Anda di halaman 1dari 14

Ltm Biologi Molekuler

Fungsi dan aplikasi protein


Hizba Ilmi Nafan 1506800312
Abstrak
Protein ialah kelompok senyawa organik yang bernitrogen dan terdiri atas banyak asam amino,
dan merupakan bahan utama pembentukan sel dan inti sel.Protein disebut juga zat putih telur/
protein terditri dari protein hewani yang berasal dari hewan dan protein nabati yang berasal dari
tumbuhan. molekul protein mengandung karbon, hidrogen, oksigen, nitrogen dan kadang kala
sulfur serta fosfor. Protein berperan penting dalam struktur dan fungsi semua sel makhluk hidup
dan virus.Asam amino adalah molekul yang mengandung gugus amino (NH2) dan gugus
karboksil (COOH). Asam amino disebut juga asam -amino yang merupakan monomer dari
protein (polipeptida). Pengaplikasian protein di berbagai bidang seperti bidang medis, kosmetik
atau kecantikan, industri, agrikultur, hingga bidang kemiliteran
Kata kunci : protein, aplikasi, militer, medis, kosmetik, industri, enzim

Fungsi Protein Reseptor


Reseptor adalah molekul protein yang menerima sinyal kimia dari luar sel yang mengarahkan
kegiatan sel seperti membelah atau mengizinkan molekul tertentu untuk masuk atau keluar sel.
-

Protein G
Dari bentuknya, reseptor tergandeng protein G merupakan suatu rantai polipeptida
tunggal yang melewati membran sebanyak tujuh kali. Reseptor ini terutama
mengaktivasi rangkaian peristiwa yang mengubah konsentrasi satu atau lebih suatu
molekul signaling intraseluler atau yang disebut second messenger untuk menimbulkan
respons seluler. Beberapa second messenger yang terlibat dalam transduksi signal
melalui reseptor ini adalah siklik AMP (cAMP), protein kinase A (PKA), Diasil gliserol
(DAG), Inositol trifosfat (IP3), protein kinase C (PKC), dan kalsium (Ca ++).
Protein G sendiri adalah suatu protein yang terdiri dari 3 rantai polipeptida yang
berbeda, yang disebut subunit , dan . Rantai dan membentuk kompleks yang
kuat, yang membuat protein G tadi tertambat pada permukaan sitoplasmik membran
plasma.
Jalur transduksi signal pada GPCR ada dua, yaitu jalur adenilat siklase dan jalur
fosfolipase. Suatu aktivasi GPCR akan melalui jalur adenilat siklase atau fosfolipase,
tergantung pada macam protein G yang terlibat. Berdasarkan aksinya, protein G ada
tiga jenis, yaitu: Gs (stimulatory G protein), yang bekerja mengaktifkan enzim adenilat
siklase, Gi (inhibitory G protein), yang bekerja menghambat enzim adenilat siklase, dan
Gq, yang bekerja mengaktifkan fosfolipase pada jalur fosfolipase.

Tirosin-Kinase
Reseptor terhubung enzim merupakan protein transmembran dengan bagian besar
ekstraseluler mengandung binding site untuk ligan (contoh : faktor pertumbuhan, sitokin)
dan bagian intraseluler mempunyai aktivitas enzim (biasanya aktivitas tirosin kinase).
Aktivasi menginisiasi jalur intraseluler yang melibatkan tranduser sitosolik dan nuklear,
bahkan transkripsi gen. Reseptor sitokin mengaktifkan Jak kinase, yang pada gilirannya
mengaktifkan faktor transkripsi Stat, yang kemudian mengaktifkan transkripsi gen.

Mekanisme kerja reseptror faktor pertumbuhan

Reseptor faktor pertumbuhan terdiri dari 2 reseptor, masing-masing dengan satu sisi
pengikatan untuk ligan. Agonis berikatan pada 2 reseptor menghasilkan kopling
(dimerisasi). Tirosin kinase dalam masing-masing reseptor saling memposforilasi satu
sama lain. Protein penerima (adapter) yang mengandung gugus SH berikatan pada
residu terposforilasi dan mengaktifkan tiga jalur kinase. Kinase 3 memposforilasi
berbagai faktor transkripsi, kemudian mengaktifkan transkripsi gen untuk proliferasi dan
diferensiasi.
-

Saluran ion
Reseptor ini berada di membran sel, disebut juga reseptor ionotropik. Respon terjadi
dalam hitungan milidetik. Kanal merupakan bagian dari reseptor. Fungsi reseptor
saluran ion mempengaruhi aktivitas intrasel melalui pengaturan perpindahan molekulmolekul kecil seperti ion kalium dan natrium melintasi membran sel. Reseptor ionotropik
juga dikenal sebagai saluran ion ligan-gated yang merupakan tempat pengikatan
neurotransmiter. Ikatan antara molekul transmisi dengan reseptor spesifiknya akan
menyebabkan membukanya saluran yang memungkinkan masuknya ion yang akan
menyebabkan terjadinya perubahan gradien kimia dan listrik. Reseptor metabotropik
adalah jenis reseptor yang memicu kaskade biokimia intraseluler yang diawali dengan
disosiasi GTP-binding protein (protein G). Reseptor Ionotropik umumnya terdapat di
neuron postsinaptik. Reseptor ionotropik berperan untuk mediasi proses depolarisasi
atau hiperpolarisasi sinyal sinaptik yang aktif dalam hitungan milidetik. Sinyal
depolarisasi dimediasi oleh reseptor glutamat yang ditandai dengan masuknya ion Na+
dan disertai dengan masuknya sejumlah Ca2+.

