Anda di halaman 1dari 26

UNIVERSITAS KRISTEN PETRA

FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN

PERENCANAAN
Tugas Mata Kuliah Jembatan
Metode Pelaksanaan Konstruksi Jembatan
Oleh:
1. Alfonsus Dwiputra Widjaja (21412160)
2. Silvester Alfredo Bayu Aditya
(21412167)
3. Oktavianus Danny Sivananda
(21412190)
4. Johannes Andrean Gunawan
(21412191)
5. Bemby Reksura
Fakultas

(21412192)

: Teknik Sipil dan Perencanaan

Program Studi
Dosen

: Teknik Sipil

: Ir. Johanes Indrojono Suwono,

M. Eng.
LATAR BELAKANG
Jembatan

merupakan

suatu

konstruksi

yang

gunanya

untuk

meneruskan jalan melalui suatu rintangannya yang berada lebih rendah,


dimana rintangan ini biasanya jalan berupa lain yaitu jalan air atau jalan lalu
lintas biasa. Jembatan memiliki arti penting bagi setiap orang, dengan
tingkat kepentingan yang berbeda-beda tiap orangnya. Menurut Dr. Ir.
Bambang Supriyadi, jembatan bukan hanya konstruksi yang berfungsi
menghubungkan suatu tempat ke tempat lain akibat terhalangnya suatu
rintangan, namun jembatan merupakan suatu sistem transportasi, jika
jembatan runtuh maka sistem transportasi pun akan lumpuh juga.
Tipe jembatan mengalami perkembangan yang sejalan dengan sejarah
peradaban manusia, dari tipe yang sederhana sampai dengan tipe yang
kompleks, dengan material yang sederhana sampai dengan material
modern. Jenis jembatan yang terus berkembang dan beraneka ragam
mengakibatkan seorang perencana harus tepat memilih jenis jembatan yang
sesuai dengan tempat tertentu.
Perencanaan sebuah jembatan menjadi hal penting, terutama dalam
menentukan jenis jembatan apa yang tepat untuk dibangun di tempat
tertentu dan metode pelaksanaan apa yang akan digunakan. Penggunaan
metode yang tepat, praktis, cepat, dan aman, sangat membantu dalam
penyelesaian pekerjaan pada suatu proyek konstruksi. Sehingga, target 3T
yaitu

tepat

mutu/kualitas,

tepat

biaya/kuantitas

dan

sebagaimana ditetapkan, dapat tercapai.

METODE PELASANAAN KONSTRUKSI JEMBATAN


METODE JEMBATAN BETON

tepat

waktu

Secara umum metode pelaksanaan jembatan beton dibedakan menjadi


Cast

insitu

dan

Precast

segmental.

Cast

insitu

merupakan

metode

pelaksanaan jembatan dimana dilakukan pengecoran di lokasi pembangunan


sedangkan Precast segmental merupakan metode pelaksanaan dimana
beton disuplai dari luar berupa Precast yang siap untuk dilakukan instalasi.
Metode Cast insitu terdiri dari :
a.
b.
c.
d.

MSS (Movable Scaffolding System)


ILM (Increamental Launching Method)
Balanced Cantilever dengan FormTraveller
Cable Stayed dengan FormTraveller

Metode Precast Segmental terdiri dari :


a.
b.
c.
d.
e.

Balanced Cantilever Erection With Launching Gantry


Balanced Cantilever Erection With Lifting Frames
Span by Span Erection With Launching Gantry
Balanced Cantilever Erection With Cranes
Precast Beam

MSS (Movable Scaffolding System)


MSS (Movable Scaffolding System) suatu metode yang digunakan pada
pelaksanaan Cast insitu dimana pengecoran dilakukan di lokasi setelah
selesainya bekisting. Prinsipnya adalah memindahkan Scaffolding

dengan

cara digeser ke segmen berikutnya setelah beton mengeras. Berikut adalah


langkah-langkah pekerjaan pada metode MSS (Movable Scaffolding System).

Flowchart Moveable Scaffolding System

Gambar Moveable Scafolding System

Contoh pembangunan jembatan yang menggunakan metode Movable


Scaffolding System.

Underslung MSS THSR, Lot 291, R.O.C.

