasi bahan bakar minya harus disetujui oleh Direksi. Tangki bahan-bakar yang dibangun diatas tanah dan gas minyak tanah cair tidak boleh di lokasi yang berdekatan dengan kantor lapangan atau lebih dekat dari 100 m terhadap bangunan-bangunan di lapangan. Kontraktor tidak boleh menggunakan bahan-peledak tanpa persetujuan tertulis dari Direksi. Persetujuan oleh Direksi tidak akan membebaskan Kontraktor dari kewajiban dan tanggung jawabnya untuk semua operasi peledakan.

akan membebaskan Kontraktor dari kewajiban dan tanggung jawabnya untuk semua operasi peledakan. SPESIFIKASI UMUM 22
akan membebaskan Kontraktor dari kewajiban dan tanggung jawabnya untuk semua operasi peledakan. SPESIFIKASI UMUM 22

7.5

Pencegahan untuk Keselamatan

Kontraktor harus mengambil semua tindakan yang diperlukan untuk pencegahan terhadap resiko-resiko kehilangan nyawa atau kecelakaan bagi orang-orang yang dipekerjakan pada pekerjaan atau pekerja- pekerjadari Pemilik pekerjaan dan Direksi atau pengunjung-pengunjung atau untukorang-orang yang mempunyai alasan yang cukup yang berada ditempat pekerjaan, dan terakhir harus mengadakan penjagaan seperlunya pada Pekerjaan sesuai dengan perintah dari Direksi. Kontraktor akan mengambil semua pencegahan yang perlu terhadap kerusakan pada harta-benda Pemilik atau selain pemilik yang letaknya berdekatan atau berada di lokasi. Kontraktor akan memenuhi peraturan-peraturan pencegahan adanya kecelakaan dan peraturan-peraturan keselamatan baik lokal

atau nasional dari instansi yang berwenang di Indonesia. Kontraktor harus menunjuk Petugas Keselamatan yang mampu, berkualitas dan berpengalaman yang perannya termasuk mempromosikan secara aktif kosep-konsep keselamatan kerja kepada seluruh pekerja dari Kontraktor. Petugas tersebut akan melaporkan kondisi-kondisi yang kurang aman kepada Site Manager dari Kontraktor yang harus segera melakukan tindakan koreksi terhadap setiap kondisi yang kurang aman tersebut. Petugas Keselamatan harus memegang peran utama dalam pertemuan secara periodik tentang keselamatan kerja dengan Pemilik dan pertemuan dengan pengawas- pengawasKontraktor, mandor dan pekerja. Kontraktor akan melaporkan segera kepada Direksi semua kecelakaan akibat dari operasional Kontraktor.

7.6 Pencegahan Kebakaran

Kontraktor akan mengambil setiap tindakan pencegahan terhadap kebakaran di atau didekat lokasi dan

akan menyediakan apapun yang menurut pertimbangan Direksi mencukupi, perlengkapan pemadam kebakaran yang siap dipakai pada semua bangunan, gedung atau tempat Pekerjaan yang sedang dilaksanakan, termasuk tempat tinggal, barak pekerja, dan dilokasi kantor yang disediakan untuk Direksi. Kontraktor akan menjaga perlengkapan alat-alat kerja dan segala tambahan perlengkapan pemadam kebakaran yang diperlukan, dalam kondisi yang baik sampai pekerjaan diterima oleh Pemilik. Kontraktor harus segera memadamkan api yang terjadi di lokasi, dimanapun api berasal. Dengan memperhatikan ini, Kontraktor akan menggunakan semua kebutuhan peralatan dan tenaga-kerja guna memadamkan kebakaran sampai batas kemampuan perlengkapannya dan tenaga kerja yang dipekerjakannya pada lokasi termasuk perlengkapan dari Sub-kontraktor.

dan tenaga kerja yang dipekerjakannya pada lokasi termasuk perlengkapan dari Sub-kontraktor. SPESIFIKASI UMUM 23
dan tenaga kerja yang dipekerjakannya pada lokasi termasuk perlengkapan dari Sub-kontraktor. SPESIFIKASI UMUM 23

Semua biaya yang dikeluarkan oleh Kontraktor dalam memenuhi persyaratan dari pasal 7 ini sudah dianggap termasuk dalam biaya umum harga satuan.

