Anda di halaman 1dari 46

Materi Kuliah Hukum Tata Negara

Hak Asasi Manusia


(HKK 203)

Fakultas Hukum UNSOED

Manunggal K. Wardaya
manunggal.wardaya@gmail.com

www.manunggal.tk

1
HAK ASASI MANUSIA
LEGISLATIONS :
• Undang-Undang Dasar 1945
• Konstitusi RIS/Undang-undang Dasar RIS 1949
• Undang-undang Dasar Sementara 1950
• Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia
Tahun 1945
• Tap MPR No.XVII MPR 1998 ttg Hak Asasi Manusia
• Keppres No. Tahun 1993 ttg Komnas HAM
• UU No.39 Tahun 1999 ttg Hak Asasi Manusia
• UU No.26 Tahun 2000 ttg Pengadilan HAM

2
RECOMMENDED INTERNET SITES
• www.mahkamahkonstitusi.go.id (situs
Mahkamah Konstitusi)
• www.komnas.go.id (situs Komisi
Nasional Hak Asasi Manusia)
• www.khn.go.id (Situs Komisi Hukum
Nasional)
• www.elsam.or.id (Situs Lembaga
Studi dan Advokasi Masyarakat)
• www.un.org (Situs The United
Nations/Perserikatan Bangsa-bangsa)
3
RECOMMENDED BOOKS, ARTICLES :
Ananda B. Kusuma.2007. ‘Keabsahan UUD 1945 Pasca
Amandemen’ dalam Jurnal Konstitusi Vol. 4 No.1 Maret 2007
hal.144-155
Artidjo Alkostar (ed).2007.Mengurai Kompleksitas Hak Asasi
Manusia (Kajian Multi Perspektif), Yogyakarta, Pusham UII
Engelbrecht.1960. Kitab Undang-undang dan Peraturan Hukum
Indonesia
Jimly Asshiddiqie.2007. Pengantar Ilmu Hukum Tata Negara,
Jakarta: Sekretariat Jenderal Mahkamah Konstitusi RI
Mac Iver, The Web of Government
Muhammad Hatta.1954. Kumpulan Karangan IV, Jakarta: Penerbitan
dan Balai Buku Indonesia.
Soetandyo Wignjosoebroto.2003. Toleransi dalam Keragaman: Visi
untuk abad ke-2, Kumpulan Tulisan tentang Hak Asasi Manusia,
Surabaya; PUSHAM UBAYA & Asia Foundation
Geoffrey Robertson. 2002. Kejahatan Terhadap Kemanusiaan:
Perjuangan untuk mewujudkan keadilan Global, Jakarta: ELSAM,
terutama pada hal. 3-43

4
Hak Azazi Manusia
BEBERAPA ISTILAH :
• Human Rights, Fundamental Rights,
Constitutional Rights
• Dlm Literatur Asing sering disebut
RIGHTS saja

5
SEJARAH HAM
 MADINAH CHARTER (Abad V)
Jaminan beribadah bagi umat
Non-Muslim. Beberapa sarjana
menganggap Madinah Charter
sebagai dokumen HAM pertama
khususnya dalam kebebasan
berkeyakinan (freedom of
Conscience)
 MAGNA CHARTA (1215)
 Elitis, hanya menyangkut
kepentingan Raja & bangsawan
serta gereja.
 Tidak ada kaitan dengan
kebebasan individu warga negara
 namun memiliki makna penting
yakni berakhirnya absolutism
dengan dibatasinya kekuasaan
negara

6
SOME IMPORTANT DOCTRINES
Thomas Hobbes
 THOMAS HOBBES (1588-1679)
dalam Leviathan (1651)
menyatakan
 manusia dalam keadaan alami
adalah: hommo homini lupus,
bellum omnium contra omnes
(war of everyone against
everyone)
 OKI Rakyat meninggalkan
keadaan alaminya dan memasuki
babak baru : Kehidupan
bernegara, dengan menyerahkan
total hak-haknya pada negara
 Only a Sovereign with Absolute
Power Could Bring and keep The
Peace