Undersung MSS - 2nd Nanjing Crossing, China


ILM (Increamental Launching Method)
ILM adalah suatu metod erection pada jembatan bentang panjang yang
sudah diimplementasikan sejak tahun 1962 yaitu di Rio Caroni Bridge di
Venezuela. Metode ini ditemukan oleh Prof. Dr. Ing. F. Leonhardt dan
partnernya Willi Baur. Metode ini telah dipatenkan sejak tahun 1967. Metode
jembatan ini dibangun biasanya karena adanya syarat bahwa tidak
diperbolehkan adanya gangguan pada sisi bawah lantai jembatan. Metode ini

mengharuskan tersedianya lahan yang cukup luas di lokasi belakang


abutment untuk prduksi segmen lantai jembatan.
Adapun mekanisme proses pelaksanaan erection jembatan dengan
menggunakan metode ILM ini dapat dijelasan secara prinsip sebagai berikut :
1. Lantai jembatan diproduksi di area belakang jembatan secara kontinu
tiap segmen. Segmen tersebut dihubungkan secara monolit dengan
segmen sebelumnya. Panjang segmen bekisar 15-25 m.

Produksi Lantai Jembatan


2. Pada bagian ujung depan lantai dipasang Nose yang terbuat dari
struktur baja. Nose tersebut akan berfungsi sebagai tambahan lantai
sedemikian mengurangi momen yang besar yang terjadi ketika
rangkaian pelat lantai membentuk struktur Cantilever. Nose berfungsi
mengurangi besarnya momen kantilever yang terjadi. Nose didesain
seringan mungkin untuk mengurangi tambahan beban yang harus
dipikul oleh struktur lantai jembatan. Struktur Nose memiliki panjang
sekitar 65% terhadap bentang jembatan yang tipikal.

Nose
3. Pada saat segmen yang telah diproduksi dan umur beton mencukupi,
maka seluruh lantai jembatan didorong dengan menggunakan metode
Pulling Jack yang dipasang di abutment.

Pulling Jack
4. Permukaan pilar dikondisikan memiliki tahanan geser yang kecil. Hal ini
untuk memudahkan proses mendorong rangkaian segmen lantai
jembatan. Dapat menggunakan suatu alat khusus dengan permukaan
Teflon.

Permukaan Teflon
5. Jika

diperlukan

temporary

berdasarkan

support

di

tengah

perhitungan,
bentang

dapat

antara

ditambahkan

pilar

jembatan.

Temporary support ini akan berfungsi mengurangi besarnya momen


yang dipikul oleh struktur pelat lantai jembatan.

Temporary Support

6. Pilar jembatan dapat ditambahkan perkuatan. Hal ini disebabkan


jembatan akan mendapat beban horizontal tambahan selama proses
launching. Tambahan beban ini akan mempengaruhi kekuatan pilar
dalam menahan beban. Untuk mengatasi tambahan beban gaya
horizontal, maka pilar dipasang perkuatan kabel.

Perkuatan Kabel
Contoh

jembatan

yang

menggunakan

metode

ILM

(Increamental

Launching Method) adalah jembatan Le Viaduc De Millau. Viaduc de Millau


(bahasa Perancis : le Viaduc de Millau) adalah jembatan kabel raksasa
yang membentang diatas sungai Tarn dekat Millau di Perancis Selatan.
3.1.3 Balanced Cantilever dengan FormTraveller
Metode konstuksi balanced cantlever adalah metode pembangunan
jembatan dimana dengan memanfaatkan efek kantlever seimbangnya, maka
struktur dapat berdisi sendiri mendukung berat sendirinya tanpa bantuan
sokongan lain (perancah/falsework). Metode ini dilakukan dari atas struktur
sehingga tidak diperlukan sokongan di bawahnya yang mungkin dapat
mengganggu aktivitas dibawah jembatan. Metode balanced cantilever dapat
dilakukan secara cor setempat (cast in situ) atau secara segmen pracetak
(precast segmental)
Konsep utamanya adalah struktur jembatan dibangun dengan pertama
kali membangun struktur-struktur kantilever seimbang. Kantilever yang

pertama dibuat adalah N, an seterusnya dibangun dengan kantilever


N+1 , kantilever N+2 dan kantilever N+i.

Metode Balanced Cantilever


Secara umum urutan pekerjaan erection precast balanced cantilever
untuk satu kantilever setelah segmen pencetak ditransportasi dari casting
yard ke lapangan adalah :
1. Pier segment diterima petama kali di lokasi perakitan

Transportasi Segmen Pracetak


2. Satu buah field segment (segmen di depan/belakang pier segment)
diterima setelah pier segment

Field Segment setelah Pier Segment


3. Segmen yang pertama kali dipasang adalah pier segment, karena
bearing belum dapat diaktifkan maka harus diadakan tumpuan
sementara untuk mendukung segmen tersebut. Kemudian dilakukan
penyesuaian koordinat untuk alinyemen horizontal dan elevasi untuk
alinyemen vertikal.

