Materi Kuliah Hukum Tata Negara

Hak Asasi Manusia (HKK 203)
Fakultas Hukum UNSOED Manunggal K. Wardaya
manunggal.wardaya@gmail.com www.manunggal.tk

1

HAK ASASI MANUSIA
LEGISLATIONS : ‡ Undang-Undang Dasar 1945 ‡ Konstitusi RIS/Undang-undang Dasar RIS 1949 ‡ Undang-undang Dasar Sementara 1950 ‡ Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 ‡ Tap MPR No.XVII MPR 1998 ttg Hak Asasi Manusia ‡ Keppres No. Tahun 1993 ttg Komnas HAM ‡ UU No.39 Tahun 1999 ttg Hak Asasi Manusia ‡ UU No.26 Tahun 2000 ttg Pengadilan HAM

2

RECOMMENDED INTERNET SITES

‡ www.mahkamahkonstitusi.go.id (situs Mahkamah Konstitusi) ‡ www.komnas.go.id (situs Komisi Nasional Hak Asasi Manusia) ‡ www.khn.go.id (Situs Komisi Hukum Nasional) ‡ www.elsam.or.id (Situs Lembaga Studi dan Advokasi Masyarakat) ‡ www.un.org (Situs The United Nations/Perserikatan Bangsa-bangsa)
3

RECOMMENDED BOOKS, ARTICLES : Ananda B. Kusuma.2007. µKeabsahan UUD 1945 Pasca Amandemen¶ dalam Jurnal Konstitusi Vol. 4 No.1 Maret 2007 hal.144-155 Artidjo Alkostar (ed).2007.Mengurai Kompleksitas Hak Asasi Manusia (Kajian Multi Perspektif), Yogyakarta, Pusham UII Engelbrecht.1960. Kitab Undang-undang dan Peraturan Hukum Indonesia Jimly Asshiddiqie.2007. Pengantar Ilmu Hukum Tata Negara, Jakarta: Sekretariat Jenderal Mahkamah Konstitusi RI Mac Iver, The Web of Government Muhammad Hatta.1954. Kumpulan Karangan IV, Jakarta: Penerbitan dan Balai Buku Indonesia. Soetandyo Wignjosoebroto.2003. Toleransi dalam Keragaman: Visi untuk abad ke-2, Kumpulan Tulisan tentang Hak Asasi Manusia, Surabaya; PUSHAM UBAYA & Asia Foundation Geoffrey Robertson. 2002. Kejahatan Terhadap Kemanusiaan: Perjuangan untuk mewujudkan keadilan Global, Jakarta: ELSAM, terutama pada hal. 3-43
4

Hak Azazi Manusia
BEBERAPA ISTILAH : ‡ Human Rights, Fundamental Rights, Constitutional Rights ‡ Dlm Literatur Asing sering disebut RIGHTS saja

5

SEJARAH HAM
MADINAH CHARTER (Abad V) Jaminan beribadah bagi umat Non-Muslim. Beberapa sarjana menganggap Madinah Charter sebagai dokumen HAM pertama khususnya dalam kebebasan berkeyakinan (freedom of Conscience) MAGNA CHARTA (1215)  Elitis, hanya menyangkut kepentingan Raja & bangsawan serta gereja.  Tidak ada kaitan dengan kebebasan individu warga negara  namun memiliki makna penting yakni berakhirnya absolutism dengan dibatasinya kekuasaan negara
6

SOME IMPORTANT DOCTRINES
THOMAS HOBBES (1588-1679) (1588dalam Leviathan (1651) menyatakan  manusia dalam keadaan alami adalah: hommo homini lupus, bellum omnium contra omnes (war of everyone against everyone)  OKI Rakyat meninggalkan keadaan alaminya dan memasuki babak baru : Kehidupan bernegara, dengan menyerahkan total hak-haknya pada negara  Only a Sovereign with Absolute Power Could Bring and keep The Peace
Thomas Hobbes

7

JOHN LOCKE (16321704) dalam Second Treatise of Government menyatakan:  Government rests on the consent of the governed  Government is created to protect natural rights of life, liberty and property and these are inviolable  Right To Change The Government once it failed to fulfill its Obligation to the people
8

MONTESQIEU (1748)

: 

