Anda di halaman 1dari 7

Eucalyptus deglupta (Leda)

1. Sejarah
Leda (Eucalyptus deglupta) adalah merupakan pohon yang tinggi, umumnya dikenal
sebagai Eucalyptus Rainbow, Gum Mindanao, atau Gum Rainbow. Ini adalah satu-satunya
spesies Eucalyptus ditemukan secara alami di belahan bumi utara. Penyebarannya meliputi
alam New Britain, New Guinea, Seram, Sulawesi dan Mindanao. Sekarang, pohon ini
dibudidayakan secara luas di seluruh dunia, terutama yang digunakan dalam pembuatan
kertas. Ini adalah jenis yang dominan digunakan untuk perkebunan HTI di Filipina.
Pohon ini dalam pertumbuhan alami dapat tumbuh sampai ketinggian 70 meter, dan
biasanya ditanam untuk kayunya. Rahasia di balik Eucalyptus Rainbow sebenarnya sangat
sederhana. Pohon-pohon menumpahkan beberapa patch dari kulit kayu setiap tahun, tetapi
tidak pada saat yang sama. Karena patch hilang, hijau dalam kulit terkena, dan, sampai
menjadi matang, setiap patch baru pertama berubah kebiruan, kemudian oranye, ungu dan
merah marun. Hal ini menciptakan efek pelangi yang membuat pohon-pohon ini begitu baik
untuk dilihat.
2. Klasifikasi
Divisi
Sub Divisi
Kelas
Ordo
Famili
Genus
Spesies

: Spermatophyta (Menghasilkan biji)


: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
: Dycotledonae
: Myrtales
: Myrtaceae (suku jambu-jambuan)
: Eucalyptus
: Eucalyptus deglupta Bl.

3. Morfologi
a.

Daun dan Tajuk

Bentuk daun mengerucut seperti daun cengkeh, dengan tulang yang lembut dan
permukaan yang licin. Tajuknya berbentuk kerucut pula.

b.

Batang

Batang elastis, lurus, bulat dan padat. Ciri dan karakteristik batang Eucalyptus
deglupta adalah: permukaan kayu seperti pelangi dengan kulit yang
cenderung mengelupas serta arah tegak lurus, berwarna warni seperti pelangi,
batang mudah dikupas, dikeringkan, direkatkan, dan susutnya rendah.
Jangkauan cabang biasa mencapai 10 m.

c.

Bunga dan Buah

Pohon Ekaliptus berbuah setiap tahun pada bulan Mei-Agustus. Buah


yang sudah matang berwarna coklat hingga kehitaman.
d.

Akar

Pohon Eucalyptus deglupta memiliki dua jenis akar, yaitu akar tunggang dan akar
lateral. Akar tunggang merupakan akar yang tumbuh ke bawah dan biasanya berukuran besar.
Fungsi utamanya menegakkan tanaman agar tidak mudah roboh. Sedangkan akar lateral
merupakan akar yang tumbuh ke samping untuk mencari air dan unsur hara. Pada akar
tunggang dan lateral, biasanya juga tumbuh akar-akar serabut atau sering disebut dengan
rambut akar yang membantu menyerap air dan unsur hara.

e.

Kayu

Tanaman kayu keras yang dapat tumbuh sangat cepat. Lingkar batangnya pada usia 6
tahun bisa mencapai di atas 40-50 cm. Kayunya berwarna putih krem sampai sawo kemerahmerahan, mudah diolah, lunak dan ringan. Kelas keras kayu III, kelas awet kayu V. Hasil
kayu dapat dibuat sebagai bahan bangunan non-konstruksi, meubel, veneer, mainan anakanak, korek api, peti pembungkus, furniture, bahan plywood (kayu lapis).
4. Penyebaran dan Habitat
Di Indonesia, tanaman ini terutama terdapat di pulau Papua. Marga Eucalyptus terdiri
atas 500 jenis yang kebanyakan endemik di Australia. Hanya 2 jenis tersebar di wilayah
Malesia (Maluku, Sulawesi, Nusa Tenggara dan Filiphina) yaitu Eucalyptus urophylus dan
Eucalyptus deglupta. Beberapa jenis menyebar dari Australia bagian utara
menuju Malesia bagian timur. Keragaman terbesar di daerah-daerah pantai New
South Wales dan Australia bagian Barat daya. Pada saat ini beberapa jenis
ditanam di luar daerah penyebaran alami, misalnya di kawasan Malesia, juga
di Benua Asia, Afrika bagian Tropika dan Subtropika, Eropa bagian Selatan,
Amerika Selatan dan Amerika Tengah.