Fungsi Protein Struktural


Peranan protein struktural adalah sebagai pembentuk struktur sel jaringan dan memberi
kekuatan pada jaringan.
-

Kolagen
Secara sederhana, kolagen dapat dianalogikan sebagai lem yang menyatukan jariganjaringan pada tubuh. Kolagen adalah stabilisator struktur yang menguatkan dan dapat
menahan regangan. Sejumlah 30% dari total protein dalam tubuh manusia merupakan
kolagen.
Rantai kolagen tersusun dari pengulangan Gly-Pro-X, dimana X dapat berupa asam
amino apapun. Sebagian besar asam amino yang terdapat dalam kolagen berupa glisin,

prolin, dan hidroksiprolin. Rantai-rantai tunggal ini berikatan hidrogen sehingga


membentuk suatu struktur triple helix yang menyerupai batang dan disebut dengan
tropokolagen. Ikatan hidrogen diantara ketiga rantai molekul ini menyebabkan kolagen
mempunyai kapasitas menahan air.
Batang tropokolagen ini dikemas secara berdampingan membentuk fibril. Keberadaan
asam amino hidroksilisin yang tidak umum di ujung segmen rantai kolagen sangat
penting terhadap pembentukan fibril kollagen. Aldol kovalen saling silang yang terbentuk
antara dua residu lisin atau hidroksilisin di terminal C sebuah molekul kolagen dengan
residu serupa pada terminal N molekul yang berdampingan menstabilkan pengemasan
kolagen dan menghasilkan fibril yang kuat.
Dalam tendon, kolagen membentuk serat yang seperti tali sehingga mempunyai daya
regangan tinggi, sementara di kulit kolagen membentuk serat tenunan yang longgar
sehingga dapat meluas ke segala arah. Berbagai tipe kolagen dibedakan oleh komposisi
ketiga rantai polypeptidanya.
-

Keratin
-Keratin adalah protein serat utama yang dibuat oleh sel epidermis. -Keratin
memberikan perlindungan eksternal bagi vertebrata. Protein ini menyusun hampir
seluruh berat kering dari rambut, wol, sayap, kuku, cakar, duri, sisik, tanduk, kuku kuda,
kulit penyu

Sklerotin
Sklerotin adalah komponen kutikula dari berbagai Arthropoda, yang paling sering
ditemui serangga. Sklerotin dibentuk dengan proses saling menyilangnya molekulmolekul protein, sebuah proses biokimia yang disebut sklerotisasi. Material yang
terbentuk menjadikan eksoskeleton serangga yang keras dan mengandung kitin
menjadi kaku. Protein ini banyak terdapat dalam bagian integumen serangga dan
Arachnid, contohnya bagian mulut yang menggigit serta sklerit pada kalajengking dan
kumbang. Seiring pendewasaan, sklerotin yang baru terbentuk menjadi keras seperti
tanduk dengan variasi warna kuning-coklat.

Elastin
Elastin adalah protein dengan sifat elastis seperti penghapus, dimana seratnya dapat
memanjang beberapa kali dari panjang normalnya. Adanya serat elastin memungkinkan
jaringan dapat meregang tanpa sobek. Contohnya adalah pada pita suara, pembuluh
darah besar dan beberapa ligamen pada tulang punggung. Sepertiga gugusnya adalah
glisin. Kandungan lainnya adalah alanin, prolin dan valin. Rantai elastin tidak
membentuk helix tripel. Struktur keseluruhan elastin mirip struktur amorf karet yg mudah
berubah bentuk.

Fungsi Protein Pertahanan


Antibodi berikatan dengan protein yang lainnya (antigen) yang ditemukan di dalam tubuh.
Molekul protein pada permukaan bakteri atau virus berperan sebagai antigen. Antibodi
merupakan bagian yang berperan di dalam pertahanan tubuh. Setiap antibodi memiliki dua
tempat yang dapat bereaksi dengan antigen. Fungsi antibodi, yaitu berikatan dengan molekul
antigen membentuk rangkaian seperti jaring. Antibodi dapat menghambat partikel-partikel virus.
Untuk menginfeksi saluran sel, virus pertama-tama harus bisa mengenali sel inangnya. Protein
dari virus mencocokkan bentuknya dengan molekul pada membran sel dari sel inang. Antibodi

dapat menutupi protein dari virus agar virus tersebut tidak bisa menginfeksi sel. Protein yang
disebut interferon juga bekerja melawan virus. Interferon diproduksi oleh sel yang telah
terinfeksi oleh virus. Interferon membuat sel-sel yang tidak terinfeksi menjadi resisten terhadap
serangan virus. Antibodi tersusun atas dua tipe rantai polipeptida yaitu rantai ringan (light chain)
dan rantai berat (heavy chain). Struktur gabungan kedua rantai tersebut membentuk huruf Y. Di
tengah-tengah ikatan rantai tersebut terdapat daerah Hinge (Hinge Region) yang
memungkinkan rantai-rantai polipeptida untuk bergerak. Setiap lengan dari antibodi memiliki
daerah pengikat antigen (antigen-binding site). Antibodi dapat dibedakan berdasarkan susunan
proteinnya menjadi lima kelas utama, Ig G, Ig A, Ig M, Ig E dan Ig D. Setiap antibodi berinteraksi
dengan molekul dan sel yang berbeda-beda dan memiliki karakteristik yang berbeda pula.
Masing-masing antibodi memiliki daerah variabel (variable region) yang dapat mengenali
antigen khusus dan daerah konstan (constant region) yang mengontrol bagaimana molekulnya
berinteraksi dengan bagian lain dari sistem kekebalan tubuh.

