Anda di halaman 1dari 7

Nama : Alzrin Aulyna

NIM : 13012031

Parameter 3. Luas Wilayah

Luas wilayah provinsi kalimantan utara mencapai 75.467,70 Km 2 (28,018.46 mil) dan terdiri
dari 5 kab/kota yaitu Kabupaten Bulungan, Kabupaten Nunukan, Kota Tarakan, Kabupaten Malianu
dan Kabupaten Tana Tidung. Untuk daerah daratan terdapat + 1.038 km garis perbatasan antara
Provinsi Kalimantan Utara dengan Negara Malaysia. Berikut adalah rincian luas wilayah per
kabupaten/kota.
1 Kabupaten Bulungan : + 13.925,72 Km
2 Kabupaten Nunukan : + 13.841,90 Km
3 Kabupaten Malinau : + 42.620,70 Km
4 Kabupaten Tana Tidung : + 4.828,58 Km
5 Kota Tarakan : + 250,80 Km
Dilihat dari luas wilayahnya, Kalimantan Utara memiliki luas wilayah yang besar yaitu sekitar
setengah kali pulau Jawa. Selain itu, wilayah Kalimantan Utara adalah wilayah strategis yang berada
pada segitiga Indonesia-Malaysia-Filipina, sehingga potensi pada wilayah perairan sangat
menjanjikan. Kawasan perairan Kalimantan Utara juga memiliki wilayah Ambalat, yang diperkirakan
kaya sumber daya minyak dan gas. Luas daerah pesisir pantai di wilayah Kalimantan Utara seperti di
Kota Tarakan dan Kabupaten Nunukan sangat besar dan potensial. Untuk diketahui, setiap satu hektar
hamparan laut pesisir yang menjadi tempat budidaya rumput laut, petaninya bisa memanen sekitar 1
ton. Hasil olahan rumput laut jenis Glacilaria misalnya menjadi bahan baku untuk makanan dan
minuman, sementara jenis Eucemacottoni, bisa pula menjadi bahan baku kosmetik, obat-obatan dan
kertas. Namun demikian, komoditi ini masih jauh dari perhatian pemerintah sehingga banyak diekspor
mentah ke negara lain seperti Jepang. Selain itu, potensi perikanan dan pariwisata belum
dimanfaatkan secara maksimal.
Provinsi Kalimantan Utara memiliki daerah perbatasan (baik daratan ataupun perairan) sepanjang
2.004 kilometer yang selama ini kurang terpantau Pemerintah. Padahal perbatasan darat Kaltara sangat
potensial untuk pengembangan perkebunan, dan perbatasan laut dapat menjadi tempat beroperasi
Armada Kapal Ikan, sekaligus menjaga kedaulatan di kawasan Ambalat, sebagaimana Malaysia
membangun ekowisata di Sipadan dan Ligitan untuk membuktikan pertuanan atas wilayah tersebut.
Luas wilayah yang subur pada sektor kehutanan, wilayah Kaltara sebesar 7.855.168 ha yang
berpotensi menghasilkan kayu alam dan berbagai produk hutan lainnya. Tidak hanya dari sisi
ekonomis, hutan-hutan Kaltara yang masih alami banyak menjadi sasaran objek penelitian oleh
berbagai institusi dari dalam dan luar negeri. Terdiri dari hutan konservasi (Hutan Lindung) dan ada
hutan yang dapat dibudidayakan (Kawasan Budidaya Kehutanan dan Kawasan Budidaya Non
Kehutanan). Tak jarang hasil penelitian tersebut dipublikasikan melalui jurnal internasional yang juga
akan mengangkat nama Kaltara sebagai provinsi dengan kekayaan alam yang melimpah. Terdapat
juga hutan yang dilindungi dan dikenal di seluruh dunia yaitu Hutan Lindung Kayan Mentarang yang
luasnya + 1,5 juta Ha, yang terletak di 2 Kabupaten yaitu Kabupaten Malinau dan Kabupaten
Nunukan. Hutan ini juga dikenal dengan julukan sebagai Heart of Borneo.
Meskipun Kalimantan Utara merupakan provinsi termuda di Indonesia, namun dilihat dari luas
wilayahnya yang potensial, seharusnya wilayah ini adalah wilayah yang tangguh. Namun, kurangnya
perhatian pemerintah terhadap wilayah ini menyebabkan luas wilayah potensial tersebut tidak dapat
dikembangkan dengan maksimal seperti pada wilayah perairannya. Penduduk Kalimantan Utara yang
cenderung tertinggal menyebabkan pengelolan wilayah pun menjadi tidak maksimal sehingga perlu
adanya pencerdasan terhadap masyarakat Kalimantan Utara misalnya dalam penggunaan teknikteknik pengelolaan perkebunan dan perikanan yang lebih modern.
2