5. Sifat Fisik
Sifat kayu Eucalyptus deglupta menunjukkan adanya variasi dalam ke dua sifat,
dimana berat jenis kayu yang sehat, pada umur 1-2 tahun, 3 tahun dan 4 tahun, berbeda
sangat nyata dengan pohon yang terserang ringan atau sedang. Demikian pula hasil pengujian
pada semua umur pengamatan, menunjukkan bahwa pohon yang sehat cenderung memiliki
berat jenis yang lebih tinggi dibanding pohon yang terserang berat dan perbedaan tersebut
nyata secara statistik. Demikian pula pohon toleran dan resisten memilki rata-rata berat jenis
kayu yang berbeda nyata dibanding dengan pohon yang terserang. Kayu Eucalyptus
digunakan antara lain untuk bangunan di bawah atap, kusen pintu dan jendela, kayu lapis,
bahan pembungkus, korek apai, bubur kayu (pulp), kayu bakar. Beberapa jenis digunakan
untuk kegiatan reboisasi. Daun dan cabang dari beberapa jenis Eucalyptus menghasilkan
minyak yang merupakan produk penting untuk farmasi, misalnya untuk obat gosok atau obat
batuk, parfum, sabun, ditergen, disinfektan dan pestisida. Beberapa jenis menghasilkan gom
(kino). Bunga beberapa jenis lainnya menghasilkan serbuk sari dan nektar yang baik untuk
madu. Beberapa jenis ditanam sebagai tanaman.
6. Tempat Tumbuh
Hampir semua jenis Eucalyptus berdaptasi dengan iklim muson. Beberapa jenis
bahkan dapat bertahan hidup di musim yang sangat kering, misalnya jenis-jenis yang telah
dibudidayakan yaitu Eucalyptus alba, Eucalyptus camaldulensis, Eucalyptus citriodora,
Eucalyptus deglupta adalah jenis yang beradaptasi pada habitat hutan hujan dataran rendah
dan hutan pegunungan rendah, pada ketinggian hingga 1800 meter dari permukaan laut,
dengan curah hujan tahunan 2500-5000 mm, suhu minimum rata-rata 230 dan maksimum 310
di dataran rendah, dan suhu minimum rata-rata 130 dan maksimum 290 di pegunungan.
7. Pertumbuhan
Pertumbuhan banyak dipengaruhi oleh faktor-faktor tempat tumbuh seperti: kerapatan
tegakan, karakteristik umur tegakan, faktor iklim (temperatur, presipitasi, kecepatan angin
dan kelembaban udara), serta faktor tanah (sifat fisik, komposisi bahan kimia, dan komponen
mikrobiologi tanah).
Diameter merupakan salah satu dimensi pohon yang paling sering digunakan sebagai
parameter pertumbuhan. Pertumbuhan diameter dipengaruhi oleh factor-faktor yang
mempengaruhi fotosintesis. Pertumbuhan diameter berlangsung apabila keperluan hasil
fotosintesis untuk respirasi, penggantian daun, pertumbuhan akar dan tinggi telah terpenuhi.
8. Hama dan Penyakit
Tanaman muda biasa dimakan binatang seperti kambing, sapi dan kuda. Serangga
pengerek batang juga menjadi factor pengganggu pertumbuhan Eucalyptus deglupta. Sering
daun dimakan oleh aneka serangga sedangkan bibit dimakan oleh binatang.
9. Penanaman dan Perawatan

Seperti halnya pohon Jabon Putih, Ekaliptus Deglupta merupakan tanaman yang mudah
tumbuh dan berkembang, tidak memerlukan banyak perlakuan khusus dalam budidayanya.

Eucalyptus alba (Ampupu)


1. Deskripsi
Habitus pohon, tinggi 10 m pada batangnya. Berkayu, bulat, kulit mudah
mengelupas, bercabang, kuning kecoklatan dan daun tunggal, lanset, tepi rata, permukaan
berbulu, pertulangan sejajar, hijau. Bunga majemuk, bentuk bulir, panjang 7-7,5 cm, benang
sari banyak, tangkai sari putih, kepala sari kuning, putik satu, putih, mahkota 5 helai, putih.
Buah kotak, beruang tiga, tiap ruang terdapat banyak biji, kecil, coklat. Akar tunggang, putih.
2. Klasifikasi
Divisi
Sub divisi
Kelas
Ordo
Famili
Genus
Spesies

:
:
:
:
:
:
:

Spermatophyta
Angiospermae
Dicotyledonae
Myrtales
Myrtaceae
Eucalyptus
Eucalyptus alba Reinw.