Interaksi antibodi-antigen

Fungsi Protein Enzimatik


Semua enzim yang telah diamati sampai saat ini adalah protein dan aktivitas katalitiknya
bergantung pada integritas strukturnya sebagai protein. Kerja protein enzimatik terbagi-bagi lagi
secara spesifik.
Oksidoreduktase adalah enzim yang cara kerjanya berdasarkan reaksi oksidasi dan reduksi
Oksidasi (reaksi yang menghasilkan elektron) H H+ + e
Reduksi: reaksi yang memerlukan elektron
Cl + e Cl-

Transferase adalah enzim yang mengkalisis reaksi pemindahan/ pertukaran dua gugus dalam
dua zat. Contoh:
R-OH + R-NH2 R-NH2 + R-OH
Hydrolase adalah enzim yang mempercepat proses pemecahan suatu zat dengan cara
direaksikan dengan air (hidrolisis). Contoh:
AB + H2O A-OH + HB
Lyase adalah enzim yang memecah dua zat menjadi dua komponen
AB A + B
Isomerase adalah enzim yang mengkatalisis perubah suatu zat dari isomer ke isomer lainnya
Isomer adalah suatu zat yang meimiliki RM sama tetapi RB berbeda. Contoh Isomerase:
Arabinose ribose
Lygase adalah enzim yang mengkatalisis pemutusan formasi ikatan gugus suatu zat. Contoh:
C=O, C-OH, C-O-C, C-COOH, C-S, C-N atau C-C
Enzim oksidase adalah enzim yang mengkatalisis pengeluaran hidrogen (H2) dari substrat
dengan menggunakan oksigen (O2) sebagai akseptor hidrogen
AH2 + O2 A + H2O
Enzim tersebut membentuk air ( H2O ) atau hidrogen peroksida (H2O2 ) sebagai produk reaksi
Enzim Dehidrogenase adalah enzim yang mengeluarkan hidrogen dari suatu substrat dengan
menggunakan carier sebagai akseptor hirogen, tidak dapat menggunakan oksigen sebagai
akseptor hidrogen
AH2 + B A + BH2
Enzim Hidroperoksidase : enzim yang mengeluarkan unsur oksigen dari substrat hidrogen
peroksida (H2O2)
Contoh : Peroksidase, katalase
Enzim Oksigenase adalah enzim yang mengkatalisis reaksi suatu substrat dengan oksigen (O 2)
A + O2 AO2

Fungsi Protein Hormon


-

Insulin
Insulin mempunyai fungsi penting pada berbagai proses metabolisme dalam tubuh
terutama metabolisme karbohidrat. Hormon ini sangat krusial perannya dalam proses
utilisasi glukosa oleh hampir seluruh jaringan tubuh, terutama pada otot, lemak, dan
hepar.

Pada jaringan perifer seperti jaringan otot dan lemak, insulin berikatan dengan sejenis
reseptor (insulin receptor substrate = IRS) yang terdapat pada membran sel tersebut.
Ikatan antara insulin dan reseptor akan menghasilkan semacam sinyal yang berguna
bagi proses regulasi atau metabolisme glukosa di dalam sel otot dan lemak, meskipun
mekanisme kerja yang sesungguhnya belum begitu jelas. Setelah berikatan, transduksi
sinyal berperan dalam meningkatkan kuantitas GLUT-4 (glucose transporter-4) dan
selanjutnya juga pada mendorong penempatannya pada membran sel. Proses sintesis
dan translokasi GLUT-4 inilah yang bekerja memasukkan glukosa dari ekstra ke intrasel
untuk selanjutnya mengalami metabolisme
-

Growth hormone
Merupakan hormon esensial bagi pertumbuhan post natal dan untuk metabolism normal
karbohidrat, lipid, dan mineral. Kekurangan hormone ini dapat menyebabkan gangguan
pertumbuhan pada bayi.

Paratiroid hormone
PTH memulihkan konsentrasi kalsium ECF dengan bekerja langsung pada tulang dan
ginjal dan secara tidak langsung pada mukosa intestinal. Fungsinya meningkatkan laju
disolusi tulang yang menggerakkan Ca 2+ ke dalam cairan ekstrasel, mengurangi
bersihan/eksresi Ca lewat ginjal, meningkatkan efisiensi absorpsi Ca dalam intestinum.

Fungsi Protein Transpor


Protein pengangkut mempunyai kemampuan mengikat molekul tertentu dan melakukan
pengangkutan berbagai macam zat melalui aliran darah.
-

Hemoglobin
Dalam pembuluh kapiler, oksigen dilepaskan untuk digunakan oleh sel tubuh. Sejumlah
97% oksigen yang diangkut oleh darah diangkut melalui hemoglobin. Sedangkan 3%
lainnya terlarut dalam plasma darah. Dalam paru-paru, dimana level oksigen tinggi,
hemoglobin berikatan bebas dengan oksigen. Hemoglobin lalu melepas oksigen ke
pembuluh kapiler, dimana level oksigen rendah. Dalam setiap molekul hemoglobin
terdapat empat atom besi yang disebut heme. Setiap atom berikatan dengan satu
molekul oksigen. Sejumlah 30% dari sel darah merah berupa hemoglobin.

