Anda di halaman 1dari 26

Mine Survey Working Scope

Bekasi ,01 Peb 2011

MINE SURVEY
Tim Survey adalah sekelompok tim kecil yang turut mengabdi dan memberikan sumbang saran
terhadap perkembangan RIUNG tercinta ini, yang secara rulenya menginduk di Engineering Dept.
Melalui media ini saya ingin sharing sedikit mengenai arti penting dan perannya Survey di RIUNG.
Secara garis besarnya Tim Survey bertugas sebagai:
1. Aktifitas Pengukuran
a) Boundary PIT dan Clearing
Tim survey akan masuk ke lokasi baru untuk melakukan pemasangan terhadap batas-batas
Lokasi Tambang (Boundary) yang akan dikerjakan & memandu jalannya pembersihan lahan
(Land Clearing).
b) Survey Data Awal atau biasa disebut dengan Pengukuran Original yaitu:
Tim survey akan melakukan pengambilan data terhadap permukaan tanah asli (Original)
setelah lokasi tersebut di Land Clearing, Data-data tersebut dipakai sebagai dasar untuk
perhitungan Volume terhadap material yang akan dipindahkan dari lokasi tambang ke disposal.
Survey Original tersebut dilakukan dengan cara Joint Survey secara bersama-sama antara TIM
Survey Riung dengan TIM Survey Customer.
c) Pengukuran Progress Mingguan
Tim Survey akan melakukan pengukuran tehadap kemajuan tambang dan disposal setiap
minggunya (terjadwal), sebagai dasar Mine Plan untuk merencanakan tambang di minggu
berikutnya.
d) Pengukuran Progress Bulanan
Setiap Akhir Bulan (di setiap tanggal yang sudah ditentukan) dilakukan Monthly Progress
Joint Survey, data tersebut akan di compare dengan data survey awal (original) atau ditempat
lain di compare terhadap data Progress Joint Survey bulan sebelumnya sebagai dasar
perhitungan Volume Progress Claim ke Customer. Data Survey Progress bulanan inilah yang
akan di bayarkan oleh customer ke RIUNG dan sebagai data bagi perhitungan insentif Operator,
berkaitan dengan aktifitas produksi RIUNG selama 1 bulan berjalan.
Dengan kata lain uang proyek itu ada di Survey, karena Volume yang dibayar berdasarkan Joint
Survey (antara Survey Customer dengan Survey Riung)
e) Pengukuran Lain-Lain
Pengukuran lain-lain sifatnya adalah insidensial hanya spot-spot, seperti , situasi pelebaran jalan
hauling, Situasi Office, Situasi Mess, Situasi Gudang Handak dll.
2. Monitor Kegiatan Tambang (PIT)
a) Monitor Design
Tim Survey akan memonitor terhadap pergerakan produksi sesuai dengan sequence baik
ditambang, Jalan Hauling maupun disposal yang diberikan oleh Mine Plan, terutama pada
design-design yang sudah final, supaya tidak terjadi over cut dengan cara memasang patokpatok petunjuk operasional dilapangan dan dikomunikasikan dengan GL Produksi dilapangan
secara langsung.
b) Monitor Muatan Vessel

Supaya faktor Joint Survey dengan Truck Count tidak mengalami perbedaan yang significant
maka dilakukan sample vessel secara berkala dan di informasikan ke Prod Dept Head dan GL
produksi terkait.

c) Lokasi & Inventory Broken material


Dalam rangka mengikuti sequence tambang yang diberikan oleh Mine Plan ke Survey, tentunya
akan diikuti oleh rencana Riping (penggemburan material), disini peran survey adalah
memberikan lokasi/area ke Produksi secara harian & memonitor inventorynya.
d) Monitor Roof & Floor
Untuk melihat perbedaan struktur batubara antara data explorasi dengan data aktual dilapangan,
maka data-data Roof & Floor Batubara secara terus menerus di ambil, yang funsinya untuk
menggetahui sisa batubara masih berapa ton & OB nya masih berapa BCM yang ada, serta
untuk membuat sequence tambang di minggu berikutnya dan perkiraan masih perlu berapa lama
lagi lokasi tersebut akan di tambang.

