Anda di halaman 1dari 19

EUCALYPTUS ALBA,

EUCALYPTUS
DEGLUPTA, SHOREA
PINANGA
Luhut Prima Sinaga(13/16122/SHTI)
M. Fahrizal Fitra Nst(13/16123/SHTI)
M. Faisal Nasution(13/16124/SHTI)
Muhammad Rusli(13/16125/SHTI)

EUCALYPTUS ALBA
1. Deskripsi

Habitus
Batang

Daun

Bunga

Buah

Biji
Akar

Pohon, tinggi 10 m.
Berkayu, bulat, kulit mudah mengelupas,
bercabang, kuning kecoklatan.
Tunggal, lanset, ujung dan pangkal
runcing, tepi rata, permukaan berbulu,
pertulangan sejajar, hijau.
Majemuk, bentuk bulir, panjang 7 7,5
cm, benang sari banyak, tangkai sari
putih, kepala sari kuning, putik satu,
putih, mahkota 5 helai, putih.
Kotak, beruang tiga, tiap ruang terdapat
banyak biji.
Kecil, banyak, coklat.
Tunggang, putih.

2. Klasifikasi

Divisi
:
Sub divisi
Kelas
:
Ordo
:
Famili :
Genus :
Spesies

Spermatophyta
: Angiospermae
Dicotyledonae
Myrtales
Myrtaceae
Eucalyptus
: Eucalyptus alba Reinw.

http://stfitb2008.files.wordpress.com/2009/10/04-deskripsi-tumbuhan.pdf

Pohon Eucalyptus
alba

Perakaran
Eucalyptus alba

Batang Eucalyptus
alba

Daun Eucalyptus
alba

Biji Eucalyptus
alba

Buah Eucalyptus
alba

Daerah penyebaran meliputi Australia, New


Britian, Papua dan Tasmania. Namun ada juga
beberapa spesies yang ditemukan di Irian Jaya,
Sulawesi, Nusa Tenggara Timur dan Timor Leste.
Marga Eucalyptus terdiri dari sekitar 500 jenis pohon
dan perdu (Khaerudin, 1993). Marga Eucalyptus terdiri
atas 500 jenis yang kebanyakan endemik di Australia.
Pohon ampupu dapat ditemukan di dataran
rendah, dapat juga tumbuh di dekat pantai di
belakang hutan bakau, di tanah berawa atau
membentuk hutan kecil di tanah kering maupun
basah. Tinggi pohonnya 10-20 m, kulit batangnya
berlapis-lapis, berwarna putih keabu-abuan dengan
permukaan kulit yang terkelupas tidak beraturan.
Berdaun tunggal, dengan bentuk melancip seperti
daun akasia.

Hanya ada 2 jenis yang tersebar di wilayah


Malesia (Maluku, Sulawesi, Nusa Tenggara dan
Philipina) yaitu E. urophyla dan E. deglupta.
Beberapa jenis menyebar dari Australia bagian
utara
menuju
Malesia
bagian
timur.
Keragaman tersebar di daerah-daerah pantai
New South Wales dan Australia bagian
baratdaya. Pada saat ini beberapa jenis
ditanam di luar daerah penyebaran alami,
misalnya di kawasan Malesia, juga di benua
Asia, Afrika bagian tropika dan subtropika,
Eropa bagian selatan, Amerika Selatan dan
Amerika Tengah (Latifah, 2004).

Kegunaan
Air daun diambil sarinya melalui proses
penyulingan, lalu menghasilkan minyak atsiri yang
disebut minyak kayu putih. Minyak ini berwarna
kekuning - kuningan sampai kehijau - hijauan.
Minyak dari daun dapat digunakan untuk obat gosok
dan obat batuk.
Buah Eucalyptus alba berkhasiat sebagai pelega
perut.
Untuk pelega perut dipakai 10 gram buah
Eucalyptus alba, dicuci dan direbus dengan 1
gelas air selama 15 menit. Hasil rebusan diminum
sekaligus.
Kandungan kimia
Daun Eucalyptus alba mengandung saponin,
flavonoida, tanin di samping minyak atsiri.

EUCALYPTUS DEGLUPTA
Divisi
: Spermatophyta (Menghasilkan
biji)
Sub divisi : Magnoliophyta (Tumbuhan
berbunga)
Kelas
: Dicotyledonae
Ordo
: Myrtales
Famili : Myrtaceae (suku jambu-jambuan)
Genus : Eucalyptus
Spesies : Eucalyptus deglupta Bl.

http://www.plantamor.com/index.php?plant=545

Pohon Eucalyptus
deglupta

Perakaran Eucalyptus
deglupta

Batang Eucalyptus
deglupta

Daun Eucalyptus
deglupta

Biji Eucalyptus
deglupta
Buah Eucalyptus
deglupta

Daerah penyebaran meliputi Australia, New Britian, Papua dan Tasmania.


