Anda di halaman 1dari 10

1

BAB I
PENDAHULIAN

1.1 Latar belakang


Pembangunan merupakan infrastruktur darat yang berperan sangat penting dalam
perkembangan suatu wilayah. Pembangunan berfungsi untuk mendukung kegiatan ekonomi,
pendidikan, sosial budaya, serta pertahanan dan keamanan suatu wilayah. Prasarana
bangunan merupakan salah satu fasilitas infrastruktur yang strategis, sehingga kondisi
prasarana bangunan harus terus terpelihara dengan baik agar tingkat pelayanan terhadap suatu
kelayakan pembangunan tetap terjaga. Untuk mempertahankan kondisi suatu bangunan tetap
baik, diperlukan sistem pengelolaan dan pemeliharaan bangunan yang baik dan
komprehensif.
Tindakan pemeliharaan dan peningkatan kapasitas bangunan yang dilakukan secara
berkala dan berkelanjutan akan menjaga kualitas bangunan dan memperpanjang usia
kelayakannya dan salah satunya menggunakan metode SIDLACOM dalam melakukan
pembangunan dan dalam rangka meningkatkan tertib penyelenggaraan pembangunan guna
mewujudkan prasarana dan sarana bidang pekerjaan umum yang efisien, efektif, dan
produktif, dipandang perlu menyempurnakan materi sistem pengendalian manajemen yang
tertuang dalam Keputusan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 67/KPTS/1998 tentang Petunjuk
Praktis Pengendalian Pelaksanaan Proyek di Bidang Pekerjaan Umum untuk Para Pemimpin
Proyek/Bagian Proyek; Peraturan Menteri ini ditetapkan dengan maksud agar para
penyelenggara proyek/satuan kerja di lingkungan Departemen Pekerjaan Umum dapat
melaksanakan tugasnya secara profesional dengan tidak menyimpang dari peraturan dan
ketentuan yang berlaku, sehingga diperoleh hasil yang tepat mutu, tepat waktu, tepat biaya,
dan tepat manfaat.

1.2 Rumusan Masalah


1
1. Apa yang dimaksud dengan SIDLACOM
?

2. Bagaimana tahapan metode SIDLACOM tersebut ?

1.3 Tujuan
1. Untuk mengetahui pengertian SIDLACOM
2. Untuk mengetahui tahapan metode SIDLACOM

1.4 Manfaat
Manfaat yang ingin diperoleh dari makalah ini adalah agar mengetahui
lebih dalam mengenai metode pembangunan SIDLACOM dan peraturan apa
saja yang mendukung metode tersebut . Mengetahui pengertian, tahapan
peraturan , kelebihan dan kekurangan metode SIDLACOM

1.5 Metode Penulisan


Metode penulisan dalam makalah ini mengunakan metode penulisan
deskriptif.

BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian SIDLACOM


Tata cara pelaksanaan kegiatan Penyelenggaraan Kontrak Jasa Pelaksanaan
Konstruksi (Pemborongan), yang disusun sesuai kaidah penyelenggaraan pembangunan
prasarana dan sarana dalam lingkungan Departemen Pekerjaan Umum, dengan urutan
tahapan kegiatan SIDLACOM. Tahapan Pembangunan Proyek dari tahap awal hingga ke
tahap proyek bisa beroperasi dan menghasilkan manfaat yang menguntungkan, secara
singkat akan diuraikan dengan diawali timbulnya gagasan yang muncul dari pemilik
proyek yang dalam hal ini bisa pihak Pemerintah yang disebabkan karena tugas dan
kewajibannya menjadi agen-pembangunan , maupun Investor /Swasta yang tertarik untuk
membangun suatu proyek karena melihat sisi prospektif ekonomis akan sangat
menguntungkan secara financial.
Gagasan untuk membangun proyek dimaksud akan ditindak lanjuti dengan langkah
yang dikenal sebagai tahapan SIDLaCOM, yaitu :

S (Survey)

I (Investigation)

D (Design)

La (Land Acquisation)

C (Construction)

O (Operation) & M (Maintenance).

Tergantung dari besar-kecilnya scope proyek yang akan dibangun maka implementasi
SIDLaCOM juga akan menyesuaikan dengan scope proyek dimaksud. Ditinjau dari aspek
teknis, ekonomis serta lingkungan maka pembangunan suatu proyek perlu juga dilakukan
studi yang dikenal sebagai studi tekniks (capability study: civil engineering), studi kelayakan
(feasibility study: economic engineering), studi analisis dampak lingkungan ( acceptability
3
study: environment impact assessment). Semua tahapan studi sebagaimana disebutkan diatas
akan menghasilkan kesimpulan bahwa semua aspek akan bisa diterima dan bisa
dipertanggung-jawabkan secara teknis, ekonomis serta lingkungan dengan manfaat yang
sebesar-besanya bagi kehidupan masyarakat.

