Anda di halaman 1dari 13

ASAL MUASAL DUSUN SUMBER BATU

FOLKLOR

Disusun Oleh:
NUR LAILA
XA/30

MADRASAH ALIYAH AL-ISLAMIYAH I


SUMBER BATU BLUMBUNGAN LARANGAN PAMEKASAN
APRIL 2012

ASAL MUASAL DUSUN SUMBER BATU


FOLKLOR
Disusun untuk Memenuhi Tugas Persyaratan Kenaikan Kelas
Matapelajaran Bahasa Indonesia yang Dibimbing Oleh
Yang Terhormat : Bapak Abdurahman, S.Ag, S.Pd.

Oleh:
NUR LAILA
XA/30
MADRASAH ALIYAH AL-ISLAMIYAH I
SUMBER BATU BLUMBUNGAN LARANGAN PAMEKASAN
APRIL 2012

IDENTITAS PENYUSUN
Nama

: Nur Laila

Nama Kecil

: Laila

Kelas

: Xa

No. Absen

: 30

Sekolah

: MA. Al-Islamiyah 1

Gol. Darah

:B

Tetala

: Pamekasan, 14 Desember 1995

Zadiak

: Sagitarius

Alamat

: Sumber Batu

Provinsi

: Jawa Timur

Kebangsaan

:Indonesia

Agama

: Islam

Jenis Kelamin

: Perempuan

Hobi

: Membaca

Cita-Cita

: Dokter

Status

: Pelajar

No. HP

:-

Email

:-

Nama Orang Tua :


Ayah

: H. Nurullah

Alamat

: Sumber Batu

Ibu

:Siti Amina

Alamat

: Sumber Batu

Jumlah saudara

:3

Anak ke

:3

Nama saudara

Saudara pertama : Ika Ayu Ningtias


Saudara kedua

: Rofiatul Hasanah

Olahraga Favorit : Jalan-jalan santai

Makanan Favorit : Makanan pokok


Minuman Favorit : Air putih
Music Favorit

: yang berbau islami

Buku Favorit

: Al-Quran

Warna Favorit

: Biru dan putih

Binatang Favorit : Burung


Idola Favorit
Tempat Favorit

: Nabi Muhammad saw.


: Mekkah dan Madinah

Kartun Favorit

: Barbie

Guru Favorit

: Semua guru

Pelajaran Favorit : Semua matapelajaran


Game Favorit

: Teka-teki

Teman Favorit

: Semua teman tanpa ada yang di beda-bedakan

Motto

: Gunakan waktu untuk hal-hal yang bermanfaat

No. Sepatu

: 38

T-Badan

:148 cm

B-Badan

: 38 kg

Kesan

: Sering mengikuti lomba yang kadang kalah dan kadang menang.

Pesan

: Bertakwalah kepada Allah dan berbaktilah kepada orang tua sebelum


penyesalan datang.

Kata Mutiara

: Sebaik-baiknya kamu adalah orang yang pemikirannya dapat


mengingatkan kamu kepada Allah dan pembicaraanmu dapat
menambahkan ilmumu serta amalmu mengingatkanmu kepada akhirat

IDENTITAS NARASUMBER
Nama

: K. Zainullah

Gol. Darah

:O

Tetala

: Toronan,02 April 1968

Zodiak

: Aries

Alamat

: Sumber Batu

Jenis Kelamin

: Laki-Laki

Agama

: Islam

Hobi

: Membaca Al-Quran

Cita-Cita

: Ingin menjadi orang yang bertakwa

No. HP

: 081913786746

Email

:-

Status

: Kawin

Nama orang tua :


Ayah

: K. Mawardi

Alamat

: Toronan, Bedung

Ibu

: Ny. Hamimah

Alamat

: Sumber Batu

Jumlah Saudara : 8
Anak ke

: satu

Nama Saudara

Saudara pertama : Hamami


Saudara kedua

: Asiyah

Saudara ketiga

: Almh. Sulaihah

Anak ke empat

: Maghfirah

Anak ke lima

: Almh. Rofiah

Anak ke enam

: Almh. Muafi

Anak ke tujuh

: Taufiq

Nama Istri

: Ny. Halimatus Sadiyah

Nama Anak

Anak Pertama : Faiqotul Himmah


Anak ke dua

: Zubaidatul Matlubah

Anak ke tiga

: Abdullah Zaini

Pekerjaan

: Guru mengaji

Riwayat Pendidikan

: Mondok di Toronan Bere Leke

Riwayat Pekerjaan

: Mengajar, setelah itu tersentuh untuk menjadi guru ngaji.

