Anda di halaman 1dari 16

SATUAN ACARA PENYULUHAN

MENARIK DIRI DAN PERAN SERTA KELUARGA

Oleh:
TIM PKRS (PROMOSI KESEHATAN RUMAH SAKIT)
RUANG 23 PSIKIATRI
IRNA I

RSUD DR.SAIFUL ANWAR MALANG


2016

SATUAN ACARA PENYULUHAN


MENARIK DIRI DAN PERAN SERTA KELUARGA

Di susun oleh:
Kelompok 9
Anisah Puspitasari

140070300011144

Feronicha Gadis Maharani

140070300011153

Kadek Kusuma Wrdana

140070300011156

Ahmad Zahriar Badarudin Syam

140070300011129

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN


FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
2016
LEMBAR PENGESAHAN

SATUAN ACARA PENYULUHAN


MENARIK DIRI DAN PERAN SERTA KELUARGA
Di Ruang 23 Empati RSU Dr. Saiful Anwar Malang
DisusunUntuk Memenuhi Tugas Profesi Departemen Jiwa
Oleh :
Anisah Puspitasari

140070300011144

Feronicha Gadis Maharani

140070300011153

Kadek Kusuma Wrdana

140070300011156

Ahmad Zahriar Badarudin Syam

140070300011129

Kelompok 9
Telah diperiksa kelengkapannya pada:
Hari

Tanggal

:
Mengetahui,

PembimbingAkademik

PembimbingKlinik

Ns. Ridhoyanti H. S.Kep, M.Kep

Rus Yuliati, S.Kep, Ns

NIP: 2010038509202001

NIP : 19627281986032005
Mengetahui,

Kepala Ruang 23 E RSSA Malang

Rus Yuliati, S.Kep, Ns


NIP : 19627281986032005
SATUAN ACARA PENYULUHAN
Topik

: Menarik Diri Dan Peran Serta Keluarga

Tempat

: Ruang Penyuluhan R 23 J, RSSA Malang

Hari/Tanggal

: Sabtu, 07 Mei 2016

Sasaran

: Keluarga klien

Waktu

: 30 menit, 09.00 09.30 WIB

Pertemuan Ke

: 1 (pertama)

Penyuluh

: Mahasiswa S1 Keperawatan Universitas Brawijaya

A. Latar Belakang
Pada dasarnya kemampuan Hubungan Sosial berkembang sesuai dengan
proses tumbuh kembang individu mulai dari bayi sampai dengan dewasa lanjut
untuk

mengembangkan

hubungan

sosial

yang

positif.

Setiap

tugas

perkembangan sepanjang daur kehidupan diharapkan dilalui dengan sukses,


kemampuan berperan serta dalam proses hubungan diawali dengan kemampuan
tergantung pada masa bayi dan berkembang pada masa remaja dan dilanjutkan
dengan kemampuan saling tergantung (tergantung dan mandiri) pada masa
dewasa.
Klien yang mengalami gangguan dalam interaksi sosial tidak mau terlibat
dalam aktivitas sosial dan cenderung untuk menarik diri. Pada klien dengan
menarik diri diperlukan rangsangan/stimulus yang adekuat untuk memulihkan
keadaan yang stabil. Stimulus positif dan terus menerus dapat dilakukan oleh
perawat ataupun keluarga. Apabila stimulus tidak dilakukan/diberikan klien akan
tetap menarik diri yang akhirnya mengalami halusinasi, kebersihan diri kurang
dan kegiatan hidup sehari-hari (ADL) tidak adekuat.
Dengan kenyataan yang ada maka jelaslah peranan perawat dituntut untuk
meningkatkan kualitas dan kuantitasnya karena tuntutan masyarakat akan
pelayanan kesehatan dalam hal ini pelayanan kesehatan jiwa, disamping itu
perawatan pasien depresi perlu perawatan paripurna yang melalui/meliputi bio
psiko-sosial spiritual secara komprehensif.
B. Tujuan Instruksional
a) Umum

: Pada akhir proses penyuluhan, peserta penyuluhan dapat

mengetahui tentang peran serta keluarga pada klien dengan menarik diri.
b)

