Anda di halaman 1dari 15

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Pembangunan Nasional adalah upaya yang dilaksanakan oleh semua
komponen bangsa dalam rangka mencapai tujuan bernegara. Berdasarkan (Tap.
MPR No. IV/MPR/1999) menyatakan bahwa Pembangunan Nasional merupakan
usaha peningkatan kualitas manusia dan masyarakat Indonesia yang dilakukan
secara berkelanjutan, berdasarkan kemampuan nasional dengan memanfaatkan
ilmu pengetahuan dan teknologi, serta memperhatikan tantangan perkembangan
global. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 25 Tahun 2004 tentang
Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional menyatakan bahwa Pembangunan
Nasional

diselenggarakan

kebersamaan,

berkeadilan,

berdasarkan

demokrasi

berkelanjutan,

dengan

berwawasan

prinsip-prinsip

lingkungan,

serta

kemandirian dengan menjaga keseimbangan kemajuan dan kesatuan Nasional.


Pembangunan nasional suatu negara dapat dilaksanakan ketika ekonomi Negara
tersebut berkembang. Oleh karena itulah tingkat pembangunan nasional
berbanding lurus dengan perkembangan ekonomi Negara bersangkutan.
Perkembangan ekonomi itu sendiri didapatkan oleh suatu Negara ketika sistem
perekonomian dinegara tersebut dikatakan memiliki pengaturan ekonomi yang
baik. Hal tersebut tidak terlepas dari kebijakan pemerintah dalam menangani atau
mengatur perekonomian dinegaranya. Terdapat banyak sekali bidang-bidang
perekonomian yang dapat menjadi tolak ukur pembangunan suatu Negara, baik itu
berupa pemanfaatan sumber daya alam, pemanfaatan sumber daya manusia,
penggunaan teknologi ataupun dari sektor-sektor yang lain. Salah satu sektor yang
menjadi acuan pembangunan suatu Negara adalah perkembangan dalam bidang
perindustrian. Sektor perindustrian sendiri memiliki bermacam-macam bidang
didalamnya yang sangat vital perannya dalam perkembangan ekonomi. Salah satu
bidang yang terkait dalam sektor industri adalah bidang otomotif yang kian hari
semakin berkembang disetiap negara didunia tidak terkecuali di Indonesia.
Pemanfaatan perkembangan sektor industri otomotif di Indonesia tidak terlepas

dari semakin meningkatnya kebutuhan manusia akan mobilitas dan alat


transportasi baik transportasi umum maupun pribadi. Dari tahun ketahun
peningkatan jumlah kendaraan di Indonesia semakin bertambah baik itu
kendaraan roda dua maupun roda empat yang sangat pesat peningkatannya. Hal
ini harusnya menjadi acuan bahwa perekonomian di Indonesia juga semakin
berkembang dan hal ini harusnya dapat dimanfaatkan sebagai tolak ukur
pembangunan nasional. Pemerintah dalam hal ini merupakan pihak yang sangat
berpengaruh dalam memanfaatkan perkembangan sektor otomotif di Indonesia
demi tercapainya pembangunan nasional. Maka dari itu perlu adanya
pengembangan mobil nasional untuk meningkatkan ekonomi negara.
Pengembangan mobil nasional bisa dilakukan dengan dukungan oleh
seluruh pihak baik itu pemerintah maupun masyarakat Indonesia. Sebagai warga
negara Indonesia kita harus melakukan salah satu cara untuk meningkatkan jiwa
nasionalisme yakni dengan menggunakan produk buatan dalam negeri. Beberapa
saat yang lalu terdapat Indonesia melakukan penandatangan kerjasama antara
Indonesia dan Industri Mobil Proton asal malaysia untuk mengembangkan mobil
Indonesia yang nantinya dijadikan sebagai mobil nasional dan sebagai salah satu
upaya pembangunan nasional. Hal ini wajar dilakukan karena Indonesia adalah
salah satu dari negara berkembang. Dalam jalannya ekonomi Indonesia,
membutuhkan bantuan dari negara lain. Sehingga hubungan kerja sama pada
bidang ekonomi itu sangat dibutuhkan demi terciptanya suatu negara yang
sejahtera. Kenyataan ini menuntut tersedianya suatu perangkat ketentuan untuk
mengatur kerjasama yang dilakukan Indonesia dengan pihak luar negeri yang
ditujukan untuk melindungi kepentingan negara dan warga negara serta pada
gilirannya memperkokoh Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pemerintah telah
mengundangkan Undang-Undang Nomor 37 Tahun 1999 tentang Hubungan Luar
Negeri dan Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2000 tentang Perjanjian
Internasional. Kedua Undang-Undang ini memberikan landasan hukum yang kuat
bagi penyelenggaraan hubungan luar negeri, pelaksanaan politik luar negeri dan
pembuatan perjanjian internasional