Hemosianin
Protein pernafasan ini banyak dijumpai dalam limfa binatang dalam fila Moluska dan
Artropoda (sotong, gurita, udang galah, ketam). Strukturnya sangat besar tetapi terdiri
dari subunit-subunit. Setiap subunit mengandung satu pasang atom Cu dimana masingmasing pasang dapat mengikat satu molekul O2

Fungsi Protein Penyimpanan


Protein ini merupakan cadangan makanan yang dibutuhkan untuk pertumbuhan dan
perkembangan
-

Ferritin
Ferritin merupakan protein yang penting dalam metabolisme zat besi. Dalam keadaan
normal, ferritin menyimpan zat besi yang dapat dipergunakan jika diperlukan sewaktuwaktu. Ferritin tersusun oleh 24 subunit yang terdiri dari 18.5 kDa, yang mengelilingi
3000-4500 atom ferric. Normalnya, hanya sedikit ferritin yang terdapat di plasma.
Jumlah ferritin di plasma dapat diukur dan merupakan indeks cadangan zat besi dalam
tubuh. Sintesis reseptor transferin (TfR) dan feritin secara resiprokal berkaitan dengan
kandungan zat besi selular. Ketika kadar zat besi tinggi, sel menggunakan mRNA ferritin
untuk mensintesis ferritin, dan mRNA TfR dihancurkan. Sebaliknya, jika kadar zat besi
rendah, mRNA TfR menjadi stabil dan terjadi peningkatan sintesis reseptor, dan mRNA
tampaknya disimpan dalam bentuk inaktif

Albumin
Albumin merupakan protein terbanyak dalam plasma yang berperan dalam proses
penyembuhan penyakit dan atau recovery/ pemulihan setelah tindakan pembedahan
(operasi). Serum albumin manusia adalah satu molekul unik yang merupakan protein
utama dalam plasma manusia (3.4 4,7 g/dl) dan membentuk kira-kira 60% dari protein
plasma total. Kira-kira 40% albumin dapat dijumpai didalam plasma dan 60% yang lain
dijumpai di ruang ekstraseluler. Hati menghasilkan kira-kira 12 g albumin per hari yang
merupakan kirakira 25% dari total sintesa protein hati. Albumin mempertahankan
tekanan osmotik koloid dalam pembuluh darah dan mempunyai sejumlah fungsi penting
lain. Albumin melarutkan dan menghantarkan banyak molekul-molekul kecil dalam darah
(contohnya bilirubin, kalsium, progesteron dan obat-obatan), merupakan tempat
penyimpanan protein, dan merupakan partikel utama yang menentukan tekanan onkotik
plasma, supaya cairan tidak dapat secara bebas melintas antara ruang intradan
extravascular Albumin merupakan protein utama pada manusia, meliputi 2/3 protein total
dengan berat molekul 65.000 dalton. Rendahnya kadar albumin dalam serum darah
disebabkan karena gangguan sintesa (malnutrisi, disfungsi hepar) atau kehilangan
(asites, protein hilang karena nefropati atau enteropati) sehingga menyebabkan
gangguan yang serius pada tekanan onkotik intravaskuler, kehilangan albumin dapat
bermanifestasi edema

Kasein
Kasein merupakan protein utama susu, suatu makromolekul yang tersusun atas
subunit asam amino yang dihubungkan dengan ikatan peptida. Kasein berfungsi
sebagai substrat bagi enzim protease. Kasein merupakan komponen protein yang
terbesar dalam susu dan sisanya berupa albumin. Kadar kasein pada protein susu
mencapai 80 persen. Kasein terdiri atas beberapa fraksi seperti alphacasein, bethacasein, dan kappa-casein

Aplikasi Protein dalam bidang pangan (makanan)


Untuk bidang industri, protein yang digunakan salah satunya ialah enzim. Enzim merupakan
senyawa berstruktur protein yang dapat berfungsi sebagai katalisator dan dikenal sebagai
biokatalisator.
-

Rennet
Rennet adalah enzim yang digunakan dalam proses pembuatan keju (cheese) yang
terbuat dari bahan dasar susu. Susu adalah cairan yeng tersusun atas protein yang
terutama kasein yang dapat mempertahankan bentuk cairnya. Rennet merupakan
kelompok enzim protease yang ditambahkan pada susu pada saat proses pembuatan
keju. Rennet berperan untuk menghidrolisis kasein terutama kappa kasein yang
berfungsi mempertahankan susu dari pembekuan. Enzim yang paling umum yang
diisolasi dari rennet adalah chymosin.
Chymosin dapat diisolasi dari beberapa jenis binatang, mikroba atau sayuran. Chymosin
yang berasal dari mikroorganisme lokal atau asli yang belum mendapat rekayasa
genetik dalam aplikasi pembuatan keju atau cheddar kadang-kadang menjadi kurang
efektif.

