Anda di halaman 1dari 7

KAJIAN LITERATUR

Sumber : Buku dan Internet

JUDUL KAJIAN : ELEMEN MESJID


PENDAHULUAN
1.Arti Dan Fungsi Mesjid
Mesjid dapat diartikan sebagai tempat dimana saja untuk bersembahyang/shalat orang
muslim1 . Seperti sabda Nabi Muhammad Saw: Dimana pun engkau bersembahnyang
/shalat, tempat itulah mesjid. Oleh karena itu bangunan dibuat khusus untuk shalat disebut
mesjid yang artinya tempat untuk sujud2.
Berdasarkan akar katanya yang mengandung arti tunduk dan patuh maka hakekat dari
mesjid adalah tempat melakukan segala aktivitas berkaitan dengan kepatuhan kepada Allah
semata. Oleh karena itu mesjid bukan hanya sekedar tempat bersuju, pensucian, tempat shalat
dan bertayamum, namun juga sebagai tempat melaksanakan segala aktivitas kaum muslim
yang berkaitan dengan kepatuhan kepada tuhan3.
2.Perkembangan Islam
Wilayah Arab tempat dimana islam mulai berkembang, kehidupan di arab menjelang
lahirnya islam dikenal sebagai jaman Jahiliah atau jaman kebodohan. Penduduk Arab pada
waktu itu tidak mempunyai sistem pemerintahan yang dapat mengendalikan nilai-nilai moral,
tidak berbeda dengan masyarakat primitif4.
Kemudian Nabi Muhammad dilahirkan pada senin, 12 rabiul awal 571 M di Mekkah,
Nabi Muhammad kemudian mulai mendakwahkan ajaran islam ditengah-tengah kesesatan
masyarakat Mekkah5.Kekejaman dan sikap musyrik suku Quraisy, membuat Nabi
Muhammad memutuskan untuk hijrah ke Medinah. Pindahnya Nabi Muhammad ke Medinah,
menjadi saat yang sangat penting dalam sejarah islam, bahkan kemudian dijadikan
perhitungan penanggalan islam6.
1 Nikolaus Pevsner, A Dictionary of Architecture, Pinguin Books Ltd, London
1975/
2 Ibid.
3 Ibid. Hlm. 460.
4 K.Ali, sejarah islam (Tarikh pra modern) srigunting, Jakarta 1997. Hlm. 17.
5 Ibid. Hlm 32.

Setelah Rasulullah Saw. Wafat di Medinah pada 632 M. Mulai akhir abad VII islam
berkembang ke arah timur Mediterania dan Asia tengah

Daerah Timur Mediterania


Negara-negara yang berada pada lingkup Mediterania Timur adalah7:

Israel

Yordania

Lebanon

Palestina

Siprus

Suriah

Daerah Asia Tengah


Menurut sebuah definisi, Asia Tengah mencakup sekitar 9.029.000 km, atau 21% dari benua.
Negara-negara yang termasuk dalam wilayah Asia Tengah menurut arti ini ialah Republik Rakyat
Tiongkok (Provinsi Qinghai, wilayah otonomi Xinjiang dan Tibet),Kazakhstan (wilayah sebelah
timur Sungai Ural), Kirgizia, Tajikistan, Turkmenistan, dan Uzbekistan.
6 Ibid. Hlm 42.
7 https://id.wikipedia.org/wiki/Mediterania_Timur

Definisi kedua juga mencakup wilayah-wilayah definisi pertama ditambah Azerbaijan-Iran, negaranegara Transkaukasus(Azerbaijan, Armenia, dan Georgia),
wilayah Turkic/Muslim selatan Rusia (Siberia selatan), Mongolia, Tiongkok bagian barat
(Xinjiang dan Tibet), Afganistan, dan sebagian wilayah utara Pakistan.8

