Anda di halaman 1dari 11

KATA PENGANTAR

Om Swastyastu,
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas limpahan
rahmat-Nya, penulis dapat menyelesaikan makalah mengenai Proses Translasi Multilevel Paging
ini. Makalah ini disusun sebagai salah satu persyaratan tugas mata kuliah Organisasi &
Arsitektur Komputer, Program Studi Teknik Informatika, Fakultas Matematika dan Ilmu
Pengetahuan Alam, Universitas Udayana.
Dalam penyusunan makalah ini, penulis menyadari masih terdapat banyak kekurangan
yang dibuat baik sengaja maupun tidak sengaja, dikarenakan keterbatasan ilmu pengetahuan dan
wawasan serta pengalaman yang dimiliki oleh penulis. Untuk itu, penulis mohon maaf atas
segala kekurangan tersebut tidak menutup diri terhadap segala saran dan kritik serta masukan
yang bersifat membangun bagi diri penulis.
Akhir kata semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua.
Om Shanti, Shanti, Shanti Om.

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR.....................................................................................................................i
DAFTAR ISI..................................................................................................................................ii
BAB I. PENDAHULUAN.............................................................................................................1
1.1

Latar Belakang................................................................................................................1

1.2

Rumusan Masalah...........................................................................................................1

1.3

Tujuan..............................................................................................................................2

BAB II. PEMBAHASAN...............................................................................................................3


2.1

Manajemen Memori.......................................................................................................3

2.2

Pengertian Paging...........................................................................................................3

2.3

Pengertian Multilevel Paging..........................................................................................4

2.4

Contoh Translasi Alamat Pada Sistem Paging.............................................................6

BAB III. PENUTUP.......................................................................................................................8


3.1

Kesimpulan......................................................................................................................8

DAFTAR PUSTAKA.....................................................................................................................9

BAB I. PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Memori adalah pusat dari operasi pada sistem komputer modern, berfungsi sebagai
tempat penyimpanan informasi yang harus diatur dan dijaga sebaik-baiknya. Memori adalah
array besar dari word atau byte, yang disebut alamat. CPU mengambil instruksi dari memory
berdasarkan nilai dari program counter. Sebagian besar komputer memiliki hirarki memori yang
terdiri atas tiga level, yang pertama Register di CPU, berada di level teratas. Informasi yang
berada di register dapat diakses dalam satu clock cycle CPU. Yang kedua adalah Primary
Memory (executable

memory),

berada

di

level

tengah.

Contohnya,

RAM. Primary

Memory diukur dengan satu byte dalam satu waktu, secara relatif dapat diakses dengan cepat,
dan bersifatvolatile (informasi bisa hilang ketika komputer dimatikan). CPU mengakses memori
ini dengan instruksi single load dan store dalam beberapa clock cycle. Yang terakhir, Secondary
Memory, berada di level bawah. Contohnya, disk atau tape. Secondary Memory diukur sebagai
kumpulan dari bytes (block of bytes), waktu aksesnya lambat, dan bersifat non-volatile
(informasi tetap tersimpan ketika komputer dimatikan). Memori ini diterapkan di storage device,
jadi akses meliputi aksi oleh driver dan physical device. Komputer yang lebih canggih memiliki
level yang lebih banyak pada sistem hirarki memorinya, yaitu cache memory dan bentuk lain
dari secondary memory seperti rotating magnetic memory, optical memory, dan sequntially
access memory. Akan tetapi, masing-masing level ini hanya sebuah penyempurnaan salah satu
dari tiga level dasar yang telah dijelaskan sebelumnya.
Bagian dari sistem operasi yang mengatur hirarki memori disebut dengan memory
manager. Di era multiprogramming ini, memory manager digunakan untuk mencegah satu
proses dari penulisan dan pembacaan oleh proses lain yang dilokasikan di primary memory,
mengatur swapping antara memori utama dan disk ketika memori utama terlalu kecil untuk
memegang semua proses.
1.2 Rumusan Masalah
1. Bagaimana konsep dasar Manajemen Memori ?
1

2. Apa pengertian dari Paging ?


3. Apa pengertian dari Multi-Level Paging ?
4. Bagaimana contoh Translasi alamat pada sistem Paging ?

1.3 Tujuan
1. Mengetahui konsep dasar Manajemen Memori.
2. Mengetahui pengertian dari Paging.
3. Mengetahui pengertian Multi-Level Paging.
4. Memahami berbagai contoh Translasi alamat pada sistem Paging.