Separation of Power sebagai antithesis Absolutism.  Legislative, Executive, & Judicial JJ ROUSSEAU (1712-1778 (1712-1778) :  Kedaulatan di tangan Rakyat, dan kekuasaan Penguasa diperoleh dari Perjanjian dg Rakyat
9

PETITION OF RIGHTS (1628) AMERICAN REVOLUTION (1776): Pemberontakan kaum colonist yg merasa tertindas kekuasaan & perundang2an Inggris/London Konstitusi Amerika 1789 belum mencantumkan HAM tapi sudah mencakup Habeas Corpus, Ex Post Facto Law & Bill of Attainder FRENCH REVOLUTION (1789) : Ditandai dengan jatuhnya Benteng Bastille di Paris, tempat pemenjaraan musuh politik dinasti Bourbon. Semboyan yg terkenal Liberte, Egalite, Fraternite.

10

DECLARATION DES DROITS DE L¶HOMME ET DU CITOYEN (Deklarasi Hak-hak Manusia dan Warga Negara) 1789  Asas Praduga Tak Bersalah & keharusan proses legal sebelum penangkapan & penahanan.  Menjunjung kepemilikan harta benda pribadi yang sakral & tak boleh dilanggar & hanya boleh diambil jika dpt dibuktikan adanya kepentingan publik serta ada kompensasi yg adil.  Kebebasan berbicara dijamin, tak seorangpun dapat dihukum krn pendapatnya.
11

UDHR 1948
³A Common Standard of Achievement for All peoples and all nations´ Reaksi atas Fascism Italy, Germany, & Japan pada PD II(Fascism; Paham Nasionalisme yang sempit) 48 Negara Setuju UDHR, 8 Negara Abstain (in between Saudi Arabia) Merely a moral document, Not Legally binding 1966 Diadopsi The International Covenant on Economic, Social (ICESCR), and Cultural Rights serta The International Covenant on Civil and Political Rights (ICCPR)

12

ICESCR & ICCPR sbg peraturan pelaksanaan UDHR 1948 ;OKI legally binding. 2 Optional Protocols 1st : Individual Complaint 2nd : Abolition of Death Penalty UDHR, ICESCR & ICPPR @ THE INTERNATIONAL BILL OF HUMAN RIGHTS Indonesia meratifikasi ICESCR & ICCPR pada September 2005 dengan
13

Beberapa Tonggak Perjuangan HAM di Indonesia 
1901 Sarekat Prijaji, gerakan perdagangan tanpa memandang suku.Tokohnya R.M Tirto Adhi Surjo (baca Pramoedya A. Toer, Sang Pemula, Jakarta: Lentera Dipantara,  1908 Boedi Oetomo, dlm kepustakaan Indonesia sering disebut tonggak awal Kebangkitan Nasional  1928 Sumpah Pemuda  1945 Proklamasi Kemerdekaan
14

HAM DALAM SEJARAH KONSTITUSIONALISME INDONESIA
PRO KONTRA HAM DALAM PENYUSUNAN UUD 1945 ANTARA SOEKARNO & SOEPMO VS HATTA & YAMIN SOEKARNO: SOEKARNO ³HAM adalah Individualisme, Liberalisme yang tidak sesuai dengan kepribadian bangsa Indonesia. Agar paham Individualisme & Liberalisme dibuang jika negara hendak mendasarkan diri pada faham kekeluargaan,gotong royong dan tolong menolong. Jangan Tiru Deklarasi HAM & Warga Negara di Perancis´ SOEPOMO: SOEPOMO ³Faham yang dianut Indonesia adalah kekeluargaan, maka UUD tidak memuat faham yg bertentangan dgnya.´
SOEKARNO

15

HATTA : ³Setuju asas kekeluargaan, TAPI HAM tetap perlu dicantumkan dlm UUD misalnya hak berpendapat, berserikat dll Hal ini untuk menghindari negara kekuasaan (machstaat) ³ YAMIN : ³UUD mesti memuat HAM seluasluasnya. HAM bukanlah Liberalisme, tapi Perlindungan yg harus ada dlm UUD´
HATTA
16

PPKI: UUD yg terbentuk adl sementara (temporary) SOEKARNO: ³UUD 1945 sebagai Revolutiegrondwet, kita akan mempunyai UUD yg lebih lengkap.´ RATULANGI: ³grondwet ini perlu disempurnakan.´ IWA KUSUMA SUMANTRI :´ Ini adlh UUD Kilat.´ Aturan Peralihan : ³Dlm 6 bln setelah MPR dibentuk, Majelis bersidang u/ Menetapkan UUD´
17