Makanan Favorit : Nasi goreng


Minuman Favorit : Air hangat
Buku Favorit

: Aqidah Akhlak

Musik Favorit

: Hadrah

T-Badan

: 160 cm

B-Badan

: 80 kg

Provinsi

: Jawa Timur

Kebangsaan

: Indonesia

Motto

: Menjadi seorang yang tekun dalam menjalankan sesuatu

Kesan

: Tidak bisa disebutkan

Pesan

: Tuntutlah ilmu walau ke negeri cina

Kata Mutiara

: Hiduplah kamu dengan mulia atau matilah kamu dengan mati


syahid.ASAL MUASAL DUSUN

SUMBER BATU

Pada zaman dahulu kala sebelum Jepang dan Belanda datang, konon hiduplah seorang
pengembara dari Lamongan bernama Buyut Alfu Adabin yang sekarang dikenal dengan nama
Buyut Alif. Beliau merantau dengan tujuan untuk menyebarkan agama Islam.Ketika pertama kali
sampai di pulau Madura, beliau singgah di suatu tempat yang sekarang di kenal dengan sebutan
Kresidenan, Pamekasan. Kemudian beliau menyebarkan agama Islam disana.
Pada suatu hari, beliau bertemu dengan Buyut Abdul Yaqin.Beliau diajak oleh Buyut
Abdul Yaqin untuk ikut ke tempatnya di dusun Sumber Lambenih yang sekarang di kenal dengan
sebutan dusun Sumber Batu.Buyut Alifmenerima ajakannya dan ikut dengannya.Berhubung
Buyut Abdul Yaqin mempunyai banyak santri, maka Buyut Alif diminta oleh Buyut Abdul Yaqin
untuk mengajar para santrinya. Di sinilah Buyut Alif mengembangkan dan melanjutkan misi
keagamaannya.
Buyut Abdul Yaqin mempunyai sebelas anak.Setelah beberapa lama kemudian, Buyut Alif
bertemu dengan jodohnya.Buyut alif mejadi menantu Buyut Abdul Yaqin setelah menikah dengan
salah satu puterinya.Dari pernikahannya ini, Buyut Alif mempunyai 5 orang anak.Anak yang
pertama bernama Buyut Abdurrahman yang menetap di tempat ini (di dusun Sumber Lambenih).
Anak yang ke dua bernama Buyut Syahid yang diutus ke Perreng. Akan tetapi, belliau tidak
mempunyai anak.Anak yang ke tiga bernama Buyut Syubatul Iman yang diutus ke Tengger dan
merupakan mertua dari K. Ghafur.Kemudian, anak yang ke empat bernama Buyut Fila yang diutus
ke Bengkes. Dan anak yang ke lima bernama Buyut Amina yang diutus ke Tatompok.
Buyut Alif merupakan seorang tokoh yang ahli dalam beribadah. Kemudian, Buyut Abdul
yaqin memerintahkan kepada Buyut Alif untuk menyebarkan agama Islam ke tempat lain. Buyut
Alif pun menuruti perintah mertuanya tersebut. Bersama dengan istri dan anak-anaknya beliau
pindah (hijrah) dari dusun Sumber Lambenih ke dusun yang lain. Setelah beberapa waktu,
akhirnya mereka sampai di suatu tempat yang bernama dusun Perreng.
Di dusun Perreng, beliau melanjutkan dan mengembangkan misi keagamaannya, yaitu
menyebarkan agama Islam.Pada suatu hari, beliau ingin mengambil wudlu untuk mengerjakan
sholat.Akan tetapi, beliau tidak menemukan air.Pada waktu itu, sumber mata air memang sulit
ditemukan.Apalagi, dulu teknologi belum secanggih sekarang dan penduduknya pun masih
sedikit.Kemudian, beliau pergi ke sebelah untuk mencari sumber mata air.
Setelah beberapa lama kemudian, akhirnya beliau menemukan sebuah batu yang
besar.Karena waktu sholat hampir mau habis, kemudian belaiu menancapkan tongkatnya ke batu
besar tersebut.Menurut perkataan orang, dulu itu orangnya sakti-sakti.Oleh karena itu, batu besar
tersebut terbelah menjadi dua dan dari tengah-tengah batu tersebut, memancarlah air.Kemudian,
Buyut Alif pun mengambil wudlu dan segera mengerjakan sholat. Karena air tersebut keluar dari
celah-celah batu, maka dusun Perreng diubah namanya oleh Buyut Alif menjadi dusun Sumber
Batu.
Setelah beberapa tahun kemudian, Buyut Abdul Yaqin meninggal. Para keturunannya
yang lain mungkin sudah diutus ke tempat lain untuk menyebarkan dan mengembangkan agama
Islam. Sehingga, setelah beliau wafat tidak ada lagi yang menggantikannya. Akibatnya, para
santrinya Buyut Abdul Yaqin tidak ada yang mengurus dan mengajar. Melihat keadaan tersebut,
Buyut Alif kemudian memutuskan untuk kembali lagi ke tempat tinggal mertuanya di Sumber