Aktifitas Survey pada Kegiatan Penambangan


No Aktivitas

Tophograpi
( Explorasi )

Uraian Aktivitas
1.Penarikan Bench Mark dari
titik terdekat
2.Pengukuran dan
perhitungan polygon
3.Perintisan / penyisiran
4.Pick up data tophograpi
4.Proses data ukur
5.Kompile / penggabungan
data ukur

Pengecekan Lahan
bebas

1.Persiapan koordinat batas


lahan bebas
2.Stake out batas bebas

Tophograpi
( operasional )

1.Penarikan Bench Mark dari


titik terdekat
2.Pengukuran dan
perhitungan polygon
3.Pemasangan batas lahan
bebas
4.Pemasangan boundary
tambang
5.Clearing
6.Pick up data tophograpi
7.Proses data ukur
8.Kompile / penggabungan
data ukur

Pemasangan
Patok design

Pengukuran Roof
& Floor

1.Persiapan koordinat patok


design
2.Penarikan Bench Mark dari
titik terdekat
3.Pemasangan patok design ;
boundary , crest , toe , jalan ,
rencana workshop dll
4.Penjelasan patok design
kepada koordinator group
leader
1.Penarikan Bench Mark dari
titik terdekat
2.Pick up data roof & floor
3.Proses data ukur
4.Kompile / penggabungan
data ukur

Kapan ?
Bila diperlukan
Bila diperlukan
Bila diperlukan
Setiap area baru
Setelah pick up data
selesai
Setelah selesai proses
data ukur
Setiap ada area /
aktivitas baru
Setiap ada area /
aktivitas baru

Bila diperlukan
Bila diperlukan
Setiap ada area /
aktivitas baru
Setiap ada area /
aktivitas baru
Bila diperlukan
Setiap ada area /
aktivitas baru
Setelah pick up data
selesai
Setelah selesai proses
data ukur

Sebelum operasional
Bila diperlukan
Sebelum operasional
Sebelum operasional

Bila diperlukan
Setiap Expose & Mine
out
Setelah pick up data
selesai
Setelah selesai proses
data ukur

ISTILAH-ISTILAH TAMBANG
Bandwall

: tanggul yang dibuat di pinggir haul road / disposal yang digunakan sebagai pengaman
jalan. Tingginya adalah 2/3 dari roda terbesar yang ada.
Request level : elevasi rencana tambang yang dibuat oleh section mine plan.
Disposal
: Tempat yang digunakan untuk pembuangan akhir aktivitas penambangan (OB, Top
Soil)
Waste dump : Tempat yang digunakan untuk pembuangan akhir aktivitas penambangan (OVER
BURDEN)

1
2
3
4

1. TOP SOIL
2. SUB SOIL
3. OVER BURDEN (OB)
4. BATUBARA ( COAL)

Overburden
Suatu lapisan yang
menutupi di atas

suatu bahan tambang


Top Soil
: Lapisan tanah humus yang masih mengandung zat hara yang berada di atas dari Sub
Soil
Sub Soil
: Lapisan yang menutup dari bahan tambang yang letaknya di bawah dari lapisan Top
Soil
SR
: STRIPING RATIO atau Angka yang menunjukkan berapa BCM lapisan penutup OB
yang harus dipindahkan untuk mendapatkan 1 ton batubara
Settling Pond : kolam pengendapan lumpur / Suatu wadah yang berfungsi untuk memisahkan lumpur
dengan air agar air yang keluar dari tambang tidak tercemar (Netral)
ROM
: RAW OF MATERIAL / RUN OFF MINE / Tempat untuk menumpuk batubara yang
sudah di crusher untuk sementara waktu
Fleet
: Serangkaian aktifitas kerja alat, yang terdiri dari alat gali muat ( excavator ), alat
angkut ( dump truck / DT ) dan unit support ( scraper, dozer,Grader )
Match Factor : Angka acuan /patokan untuk kesesuaian suatu fleet
Loss Time
: waktu yang mengurangi jam produksi ( working hours )
Idle
: Suatu keadaan yang tidak bisa dikontrol (Uncontrolable) yang disebabkan oleh hujan,
demo, strike, customer problem, foggy.
Delay
: Suatu keadaan yang bisa dikontrol (Controlable)
Slippery
: Suatu keadaan setelah hujan (Keadaan licin)
Rain
: Hujan
BCM
: Bank Cubic Metre / Suatu satuan volume yang dugunakan untuk batuan/tanah penutup
batubara sebelum digali/masih di tempat aslinya.
LCM
: Loose Cubic Metre / Suatu satuan volume yang dugunakan untuk batuan/tanah penutup
batubara setelah digali (dalam keadaan loose)

