Anda di halaman 1dari 3

DAFTAR OBAT PASIEN

1. Citicolin
Komposisi : Citicoline
Dosis
: Akut: 250- 500 mg IV drip/ bolus inj 1-2x/hr. Kronis: 100- 300
mg IV/IM 1-2x/hr. Ggn. serebrovaskuler: s/d 1000mg IM/IV
Indikasi
: St. akut: penurunan kesadaran krn trauma serebral, bedah otak.
St. kronis: ggn. Saraf atau psikiatri (hemiplegic, diskinesia, motor palsi, amnesia
afasia, disorientasi & sakit kepala) ssdh apopleksi, trauma kepala & bedah otak.
Kerusakan aliran darah serebral krn stroke iskemik.
Perhatian
: Pd keadaan gawat/ akut, berikan bersama obat yg dpt
menurunkan TIK atau obat antihemoragik dan jaga agar suhu tubuh ttp rendah.
Jika perdarahan intracranial tetap terjadi, pemberian secara IV harus dilakukan scr
sangat perlahan. Bayi premature, bayi baru lahir, bayi yg msh mendapat ASI,
anak. Pd pasien ggn kesadaran akut akibat infark serebral, citicoline sebaiknya
diberikan dlm 2 minggu ssdh stroke apopleksi.
Efek samping : Syok, dispnea, insomnia, sakit kepala, baal/ kebas, paralisis,
mual, anoreksia, ggn fungsi hati, diplopia sementara, rasa panas pd kulit,
perubahan TD, rasa tdk enak pd badan.
Sediaan
: Amp: 250 mg/ 2 mL, 500 mg/ 4 mL. Kaps: 500 mg. Tab: 500 mg,
1000 mg
2. Clopidogrel
Komposisi : Clopidogrel
Dosis
: Dws & lnjt usia infark miokard yg blm lama terjadi, stroke, atau
peny. arteri perifer: 75mg 1x/hr, Sindrom koroner akut tanpa peningkatan segmen
ST (angina tak stabil, infark miokard non gelombang Q): awal 300 mg dosis
tunggal, lalu dilanjutkan dengan dosis 75mg 1 x/hr bersama ASA 75- 325mg
1x/hr
Indikasi
: Dlm terapi dengan ASA (asam asetil salisilat) untuk mengurangi
kejadian aterotrombosis pd infark miokard yg belum lama terjadi, stroke, atau
peny arteri perifer, sindrom koroner akut tanpa peningkatan segmen ST.
Kontraindiksi: perdarahan patologis aktif seperti tukak peptic atau perdarahan
intracranial, ggn hati berat, laktasi.
Perhatian
: pasien dengan resiko perdarahan yg meningkat krn trauma,
pembedahan, atau kondisi patologis lainnya terutama pada GI & intraokuler;
sedang menjalani pembedahan elektif, perdarahan GI, penyakit hati berat seperti
diathesis hemoragik, ggn ginjal berat. Hamil.
Efek samping : atenia, demam, hernia; ggn koagulasi/ pembekuan darah, ggn pd
sel darah merah, GI, kulit & jar.ikat sistem sarf otonom, KV, SSP & sistem saraf
Page

Irjani

perifer, hati & empedu, musculoskeletal, metabolic & nutrisi, kejiwaan; fibrilasi
atrim; ggn pernafasan, vaskuler, sal kemih, penglihatan kabur, kelainan pada
leukosit & retikuloendotelial; reaksi anafilaktoid; menoragia.
Interaksi obat: ASA, heparin, OAINS, warfarin, penghambat glikoprotein, IIb/
IIIa, trombolitik
Sediaan
: Kaps: 75mg

3. Simvastatin
Komposisi : simvastatin
Dosis
: awal 10mg/hr pada sore hr. hiperkolesterolemia ringan- sedang
5mg/hr maks 40hr.
Indikasi
: menurunkan kolesterol LDL & total pd hiperkolesterol primer,
jika tidak responsive dengan diet & terapi non farmakologi lain.
Kontraindiksi: hamil & laktasi. Penyakit hati aktif atau peningkatan persisten
dari transaminase serum.
Perhatian
: lakukan tes fungsi hati secara periodik. Riwayat penyakit hati,
Hentikan terapi jika terjadi gejala pada otot dan atau peningkatan kadar
sitofosfokinase.
Efek samping : nyeri perut, kembung, konstipasi, asthenia, sakit kepala. Jarang,
hepatitis & reaksi hipersensitivitas.
Interaksi obat: antikoagulan kumarin, derivate asam fibrat, niasin,
imunosupresan.
Sediaan
: kaps 10mg, tab 10 mg
4. Lisinopril
Komposisi : Lisinopril
Dosis
: hipertensi: awal 2,5mg/hr. pemeliharaan 10- 20mg/hr. maks. 40hr.
gagal jantung kongestif: awal 2,5mg/hr. pemeliharaan 10- 20mg/hr.
Indikasi
: hipertensi esensial & renovaskuler. Sebagai terapi tambahan thd
digitalis, &/ atau diuretic untuk gagal jantung kongestif.
Kontraindiksi: Riwayat angioedema yg berhubungan dngan terapi ACE inhibitor
sebelumnya. Angioedema herediter atau idiopatik. Hamil & laktasi.
Perhatian
: hipotensi simtomatik terutama pada penderita dgn vol cairan
tubuh rendah & gagal jantung kongestif. Hipotensi dapat terjadi pada
pembedahan/ anestesi. Penyakit jantung iskemik atau serebrovaskuler. Ggn fungsi
ginjal. Riw angioedema. Hamil & laktasi.
Efek samping : batuk, pusing, sakit kepala, diare, lelah, mual, ruam kulit, edema
angioneurotik, hiperkalemia.

Page

Irjani

Interaksi obat: resiko hiperkalemi jika diberikan dengan diuretic hemat K,


suplemen K atau pengganti garam yg mengandung K. efek tambahan
antihipertensi dengan diuretic. Dpt mengurangi eliminasi litium.
Sediaan
: Tab 5mg, 10mg

5. Bisoprolol
Komposisi : Bisoprolol
Dosis
: awal 5mg 1x/hr, dapat ditingkatkan 10- 20mg 1x/hr
Indikasi
: monoterapi atau terapi kombinasi dg obat antihipertensi lain.
Kontraindiksi: syok kardiogenik, peny jantung, blok AV derajat II atau III, sinus
bradikardi
Perhatian
: ggn hati & ginjal. Peny jantung, pasien dg bronkostatik,
hipoglikemi, atau diabetes yg menerima insulin atau obat hipoglikemi.
Interaksi obat: penyekat , antagonis Ca, antiaritmia misalnya rimfampisin.
Sediaan
: tab 5mg
6. Mertigo
Komposisi : betahistine mesylate
Dosis
: 1- 2 tab 3x/hr
Indikasi
: vertigo & pusing pd peny Meniere, sindroma Meniere, vertigo
perifer.
Perhatian
: tukak peptic, asma bronkial, feokromositoma
Efek samping : ggn GI, ruam kulit
Sediaan
: tab 6mg

Page

Irjani