Anda di halaman 1dari 4

BLOK 15: ENDOKRIN

Tugas Essai

Skrining Hipotiroid

OLEH:

Muhammad Rizqi Kholifaturrohmy


H1A013041

FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS MATARAM
2015

Skrining Hipotiroid Kongenital paling baik dilakukan saat bayi berumur 48-72 jam
atau sebelum bayi pulang. Sedikit darah bayi diteteskan di atas kertas saring khusus,
dikeringkan kemudian bercak darah dikirim ke laboratorium. Di laboratorim kadar hormon
TSH diukur dan hasilnya dapat diketahui dalam waktu kurang dari 1 minggu. Bila hasil tes
tidak normal, bayi akan diperiksa oleh Tim Konsultan Program Skrining Bayi Baru Lahir
(IDAI, 2015).
Hipotiroid kongenital adalah rendahnya produksi hormon tiroid (kadar T4 diatas
persentil <10 dan TSH <10 mU/L) pada bayi baru lahir yang terjadi karena kecacatan
anatomis kelenjar tiroid, gangguan metabolisme tiroid, atau kekurangan iodium pada saat
intra uterine (Jose R, 2012). Telaah rekam medis diklinik endokrin anak RSCM dan RSHS
menunjukkan bahwa lebih dari 70% penderita Hipotiroid Kongenital didiagnosis
umur

tahun. Hanya

2,3%

setelah

yang bisa dikenali sebelum umur 3 bulan. Penyebab

hiptiroid yang paling sering didunia ialah defisiensi Iodium yang merupakan komponen
pokok tiroksin (T4) dan triiodotrionin (T3). Anak yang lahir dari ibu dengan defisinsi Iodium
berat akan mengalami hipotiroid yang tidak terkompensasi karena hormon tiroid ibu tidak
dapat melewati plasenta (Postellon C, 2010). Mengingat manifestasi

klinis

kongenital

sehingga

merupakan

petunjuk

dari keterlambatan

diagnosis

hipotiroid
penting

dilakukan skrining hipotiroid kongenital pada semua bayi baru lahir karena makin
lambat diagnosis ditegakkan makin rendah IQ (Kapita Selekta FK UI, 2014).
Bayi baru lahir dengan kadar TSH yang meningkat dan kadar T4 yang rendah dapat
dikatakan hipotiroid primer. Dengan adanya keadaan tersebut perlu dilakukan penanganan
segera dengan pemberian levotiroksin
pemeriksaan.

Bila

kadar

TSH

tanpa menunggu

dari kelenjar

tiroid

ulang

hasil

yang meningkat dan kadar T4 normal bayi baru lahir

dapat dikatakan mengalami hipertirotropinemia. Hal


permanen

konfirmasi

atau

ini mungkin disebabkan kelainan

keterlambatan

maturasi

dari

axis

kelenjar

hipofisis-hipotalamus. Pada keadaan dimana kadar TSH normal dan kadar T4 rendahpada
bayi baru lahir kemungkinan disebabkan imaturitas pada aksis kelnjarhipofisis-hipotalamus
dan insufisiensi kelenjar tiroid ataupun pemberian glukokortikoid dosis tinggi juga
dapat menyebabkan terhambatnya TSHsehingga menyebabkan penurunan kadar T4.
International Council for Control of Iodine Deficiency Disorders (ICCIDD)
menyatakan bahwa pemeriksaan primer TSH untuk skrining HK akibat kekurangan iodium
pada ibu

hamil

merupakan

indikator

yang

sensitif

dalam

menentukan

derajat

kekurangan iodium. Juga merupakan cara yang baik untuk memantau hasil program
penanggulangan GAKI. Spesimen untuk skrining hipotiroid kongenital dilakukan pada tumit
bayi baru lahir, yang usianya 2-5 hari. Spesimen ini menggunakan kertas saring untuk
diperiksa di laboratorium. Pemeriksaan ini dapat diulang pada usia 2minggu dan 6 minggu
untuk memastikan diagnosis hipotiroid kongenitaldengan dilakukan pengukuran kadar free
T4 atau TSH (Smith, 2007).
Bayi yang telah terdeteksi fungsi hormon tiroid yang abnormal melalui
skrining harus segera mendapatkan pemeriksaan konfirmasi hasil laboratorium tentang kadar
free T4 dan TSH. Mengenai kadar TSH dan free T4 memilikiperbedaan kadar tergantung
dari usia bayi (Rastogi, 2010).
Dengan

