Anda di halaman 1dari 7

ANALISIS TARGET KONSUMEN DALAM MANAGEMEN EVENT

ORGANIZER RINA GUNAWAN

ITA NAZLITA
5535107760

PROGRAM STUDI TATA RIAS


JURUSAN ILMU KESEJAHTERAAN KELUARGA
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA
2016

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Pernikahan adalah upacara pengikatan janji nikah yang dirayakan atau
dilaksanakan oleh dua orang dengan maksud mensahkan suatu ikatan. Upacara
pernikahan memiliki banyak ragam dan variasi antar bangsa, suku, agama, budaya
maupun kelompok sosial. Penggunaan adat atau aturan tertentu kadang-kadang
berkaitan dengan aturan atau hukum agama tertentu pula.
Dengan beragamnya adat dan tata cara pernikahan maka mengurus pernikahan
di Indonesia tidak sekedar perjanjian tertulis diatas kertas dan pesta selamatan
saja. Pernikahan Indonesia memiliki ciri khas yang didasari oleh adat istiadat
budaya tertentu. Dan disetiap budaya tentu saja memiliki proses yang berbeda
dengan keunikan tersendiri pula. Dari segi pakaian, makanan yang disediakan,
pelaminan bahkan proses-proses acara adat sebelum akad nikah dilaksanakan.
Contoh saja pernikahan adat jawa. Ada beberapa proses sebelum akad nikah
berlangsung seperti; siraman, midodareni, ngunduh mantu dan proses-proses yang
mengikuti lainnya. Pengantin dirias dengan paes ageng yaitu ukiran di garis
rambut wanita. Bagi seorang pengantin, detail-detail seperti ini sangatlah penting.
Sehingga terlihat sangantlah rumit dan mahal melakukan acara perkawinan
khususnya di Indonesia.
Namun seperti yang diketahui sekarang, banyak sekali calon pasangan
pengantin yang berasal dari dua budaya yang berbeda ataupun dari etnis yang

berbeda pula. Bahkan dari dunia dan Negara yang berbeda. Hal ini tentu saja
bukan merupakan perkara mudah bagi mereka yang ingin menggelar acara
pernikahan. Mereka harus menentukan konsep pernikahan yang membuat
kedua belak pihak keluarga besar merasa puas, dan tidak ada yang merasa adat
istiadatnya dikesampingkan. Oleh karena acara pernikahan merupakan aspek
terpenting dalam melakukan acara pernikahan, sering kali percekcokan terjadi
dikarenakan tersandung oleh masalah biaya. Seperti yang dikutip dari Times
Magazine, 1 June 2008, bahwa hampir dari setengah usaha catering makanan
yang ada dan usaha dibidang perencanaan acara setelah dilakukan survey oleh
The National Association of Catering Executives (NACE) hasilnya
menunjukan bahwa telah terjadi penurunan dari pengeluaran untuk resepsi
pernikahan yang diakibatkan oleh faktor perekonomian yang sedang
memburuk. 12% dari hasil survey tersebut menunjukan adanya pembatalan
resepsi pernikahan akibat dari kesulitan keuangan (financial concern).
Berdasarkan pernyataan diatas dapat diambil kesimpulan bahwa calon
pengantin memerlukan penyediaan jasa untuk menyelenggarakan sebuah acara
yang sudah berpengalaman dalam merencanakan dan mengatur pernikahan
untuk dapat meringankan beban sehingga acara dapat dilaksanakan sesuai
dengan keinginan dan berjalan dengan lancar.
Saat ini masih banyak Event Organizer yang berkembang di Indonesia.
Event Organizer adalah salah satu usaha penyedian jasa yang didirikan untuk
mengorganisir penyelenggaraan suatu acara. Sejalannya dengan waktu makin
berkembanglah jenis-jenis acara yang dikehendaki pemanfaat jasa. Pada
dasarnya pemanfaat jasa menginginkan kemudahan untuk menyelenggara