7
 JOHN LOCKE (1632-
1704) dalam Second
Treatise of Government
menyatakan:
 Government rests on the
consent of the governed
 Government is created to
protect natural rights of
life, liberty and property
and these are inviolable
 Right To Change The
Government once it failed
to fulfill its Obligation to
the people
8
 MONTESQIEU (1748) :
 Separation of Power sebagai antithesis
Absolutism.
 Legislative, Executive, & Judicial
 JJ ROUSSEAU (1712-1778)
(1712-1778 :
 Kedaulatan di tangan Rakyat, dan
kekuasaan Penguasa diperoleh dari
Perjanjian dg Rakyat
9
 PETITION OF RIGHTS (1628)
 AMERICAN REVOLUTION (1776): Pemberontakan
kaum colonist yg merasa tertindas kekuasaan &
perundang2an Inggris/London
 Konstitusi Amerika 1789 belum mencantumkan HAM tapi
sudah mencakup Habeas Corpus, Ex Post Facto Law &
Bill of Attainder
 FRENCH REVOLUTION (1789) : Ditandai dengan
jatuhnya Benteng Bastille di Paris, tempat pemenjaraan
musuh politik dinasti Bourbon. Semboyan yg terkenal
Liberte, Egalite, Fraternite.

10
 DECLARATION DES DROITS DE L’HOMME ET DU
CITOYEN (Deklarasi Hak-hak Manusia dan Warga
Negara) 1789
 Asas Praduga Tak Bersalah & keharusan proses legal
sebelum penangkapan & penahanan.
 Menjunjung kepemilikan harta benda pribadi yang sakral
& tak boleh dilanggar & hanya boleh diambil jika dpt
dibuktikan adanya kepentingan publik serta ada
kompensasi yg adil.
 Kebebasan berbicara dijamin, tak seorangpun dapat
dihukum krn pendapatnya.

11
UDHR 1948
 “A Common Standard of Achievement for All peoples
and all nations”
 Reaksi atas Fascism Italy, Germany, & Japan pada PD
II(Fascism; Paham Nasionalisme yang sempit)
 48 Negara Setuju UDHR, 8 Negara Abstain (in between
Saudi Arabia)
 Merely a moral document, Not Legally binding
 1966 Diadopsi The International Covenant on Economic,
Social (ICESCR), and Cultural Rights serta The
International Covenant on Civil and Political Rights
(ICCPR)

12
 ICESCR & ICCPR sbg peraturan pelaksanaan
UDHR 1948 ;OKI legally binding.
 2 Optional Protocols
1st : Individual Complaint
2nd : Abolition of Death Penalty
 UDHR, ICESCR & ICPPR  THE
INTERNATIONAL BILL OF HUMAN RIGHTS
 Indonesia meratifikasi ICESCR & ICCPR pada
September 2005 dengan
13
Beberapa Tonggak Perjuangan
HAM di Indonesia
 1901 Sarekat Prijaji, gerakan perdagangan
tanpa memandang suku.Tokohnya R.M Tirto
Adhi Surjo (baca Pramoedya A. Toer, Sang
Pemula, Jakarta: Lentera Dipantara,
 1908 Boedi Oetomo, dlm kepustakaan Indonesia
sering disebut tonggak awal Kebangkitan
Nasional
 1928 Sumpah Pemuda
 1945 Proklamasi Kemerdekaan

14
HAM DALAM SEJARAH
KONSTITUSIONALISME INDONESIA
PRO KONTRA HAM DALAM SOEKARNO
PENYUSUNAN UUD 1945 ANTARA
SOEKARNO & SOEPMO VS HATTA &
YAMIN
 SOEKARNO:
SOEKARNO “HAM adalah
Individualisme, Liberalisme yang tidak
sesuai dengan kepribadian bangsa
Indonesia. Agar paham Individualisme
& Liberalisme dibuang jika negara
hendak mendasarkan diri pada faham
kekeluargaan,gotong royong dan tolong
menolong. Jangan Tiru Deklarasi HAM
& Warga Negara di Perancis”
 SOEPOMO:
SOEPOMO “Faham yang dianut
Indonesia adalah kekeluargaan, maka
UUD tidak memuat faham yg
bertentangan dgnya.”

15
 HATTA : “Setuju asas
kekeluargaan, TAPI HAM
tetap perlu dicantumkan
dlm UUD misalnya hak
berpendapat, berserikat
dll Hal ini untuk
menghindari negara
kekuasaan (machstaat) “
 YAMIN : “UUD mesti
memuat HAM seluas-
luasnya. HAM bukanlah
Liberalisme, tapi
Perlindungan yg harus
ada dlm UUD”
HATTA
16
PPKI: UUD yg terbentuk adl sementara
(temporary)
SOEKARNO: “UUD 1945 sebagai
Revolutiegrondwet, kita akan mempunyai UUD
yg lebih lengkap.”
RATULANGI: “grondwet ini perlu
disempurnakan.”
IWA KUSUMA SUMANTRI :” Ini adlh UUD Kilat.”
Aturan Peralihan : “Dlm 6 bln setelah MPR
dibentuk, Majelis bersidang u/ Menetapkan
UUD”
17
THE RESULT WAS COMPROMISE :
UUD 1945 TIDAK secara terperinci memuat
jaminan HAM, hanya 7 pasal mengenai HAM
 Tidak terperinci krn ada sebelum UDHR 1948?
 Miriam Budiarjo : YA
 Jimly Ashiddiqie : TIDAK. Sebelum 1945
sudah ada Deklarasi Hak Asasi Manusia &
Warga Negara Perancis & Konstitusi Amerika

