Anda di halaman 1dari 11

Daftar Nama Asam-Basa Kuat & Lemah

Asam Kuat :
1. Asam klorida (HCl)
2. Asam nitrat (HNO3)
3. Asam sulfat (H2SO4)
4. Asam bromida (HBr)
5. Asam iodida (HI)
6. Asam klorat (HClO3)
7. Asam perklorat (HClO4)
Asam lemah :
1. Asam format (HCOOH)
2. Asam asetat (CH3COOH)
3. Asam fluorida (HF)
4. Asam karbonat (H2CO3)
5. Asam sitrat (C6H8O7)
6. Asam sianida (HCN)
7. Asam nitrit (HNO3)
8. Asam borat (H2BO3)
9. Asam silikat (H2SIO3)
10. Asam antimonit (H2SbO3)
11. Asam antimonat (H2SbO4)
12. Asam stanat (H2SnO3)
13. Asam stanit (H2SnO2)
14. Asam plumbat (H2PbO3)
15. Asam plumbit (H2PbO4)
16. Asam oksalat (H2C2O4)
17. Asam benzoat (C6H5COOH)
18. Asam hipoklorit (HClO)
19. Asam sulfit (H2SO3)
20. Asam sulfida (H2S)
21. Asam fosfit (H3PO3)
22. Asam fosfat (H3PO4)
23. Asam arsenit (H3AsO3)
24. Asam arsenat (H3AsO4)
25. Asam flosianat (H5CN)
26. Asam finol (C6H5OH)
27. Asam askorbat (C5HO6)
28. Asam laktat (C3H5O3)
Basa kuat :
1. Litium hidroksida (LiOH)
2. Natrium hidroksida (NaOH)
3. Kalium hidroksida (KOH)
4. Kalsium hidroksida (Ca(OH)2)
5. Rubidium hidroksida (RbOH)
6. Stronsium hidroksida (Sr(OH)2)
7. Sesium hidroksida (CsOH)
8. Barium hidroksida (Ba(OH)2)
9. Magnesium hidroksida (Mg(OH)2)
10. Berilium hidroksida Be(OH)2)

Basa lemah :
1. Amonium hidroksida (NH4OH)
2. Aluminium hidroksida (Al(OH)3)
3. Besi (III) hidroksida (Fe(OH)3)
4. Amoniak (NH3)
5. Besi (II) hidroksida (Fe(OH)2)
6. Karbosium hidroksida (CA(OH)3)
7. Nikel hidroksida (Ni(OH)2)
8. Seng hidroksida (Zn(OH)2)
9. Kadmium hidroksida (Cd(OH)2)
10. Bismut hidroksida (Bi(OH)3)
11. Perak hidroksida (Ag(OH))
12. Emas (I) hidroksida (Au(OH))
13. Emas (III) hidroksida (Au(OH)3)
14. Tembaga (I) hidroksida (Cu(OH)2)
15. Tembaga (II) hidroksida (Cu(OH))
16. Raksa (I) hidroksida (Hg(OH))
17. Raksa (II) hidroksida (Hg(OH)2)
18. Timah (II) hidroksida (Sn(OH)2)
19. Timah (IV) hidroksida (Sn(OH)4)
20. Timbal (II) hidroksida (Pb(OH)2)
21. Mangan hidroksida (Mn(OH)2)
22. Kobalt (III) hidroksida (Co(OH)3)
23. Kobalt (II) hidroksida (Co(OH)2)
24. Anilia (C6H5NH2)
25. Dimetilamina ((CH3)2 NH)
26. Hidrasim (H2NNH2)
27. Hidroksilamida (HONH2)
28. Metilamina (CH3 NH2)
29. Urea (H2NCONH2)
30. Glukosa (C6H2O6)
31. Metil hidroksida (CH3OH)