Khusus

Setelah diberikan penyuluhan keluarga pasien dapat:


-

Mengetahui tentang menarik diri

Mengetahui penyebab menarik diri

Mengetahui tanda gejala menarik diri

Mengetahui peran serta keluarga dalam merawat klien menarik diri

C. Sub pokok bahasan


(terlampir)
1) Pengertian menarik diri
2) Penyebab menarik diri
3) Gejala klinis menarik diri
4) Peran serta keluarga dalam merawat klien menarik diri
D. Sasaran
Sasaran penyuluhan adalah keluarga pasien
E. Metode
Metode yang digunakan saat penyuluhan adalah ceramah dan tanya jawab
F. Media
Media yang digunakan saat penyuluhan adalah leaflet dan PPT
G. Kegiatan Penyuluhan
Tahap
Pembukaan

Kegiatan Penyuluh
Kegiatan Peserta
Membuka dengan salam Mendengarkan

Metode
Ceramah

(5 Menit)

Memperkenalkan diri

Media

Mendengarkan

Ceramah

Leaflet,

Memberikan tanggapan

, Tanya

PPT

Memperhatikan

Menjelaskan maksud dan Menjawab pertanyaan


tujuan penyuluhan
Kontrak waktu
Menggali pengetahuan
peserta sebelum
Penyajian

dilakukan penyuluhan
Menjelaskan tentang:

(15 Menit)

1. Pengertian menarik
diri

dan pertanyaan

2. Penyebab menarik diri

mengenai hal yang

3. Tanda gejala menarik

kurang dimengerti

diri
4. Peran serta keluarga
dalam merawat

jawab

pasien menarik diri


Memberi kesempatan
untuk bertanya/diskusi
tentang materi
penyuluhan
Menggali pengetahuan

Penutup
(10 menit)

peserta setelah

Menjawab pertanyaan

Ceramah

Leaflet,

Memberikan tanggapan

Tanya-

PPT

dilakukan penyuluhan

baik

Jawab

Menyimpulkan hasil
kegiatan penyuluhan
Menutup dengan salam
H. Evaluasi
a. Proses
-

Jumlah peserta penyuluhan minimal 5 peserta

Media yang digunakan adalah leaflet dan PPT

Waktu penyuluhan adalah 30 menit

Persiapan penyuluhan dilakukan beberapa hari sebelum kegiatan


penyuluhan

Pembicara diharapkan menguasai materi dengan baik

Tidak ada peserta yang meninggalkan ruangan saat kegiatan


penyuluhan berlangsung

Peserta aktif dan antusisas dalam mengikuti kegiatan penyuluhan

b. Hasil
-

Setelah mengikuti kegiatan penyuluhan peserta diharapkan mengerti


dan memahami tentang pengertian menarik diri, peyebab menarik
diri, tanda gejala menarik diri, dan peran serta keluarga dalam
merawat pasien menarik diri.

Keluarga dapat mempraktikkan cara merawat pasien menarik diri


ketika di rumah.

LAMPIRAN MATERI
1. Definisi Menarik Diri

Isolasi sosial adalah keadaan dimana seorang individu mengalami


penurunan atau bahkan sama sekali tidak mampu berinteraksi dengan orang
lain disekitarnya. Keliat, 1998 dalam Yosep, (2010) mendefinisikan isolasi
sosial sebagai upaya klien untuk menghindari interaksi dengan orang lain,
menghindari hubungan dengan orang lain maupun komunikasi dengan orang
lain. Sementara itu, menurut (Depkes RI, 2000) Isolasi sosial adalah suatu
gangguan hubungan interpersonal yang terjadi akibat adanya kepribadian
yang

tidak

fleksibel

yang

menimbulkan

perilaku

maladaptive

dan

mengganggu fungsi seseorang dalam hubungan social.


