Anda di halaman 1dari 2

RSU MITRA SEHAT

Jl. Wates Km. 9 Yogyakarta

Standar Prosedur
Operasional

RESUSITASI JANTUNG DAN PARU ( RJP)


No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

RSMS/SPO/RANAP/011

1/2

Tanggal mulai berlaku

Ditetapkan
Direktur,

01-01-2016
dr. Siti Aisyah S Salam, SU
Pengertian

Resusitasi jantung dan paru adalah tindakan untuk menolong korban dalam
keadaan terancam nyawanya dengan memberikan ventilasi dan sirkulasi
buatan

Tujuan

Dalam keadaan nyawa terancam pertolongan RJP wajib diberikan segera.

Kebijakan
Prosedur

Alat:

1. Ambu Bag
Persiapan :
1. Pada saat pasien datang dalam keadaaan gawat darurat, penolong
mengunakan Alat Pelindung Diri.
2. Penolong memeriksa kesadaran pasien dan memastikan pasien dalam
keadaan tidak sadar.
3. Penolong memanggil bantuan
4. Penolong membuka jalan nafas dengan head tilt atau chin lift atau jaw
trust serta membersihkan jalan nafas jika ada sumbatan
5. Penolong menilai pernafasan dalam 10 detik. Jika pasien bernafas,
penolong memposisikan pasien pada posisi yang paling nyaman. Jika
pasien tampak terengah-engah penolong memberikan tiupan nafas
buatan 2 x dengan menggunakan Bag Mask and Valve (ambu bag)
6. Petugas menilai sirkulasi atau nadi
7. Jika ada tanda sirkulasi, penolong kembali ke breathing, jika tidak
ada nadi, penolong melakukan RJP.
Pelaksanaan :
1. Petugas jongkok di sebelah dada korban dan mencari lokasi pijat
jantung yaitu pada sternum setinggi papila mamae. Penekanan
dilakukan dengan menggunakan pangkal telapak tangan dengan posisi
satu telapak tangan di atas tangan yang satunya.
2. Lakukan tekanan pada tulang dada sedemikian rupa sehingga masuk
3-5 cm (dewasa) atau 1,5-3 cm (anak).
3. Jaga lengan dan siku penolong agar tetap lurus dengan bahu tegak
lurus terhadap tangan penolong.
4. Posisikan tekanan lurus ke bawah pada tulang dada

RS MITRA SEHAT

Jl. Wates Km. 9 Yogyakarta

Standar Prosedur
Operasional

RESUSITASI JANTUNG DAN PARU ( RJP)


No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

RSMS/SPO/RANAP/011

2/2

Tanggal mulai berlaku

Ditetapkan
Direktur,

01-01-2016
dr. Siti Aisyah S Salam, SU
5. Kompesikan dada dan ventilasi dilakukan dengan cara:
a. Perbandingan 2 x ventilasi diikuti dengan 30 x kompresi dada baik
pada satu penolong maupun dua penolong.
b. Frekuensi pijat jantung 100 x/ menit.
c. Frekuensi ventilasi 12-16 x/menit.
6. Dilakukan pemeriksaan nadi setiap 5 siklus atau 2 menit
Penghentian :
RJP dapat dihentikan jika:
1.
2.
3.
4.
Unit Terkait

Muncul nafas spontan dan nadi spontan.


Ditemukan rigor mortis atau lebam mayat.
Penolong kelelahan.
Setelah 30 menit tanpa respon.

1. UGD
2. Unit Rawat Inap