Namun ada juga beberapa spesies yang ditemukan di Irian Jaya, Sulawesi, Nusa
Tenggara Timur dan Timor Leste. Marga Eucalyptus terdiri dari sekitar 500 jenis
pohon dan perdu ( Khaerudin, 1993).
Marga Eucalyptus terdiri atas 500 jenis yang kebanyakan endemik di
Australia. Hanya ada 2 jenis yang tersebar di wilayah Malesia (Maluku, Sulawesi,
Nusa Tenggara dan Philipina) yaitu E. urophyla dan E. deglupta. Beberapa jenis
menyebar dari Australia bagian utara menuju Malesia bagian timur. Keragaman
tersebar di daerah-daerah pantai New South Wales dan Australia bagian
baratdaya. Pada saat ini beberapa jenis ditanam di luar daerah penyebaran
alami, misalnya di kawasan Malesia, juga di benua Asia, Afrika bagian tropika dan
subtropika, Eropa bagian selatan, Amerika Selatan dan Amerika Tengah (Latifah,
2004).
Tanaman Eucalyptus bertajuk tidak rapat, tinggi bervariasi menurut
jenisnya. Jenis ampupu tinggi dapat mencapai 35 meter dengan diameter 120 cm,
jenis hue tingginya dapat mencapai 25 m dengan diameter 80 cm, sedangkan
jenis leda tingginya dapat mencapai 40 m dengan berdiameter 125 cm.
Eucalyptus mempunyai musim berbunga yang berbeda satu dengan yang lainnya.
E. deglupta berbunga bulan April-Juli, E. pathyphylla berbunga bulan JuliNovember, E. alba berbunga bulan Oktober, E. saligna berbunga bulan SeptemberDesember, E. grandis berbunga bulan Januari-Agustus, E. umbellate berbunga
bulan Agustus- Oktober. Biji Eucalyptus tergolong sangat halus, kecil dan lembut.
Jumlah per kilogram untuk setiap jenis berbeda-beda. Jenis hue tiap kg
mengandung 850.000 biji, jenis leda 11 juta biji, jenis saligna 702.000 biji, dan
jenis ampupu mengandung 2,5 juta biji (Khaerudin, 1993).

Pohon besar yang selalu hijau, tinggi dapat


mencapai 60-75 m, bergaris tengah sampai 240
cm, terkadang terdapat akar papan setinggi 3
4 m, kulit batang halus. Daun bersebelahan
berbentuk bulat telur sampai bulat telur
lanset, ujung daun runcing sampai meruncing,
memiliki
tangkai
daun
yang
pendek.
Perbungaan majemuk yang muncul di tepi atau
ujung batang, berbentuk payung yang terdiri
dari 3 7 bunga. Buah berbentuk bulat telur,
panjang 3 5 mm dan lebar 3 5 mm.

SHOREA PINANGA
1. Klasifikasi
Divisi : Spermatophyta
Sub divisi : Magnoliophyta
Kelas : Dicotyledonae
Ordo : Theales
Famili: Dipterocapaceae
Genus: Shorea
Spesies : Shorea pinanga
http://www.sith.itb.ac.id/herbarium/index.php
?c=herbs&view=detail&spid=237787

2. Deskripsi

Tinggi pohon mencapai 50 m diameter


100 cm dan batang bebas cabang 30 m.
Pohon berbanir 2.5m dari permukaan tanah,
kulit luar berwarna kelabu atau cokelat
dengan tebal sekitar 5 mm.

Pohon meranti

Batang meranti

Buah meranti

Bunga meranti

Perakaran meranti

Penyebaran
Ada 22 jenis spesies yang termasuk meranti merah
antara lain Shorea acuminata, S. joharensis, S.
lepidota, dan S. leprosula. Pohon ini banyak
ditemukan di Sumatera, Kalimantan dan Maluku.
Tinggi pohon mencapai 50 m diameter 100 cm dan
batang bebas cabang 30 m. Pohon berbanir 2.5 m dari
permukaan tanah, kulit luar berwarna kelabu atau
cokelat dengan tebal sekitar 5 mm.
Meranti merah tidak memerlukan tempat tumbuh
yang khusus, hidup baik pada berbagai jenis tanah
kecuali tanah liat yang berat. Tumbuh terpencar,
bercampur dengan jenis yang lain pada ketinggian 0800 m dpl. dengan tipe iklim A D. Musim berbunga
dan berbuah terjadi sepanjang tahun. Buah masak
antara bulan Mei-Desember.

Kegunaan

Buahnya sebagai minyak tengkawang yang


digunakan dalam industri kosmetik dan
makanan.
Kayunya berguna sebagai alat-alat perabotan
rumah tangga (mebel) atau konstruksi
bangunan, juga sebagai kayu lapis dan venil.