Protease
Protease adalah enzim yang berfungsi untuk menghidrolisis ikatan peptida dari
senyawa-senyawa protein dan diurai menjadi senyawa lain yang lebih sederhana (asam
amino). Protease yang dipakai secara komersial seperti serine, protease, dan
metalloprotease biasanya berasal dari Bacillus subtilis yang mempunyai kemampuan
produksi dan sekresi enzim yang tinggi.
Enzim protease berfungsi melembekkan, melembutkan atau menurunkan gluten yang
membentuk protein. Contoh protease yang dapat dimanfaatkan adalah bromelin dan
papain sebagai bahan pengempuk daging. Enzim protease dapat digunakan sebagai
pelembut daging bagi daging yang liat supaya mudah dikunyah, dan membantu
menanggalkan kulit ikan dalam industri pengetinan ikan. Minuman

Papain
Manfaat utama papain adalah pelunak daging. Daging dari hewan tua dan bertekstur
bisa menjadi lunak. Pada pH, suhu, dan kemurnian papain tertentu daya pemecahan
protein yang dimiliki papain dapat diintensifkan lebih jauh menjadi kegiatan hidrolisis
protein.
Manfaat lainnya adalah bahan perenyah pada pembuatan kue kering seperti crackers,
bahan penggumpal susu pada pembuatan keju, bahan pelarut glatin, dan bahan pencuci
lensa. Buah pepaya juga menghasilkan pektin. Industri makanan dan minuman telah
menggunakan pektin sebagai bahan pemberi tekstur pada roti dan keju, bahan
pengental dan stabilizer pada minuman sari buah, bahan pokok pembuatan jelly, jam,
dan marmalade.

Amilase
Amilase merupakan enzim yang berfungsi untuk menghidrolis amilum (pati) menjadi
gula-gula sederhana seperti dekstrin dan glukosa. Enzim amilase digunakan untuk
menghidrolisis pati menjadi suatu produk yang larut dalam air serta mempunyai berat
molekul rendah yaitu glukosa. Enzim amilase dapat digunakan dalam proses pembuatan
biskuit, minuman beralkohol, dan pembuatan sirup glukosa. Namun, pada umumnya
amilase banyak digunakan pada industri minuman misalnya pembuatan High Fructose
Syrup (HFS). Enzim amilase dapat diproduksi oleh berbagai jenis mikroorganisme

terutama dari keluarga Bacillus, Psedomonas dan Clostridium. Bakteri potensial yang
akhir-akhir ini banyak digunakan untuk memproduksi enzim amilase pada skala industri
antara lain Bacillus licheniformis dan B.stearothermophillus. Bahkan penggunaan
B.stearothermophillus lebih disukai karena mampu menghasilkan enzim yang bersifat
termostabil sehingga dapat menekan biaya produksi.
Enzim amilase juga dapat digunakan untuk menghilangkan kanji dalam buah-buahan
dan cocoa saat proses pengejusan buah-buahan dan coklat, dan sebagai bahan
tambahan dalam proses pencairan kanji sebelum penambahan malt dalam industri
alkohol.
Pada industri pembuat pemanis misalnya, enzim amilase dan glucose isomerase
hipertermofilik akan sangat membantu proses pemecahan pati (starch) menjadi oligomer
lalu menjadi fruktusa atau glukosa dalam bentuk sirup. Proses ini semua dilakukan pada
suhu sangat tinggi dan ada pula proses pengadukan, sehingga menuntut enzim yang
mendegradasi pati atau mengubah gula oligomer menjadi glukosa atau fruktosa harus
sangat stabil dan aktif di suhu panas.
Dalam keperluan proses kontrol produksi makanan jadi atau olahan misalnya, kadar
pelezat asam dalam bentuk monosodium glutamate (MSG) sangat penting. Karena
kadar MSG yang berlebihan dapat menyebabkan gejala sakit kepala yang dikenal
dengan Chinese food syndrome
Aplikasi Protein dalam bidang medis
-

Insulin
Insulin merupakan hormon polipetida yang diproduksi oleh sel pada pulau Langerhans
di kelenjar pankreas. Insulin merupakan hormon yang berperan dalam regulasi kadar
glukosa darah yang secara umum menjaga kadarnya berada pada batasan (3,5-8,0
mmol l -1) . Secara umum, insulin mengontrol metabolisme dengan menginduksi
defosforilasi pada beberapa enzim pengatur jalur utama katabolik dan anabolik. Efek
yang ditimbulkan insulin diantagonis oleh hormon lainnya yaitu glukagon dan adrenalin.
Jadi ketika konsentrasi glukosa darah menurun (misalnya selama puasa), kadar insulin
menurun dan efek glukagon menjadi lebih dominan.
Pada tahun 1973, Herbert Boyer dari University of California di San Fransisco dan
Stanley Cohen dari Stanford University berhasil mengembangkan teknologi DNA
rekombinan yang menandai revolusi bioteknologi. Dengan teknik ini, protein yang
diinginkan dapat diproduksi dalam kuantitas besar., Pada tahun 1978, insulin untuk
pertama kalinya diproduksi secara bioteknologi. Tim peneliti dari City of Hope Medical
Center dan anak perusahaan bioteknologi Genentech di San Francisco berhasil
mensintesis insulin manusia di laboratorium menggunakan proses yang dapat
menghasilkan insulin dalam jumlah banyak. Tim peneliti ini memasukkan gen insulin
manusia ke dalam DNA bakteri, dan menggunakan bakteri sebagai miniatur pabrik yang
membuat rantai peptida A dan B secara terpisah. Langkah selanjutnya yaitu proses
kimia untuk menggabungkan kedua rantai tersebut. Hasilnya adalah insulin manusia
tanpa permasalahan dan efek samping yang terkadang ditimbulkan oleh insulin hewan.
Insulin manusia mengandung dua rantai protein dengan total 51 asam amino. Rantai
yang dihubungkan oleh dua ikatan disulfida. Ada site-site pada insulin yang rentan
terhadap degradasi oleh suatu enzim seperti carboxypeptidase A, leucin
aminopeptidase, trypsin, dan Glu C. Glu C adalah suatu enzim mikrobial yang diproduksi
oleh bakteri Staphylococcus. Glu C memotong insulin pada 4 tempat. Site tempat
pengenalan enzim tripsin yaitu pada asam amino glisin dan arginin.