THE RESULT WAS COMPROMISE : UUD 1945 TIDAK secara terperinci memuat jaminan HAM, hanya 7 pasal mengenai HAM  Tidak terperinci krn ada sebelum UDHR 1948? Miriam Budiarjo : YA Jimly Ashiddiqie : TIDAK. Sebelum 1945 sudah ada Deklarasi Hak Asasi Manusia & Warga Negara Perancis & Konstitusi Amerika

18

Rights (?) on UUD 1945
Kebebasan Beragama, Berserikat Berkumpul & mengeluarkan pendapat, Pekerjaan yang layak bagi Kemanusiaan Pengumuman No.10 BP KNIP tgl 5 Desember 1945 =akan melakukan persiapan u/melakukan perubahan UUD dengan alasan UUD 1945 belum sempurna Dibentuk Perancang UUD Negara tgl 19 February 1946 diketuai o/Soepomo (Menkeh), Sekretaris Mr.Subardjo dg anggota 21 Ahli Hukum
19

HARUN AL RASYID : UUD 1945 sama sekali tidak memuat ketentuan HAM Pasal 28 UUD 1945 : Kemerdekaan berserikat dan berkumpul, mengeluarkan pikiran dengan lisan dan tulisan dan sebagainya ditetapkan dengan undangundang Pasal di atas hanya menyatakan bahwa hak-hak tersebut akan diatur dalam UU Hatta & Yamin : HAM dlm Pasal agar 28 diperinci Soekarno : Menolak, karena dianggap bertentangan dgn paham Integralistik

20

KONSTITUSI RIS
Konsekwensi hasil Perundingan Linggajati, Renville & KMB (Round Table Conference) yg diawasi KTN (Australia, Belgium & USA) NKRI menjadi Negara Republik-Federasi dg Konstitusi Federal HAM dimasukkan lebih comprehensive dlm Bab I Bagian V Ps.7 ± 33 Rumusannya dipengaruhi o/ & ada kemiripan dg UDHR 1948
21

HAM dalam KRIS
Perlindungan diri & harta benda (8), tidak diperbudak (10), tidak disiksa &dihukum scr ganas (11), ditangkap/ditahan atas perintah yg sah (12),presumption of innocent (14 ay.1), Principle of Legality (14 ay.2), kebebasan & rahasia surat menyurat (17), kebebasan pikiran keinsyafan batin & agama (18), berpendapat (19), mengadu pd penguasa (21), mendirikan serikat-sekerdja & masuk di dalamnya (28), mengajar (29 ay.1), memilih pengajaran(29 ay.2), melakukan pekerjaan amal (30)
22

UUDS 1950
17 August 1950 NFRI kembali menjadi NKRI, UUD RIS berubah menjadi UUDS 1950 HAM dlm UUDS 1950 : Bab I Bagian V Hak-hak dan Kebebasan-kebebasan dasar Manusia (Ps.7 - 34) Sama dengan KRIS, Rumusan HAM dlm UUDS kental nuansa UDHR 1948, yg juga dijiwai o/Deklarasi HAM & Warga Negara Perancis

23

HAM dalam UUDS 1950
Hak untuk/atas: Equality before The law (7 ay.1), Perlindungan harta benda (8), bebas bergerak & tinggal dlm negara (9), tidak diperbudak (10), tidak disiksa, diperlakukan atau dihukum secara ganas (11), tidak ditangkap tanpa perintah yg sah (12), presumption of innocent (14 ay.1), principle of legality (14 ay.2), berdemonstrasi dan mogok (21), mempunyai milik sendiri atau bersama dengan orang lain (26 ay.1)
24

KEMBALI KE UUD 1945, DIMULAINYA KEKUASAAN OTORITER
4/5 Konstituante SETUJU & 5/9 Konstituante TIDAK SETUJU : ³Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi Pemeluk2nya´ Pdhl Ps 137 ay (2) UUDS 1950 : UUD baru berlaku djika rantjangannja telah diterima dengan sekurang2nja 2/3 dari djumlah Anggauta jang hadir« Dekrit Presiden/Presidential Decree 5 Juli 1959 (Kepres No. 150 Tahun 1959) ttg Pembubaran Konstituante & kembali ke UUD 1945