2.2 Tahapan SIDLACOM


Menurut peraturan menteri pekerjaan umum nomor: 603/prt/m/2005 tentang
pedoman umum sistem pengendalian manajemen penyelenggaraan pembangunan
prasarana dan sarana bidang pekerjaan umum
1. Perencanaan Konstruksi (SID)
a. Tahap Pra Kontrak
1) Persiapan Pengadaan
2) Pemilihan Penyedia Jasa
b. Tahap Penandatanganan Kontrak
1) Penyusunan Dokumen Kontrak
2) Penandatanganan Kontrak
c. Tahap Pasca Penandatanganan Kontrak
1) Persiapan Pelaksanaan Kontrak
2) Pelaksanaan Kontrak
3) Serah Terima Pekerjaan
4) Evaluasi Produk Konsultan / Desain
5) Pemanfaatan Produk
2. Pengadaan Lahan (Land Acquisition)
a. Penetapan Lokasi Pembangunan
b. Permohonan Pengadaan Tanah
c. Pelaksanaan Pengadaan Tanah
d. Keberatan atas Keputusan Panitia
e. Pelaksanaan Pemberian Ganti Rugi
f. Pelepasan, Penyerahan, dan Permohonan Hak atas Tanah
g. Risalah Pengadaan Lahan
h. Pengamanan Aset

3. Pelaksanaan Konstruksi (Construction)


a. Tahap Pra Kontrak
1) Persiapan Pengadaan
2) Pemilihan Penyedia Jasa
b. Tahap Penandatanganan Kontrak
1) Penyusunan Dokumen Kontrak
2) Penandatanganan Kontrak
c. Tahap Pasca Penandatanganan Kontrak
1) Persiapan Pelaksanaan Kontrak
2) Pelaksanaan Kontrak :
a) Mobilisasi
b) Pemeriksaan bersama
c) Tinjauan desain
d) Pembayaran uang muka
e) Buku harian dan laporan harian, mingguan, dan bulanan
f) Pengendalian pelaksanaan pekerjaan
g) Pengukuran prestasi pekerjaan
h) Pembayaran prestasi pekerjaan
i) Perubahan kegiatan pekerjaan
j) Denda dan ganti rugi
k) Penyesuaian/eskalasi harga
l) Keadaan kahar/force majeure
m) Penghentian dan pemutusan kontrak
n) Perpanjangan waktu
o) Kerja sama dengan sub kontraktor
p) Kompensasi
q) Perselisihan/dispute
r) Serah terima pekerjaan
s) Laporan hasil penilaian pelaksanaan program mutu
3) Serah Terima Pekerjaan
4) Evaluasi Produk Konsultan / Desain
5) Pemanfaatan Produk
4. Operasi dan Pemeliharaan / O & P (Operation & Maintenance / O & M)
a. Penyiapan perangkat O & P
b.

Program O & P

c.

Ketersediaan perangkat/sumber daya O & P

d.

Perencanaan Perbaikan

e.

Pelaksanaan Perbaikan

f.

Kegagalan Bangunan

g.

Keluaran/output

h.

Manfaat/outcome

i.

Penyerahan proyek selesai

BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Tahap pelaksanaan pembangunan menurut peraturan menteri pekerjaan umum nomor:
603/prt/m/2005 tentang pedoman umum sistem pengendalian manajemen penyelenggaraan
pembangunan prasarana dan sarana bidang pekerjaan umum Untuk mewujudkan
pembangunan dengan tahapan pelaksanaan proyek berupa SIDLaCOM yaitu sebagai berikut :

Survey
Survey merupakan perencanaan yang bersifat umum dengan tujuan untuk mengetahui
hal-hal yang berkaitan dengan maksud akan dibangunnya proyek dimaksud. Survey
akan menjawab hal-hal bersifat teknis maupun non-teknis tentang apa; dimana; kapan;
mengapa serta bagaimana: proyek dimaksud yang akan dibuat, sehingga data hasil
survey yang diperlukan adalah data tentang hal-hal yang terkait dengan bangunan
proyek/tujuan proyek, tapak/lokasi proyek, pengaruh proyek terhadap manusia dan
lingkungannya. Survey yang akan dilakukan antara lain tentang tapak dimana proyek
akan dibangun akan dilakukan dengan maksud untuk mengetahui keadaan topografi,
hidro-meteorologi, demografi, sosial budaya, ekonomi, dan lain-lainya pada wilayah
atau areal yang akan terpengaruh oleh keberadaan proyek. Dengan survey yang
dilakukan akan diperoleh hasil survey yang dapat dipakai untuk dasar-dasar
perencanaan umum atas proyek yang akan dibangun. Terkait dengan analisis ekonomi
teknik yang akan dilakukan maka kegiatan survey yang tentu membutuhkan biaya
yang cukup besar akan diperhitungkan sebagai bagian dari Investasi Proyek.