suatu acara tanpa harus melakukan sendiri namun dimudahkan dengan


menyewa suatu Event Organizer untuk melakukan semua proses yang
berhubungan dengan acara tersebut. Event Organizer juga semakin digemari
dan semakin banyak bentuk dan tipenya. Salah satunya adalah Wedding
Organizer yang menyewakan jasa dan pelayanan khususnya dibidang
pernikahan. Jasa dan pelayanan yang diberikan oleh Wedding Organizer
adalah mengatur segala hal yang berkaitan dengan persiapan pernikahan yang
dapat memudahkan konsumen untuk menyelenggarakan pesta pernikahannya.
Mulai dari memilih vendor yang menyediakan beraneka ragam jenis dan
bentuk undangan, souvenir, vendor yang menyediakan jasa catering, vendor
yang mengurusi bagian dekorasi, vendor yang memiliki paket dokumentasi,
vendor bridal, perias dan busana calon kedua mempelai, vendor yang
mengurusi pranata acara, mc dan entertainment, maupun vendor-vendor
khusus sarana dan prasarana pesta seperti tenda, sound system, ataupun
panggung, sesuai dengan estimasi biaya yang disanggupi oleh calon
pengantin.
Menggunakan Wedding Organizer adalah salah satu cara atau pilihan yang
dapat mereka tempuh, karena Wedding Organizer memiliki pengalaman yang
lebih banyak dalam menangani pernikahan, Wedding Organizer juga dapat
menjadi mediator, penengah atau pihak ketiga bagi kedua belah pihak untuk
dapat saling mengkomunikasikan keinginan kedua belah pihak, dan mencari
solusi yang terbaik berdasarkan pengalaman yang sudah pernah mereka alami.
Wedding Organizer juga dapat memberikan masukan-masukan penting

mengenai vendor-vendor apakah yang paling sesuai dengan kebutuhan dan


budget calon pengantin.
Memilih Wedding Organizer juga tidak bisa sembarangan karena dapat
diibaratkan menitipkan pilihan kedua calon pengantin pada mereka. Dan
setelah calon pengantin menjatuhkan pilihan pada sebuah Wedding Organizer
berarti mereka sudah menyerahkan kepercayaannya untuk merencanakan
acara pernikahan kepada Wedding Organizer tersebut. Ada banyak hal yang
akan mempengaruhi calon pengantin dalam memilih sebuah Wedding
Organizer. Sebelum akhirnya sampai pada sebuah keputusan bahwa mereka
memilih untuk menggunakan jasa Wedding Organizer , terlebih dahulu mereka
sudah

melakukan

pencarian

alternative,

melakukan

pemilihan

dan

berkomunikasi dengan banyak pihak berkenaan dengan perencanaan


pernikahan mereka.
Tetapi meskipun dengan menggunakan Wedding Organizer terlihat dapat
lebih memudahkan calon pengantin dalam menyelenggarakan, tetap saja bagi
sebagian orang khususnya di Indonesia, mereka merasa belum terlalu
membutuhkan sebuah Wedding Organizer, dengan menggaris bawahi
kebiasaan di Indonesia, yang meraa bahwa mencari, memilih dan
merencanakan sendiri pernikahannya adalah sebuah seni dan kepuasan
tersendiri. Apalagi atas azaz kerjasama dan gotong royong yang sudah
mengakar dalam diri masyarakat Indonesia membuat mereka belum merasa
perlu menggunakan jasa Wedding Organizer.
Maka dari itu penulis akan melakukan penelitian dengan menggunakan
beberapa macam Wedding Organizer yang salah satunya adalah Wedding
Organizer yang bernama Rina Gunawan Wedding Organizer sebagai sampel

data dalam menggumpulkan informasi yang akan dilakukan didalam bisnis


perusahaan dan juga responden dari Rina Gunawan Wedding Organizer.
1.2 Perumusan Masalah
Berdasarkan pada latar belakang diatas, maka dapat dirumuskan beberapa
hal yang menjadi permasalahan pokok. Adapun yang menjadi masalah dalam
penelitian ini adalah sebagai berikut : Bagaimanakah hubungan antara nilai
jasa wedding organizer dengan kepuasan konsumen pengguna jasa wedding
organizer di Jakarta, khususnya pada Rina Gunawan Wedding Organizer
1.3 Tujuan Penelitian
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis sejauh mana
efektivitas strategi jasa wedding organizer untuk mendapatkan costumer dan
mengetahui kelebihan maupun kekurangan yang dimiliki oleh Rina Gunawan
Wedding Organizer, serta tingkat kepuasan konsumen yang ditinjau dari nilai
jasa.
1.4 Kegunaan Penelitian
Hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat untuk :
1. Kegunaan Teoritis
a. Sebagai masukan bagi perkembangan ilmu pengetahuan baik bagi
UNJ pada khususnya maupun bagi mahasiswa pada umumnya tentang
masukan dalam usaha-usaha pengembangan teori dalam bidang
psikologi
b. Penelitian ini berguna untuk referensi dalam penelitian sejenis
berikutnya
2. Kegunaan Praktis
a. Mendapatkan data dan informasi mengenai kepuasan konsumen
b. Informasi bagi calon pengantin terhadap wedding organizer yang
bagus untuk dipilih

c. Menambah wawasan dan pengetahuan bagi peneliti terhadap dunia


kerja wedding organizer
d. Masukan bagi Program

Studi

pendidikan

Tata

Rias

pengembangan materi terhadap Program Studi dan Kurikulum

untuk