25

RIGHTS UNDER µTHE NEW¶ CONSTITUTION OF 1945
‡ Demokrasi Terpimpin (Guided Democracy) ‡ Pengekangan Kebebasan Berekspresi, ‡ Pemenjaraan sewenang2 (mis thd: Koes Bersaudara pada 1965)
26

‡ Tragedi Politik 1965 : Pembunuhan 6 Jenderal AD yg diikuti dg Pembunuhan Massal 19651966 massa/simpatisan & mereka yang diduga sebagai massa/simpatisan PKI di Jawa & Bali, salah satu Kejahatan Terhadap Kemanusiaan terbesar di dunia di abad XX ‡ Runtuhnya kekuasaan Demokrasi Terpimpin Soekarno ‡ Munculnya Orde Baru pada 1968
27

‡ TAP MPRS No.XIV/MPRS/1966 @Agar disusun Piagam HAM ‡ Dibentuk Panitia Ad Hoc u/menyusun perincian HAM (PAH IV), pembagian kekuasaan lembaga2 negara mnrt UUD 1945(PAH II), & pelengkap penjelasan UUD 1945 (PAH III) ‡ Keputusan Pimpinan MPRS No.24/B/1967 @menerima dg baik hasil2 kerja PAH
28

HAM Pada Masa ORDE BARU 
SU MPRS V 1968 Tidak berhasil dicapai kesepakatan hasil kerja PAH untuk dijadikan sbg ketetapan ttg PIAGAM HAM  Ketetapan MPR No.V/MPR/1973 MENCABUT Tap MPRS No.XIV/MPRS/1966  Pemenjaraan, Pembuangan tanpa Peradilan lawan2 politik sebagai akibat peristiwa 1965  Kooptasi lembaga Legislative & Judicial o/Executive  Perundang2an yang mengekang (Repressive) dan bukannya menjamin HAM ‡ Digunakan& Dipertahankannya Pasal2 Kolonial u/ meredam Oposisi ‡ 1967 ± 1967 MPR menyatakan : ³Tidak mempunyai keinginan untuk merubah UUD 1945´. MPR menetapkan akan MENGABADIKAN UUD 1945 ; suatu pengkhianatan amanah Founding Fathers (Ananda B. Kusuma, 2007: 150)

29

THE END OF THE NEW ORDER 
1991 : Penembakan di Dili, Timor Timur  1993 Dibentuk Komnas HAM atas desakan Internasional  1994 Pemberangusan Pers: TEMPO, DETIK, EDITOR  1996 Penyerbuan Markas PDI Ratusan orang diduga tewas  1997 Krisis Moneter, Hutang LN (terutama swasta) jatuh tempo, Penculikan Aktivis  1998 Kerusuhan Mei, Mundurnya Soeharto (?) dan berakhirnya Orde Baru (?)
30

HAM dalam Masa Transisi Demokrasi
TAP MPR No.V/MPR/1998 ttg Pemantapan Persatuan Nasional mengamanatkan pembentukan Komisi Kebenaran & Rekonsiliasi Ketetapan MPR No.XVII/1998 Tentang Hak Asasi Manusia : ‡ Agar Lembaga-lembaga Tinggi Negara dan Aparatur Pemerintah untuk menghormati, menegakkan & menyebarluaskan HAM ‡ Agar Presiden & DPR meratifikasi Instrumen2 Hak Asasi Manusia Internasional ‡ HAM: Hak dasar yang secara kodrati dianugerahkan Tuhan YME kepada manusia tanpa perbedaan antara satu dan lainnya ‡ PIAGAM HAK ASASI MANUSIA INDONESIA
31

UU No. 39 /1999 Tentang HAM
HAM : Seperangkat Hak yang melekat pada hakikat keberadaan manusia sebagai makhluk Tuhan YME & mrpk anugerah yg harus dihormati, dijunjung tinggi dan dilindungi oleh negara, hukum, pemerintah, dan setiap orang demi kehormatan serta perlindungan harkat dan martabat manusia Kewajiban Dasar Manusia : Seperangkat Kewajiban yang aapabila tidak dilaksanakan tidak mungkin terlaksana dan tegaknya HAM
32