Oleh karena itu kami membuat makalah tentang Pengembangan mobil nasional
sebagai penggerak pembangunan nasioanal untuk mengkajnya sehingga
pengembangan mobil nasional bisa berjalan dengan baik dan dapat diperoleh
manfaatnya. Proses pengembangan mobil nasional ini perlu kita dukung dan kita
awasi bersama proses pelaksanaannya sehingga pengembangan mobil nasional
tersebut berjalan dengan baik dan menjadikan industri otomotif Indonesia yang
mandiri dan kokoh. Industri otomotif Indonesia yang mandiri dan kokoh
diharapkan bisa menjadi penggerak ekonomi nasional yang nantinya bisa menjadi
pendorong dalam mewujudkan dan meningkatkan pembangunan nasional untuk
mencapai tujuan negara Indonesia.
1.2 Perumusan Masalah
Dari latar belakang yang dijelaskan di atas, maka penulis memiliki
rumusan masalah.
1. Bagaimana perkembangan industri otomotif mobil nasional di Indonesia?
2. Apa peran pengembangan mobil nasional dalam peningkatan ekonomi
negara?
3. Bagaimana cara mengembangkan mobil nasional untu meningkatkan
ekonomi negara?
4. Bagaimana peran dan fungsi pemerintah dalam proses pengembangan
mobil nasional?
5. Kebijakan apa saja yang diambil dalam proses pengembangan mobil
nasional?
6. Bagaimana pengaruh dari kebijakan dalam pengembangan mobil nasional
untuk meningkatkan ekonomi negara?
1.3 Tujuan
Dari rumusan masalah di atas, ada beberapa tujuan yang ingin di capai
dalam penulisan makalah ini, yaitu:
1. Mengetahui perkembangan industri otomotif mobil nasional di Indonesia.
2. Memgetahui peran pengembangan mobil nasional dalam peningkatan
ekonomi negara.

3. Mengetahui cara mengembangkan mobil nasional untuk meningkatkan


ekonomi negara.
4. Mengetahui peran dan fungsi pemerintah dalam proses pengembangan
mobil nasional.
5. Mengetahui kebijakan apa saja yang diambil dalam proses pengembangan
mobil nasional.
6. Mengetahui pengaruh dari kebijakan dalam pengembangan mobil nasional
untuk meningkatkan ekonomi negara.

BAB II
ISI
2.1 Perkembangan industri otomotif mobil nasional di Indonesia.
Pada

belakangan

ini

pemerintah

terlihat

sangat

gencar

menggulirkan gagasan untuk mengeluarkan beberapa kebijakan terkait


dengan industri otomotif nasional. Kebijakan pemerintah Indonesia saat ini
tidaklah mengangkat citra mobil nasional, tetapi lebih mengutamakan pada
program mobil murah. Program tersebut bisa pihak mana saja yang
mewujudkan bahkan pihak asing, asalkan terdapat kegiatan ekonomi di
dalamnya yang secara langsung dapat menyerap tenaga kerja lokal dan secara
tidak langsung akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Seperti yang
telah disebutkan sebelumnya bahwa Pemerintah pun juga terlihat gencar
mendorong para pengembang untuk melahirkan mobil listrik dan hibrida di
indonesia, dengan cara menjanjikan akan memberikan insentif dalam proses
poduksinya. Sementara jalan lain yang telah dilakukan adalah melakukan
pertemuan dengan pelaku-pelaku industri otomotif asing, agar diharapkan
dapat

melahirkan

kesepakatan-kesepakatan

kerjasama.