8. PEMBONGKARAN (“DEMOLITION”)

8.1 Pembongkaran dari Bangunan yang Ada

8.1.1 Umum

Pekerjaan ini terdiri dari pemindahan dan pembuangan ketempat yang telah ditentukan dari semua kaki

pondasi, pagar, pipa, kabel, angkur blok, gulungan kawat navigasi, tiang, tumpukan, bagian-bagian struktur bawah yang ada dan beberapa struktur lain yang tidak diijinkan untuk tertinggal atau diperlukan untuk dibongkar/dipindahkan untuk tujuan pelaksanaan pekerjaan pada garis-garis dan ketinggian yang ditunjukan dalam gambar-gambar dan sesuai dengan Kontrak.

8.1.2 Pengukuran dan Pembayaran

Sub-pasal ini mengacu pada pembongkaran bangunan eksisting seperti yang dijelaskan pada Sub-pasal 8.2.1. dari Spesifikasi tersebut. Kecuali ditentukan lain dan disetujui oleh Direksi pengukuran untuk pembayaran akan didasarkan atas analisa-biaya yang diajukan oleh Kontraktor untuk disetujui oleh Direksi. Pembayaran akan dibuat dengan harga satuan dalam m3 bahan konstruksi yang dimasukan dalam Daftar Kuantitas dan Harga, yang sudah termasuk biaya bahan-bahan, tenaga kerja, perlengkapan,

transportasi dan biaya lain.

9. KONTROL POLUSI DAN PERLINDUNGAN LINGKUNGAN

9.1 Kontrol Polusi

9.1.1 Umum

a. Kontraktor sebaiknya merencanakan, melaksanakan, memelihara dan mengoperasikan fasilitas pengontrol polusi yang sesuai untuk mencegah pembuangan air yang mengandung bahan polusi atau material suspensi ke sungai-sungai, aliran air atau pada sistem pembuangan air yang ada. Fasilitas ini harus disetujui oleh Direksi yang termasuk beberapa atau semua hal-hal sebagai berikut :

ini harus disetujui oleh Direksi yang termasuk beberapa atau semua hal-hal sebagai berikut : SPESIFIKASI UMUM
ini harus disetujui oleh Direksi yang termasuk beberapa atau semua hal-hal sebagai berikut : SPESIFIKASI UMUM

i.

Kontrol terhadap aliran permukaan dengan :

Pembuatan sarana pengalihan saluran atau drainasi “cut-off” keliling untuk memotong aliran air permukaan dari daerah yang tak terusik dan mengalirkan aliran tersebut mengelilingi daerah kerja;

Pemasangan sarana pencegah saluran yang stabil yang dibuat tegak lurus terhadap garis kontour;

ii. Membatasi seminimal mungkin ruang gerak sarana transport dan peralatan;

iii. Meminimalkan daerah dibuka karena :

Tahap operasi;

Stabilisasi segera sesudah pekerjaan;

b. Semua air yang dialihkan alirannya ataupun dipompa harus dibuang keluar ke lokasi yang disetujui Direksi dan dijaga agar aliran air tidak dapat kembali lagi ke lokasi pekerjaan, dan dengan cara yang tidak menimbulkan erosi, polusi atau gangguan pada lahan penahannya,

c. Pembuangan limbah minyak dari bengkel ataupun dari tempat lain sebaiknya tidak menyebabkan polusi pada sungai-sungai atau aliran air lainnya;

