Anda di halaman 1dari 15

ORNAMEN MESJID

Sebenarnya desain arsitektur Masjid tidak secara eksplisit dijelaskan


dalam

Al-Quran maupun Al-Hadits, namun di dalam

hadits

Rasulullah

bersabda:sesungguhnya Allah itu indah dan Allah menyukai keindahan.


Namun demikian, karena keindahan itu
berubah

sesuai dengan perkembangan zaman,

menyerahkan
masjid

bersifat relatif, maka dapat

sepenuhnya

karena

Muhammada

kepada

semata-mata

maka

Allah

manusia tentang

masalah

dunia. Dalam

SWT

bangunan
hal

ini Nabi

SAW bersabda:Kalian lebih tau dalam urusan dunia

kalian. Hal ini mengindikasikan bahwa dalam persoalan dunia umat Islam
diberi kebebasan untuk
merupakan

peuan

melakukan

bagi

kreatifitas.

umat

Islam

Di

sini

juga

untuk merencanakan dan

membangun masjid yang indah dan megah asal masih dalam batas-batas
ajaran Islam. Batasa-batasan itu adalah sebagai berikut :
1.

Tidak

boleh

lain(Tasyabbuuh),

menyerupai

produk

budaya

seperti gereja, kelenteng, candi dan bengunan ibadah

lainnya. Artinya secara sepintas saja orang akan langsung


bangunan

agama

masjid, dengan

ciri khasnya, sepeti

mengenali

menara, kubah, dan

lain-lainnya.
2. Masjid hendaknya mencerminkan simbol ajaran Islam. Seperti
segitiga merupakan simbol Iman, Islam dan Ihsan merupakan pondasi segi
enam sebagai simbol Rukun Islam, dan lain-lain.
3. Tidak
indah

lalu

keindahan
menghiraukan

boleh

berlebihan

(ishraf),

semena-mena melebihi
yang

wajar,

fungsi,

keindahan

karena

Allah

jangan

kebutuhan

karena

yang dituntut

ingin
oleh

jangan menjadi tujuan tanpa


tidak

menyukai

orang

yang

berlebihan(Q.S. Al-Araf: 31).


Jenis Ornamen pada Masjid antara lain :
Kaligrafi
Kaligrafi Islam atau kaligrafi Arab merupakan seni tulisan tangan

indah yang berkembang di negara-negara dengan warisan budaya Islam.


Tulisan-tulisan yang dibuat dalam kaligrafi umumnya menyitir ayat-ayat
Al-Quran dan dijadikan salah satu sarana untuk melestarikan Al-Quran.

Sejarah Munculnya Ragam Kaligraf


Jenis jenis Kaligrafi Islam dibedakan berdasarkan bentuk huruf dan
fungsi tulisan tersebut. Tulisan untuk dokumen dokumen resmi misalnya,
menggunakan jenis jenis kaligrafi tertentu yang berbeda dengan tulisan
tulisan kaligrafi untuk hiasan dan sampul sampul buku. Para tokoh
kaligrafi, sejak abad ke-3 H / 9 M telah mengembangkan beragam jenis
tulisan dan memberikan nama nama tertentu untuk membedakannya
dengan yang lain.
Maka banyaklah sebutan sebutan untuk jenis jenis kaligrafi. Sebutan
sebutan itu cukup membingungkan karena satu jenis tulisan kaligrafi
disebut dengan nama nama yang bermacam macam
Ibnu Nadim menyebutkan ada 40 jenis kaligrafi dengan sebutan
sendiri

sendiri.

Sementara

Muhammad

Bin

Sulaiman

al-Rawandi

menyebutnya ada 70. Yang lain menyebutkan ada 150 jenis kaligrafi.
Bahkan ada yang menyebutkan 120 jenis untuk kaligrafi model kufi saja
Sebagai misal, nama nama jenis kaligrafi saat itu antara lain : jalil,
tsulus, tsulutsain, tsulus tsaqil, gubar, tumar, lu'lu'iy, musalsal, mudabbaj,
masyaq,

tajawid,

seterusnya.

muhaqqaq,

munamnam,

musahham, mabsuth dan

Jenis Jenis Kaligraf Asasi


Dari penjelasan diatas, apa yang mereka sebut sebagai jenis jenis kaligrafi
itu, sebenarnya bukan jenis jenis yang betul betul memiliki karakteristik
sendiri. Banyak bentuk yang mirip satu sama lain, sehingga bisa
dimasukkan

dalam

satu

kategori

saja.