18
Rights (?) on UUD 1945
Kebebasan Beragama, Berserikat Berkumpul &
mengeluarkan pendapat, Pekerjaan yang layak
bagi Kemanusiaan
Pengumuman No.10 BP KNIP tgl 5 Desember
1945 =akan melakukan persiapan u/melakukan
perubahan UUD dengan alasan UUD 1945
belum sempurna
Dibentuk Perancang UUD Negara tgl 19 February
1946 diketuai o/Soepomo (Menkeh), Sekretaris
Mr.Subardjo dg anggota 21 Ahli Hukum

19
HARUN AL RASYID : UUD 1945 sama sekali tidak
memuat ketentuan HAM
Pasal 28 UUD 1945 : Kemerdekaan berserikat dan
berkumpul, mengeluarkan pikiran dengan lisan dan
tulisan dan sebagainya ditetapkan dengan undang-
undang
Pasal di atas hanya menyatakan bahwa hak-hak tersebut
akan diatur dalam UU
Hatta & Yamin : HAM dlm Pasal agar 28 diperinci
Soekarno : Menolak, karena dianggap
bertentangan dgn paham Integralistik

20
KONSTITUSI RIS
Konsekwensi hasil Perundingan Linggajati,
Renville & KMB (Round Table
Conference) yg diawasi KTN (Australia,
Belgium & USA) NKRI menjadi Negara
Republik-Federasi dg Konstitusi Federal
HAM dimasukkan lebih comprehensive dlm
Bab I Bagian V Ps.7 – 33
Rumusannya dipengaruhi o/ & ada
kemiripan dg UDHR 1948
21
HAM dalam KRIS
Perlindungan diri & harta benda (8), tidak
diperbudak (10), tidak disiksa &dihukum scr
ganas (11), ditangkap/ditahan atas perintah yg
sah (12),presumption of innocent (14 ay.1),
Principle of Legality (14 ay.2), kebebasan &
rahasia surat menyurat (17), kebebasan pikiran
keinsyafan batin & agama (18), berpendapat
(19), mengadu pd penguasa (21), mendirikan
serikat-sekerdja & masuk di dalamnya (28),
mengajar (29 ay.1), memilih pengajaran(29
ay.2), melakukan pekerjaan amal (30)
22
UUDS 1950
17 August 1950 NFRI kembali menjadi NKRI, UUD
RIS berubah menjadi UUDS 1950
HAM dlm UUDS 1950 : Bab I Bagian V Hak-hak
dan Kebebasan-kebebasan dasar Manusia
(Ps.7 - 34)
Sama dengan KRIS, Rumusan HAM dlm UUDS
kental nuansa UDHR 1948, yg juga dijiwai
o/Deklarasi HAM & Warga Negara Perancis

23
HAM dalam UUDS 1950
Hak untuk/atas:
Equality before The law (7 ay.1), Perlindungan
harta benda (8), bebas bergerak & tinggal dlm
negara (9), tidak diperbudak (10), tidak disiksa,
diperlakukan atau dihukum secara ganas (11),
tidak ditangkap tanpa perintah yg sah (12),
presumption of innocent (14 ay.1), principle of
legality (14 ay.2), berdemonstrasi dan mogok
(21), mempunyai milik sendiri atau bersama
dengan orang lain (26 ay.1)
24
KEMBALI KE UUD 1945, DIMULAINYA
KEKUASAAN OTORITER
4/5 Konstituante SETUJU & 5/9 Konstituante TIDAK
SETUJU : “Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan
syariat Islam bagi Pemeluk2nya”

Pdhl Ps 137 ay (2) UUDS 1950 : UUD baru berlaku djika


rantjangannja telah diterima dengan sekurang2nja 2/3
dari djumlah Anggauta jang hadir…