Salah

satu

kesepakatannya bisa jadi agar industri otomotif dari luar indonesia dapat
membantu pertumbuhan sektor otomotif di Indonesia. Saat ini pasar otomotif
Indonesia telah berkembang dengan baik. Setiap tahun jumlah mobil yang
terjual di Indonesia terus mengalami peningkatan. Dalam waktu dekat,
volume penjualan mobil Indonesia dapat menembus angka satu juta mobil per
tahun. Selanjutnya Indonesia perlu memanfatkan pasar dalam negeri yang
telah memiliki skala yang besar. Hal ini tentunya seharusnya ditindaklanjuti
dalam bentuk kebijakan kebijakan dengan landasan pemikiran yang matang.
2.2 Peran pengembangan mobil nasional dalam peningkatan ekonomi
negara.
Semua perusahaan industri otomotif di Indonesia dalam mencapai
kemajuan tentunya dengan pengembangan mobil nasional. Kita perlu ingat
bahwa sebagian besar mobil merek terkenal berkembang dan besar tidak

dengan sendirinya. Adanya kerja sama antara swasta dan negara. Bagi swasta
produsen mobil tentu ada berbagai alasan yang memotivasi pembuatan mobil,
meski dengan resiko merugi. Sementara bagi negara, keberhasilan
mengembangkan mobil nasional akan berdampak pada industri masif dengan
tingkat pengambilan ekonomi besar yang berarti penyerapan tenaga kerja,
peningkatan daya beli serta teknologi. Sebagi contoh, di Jepang, nama-nama
seperti Hashimoto, Aikiwa, dan Sakichi berhasil mengembangkan Datsun dan
Nissan yang kemudian berkembang menjadi Toyota. Pada saat yang sama,
Pemerintah Jepang membuat berbagai regulasi seperti penentuan tarif subsidi,
dan rasionalisasi industri otomotif yang memungkinkan sektor ini mencapai
skala ekonomi. Sedangkan Pemerintah Prancis yang secara eksplisit
memasukkan agenda pengembangan industri otomotif dalam agenda
pembangunan nasional. Dalam agenda tersebut, tertuang rencana modernisasi
dan nasionalisasi produsen otomotif Prancis yang kala itu harus menghadapi
persaingan industri otomoti Jerman, Italia, dan Inggris (Liker, 2006). Maka
dari itu Indonesia harus mengembangkan mobil nasionalnya sendiri agar
mereka dapat bersaing dengan negara tetangga, tidak hanya sebagai pengguna
saja. Adanya pengembangan mobil nasional di Indonesia diharapkan nantinya
akan berpengaruh terhadap kemajuan ekonomi negara Indonesia.
2.3 Cara mengembangkan mobil nasional untuk meningkatkan ekonomi
negara
Usaha pemerintah indonesia untuk memiliki mobil nasional sudah
dilakukan sejak jaman orde baru dimana pada saat itu Tommi Soeharto sukses
mendirikan dan menciptakan melalui perusahannya mobil pertama yang
diakui buatan dalam negeri yaitu mobil Timor. Namun seiring dengan waktu
dan turunnya rezim orde baru pada tahun 1998 maka bisnis usaha
pengembangan mobil nasional Timor mulai ambruk mengikuti lengsernya
presiden soeharto bahkan banyak anggapan yang menyatakan bahwa
meskipun mobil tersebut dirakit di dalam negeri namun mesinnya serta

bahannya masih impor dari negara lain. Pasca lengsernya Orde baru maka
industri perkembangan mobil nasional mulai tak terdengar lagi.
Mobil nasional sebenarnya memiliki peluang untuk meningkatkan
ekonomi negara. Adanya mobil nasional tentu akan membuat suatu lapangan
pekerjaan baru. Sehingga masyarakat yang