Insulin diklasifikasikan sebagai hormon dan diperlukan untuk pemanfaatan yang tepat
dari glukosa. Penderita diabetes harus mengambil suntikan insulin untuk menjaga
kesehatan. Karena pasokan yang tersedia dari insulin manusia sangat rendah, insulin
dari sapi, babi, dan domba harus digunakan.Namun, tidak satupun dari tiga jenis hewan
ini cukup seefektif insulin manusia.
-

Suplemen
Protein pun dapat dimanfaatkan sebagai suplemen. Apalagi di kalangan laki-laki yang
ingin mendapatkan tubuh yang atletis. Hal tersebutlah yang menyebabkan Suplemen
protein tinggi cukup populer saat ini. Bentuk dari suplemen protein pun, dari mulai susu
dengan tambahan protein, snack, hingga minuman kocok (shake). Namun menurut para
ahli, itu bukan cara terbaik untuk mencukupi kebutuhan protein Anda.
Menurut Mintel, perusahaan penelitian pasar, pada tahun 2012, hampir 19 persen
produk baru baik makanan dan minuman yang diluncurkan di Amerika Serikat dilabeli
sebagai produk berprotein tinggi. Angka ini lebih tinggi dari pada yang terjadi di negaranegara lain, termasuk India (9 persen) dan Inggris (7 persen).
Protein merupakan nutrien yang esensial, ditemukan di setiap sel di tubuh. Protein
dibutuhkan untuk pertumbuhan dan perawatan sel-sel tubuh, bahkan juga berperan
sebagai sumber energi. Secara umum, sekitar 10 hingga 35 persen dari kalori harian
Anda harusnya berasal dari protein.
Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC), wanita dewasa perlu
makan sekitar 46 gram protein setiap hari, dan pria dewasa adalah sekitar 56 gram.
Dengan pola makan modern seperti sekarang sebenarnya banyak orang sudah
kelebihan protein. Dalam kurun waktu 2009 hingga 2010, sebuah survei makanan di AS
menemukan bahwa rata-rata wanita mengonsumsi sekitar 70 gram protein perhari, dan
laki-laki sekitar 100 gram.
Snack atau shake mungkin adalah cara yang mudah mendapatkan sejumlah protein,
namun para ahli lebih menyarankan untuk mendapatkan protein dari makanan. Snack
protein tinggi ataupun shake seringkali mengandung kalori dan gula yang tinggi pula.
Selain itu, mereka juga tidak meninggalkan rasa kenyang, tidak seperti ketika memakan
makanan.
Sumber protein alami yang baik antara lain daging merah, ikan, kacang-kacangan, telur,
susu dan tofu.
Namun, apabila sumber protein yang tidak mudah basi saat dipakai untuk mendaki atau
berwisata, dapat menggunakan kacang atau buah-buahan kering

Aplikasi Protein dalam bidang kosmetik


-

Kolagen untuk regenerasi sel


Saat kita beranjak dewasa, berarti bertambah pula usia kita, dan semakin lengkap
pulalah kesempurnaan Anda sebagai manusia. Anda menjelma menjadi pribadi yang
kian matang. Namun, pada saat yang bersamaan, Anda merasakan perubahan kondisi
fisik yang menurun, seperti mudah lelah, mengantuk, mengalami kenaikan berat badan,
dan rentan akan penyakit. Selain itu, kulit wajah yang semula kencang dan terjaga
kelembapannya, mulai mengering dan tampak garis-garis halus. Hal itu dikarenakan
manusia kehilangan 1% dari kolagen pada kulit setiap tahunnya.
Kolagen adalah salah satu protein yang menyusun tubuh manusia. Keberadaannya
adalah kurang lebih mencapai 30% dari seluruh protein yang terdapat di tubuh. Dia
adalah struktur organik pembangun tulang, gigi, sendi, otot, dan kulit. Serat kolagen
memiliki daya tahan yang kuat terhadap tekanan. Kata kolagen sendiri berasal dari

bahasa Yunani yang artinya (bersifat lekat atau menghasilkan pelekat).Kolagen


merupakan unsur yang sangat penting pada kulit. Kolagen bisa membuat kulit menjadi
kencang, lembut dan awet muda. Semakin bertambah usia kita, semakin berkurang
kolagen, dan tubuh sudah tidak mampu lagi memproduksi kolagen yang dibutuhkan.
Oleh karena itu, kolagen dijadikan salah satu bahan baku pembuaan kosmetik karena
fungsinya seperti diatas. namun, kolagen tergolong haram. Kolagen merupakan salah
satu bentuk protein jaringan ikat yang dapat diperoleh dari babi maupun sapi namun
kebanyakan produsen kosmetik lebih menyukai menggunakan babi karena babi memiliki
jaringan sel yang mirip manusia sehingga efikasi yang diberikan lebih baik. Kolagen
memberikan efek melembabkan kulit, menjaga kelenturan serta mencegah keriput pada
kulit. Selain Kolagen juga ada plasenta yang dijadikan bahan dari kosmetik karena kaya
akan nutrisi yang bermanfaat mampu menghilangkan kerutan.