Dekrit Presiden/Presidential Decree 5 Juli 1959 (Kepres


No. 150 Tahun 1959) ttg Pembubaran Konstituante &
kembali ke UUD 1945

25
RIGHTS UNDER ‘THE NEW’
CONSTITUTION OF 1945
• Demokrasi Terpimpin
(Guided Democracy)
• Pengekangan
Kebebasan
Berekspresi,
• Pemenjaraan
sewenang2 (mis thd:
Koes Bersaudara
pada 1965)

26
• Tragedi Politik 1965 : Pembunuhan 6 Jenderal
AD yg diikuti dg Pembunuhan Massal 1965-
1966 massa/simpatisan & mereka yang diduga
sebagai massa/simpatisan PKI di Jawa & Bali,
salah satu Kejahatan Terhadap Kemanusiaan
terbesar di dunia di abad XX
• Runtuhnya kekuasaan Demokrasi Terpimpin
Soekarno
• Munculnya Orde Baru pada 1968

27
• TAP MPRS No.XIV/MPRS/1966 Agar
disusun Piagam HAM
• Dibentuk Panitia Ad Hoc u/menyusun
perincian HAM (PAH IV), pembagian
kekuasaan lembaga2 negara mnrt UUD
1945(PAH II), & pelengkap penjelasan
UUD 1945 (PAH III)
• Keputusan Pimpinan MPRS No.24/B/1967
menerima dg baik hasil2 kerja PAH
28
HAM Pada Masa ORDE BARU
 SU MPRS V 1968 Tidak berhasil dicapai kesepakatan hasil kerja
PAH untuk dijadikan sbg ketetapan ttg PIAGAM HAM
 Ketetapan MPR No.V/MPR/1973 MENCABUT Tap MPRS
No.XIV/MPRS/1966
 Pemenjaraan, Pembuangan tanpa Peradilan lawan2 politik sebagai
akibat peristiwa 1965
 Kooptasi lembaga Legislative & Judicial o/Executive
 Perundang2an yang mengekang (Repressive) dan bukannya
menjamin HAM
• Digunakan& Dipertahankannya Pasal2 Kolonial u/ meredam Oposisi
• 1967 – 1967 MPR menyatakan : “Tidak mempunyai keinginan untuk
merubah UUD 1945”. MPR menetapkan akan MENGABADIKAN
UUD 1945 ; suatu pengkhianatan amanah Founding Fathers
(Ananda B. Kusuma, 2007: 150)

29
THE END OF THE NEW ORDER
 1991 : Penembakan di Dili, Timor Timur
 1993 Dibentuk Komnas HAM atas desakan
Internasional
 1994 Pemberangusan Pers: TEMPO, DETIK,
EDITOR
 1996 Penyerbuan Markas PDI Ratusan orang
diduga tewas
 1997 Krisis Moneter, Hutang LN (terutama
swasta) jatuh tempo, Penculikan Aktivis
 1998 Kerusuhan Mei, Mundurnya Soeharto (?)
dan berakhirnya Orde Baru (?)
30
HAM dalam Masa Transisi
Demokrasi
TAP MPR No.V/MPR/1998 ttg Pemantapan Persatuan
Nasional mengamanatkan pembentukan Komisi
Kebenaran & Rekonsiliasi
Ketetapan MPR No.XVII/1998 Tentang Hak Asasi Manusia :
• Agar Lembaga-lembaga Tinggi Negara dan Aparatur
Pemerintah untuk menghormati, menegakkan &
menyebarluaskan HAM
• Agar Presiden & DPR meratifikasi Instrumen2 Hak Asasi
Manusia Internasional
• HAM: Hak dasar yang secara kodrati dianugerahkan
Tuhan YME kepada manusia tanpa perbedaan antara
satu dan lainnya
• PIAGAM HAK ASASI MANUSIA INDONESIA

31
UU No. 39 /1999 Tentang HAM

HAM : Seperangkat Hak yang melekat pada


hakikat keberadaan manusia sebagai makhluk
Tuhan YME & mrpk anugerah yg harus
dihormati, dijunjung tinggi dan dilindungi oleh
negara, hukum, pemerintah, dan setiap orang
demi kehormatan serta perlindungan harkat dan
martabat manusia
Kewajiban Dasar Manusia : Seperangkat
Kewajiban yang aapabila tidak dilaksanakan
tidak mungkin terlaksana dan tegaknya HAM
32
Beberapa Muatan UU HAM
• HAK UNTUK HIDUP (mempertahankan hidup;
meningkatkan taraf kehidupan; hidup tenteram, aman,
damai, bahagia, sejahtera lahir bathin; lingkungan hidup
yang baik dan sehat)
• HAK BERKELUARGA DAN MELANJUTKAN
KETURUNAN (membentuk suatu keluarga dan
melanjutkan keturunan melalui perkawinan; perkawinan
sah dengan kesepakatan calon suami isteri sesuai
dengan ketentuan perundang2an)
• HAK MENGEMBANGKAN DIRI (kebutuhan dasar untuk
berkembang layak, memperoleh pendidikan,
mengembangkan & memperoleh manfaat dari seni
budaya; berkomunikasi dan memperoleh informasi;
melakukan pekerjaan sosial)