Pada pasien dengan perilaku menarik diri sering melakukan kegiatan
yang ditujukan untuk mencapai pemuasan diri, dimana pasien melakukan
usaha untuk melindungi diri sehingga ia jadi pasif dan berkepribadian kaku,
pasien menarik diri juga melakukan pembatasan (isolasi diri), termasuk juga
kehidupan emosionalnya, semakin sering pasien menarik diri, semakin
banyak kesulitan yang dialami dalam mengembangkan hubungan sosial dan
emosional dengan orang lain (Nasution, 2004).
2. Penyebab Menarik Diri
a. Pola asuh keluarga (pattern of parenting)
Missal : pada anak yang kelahirannya tidak dikehendaki (unwanted child)
akibat kegagalan KB, hamil di luar nikah, jenis kelamin yang tidak
diinginkan,

bentuk

mengeluarkan

fisik

kurang

komentar-komentar

menawan

mnyebabkan

negative,

keluarga

merendahkan,

dan

menyalahkan anak.
b. Koping individu tidak efektif (ineffective coping)
Misal : saat individu menghadapi kegagalan cenderung menyalahkan
orang lain, ketidakberdayaan, menyangkal tidak mampu menghadapi
kenyataan dan menarik diri dari lingkungan, terlalu tingginya self ideal dan
tidak mampu menerima realitas dengan rasa syukur.
c. Gangguan tugas perkembangan (lack of development task)
Misal : kegagalan menjalin hubungan intim dengan sesame jenis atau
lawan jenis, tidak mampu mandiri dan menyelesaikan tugas, bekerja,
bergaul, sekolah, menyebabkan ketergantungan pada orang tua,
rendahnya ketahanan terhadap berbagai kegagalan.
d. Stress internal dan eksternal (Stressor internal and external)

Misal: stress terjadi akibat ansietas yang berkepanjangan danterjadi


bersamaan

dengan

keterbatasan

kemampuan

individu

untuk

mengatasinya. Ansietas terjadi akibat berpisah dengan orang terdekat,


hilangnya pekerjaan atau orang yang dicintai.
Dari beberapa penyebab di atas maka akan menyebabkan harga diri
rendah kronis pada klien yang akhirnya sampai menyebabkan isolasi sosial.
3. Tanda Gejala Menarik Diri
1. Gejala Subjektif :
a) Klien menceritakan perasaan kesepian atau ditolak orang lain
b) Klien merasa tidak aman berada dengan orang lain
c) Respon verbal kurang dan sangat singkat
d) Klien mengatakan hubungan yang tidak berarti dengan orang lain
e) Klien merasa bosan dan lambat menghabiskan waktu
f) Klien tidak mampu berkonsentrasi dan membuat keputusan
g) Klien merasa tidak berguna
h) Klien tidak yakin dapat melangsungkan hidupnya
i) Klien merasa ditolak
2. Gejala Objektif :
a) Klien banyak diam dan tidak mau bicara
b) Kurang spontan
c) Apatis, ekspresi wajah sedih, afektif datar
d) Ekspresi wajah kurang berseri
e) Tidak merawat diri dan tidak memperhatikan kebersihan diri
f) Komunikasi verbal menurun/tidak ada
g) Tidak memiliki teman dekat
h) Mengisolasi diri
i) Aktivitas menurun
j) Kepribadian yang kurang sehat
k) Tidak ada kontak mata, sering menunduk
l) Asyik dengan pikirannya sendiri
m) Lebih senang menyendiri
n) Menyendiri/berdiam di kamar
o) Tidak mampu berhubungan dengan orang lain secara intim
p) Tidak ada rasa percaya diri
q) Tidak dapat membina hubungan baik dengan orang lain
r) Mondar-mandir, melakukan gerakan berulang/sikap mematung
4. Peran Serta Keluarga Dalam Merawat Pasien Dengan Menarik Diri
Keluarga penting dalam perawatan dan penyembuhan pasien menarik
diri,

keluarga

berperan

dalam

pemenuhan

mengoptimalkan ketenangan jiwa bagi pasien.