Cross Fall
Super Elevasi
Grade
Exposed Coal

: Kemiringan badan jalan sisi kanan dan kiri


: Kemiringan jalan terhadap tikungan jalan
: Beda tinggi jalan antara dua elevasi yang satuannya dalam persen
: Batubara yang terlihat dari permukaan

Coal Inventory : Volume batubara yang siap diangkut


Undisturb land : Suatu dareah atau tanah yang tidak terganggu
High Wall
: Lereng atau permukaan tambang terbuka dengan elevasi lebih tinggi ( mengacu ke
stratigrafi )
Low Wall
: Lereng atau permukaan tambang terbuka dengan elevasi lebih rendah ( mengacu
stratigrafi
End Wall
: Rencana terakhir design tambang (End of Strike/searah dengan strike)
Hauling Road : Jalan angkut Tambang

Keterangan gambar

1.Crest
2.Toe
3.Slope
4.BeSnch

1.Crest
2.Bench
3.Slope
4.Overall Slope
5.Sump

Istilah yang sering dipakia di Survey


Fore Sight

: Pembidikan Ke arah target yang akan di tentukan koordinatnya.

Back Sight

: Pembidikan ke arah titik yang telah diketahui koordinatnya dengan

tujuan

memperoleh sudut antara back sight dan fore sight, dimana


dengan diketahuinya sudut ini dapat diketahui Ordinat dari alat ke titik

target (ikat

sudut/Azimuth).
TP

: Titik berdiri alat yang merupakan penurunan dari titik kerangka dasar
yang memiliki koorninat X, Y, Z,

BM

: Titik kerangka dasar yang merupakan bagian dari jaring kerangka


dasar nasional, diturunkan dari orde kerangka dasar yang lebih tinggi
dan telah mengacu pada sistem koordinat dan datum nasional ( dibuat
kokoh dan bersifat tetap untuk atau terhadap titik lainnya.

Slope Distance: Jarak miring di alat terhadap target.


Centering

: Proses pendataran alat sehingga level dengan equiptensial bumi dan target lurus
dengan pusat bumi.

Sump

: Tempat paling rendah ( Semacam kolam kecil ) dalam tambang terbuka/dalam untuk
menampung air dan dari tempat itu air dipompakan keluar tambang.

Overburden(OB) : Kupasan tanah penutup pada lapisan bahan galian.


Interburden

: Lapisan antara, yakni zona ( lapisan ) tanah/batuan diantara dua atau lebih lapisan
bahan galian atau lebih dengan jarak antar lapisan tidak jauh.

Sediment pond

: Kolam endapan / kolam yang dirancang untuk mengendapkan bahan-bahan padat


dari air buangan tambang.

Rehandle

: Penggalian dan pembuangan kembali material kupasan ( OB ) yang sebelumnya


ditempatkan disuatu lokasi yang masih akan digali(InPIT dump)

Istilah yang biasa dipakai di Survey Tambang


A

Istilah pekerjaan
Pengukuran untuk mendapatkan detail permukaan tanah /
bumi.

Pengukuran Topografi

Pengukuran Original

Pengukuran untuk mendapatkan data permukaan yang digunakan


sebagai dasar perhitungan progress.

Pengukuran Progress

Pengukuran untuk mendapatkan data untuk perhitungan volume


material hasil galian / timbunan.

Pengukuran Situasi

Pengukuran untuk mendapatkan detail situasi suatu lokasi countur


permukaan dan data tata letak bangunan.

Clearing

Proses pembersihan lahan dari tumbuhan.