33
HAK MEMPEROLEH KEADILAN
(pengaduan & gugatan pidana, perdata,
administrasi melalui peradilan yang
independen untuk mendapat putusan yg
adil dan benar; asas praduga tak bersalah,
non retroactive, ne bis in idem, larangan
perampasan seluruh harta kekayaan &
penjara/kurungan karena tidak memenuhi
kewajiban utang piutang)
34
• HAK ATAS KEBEBASAN PRIBADI (untuk tidak
diperbudak/diperhamba; larangan perdagangan budak,
perdagangan wanita; hak atas keutuhan pribadi jasmani & rohani;
hak untuk memeluk agama & beribadat menurut
agama/kepercayaan; jaminan kemerdekaan setiap orang memluk
agama dan beribadat menurut agama & kepercayaannya; hak untuk
memilih & berkeyakinan politik; mempunyai mengeluarkan pendapat
scr lisan/tulisan dengan memperhatikan nilai agama, kesusilaan,
ketertiban, kepentingan umum, dan keutuhan bangsa; berkumpul,
rapat, berserikat; mendirikan partai politik, LSM; menyampaikan
pendapat di muka umum tmsk mogok; mengganti status
kewarganegaraan; hak WNI untuk bergerak, berpindah tempat dlm
wilayah NKRI; meninggalkan & masuk wilayah RI

35
HAK ATAS RASA AMAN (mencari suaka, pengakuan di
depan hukum sebagai manusia, rasa aman u/
berbuat/tdk berbuat sesuatu; kediaman siapapun tdk
boleh diganggu, kemerdekaan & rahasia dlm hubungan
surat menyurat tmsk melalui sarana elektronik kecuali
atas perintah hakim/kekuasaan lain yg sah; bebas dari
penyiksaan, penghukuman/perlakuan kejam, tidak
manusiawi, merendahkan derajat; bebas dari
penghilangan paksa & penghilangan nyawa; u/tdk
ditangkap, ditahan, disiksa, dikucilkan, diasingkan,
dibuang sewenang-wenang

36
HAK ATAS KESEJAHTERAAN (mempunyai milik,
pencabutan HM demi kptgn umum dg ganti rugi
wajar & segera; pekerjaan yg layak; pekerjaan
yg disukai; upah yg sama pria wanita dg
pekerjaan sama; serikat pekerja; bertempat
tinggal; jaminan sosial u/hidup layak;perlakuan
khusus bg penyandang cacat
HAK TURUT SERTA DALAM PEMERINTAH (hak
pilih aktif& pasif dlm pemilu; partisipasi langsung
& perwakilan dlm pemerintahan; mengajukan
pendapat, usul, pengaduan pd pemerintah dlm
rangka clean gov dg lisan/tulisan

37
• HAK WANITA (keterwakilan wanita dlm sistem
pemilu, pemilihan anggota Legislatif,
pengangkatan eksekutif, judicial; hak
• HAK ANAK (perlindungan orang tua, keluarga,
masyarakat, negara;diakui & dilindungi o/hukum
sejak dlm kandungan; beribadah; mengetahui
siapa orang tua; perlindungan dr kekerasan;
berisitirahat, bergaul)
Anak dlm UU ini adalah di bawah 18 Tahun dan belum menikah, termasuk
anak yg masih kandungan apabila hal tersebut demi kepentingannya

38
TANGGUNG JAWAB &
KEWAJIBAN PEMERINTAH
• Menghormati, melindungi, menegakkan,
memajukan HAM dlm UU HAM, Peraturan
Perundangan lain 7 Hukum Internasional
tentang HAM yg diterima Indonesia

