Anda di halaman 1dari 2

Dermatitis Kontak Alergi

Definisi
Suatu dermatitis yang timbul setelah kontak dengan alergen melalui proses sensitisasi.
Epidemiologi
Dapat menyerang semua usia, frekuensi pria dengan wanita sama. Pekerjaan dengan lingkungan yang
basah, tempat-tempat lembab atau panas, pemakaian alat-alat yang salah menjadi faktor resiko timbulnya
penyakit ini
Etiologi
Allergen = kontaktan = sensitizer. Biasanya berupa ahan logam berat, kosmetik (lipstick, deodoran, cat
rambut), bahan perhiasan (kacamata, jam tangan, anting-anting), obat-obatan (obat kumur, sulfa,
penisilin), karet (sepatu, BH).
Gejala Klinis
Kemerahan pada daerah kontak, kemudian timbul eritema, papula, vesikel, dan erosi. Penderita selalu
mengeluh gatal
Pemeriksaan Kulit
Tempat predileksi penyakit ini di semua bagian tubuh. Efloresensinya dari numular sampai plakat, papula
dan vesikel berkelompok disertai rosi nummular hingga plakat.
1. Pemeriksaan eosinofil darah tepi
2. Pemeriksaan imunoglobulin E : uji temple (patch test), uji gores (scratch test), uji tusuk (prick
test)
Diagnosis Banding
1. Dermatofitosis : berbatas tegas, pinggir aktif dan bagian tengah agak menyembuh
2. Dermatitis Seboroika : skuama berminyak, warna kekuningan
3. Kandidiasis : lokalisasi yang khas, eritem, erosi, lesi satelit
Penatalaksanaan
Umum : hindari faktor penyebab
Sistemik :
-

Antihistamin
Kortikosteroid : metilprednison, metilprednisolon atau triamsinolon

Topikal :
-

Jika lesi basah diberi kompres KMnO4 1/5000.

Jika lesi kering diberi kortikosteroid topical seperti hidrokortison 1-2%, triamsinolon 0,1%,
fluosinolon 0,025%, desoksimetason 2-2,5% dan betametason-dipropionat 0,05%

Prognosis
Baik