Anda di halaman 1dari 7

Aplikasi Matematika dalam

Teknik Sipil
DIPRESENTASIKAN OLEH:
AHMAD MUKHOLIK
ATIKA RIZODA PUTRI
PUTRI SILOWATI
1 SIPIL 1
TEKNIK KONSTRUKSI SIPIL
POLITEKNIK NEGERI JAKARTA

Presentasi ini berdasarkan jurnal Sudradjat, Tony Sumartono, Asropi


Jurusan Matematika FMIPA Universitas Padjadjaran yang berjudul

MODEL JALAN LALULINTAS JALAN TOL


DALAM PERSAMAAN DIFERENDIAL
PARSIAL

Transportasi merupakan bagian dari mekanisme masyarakat sejalan dengan meningkatnya kebutuhan mobilitas masyarakat.
Transportasi menurut fasilitas dan wilayah operasinya dibedakan menjadi empat macam : yaitu transportasi darat, transportasi
laut (air), transportasi udara, dan transportasi pipa (pipe line). Aktifitas transportasi darat dengan fasilitas jalan
dan kendaraan lazim disebut lalulintas jalan, dan masalah yang umum dari
lalulintas jalan adalah kecelakaan dan kemacetan.
Kemacetan lalulintas
terjadi karena berbagai sebab
diantaranya disebabkan oleh
kelemahan sistem pegaturan lampu
lalulintas, banyaknya persimpangan
jalan, banyaknya kendaraan yang turun
ke jalan, musim, kondisi jalan, dan
lain-lain. Berbagai usaha untuk
menanggulangi kemacetan lalulintas
yang dilakukan adalah dengan
penambahan sarana jalan,
pembangunan jalan tol, jalan layang,
terowongan, sistem pengaturan lampu
ATCS (Area Traffic Control System),
dan lain-lain.

Lalulintas jalan dipengaruhi oleh


banyak variabel, tetapi secara garis
besar dalam tulisan ini dibatasi pada
tiga variable, yaitukecepatan dan
medan kecepatan, kepadatan, dan arus.

1. Kecepatan dan medan kecepatan


Kecepatan adalah jarak tempuh yang
dicapai dibagi dengan waktu tempuh,
secara matematis ditulis :
dt
dx
Kecepatan (v) =
Medan kecepatan adalah kecepatan
sebuah mobil disuatu titik (jalan) pada
saat t, ditulis v(s,t) atau v[xi(t),t] = vi(t)

2. Kepadatan lalu lintas ()


Kepadatan () = jumlah mobil tiap
panjang jalan. Jika diasumsikan
panjang setiap mobil dan jarak antara
mobil adalah sama. Misalkan panjang
masing-masing mobil adalah L m,
dengan jarak antara mobil d m. Maka
jumlah tiap kilometer panjang jalan
adalah
= 1
L+d
Pengamatan kepadatan dilakukan
dengan pendataan jumlah mobil tiap
interval (jarak) tertentu. Penentuan
interval hendaknya dilakukan tidak
terlalu pendek atau panjang (+ 0,4km)

3. Arus Lalu lintas (q)

Data tentang arus lalu lintas dapat


diperoleh dengan pengamatan
terhadap
jumlah mobil yang lewat tiap interval
waktu.