Lambenih dengan maksud dan tujuan untuk mengajar para santri mertuanya sekaligus
menyebarkan agama Islam disana.
Sebelum meninggalkan dusun Sumber Batu (dusun Perreng), beliau mengubah kembali
nama dusun Sumber Batu menjadi dusun Perreng dan memerintahkan kepada salah satu puteranya
yang bernama Buyut Syahid untuk menetap di sana dan menyebarkan agama Islam. Setelah
semuanya selesai, beliau kembali kedusun Sumber Lambenih dengan membawa nama Sumber
Batu.
Setelah sampai di dusun Sumber Lambenih, beliau kemudian menjalankan tugasnya,
yaitu mengajar para santri dan menyebarkan serta mengembangkan agama Islam. Beberapa lama
kemudian, air yang ada disana tidak mencukupi untuk kebutuhan para santri dan masyarakat
sekitar sehingga terjadilah kekurangan air. Melihat keadaan tersebut, akhirnya Buyut Alif
membuatdua sumber mata air lagi di tempat yang berbeda, yaitu satu di dekat rumah Buyut Alif
(sekarang ada di sebelah utara Masjid Aminah) dan satu lagi ada di suatu tempat yang sekarang
dikenal dengan nama Kolla Kodung. Kemudian, Buyut Alif mengubah nama dusun Sumber
Lambenih menjadi dusun Sumber Batu.Sampai sekarang, nama dusun Sumber Batu masih tetap
berlaku. Akan tetapi, yang menjadi pusat Sunber Batu adalah di sebelah utara Masjid Aminah.
Sekarang, sumber mata air yang ada di dusun Perreng dan sekaligus merupakan tempat
pertama kalinya ditemukan sumber batu biasa disebut oleh masyarakat sekitar sebagai kali. Mata
air yang ada di sana sangat banyak karena air terus mengalir dari dalam celah-celah batu tersebut.
Masyarakat sekitar masih memanfaatkan sumber mata air ini sebagai sumber mata air untuk
memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, misalnya sebagai tempat untuk mencuci pakaian, dan
sebagainya.Akan tetapi, masyarakat sekitar tidak menggunakan sumber mata air ini sebagai air
minum dan bahan untuk memasak.
Air yang keluar dari celah-celah batu tersebut warnanya masih bening.Akan tetapi,
setelah air tersebut sampai di tanah warnanya menjadi keruh karena air tersebut bercampur dengan
tanah.Oleh karena itu, masyarakat sekitar tidak menggunakan mata air tersebut sebagai air minum
atau bahan untuk memasak.
Sementara, sumber mata air yang ada di sebelah utara Masjid Aminah dulu ketika
pertama kali berdiri pondok pesantren Asy-Syahidul Kabir masih digunakan sebagai tempat
pemandian santri putera. Akan tetapi,setelah beberapa tahun terakhir ini, sumber mata air yang ada
di sana tidak digungakan lagi. Hal ini disebabkan karena air tersebut sudah kotor, berlumut, dan
hampir mau kering.
Sedangkan sumber mata air yang ada di Kolla Kodung sampai sekarang masih digunakan
oleh masyarakat sekitar sebagai sumber mata air untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
Setelah mengetahui asal-muasal dusun Sumber Batu ini, hilanglah anggapan kita bahwa
dusun Sumber Batu ini bukanlah dusun yang tanahnya itu menyemburkan batu.Memang benar di
dusun Sumber Batu ini banyak batunya.Akan tetapi, istilah sumber batu itu sendiri adalah mata air
yang bersumber dari celah-celah batu.Selain itu, kita juga mengetahui bahwa sumber batu yang
pertama kali ditemukan adalah sumber batu yang ada di dusun Perreng.
Menggenai waktu pertama kali ditemukan dusun atau istilah sumber batu itu tidak
diketahui (tidak ada yang mengetahui) karena menurut orang yang menjadi narasumber saya orang
dulu itu tidak mengetahui bahwa nantinya akan ada cerita yang memuat asal muasal dusun Sumber