Stake out

Pemasangan titik berdasarkan nilai koordinat yang sudah diketahui

On grade

Level / sesuai dengan permintaan level

Sump

Daerah yang digunakan untuk menampung air.

Loading point

Posisi unit yang sedang melakukan penggalian

10

Sampling

Pengambilan contoh secara acak.

Istilah Kode
Roof

Bagian atas / permukaan dari lapisan batu bara.

Floor

Bagian bawah / lantai dari lapisan batu bara.

Out crop

Batu bara yang tersingkap di permukaan tanah.

Crest

Bagian atas dinding / lereng.

Toe

Bagian kaki dinding / lereng.

Bench

Jenjang pada lereng galian.

SH (spot hight)

Bagian yang relatif datar dari lokasi pengukuran

1
2
3
4
5
6
7

.
.
.
.
.
.
.

8
9
10
11
12
13
14
15
16

.
.
.
.
.
.
.
.
.

ER (Edge road right)

Batas kanan jalan.

EL ( Edge road left)

Batas kiri jalan.

CL ( center line)

Garis tengah jalan

RV ( river)

Sungai / Daerah aliran air.

Bundwall

Tanggul.

Free face

Bidang bebas.

Intermedite

Hasil pemotongan coal yang belum floor.

Boundary

Batas suatu lokasi.

RL (Request Level)

Elevasi yg diminta

Lereng / dinding miring.


Pemasangan patok survey yang berfungsi sebagai acuan
pembentukan slope.

Istilah Umum

Slope

Batter peg

.
.

Back sight

Five sight

.
.
.
.
.

Koordinat

Penagamatan pada titik ikat survey sebelum melakukan pengukuran.


Pengamatan / pengambilan data sebagai titik
survey.
Suatu nilai yang menunjukkan suatu posisi di
bumi

Northing

Nilai arah utara koordinat ( Y ).

Easting

Nilai arah timur koordinat ( X ).

Elevasi

Nilai ketinggian diatas rata rata permukaan laut.

PIT (tambang)

.
.

Waste dump

Lokasi penggalian tanah / material.


Tempat pembuangan material dari
pit.

Ramp up
Ramp down
OB (overburden)
Top soli
Titik detail
Cut
Fill
Drainase

:
:
:
:
:
:
:
:

Penggalian / penimbunan yang cenderung naik elevasinya.


Penggalian / penimbunan yang cenderung turun elevasinya
Lapisan penutup dari bahan galian (coal).
Lapisan pucuk tanah ( humus ).
Titik pengukuran yang mewakili dari suatu daerah yang di ukur
Memotong
Timbunan
Arah aliran air

Dumping point

Lokasi titik untuk aktifitas damping

6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19

.
.
.
.
.

DASAR-DASAR SURVEY
PENGUKURAN
1. Pengukuran Beda Tinggi : Dilakukan untuk memngetahui elevasi dari suatu titik dengan
mengunakan dasar perbedaan tinggi dari titik Referensi.

B
Beda Tinggi A_B

A
Contoh Peralatan yang bisa didunakan untuk pengukuran Beda Tinggi :
1. Waterpass/Sipat Datar
2. Altimeter
3. Perhitungan Trigonometri
2. Pengukuran Sudut : Dilakukan untuk memperoleh ukuran sudut Horizontal ( Datar ) dan sudut
Vetikal. ( Hubungannya untuk mentukan posisi titik dalam sistim koordinat
Cartisian )

\
2.1 Sudut Horizontal :`

P
2.2 Azimut :

2.3 Sudut Vertikal :

sAB
h

dHAB

dAB

A
Peraltan yang bias digunakan :
1. Theodholit
2. Kompas Geologi
3. Clino meter
3. Pengukuran jarak : Dilakukan untuk mengetahui jarak antar titik, baik jarak datar maupun jarak
miring.
3.1 Cara Manual : Dilakukan dengan peralatan menual ( Meteran, Pita Ukur, Mistar Sekala dll )
3.2 Cara Optis : Dilakukan dengan bantuan alat ukur Optic ( Theodholit, Waterpass )
3.3 Cara Digital : Dilakukan dengan bantuan alat ukur Digitat ( GPS )
Jarak Datar
Jarak datar

A
Jarak Miring

Jarak miring

Jarak datar

A
SISTIM SUDUT
A.Sistem Sudut Bearing

Arah garis ab adalah N 46 o E dan ac adalah S 27 o W


Pembacaan sudut bearing biasanya dipakai utk arah batubara ( strike )

A.Sistem Sudut Azimuth

Arah garis ab adalah N 131O dan ac adalah N 301 o


Pembacaan arah garis pada survey kebanyakan menggunakan system Azimuth.