Aplikasi Protein dalam bidang militer


-

Racun dan bakteri


Satu dari jenis senjata biologis yang mematikan, racun botulinum dari bakteri
Clostridium botulinium, adalah protein.
Beberapa sendok teh akan cukup untuk membunuh semua orang di Inggris. Beberapa
kilo akan membunuh setiap manusia di muka bumi. Hal ini sangat berbahaya apabila
diproduksi di instalasi militer dan berharga sekitar 100 triliyun per kilo. Hal itu
menyebabkan Botulinum Toxin merupakan zat yang paling mahal yang pernah dibuat
Seorang Dokter dan penyair Jerman, Justinus Kerner menamakan Botulinum toksin
pada 1820 sebagai Sausage poison (racun sosis), karena bakteri ini menyebabkan
keracunan akibat tumbuh di olahan daging yang jelek penanganannya. Beliau
merupakan orang pertama yang mengemukakan ide penggunaan botulinum toxin
sebagai alat terapi. Tahun 1895 Emile Van Ermengem pertama kali mengisolasi bakteri
Clostridium botulinum yang memproduksi toksin botulinum. Kemudian tahun 1944
Edward Schantz membiakkan Clostridium botulinum dan mengisolasi racunnya dan baru
kemudian 1949 kelompok Burgen menemukan bahwa racun botulinum menghambat
transmisi syaraf otot.
Saat ini racun botulinum yang telah dimurnikan dimanfaatkan untuk terapi kecantikan,
terapi mata juling (strabismus), (blepharospasm) dan sakit otot (myofascial) pada atlet.
Bakteri botulinum ditemukan dimana-mana, dalam tanah, sedimen didasar laut, usus
dan kotoran binatang. Clostridium botulinum adalah bakteri anaerobik, gram positif,
membentuk spora, berbentuk batang dan relatif besar. Spora bakteri dapat terhirup atau
termakan, atau dapat meng-infeksi luka terbuka. Walaupun demikian bakteri dan
sporanya tidak berbahaya. Botulism, keadaan lumpuh, disebabkan oleh racun yang
diproduksi oleh bakteri, yang berarti korban tidak terinfeksi tetapi keracunan botulism.
Racun ini mungkin adalah zat yang diketahui secara akut paling beracun, dengan dosis
mematikan 200-300 pg/kg, yang berarti bila melebihi 100 gram dapat membunuh setiap
manusia didunia. (sebagai gambaran racun tikus Strychine, kadang disebut sebagai
racun yang sangat beracun memiliki LD50 1 mg/kg atau 1 milyar pg/kg ).
Terdapat tujuh strain botulism, masing masing memproduksi protein yang berpotensi
sebagai neurotoxin. Tipe A, B, E dan F menyebabkan botulism pada manusia. Tipe Calpha menyebabkan botulism pada unggas domestik dan liar. Tipe C-beta dan D
menyebabkan botulism pada ternak. Tipe ketujuh dari botulism, strain G, telah diisolasi
dari contoh tanah, tetapi jarang dan belum menunjukkan hubungan yang menyebabkan
botulism manusia atau binatang.

Tipe A dan beberapa tipe B dan tipe F mendekomposisikan protein binatang dan
menyebabkan bau dari makanan yang membusuk, dan daging busuk. Tipe E dan
beberapa tipe B,C, D dan F tidak proteolytic (mereka tidak mencerna protein binatang).
Ketika muncul, tipe botulism ini tidak dapat terdeteksi dengan bau yang kuat.
Bakteri clostridium merupakan bakteri yang heat resistant dan dapat bertahan dari
perebusan yang lama. Untuk menghancurkan spora yang ada, makanan harus
dipanaskan hingga temperatur 120oC atau lebih, seperti dalam penggunaan pressure
cooker.
Racun yang diproduksi oleh bakteri dapat dihancurkan oleh panas. Untuk
menghancurkan toxin yang bersumber dari makanan, makanan harus dipanaskan
hingga 85oC atau lebih selama lima menit, atau merebus sedikitnya selama 10 menit
Racun botulinum berasal dari bakteri Clostridium botulinum. Karakteristik dari racun
yang berasal dari bakteri tersebut adalah dapat melumpuhkan saraf sehingga dapat
menyebabkan kematian.
Racun tersebut sangat mematikan, faktanya mengendusnya dalam dosis 13 sepermiliar
gram sudah dapat mematikan. Yang lebih buruk, penyuntikan racun ini dalam dosis 2
sepermiliar gram dapat membunuh satu individu. Sebagai perbandingan, arsenik, racun
yang terkenal mematikan baru dapat mematikan jika masuk dalam dosis satu
persepuluh gram ke dalam tubuh.
Antibodi tradisional sebenarnya cukup efektif dalam mendegradasi racun. Hanya saja,
percobaan pada tikus atau kelinci menunjukkan, antibodi tidak memiliki efek protektif
pada racun H.
Karena belum ditemukannya penangkal dari racun C botulinum, para peneliti perlu
mendiskusikannya lebih lanjut dengan sejumlah lembaga pemerintahanPenemuan
penyakit dan racun yang mematikan memang selalu melibatkan moral para peneliti
untuk memutuskan pemanfaatannya, untuk menguntungkan manusia atau untuk
membuat penyakit.
Para peneliti mencatat, perlu dilakukan penelitian lanjutan untuk mengetahui efektivitas
dan keamanan antibodi terhadap racun. Hal ini dibutuhkan sebelum melakukan uji klinis
penangkalnya, khususnya pada manusia. Zat-zat racun dalam bakteri Bacillus anthracis
juga berbentuk protein.