Batu ini, sehingga hal ini tidak dibukukan dan tidak begitu diperhatikan. Cerita tentang dusun
Sumber Batu ini hanya diceritakan secara tradisional, yaitu dari mulut ke mulut sehingga
menimbulkan banyak versi (ada kalanya cerita itu bertambah atau pun berkurang).Selain itu,
menurut dia, pada waktu itu orang tidak begitu mengenal namanya tanggal, hari, bulan, dan
tahun.Hal ini disebabkan karena peristiwa ini datang sebelum masuknya Jepang dan Belanda.
Dusun Sumber Batu tidak begitu luas, tapi jika dilihat lebih mendalam dusun Sumber
Batu ini indah.Hal ini disebabkan karena suasananya itu tentram, damai, serta ada banyak lahan
persawahan.
Masyarakat di dusun Sumber Batu mempunyai berbagai macam profesi, diantaranya
sebagai penggali batu, petani, dan pedagang.Selain itu, ada juga yang berprofesi sebagai pegawai
negeri walaupun tidak begitu banyak.Akan tetapi,mayoritas masyarakat di dusun Sumber Batu
berprofesi sebagai petani dan pedagang.Hal ini disebabkan karena banyaknya lahan persawahan di
dusun ini.
Hasil panen yang paling menonjol di dusun Sumber Batu ini adalah buah mangga dan
buah rambutan, sehingga di dusun ini banyak sekali terdapat pohon mangga dan pohon
rambutan.Apabila musim panen telah tiba, mamsyarakat di dusun Sumber Batu ini kemudian
menjual hasil panennya.
Di dusun Sumber Batu terdapat banyak pesantren karena mayoritas masyarakat yang
menetap di dusun sumber batu adalah keturunan kiyai.Selain itu, di dusun ini ada dua jenis
lembaga pendidikan yang salah satunya adalah lembaga pendidikan Asy-Syahidul Kabir lengkap
dari TK sampai MA.Semua ini membuktikan bahwa pendidikan di dusun Sumber Batu sudah
mengalami perkembangan.

HASIL PRODUKSI DISTILASI MINYAK BUMI


Hasil apa saja yang diperoleh dari Distilasi Fraksinasi.
Pengolahan crude oil di Crude Distilling Unit (CDU) sangat tergantung dari jumlah tray
dan jumlah stream dari kolom distilasi itu sendiri. Umumnya Kolom distilasi pada Crude
Distilling Unit dirancang untuk menghasilkan produk jadi dan intermedia (setengah jadi)
seperti berikut ini:

Gas hasil distilasi dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar di heater untuk memanaskan
umpan sebelum dimasukkan ke kolom distilasi, dan sisanya dibuang ke udara setelah
dibakar di flare. Fungsinya adalah untuk mengontrol tekanan operasi di kolom distilasi.
Naphtha selanjutnya dialirkan ke unit pengolahan lanjutan seperti naphtha rerun, naphtha
hydrotreater yang kemudian diolah lebih lanjut di unit catalytic reforming untuk
menghasilkan komponen premium dengan angka Oktan tinggi.
Kerosene langsung dapat dipasarkan. Kerosene dikenal juga dengan minyak tanah.
Proses lanjutan dari produk ini sangat tergantung dari jenis crude oil yang diolah di CDU.
Jika produk kerosene hasil distilasi masih banyak mengandung sulfur, maka produk ini
harus diolah lebih lanjut untuk menghilangkan kadar sulfurnya.
LGO merupakan komponen Automotive Diesel Oil (ADO) atau dimasyarakat dikenal
dengan Solar. Produk ini bisa juga dijual sendiri jika ada yang membutuhkan.
HGO juga komponen Automotive Diesel Oil (ADO). Umumnya produk LGO dan HGO
langsung di-blending menjadi ADO atau solar.
Long Residue (LSWR), selanjutnya dialirkan ke High Vacuum Unit untuk diolah lebih
lanjut dengan metode distilasi vakum. Long residue masih mengandung komponen solar,
namun fraksi tersebut tidak bisa dipisahkan dengan distilasi atmosferik, karena akan
membutuhkan temperatur yang lebih tinggi. Kelemahannya jika temperatur dinaikkan
maka minyak bumi tersebut akan mengalami perengkahan yang sangat sulit dikendalikan.

Oleh karena itu komponen solar yang masih terdapat di produk bawah kolom distilasi
atmosferik dioleh lebih lanjut dengan cara distilasi vakum.
Diposkan oleh dasir di 4:12 AM
Label: Primary Processing, Produk CDU
Pengolahan minyak bumi melalui dua tahap, yaitu :
1. Primary Processing
Proses tahap pertama ini adalah proses destilasi bertingkat, yaitu
destilasi yang dilakukan secara berulang kali. Fraksi fraksi yang
dihasilkan pada tahap ini adalah :
a. Fraksi pertama adalah elpiji atau LPG (Liquified Petroleum Gas)
b. Fraksi adalah gas bumi atau dikenal dengan nama nafta (bensin
berat)
c. Fraksi ketiga adalah kerosin atau minyak tanah dan avtur
d. Fraksi keempat adalah solar
e. Fraksi kelima adalah residu yang berisi hidrokarbon rantai
panjang.
seperti yang pernah saya tulis tentang komposisi minyak bumi disini
dan disini, minyak bumi bukan merupakan senyawa homogen, tapi
merupakan campuran dari berbagai jenis senyawa hidrokarbon dengan
perbedaan sifatnya masing-masing, baik sifat fisika maupun sifat
kimia.
Proses pengolahan minyak bumi sendiri terdiri dari dua jenis proses utama, yaitu Proses
Primer dan Proses Sekunder. Sebagian orang mendefinisikan Proses Primer sebagai
proses fisika, sedangkan Proses Sekunder adalah proses kimia. Hal itu bisa dimengerti
karena pada proses primer biasanya komponen atau fraksi minyak bumi dipisahkan
berdasarkan salah satu sifat fisikanya, yaitu titik didih. Sementara pemisahan dengan cara
Proses Sekunder bekerja berdasarkan sifat kimia kimia, seperti perengkahan atau
pemecahan maupun konversi, dimana didalamnya terjadi proses perubahan struktur kimia
minyak bumi tersebut.
B. Proses Pengolahan Minyak Bumi
Ditinjau dari proses terbentuknya, maka minyak bumi berada kurang
lebih 3 4 Km dari bawah permukaan tanah. Untuk memperoleh
minyak bumi dilakukan dengan cara pengeboran sehingga didapatkan
minyak mentah. Minyak mentah diolah menjadi sejumlah fraksi fraksi
melalui proses penyulingan atau destilasi bertingkat. Destilasi adalah
proses pemisahan campuran menjadi komponen- komponennya
berdasarkan perbedaan titik didih.