Asam lemah adalah asam yang tidak terionisasi secara signifikan dalam larutan.
Misalnya jika sebuah asam dilambangkan dengan HA, maka dalam larutan masih
terdapat sejumlah besar HA yang belum terdisosiasi/terionisasi. Dalam air, sebuah
asam lemah terdisosiasi sebagai berikut

Konsentrasi kesetimbangan dari reaktan dan produk dihubungkan melalui


persamaan konstanta keasaman, Ka

Semakin besar nilai Ka, maka semakin banyak pembentukan H+, sehingga pH larutan
semakin kecil. Nilai Ka asam lemah berkisar antara 1.810-16dan 55.5. Asam dengan
Ka dibawah 1.810-16, merupakan asam yang lebih lemah daripada air, sehingga
bersifat basa. Sedangkan asam dengan Kadi atas 55.5 adalah asam kuat yang hampir
terdisosiasi dengan sempurna saat dilarutkan dalam air. Sebagian besar asam adalah
asam lemah. Asam-asam organik adalah anggota terbesar dari asam lemah. Asam
lemah terdapat di rumah tangga seperti asam asetat dalam cuka dan asam
sitrat dalam jeruk.

Konstanta disosiasi asam (Ka) atau konstanta keasaman adalah sebuah konstanta atau
tetapan keseimbangan spesifik untuk sebuah asam dan basa konjugasinya di
sebuah larutan berair.
Saat suatu asam HA larut dalam air, sebagian asam tersebut terurai (terdisosiasi)
membentuk ion hidronium dan basa konjugasinya.
HA(aq) + H2O(l) H3O+(aq) + A(aq)
Pada perhitungan konstanta disosiasi asam, konsentrasi air diabaikan, karena reaksi berjalan di
dalam larutan berair, dimana konsentrasi air relatif tidak berubah. Sehingga konstanta disosiasi
asam didefinisikan dengan persamaan

Nilai Ka bervariasi dalam berbagai orde besaran, sehingga sering dinyatakan


dalam logaritma basis-sepuluhnya. Konstanta baru ini disebut pKa, yang nilainya bervariasi
dalam jarak yang lebih kecil.

Asam yang lebih kuat memiliki nilai Ka yang lebih besar dan pKa yang lebih kecil. Bagi asam
yang cukup lemah (dimana hanya sebagian kecil dari asam berdisosiasi), pH suatu larutan
asam dapat diperkirakan melalui rumus berikut

Nilai pH dari sebuah larutan penyangga (buffer) juga dapat diprediksikan dengan menggunakan
nilai Ka melalui persamaan Henderson-Hasselbach:

Nilai pKa beberapa senyawa


Perhitungan dilakukan pada air bersuhu 25 C, kecuali senyawa-senyawa dengan pKa dibawah
-1.76:

- 25.00: Asam floroantimonat (asam terkuat yang diketahui)

- 8.00: Asam klorida

- 3.00, 1.99: Asam sulfat

- 2.00: Asam nitrat

- 1.76: Ion hidronium

3.60: Asam karbonat

4.04: Asam askorbat (Vitamin C)

4.20: Asam benzoat

4.74: Asam asetat

9.25: Ion amonium

9.99: Fenol

15.76: Ion hidroksida

50.00: Etana

Penentuan pH Larutan Penyangga- Bagaimana membuat larutan penyangga yang


memiliki nilai pH tertentu? Anda dapat membuatnya dari campuran asam lemah dan
basa konjugat atau dari basa lemah dan asam konjugatnya, dengan tetapan ionisasi
asam lemah atau basa lemah mendekati konsentrasi ion H+ atau pH yang diharapkan.
Sebagai gambaran, misalnya larutan penyangga dibuat dari asam lemah HA dan basa
konjugatnya

A.

Persamaan

kesetimbangan

ionisasi

asam

adalah:

HA(aq) H (aq) + A (aq).