9.1.2 Rencana Pengontrolan Polusi

a. Kontraktor sebaiknya menyiapkan dan menyampaikan Rencana Pengontrolan Polusi kepada Direksi sekurang-kurangnya 30 (tiga puluh) hari sebelum memulai pekerjaan di lapangan.

b. Peningkatan kebisingan dan kadar debu Dampak ini disebabkan oleh mobilisasi kendaraan-kendaraan proyek selama konstruksi. Gangguan terjadi di lokasi pemukiman di tepi jalan yang dilalui kendaraan proyek, terutama pada siang hari. Selain itu penurunan kualitas udara dapat meningkat karena kecerobohan pengemudi dan pekerja bongkar muat yang menimbulkan banyak material berceceran dan berhamburan dijalan. Kebisingan dan penurunan kualitas udara dapat berakibat menurunnya produktivitas kerja

dan meningkatnyan penyakit saluran pernafasan dan mata.

berakibat menurunnya produktivitas kerja dan meningkatnyan penyakit saluran pernafasan dan mata. SPESIFIKASI UMUM 25
berakibat menurunnya produktivitas kerja dan meningkatnyan penyakit saluran pernafasan dan mata. SPESIFIKASI UMUM 25

Untuk itu Kontraktor harus mengatur kecepatan kendaraan proyek terutama bila melalui pemukiman, menutup dengan terpal kendaraan pengangkut material/tanah, dan menyiram jalan secara berkala.

9.2 Penyimpanan Bahan Bakar dan Pemeliharaan Mesin

9.2.1 Syarat

Kontraktor sebaiknya menyediakan dan memelihara dinding pembatas sekeliling tempat penyimpanan bahan-bakar daerah tempat kerja. Dinding tersebut sebaiknya mempunyai ketinggian yang cukup untuk dapat menampung volume yang sama dengan 1,5 kali dari seluruh jumlah fasilitas tempat penyimpanan

bahan bakar yang ada.

9.2.2 Drainase

Drainase ditempat penyimpanan bahan bakar dan tempat pemeliharaan alat mesin sebaiknya dipelihara

dan untuk pembuangan minyak dan atau sisa pelumas. Dimana saluran air yang melewati atau memotong dinding pembatas, Kontaktor akan menyediakan sarana untuk mencegah aliran itu sehingga bila terjadi bocoran semua tumpahan bahan bakar dan/atau cairan-cairan akan ditahan dinding pembatas diatas.

9.2.3 Kontaminasi Tanah

Tanah yang terkontaminasi oleh bocoran bahan bakar sebaiknya dibuang sejauh mungkin dan ditempatkan pada daerah pembuangan sesuai petunjuk Direksi.

9.3 Perlindungan Lingkungan

9.3.1 Umum

a. Kontrol lingkungan

Kontaktor;

yang ketat

juga

berlaku pada

pekerjaan

b. Dalam pelaksanaan pekerjaan, Kontaktor sebaiknya :

dan kegiatan

yang dilakukan

i. melaksanakan semua pekerjaan dengan mempertimbangkan perlakuan pada lingkungan dengan perilaku yang sensitive;

ii. tidak mengerjakan pekerjaan di luar daerah kerja tanpa persetujuan tertulis lebih dulu dari Direksi;

tidak mengerjakan pekerjaan di luar daerah kerja tanpa persetujuan tertulis lebih dulu dari Direksi; SPESIFIKASI UMUM
tidak mengerjakan pekerjaan di luar daerah kerja tanpa persetujuan tertulis lebih dulu dari Direksi; SPESIFIKASI UMUM

iii.

mengambil segala tindakan yang dianggap perlu untuk memastikan bahwa kualitas air pada sungai tidak tercemar;

iv. mengerjakan pekerjaan untuk meminimalkan pengaruh aliran permukaan dan erosi di daerah

aliran sungai dan memastikan bahwa setiap saat lokasi pekerjaan dijaga agar supaya tetap rapi dan bersih.