biasanya menganggur

mendapatkan pekerjaan. Selain itu para pelajar seperti SMK ataupun lulusan
Universitas bisa langsung menuangkan ide mereka ke sesuatu yang baru yaitu
mobil nasional. Mobil nasional juga dapat meningkatkan daya saing ekonomi
negara di Asean maupun International. Jika mobil nasional ini berhasil,
Indonesia tidak lagi kehabisan lapangan pekerjaan. Peluang yang masih
terbuka lebar saat ini adalah mobil nasional listrik. Hal ini disebabkan banyak
negara maju belum mengawali mobil yang ramah lingkungan ini. Di
Indonesia sendiri pengembangan mobil listrik masih belum mendapatkan
hasil yang maksimal. Masih banyak kendala-kendala yang membuat mobil ini
kurang diminati para investor.
Berbagai usaha dilakukan pemerintah dalam membangun mobil
nasioanal salah satunya Indonesia mendatangkan investor asing seperti Proton
ataupun investor dari luar negeri. Namun pada kenyataannya perkembangan
mobil nasional di negara kita masih belum maksimal. Sebenarya beberapa
waktu lalu sudah dilakukan percobaan mobil ini salah satu contohnya adalah
pengujian yang dilakukan oleh menteri BUMN Bapak Dahlan Iskan. Namun
kendala seperti tidak berfungsinya mesin di tengah jalan membuat masyarakat
masih was-was. Selain itu kurangnya investor maupaun peran pemerintah
dalam mendukung mobil nasional membuat para perakit mobil kesulitan
mencari dana untuk melakukan proses perbaikan lebih lanjut.
Penjelasan di atas menggambarkan bahwa betapa besarnya peluang
mobil nasional untuk kemajuan ekonomi negara. Cara mengembangkan mobil
nasional untuk meningkatkan ekonomi negara adalah pertama aparatur negara
mulai menggunakan mobil nasional sebagai alat transportasi umum. Hal ini

merupakan bentuk penghargaan untuk pencipta mobil nasional. Sehingga


nantinya mobil nasioanl yang masih terdengar asing dapat diperjual belikan.
Selain itu peran pemerintah dalam mendorong kemajuan mobil nasional
sangat dibutuhkan, diantaranya suntikan dana untuk pengembangan dan kerja
sama dengan investor asing.
2.4 Peran dan fungsi pemerintah dalam proses pengembangan mobil
nasional
Peran pemerintah dalam pembangunan telah menjadi objek
pembahasan yang menarik sejak lama. Aliran Klasik, yang menganut
kebebasan pasar menganggap campur tangan pemerintah sebagai sesuatu
yang menghambat dan mengganggu bekerja nya kekuatan-kekuatan objektif
dari pasar yang disebut sebagai mekanisme pasar. Campur tangan pemerintah
berfungsi dalam birokrasi melahirkan regulasi, proteksi dan subsidi import.
Institusi pemerintah merupakan kunci keberhasilan pembangunan dibanyak
negara berkembang termasuk Indonesia. Institusi yang baik adalah institusi
yang mampu menampung aspirasi rakyat, kemudian memperosesnya menjadi
kebijakan, melaksanakan dan mengendalikan serta mengevaluasi hasil
akhirnya. Peran pemerintah dalam pembangunan sangat penting, terutama
dalam mengembangkan poduk produk mobil nasional. Jika diambil secara
umum, perannya yang pertama yaitu dalam pengadaan dan pemanfaatan
barang-barang kebutuhan masyarakat. Contohnya dalam mengadakan,
menyediakan dan memanfaatkan mobil nasional sebagai sarana transportasi
unggulan masyarakat. Kedua, sebagai pihak yang menyelenggarakan
pembangunan sesuai dengan visi dan misi bangsa. Dengan adanya mobil
nasional, visi dan misi pemerintah untuk memajukan teknologi dan
menghadapi pasar internasional akan dinilai mulai tercapai. Ketiga, untuk
menghindarkan terjadinya monopoli bisnis serta persaingan yang tidak sehat
antara perusahaan yang besar dengan perusahaan kecil dan menengah. Jadi
tidak hanya perusahaan besar milik orang asing saja yang berjaya, namun