Tujuan Perawatan adalah :
1) Meningkatkan Kemandirian Pasien

kebutuhan

dasar

dan

2) Pengoptimalan peran dalam masyarakat


3) Meningkatkan kemampuan memecahkan masalah
Adapun peranan keluarga yang dapat dilakukan untuk mengurangi
gejala menarik diri pada klien adalah:
1) Memenuhi kebutuhan sehari-hari
2) Bantu dan perhatikan pemenuhan kebutuhan makan, minum, kebersihan
diri dan penampilan
3) Latih dan libatkan klien dalam kegiatan sehari-hari (cuci pakaian, setrika,
menyapu, dll)
4) Berkomunikasi secara intensif dengan klien
5) Menunjukkan perhatian dan kepedulian terhadap klien
6) Motivasi klien untuk menceritakan permasalahan yang dialaminya
7) Menjadi pendengar yang baik ketika klien menceritakan masalahnya
8) Memberi solusi dan support terhadap permasalahan yang dialami klien
9) Tidak menyalahkan klien atas permasalahan yang terjadi
10) Jika terjadi permasalahan dalam keluarga, selesaikan dengan kepala
dingin tanpa melibatkan emosi.

Daftar Pustaka
Boyd MA, Hihart MA. Psychiatric nursing : contemporary practice. Philadelphia :
Lipincott-Raven Publisher. 1998
Budi Anna Keliat. Asuhan Klien Gangguan Hubungan Sosial: Menarik Diri.
Jakarta : FIK UI. 1999 Keliat BA. Proses kesehatan jiwa. Edisi 1.
Jakarta : EGC. 1999
Townsend MC. 1995. Nursing Diagnosis in Psychatric Nursing; A Pocket Guide
For Care Plan Construction. Alih Bahasa: Novi Helena CD. 1998. Buku
Saku Diagnosa Keperawatan Psikiatri; Pedoman Untuk Pembuatan
Rencana Perawatan. Jakarta: EGC
Stuart G.W & Sundeen S.J . 1995. Pocket Guide To Psychiatric Nursing. Alih
Bahasa Achir Yani. 1998. Buku Saku Keperawatan Jiwa. Jakarta: EGC
Stuart G.W & Sundeen S.J .1995. Principles and Practice of Psychiatric
Nursing. St. Lois: Mosby Year Book
Kaplan & Sadock. 1993. Pocket Handbook of Clinical Psychiatry. Alih Bahasa:
Willie Japaris.1994. Buku Saku Psikiatri Klinik. Jakarta: Bina Rupa
Aksara
Kaplan & Sadock. 1996. Synopsis of Psychiatry. Alih Bahasa : Wijaya Kusuma.
1997. Sinopsis Psikiatri. Jakarta: Bina Rupa Aksara

STRATEGI PELAKSANAAN PENYULUHAN


A. Strategi komunikasi
Orientasi :
a. Salam

Terapeutik:

Assalamualaikum

Wr.Wb

Selamat

Pagi

Bapak/Ibu? Perkenalkan nama saya Lisa sebagai pembawa acara


dan teman saya Trijati sebagai pembicara
Yanda sebagai observasi dan fasilitator
b. Evaluasi / validasi : Bagaimana kabarnya Bapak/Ibu hari ini ?
c. Kontrak :TopIk :Hari ini Kita akan berdiskusi tentang masalah Peran
serta keluarga pada klien dengan menarik diri yang dialami oleh
anak Bapak/ibu.
d. Waktu : Bagaimana kalau saya meminta waktu agar penyuluhan ini
berjalan dengan lancar, kira-kira selama 30 menit,bagaimana ibu dan
bapak,apakah bersedia?
e. Kerja :
Untuk mempersingkat waktu kita mulai saja diskusinya. Sebelum
masuk materi saya akan membagikan lembar pertanyaan, nanti
bapak/ibu menjawab sepengetahuannya. Kami berharap bapak/ibu
memperhatikan materi penyuluhan yang kami berikan dan setelah
penyuluhan selesai ibu/bapak dipersilahkan untuk mengajukan
pertanyaan.
B.Terminasi
1. Evaluasi :
Subyektif :
bagaimana perasaan ibu dan bapak setelah mengikuti penyuluhan
ini?Apakah merasa senang ?