c. Tanah hasil galian dan tanah urug pada saat pembuatan pondasi ataupun normalisasi sungai/saluran, tanah hasil kerukan dapat mengenai/menimbuni sebagian pemukiman atau persawahan. Hal ini apabila mengganggu aktivitas penduduk dan mengurangi produksi pertanian, maka Kontraktor harus segera memindahkan tanah tersebut ke lokasi yang ditentukan/disetujui.

d. Kontraktor harus memaparkan rencana quarry site dan menghindarkan damoak lingkungan yang terjadi, baik di lokasi quarry maupun sepanjang jalan masuk menuju lokasi proyek. Dampak lingkungan yang dimaksud adalah rusaknya tebing penggalian, rusaknya jalan, peningkatan kebisingan dan debu.

e. Direksi mungkin, sesuai dengan kebijaksanaannya, memberi petunjuk tambahan pada Kontraktor yang perlu diperhatikan Kontraktor mengenai larangan-larangan yang berhubungan dengan lingkungan.

9.3.2 Perlindungan pada Daerah Perbatasan Hutan

Kontraktor harus memastikan bahwa semua pekerjaan yang dilaksanakan seminimal mungkin

dampaknya pada lingkungan di luar daerah kerja. Hal-hal berikut harus dilaksanakan berkaitan dengan perlindungan daerah hutan didekat lokasi pekerjaan :

a. Tidak boleh ada pohon atau semak-semak yang ada diluar daerah pekerjaan (area yang sudah dibebaskan) yang dipotong, dirobohkan atau ditebang tanpa persetujuan lebih dulu Direksi;

b. Tidak boleh ada pohon atau semak yang ditebang atau dirobohkan sampai ditandai dengan jelas sasarannya dan ditentukan oleh Direksi, Kontraktor akan diberitahu secara tertulis;

c. Tidak boleh ada pohon, diluar daerah kerja dibakar tanpa tanpa tujuan yang pasti.

9.3.3 Pengaturan dan Perlindungan Fauna

Kontraktor harus memastikan bahwa semua pekerjaan dilaksanakan dengan cara yang berdampak seminimal mungkin terhadah fauna lokal dan juga melaksanakan hal-hal berikut berkaitan dengan pengaturan dan perlindungan fauna :

lokal dan juga melaksanakan hal-hal berikut berkaitan dengan pengaturan dan perlindungan fauna : SPESIFIKASI UMUM 27
lokal dan juga melaksanakan hal-hal berikut berkaitan dengan pengaturan dan perlindungan fauna : SPESIFIKASI UMUM 27

a. Dalam hal apapun kehidupan fauna tidak boleh ditangkap, dipindahkan, dimatikan ataupun diganggu oleh Kontraktor, pekerjanya, Sub-kontraktornya atau pekerja sub-kontraktornya;

b. Kontraktor akan memastikan bahwa daerah pekerjaannya tetap bersih dan rapi bebas dari sampah yang bisa menarik perhatian hewan pengganggu.

9.3.4 Perjanjian Pengamanan Lingkungan/Sekitarnya Semua personil pekerja di lapangan bagi Kontraktor atau Sub-kontraktornya harus berpengalaman bertugas dengan waspada untuk pengamanan lingkungan/sekitarnya. Semua biaya yang dikeluarkan oleh Kontraktor yang berkaitan dengan syarat-syarat Pasal 2 akan termasuk pada harga satuan pekerjaan.

10. PEMELIHARAAN SEMUA JALAN

10.1 Pengukuran dan Pembayaran Semua jalan eksisting yang digunakan oleh Kontraktor harus diperbaiki/direhabilitasi dan dipelihara

selama atau sampai selesainya pekerjaan. Pada akhir pekerjaan kontraktor harus memperbaiki semua jalan yang dipakai sebelum meninggalkan pekerjaan minimal sesuai dengan kondisi semula dengan persetujuan dari instansi terkait (Pemerintah Kabupaten, Kecamatan, Desa dll.). Pembayaran termasuk dalam biaya umum.