1. Primary Processing
Unit-unit yang dikelompokkan ke dalam primary processing adalah
unit-unit yang hanya melibatkan peristiwa fisis, yaitu distilasi. Proses
distilasi adalah proses pemisahan komponen-komponen minyak
bumi berdasarkan perbedaan titik didihnya. Primary processing
terdiri dari Crude Distillation Unit/CDU dan Vacuum Distillation
Unit/VDU.
2.1 Primary Process
Primary process merupakan proses pemisahan minyak mentah berdasarkan perbedaan sifat
fisik komponen komponen yang terkandung dalam minyak mentah. Sifat sifat fisik
tersebut dapat berupa titik didih, titik beku,kelarutan dalam suatu pelarut, perbedaan
ukuran molekul dan sebagainya.
Laporan Kerja Praktek Departemen Teknik Mesin 15 Fakultas Teknik Universitas
Sumatera Utara
Oleh karena itu permisahan minyak bumi dengan pada proses primer memanfaatkan
prosesproses pemisahan secara fisika.
1 Distilasi
Distilasi adalah proses pemisahan minyak mentah berdasarkan perbedaan titik
didih. Distilasi merupakan proses utama dalam pengolahan minyak bumi menjadi
produk produknya. Distilasi terbagi menjadi dua, yaitu distilasi atmosferik dan
distilasi vakum. Distilasi atmosferik dilakukan pada tekananatmosfer. Produk
yang dihasilkan oleh kolom distilasi atmosferik adalah gas,LPG, nafta,
kerosin,gas oil dan residu. Fraksi yang belum dapat dikonsumsisebagai bahan
bakar, seperti residu atau fraksi minyak berat, diproses lebih lanjutdengan
distilasi vakum. Distilasi vakum dilakukan pada kondisi tekanan vakum.Hal ini
disebabkan karena fraksi minyak berat hanya dapat dipisahkan padatemperatur
tinggi, namun pada temperatur yang tinggi minyak mentah akanmengalami
perengkahan (cracking). Oleh sebab itu, tekanan pada kolom dibuatvakum agar
titik didih fraksi minyak berat tersebut dapat dicapai pada temperaturedi bawah
temperature cracking. Produk yang dihasilkan pada distilasi ini adalah
Light,Vacuum Gas Oil (LVGO), Medium Vacuum Gas Oil (MVGO),HeavyVacuum
Gas Oil (HVGO), dan Vacuum Residue.
2 Ekstraksi
Ekstraksi adalah proses pemisahan minyak mentah dengan memanfaatkan sifat
kelarutan suatu zat dengan pelarut tertentu. Merupakan proses tertua
dalampengilangan minyak bumi. Awalnya proses ini dilakukan untuk
meningkatkankualitas kerosin. Contoh pemisahan secara ekstraksi adalah pada
pengolahanminyak pelumas, aspal (propane deasphalting), dan pengolahan BTX
3 Absorpsi danStripping.
Proses absorpsi adalah proses penyerapan gas dalam suatu campuran gasdan
cairan dengan menggunakan pelarut. Proses ini dilakukan untuk menghilangkan

fraksi gas yang bercampur dengan produk hidrokarbon hasildistilasi atau hasil
perengkahan.
Stripping adalah proses pemisahan gas terlarut dalam suatu campuran gascair.Stripping menggunakan larutan Benfield, MEA(monoethyl alkohol) atau
DEA (diethyl alkohol) bertujuan menghilangkan gasCO2 atau H2S dalam minyak
bumi atau produk hasil pengolahan.
Kristalisasi
Kristalisasi adalah proses pemisahan berdasarkan perbedaan titik
leleh.Kristalisasi umumnya digunakan pada proses dewaxing, yaitu memisahkan
lilin(wax) dari minyak mentah. Lilin terlarut dalam minyak dan mendidih pada
selangtitik didih minyak pelumas sehingga lilin tidak dapat dipisahkan dengan
distilasi.Pada proses dewaxing, minyak didinginkan untuk mengkristalkan lilin,
kemudiandisaring dan diendapkan untuk mendapatkan kristal lilin.