Obyektif :
Keluarga klien dapat memahami materi yang disampaikan
Keluarga bertanya tentang masalah perilaku menarik diri.

2. Tindak lanjut :
Kami persilahkan bapak/ibu yang ingin bertanya.
3. Kontrak
Topik : Seperti yang saya katakan di awal karena waktu kita sudah habis
dan kami berharap bapak ibu semuanya dapat memahami materi yang

kami sampaikan dan dapat menerapkannya. Mungkin sekian dan terima


kasih atas partisiapasi ibu/ bapak dan keluarga kami ucapkan mohon
maaf apabila ada kata yang tidak berkenaan dihati ibu atau bapak
sekaliandan terima kasih.atas waktunya. Wassalamuallaikum Wr.wb

Lembar Pre Test


1. Apa yang dimaksud dengan Prilaku menarik diri ?
a. Menghindari hubungan orang lain
b. Mau berhubungan dengan orang lain
c. Mau berkomunikasi dengan orang lain
d. Mengatakan dirinya sehat
2. Apa saja gejala-gejala yang muncul pada orang dengan gangguan
jiwa menarik diri?
a. orangnya terlihat rapi
b. makan minum tidak terganggu
c. Komunikasi terbuka terhadap orang lain
d. Klien banyak diam dan tidak mau bicara, aktivitas menurun, tidak ada
kontak mata, sering menunduk, lebih senang menyendiri
3. Sebutkan penyebab yang terjadi pada orang dengan gangguan jiwa
menarik diri?
a. Merasa Tidak Malu
b. selalu percaya diri
c. Tidak merasa bersalah
d. Harga diri rendah dan rasa bersalah tehadap diri sendiri
4. Mengapa perawatan keluarga sangat penting dalam merawat klien
menarik diri?
a. agar pasien tetap tidak sembuh
b. membiarkan klien seperti apa yang dia mau
c. agar pemunuhan kebutuhan dasar terpenuhi dan mengoptimalkan
ketenangan jiwa bagi pasien
d. Tidak ada peran keluarga
5. Apa yang harus dipenuhi dalam peran keluarga untuk perawatan
terhadap klien yang mengalami gangguan jiwa?
a. Memenuhi kebutuhan sehari-hari
b. Bantu komunikasi dengan teratur
c. libatkan dalam kelompok keluarga dan mengajak berinteraksi dengan
orang lain
d. benar semuanya A,B,dan C
Kunci jawaban :
1.
2.
3.
4.
5.

A
D
D
C
D

Lembar Post Test


1. Apa yang dimaksud dengan Prilaku menarik diri ?
a. Menghindari hubungan orang lain
b. Mau berhubungan dengan orang lain
c. Mau berkomunikasi dengan orang lain
2. Apa saja gejala-gejala yang muncul pada orang dengan gangguan
jiwa menarik diri?
a. makan minum tidak terganggu
b. Komunikasi terbuka terhadap orang lain
c. Klien banyak diam dan tidak mau bicara, aktivitas menurun, tidak ada
kontak mata, sering menunduk, lebih senang menyendiri
3. Sebutkan penyebab yang terjadi pada orang dengan gangguan jiwa
menarik diri?
a. Merasa Tidak Malu
b. selalu percaya diri
c. Harga diri rendah dan rasa bersalah tehadap diri sendiri
4. Mengapa perawatan keluarga sangat penting dalam merawat klien
menarik diri?
a. agar pasien tetap tidak sembuh
b. agar supaya pemunuhan kebutuhan dasar terpenuhi dan
mengoptimalkan ketenangan jiwa bagi pasien
c. Tidak ada peran keluarga
5. Apa yang harus dipenuhi dalam peran keluarga untuk perawatan
terhadap klien yang mengalami gangguan jiwa.
a. Memenuhi kebutuhan sehari-hari
b. Bantu komunikasi dengan teratur
c. benar semuanya A,B,dan C

N
O
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20

DAFTAR HADIR PERSERTA PENYULUHAN


RI RUANG 23 PSIKIATRI
NAMA PESERTA
ALAMAT

TTD