Kondisi penilaian : 80 (tangguh)

Nama : Alzrin Aulyna

Parameter 45 Industri & prasarana pendukung pertahanan


NIM : 13012031

Sebagai wilayah yang berbatasan langsung dengan Negara tetangga,


wilayah Kalimantan Timur ini dipagari dengan pos lintas batas yang tidak sedikit.
Setidaknya ada 11 Pos Lintas Batas di wilayah ini terutama di Kabupaten
Nunukan, yaitu Sebatik & Sungai Pancang dengan Kota Tawau (Sabah), Nunukan
dengan Kota Tawau (Sabah), Simanggaris dengan Serudong (Sabah ) di Kec.
Sebuku, Labang dengan Pensiangan (Sabah) di Kec. Lumbis, Tau Lumbis
dengan Pensiangan (Sabah) di Kec. Lumbis, Long Bawan /Pabetung dengan
Long Pasia (Sabah) di Kec. Kerayan, Long Midang dengan Bakalan (Serawak) di
Kec. Kerayan, Lembudud dengan Bario (Serawak) di Kec. Kerayan, Apau Ping
dengan Long Banga(Serawak) di Kec. Long Pujungan, Long Nawang dengan
Long Busang & (Kec. Kayan Hulu), Long Singut (Serawak) dan Lintas Batas Lasan
Tuyan dengan Long Busang (Serawak) di Kec. Long Apari. Namun, beberapa pos
ini cukup rawan dengan penyelundupan
Sebagai basis pertahanan, tahun 2013 dilakukan Penerjunan Pasukan
Khusus TNI di daerah Sangatta (Kalimantan Timur) dan Tarakan (Kalimantan
Utara) yang merupakan rangkaian kegiatan Latihan Gabungan (Latgab) TNI 2013
sehingga merupakan suatu hal positif dalam sektor pertahanan Kalimantan
Utara. Namun demikian,
pengelolaan wilayah perbatasan pada Kalimantan Utara perlu
partisipasi pemerintah pusat dan daerah. Pemekaran wilayah menjadi Kalimantan Utara ini
dimaksudkan untuk mempercepat pembangunan wilayah perbatasan di Kalimantan dengan arah
kebijakan yang lebih memprioritaskan kepada ourward daripada inward karena wilayah perbatasan di
Kalimantan memiiki disparitas yang berbeda dengan wilayah perbatasan di Timor Leste maupun di
PNG. Wilayah perbatasan di PNG dan Timor Leste sudah memiliki kehidupan sosial ekonomi yang
lebih baik.
Berbagai masalah yang muncul di wilayah perbatasan seperti infrastruktur yang masih kurang
dan wawasan kebangsaan masyarakat sekitar wilayah perbatasan yang masih perlu mendapatkan
perhatian. Selain itu wilayah perbatasan di Kalimantan Timur masih digunakan sebagai alat
kriminalitas seperti illegal logging, human trafficking, illegal fishing, penyebaran narkoba, terorisme
dan smuggling. Pada wilayah perairan Kalimantan Utara pun sering terjadi penangkapan ikan yang
ilegal dan tidak sesuai dengan peraturan.
Wilayah Kalimantan Timur yang erat dengan perbatasan wilayah, penetapan batas laut
teritorial, batas ZEE dan landas kontinen antara Indonesia dengan negara tetangga belum disepakati
atau belum ada perjanjiannya. Hal ini disebabkan karena belum adanya kesepakatan dalam
perundingan atau belum dilakukannya ratifikasi. Ketidakjelasan batas tersebut menyebabkan sulitnya
penegakan hukum dan kekhawatiran timbulnya konflik akibat pelanggaraan kedaulatan wilayah
negara. Dalam menentukan batas wilayah perbatasan, kedua negara menggunakan kekuatan soft
power untuk melakukan perundingan atau diplomasi.
Provinsi kalimantan timur memiliki 3 bandara udara yaitu Bandar Udara
Internasional Juwata adalah bandar udara yang terletak di Kota Tarakan, provinsi
Kalimantan Utara (terletak hanya sekitar 3 km dari pusat kota), Bandar Udara
Nunukan ( terletak di Nunukan, Kalimantan Utara, jarak dari pusat kota sekitar 1
km dan Bandar Udara Tanjung Harapan, yaitu bandar udara yang terletak di
Tanjung Selor (jarak dari pusat kota sekitar 3 km). Dengan adanya bandarabandara tersebut, ketika terjadi suatu hal yang genting, maka perangkat
ketananan nasional RI dapat segera dikirmkan melalui jalur udara. Namun,
keberadaan bandara ini masih kurang karena wilayah Kalimantan Utara yang
besar. Aspek pertahanan yang berhubungan dengan pertahanan laut dan darat dengan pembangunan
pos-pos perbatasan masih jarang dioptimalkan di Kalimantan Utara karena SDM yang masih
tertinggal. Dalam pembangunan SDM di wilayah perbatasan diperlukan kerjasama daerah dalam