Maka

pada

perkembangan

selanjutnya, secara alami, ada nama nama jenis kaligrafi yang unggul dan
digunakan sampai sekarang, ada juga yang pelan pelan dilupakan
orang.Jenis jenis kaligrafi tersebut pada akhirnya menjadi paten dan
memiliki kaidah kaidah masing masing. Jenis jenis kaligrafi tersebut yang
masih dikenal pada masa kini antara lain :
1. Kuf
Adalah jenis tulisan kaligrafi tertua yang dikenal dalam Islam.
Dengan tulisan Kufi ini Al-Qurn pertama kali ditulis (dengan kufi
sederhana yang disebut kufi masohif). Ciri utamanya adalah torehannya
kaku bersudut, karena mulanya memang ditorehkan dengan pisau diatas
tulang, batu batu, atau pelepah kurma.
Nama Kufi diambil dari nama kota Kufah di Irak, kota yang dibangun
oleh Khalifah Umar bin Al-Khattab. Kaligrafi Kufi kemudian berkembang
menjadi sangat indah pada masa Daulah Abbasiyah, dengan memasukkan
unsur

unsur

hiasan

dan

ornamen

khas

kedalamnya.

Kufi asli memiliki ciri ciri tidak bertitik, dan tidak bersyakal serta
dibiarkan asli tanpa hiasan. Sedangkan Kufi yang sudah berkembang,
banyak mengambil bentuk bentuk yang lebih beragam, dan banyak
digunakan dalam karya karya arsitektur, untuk menghiasi masjid, makam,
dan istana raja raja.

Kufi Karya Jamal Isa al-Kabbasyi berbunyi : wa min haitsu kharajta


fa walli wajhaka syatrol masjidil harom...(al Baqarah : 150)

Kaligrafi Allah & Muhammad menggunakan khat kufi kontemporer dibuat dari
bahan stainless hairline, album di Masjid Al Abrar Islamic Center Tabalong Kalsel
(kanan)

2.

Naskhi
Jenis Tulisan ini muncul pada akhir abad ke 5 Hijriyah. Ini adalah

jenis kaligrafi modifikasi dari tulisan Kufi dengan bentuk yang lebih lentur.
Ia muncul mengiringi maraknya penulisan buku dan Al-Quran. Karena itu
ia disebut "naskh" yang berarti naskah. Karena secara luas digunakan
untuk "naskh al-Quran". Pada awal kemunculannya, jenis kaligrafi ini
disebut "badi' " . Kaidah kaidah kaligrafi ini di sempurnakan oleh al- Wazir
Ibnu Muqlah.
Kaligrafi Naskhi ini memiliki karakteristik lembut, dan jelas dibaca. Apalagi
bila kemudian diberi syakal dan titik. Naskhi tidak digunakan dalam
bentuk "tarkib" (bertumpuk tumpuk seperti halnya Tsuluts), melainkan
datar mengikuti garis. Pada masa belakangan, gaya naskhi menjadi
tulisan baku untuk buku buku dan karya karya ilmiyah (termasuk untuk
penulisan menggunakan mesin cetak dan komputer).

Kaligrafi jenis Naskhi ini biasanya diajarkan pertama kali sebelum


mempelajari yang lain. Perlu latihan tekun dan banyak pengulangan untuk
benar benar menguasainya.

Naskhi berisi ucapan ucapan Ali r.a ketika menceritakan sifat sifat Nabi SAW

3.

Masjid di Masjid Riyadul Muttaqin Airtiris Kabupaten Kampar

Farisi / Nastaliq

Disebut FARISI karena ia muncul dan populer dinegeri negeri Persia


(Farsi). Disebut TA'LIQ, karena cara penulisannya seperti gaya penulisan
catatan kaki yang lazimnya miring kebawah dari kanan kekiri. Disebut
NASTALIQ karena fungsinya mirip dengan Naskhi yaitu sebagai tulisan
standar bagi buku buku pengetahuan (sampai hari ini buku buku
pengetahuan berbahasa Persia dan website website mereka masih
menggunakan Farisi disamping Sikasteh). Jadi Nasta'liq adalah gabungan
dari
kata
Naskh
dan
Ta'liq.
Untuk menguasai tulisan ini pun sangat sulit dan perlu latihan yang
banyak. Kadang kadang diperlukan dua mata pena untuk menuliskannya
karena satu huruf memiliki ketebalan yang berbeda. Para Ustadz kaligrafi
berkata :
"Siapa yang belum menguasai kaligrafi Farisi dan Tsulutsy, maka ia
belum disebut khattat".
Berikut ini contoh Farisi :

Kaligrafi Farisi berbunyi


kullu ilmin laisa fil qirthasi dhoo' -- kullu syarrin jaawazal isnaini syaa'
"semua ilmu, yang tidak ditulis dikertas akan hilang -- Semua kejahatan yang
terulang dua kali akan tersiar "

4.