Sejak itu dengan tetap mendasarkan pada hukum islam kaum muslim mulai membangun berbagai
saranan ibadah dengan berbagai gaya, berbeda satu tempat dengan tempat yang lain.
Abad abad berikut islam menyebar ke Spanyol, Afrika sebelah utara Sahara dan Maroko, ke timur
mulai dari China hingga Asia tenggara. Perkembangan islam meluas dari Spanyol hingga Asia
tersebut membuat arsitektur fasilitas ibadah islam pada umumnya dan mesjid khususnya semakin
beragam.
Dalam buku The Mosque, perkembangan Arsitektur mesjid secara global dikelompokkan menjadi 9
yaitu :
1. Arab dan sekitarnya
2. Spanyol,Afrika utara
3. Iran,Asia tengah
4. Anatolia
5. India
6. Sub-sahara Afrika barat
7. Asia timur
8. Cina
9. Asia Tenggara
Perkembangan islam sering terkait dengan penaklukan terhadap bangsa lain secara militer. Diluat
itu tidak sedikit pemelukan dan penyebaran islam oleh migrasi baik pedagang atau penduduk pindah
ke tempat lain untuk memperbaiki hidup, di tempat pemukiman baru.

8 https://id.wikipedia.org/wiki/Asia_Tengah

Gerakan terpenting dalam sejarah islam adalah ekspansi Arab ke arah barat maupun timur, keluar
dari semenanjung Turki, kemudian berkembang dan dipeluk oleh kelompok suku diluar Asia Tengah :
Mongolia selatan, selatan-timur dan selatan barat 9.
Perkembangan Islam pada kelompok kelompok suku dan bangsa diluar wilayah Arab tersebut,
berpengaruh langsung pada keberagaman arsitektur sarana ibadah islam, terutama mesjid, karena
unsur budaya dan seni setempat mempengaruhi bentuk , tata ruang, konstruksi, dekorasi dan lain- lain
aspek arsitektural.

ELEMEN MESJID
1.Bangunan dan Komponen Mesjid

Mesjid bangunan untuk shalat umat islam pada dasarnya dalam satu kesatuan dengan
mendengarkan ceramah agama. Oleh karena itu selain mempunyai ruang shalat bersama,
mesjid dilengkapi mimbar ( minbar ), tempat duduk memberikan ceramah, agar lenih mudah
didengar dan dilihat oleh umat peserta sembahyang jamaah.

9 ibid

Mimbar
Sejalan dengan ibadah islam shalat harus menghadap ke kiblat atau arah kabah di
Mekah, pada dinding tengah mesjid diarah tersebut diberi mihrab , sebuah ceruk atau ruang
relatif kecil masuk dalam dinding, sebagai tanda arah kiblat. Biasanya mimbar berdampingan
disebelah kanan mihrab.

Mihrab

Mimbar berdampingan disebelah kanan mihrab.


Untuk wudhu bagian wajib mensucikan diri dengan antara lain membasuh tangan, muka
dan kaki sebelum sembahyang, dibuat tempat khusus menjadi komponen keempat dalam
mesjid.

Tempat Wudhu
Sejak abad VII banyak mesjid dilengkapi dengan minaret, menara untuk memanggil umat
muslim bersembahyang atau azan juga menjadi bagian ritual shalat.

Minaret
Mesjid terutama di Timur tengah biasanya dilengkapi denga dikka, semacan panggung
dengan tangga, diletakkan ditengah ruang shalat utama, kadang dihalaman luar mesjid. Diaras
dikka, qadi mengulangi ucapan imam, ditransmisikan ke umat. Dikka dilengkapi kursi untuk
meletakkan Al-quran, dibaca oleh qadi.

Dikka

Tampak depan Dikka


Fasilitas untuk wudhu bagian tak terlepas dari proses bersembahnyang islam, menjadi
elemen baku dalam mesjid. Keberadaan air untuk wudhu baik dalam mesjid klasik maupun
modern kemudian banyak berfungsi ganda, menjadi elemen memperindah, berupa kolam
ataupun air mancur ( Ablutions Fountain ).

Berbagai elemen mesjid tersebut bentuk, bahan dan ornamennya berkembang


bervariasi menurut jaman dan budaya masyarakat dimana mesjid didirikan.
Dalam mesjid tradisional asli dijawa, tidak selalu ada minaret, tetapi fungsinya
digantikan oleh bedug. Pada mesjid modern beberapa perlengkapan mesjid
kadang digantikan oleh alat-alat elektronik seperti pengeras suara.