Anda di halaman 1dari 3

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

A. Definisi
Cefalopelvic Disproporsi adalah suatu keadaan ketidakseimbangan ukuran
janin atau kepala bayi (cephalus) terhadap penggul (pelvis) ibu, yang di diagnosis
ketika kepala janin tidak masuk ke dalam rongga panggul ibu pada usia kehamilan
sesudah 36 minggu.2,4,5
Ini adalah suatu keadaan yang sering menimbulkan komplikasi saat
persalinan, seperti persalinan yang memanjang, fetal distress dan kala II lama. CPD
sangat sering ditemukan dan merupakan indikasi mutlak dilakukannya operasi sectio
cesarian. Tapi keadaan ini sangat sulit untuk didiagnosis sebelum seorang wanita
terjadi nyeri dalam persalinan.4
Pada panggul dengan ukuran normal, apapun jenis panggul berdasarkan
morfologinya, persalinan pervaginam janin dengan berat badan normal tidak akan
mengalami kesukaran. Cefalopelvik disproporsional merupakan suatu keadaan
ketidakseimbangan ukuran janin terhadap panggul ibu sehingga persalinan
pervaginam sulit dilakukan. 2
B. Etiologi
Banyak penyebab yang dapat menjadi faktor pendukung terjadinya keadaan
cefalopelvic disproporsional, seperti ; 4

1. Pertambahan berat badan janin


Ada beberapa keadaan yang dapat menyebabkan pertambahan berat badan ini,
seperti :
a. Bayi yang sangat besar dapat disebabkan oleh karena faktor keturunan,
yaitu bayi yang memiliki perkiraan berat badan diatas 5 kg.
b. Bayi postmatur; ketika kehamilan lebih dari 42 minggu.
c. Bayi dengan ibu yang menderita diabetes mellitus.
d. Ibu dengan riwayat mempunyai bayi besar.
2. Posisi janin
Ada beberapa keadaan yang dapat menyebabkan keadaan ini, seperti :
a. Occipito-posterior position. Ini adalah posisi muka bayi menghadap
bagian belakan perut ibu.
b. Posisi kening.
c. Presentasi muka.
3. Permasalahan dengan pelvis
Ada beberapa keadaan yang dapat menyebabkan keadaan ini, seperti :
a. Pelvis yang kecil
b. Bentuk pelvis yang abnormal seperti pada keadaan penyakit ricetsia,
osteomalasia atau tuberkulosis tulang
c. Bentuk yang abnormal karena mengalami suatu trauma.

d. Poliomielitis pada masa anak-anak yang menyebabkan perubahan


bentuk pinggul.
e. Dislokasi kongenital dari pada panggul.
f. Kelainan bentuk bawaan pada bentuk sakrum atau tulang coccigeus.
4. Permasalahan dengan traktus genitalia
Ada beberapa keadaan yang dapat menyebabkan keadaan ini, seperti :
a. Tumor jaringan ikat yang menyebabkan penyumbatan jalan lahir.
b. Kekakuan kongenital dari pada servic.
c. Jaringan parut pada servics setelah operasi sebelumnya seperti
konisasi.
d. Kelainan septum vagina kongenital.