11. PENGUKURAN DAN PEMBAYARAN

Metode pengukuran harus sesuai dengan metode dan prosedur yang ditentukan dalam pasal khusus dan sebagaimana yang tercantum disini. Berbagai harga satuan dan biaya umum untuk setiap item pekerjaan sudah dimasukkan didalam Daftar

Kuantitas dan Harga, sudah dianggap sudah termasuk kompensasi penuh untuk penyediaan semua material, pekerja, peralatan, sarana konstruksi, alat bantu dan sebagainya untuk menghasilkan pekerjaan yang lengkap dengan teknik pelaksanaan yang terbaik dan yang sesuai dengan semua persyaratan yang dijelaskan dalam Spesifikasi.

pelaksanaan yang terbaik dan yang sesuai dengan semua persyaratan yang dijelaskan dalam Spesifikasi. SPESIFIKASI UMUM 28
pelaksanaan yang terbaik dan yang sesuai dengan semua persyaratan yang dijelaskan dalam Spesifikasi. SPESIFIKASI UMUM 28

11.1 Satuan Pekerjaan Pasal ini mencakup toleransi dalam pengukuran dimensi dari pekerjaan dan metode perhitungan kuantitas pekerjaan yang dibagi dalam 6 (enam) kategori sebagai berikut :

(1) Kategori - 1 (meter panjang, m’) Kelompok pekerjaan ini harus diukur dengan 2 (dua) desimal tiap meternya, dan disetujui oleh Direksi pada setiap tahapan pekerjaan dicantumkan di dalam lembar inspeksi. Jumlah pembayaran akan ditentukan dengan mengalikan jumlah panjang dengan harga satuan pekerjaan dan dibulatkan pada bilangan bulat terdekat. Jenis pekerjaan yang termasuk dalam kategori ini adalah sebagai berikut :

Pipa drainasi (pipa suling-suling);

Pemasangan Peilscale/mistar duga air;

Pemasangan bowplank;

Pemasangan bubungan multoroof;

Pemasangan list langit-langit gypsum.

(2) Kategori - 2 (meter persegi, m2) Kelompok pekerjaan ini harus diukur dengan angka 2 (dua) desimal tiap meter perseginya dan dengan mengalikan dua ukuran yang diukur dengan dua angka desimal dan dibulatkan, hasilnya dibulatkan dan disetujui oleh Direksi pada setiap tahapan pekerjaan dan dicantumkan di dalam lembar inspeksi. Jumlah pembayaran akan ditentukan dengan mangalikan luas terukur dengan harga satuan pekerjaan kemudian dibulatkan kedalam bilangan bulat terdekat. Jenis pekerjaan yang termasuk dalam kategori ini adalah sebagai berikut :

Pembuatan direksi keet;

Pembersihan lapangan;

Gebalan rumput;

Plesteran;

Siaran;

Geotekstil;

Pemasangan pintu panel kayu;

 Gebalan rumput;  Plesteran;  Siaran;  Geotekstil;  Pemasangan pintu panel kayu; SPESIFIKASI UMUM
 Gebalan rumput;  Plesteran;  Siaran;  Geotekstil;  Pemasangan pintu panel kayu; SPESIFIKASI UMUM

Pemasangan rangka langit-langit kayu;

Pemasangan rangka atap;

Pemasangan daun jendela kaca;

Pengecatan kayu, tembok, plafon;

Pemasangan atap genteng metal;

Pemasangan langit-langit kalsiboard;

Bekisting;

Perancah;

Pemasangan bowplank;

Pemasangan dinding bata merah;

Pemasangan Ubin Lantai dan dinding keramik.