Beberapa Muatan UU HAM
‡ HAK UNTUK HIDUP (mempertahankan hidup; meningkatkan taraf kehidupan; hidup tenteram, aman, damai, bahagia, sejahtera lahir bathin; lingkungan hidup yang baik dan sehat) ‡ HAK BERKELUARGA DAN MELANJUTKAN KETURUNAN (membentuk suatu keluarga dan melanjutkan keturunan melalui perkawinan; perkawinan sah dengan kesepakatan calon suami isteri sesuai dengan ketentuan perundang2an) ‡ HAK MENGEMBANGKAN DIRI (kebutuhan dasar untuk berkembang layak, memperoleh pendidikan, mengembangkan & memperoleh manfaat dari seni budaya; berkomunikasi dan memperoleh informasi; melakukan pekerjaan sosial)
33

HAK MEMPEROLEH KEADILAN (pengaduan & gugatan pidana, perdata, administrasi melalui peradilan yang independen untuk mendapat putusan yg adil dan benar; asas praduga tak bersalah, non retroactive, ne bis in idem, larangan perampasan seluruh harta kekayaan & penjara/kurungan karena tidak memenuhi kewajiban utang piutang)
34

‡ HAK ATAS KEBEBASAN PRIBADI (untuk tidak diperbudak/diperhamba; larangan perdagangan budak, perdagangan wanita; hak atas keutuhan pribadi jasmani & rohani; hak untuk memeluk agama & beribadat menurut agama/kepercayaan; jaminan kemerdekaan setiap orang memluk agama dan beribadat menurut agama & kepercayaannya; hak untuk memilih & berkeyakinan politik; mempunyai mengeluarkan pendapat scr lisan/tulisan dengan memperhatikan nilai agama, kesusilaan, ketertiban, kepentingan umum, dan keutuhan bangsa; berkumpul, rapat, berserikat; mendirikan partai politik, LSM; menyampaikan pendapat di muka umum tmsk mogok; mengganti status kewarganegaraan; hak WNI untuk bergerak, berpindah tempat dlm wilayah NKRI; meninggalkan & masuk wilayah RI

35

HAK ATAS RASA AMAN (mencari suaka, pengakuan di depan hukum sebagai manusia, rasa aman u/ berbuat/tdk berbuat sesuatu; kediaman siapapun tdk boleh diganggu, kemerdekaan & rahasia dlm hubungan surat menyurat tmsk melalui sarana elektronik kecuali atas perintah hakim/kekuasaan lain yg sah; bebas dari penyiksaan, penghukuman/perlakuan kejam, tidak manusiawi, merendahkan derajat; bebas dari penghilangan paksa & penghilangan nyawa; u/tdk ditangkap, ditahan, disiksa, dikucilkan, diasingkan, dibuang sewenang-wenang

36

HAK ATAS KESEJAHTERAAN (mempunyai milik, pencabutan HM demi kptgn umum dg ganti rugi wajar & segera; pekerjaan yg layak; pekerjaan yg disukai; upah yg sama pria wanita dg pekerjaan sama; serikat pekerja; bertempat tinggal; jaminan sosial u/hidup layak;perlakuan khusus bg penyandang cacat HAK TURUT SERTA DALAM PEMERINTAH (hak pilih aktif& pasif dlm pemilu; partisipasi langsung & perwakilan dlm pemerintahan; mengajukan pendapat, usul, pengaduan pd pemerintah dlm rangka clean gov dg lisan/tulisan
37

‡ HAK WANITA (keterwakilan wanita dlm sistem pemilu, pemilihan anggota Legislatif, pengangkatan eksekutif, judicial; hak ‡ HAK ANAK (perlindungan orang tua, keluarga, masyarakat, negara;diakui & dilindungi o/hukum sejak dlm kandungan; beribadah; mengetahui siapa orang tua; perlindungan dr kekerasan; berisitirahat, bergaul)
Anak dlm UU ini adalah di bawah 18 Tahun dan belum menikah, termasuk anak yg masih kandungan apabila hal tersebut demi kepentingannya

38

TANGGUNG JAWAB & KEWAJIBAN PEMERINTAH
‡ Menghormati, melindungi, menegakkan, memajukan HAM dlm UU HAM, Peraturan Perundangan lain 7 Hukum Internasional tentang HAM yg diterima Indonesia