adanya

program

skrining

neonatus

untuk

mendeteksi

hipotiorid

kongenital, prognosis bayi hipotiroid kongenital lebih baik dari sebelumnya.Diagnosis awal
dan pengobatan yang cukup

sejak umur minggu pertamakehidupan memungkinkan

pertumbuhan linier yang normal dan intelegensinya setingkat dengan saudara kandung yang
tidak terkena. Tanpa pengobatan bayi yang

terkena perawakan

pendek

(cebol) dan

defisiensi mental. Bila pengobatan dimulai pada usia 46 minggu IQ pasien tidak berbeda
dengan IQ populasi kontrol. Program skrinng di Quebec (AS) mendapatkan bahwa IQ pasien
pada usia 1 tahun sebesar 115, usia 18 bulan sebesar 104, dan usia 36 bulan sebesar 103. Pada
pemeriksaan di usia 36 bulan didapatkan hearingspeech dan practical reasoning lebih
rendah dari populasi control. Padasebagian kecil kasus dengan IQ normal dapat dijumpai
kelainan neurologis,antara lain gangguan koordinasi motorik kasar dan halus, ataksia, tonus
otot meningggi atau menurun, gangguan pemusatan perhatian dan gangguan bicara.
Tuli sensorineural ditemukan pada 20% kasus hipotiroid kongenital.Dokter

juga

harus

waspada akan keterbatasan metode skrining meskipunjarang ditemui kesalahan pada


manusia dan penelitian sebelumnya, namun biasa dapat terjadi kira-kira 5-10% bayi
hipotiroid kongenital memiliki kadar hormon yang normal (Maciel, 2013).
Skrining

untuk hipotiroid kongenital dilakukan pada minggu pertama bayi lahir

sangatlah penting, untuk mencegah komplikasi lanjut.

Daftar Pustaka
IDAI, 2015. Pentingnya Skreening Hipotiroid pada Bayi.[pdf] Available at:<
http://idai.or.id/artikel/seputar-kesehatan-anak/pentingnya-skrining-hipotiroid-pada-bayi>
International council for control of iodine deficiency disorders NHS, 2013.
Congenital Hypothyroidism: Initial Clinical Referral Standards andGuidelines.
Society

for

Paediatric

Endocrinology

and

British

Diabetes. [pdf]. Available at:<

https://www.bsped.org.uk/clinical/docs/128977_Congenital_Booklet_A4_12pp-5LO.pdf>
[Accessed 8 January 2016].
Jose RL, 2010. Ganggguan Kelenjar Tiroid. Dalam : Buku AjarEndokrinologi Anak
Edisi 1. Jakarta: Badan Penerbit IDAI. hal.205-212.
Maciel, L.M.Z et al., 2013. Congenital hypothyroidism: recommendations of
theThyroid Department of the Brazilian Society of Endocrinology and Metabolism.
[pdf]. Available at:< http://www.scielo.br/pdf/abem/v57n3/en_v57n3a04.pdf> [Accessed
January 8 2016].
Mansjoer, A. 2014. Kapita Selekta Kedokteran. Edisi IV. Jakarta: Media Aesculapius.
Rastogi,
Orphanet

M.V.

Journal

dan

Lafranchi

of

Rare

S.H., 2010 . Congenital


Diseases.

5-1.[html].

Hypothyroidism.
Available

at:<

http://www.ojrd.com/content/5/1/17> [Accessed January 9 2016].


Smith, L., 2007. Updated AAP Guidelines on Newborn Screening and Therapy
forCongenital Hypothyroidism. Am Fam Physician 2007; 76(3):439-444. [html]. Available
at:<http://www.aafp.org/afp/2007/0801/p439.html> [accessed January 9 2016].