Erection Pier Segment


4. Field

segment

pertama

segment,dilakkan

lagi

dipasang
penyesuaian

di

arah

depan/belakang

koordinat

untuk

pier

alinyemen

horizontal dan alinyemen vertikal untuk kedua segmen. Kemudian


dilakukan grouting pot bearing.

Erection Field Segment


5. Kemudian dipasang field segment-field segment yang lain sampai
selesai satu kantilever.

Pemasangan Field Segment Selanjutnya


6. Pemasangan dilanjutkan ke kantilever yang berikutnya.

Pemasangan Kantilever Selanjutnya


7. Setelah 1 buah kantilever selesai dibangun maka kantilever tersebut
disatukan dengan kantilever sebelumnya.

Struktur Kantilever Seimbang


Metode

konstruksi

balanced

cantilever

sangat

umum,

telah

banyak

digunakan di dalam maupun diluar negeri. Salah satu contoh yang


menerapkan

metode

konstruksi

balanced

cantilever

ini

adalah

pada

pembangunan Jalan Layang Pasupati Bandung, dengan panjang jalan


bekisar 2,5 kilometer dan difungsikan pada tahun 2005.

Jalan Layang Pasupati - Bandung


Cable Stayed
Cable

stayed

adalah

jembatan

yang

menggunakan

kabel-kabel

berkekuatan tinggi sebagai


Penggantung

yang

menghubungkan

gelagar

dengan

menara.

Pada

umumnya embatan cable stayed menggunakan gelagar baja, rangka, beton,


atau beton pratekan sebagai gelagar utama (Zarkasi dan Rosliansjah, 1995).
Pemilihan baan gelagar tergantung pada ketersediaan bahan, metode

pelaksanaan dan harga konstruksi. Berikut adalah flow chart metode


pelaksanaan konstruksi cable stayed.

Flowchart Cable Stayed


1. Pelaksanaan Pekerjaan Platform
Platform merupakan konstruksi pendukung sementara yang berfungsi
sebagai tempat
untuk menginstalasi batching plan, menyimpan material seperti tiang
pancang serta sebagai tempat bagi berbagai aktivitas di tengah laut selama
kegiatan konstruksi berlangsung.
2. Pelaksanaan Pekerjaan Bored Pile
a. Pemasangan Casing Baja.
b. Pengeboran sampai kedalamaan yang diinginkan.

c. Pemasangan tulangan pengecoran lubang bored pile dengan


beton.
3. Pelaksanaan Pekerjaan Pila Cap
a. Setelah pekerjaan bored pile

selesai

dikerjakan,

semua

komponen platform yang mampu ke steel casing di bongkar.


b. Caisson baja yang berfungsi sebagai bekisting bawah pile cap
kemudian dipasang.
c. Pengecoran lapisan saling concrete untuk menahan masukkan
air laut ke pile cap.
d. Pemasangan tulangan pile cap.
e. Pengecoran beton pile cap yang dilakukan tiga lapis.
4. Pelaksanaan Pekerjaan Pylon
a. Konstruksi dasar pylon dan lengan bawah pylon.
b. Instalasi elevator pada pylon.
c. Konstruksi balok pengikat pylon bagian bawah.
d. Konstruksi lengah pylon di tengah.
e. Konstruksi balok pengikat tengah.
f. Konstruksi lengan atas pylon.
g. Konstruksi balok pengikat atas.
5. Pelaksanaan Pekerjaan Struktur Atas
a. Pemasangan struktur bantu sementara di atas pile cap.
b. Pemasangan segmen girder baja pertama dengan crane barge,
hubungan antara segmen dengan pylon dibuat tetap (fix) untuk
sementara.
c. Pemasangan cantilever crane pada lantai jembatan untuk
mengangkat segmen berikutnya.
d. Pemasangan girder baja dengan menggunakan cantilever crane
diikuti dengan peregangan kabel.
e. Pemasangan pelat lantai jembatan pada segmen pertama dan
kedua dilanjutkan dengan pengecoran sambungan.
f. Pemasangan girder baja selanjutnya dengan menggunakan
cantilever crane diikuti dengan peregangan kabel. Pada saat
bersamaan dipasang pilar sementara.