39
PEMBATASAN & LARANGAN
• Hak & Kebebasan dalam UU HAM hanya dapat
DIBATASI oleh dan berdasarkan Undang-undang,
semata-mata untuk menjamin pengakuan dan
penghormatan terhadap hak asasi manusia serta
kebebasan dasar orang lain, Kesusilaan, Ketertiban
umum, Kepentingan Bangsa.
• Tidak satu ketentuanpun dalam UU HAM diartikan
bahwa pemerintah, partai, golongan, atau pihak
manapun dibenarkan mengurangi, merusak, atau
menghapuskan HAM atau kebebasan dasar dlm UU ini.
Jadi HAM bisa DIBATASI, tapi TIDAK untuk DIKURANGI,
DIRUSAK, atau DIHAPUSKAN

40
UU 26/2000 Tentang Pengadilan
HAM (UUPH)
• Pengadilan HAM adl Pengadilan Khusus yg
berada di Lingkungan Peradilan umum
• Bertugas & berwenang memeriksa dan
memutus Pelanggaran HAM Berat (PHB),
termasuk PHB yang dilakukan di luar wilayah
Indonesia oleh WNI
• Jurisdiksi materiil : GENOSIDA dan
KEJAHATAN TERHADAP KEMANUSIAAN
(Crimes Against Humanity)

41
• GENOSIDA (Pasal 4 UU PH) perbuatan yg
dimaksudkan u/ menghancurkan/memusnahkan
seluruh/sebagian kelompok bangsa, ras, etnis,
agama dg cara : membunuh, mengakibatkan
penderitaan fisik & mental yg berat, menciptakan
kondisi yang mengarah pada kemusnahan
secara fisik, mencegah kelahiran di dlm
kelompok, memindahkan paksa anak2 dalam
kelompok tertentu ke kelompok lain.

42
• KEJAHATAN TERHADAP KEMANUSIAAN (Pasal 9)
Salah satu perbuatan yang dilakukan sebagai bagian
dari serangan yang meluas atau sistematik yang
diketahuinya serangan tersebut ditujukan secara
langsung terhadap penduduk sipil berupa : pembunuhan,
pemusnahan, perbudakan, pengusiran atau pemindahan
penduduk secara paksa, perampasan kemerdekaan atau
perampasan kebebasan fisik lain, penyiksaan,
perkosaaan, perbudakan seksual, penganiayaan
terhadap kelompok tertentu atau perkumpulan yang
didasarkan pada perkumpulan yang didasarkan
persamaan paham politik, ras, kebangsaan, etnis,
budaya, penghilangan orang secara paksa, kejahatan
apartheid.

43
HAM dlm UUD Negara Republik
Indonesia Tahun 1945
Dalam Bab X A Pasal 28 A hingga 28 J
Beberapa Kelemahan :
 Pasal 28 I ayat (1)(…Hak untuk tidak dituntut atas dasar
hukum yang berlaku surut adalah HAM yang tak dapat
dikurangi dalam keadaan apapun) bertentangan dengan
prinsip dlm Kejahatan Berat HAM yg telah diterima dunia
Internasional sejak Peradilan Nuremberg 1946
 Tidak dicantumkannya prinsip Habeas Corpus : Orang
bisa ditahan & ditangkap sewenang-wenang
 Tidak dicantumkannya Bill of Attainder: Orang dpt
dhukum tanpa kesalahan (spt larangan menjadi PNS
bagi ex-PKI & keluarganya).

44
Mahkamah Konstitusi Sebagai
Pengawal HAM
• Hak & Kebebasan dasar Manusia
tercantum dalam Konstitusi
• Implementasi Konstitusi dengan UU
Organik

45
Beberapa Putusan MK
Putusan No. 013-022/PUU-IV/2006
Pasal 134, Pasal 136 bis, dan Pasal 137 KUHP ttg Penghinaan
Presiden dinyatakan bertentangan dg UUD 1945 & tidak lagi memp.
Kekuatan hukum mengikat
MK : pasal2 tsb mengingkari prinsip equality before the law,
mengurangi kebebasan mengekspresikan pikiran & pendapat serta
prinsip kepastian hukum. Pasal2 tersebut bertentangan dg Ps. 28,
28 E ayat (2), dan ayat (3) UUD 1945
Putusan No. 020/PUU-IV/2006
Dibatalkannya UU KKR
MK : UU KKR tidak melindungi hak korban pelanggaran HAM
berat, krn Kompensasi digantungkan pada ada/tidaknya Amnesti
Tidak ada kepastian hukum bagi pelanggar HAM jika telah mengaku
bersalah
Pada Tahun 2007 MK memutuskan Hukuman Mati tidak Bertentangan
dengan UUD 1945

46