DASAR-DASAR PERHITUNGAN SURVEY

DEpan
Sin 60 o = _________
Miring

>>>>>

DEpan
60o = Arc Sin __________
Miring

SAmping
Cos 60 o = _________
Miring

>>>>>

SAmping
60o = Arc Cos __________
Miring

>>>>>

DEpan
60 = Arc Tg __________
SAmping

DEpan
Tg 60 = _________
SAmping
o

Jarak Miring =

(a2+b2)
PEMBAGIAN KUADRAN SUDUT

Kwadran 1 , jika N = + ; E = + sudut antara 0 90


Kwadran 2 , jika N = - ; E = + sudut antara 90 180
Kwadran 3 , jika N = - ; E = - sudut antara 180 270
Kwadran 4 , jika N = + ; E = - sudut antara 270 360
MENGHITUNG AZIMUT
Azimut adalah sudut yang dibaca dari arah utara sebagai 0 o berputar searah jarum jam.

Azimut ab = 57 o
Azimut ac = 57 o + 90 o = 147 o

Azimut ab = 57 o + 180 o = 237 o


Azimut ab = 57 o + 270 o = 327 o
ENGHITUNG AZIMUT DAN JARAK

Rumus menghitung Azimuth dan jarak


Azimuth ab = ( xb- xa) / (yb-ya)
= ( 30-10) / ( 20-10)
= 20 / 10 ( karena x = + dan y = + ) > di Kw 1
= Arc Tg 2
Azimuth ac

Jarak ab

= 63o265.8
= ( xc- xa) / (yc-ya)
= ( 70-50) / ( 10-30)
= 20 / -10 ( karena x = + dan y = - ) > di Kw 2
= Arc Tg -2 + 180

Jarak ac

= -63o265.8+180 = 116o3354.1
Azimuth ad = (/xd- xa) / (yd-ya)
= ( 40-60) ( 40-60)
= -20 / -20 ( karena x = - dan y = - ) > di Kw 3
= Arc Tg 1 + 180
Azimuth ae

Jarak ad

= 45o0000+ 180 = 225o0000


= ( xe- xa) / (ye-ya)
= ( 10-30) / ( 50-30)
= -20 / 20 ( karena x = - dan y = + ) > di Kw 4
= Arc Tg -1 + 360

Jarak ae

V( 20 + 10 ) = V400+100
= V500 = 22.36
=

V( 20 + (-10 ) = V400+100
= V500 = 22.36
=

V(-20 + (-20 ) = V400+400


= V800 = 28.28
=

V(-20 + 20 ) = V400+400
2

= -45o0000+ 360 = 315o0000

V800 = 28.28

MENGHITUNG KOORDINAT DAN ELEVASI

Kalau diketahui TA=1.3 , TT=2.1 , Sudut Vertical = 42o0000 , Sudut Horisontal = 48o0000
Jarak datar = 200
Berapa koordinat dan elevasi titik B
1.Cari selisih e ( x )
Rumus
Sin 48o0000 = Selisih e ( x ) / Miring ( 200 m )
Selisih e ( x ) = Sin 48o0000 x Miring ( 200 )
= 0.743 x 200 = 148.628
2. Cari selisih n ( y )
Rumus
Cos 48o0000 = Selisih n ( y ) / Miring ( 200 m )
Selisih n ( y ) = Cos 48o0000 x Miring ( 200 )
= 0.669 x 200 = 133.826
3. Cari x B
Rumus
= Selisih e ( x ) + x A
= 148.628 + 355108.49 = 355257.118
4. Cari y B
Rumus
= Selisih n ( y ) + y A
= 133.826 + 9939261.67 = 9939395.496