Aplikasi Protein dalam bidang peternakan


-

Enzim Pytase
Enzim pytase dapat memecah asam pytat, maka penambahan enzim tersebut pada
pakan ternak akan membebaskan lebih banyak phospor yang digunakan oleh hewan.
Enzime phytase banyak dikenal dapat menghilangkan pengaruh anti nutrisi asam phitat.
Penggunaan enzime phytase dalam pakan akan mengurangi keharusan penambahan
sumber-sumber fosfor anorganik mengingat fosfor asal bahan baku tumbuhan terikat
dalam asam phitat yang mengurangi ketersediaannya dalam pakan. Padahal
suplementasi fosfor anorganik misalnya mengandalkan di calcium phosphate maupun
mono calcium phosphate relatif mahal belakangan ini. Di samping itu, fosfor yang terikat
dalam asam phitat yang tidak bisa dicerna sempurna oleh sistem pencernaan hewan
monogastrik akan ikut dalam feses dan menjadi sumber polutan yang berpotensi
mencemari tanah. Fosfor adalah tidak terurai dalam tanah sehingga dalam jangka
panjang, pembuangan feses dengan kandungan fosfor tinggi akan menimbulkan
masalah bagi tanah.

Terdapat dua keuntungan menggunakan phytase dalam pakan ternak yaitu


pengurangan biaya pakan dari pengurangan suplemen pada makanan dan
pengurangan polusi dari berkurangnya limbah melalui feces
-

Enzim pemecah protein


Berbagai bahan mentah yang digunakan sebagai bahan pakan ternak mengandung
protein. Terdapat variasi kualitas dan kandungan protein yang cukup besar dari bahan
mentah yang berbeda. Dari sumber bahan protein primer seperti kedelai, beberapa
faktor anti nutrisi seperti lectins dan trypsin inhibitor dapat memicu kerusakan pada
permukaan penyerapan, karena ketidaksempurnaan proses pencernaan. Selain itu
belum berkembangnya sistem pencernaan pada hewan muda menyebabkan tidak
mampu menggunakan simpanan protein yang besar di dalam kedelai (glycin dan conglycinin).
Penambahan protease dapat membantu menetralkan pengaruh negatif dari faktor antinutrisi berprotein dan juga dapat memecah simpanan protein yang besar menjadi
molekul yang kecil dan dapat diserap.

Enzim pemecah serat


Keterbatasan utama dari pencernaan hewan monogastrik adalah bahwa hewan-hewan
tersebut tidak memproduksi enzim untuk mencerna serat. Pada ransum makanan ternak
yang terbuat dari gandum, barley, rye atau triticale (sereal viscous utama), proporsi
terbesar dari serat ini adalah arabinoxylan dan -glucan yang larut dan tidak larut (White
et al., 1983; Bedford dan Classen, 1992 diacu oleh Sheppy, 2001). Serat yang dapat
larut dan meningkatkan viskositas isi intestin yang kecil, mengganggu pencernaan
nutrisi dan karena itu menurunkan pertumbuhan hewan.
Kandungan serat pada gandum dan barley sangat bervariasi tergantung pada
varitasnya, tempat tumbuh, kondisi iklim dan lain-lain. Hal ini dapat menyebabkan
variasi nilai nutrisi yang cukup besar di dalam ransum makanan. Untuk memecah serat,
enzim-enzim xylanase dan -glucanase) dapat menurunkan tingkat variasi nilai nutrisi
pada ransum dan dapat memberikan perbaikan dari pakan ternak sekaligus konsistensi
responnya pada hewan ternak. Xylanase dihasilkan oleh mikroorganisme baik bakteri
maupun jamur.

Kesimpulan
Protein ialah kelompok senyawa organik bernitrogen yang tersusun atas banyak asam amino
dan merupakan bahan utama pembentukan sel dan inti sel. di dalam protein, asam amino diikat
dengan menggunakan ikatan peptida, yaitu ikatan C-N yang merupakan hasil reaski kondensasi
antara gugus karboksil dengan gugs amino dari asam amino lain. Di dalam protein terdapat 20
macam asam amino yang dikelompokkan dalam 3 bagian yaitu Asam Amino Essensial, Non
Essesnsial dan Conditional.
Protein dapat direkayasa dalam berbagai bidang. Bidang pakan, medis kosmetik, militer,
peternakan.

Daftar Pustaka
http://www.fapet.unud.ac.id/buku-ajar/aplikasi-produk-bioteknologi-pakan-ternak/
http://www.waspada.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=278800:suplemenprotein-hanyalah-sebagai-tambahan&catid=28:kesehatan&Itemid=48
Arba, dkk., 2010. Protein YANG MENGANDUNG Fe : FERRITIN. [online] (02 Nopember 2010)
http://id.shvoong.com/medicine-and-health/medicine-history/2069038-protein-yangmengandung-fe-ferritin/
Manaf, Asman, INSULIN : MEKANISME SEKRESI DAN ASPEK METABOLISME. [online]
http://repository.unand.ac.id/96/1/INSULIN__MEKANISME_SEKRESI_DAN_ASPEK_METABO
LISME.doc
T. Dyakonov et al., 2012. Design and Characterization of a Silk-Fibroin-Based Drug Delivery
Platform Using Naproxen as a Model Drug. Journal of Drug Delivery, vol. 2012