(3) Kategori - 3 (kubik meter, m3) Kelompok pekerjaan ini harus diukur dalam 2 (dua) angka desimal dengan mengalikan tiga ukuran dalam dua angka desimal tiap meternya, hasilnya dibulatkan dan disetujui oleh Direksi, pada setiap tahapan pekerjaan dan di cantumkan di dalam lembar inspeksi. Jumlah pembayaran akan ditentukan dengan mengalikan isi terukur dengan harga satuan pekerjaan kemudian dibulatkan kedlam bilangan bulat terdekat. Jenis pekerjaan yang termasuk dalam kategori ini adalah sebagai berikut :

Timbunan untuk tanggul;

Pasangan batu;

Beton;

Galian tanah;

Timbunan;

Pasangan bronjong;

Pemadatan;

Vibrator;

Pemasangan kusen pintu dan jendela;

Pemasangan konstruksi kuda-kuda.

 Vibrator;  Pemasangan kusen pintu dan jendela;  Pemasangan konstruksi kuda-kuda. SPESIFIKASI UMUM 30
 Vibrator;  Pemasangan kusen pintu dan jendela;  Pemasangan konstruksi kuda-kuda. SPESIFIKASI UMUM 30

(4) Kategori - 4 (masa) Kelompok pekerjaan ini harus diukur dengan 2 (dua) angka desimal dan dikalikan dengan jumlah pekerjaan tiap satuan panjang atau cakupan dan disetujui oleh Direksi pada setiap tahapan pekerjaan dan dicantumkan di dalam lembar inspeksi. 1 ton diartikan sama dengan masa 1.000 kg. Jumlah pembayaran akan ditentukan dengan mangalikan jumlah terukur dengan harga satuan pekerjaan dan dibulatkan kedalam bilangan bulat terdekat. Jenis pekerjaan yang termasuk dalam kelompok ini adalah sebagai berikut :

Pembesian;

(5) Kategori - 5 (“Lump Sum”, LS) Kelompok pekerjaan ini harus diukur dan dibayar sebagai satu kesatuan pekerjaan yang termasuk dalam kelompok ini adalah :

Admnistrasi Teknik (Penggandaan Buku Kontak/laporan);

Pengukuran dan Penggambaran, MC 0 s/d MC 100 (Uitzet trase saluran, pasang profil melintang galian / timbunan, penggambaran CAD Cetak A1 dan A3, Penggandaan Asbuild drawing);

Mobilisasi dan demobilisasi peralatan dan SDM;

Coverdam dan pengeringan;

Jembatan sementara /jalan masuknya.

12. KETENTUAN KHUSUS 1. Kontraktor harus membuat “Mass Diagram” untuk merencanakan angkutan bahan tanggulsetelah sumber materialnya (borrow area / bantaran sebagai borrow area) distripping, sebelumpelaksanaan. Sumber utama material untuk tanggul adalah tanah bantaran. Penggalian maksimumsampai 6 m dari kaki tanggul dalam.

material untuk tanggul adalah tanah bantaran. Penggalian maksimumsampai 6 m dari kaki tanggul dalam. SPESIFIKASI UMUM
material untuk tanggul adalah tanah bantaran. Penggalian maksimumsampai 6 m dari kaki tanggul dalam. SPESIFIKASI UMUM

Jarak Angkut

Jarak Angkut Luas m2 Timbunan Galian Sta 2. Urutan kegiatan di suatu tampang sungai yang ada

Luas m2

Timbunan Galian Sta
Timbunan
Galian
Sta

2. Urutan kegiatan di suatu tampang sungai yang ada revetmen, dimulai dari galian tanah sungai (diseberangnya).

di suatu tampang sungai yang ada revetmen, dimulai dari galian tanah sungai (diseberangnya). SPESIFIKASI UMUM 32
di suatu tampang sungai yang ada revetmen, dimulai dari galian tanah sungai (diseberangnya). SPESIFIKASI UMUM 32