BAB II. PEMBAHASAN

2.1 Manajemen Memori


Manajemen memori adalah suatu kegiatan untuk mengelola memori komputer. Proses ini
menyediakan cara untuk mengalokasikan memori untuk proses atas permintaan mereka,
membebaskan untuk digunakan kembali ketika tidak lagi diperlukan serta menjaga alokasi ruang
memori bagi proses. Manajemen memori utama sangat penting untuk sistem komputer, penting
untuk memproses dan fasilitas masukan/keluaran secara efisien, sehingga memori dapat
menampung sebanyak mungkin proses dan sebagai upaya agar pemogram atau proses tidak
dibatasi kapasitas memori fisik di sistem komputer.
Tujuan utama manajemen memori adalah konsep meletakkan ruang alamat logika ke
ruang alamat fisik, oleh karena itu konsep alamat logika dan alamat fisik menjadi hal yang
paling utama. Alamat logika adalah alamat yang digenerate (dibentuk) dan dibangkitkan oleh
CPU, atau sering disebut juga alamat virtual (virtual memory), sedangkan alamat fisik adalah
alamat yang terlihat oleh unit memori, dan digunakan untuk mengakses memori. Table page
(page table) digunakan untuk menerjemahkan (translasi) dari alamat logika ke alamat fisik . Hasil
skema waktu kompilasi dan waktu pengikatan alamat pada alamat logika dan alamat memori
adalah sama. Tetapi hasil skema waktu pengikatan alamat waktu eksekusi berbeda. dikarenakan
alamat logika disebut dengan alamat maya (virtual address).
Setiap alamat dibangkitkan oleh CPU, dengan membaginya ke dalam 2 bagian yaitu :
Page number (p) digunakan sebagai indeks ke dalam table page (page table). Page table berisi
alamat basis dari setiap page pada memori fisik.
Page offset (d) mengkombinasikan alamat basis dengan page offset untuk mendefinisikan
alamat memori fisik yang dikirim ke unit memori.

2.2 Pengertian Paging


Paging adalah suatu metode yang memungkinkan suatu alamat fisik memori yang
tersedia dapat tidak berurutan. Paging dapat menjadi solusi untuk pemecahan masalah luar.
Paging dapat mencegah masalah penting dari pengepasan besarnya ukuran memori yang
bervariasi kedalam penyimpanan cadangan. Biasanya bagian yang mendukung untuk paging
telah ditangani oleh perangkat keras. Paging merupakan kemungkinan solusi untuk
permasalahan fragmentasi eksternal dimana ruang alamat logika tidak berurutan, fungsi dari
paging mengijinkan sebuah proses dialokasikan pada memori fisik yang terakhir tersedia. Jadi
metode yang digunakan adalah dengan memecah memori fisik menjadi blok-blok berukuran
tetap yang akan disebut sebagai frame. Selanjutnya memori logis akan dipecah juga menjadi
ukuran-ukuran tertentu berupa blok-blok yang sama disebut sebagai halaman (page). Selanjutnya
akan dibuatkan sebuah tabel halaman yang akan menerjemahkan memori logis kita kedalam
memori fisik. Jika suatu proses ingin dieksekusi maka memori logis akan melihat dimanakah dia
akan ditempatkan di memori fisik dengan melihat kedalam tabel halamannya. Untuk
menjalankan program dengan ukuran n page, perlu menemukan n frame bebas terlebih dahulu
dan meletakkan program pada frame tersebut. Ukuran page dan juga frame didefinisikan oleh
perangkat keras. Ukuran page merupakan bilangan 2 pangkat k, mulai 512 (29) s/d 8192 (213)
tergantung arsitektur computer. Bila ukuran ruang alamat logika 2m dan ukuran satu page adalah
2n address unit (byte/word) maka (m-n) bit orde tinggi dari alamat logika menunjukkan nomor
page (page number) dan n bit orde rendah menunjukkan page offset.
Pada paging, user memandang memori sebagai bagian terpisah dari memori fisik aktual.
Program user memandang memori sebagai satu ruang berurutan yang hanya berisi program user
tersebut. Faktanya, program user terpecah pada memori fisik, yang juga terdapat program lain.
Karena sistem operasi mengatur memori fisik, perlu diwaspadai lokasi detail dari memori fisik,
yaitu frame mana yang dialokasikan, frame mana yang tersedia, berapa jumlah frame dan lainlain. Informasi tersebut disimpan sebagai struktur data yang disebut frame table.
2.3 Pengertian Multilevel Paging
Model multilevel paging digunakan pada sistem yang mempunyai ruang alamat logika
yang sangat besar yaitu antara 232 s/d 264. Pada sistem ini, tabel page akan menjadi sangat
besar. Misalnya untuk sistem dengan ruang alamat logika 32 bit dan ukuran page 4K byte, maka
tabel page berisi 1 juta entry (232 / 212). Solusinya yaitu dengan melakukan partisi tabel ke
beberapa beberapa bagian yang lebih kecil.
4

Untuk sistem dengan ruang alamat logika 32 bit dapat dipecahkan menggunakan skema
two level paging. Pada skema ini alamat logika dibagi menjadi 20 bit untuk nomor page dan 12
bit untuk page offset. Karena tabel page juga merupakan page maka nomor page lebih jauh akan
dipecah menjadi 10 bit untuk nomor page dan 10 bit untuk page offset. Maka alamat logika
adalah sebagai berikut :

Dimana p1 adalah indeks ke table page luar dan p2 adalah displacement dalam page pada table
page luar. Untuk sistem dengan ruang alamat logika 64 bit tidak dapat menggunakan skema twolevel paging. Solusi yang digunakan adalah dengan membagi page table luar ke dalam bagian
yang lebih kecil : menggunakan skema three-level atau four-level paging. Multilevel paging
dapat berakibat pada performansi sistem. Untuk skema three-level paging, jika kita
menggunakan memori untuk menyimpan tabel, maka akan membutuhkan 4 kali akses memori.
Tetapi jika menggunakan cache dengan hit ratio 98%, effective access time menjadi 0.98 X 120
+ 0.02 X 420.

Skema translasi alamat pada two level


paging

Skema table page pada two level paging

2.4 Contoh

Translasi

Alamat

Pada

Sistem Paging

Tabel

Halaman

Bertingkat

(Hierarchical Paging)
Hierarchical

Paging

atau

pemberian halaman secara bertingkat


merupakan sebuah metode pemberian
halaman dengan cara membagi sebuah
page table menjadi beberapa page table
yang berukuran lebih kecil. Metode ini
merupakan solusi dari permasalahan
alokasi page table berukuran sangat besar pada main memory yang umumnya dihadapi
pada sistem komputer modern yang memiliki ruang alamat logika yang besar sekali
(mencapai 2 pangkat 32 sampai 2 pangkat 64).

Translasi Alamat pada Two-Level Paging

Tabel Halaman dengan Hash (Hashed Page Table)


Metode ini umumnya digunakan untuk menangani masalah ruang alamat logika yang

besarnya mencapai 64 bit karena struktur page table pada metode ini bisa menghemat
ruang memori dalam jumlah yang cukup besar.
Hashed page table menggunakan tabel hash sebagai page table-nya dengan ukuran yang
terbatas untuk menghemat ruang memori dan sebuah hash function untuk
mengalokasikan alamat virtual pada page table tersebut. Setiap entri/blok pada page table
berisi linked list yang menghubungkan elemen-elemen yang di- hash ke lokasi yang
sama. page table berisi linked list yang menghubungkan elemen-elemen yang di- hash ke
lokasi yang sama.
Ilustrasi Translasi Multilevel Page

BAB III. PENUTUP


3.1 Kesimpulan
Manajemen memori adalah suatu kegiatan untuk mengelola memori komputer.
Manajemen memori utama sangat penting untuk sistem komputer, penting untuk memproses dan
fasilitas masukan/keluaran secara efisien, sehingga memori dapat menampung sebanyak
mungkin proses dan sebagai upaya agar pemogram atau proses tidak dibatasi kapasitas memori
fisik di sistem komputer. Paging adalah suatu metode yang memungkinkan suatu alamat fisik
memori yang tersedia dapat tidak berurutan. Fungsi dari paging mengijinkan sebuah proses
dialokasikan pada memori fisik yang terakhir tersedia. Paging merupakan kemungkinan solusi
untuk permasalahan fragmentasi eksternal dimana ruang alamat logika tidak berurutan , paging
dapat mencegah masalah penting dari pengepasan besarnya ukuran memori yang bervariasi
kedalam penyimpanan cadangan.

DAFTAR PUSTAKA
Wahyu Saraswati. 2014. Latar Belakang Ruang Alamat Logika dan Ruang Alamat Fisik
Swapping
Alokasi
berurutan
Paging.
https://www.academia.edu/9526470/Latar_Belakang_Ruang_Alamat_Logika_dan_Ruang_Alam
at_Fisik_Swapping_Alokasi_berurutan_Paging, diakses pada tanggal 5 Februari 2016
Anon.
ftp://ftp.gunadarma.ac.id/linux/docs/v06/Kuliah/SistemOperasi/BUKU/SistemOperasi4.X-2/pt01.html, diakses pada tanggal 5 Februari 2016
Heri
Kurniawan.
2009.
http://ocw.ui.ac.id/materials/12.01_FASILKOM/IKI20230__Sistem_Operasi/04-SO0910-Struktur_Page_Table.pdf, diakses pada tanggal 5 Februari 2016