perusahaan milik orang indonesia sendiri bisa berjaya contohnya dengan


dibuatnya pabrik pembuatan mobil nasional.
Tiap negara mempunyai kekuatan dan kelemahannya masingmasing. Maka itu pemerintah harus memanfaatkan kekuatan dan mengatasi
kelemahan-kelemahan yang ada, sehingga setiap kebijakan harus diambil
secara benar dan berdasarkan kebutuhan masyarakat. Kebijakan yang diambil
pun harus adil dengan tidak menyebabkan pihak-pihak yang terlibat merasa
dirugikan, khususnya dalam kasus pengembangan mobil nasional. Kemajuan
dalam pembangunan juga dapat dipengaruhi oleh keterpaduan pemerintah
dengan pihak swasta yang dapat berdampak efektif dalam pembangunan. Jika
kehidupan suatu negara diibaratkan layaknya sebuah pertandingan yang
dilakukan pihak-pihak yaang terkait didalamnya, baik pengusaha, pihak
swasta, maupun pihak asing, maka pemerintah diposisikan sebagai wasit yang
mengatur jalannya pertandingan tersebut. Tentunya pemerintah harus
memiliki kemampuan untuk mengkondisikan segala sesuatu agar dapat
berjalan dengan baik. setiap keputusan yang diambil bisa jadi menguntungkan
ataupun merugikan bagi beberapa pihak sehingga diperlukan pengambilan
keputusan yang tepat.
2.5 Kebijakan apa saja yang diambil dalam proses pengembangan mobil
nasional
Secara umum, kebijakan pengembangan mobil nasional dilandasi
oleh empat sasaran utama yaitu: pertama, pengurangan substitusi impor untuk
penghematan devisa negara. Kedua, perluasan lapangan kerja di dalam negeri
untuk mengurangi angka penganguran nasional. Ketiga, peningkatan
penguasaan teknologi oleh bangsa Indonesia sendiri, sehingga terjadi dan
keamanan nasional karena penguasaan teknologi oleh bangsa Indonesia
sendiri, sehingga terjadi peningkatan kualitas keahlian di bidang otomotif.
Keempat, sebagai bagian dari strategi pertahanan dan keamanan nasional
karena penguasaan teknologi otomotif dinilai strategis dan menyangkut hajat
hidup orang banyak (Sachari, 2007). Selain itu terdapat strategi dan kebijakan

yang dapat diterapkan untuk mengembangkan produk mobil nasional. Visinya


yaitu menjadi basis produksi industri otomotif dan komponen kelas dunia.
Misinya memperkuat struktur industri otomotif khususnya untuk mobil
nasional

melalui

peningkatan

kemampuan

industri

komponen

dan

infrastruktur teknologi. Peningkatan daya saing industri otomotif melalui


peningkatan kemampuan SDM dan manajemen industri. Peningkatan
penguasaan teknologi dan R&D industri otomotif. Arah Pengembangan
industri mobil nasional ke depan akan diarahkan pada pengembangan dengan
teknologi terbaru dan penekanan pada kendaraan ramah lingkungan dan
hemat energi. Strateginya yaitu Memperkuat basis produksi mobil nasional di
kalangan masyarakat dengan teknologi pengembangan desain engineering,
pengembangan produk komponen otomotif dan manufakturing penuh mobil
nasional secara utuh. Ada juga kebijakan terbaru adalah meningkatkan
penggunaan

mobil

hibrida

sebagai

program

jangka

pendek

dan

mengembangkan teknologi mobil listrik untuk program jangka panjang.