+

Tetapan ionisasi dari asam lemah HA adalah

Dengan menata ulang persamaan, diperoleh persamaan untuk konsentrasi ion H +,


yaitu:

Persamaan tersebut menyatakan konsentrasi ion H + dalam bentuk Ka asam lemah


dikalikan dengan perbandingan konsentrasi HA dan A pada keadaan kesetimbangan.
Jika [HA] dan [A] sama maka konsentrasi ion H+ dari larutan penyangga sama dengan
nilai Ka. Anda dapat menggunakan persamaan di atas untuk menentukan nilai pH
larutan penyangga, yaitu:

Ruas kiri persamaan menyatakan pH. Ruas kanan dapat disederhanakan menjadi pKa,
dimana pKa = log Ka. Jadi, persamaan di atas dapat ditulis dalam bentuk sebagai
berikut.

Secara umum, persamaan tersebut dapat dinyatakan sebagai berikut.

(berdasarkan teori Bronsted-Lowry)

(berdasarkan teori Arrhenius)


Untuk larutan penyangga yang dibuat dari basa lemah dan asam konjugatnya, nilai
pOH diperoleh dengan cara serupa.

(berdasarkan teori Bronsted-Lowry)

(berdasarkan teori Arrhenius)


Persamaan ini dikenal sebagai persamaan Henderson-Hasselbalch. Untuk membuat
larutan penyangga dengan pH sesuai keinginan, misalnya pH 4,75, dapat dilakukan
dengan mencampurkan asam lemah yang memiliki nilai pKa sekitar 4,74. Kemudian,
dicampurkan dengan garam yang konsentrasi molarnya sama dengan asam lemah
agar

Contoh pH Larutan Penyangga dari Asam Lemah dan Garamnya


Berapa pH larutan yang dibuat dari campuran 50 mL CH 3COOH 0,5 M dan 50 mL
NaCH3COO 0,5 M? Diketahui Ka(CH3COOH) = 1,8 105.
Jawab:
Dalam larutan terdapat: CH3COOH, CH3COO, H+, dan Na+. Reaksi kesetimbangannya:
CH3COOH(aq) CH3COO(aq) + H+(aq)
Konsentrasi CH3COO lebih dominan dari garam dibandingkan hasil ionisasi asam
asetat maka dalam perhitungan, konsentrasi CH 3COO ditentukan dari garamnya.
Konsentrasi CH3COOH dalam campuran (100 mL):

Konsentrasi CH3COO dalam campuran (100 mL):

Nilai pH larutan dihitung dengan rumus:

Jadi, pH larutan penyangga sebesar 4,74. Nilai ini berasal dari nilai pKa.
Contoh pH Larutan Penyangga dari Campuran Garam
Berapa pH larutan penyangga yang dibuat dari campuran 60 mL NaH 2PO4 0,5 M dan 40
mL Na2HPO4 0,5 M. Diketahui Ka (H2PO4) = 7,5 103.
Jawab:
Dalam larutan terdapat: Na+, H+, H2PO4, dan HPO42. Reaksi kesetimbangannya:
H2PO4(aq) HPO42(aq) + H+(aq)
Oleh karena kedua garam tersebut terionisasi sempurna maka konsentrasi H 2PO4 dan
HPO42 sama

dengan

konsentrasi

garam-garamnya.

campuran (100 mL):

Konsentrasi HPO42 dalam volume campuran

Nilai pH larutan

Konsentrasi

H 2PO4 dalam

Jadi, pH larutan = 1,95.


Pengenceran Larutan Penyangga
Mengapa pH larutan penyangga tidak berubah jika diencerkan? Untuk memahami hal
ini, dapat ditinjau dari persamaan Henderson-Hasselbalch.

Nilai pH larutan penyangga hanya ditentukan oleh pKa dan perbandingan konsentrasi
molar pasangan asam basa konjugat. Nilai Kaatau pKa dari asam lemah tidak
bergantung pada konsentrasi asam, tetapi bergantung pada suhu. Oleh sebab itu,
pengenceran larutan penyangga tidak akan mengubah nilai pKa (lihat Gambar 8.9).

