Anda di halaman 1dari 3

Jakarta, CNN Indonesia -- Data dari Kementerian Kesehatan menyebutkan sebanyak 511

kabupaten/kota di Indonesia berpotensi menjadi tempat berkembangnya demam berdarah. Dirjen


Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Mohamad Subuh mengatakan hal ini berarti
tidak ada satu pun daerah Indonesia yang bebas terhadap endemisitas demam berdarah.
Dari lima ratus kabupaten/kota yang berpotensi, hampir 90 persen diantaranya merupakan
daerah endemik. Jakarta sebagai ibukota negara pun ada di dalamnya.
"Yang endemik ada 424 kabupaten kota. Jabodetabek seluruhnya endemik demam berdarah,"
kata Subuh dalam acara jumpa pers tentang situasi DBD di Indonesia yang diselenggarakan di
kompleks Kementerian Kesehatan RI, Jakarta, Selasa (12/1).
Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) menjadi salah satu daerah
endemik dikarenakan kondisi lingkungan yang memang kurang kondusif. Subuh menyebutkan
salah satu faktor yang menyebabkan berkembangnya penyakit tersebut adalah sistem drainase
yang buruk.
Banyaknya saluran air yang mampet dan tidak bisa mengalir dengan baik akan menyebabkan air
tergenang dan menyebabkan jentik-jentik nyamuk Aedes spp bisa berkembang biak dengan
baik.
Perubahan dan manipulasi lingkungan yang terjadi karena urbanisasi dan pembangunan tempat
pemukiman baru juga menjadi faktor risiko. Banyaknya galian bekas proyek pembangunan atau
galian kabel yang tidak tertutup dengan sempurna juga bisa menjadi faktor penyebab nyamuk
mudah berkembang biak.
Untuk tahun 2015, jumlah kasus DBD mengalami penurunan dari tahun 2014. Pada OktoberDesember 2014, jumlah kasus DBD adalah 23.882 kasus, sementara tahun 2015
hanya mencapai 7.244 kasus.
Angka kematian pun juga cenderung mengalami penurunan. Pada 2014 jumlah kematian akibat
DBD mencapai angka 197 jiwa sedangkan pada 2015 jumlah kematian dalam rentang waktu tiga
bulan tersebut hanya mencapai angka 100 jiwa.
Pilihan Redaksi

Tidur Malam yang Buruk Meningkatkan Permusuhan di Kantor

Gaya Hidup Mengurangi Separuh Risiko Gagal Jantung

Kemenkes Ingatkan Ancaman Demam Berdarah Selama Musim Hujan

Jaga Kesehatan Saat Musim Hujan

Subuh mengatakan, kasus penyakit DBD setiap tahunnya mengalami fluktuasi. Pada 2010
jumlah kasusnya sempat mencapai angka yang tinggi namun pada tahun berikutnya jumlahnya
semakin menurun.
Begitu juga dengan angka kematian. Jumlah kematian akibat DBD pada tahun 1968 yang
sempat menyentuh angka 75 persen, lama kelamaan turun hingga mencapai angka di bawah

satu persen.
"Hal ini berhubungan dengan kamampuan SDM (Sumber Daya Manusia), sarana, prasarana,
kualitas pelayanan dari sisi bagaimana bisa mengendalikan angka kematian," ujar Subuh.
Masyarakat Berpartisipasi Aktif
Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk mengurangi angka DBD adalah dengan melakukan
pemberantasan sarang nyamuk (PSN). Subuh menilai cara ini lebih efektif karena
pemberantasan dimulai saat nyamuk belum berkembang.
"PSN bisa dilakukan dengan kerja bakti tiap minggu karena siklus hidup nyamuk itu delapan hari.
Malam ke-delapan dia berubah menjadi dewasa, hari kesembilan dia terbang ke mana-mana,"
kata Subuh. "Tidak ada cara lain, itu yang paling efektif dan murah."
Mojokerto, merupakan daerah yang berhasil menerapkan PSN dengan baik. Pada 2015 lalu, dari
38 kabupaten/kota yang ada di Jawa Timur, 37 kabupaten/kota melaporkan daerahnya
mengalami Kejadian Luar Biasa (KLB) DBD kecuali Mojokerto.
"Padahal Mojokerto dikepung kota lain tapi tidak ada KLB. Hanya dilaporkan kasus demam
berdarah tapi belum KLB," ujarnya.
Sebuah daerah digolongkan KLB DBD jika sebuah daerah yang belum pernah terkena DBD
timbul kasus DBD, jumlah kasus baru dalam periode tertentu meningkat dua kali lebih
dibandingkan angka sebelumnya, atau angka kematian dalam kurun waktu tertentu meningkat
50 persen atau lebih dibandingkan periode sebelumnya.
Jika sebuah daerah telah ditetapkan sebagai KLB DBD, pemerintah akan memberikan dana
penanggulangan sebelum kasus DBD mewabah di daerah tersebut.

Fo
gging dilakukan untuk memutus mata rantai berkembangnya nyamuk Aedes aegepty. (ANTARA FOTO/Anis Efizudin)

Selain PSN, hal lain yang bisa dilakukan untuk mencegah demam berdarah adalah dengan
melakukan fogging focus. Fogging dapat dilakukan ketika ada lebih dari satu kasus DBD di lokasi
yang sama dalam radius 100 meter, ada penularan, dan angka bebas jentik kurang dari 95
persen.
"Fogging focus dimaksudkan untuk membunuh nyamuk Aedes spp dewasa tetapi tidak efektif
membunuh larva," kata Subuh.
Jika kondisi tersebut sudah terjadi di lingkungan sekitar Anda namun belum dilakukanfogging,
Anda dapat mendatangi puskesmas setempat untuk meminta fogging di lingkungan Anda.
Agar fogging lebih efektif, masyarakat diimbau untuk melakukan gerakan 3M yaitu menutup bak
mandi, menguras bak mandi, dan mengubur barang bekas. Masyarakat juga diminta untuk selalu
memantau wadah air yang menjadi tempat nyamuk berkembang biak. (les)
v