39

PEMBATASAN & LARANGAN
‡ Hak & Kebebasan dalam UU HAM hanya dapat DIBATASI oleh dan berdasarkan Undang-undang, semata-mata untuk menjamin pengakuan dan penghormatan terhadap hak asasi manusia serta kebebasan dasar orang lain, Kesusilaan, Ketertiban umum, Kepentingan Bangsa. ‡ Tidak satu ketentuanpun dalam UU HAM diartikan bahwa pemerintah, partai, golongan, atau pihak manapun dibenarkan mengurangi, merusak, atau menghapuskan HAM atau kebebasan dasar dlm UU ini. Jadi HAM bisa DIBATASI, tapi TIDAK untuk DIKURANGI, DIRUSAK, atau DIHAPUSKAN
40

UU 26/2000 Tentang Pengadilan HAM (UUPH)
‡ Pengadilan HAM adl Pengadilan Khusus yg berada di Lingkungan Peradilan umum ‡ Bertugas & berwenang memeriksa dan memutus Pelanggaran HAM Berat (PHB), termasuk PHB yang dilakukan di luar wilayah Indonesia oleh WNI ‡ Jurisdiksi materiil : GENOSIDA dan KEJAHATAN TERHADAP KEMANUSIAAN (Crimes Against Humanity)
41

‡ GENOSIDA (Pasal 4 UU PH) perbuatan yg dimaksudkan u/ menghancurkan/memusnahkan seluruh/sebagian kelompok bangsa, ras, etnis, agama dg cara : membunuh, mengakibatkan penderitaan fisik & mental yg berat, menciptakan kondisi yang mengarah pada kemusnahan secara fisik, mencegah kelahiran di dlm kelompok, memindahkan paksa anak2 dalam kelompok tertentu ke kelompok lain.
42

‡ KEJAHATAN TERHADAP KEMANUSIAAN (Pasal 9) Salah satu perbuatan yang dilakukan sebagai bagian dari serangan yang meluas atau sistematik yang diketahuinya serangan tersebut ditujukan secara langsung terhadap penduduk sipil berupa : pembunuhan, pemusnahan, perbudakan, pengusiran atau pemindahan penduduk secara paksa, perampasan kemerdekaan atau perampasan kebebasan fisik lain, penyiksaan, perkosaaan, perbudakan seksual, penganiayaan terhadap kelompok tertentu atau perkumpulan yang didasarkan pada perkumpulan yang didasarkan persamaan paham politik, ras, kebangsaan, etnis, budaya, penghilangan orang secara paksa, kejahatan apartheid.
43

HAM dlm UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945
Dalam Bab X A Pasal 28 A hingga 28 J Beberapa Kelemahan :  Pasal 28 I ayat (1)(«Hak untuk tidak dituntut atas dasar hukum yang berlaku surut adalah HAM yang tak dapat dikurangi dalam keadaan apapun) bertentangan dengan prinsip dlm Kejahatan Berat HAM yg telah diterima dunia Internasional sejak Peradilan Nuremberg 1946  Tidak dicantumkannya prinsip Habeas Corpus : Orang bisa ditahan & ditangkap sewenang-wenang  Tidak dicantumkannya Bill of Attainder: Orang dpt dhukum tanpa kesalahan (spt larangan menjadi PNS bagi ex-PKI & keluarganya).
44

Mahkamah Konstitusi Sebagai Pengawal HAM
‡ Hak & Kebebasan dasar Manusia tercantum dalam Konstitusi ‡ Implementasi Konstitusi dengan UU Organik

45

Beberapa Putusan MK
Putusan No. 013-022/PUU-IV/2006 Pasal 134, Pasal 136 bis, dan Pasal 137 KUHP ttg Penghinaan Presiden dinyatakan bertentangan dg UUD 1945 & tidak lagi memp. Kekuatan hukum mengikat MK : pasal2 tsb mengingkari prinsip equality before the law, mengurangi kebebasan mengekspresikan pikiran & pendapat serta prinsip kepastian hukum. Pasal2 tersebut bertentangan dg Ps. 28, 28 E ayat (2), dan ayat (3) UUD 1945 Putusan No. 020/PUU-IV/2006 Dibatalkannya UU KKR MK : UU KKR tidak melindungi hak korban pelanggaran HAM berat, krn Kompensasi digantungkan pada ada/tidaknya Amnesti Tidak ada kepastian hukum bagi pelanggar HAM jika telah mengaku bersalah Pada Tahun 2007 MK memutuskan Hukuman Mati tidak Bertentangan dengan UUD 1945
46

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful