Anda di halaman 1dari 16

PERKEMBANGAN SOSIAL

DAN
PERKEMBANGAN BAHASA
MATA KULIAH PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK

PENYUSUN
SITI MAZAJIAH
Prodi : Matematika
DOSEN : SAPARI, MPd
STKIP BANTEN
2015/2016

KATA PENGANTAR
Puji dan Syukur ke Hadirat Allah SWT, karena berkat limpahan
Rahmat dan Karunia-nya sehingga penulis dapat menyusun makalah ini
dengan baik dan tepat pada waktunya. Shalawat berangkaikan salam
teruntuk Nabi Muhammad SAW yang telah membawa umat dari zaman
kebodohan hingga berilmu pengetahuan seperti saat ini. Dalam makalah
ini penulis akan membahas mengenai perkembangan sosial dan
perkembangan bahasa.
Penulis menyadari bahwa masih banyak kekurangan yang mendasar
pada makalah ini. Oleh karena itu penulis mengundang pembaca untuk
memberikan

saran serta kritik yang dapat membangun kami. Kritik

konstruktif dari pembaca sangat kami harapkan untuk penyempurnaan


makalah selanjutnya.
Akhir kata semoga makalah ini dapat memberikan manfaat bagi
kita sekalian dalam memahami teori belajar kognitif dan penerapannya
dalam pembelajaran.

Tangerang, 1 mei 2016

Penulis

DAFTAR ISI
KataPengantar ....................................................................................... i
Daftar Isi ................................................................................................. ii
BAB I PENDAHULUAN
A. . Latar Belakang ................................................................................... 1
B. Identifikasi Masalah ........................................................................... 1
C. Tujuan Masalah ................................................................................. 2
BAB II PEMBAHASAN
A. Perkembangan Sosial ....................................................................... 3
B. Perkembangan Bahasa ...................................................................... 6
BAB III PENUTUP
A. Simpulan .......................................................................................... 11
B. Saran ................................................................................................ 11
DAFTAR PUSTAKA .............................................................................. 13

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Intelegensi atau sering banyak digunakan dengan sebutan
kecerdasan, suatu
mengembangkan

karunia
dan

yang

dimiliki

mempertahankan

individu

untuk

hidupnya,

serta

bagaimana individu itu berusaha menghambakan dirinya kepada


PenciptaNya.
Ketika

baru

lahir

seorang

anak

sudah

mempunyai

kecerdasan, hanya sangat bergantung pada orang lain untuk


memenuhi perkembangan hidupnya. Dalam perkembangannya
anak makin meningkatkan berbagai kemampuan untuk mengurangi
ketergantungan dirinya pada orang lain dan berusaha untuk dapat
memenuhi kebutuhannya sendiri.
Manusia tumbuh dan berkembang pada masa bayi ke masa
dewasa melalui beberapa langkah dan jenjang . Kehidupan anak
dalam menelusuri perkembangan itu pada dasarnya merupakan
kemampuan mereka berinteraksi dengan lingkungan. Interaksi
sosial merupakan proses sosialisasi yang mendudukan anak
sebagai insan yang secara aktif melakukan proses sosialisasi.
Bersosialisasi pada dasarnya merupakan proses penyesuaian diri
terhadap lingkungan kehidupan sosial .

B. Identifikasi Masalah
Dalam

pembahasan

dan

pembelajaran

mengenai

perkembangan peserta didik kali ini, kami dituntut untuk membuat


makalah dengan tujuan memperdalam pengetahuan mengenai
peserta didik itu sendiri.

C. Tujuan
1. Memahami makna dan karakteristik perkembangan sosial
remaja
2. Memahami makna dan karakteristik perkembangan bahasa
remaja

BAB II
PEMBAHASAN

A. PERKEMBANGAN SOSIAL

1. Pengertian Perkembangan Hubungan Sosial


Hubungan sosial merupakan hubungan antar manusia yang
saling membutuhkan. Hubungan sosial dimulai dari tingkat yang
sederhana yang didasari oleh kebutuhan yang sederhana. Semakin
dewasa, kebutuhan manusia menjadi kompleks dan dengan
demikian, tingkat hubungan sosial juga berkembang menjadi amat
kompleks. Pada jenjang perkembangan remaja, seorang remaja
bukan saja memerlukan orang lain demi memenuhi kebutuhan
pribadinya, tetapi mengandung maksud untuk disimpulkan bahwa
pengertian perkembangan sosial adalah berkembangnya tingkat
hubungan antar manusia sehubungan dengan meningkatnya
kebutuhan hidup manusia.

2. Karakteristik Perkembangan Sosial Remaja


Remaja pada tingkat perkembangan anak yang telah
mencapai jenjang menjelang dewasa. Pada jenjang ini, kebutuhan
remaja telah cukup kompleks, cakrawala interaksi sosial dan
pergaulan remaja telah cukup luas. Dalam penyesuaian diri
terhadap lingkungannya, remaja telah mulai memperlihatkan dan
mengenal berbagai norma pergaulan, yang berbeda dengan norma
yang

berlaku

sebelumnya

di

dalam

keluarganya.

Remaja

menghadapi berbagai lingkungan, bukan saja bergaul dengan


berbagai kelompok umur.

3. Faktor faktor yang Mempengaruhi Perkembangan Sosial


Remaja
Perkembangan sosial anak/remaja dipengaruhi beberapa faktor
yaitu :
1. Keluarga
2. Kematangan
3. Status Sosial Ekonomi
4. Pendidikan
5. Kapasitas Mental : Emosi dan Intelegensi

4. Pengaruh Perkembangan Sosial Terhadap Tingkah Laku


Dalam

perkembangan

sosial

anak,

mereka

dapat

memikirkan dirinya dan orang lain. Pemikiran itu terwujud dalam


refleksi diri, yang sering mengarah kepenilaian diri dan kritik dari
hasil pergaulannya dengan orang lain. Hasil pemikiran dirinya tidak
akan diketahui oleh orang lain, bahkan sering ada yang
menyembunyikannya atau merahasiakannya.
Pikiran anak sering dipengaruhi oleh ide-ide dari teori-teori
yang menyebabkan sikap kritis terhadap situasi dan orang lain,
termasuk kepada orang tuanya. Kemampuan abstraksi anak sering
menimbulkan

kemampuan

mempersalahkan

kenyataan

dan

peristiwa-peristiwa dengan keadaan bagaimana yang semestinya


menurut alam pikirannya.
Disamping itu pengaruh egoisentris sering terlihat, diantaranya
berupa :
1. Cita-cita dan idealisme yang baik, terlalu menitik beratkan
pikiran sendiri, tanpa memikirkan akibat labih jauh dan tanpa
memperhitungkan kesulitan praktis yang mungkin menyebabkan
tidak berhasilnya menyelesaikan persoalan.

2. Kemampuan berfikir dengan pendapat sendiri, belum disertai


pendapat orang lain daalm penilaiannya.
Melalui banyak pengalaman dan penghayatan kenyataan
serta dalam menghadapi pendapat orang lain, maka sikap ego
semakin berkurang dan diakhir masa remaja sudah sangat kecil
rasa egonya sehingga mereka dapat bergaul dengan baik.

5. Perbedaan Individual dalam Perkembangan Sosial


Bergaul dengan sesama manusia (sosialisasi) dilakukan
oleh setiap orang, baik secara individual maupun berkelompok.
Dilihat dari berbagai aspek, terdapat perbedaan individual manusia,
yang hal itu tampak juga dalam perkembangan sosialnya.
Sesuai dengan Teori komprehensif

yang dikemukakan

oleh Erickson yang menyatakan bahwa manusia hidup dalam


kesatuan budaya yang utuh, alam dan kehidupan masyarakat
menyediakan segala Hal yang dibutuhkan manusia. Namun sesuai
dengan minat, kemampuan, dan latar belakang kehidupan
budayanya maka berkembang kelompok-kelompok sosial yang
beranekaragam. Remaja yang telah mulai mengembangkan
kehidupan bermasyarakat, maka telah mempelajari pola-pola yang
sesuai dengan kepribadiannya.

6. Upaya

Pengembangan

Hubungan

Sosial

Remaja

dan

Implikasinya dalam Penyelenggaraan Pendidikan


1. Penciptaan kelompok sosial remaja perlu dikembangkan untuk
memberikan rangsang kepada mereka kearah perilaku yang
bermanfaat.
2. Perlu sering diadakan kegiatan kerja bakti , bakti karya dan
kelompok-kelompok belajar untuk dapat mempelajari remaja
bersosialisasi sesamanya dan masyarakat .

B. PERKEMBANGAN BAHASA

1. Pengertian Perkembangan Bahasa


Sesuai

dengan

fungsinya,

bahasa

merupakan

alat

komunikasi yang digunakan oleh seorang dalam pergaulannya atau


hubungannya dengan orang lain dan bahasa merupakan alat
bergaul.
Perkembangan

bahasa

terkait

dengan

perkembangan

kognitif yang berarti faktor intelek/kognisi sangat berpengaruh


terhadap perkembangan kemampuan berbahasa. Contohnya bayi
yang tingkat intelektualnya belum berkembang dan masih sangat
sederhana, bahasa yang digunakannya juga sangat sederhana.
Semakin bayi itu tumbuh dan berkembang serta mulai mampu
memahami lingkungan, maka bahasa mulai berkembang dari
tingkat yang sangat sederhana menuju ke bahasa yang kompleks.
Perkembangan bahasa dipengaruhi oleh lingkungan, karena
bahasa pada dasarnya merupakan hasil belajar dari lingkungan.
Bayi belajar menambah kata-kata dengan meniru bunyi-bunyi yang
didengarnya. Manusia dewasa (terutama ibunya) disekelilingnya
membetulkan dan memperjelas.
Belajar bahasa yang sebenarnya baru dilakukan oleh anak
berusia enam sampai tujuh tahun, disaat anak mulai bersekolah.
Jadi perkembangan bahasa adalah meningkatnya kemampuan
penguasaan alat berkomunikasi, baik alat komunikasi dengan cara
lisan, tertulis, maupun menggunakan tanda-tanda dan isyarat.
Mampu dan menguasai alat komunikasi di sini diartikan sebagai
upaya seseorang untuk dapat memahami dan dipahami orang lain.

2. Karakteristik Perkembangan Bahasa


Bahasa remaja adalah bahasa yang telah berkembang ia
telah banyak belajar dari lingkungan, dan dengan demikian bahasa
remaja terbentuk dari kondisi lingkungan. Lingkungan remaja
mencakup lingkungan keluarga, masyarakat dan khususnya
pergaulan teman sebaya, dan lingkungan sekolah. Pola bahasa
yang dimiliki adalah bahasa yang berkembang di dalam keluarga
atau bahasa itu.
Perkembangan bahasa remaja dilengkapi dan diperkaya
oleh lingkungan masyarakat di mana mereka tinggal. Hal ini berarti
pembentukan

kepribadian

yang

dihasilkan

dari

pergaulan

masyarakat sekitar akan memberi ciri khusus dalam perilaku


bahasa. Pengaruh pergaulan di dalam masyarakat (teman sebaya)
terkadang cukup menonjol, sehingga bahasa anak (remaja)
menjadi lebih diwarnai pola bahasa pergaulan yang berkembang di
dalam kelompok sebaya. Dari kelompok itu berkembang bahasa
sandi, bahasa kelompok yang bentuknya amat khusus, seperti
istilah baceman dikalangan pelajar yang dimaksudkan adalah
bocoran soal ulangan atau tes.
Pengaruh

lingkungan

yang

berbeda

antara

keluarga

masyarakat, dan sekolah dalam perkembangan bahasa, akan


menyebabkan perbedaan antara anak yang satu dengan yang lain.
Hal ini ditunjukkan oleh pilihan dan penggunaan kosakata sesuai
dengan tingkat sosial keluarganya. Keluarga dari masyarakat
lapisan

pendidikan

rendah

atau

buta

huruf,

akan

banyak

menggunakan bahasa pasar, bahasa sembarangan, dengan istilahistilah yang kasar. Masyarakat terdidik

yang pada umumnya

memiliki status sosial lebih baik, menggunakan istilah-istilah lebih


selektif dan umumnya anak-anak remajanya juga berbahasa lebih
baik.

3. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Perkembangan Bahasa


Berbahasa terkait erat dengan kondisi pergaulan. Oleh
karena itu perkembangannya dipengaruhi oleh beberapa faktor,
yaitu:
1. Umur anak
Manusia bertambah umur akan semakin matang pertumbuhan
fisiknya,

bertambahnya

pengalaman,

dan

meningkatkan

kebutuhan. Faktor fisik dan ikut mempengaruhi sehubungan


semakin sempurnanya pertumbuhan organ bicara, kerja otototot untuk melakukan gerakan-gerakan dan isyarat. Pada masa
remaja perkembangan biologis yang menunjang kemampuan
berbahasa telah mencapai tingkat kesempurnaan, dengan
dibarengi oleh perkembangan tingkat intelektual, anak akan
mampu menunjukkan cara berkomunikasi dengan baik.
2. Kondisi lingkungan
Lingkungan tempat anak tumbuh dan berkembang memberi
andil untuk cukup besar dalam berbahasa. Perkembangan
bahasa

dilingkungan

perkotaan

akan

berbeda

dengan

dilingkungan pedesaan. Begitu pula perkembangan bahasa di


daerah pantai, pegunungan dan daerah-daerah terpencil
menunjukkan perbedaan.
3. Kecerdasan anak
Ketepatan meniru, memproduksi perbendaharaan kata-kata
yang diingat, kemampuan menyusun kalimat dengan baik dan
memahami atau menangkap maksud suatu pernyataan fisik
lain, amat dipengaruhi oleh kerja pikir atau kecerdasan
seseorang anak.
4. Status sosial ekonomi keluarga
Keluarga yang berstatus sosial ekonomi baik, akan mampu
menyediakan situasi yang baik bagi perkembangan bahasa

anak-anak dengan anggota keluarganya. Rangsangan untuk


dapat ditiru oleh anak-anak dari anggota keluarga yang
berstatus sosial tinggi berbeda dengan keluarga yang berstatus
sosial rendah.
5. Kondisi fisik
Kondisi fisik di sini kesehatan anak. Seseorang yang cacat yang
terganggu kemampuannya untuk berkomunikasi, seperti bisu,
tuli, gagap, dan organ suara tidak sempurna akan mengganggu
perkembangan alam berbahasa.

4. Pengaruh

Kemampuan

Berbahasa

terhadap

Kemampuan

Berfikir
Kemampuan berbahasa dan kemampuan berpikir saling
mempengaruhi satu sama lain. Bahwa kemampuan berpikir
berpengaruh terhadap kemampuan berbahasa dan sebaliknya
kemampuan
berpikir.

berbahasa

Seseorang

berpengaruh

rendah

terhadap

kemampuan

kemampuan

berpikirnya,

akan

mengalami kesulitan dalam menyusun kalimat yang baik, logis dan


sistematis. Hal ini akan berakibat sulitnya berkomunikasi.
Bersosialisasi berarti melakukan konteks dengan yang lain.
seseorang menyampaikan ide dan gagasannya dengan berbahasa
dan menangkap ide dan gagasan orang lain melalui bahasa.
Menyampaikan dan mengambil makna ide dan gagasan itu
merupakan

proses

berpikir

yang

abstrak.

Ketidaktepatan

menangkap arti bahasa akan berakibat ketidaktepatan dan


kekaburan persepsi yang diperolehnya.

5. Perbedaan Individual dalam Kemampuan dan Perkembangan


Bahasa
Menurut Chomsky (Woolfolk, dkk. 1984) anak dilahirkan ke
dunia telah memiliki kapasitas berbahasa. Akan tetapi seperti
dalam bidang yang lain, faktor lingkungan akan mengambil peranan
yang cukup menonjol, mempengaruhi perkembangan bahasa anak
tersebut. Mereka belajar makna kata dan bahasa sesuai dengan
apa yang mereka dengar, lihat dan mereka hayati dalam hidupnya
sehari-hari. Perkembangan bahasa anak terbentuk oleh lingkungan
yang berbeda-beda.
Berpikir dan berbahasa mempunyai korelasi tinggi, anak
dengan IQ tinggi akan berkemampuan

bahasa yang tinggi.

Sebaran nilai IQ menggambarkan adanya perbedaan individual


anak, dan dengan demikian kemampuan mereka dalam bahasa
juga bervariasi sesuai dengan varasi kemampuan mereka berpikir.

6. Upaya Pengembangan Kemampuan Bahasa Remaja dan


Implikasinya dalam Penyelenggaraan Pendidikan
Kelas atau kelompok belajar terdiri dari siswa yang
bervariasi bahasanya, baik kemampuannya maupun polanya.
Menghadapi hal ini guru harus mengembangkan strategi belajarmengajar bidang bahasa dengan memfokuskan pada potensi dan
kemampuan anak.
1. Anak perlu melakukan pergaulan
2. Guru

melakukan

pengembangan

bahasa

murid

dengan

menambahkan perbendaharaan bahasa lingkungan yang telah


di pilih secara tepat dan benar oleh guru.

BAB III
PENUTUPAN
A. Simpulan
Perkembangan sosial adalah perkembangannya tingkat hubungan
antarmanusia sehubungan dengan meningkatnya kebutuhan hidup
manusia. Hubungan sosial remaja terutama yang berkaitan dengan
proses penyesuaian dari berpengaruh terhadap tingkah laku.
Bahasa

memegang

peran

penting

dalam

kehidupan

bermasyarakat. Perkembangan bahasa dipengaruhi oleh banyak faktor,


antara lain adalah usia anak, kondisi keluarga dan kondisi fisik anak
terutama

dari

segi

kesehatannya.

Kemampuan

berbahasa

dan

kemampuan berpikir saling berpengaruh satu sama lain. bahwa


kemampuan berpikir berpengaruh terhadap kemampuan berbahasa dan
sebaliknya kemampuan berbahasa berpengaruh terhadap kemampuan
berpikir.

B. Saran
Sebaiknya, untuk mengetahui tingkat perkembangan intelek
seseorang harus dilakukan berdasarkan tahap-tahapnya, sesuai dengan
perkembangan umur mereka. Walaupun intelegensi tersebut merupakan
bawaan sejak lahir atau yang dikenal dengan faktor hereditas, namun
faktor lingkungan juga sangat berpengaruh dalam perkembangan intelek
seseorang. Untuk itu, agar perkembangan intelek berkembang dengan
baik maka harus diperhatikan faktor-faktor tersebut.
Perkembangan bahasa terkait dengan perkembangan kognitif,
yang

berarti

faktor

intelek/kognisi

sangat

berpengaruh

perkembangan kemampuan berbahasa.Oleh karena itu,

terhadap
kita harus

menggunakan dan mengembangkan bahasa dengan berkembangnya


bahasa secara tidak sadar kita telah melangkah kedewasaan yang sudah

merupakan kodrat kita sebagai manusia. Hanya saja, agar pertumbuhan


itu mencapai hasil yang maksimal harus mempertahankan faktor-faktor
pendukungnya.

DAFTAR PUSTAKA

www.wikipedia.com
Asmani, Jamal Mamur.2010.Tips Menjadi Guru Inspiratif, Kreatif, dan
inovatif. Jogjakarta : DIVA Press