Gambar 8.9Pengenceran larutan penyangga hanya mengubah konsentrasi molar spesi


dalam kesetimbangan, tetapi tidak mengubah perbandingan spesi tersebut.
Konsentrasi molar pasangan asam basa konjugat akan berubah jika volume larutan
berubah sebab konsentrasi bergantung pada volume total larutan. Pengenceran larutan
akan mengubah semua konsentrasi spesi yang ada dalam larutan, tetapi karena
perubahan konsentrasi dirasakan oleh semua spesi maka perbandingan konsentrasi
molar pasangan konjugat asam basa tidak berubah. Akibatnya, pH larutan tidak
berubah.

Pilihan ganda Soal Pembahasan Larutan Penyangga 15 butir. 10 uraian Soal


Pembahasan Larutan Penyangga.
Soal Uraian.
1.

Apa yang dimaksud dengan larutan penyangga?

2.

Hitung pH larutan jika 61,5 gr Na asetat dilarutkan dengan 300 mL asam asetat
0,25M! (Ka asam asetat = 1,810-5)

3.

Tentukan pH larutan 100mL HCl yang mempunyai pH = 1 dicampur dengan 100mL


larutan NH4OH 0,2M! (Kb NH4OH = 1,710-5)

4.

Jika diketahui Ka C6H5COOH = 610-5, tentukan pH campuran antara 100 mL


C6H5COOH 0,2 dan 100 mL NaOH 0,1M!

5.

Apa saja kegunaan larutan penyangga bagi tubuh dan kehidupan sehari-hari?

Pilihan Ganda!
1.

Larutan penyangga merupakan campuran dari .


a. Basa kuat dengan asam lemah
b. Basa kuat dengan garamnya
c. Basa lemah dengan garamnya
d. Asam kuat dengan garamnya
e. Asam lemah dengan basa lemah

2.

Contoh larutan penyangga di bawah ini adalah .


a. Asam asetat + natrium nitrat
b. Asam asetat + natrium asetat
c. Asam sulfat + natrium asetat
d. Asam nitrat + natrium nitrat
e. Asam nitrat + natrium asetat

3.

Perhatikan tabel di bawah ini!


Larutan

Perubahan pH setelah ditambah

No.

Air

Asam Kuat

Basa Kuat

1.

2,48

2,32

13,45

2.

2,32

1,70

13,01

3.

4,73

4,66

12,52

4.

4,75

4,76

4,76

5.

4,75

1,45

12,55

Larutan yang mempunyai sifat penyangga adalah .


a.

b.

c.

d.

e.
4.

Beberapa campuran:
1)

100 mL HCl 0,1M dengan 50mL NaOH 0,1M

2)

100mL CH3COOH 0,1M dengan 50mL CH3COOH 0,1M

3)

100 mL H2CO3 0,1M dengan 50 mL NaOH 0,1 M

4)

100 mL CH3COOH 0,1 dengan 50 mL NaOH 0,1 M

5)

100 mL NH4OH 0,1 M dengan 50 mL HCl 0,1 M

Campuran yang membentuk penyangga yang bersifat asam adalah .

5.

a.

1)

b.

2)

c.

3)

d.

4)

e.

5)

Sebanyak 20 mL larutan NH3 0,30 M (Kb = 10-5) dicampur dengan 40 mL larutan


HCl 0,10M. pH campuran adalah .

6.

a.

b.

c.

4,301

d.

8,669

e.

9,301

Larutan 25 mL NH4OH 0,2 M (Kb = 10-5) dicampur dengan 25 mL larutan HCl


0,1M. pH larutan yang terjadi adalah .

7.

a.

b.

5,5

c.

8,5

d.

e.