Tsulus
Ini adalah jenis kaligrafi yang paling gagah, mewah dan elegan.

Sebagaimana dikatakan, tsuluts menjadi syarat bagi seseorang untuk


digelari "khattaat", karena memang sangat sulit mempelajarinya. Kaligrafi
tsuluts dibagi 2 :

Tsuluts

'aady atau

tsuluts

biasa.

Ditulis

menggunakan

pena

berukuran minimal 4 mm, ditulis dengan gaya biasa, jarang dibuat


menjadi bentuk bentuk yang rumit.

Tsuluts jaliy ditulis dengan pena berukuran dua kali lipat tsuluts
biasa, dan sering dikreasikan dalam bentuk bentuk yang rumit.

Misalnya bentuk murokkab (bersusun susun), model ma'kus atau


mutanadzir (berpantulan), dan bentuk bentuk binatang.
Tsuluts biasa dan tsuluts jaly, tidak memiliki banyak perbedaan. Hanya
ukuran pena saja yang membedakan keduanya. Karena itu tsuluts jali
masih dianggap bagian dari tsuluts.

Tsuluts ady karya Usman Ozcay berisi maqolah tentang mencintai Allah

Tsuluts Jaliy (Jaliy Tsuluts) karya Dawud Bektasy dibentuk murokkab


(bertumpuk tumpuk) berbunyi : maa kaana Muhammadun abaa ahadin min
rijalikum...)

5.

Tsuluts jaliy ma'kus (berpantulan) karya Hasyim Muhammad berbunyi :


"wamaa utitum minal ilmi illa qalilan".

Diwany

Jenis Kaligrafi ini sempat menjadi tulisan yang dirahasiakan oleh


Daulah Usmaniyah karena keindahannya. Selanjutnya, setelah Sultan
Muhammad Al Fatih berhasil menaklukkan Konstantinopel tahun 857 H,
penggunaan Diwany mulai dipublikasikan meski terbatas pada penulisan
diwan diwan resmi (pembukuan dokumen) Kerajaan Usmaniyah. Dan dari
situlah jenis kaligrafi ini memperoleh namanya.
Sering disebutkan, bahwa yang pertama kali meletakkan kaidah
kaidah Diwany adalah Ibrahim Munif At Turki. Selanjutnya Diwany memiliki
tiga aliran gaya yaitu : gaya Turki, gaya Mesir, dan gaya Baghdad.
Keindahan Diwany terletak pada keluwesannya dan banyak menggunakan
huruf huruf memutar.

Diwany karya Taj Sirr Sayyid Ahmad.


Isinya hadis nabi : ayyuhan-naas inna lakum malima fantahuu ilaa
mlimikum...dst

Diwany memiliki kreasi selanjutnya yang disebut diwany jaliy.


Sebagian besar bentuk hurufnya mirip dengan diwany biasa, hanya saja
hiasannya lebih "ramai". Juga dibedakan dengan adanya mahkota
mahkota di kepala kepala hurufnya. Penulisannya juga menggunakan
pena berukuran lebih besar dan biasanya menggunakan 2 mata pena :
pena besar untuk tulisan dan pena kecil untuk hiasan.
Diwani Jaly meskipun mengambil nama "diwani", ia harus dianggap
sebagai jenis kaligrafi tersendiri karena bentuknya berbeda dengan diwani
biasa. Hanya saja kebanyakan kaligrafer dan para peneliti, tidak
menjadikan diwani jali sebagai jenis tersendiri karena dikembangkan oleh
orang yang sama yang mengembangkan diwani biasa, antara lain Gazlan
Bik. Berikut contoh dan diwani jaliy :

Diwani Jali indah karya Jalal Amin Solih berisi kutipan hadis :
"kalimatani khofifatani alal-lisan tsaqilatani fil mizan...dst".