rangka pemberdayaan masyarakat dengan pengembangan ekonomi dan semangat nasional yang tinggi
melalui pendidikan bela negara.
Kondisi penilaian : 63 (cukup
tangguh)

Parameter 24 Pertanian (ternak, perikanan dan perkebunan)

Nama : Alzrin Aulyna


NIM : 13012031

Potensi pertanian di Kalimantan Utara cukup banyak berupa padi sawah,


padi ladang, jagung, kedelai dan sebagainya.Terdapat perusahaan besar yang
menanamkan investasinya di sektor pertanian berupa pertanian tanaman padi
dan palawija, seperti PT. Sang Hyang Sri, PT.Nusa Agro Mandiri (PT. Solaria) dan
lain-lain. Di Kabupaten Bulungan terdapat Kawasan pertanian terpadu yang
dikenal dengan sebutan Delta Kayan Food Estate dengan luas lahan + 50.000
Ha. Jumlah Usaha Pertanian subsektor tanaman pangan hasil pencacahan
lengkap Sensus Pertanian 2013 diperoleh jumlah rumah tangga usaha pertanian
subsektor tanaman pangan di Provinsi Kalimantan Utara sebesar 24 387 rumah
tangga. Dibandingkan tahun 2003 jumlah tersebut mengalami penurunan
sebanyak 370 rumah tangga, perusahaan pertanian berbadan hukum di
subsektor pertanian tanaman pangan tidak ada perusahaan, dibandingkan tahun
2003 tidak mengalami perubahan
Pada sektor perikanan, hasil laut dan tambak berupa ikan, udang, budi daya
rumput laut dan hasil laut lainnya.Terdapat beberapa perusahaan yang bergerak
disektor perikanan dan kelautan, termasuk yang bergerak di pertambakan
udang. Komoditi Udang dari wilayah Provinsi Kalimantan Utara sudah terkenal
bahkan sampai keluar negeri, dan dikenal dengan Udang Borneo atau Borneo
Shrimp.Angka tetap hasil pencacahan lengkap ST2013 di Provinsi Kalimantan
Utara menunjukkan bahwa jumlah usaha pertanian di subsektor perikanan
sebesar 14 307 usaha dikelola rumah tangga, 4 usaha dikelola perusahaan
pertanian berbadan hukum, dan 0 usaha dikelola usaha pertanian lainnya.
Dibandingkan dengan hasil ST2003, jumlah usaha perikanan yang dikelola rumah
tangga mengalami kenaikan sebanyak 4 529 rumah tangga dan usaha yang
dikelola perusahaan berbadan hukum mengalami penurunan sebanyak 6
perusahaan.
Berdasarkan hasil pencacahan lengkap ST 2013 di Provinsi Kalimantan
Utara dapat diidentifikasi bahwa jumlah usaha pertanian di subsektor peternakan
sebesar 18 358 usaha dikelola rumah tangga, 1 usaha dikelola perusahaan
pertanian berbadan hukum, dan 0 usaha dikelola usaha pertanian lainnya.
Dibandingkan dengan hasil ST2003, jumlah usaha peternakan yang dikelola
rumah tangga mengalami kenaikan sebanyak 5 618 rumah tangga dan usaha
yang dikelola perusahaan berbadan hukum mengalami kenaikan sebanyak 1
perusahaan. Sehingga, pertumbuhan rumah tangga usaha peternakan dari 2003
hingga 2013 adalah 44,10 %.
Potensi perkebunan di wilayah Kalimantan Utara juga cukup besar berupa
perkebunan kelapa sawit, perkebunan cokelat, perkebunan kopi dan lain-lain.
Terdapat beberapa perusahaan perkebunan kelapa sawit yang tersebar di 4
(empat) kabupaten dalam Provinsi Kalimantan Utara. Beberapa perusahaan
tersebut antara lain : PT. Sanggam Kahuripan Indonesia, PT. Inti Selaras Perkasa,
PT. Sentosa Sukses Utama dan lain-lain. Hasil pencacahan lengkap Sensus
Pertanian 2013 diperoleh jumlah rumah tangga usaha pertanian subsektor
perkebunan di Provinsi Kalimantan Utara sebesar 16 233 rumah tangga.
Dibandingkan tahun 2003 jumlah tersebut mengalami kenaikan sebanyak 4 003