13

Perhatikan reaksi di bawah ini:


1)

100 cm3 asam asetat 0,1 M + 100 cm3 NaOH 0,1 M

2)

100 cm3 asam asetat 0,1 M + 100 cm3 NaOH 0,1 M

3)

100 cm3 NH3 0,1 M + 100 cm3 HCl 0,1M

4)

100 cm3 NH3 0,2 + 100 cm3 HCl 0,1 M

Campuran yang dapat membentuk larutan penyangga adalah .

8.

a.

1) dan 2)

b.

1) dan 3)

c.

1) dan 4)

d.

2) dan 3)

e.

2) dan 4)

Satu liter larutan yang mengandung 0,1 mol NH 3 (kb = 10-5) dan 0,05 mol
(NH4)2SO4 mempuntai pH yaitu .
a.

9.

b.

5 log 2

c.

d.

9 log 2

e.

9 + log 2

Pasangan larutan berikut ini yang menghasilkan larutan penyangga adalah .


a.

50 mL CH3COOH 0,1 M + 50 mL NaOH 0,25M

b.

50 mL CH3COOH 0,1 M + 50 mL HCl 0,1 M

c.

50 mL HCN 0,05 M + 50 mL NaOH 0,05M

d.

50 mL NH4OH 0,1 M + 50 mL HCl 0,05M

e.

50 mL NaOH 0,1 M + 50 mL HCl 0,1 M

10. Pasangan larutan berikut yang membentuk penyangga adalah .


a.

100 cm3 CH3COOH 0,1 M dan 10cm3 NaOH 0,1 M

b.

100 cm3 CH3COOH 0,1 M dan 100 cm3 NaOH 0,1 M

c.

100 cm3 CH3COOH 0,1 M dan 100 cm3 NaOH 0,1 M

d.

100 cm3 NH3 0,5 M dan 100 cm3 HCl 0,1 M

e.

100 cm3 NaOH 0,1 M dan 100 cm3 HCl 0,1 M

11. Larutan 20 mL HCOOH 0,3 M (Ka = 210-5) dicampur dengan 40 mL larutan


KOH 0,1 M. Harga pH larutan yang terjadi adalah .
a.

b.

c.

d.

e.

10

12. pH campuran dari 200 mL NH4OH 0,1M dengan 200 mL NH4Cl 0,1 M adalah .
(Kb = 10-5)
a.

b.

c.

d.

11

e.

13

13. Jika ke dalam 200 mL larutan NH4OH 0,2 M dicampurkan larutan NH4Cl dengan
volume dan konsentrasi yang sama, maka pH larutan adalah .
a. 5
b. 6
c. 8
d. 9
e. 10

14. Diketahui sistem penyangga:


1) NH4OH dan NH4+
2) H2COO3 dan HCO3-

3) CH3COOH dan CH3COO4) H2PO4- dan HPO42Yang merupakan sistem penyangga dalam tubuh adalah .
a. 1) dan 2)
b. 1) dan 3)
c. 2) dan 3)
d. 2) dan 4)
e. 3) dan 4)
15. Kegunaan larutan penyangga dalam bidang biologi adalah .
a. Untuk pembuatan obat-obatan
b. Untuk mengatur pH larutan
c. Untuk mengoptimalkan kerja
d. Untuk analisis kualitatif
e. Untuk analisis kuantitatif
Essay
1. Larutan 200 mL CH3COOH 0,1 M dicampur dengan 50mL larutan NaOH 0,1.
2.
3.
4.
5.

Tentukan pH larutan tersebut!


Tuliskan contoh campuran larutan penyangga yang bersifat asam!
Berapakah pH larutan dari campuran asam asetat dengan Basa asetat dan
perbandingan jumlah mol 3:8?
Sebanyak 100 mL CH3COOH 0,2 M dicampur dengan 100 mL NaOH 0,1M
a. Berapakah pH masing-masing larutan sebelum dicampur?
b. Berapakah pH larutan setelah dicampur, jika Ka CH 3COOH = 10-5?
Sebutkan kegunaan larutan penyangga dalam bidang biologi dan industri!