3. Penyebaran
Daerah penyebaran alaminya berada di sebelah Timur garis Wallace, mulai dari 7
LU sampai 4339 LS meliputi Australia, New Britania, Papua dan Tazmania. Beberapa
spesies juga ditemukan di Kepulauan Indonesia yaitu Irian Jaya, Sulawesi, Nusa Tenggara
Timur, dan Timor- Timur. Genus eukaliptus terdiri atas 500 spesies yang kebanyakan
endemik Australia. Hanya ada dua spesies yang tersebar di wilayah Malesia (Maluku,
Sulawesi, Nusa Tenggara dan Fillipina) yaitu Eucalyptus urophylla dan Eucalyptus deglupta.
Beberapa spesies menyebar di Australia bagian Utara menuju bagian Timur. Spesies ini
banyak tersebar di daerah-daerah pantai New South Wales dan Australia bagian Barat Daya.
Pada saat ini beberapa spesies ditanam di luar daerah penyebaran alami, misalnya di benua
Asia, Afrika bagian Tropika dan Subtropika, Eropa bagian Selatan dan Amerika Tengah.
Pohon eukaliptus pada umumnya bertajuk sedikit ramping, ringan dan banyak
meloloskan sinar matahari. Percabangannya lebih banyak membuat sudut ke atas, jarangjarang dan daunnya tidak begitu lebat. Ciri khas lainnya adalah sebagian atau seluruh kulitnya
mengelupas dengan bentuk kulit bermacam-macam mulai dari kasar dan berserabut, halus
bersisik, tebal bergaris-garis atau berlekuk-lekuk. Warna kulit batang mulai dari putih kelabu,
abu-abu muda, hijau kelabu sampai cokelat, merah, sawo matang sampai coklat. Eukaliptus
merupakan jenis yang tidak membutuhkan persyaratan yang tinggi terhadap tanah dan tempat
tumbuhnya. Jenis eukaliptus dapat berupa semak atau perdu sampai mencapai ketinggian 100
meter umumnya berbatang bulat, lurus, tidak berbanir dan sedikit bercabang. Sistem
perakarannya yang masih muda cepat sekali memanjang menembus ke dalam tanah.
4. Manfaat

Dapat digunakan untuk obat gosok dan obat batuk. Untuk pelega perut dipakai 10
gram buah Eucalyptus alba, dicuci dan direbus dengan 1 gelas air selama 15 menit. Hasil
rebusan diminum sekaiigus. Kandungan kimia daun Eucalyptus alba mengandung saponin,
flavonoida, tanin di samping minyak atsiri.

Shorea pinanga (Meranti Merah)


1. Deskripsi
Meranti merah (Shorea coriacea Burck. ) merupakan salah satu yang terdapat di hutan
Hamurau. Jenis ini pada umumnya banyak di temukan di Sumatera , Kalimantan dan Maluku.
Jenis Shorea coriacea Burck ini tinggi pohonnya dapat mencapai 50 m panjang batang bebas
cabang sapai 30 m, diameter umumnya sekitar 100 cm, bentuk batang lurus dan silindris dengan
banir dapat mencapai 3,5, dan lebar 2,5 m, memiliki ketebalan kulit 20 cm, kulit luar berwarna
merah tua atau coklat kemerahan, tebal dapat mencapai kurang lebih 5 mm (Martawidjaya, dkk
(1989)).
Menurut Budiman (1999), meranti merah (Shorea coriacea Burck.)memiliki bentuk daun
jorong sampai bulat telur, panjang 9-15 cm, lebar 3,9-7,6 cm. Permukaan daun bagian bawah dan
atas bila diraba licin, ujung meruncing, pangkal membulat, tepi daun rata, dan merupakan daun
tunggal. Musim bunga dan buah terjadi sepanjang tahun, meranti merah (Shorea coriacea Burck.)
ini pada umumnya berbuah setelah berumur 6 tahun sedangkan bunga kecil, daun mahkota merah
muda, benang sari berjumlah 15, buah dengan 3 sayap panjang (5,8-7,6 x 0,9-1,5 cm) dan dua
sayap pendek (2,8-3,7 x 0,2-0,3 cm) dan bentuk buah bulat telur.
Menurut Rahmadi (2007), buah meranti merah seperti kacang yang terbungkus kelopak
bunga yang membesar. Kelopak ini berbulu jarang dengan 3 cuping memanjang sampai 10 cm
dan lebar 0,3 cm. Panjang benih 2 cm, diameter 1,3 cm, bentuk bulat telur, berbulu halus dan
lancip di bagian ujungnya.
2. Klasifikasi
Divisi
Sub divisi
Kelas
Ordo
Famili
Genus
Spesies