rumah tangga, perusahaan pertanian berbadan hukum di subsektor perkebunan


sebesar 19 perusahaan, dibandingkan tahun 2003 mengalami kenaikan
sebanyak 16 perusahaan, dan usaha pertanian lainnya pada subsektor
perkebunan tidak ada usaha.
Sehingga bila ditinjau secara statistika, jumlah masyarakat yang bergerak
pada sektor persawahan, perkebunan, rumput laut berdasarkan desa atau
kelurahan tinggi, namun cenderung menggunakan metoda yang konvensional.
Selain itu, minimnya infrastruktur dan aksesibilitas yang tidak memadai,
infrastruktur jalan maupun jembatan penghubung yang masih kurang, sistem
transportasi darat maupun sungai yang tidak ter-manage dengan baik,
ketersediaan sarana dasar sosial dan ekonomi seperti pasar yang sangat
terbatas menyebabkan distribusi hasil-hasil produksi pertanian, peternakan,
perkebunan dan perikanan menjadi tidak maksimal yang berdampak pada
tingkat ekonomi masyarakat Kaltara terutama masyarakat perbatasan meskipun
Kondisi
penilaian
: 78 tinggi.
potensi
pada
tiap sektor
(tangguh)

Sumber referensi
http://kaltaraprov.go.id/
http://www.republika.co.id/berita/nasional/politik/13/04/22/mlnyam-kalimantanutara-resmi-jadi-provinsi
http://st2013.bps.go.id/

Kesimpulan dan saran :


kalimantan utara memiliki luas wilayah yang besar dan potensial serta letaknya yang strategis
sehingga bila dikelola dengan maksimal akan membuat kalimantan utara menjadi tangguh,
namun pada kenyatannya, hal ini belum dapat terlaksana karena berbagai faktor. Saran untuk
memaksimalkan hal ini adalah dengan perhatian pemerintah terhadap wilayah di Kalimantan
Utara terutama pada daerah perbatasan yang potensial.
Dari segi pertahanan dan keamanan, kondisi kalimantan utara masih jauh dari sempurna.
Walaupun telah didirikan pos-pos pertahanan namun bila tidak dikelola dengan baik dan
bijaksana tidak akan meninngkatkan pertahanan di daerah tersebut, hal ini terlihat dari
rawannya pos-pos pertahan di Kalimantan Utara. Saran agar pertahanan menjadi tangguh
adalah dengan adanya pemeliharaan yang baik terhadap setiap perangkat pertahanan.
Infrastuktur yang memadai juga akan meningkatkan pertahanan dan keamanan di Provinsi
tersebut.
Sektor pertanian yang terbagi menjadi beberapa sub sektor yaitu perkebunan, peternakan dan
perikanan merupakan sektor yang paling banyak digeluti oleh masyarakat Kalimantan Utara,
namun kebanyakan hanya menggunakan cara konvensional sehingga hasil tidak maksimal
meskipun beberapa perusahaan telah berinvestasi pada sektor-sektor tertentu. Saran agar
sektor pertanian ini tangguh adalah dengan pemutakhiran teknik dan alat yang digunakan
pada proses produksinya. Selain itu pembangunan infrastruktur yang memadai akan
meningkatkan ekonomi pada sektor pertanian.

Tabel dan Grafik