Kedua kebijakan itu sudah ditegaskan langsung Presiden Susilo Bambang
Yudhoyono

dalam

pecanangan

gerakan

penghematan

energi

nasional.Sebelumnya, pemerintah melalui Kementerian Perindustrian sudah


melahirkan kebijakan produksi kendaraan bermotor roda empat yang disebut
low cost and green car (LCGC) atau populer disebut mobil murah dan ramah
lingkungan, serta program mobil mikro untuk perdesaan. Selain meluncurkan
LCGC, pemerintah memperhatikan produsen pembuat mobil nasional. Agar
tidak berbenturan dengan prodak otomotif luar negeri, pemerintah
menciptakan pasar khusus untuk digarap oleh produsen nasional yakni mobil
mikro dengan mesin 600 - 900 cc. produsen mobil nasional dikhususkan dan
diarahkan untuk mengisi segmen kendaraan angkutan murah dan bisa
dimodifikasi untuk membawa barang. Keberadaan mobil mikro ini
diharapkan bisa meningkatkan ekonomi masyarakat. Salah satu kebijakan
jnggka pendek pemerintah Indonesia adalah pemngembangan mobil hibrida.
Mobil ini menjadi salah satu alternatif kendaraan kebijakan dengan
mempertimbangkan beberapa keunggulan yang dimiliki. Mobil hibrida adalah

10

kendaraan roda empat yang menggunakan motor berbahan bakar bensin dan
juga motor listrik. Prinsip kerjanya yakni saat kecepatan mobil berada di
bawah 30 km/jam, sumber tenaga yang digunakan adalah motor listrik dengan
tenaga penggerak baterai. Setelah itu, seiring dengan naiknya kecepatan
mobil, mesin bensin mulai bekerja bersama motor listrik mendorong mobil.
Saat mobil hibrida dalam posisi berhenti, mesin akan mati secara otomatis
sehingga konsumsi bahan bakar nol. Pada saat deselerasi atau menurunkan
kecepatan, motor listrik akan secara otomatis menyerap tenaga maksimum
yang dilepaskan mobil dan menyimpannya di baterai. Jadi, konsumsi bahan
bakar yang hemat itu diperoleh dari motor listrik. Salah satu alasan lain
dipertimbangkannya mobil listrik adalah pemerintah semakin terdesak dengan
terbatasnya anggaran pemerintah untuk BBM bersubsidi. Maka sangat
mungkin jika kebijakan pengembangan mobil hibrida menjadi kebijakan
jangka panjang pemerintah indonesia. Selain itu kebijakan jangka panjang
pemerintah adalah mengembangkan mobil listrik. Berbeda dengan mobil
hibrida, mobil listrik murni menggunakan energi baterai yang umumnya
digunakan adalah berbahan litiumion untuk menggerakkan mobil, sehingga
tidak memerlukan lagi BBM. Mobil listrik sempat meredup seiring
populernya mesin dengan BBM. Namun, kini mobil listrik kembali lagi
dipertimbangkan oleh produsen mobil dunia karena cadangan minyak bumi
kian tipis. Mobil listrik juga dipandang sebagai kendaraan masa depan,
karena teknologinya yang juga ramah lingkungan.
2.6 Pengaruh dari kebijakan dalam pengembangan mobil nasional untuk
meningkatkan ekonomi negara
Pemerintah merupakan salah satu bagian yang memegang peran
penting dalam pengambilan kebijakan terkait dengan pengadaan dan
pengembangan mobil nasional. Setiap kebijakan tersebut juga akan
menentukan dan mempengaruhi perekonomian Negara. Pada dasarnya,
keberlangsungan pengembangan mobil nasional secara otomatis tidak hanya
menunjukkan keberhasilan Indonesia dalam industri otomatif, akan tetapi