: Spermatophyta
: Magnoliophyta
: Dicotyledonae
: Theales
: Dipterocapaceae
: Shorea
: Shorea pinanga

3. Penyebaran
Menurut Khaerudin (1994), meranti merah tidak memerlukan tempat tumbuh yang
khusus, hidup baik pada berbagai jenis tanah kecuali tanah liat berat, hidup terpencar bercampur
dengan jenis tumbuhan yang lain. Meranti merah dapat tumbuh dalam hutan tropis, dengan
ketinggian 0-800 m dpl.

4. Manfaat

Berbicara nilai ekonomi, pohon Meranti menghasilkan kayu keras dengan kualitas
tinggi. Kayu meranti dijadikan sebagai bahan dasar untuk membuat kursi-meja ekslusive, peti
perhiasan, aneka cenderamata. Karena kualitas yang tinggi, harga jual kayu meranti sangatlah
ekonomis. Dan ini menjadi alasan bahwa pohon meranti terus menjadi incaran para penebang
kayu, baik yang berstatus legal maupun ilegal.
Meranti merupakan salah satu kayu komersial terpenting di Asia Tenggara. Kayu ini
juga yang paling umum dipakai untuk pelbagai keperluan di kawasan Malaysia. Kayu ini
lazim dipakai sebagai kayu konstruksi, panil kayu untuk dinding, loteng, sekat ruangan,
bahan mebel dan perabot rumahtangga, mainan, peti mati dan lain-lain. Kayu meranti merahtua yang lebih berat biasa digunakan untuk konstruksi sedang sampai berat, balok, kasau,
kusen pintu-pintu dan jendela, papan lantai, geladak jembatan, serta untuk membuat perahu.
Kayu meranti gampang di olah menjadi produk pertukangan berupa kusen pintu
jendela dll, kayu meranti sebagai kayu yang dapat dikerjakan sangat mudah dan halus serat
texturnya. Sebagian kayu meranti yang sudah diperdagangkan tidak sesuai dengan standar
baku ukurannya, biasanya kami sering mendapatkan ukuran panjang (misal 4 m) tak ada
sessuai dengan ukurannya, sehingga menyulitkan bagi pertukangan untuk mengatur kayu
dalm pembuatan seperti kusen, pintu dan jendela.Harga kayu meranti yang tak begitu mahal
menjadikan pilihan bagi bahan pembuatan matrial kusen, pintu, jendela.
Meranti merah baik pula untuk membuat kayu olahan seperti papan partikel, harbor,
dan venir untuk kayu lapis. Selain itu, kayu ini cocok untuk dijadikan bubur kayu, bahan
pembuatan kertas.
Di samping menghasilkan kayu, hampir semua meranti merah menghasilkan damar,
yakni sejenis resin yang keluar dari batang atau pepagan yang dilukai. Damar keluar dalam
bentuk cairan kental berwarna kelabu, yang pada akhirnya akan mengeras dalam warna
kekuningan, kemerahan atau kecoklatan, atau lebih gelap lagi.
Beberapa jenis meranti merah menghasilkan buah yang mengandung lemak serupa
kacang, yang dikenal sebagai tengkawang. Pada musim-musim tertentu setiap beberapa tahun
sekali, buah-buah tengkawang ini dihasilkan dalam jumlah yang berlimpah-ruah; musim
mana dikenal sebagai musim raya buah-buahan di hutan hujan tropika. Di musim raya seperti
itu, masyarakat Dayak di pedalaman Pulau Kalimantan sibuk memanen tengkawang yang
berharga tinggi.

DAFTAR PUSTAKA
http://bebas.vlsm.org/v12/artikel/ttg_tanaman_obat/depkes/buku1/1-116.pdf

http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/20693/4/Chapter%20II.pdf
http://www.pustakasekolah.com/klasifikasi-tumbuhan-myrtaceae.html
http://ejournal.unlam.ac.id/index.php/wbio/article/download/53/47
http://worldofnaveezha.wordpress.com/2013/04/05/makalah-tentang-meranti/