Investigation / Investigasi
7
Langkah selanjutnya setelah survey adalah pengambilan data (investigasi) atas survey
yang diperlukan dalam perencanaan umum (survey) untuk kemudian dilakukan
pengambilan data teknis. Data teknis yang akan diambil adalah data yang dibutuhkan
guna proses perencanaan teknis (design) atau data teknis yang dibutuhkan dalam
rangka pembangunan struktur bangunan sipil /non sipil lainnya, antara lain adalah
berupa data geologi teknik, mekanika tanah, hidrologi, seismologi, oceanologi,
humidity dan data teknis /standart lainnya. Terkait dengan analisis ekonomi teknik
yang akan dilakukan maka kegiatan investigasi yang tentu membutuhkan biaya yang
cukup besar akan diperhitungkan sebagai bagian dari Investasi Proyek.

Design
Tahapan (detail) Design akan dilaksanakan setelah Rencana Proyek dinyatakan
Feasibel.Tahapan sebelumnya akan diawali dengan langkah Survey dan Investigasi
sebagaimana diuraikan diatas. Detail Design akan mempertimbangkan aspek Teknis
secara utuh, artinya Proyek yang akan dibangun harus cukup stabil sebagai bangunan
dan mampu berfungsi sesuai dengan peruntukannya.

Land Acquisation (Pembebasan Lahan)


Pembebasan Lahan untuk keperluan tapak bangunan perlu disediakan dengan proses
yang cukup rumit, oleh sebab itu proses Pembebasan Lahan sejatinya memerlukan
Teknis, Strategi dan Cara / Perlakuan yang tepat. Hal ini mengingat bahwa pada era
setelah reformasi, terbukanya kebebasan berpendapat dalam menyampaikan hak-hak
warga masyarakat, terkadang maksud baik proyek bisa terkendala oleh kurang
jelasnya misi proyek untuk bisa diterima warga, atau malah sebaliknya bisa juga ada

orang yang sengaja menggunakan kesempatan pembebasan lahan sebagai ajang untuk
memanipulasi harga ganti rugi lahan-demi keuntungan pribadi . Oleh sebab itu maka
proses

pembebasan

lahan

perlu

diantisipasi

dengan

strategi,

teknis

dan

perlakuan,sebagai berikut:
1. Warga Masyarakat merupakan bagian dari Stake Holder yang akan ikut menikmati
keuntungan (bukan menderita kerugian), sehingga pada bagian mana warga akan
menikmati keuntungan, hal ini harus dirumuskan terlebih dulu.
2. Sosialisasi Proyek dengan sebaik-baiknya sehingga warga (sebagai bagian dari
salah satu Stake Holder) bisa menerima kehadiran proyek dan akan bermanfaat
bagi semuanya.
3. Negosiasi Harga harus berdasarkan saling menguntungkan. Terutama untuk
proyek yang akan difungsikan sebagai proyek komersial.
4.

Negosiasi akan dilakukan hanya diantara mereka yang berkepentingan. Dll.

Construction
Pelaksanaan Konstruksi akan menjadi domain Kontraktor dan akan dilaksanakan
dengan memperhatikan hasil studi Amdal. Memenuhi Ketentuan Kontrak Pelaksanaan
Pekerjaan Proyek dengan Gambar Teknis, Metode Kerja, Menjaga Kualitas dan
Kuantitas agar sesuai persyaratan teknis / spesifikasi yang telah ditentukan, harus
dilaksankan oleh Kontraktor. Pelaksanaan Pekerjaan Konstruksi sebagai bagian dari
kegiatan Proyek dengan semua kebutuhan dananya perlu dijelaskan kepada
mahasiswa.

Operation & Maintenance (O&M)


Pembiayaan O & M proyek dalam analisa Ekonomi Teknik akan diperhitungkan
sebagai bagian dari Annual Cost, yang bersifat rutin. Berapa dan apa saja yang akan

masuk sebagai biaya Operasi dan Pemeliharaan Proyek akan dirumuskan dan
ditentukan oleh Management Proyek.

3.2 Saran
Sebaiknya kita sebagai teknik sipil yang hendak membangun sesuatu harus
berlandaskan pada

peraturan menteri pekerjaan umum nomor: 603/prt/m/2005 tentang

pedoman umum sistem pengendalian manajemen penyelenggaraan pembangunan prasarana


dan sarana bidang pekerjaan umum agar sesuai dengan peraturan yang telah ditetapkan oleh
pemerintah.

10

DAFTAR PUSTAKA

Kemenpu ( 2005 ). peraturan menteri pekerjaan umum. [online] . Diakses dari


http://www.bppk.kemenpu.go.id/images/peraturan/2.%20SE%20No%206%20%20Juknis
%20Pengelola%20Teknis.pdf
[Dikutip 17 April 2016, 17.10 WIB]
Zanius ( 2012 , Maret ). peraturan pembangunan. [online] .
Diakses dari http://zanius.blogspot.co.id/2012/03/peraturan-pembangunan.html
[Dikutip 17 April 2016, 16.25 WIB]

11