11

juga secara tidak langsung akan terjadi peningkatan produksi yang berimbas
pada pertumbuhan ekonomi. Sebelumnya pemerintah pernah melakukan
kebijakan terkait dengan program Mobil Nasional pada tahun 1996 yang
terdapat dalam Inpres No.2 tahun 1996 mengenai Program Mobil Nasional
bahwa sebagai sebuah terobosan di sektor otomotif Indonesia. Tujuan
Mobnas (Mobil Nasional) adalah sebagai embrio kemajuan dan kemandirian
bangsa Indonesia dalam industri otomotif. Program Mobnas ini yang
menunjuk PT Timor Putra Nasional (TPN) sebagai pelopor yang
memproduksi Mobnas, akan tetapi kenyataan bahwa Mobnas masih belum
dapat memproduksi di dalam negeri, sehingga pemerintah mengeluarkan
Keppres No. 42 tahun 1996 yang mengizinkan PT TPN mengimpor Mobnas
yang kemudian diberi merek Timor (baik dalam bentuk jadi atau
completely build-up/ CBU dari Korea Selatan). Berdasakan kebijakan dari
program mobil nasional yang pernah diberlakukan sebelumnya dapat
memudahkan pemerintah Indonesia dalam mengambil kebijakan-kebijakan
untuk program pengembangan mobil nasional saat ini. Apabila ditinjau dari
sisi produksi, mobil nasional akan mendorong produktivitas masyarakat
dalam beraktivitas yang pada akhirnya akan meningkatkan pertumbuhan
ekonomi. Kemudian dengan adanya pengadaan dan pengembangan mobil
nasional maka pembuatan komponen-komponen dari mobil nasional juga
akan dilangsungkan di Indonesia sehingga biaya yang dibutuhkan semakin
murah dan akan membuka banyak lapangan pekerjaan yang secara otomatis
dapat meningkatkan perekonomian Negara. Selain itu, jaringan distribusi juga
dapat diperluas keseluruh penjuru Indonesia, sehingga tidak ada penumpukan
penjualan di satu titik tertentu. Pemerintah diharapkan dapat mengambil
langkah pasti terkait dengan kebijakan dalam pengembangan mobil nasional
ini. Hal ini disebabkan pengadaan dan pengembangan mobil nasional ini
memiliki

peluang

yang

cukup

besar

dalam

upaya

meningkatkan

perekonomian negara sehingga menjadi upaya penting untuk memperhatikan


proses pengembangan mobil nasional ini.

12

13

BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Tumbuhnya industri otomotif di beberapa Negara termasuk di Indonesia
tentunya tidak terlepas dari kebijakan yang diambil oleh pemerintah. Semua
perusahaan industri otomotif di Indonesia dalam mencapai kemajuan salah
satunya

adalah

dengan

pengembangan

mobil

nasional.

Keberhasilan

mengembangkan mobil nasional akan berdampak pada industri masif dengan


tingkat pengambilan ekonomi besar yang berarti penyerapan tenaga kerja,
peningkatan daya beli serta teknologi. Salah satu cara dalam pengembangan mobil
nasional di Indonesia adalah dengan mendatangkan investor asing seperti Proton
ataupun investor dari luar negeri. Selain itu aparatur negara mulai menggunakan
mobil nasional sebagai alat transportasi umum. Maka dari itu peran pemerintah
dalam pengembangan mobil nasional sangat dibutuhkan.
Pemerintah merupakan salah satu bagian yang memegang peran penting
dalam pengambilan kebijakan terkait dengan pengadaan dan pengembangan mobil
nasional. Setiap kebijakan tersebut juga akan menentukan dan mempengaruhi
perekonomian Negara. akan mendorong produktivitas masyarakat dalam
beraktivitas yang pada akhirnya akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi.
Kemudian dengan adanya pengadaan dan pengembangan mobil nasional maka
pembuatan komponen-komponen dari mobil nasional juga akan dilangsungkan di
Indonesia sehingga biaya yang dibutuhkan semakin murah dan akan membuka
banyak lapangan pekerjaan yang secara otomatis dapat meningkatkan
perekonomian Negara.

14

DAFTAR PUSTAKA
Liker, Jeffrey K. 2006. The Toyota Way. Erlangga. Jakarta.
Sachari, Agus. 2007. Budaya Visual Indonesia. Erlangga. Jakarta.

15