Metode Precast Segmental


Precast precast segmental box girder adalah salah satu perkembangan
penting dalam teknik jembatan yang tergolong baru dalam beberapa tahun
terakhir. Berbeda dengan sistem konstruksi monolit, sebuah jembatan
segmental box girder terdiri dari elemen-elemen pracetak yang dipratekan
bersama-sama oleh tendon eksternal. Berikut adalah metode pelaksanaan
precast segmental box girder.
1. Setting Bekisting (Formwork)

Bekisting (Formwork)
2. Pasang External Vibrator

External Vibrator

3. Survey Bekisting (Formwork)

Survey Bekisting
4. Install Besi dan Ducting Tendon dalam Cetakan Sementara (Rebar Jig)

Install Besi dan Ducting Tendon


5. Pengangkatan Besi dari Rebar Jig

Rebar Jig

6. Install Besi ke dalam Bekisting (Formwork)

Install Besi ke Dalam Bekisting


7. Setting Elevasi Ducting Tendon

Setting Elevasi Ducting Tendon


8. Setting Bekisting bagian dalam (Inner Formwork)

Setting Bekisting

9. Final Survey sebelum Pengecoran

Survey
10.

Pengecoran Segment Box Girder

Pengecoran
11.

Curring

Curring

12.

Survey setelah pengecoran sebagai data as-built

Survey Setelah Pengecoran


13.

Buka/longgarkan semua bekisting (Formwork)

Pembukaan Bekisting
14.

Segment dikeluarkan dari bekisting (Formwork)

Segment Dikeluarkan dari Bekisting

15.

Segment Box Girder disimpan di Stock Yard

16.

Stock Yard
Segment Box Girder siap dikirim ke lokasi Erection

Segment Box Girder di Lokasi Erection


17.

Erection

Erection Box Girder

METODE JEMBATAN RANGKA

Metode pelaksanaan jembatan rangka dapat dibedakan menjadi 2


yaitu Temporary Support dan Cantilever. Dimana secara lebih rinci adalah
sebagai berikut.
a.
b.
c.
d.

Full Temporary Support


Semi Temporary Support
Full Cantilever
Semi Cantilever
Full Temporary Support
Full temporary support merupakan metode jembatan rangka yang

dapat diterapkan apabila kondisi sungai memungkinkan untuk dipasang


perancah dengan jumlah yang banyak. Kondisi sungai yang memungkinkan
untuk dipasang perancah dalam artian kedalaman sungai dapat dijangkau
perancah/temporary support. Pada metode full temporary support setiap
buhul dapat dipasang perancah. Metode ini dapat dilihat pada gambar
berikut.

Metode Full Temporary Support


Semi Temporary Support
Semi temporary support merupakan metode pelaksanaan jembatan
rangka yang dapat diterapkan apabila metode full temporary support tidak
memungkinan untuk dilakukan. Semi temporary support digunakan karena
kedalaman sungai tidak memungkinkan untuk dipasang perancah, sehingga
pemasangan perancah tidak pada setiap buhul akan tetapi bisa loncat dari
beberapa titik sampai pada tempat yang bisa untuk dipasang perancah.

Pada proses pelaksanaan setelah dipasang perancah maka dilakukan


pemasangan rangka perbatang, seperti terlihat pada gambar berikut.

Metode Semi Temporary Support


Full Cantilever
Full cantilever adalah metode pelaksanaan rangka dengan
menggunakan pemberat pada bagian ujung atau counter weight. Pada
tahapan awal rangka dipasang didarat, setelah selesai pada bagian ujung
ditambah beban pemberat dengan tujuan sebagai penyeimbang kantilever
pada saat ereksi. Kemudian tahapan terakhir adalah proses erection dimana
jembatan yang telah di rangkai diluncurkan menggunakan link set, seperti
terlihat pada gambar berikut.

Metode Full Cantilever


Semi Cantilever
Semi cantilever adalah metode pelaksanaan jembatan rangka yang
dapat digunakan selain Full cantilever. Semi cantilever digunakan apabila
bentang jembatan terlalu panjang dan kondisi sungai memungkinkan untuk
dipasang perancah. Perbedaan antara kedua metode ini adalah pada
penggunaan perancah dimana pada Full cantilever tidak menggunakan
perancah akan tetapi pada metode Semu cantilever menggunakan beberapa
perancah sebagai alat bantu pada saat proses erection.
Pada dasarnya proses pelaksanaannya sama dimana Jembatan
dirangkat di darat, kemudian setelah selesai ditambahkan beban pemberat
pada bagian ujung dan terakhir adalah proses erection yang diluncurkan
menggunakan Link set kemudian dibantu oleh perancah sebagai penyangga,
sebagaimana terlihat pada gambar berikut.

Metode Semi Cantilever