Anda di halaman 1dari 8

Dasar Teori

Konveksi alamiah dari ruangan tertutup

Gambar 1. Diagram laju konveksi terhadap bidang vertical


(sumber: J.P Holman. Perpindahan Kalor)

Jika terdapat fluida diantara dua plat vertikal yang terpisah dengan jarak satu
dengan lain. Jika fluida tersebut diberi beda suhu Tw = T1-T2, maka terjadi
perpindahan panas. Menurut MacGregor angka Grashof dihitung sebagai :

Pada angka Grashof yang sangat kecil, arus konveksi alamiah dan perpindahan
kalor banyak terjadi sepanjang fluida melalui konduksi. Semakin tinggi nilai Grashof,
perbedaan dari laju kalor semakin mudah ditemui, dengan peningkatan dari
perpindahakn kalor menggunakan angka Nusselt.

Dimana korelasi terhadap fluks kalor didapat

Pada bangunan industri, perpindahan kalor yang terjadi antar udara biasanya
menggunakan korelasi antara rumus yang ada terhadap R, sehingga

Dimana nilai R dapat dicari dengan

Perpindahan panas yang terjadi pada sumbu horizontal pada ruang tertutup
menggunakan 2 pendekatan yang berbeda. Pada pendekatan pertama, Jika pada
bagian permukaan atas plat menggunakan suhu yang relative tinggi dibandingkan plat
bawah, maka densitas fluida yang rendah akan berada diatas densitas fluida yang
lebih tinggi dan tidak ada konveksi yang terjadi. Ini menyebabkan perpindahan panas
yang terjadi sepanjang ruang akan melalui konduksi saja dan = 1.0, dimana
merupakan jarak antar plat. Pada pendekatan kedua, Jika suhu dibawah plat lebih
tinggi dibandingkan atas plat. Nilai yang dibawah 1700, konduksi murni

masih

terjadi dan nilai = 1.0. Ketika konveksi terjadi, pattern hexagonal akan
terbentuk sesuai Gambar 2.

Gambar 2. Bernard-cell pattern in enclosed fluid layer heated from below


(sumber: J.P Holman. Perpindahan Kalor)

Nomor 2
Sebuah tong besar digunakan untuk menyimpan minyak panas dengan suhu 400 oF. Di
sekeliling tong dipasang selongsong yang didinginkan hingga suhu 140oF. Ruang
udara yang memisahkan tong dengan selongsong yang mengelilinginya berukuran
tinggi 35 cm dan tebal 3 cm. Ilustrasikan system diatas. Perkirakan laju konveksi
bebas per meter persegi luas permukaan

Ilustrasi Tong dengan Selongsong

400oF

0,35 m

140oF

0,03 m
Gambar 1. Ilustrasi Sistem Overall

Ilustrasi Aliran Panas Pada Selongsong

CoverTank

Gambar 2. Ilustrasi Sistem Nampak Depan

Gambar 3. Ilustrasi Aliran Kalor

Diketahui
Tw

= 400oF

= 140oF

= 0,35 m

= 0,03 m

Ditanya
q/A?

Penyelesaian

Menganalisa Sistem
Sistem merupakan konveksi alamiah, karena aliran kalor ditidak dipaksa, dan

tidak ada keterangan flow rate maupun mass flow ratenya. Sistem aliran kalor terjadi
didalam, diantara selongsong dan tabung. Meskipun fluida didalam tabung ialah
minyak, namun yang mengalami perpindahan kalor ialah udara, karena zat diantara
selongsong dan tabung ialah udara. Sistem juga merupakan enclosed system karena
merupakan system tertutup dan tidak ada aliran massa keluar maupun masuk.

Mencari T film

Mencari properti udara saat T=405K

Tabel 1. Properti Udara saat T=405 K


(sumber: J.P Holman. Perpindahan Kalor)

Tabel

Temperature
-t(oC)

Density
-(kg/m3)

Specific Heat
- cp (kJ/(kg K))

Expansion Coefficient
-bx 10-3 (1/K)

-150

2.793

1.026

8.21

-100

1.980

1.009

5.82

-50

1.534

1.005

4.51

1.293

1.005

3.67

20

1.205

1.005

3.43

40

1.127

1.005

3.20

60

1.067

1.009

3.00

80

1.000

1.009

2.83

100

0.946

1.009

2.68

120

0.898

1.013

2.55

1.

Properti Udara saat T=405 K


(sumber: http://www.engineeringtoolbox.com/air-properties-d_156.html)

Suhu yang dicari 405K, maka harus diinterpolasi dahulu

Mencari nilai GrPr

Dari persamaan 7-53 pada buku Holman, persamaan Gr untuk enclosed system ialah

Mencari konstanta C,n,m untuk persamaan ke/k

Tabel 3. Konstanta Empiris Konveksi Alamiah


(sumber: J.P. Holman. Perpindahan Kalor)

= 0,197
n

= -1/9

Mencari nilai ke/k

Dari persamaan 7-64 pada buku Holman, diperoleh

Mencari nilai q/A

Jadi, fluks kalor per luas area ialah 429,88 W/m2

Anda mungkin juga menyukai