MENGHITUNG ELEVASI TITIK B

1.Cari beda tinggi AB


Rumus > Tg 42o0000 = Depan ( Beda tinggi ) / Samping ( 200 m )
Beda tinggi = Tg 42o0000 x 200 m
= 0.900 x 200 = 180.08
2.Cari elevasi B
Rumus > elv. B = elv.A + TA TT + beda tinggi
= 47.67 + 1.3 2.1 + 180.08
= 226.95

MENGHITUNG SLOPE

Jadi setiap beda tinggi 1 jarak bergeser 0.5.


63 o = Arc tg (20/10)
Gambar diatas dibaca slope sudut 63 o atau 1 dibanding 0.5 , biasanya dipakai utk slope galian /
timbunan

Gambar diatas dibaca kemiringan 8 % atau 8 dibanding 100 , jadi setiap jarak 100 , beda
tingginya 8 biasanya dipakai utk jalan , kalau naik grade + , kalau turun grade - .

CONTOH SOAL

1
.

DIKETAHUI :
B ( 150, 100 ,112)

A ( 100, 50 ,100)

A. BERAPA JARAK A-B ?


B. BERAPA GRADE A-B ?
C. BERAPA AZIMUT A-B ?
D. BERAPA AZIMUTH B-A?
JAWAB

A. JARAK A-B =

( Xb - Xa ) 2 + ( Yb - Ya ) 2

( 150 100 ) 2 + ( 100 50 ) 2

5000

= 70.71 M

B.GRADE (%) = BEDA TINGGI X 100 %


JARAK
= (112 100)X 100 %
= 16.97 %
70.71`
C. AZIMUT A-B

D. AZIMUTH B-A

=
=

arc tg ( Xb Xa )
(Yb Ya )
arc tg
1

=
=

AZIMUT A-B
225 o

= 45 o
+

180 o

Keterangan :
Azimuth = Sudut yg diambil dari garis arah utara titik ke garis polygon searah jarum
jam
Jika Azimuth bernilai negatif maka harus ditambah 360
Jika Azimuth lebih besar nilainya dari 360 , maka harus dikurangi 360
KOORDINAT

A = ( X, Y, Z ) ATAU

A = (BLOK, STRIP, ELEVASI )

5.
DIKETAHUI :

ap

= 45 20' 30''

dap = 150 m
A ( 100, 50)
Sp
= 80

Sp

dpq

= 100 m
DITANYAKAN :
a. BERAPA KOORDINAT P ?
b. BERAPA

pq dan KOORDINAT Q ?

JAWAB:
a. Koordinat P =

b.

ap )
Cos ap )

Xp

Xa

( dap x Sin

Yp

Ya

( dap x

Xp

=
=

100
100

+
+

(150 x Sin 45 20' 30'')


( 150 x 0.7113 )
= 206.696

Yp

=
=

50
50

+
+

( 150 x Cos 45 20' 30'' )


( 150 x 0.7028 )
= 155.432

pq

ap

+ 180 Sp

Xq

Xp

Yq

Yp

6.

pq )
( dpq x Cos pq )
( dpq x Sin

DIKETAHUI :
HA = 102 M
dA-B = 100 M

= 45 20' 30''

TA = 1.50 M
Tt
= 1.3 M
DITANYAKAN :
BERAPA ELEVASI B (HB) ?
JAWAB

HB

HA + TA Tt + ( jarak A-B x tg

9.
b

= luas (m2)

= [s(s-a) x (s-b) x (s-c)]1/2

= (a+b+c)

10.
3040

3000

2960

2920

2880

B
C
A

3000

3040

3080

3120

X
3160

Titik
A
B
C
D
E
A

X
3000
3051,070
3147,385
3126,661
3058,116
3000

Y
3000
3029,489
3003,662
2886,384
2846,850
3000

L1 = = XA . YB + XB . YC DST (grs hitam)


L2 = = YA . XB + YB . XC DST (grs merah)
L Polygon = ( L2 - L1)/2