6. Riq'ah
Riq'ah atau ruq'ah adalah tulisan yang sangat indah, tetapi sangat
sederhana dan mudah dipelajari. Rata rata khattaat menguasai tulisan
gaya ini. Hanya saja, karena watak tulisannya yang bisa ditorehkan
dengan cepat, kaligrafi ini jarang benar benar diberikan roh sebagai
sebuah karya seni.
Yang pertama meletakkan kaidah kaidahnya adalah Musytasyar
Mumtaz Bik seorang pengajar kaligrafi Sultan Abdul Majid Khan seorang
raja Dinasty Usmani pada tahun 1280 H. Kemudian kaidah kaidahnya
disempurnakan oleh Muhammad Izzat At-Turky. Ciri khas riq'ah adalah
tidak menggunakan harokat dan hiasan. Berikut ini contohnya :

Riqh Karya Abdurrahman Yusuf Hamid.


Berisi petikan hadis nabi tentang sayyidul istighfar.
Hiasan Geometris
Motif geometris populer dalam dunia seni Islam dan dipakai untuk
mendekorasi berbagai media, seperti dinding, lantai, langit-langit, vas
bunga, lampu, buku, dan tekstil.
Pola-pola geometris yang digunakan umumnya berbentuk lingkaran,
segitiga, persegi, dan segi enam. Perpaduan pola-pola geometris ini
mampu menghasilkan hiasan yang indah dan khas.

Arabesque
Arabesk (arabesque) adalah gambar atau ukiran yang bermotifkan
sulur, daun, cabang, atau pohon. Bentuk ornamen tumbuhan yang
geometris dan terukur ini terlihat menarik dengan nuansa modern
kontemporer.
Seniman muslim mengembangkan seni arabesk dari budaya era
Bizantium. Dalam penerapannya, bentuk arabesk bisa dikombinasikan
dengan kaligrafi dan ornamen geometris.

Macam-macam Ornamen Ditinjau dari keberadaannya / posisi dalam


bangunan Pada dasarnya ornamen di bagi 2 di tinjau dari keberadaannya
terhadap bangunan yaitu :
a. Ornamen yang berada di luar ruangan ( eksterior )
Ornamen eksterior memiliki pengertian semua bentuk ornamen
maupun hiasan baik yang menempel atau dilekatkan diluar bangunan
secara langsung maupun tidak langsung yang mendukung fungsi serta
nilai estetis bangunan tersebut serta dapat merangkum secara umum dan
menyeluruh

sifatnya,

guna

memberikan

ciri

yang

khusus,

seperti

Ornamen pada lispalank, ornamen pada pagar bangunan,ornamen pada

konsol, ornamen pada tiang bendera,dsb.


b. Ornamen yang berada di dalam ruangan ( interior )

Ornamen interior memiliki pengertian semua bentuk ornamen


maupun hiasan yang dilekatkan di dalam sebuah ruangan yang secara
langsung maupun tidak langsung mendukung fungsi serta nilai estetis
ruangan tersebut serta dapat merangkum secara umum dan menyeluruh
sifatnya, guna memberikan ciri yang khusus, antara lain hal tersebut akan
terdapat pada unsur-unsur, bidang, ritme, garis, warna dan kaitannya satu
sama lain, yang kemudian berpadu membentuk satu kesatuan. Ornamen
ruang dapat digolongkan menjadi :

Ornamen pada dinding

Ornamen yang menyatu dengan dinding atau bahkan merupakan


elemen pembentuk dinding yakni ornamen yang berupa relief, baik
dinding yang langsung dipahat maupun relief batu yang ditanam sebagi
dinding. Adapun fungsi dari relief itu adalah menampilakn nilai estetik
ruangan. Ornamen pada dinding dapat berfungsi sebagai pelengkap /
penghias dinding yang sifatnya hanya temporer artinya dapat diganti
sesuai keinginan.

Ornamen pada lantai

Fungsi ornamen pada lantai, di samping sebagi unsur pengarah juga


berfungsi sebagai pembatas dan penghias ruang. Ornamen tersebut
biasanya pada ruang-ruang yang mempunyai kesan kosong, misalnya
pada sudut ruangan dimana ruang tersebut kurang mempunyai nilai
estetis sehingga perlu ornamen sebagi penghias. Untuk ornamen yang
berfungsi sebagai pengarah atau pembatas ruang, misalnya pada ruang
duduk dan selasar dapat berupa keramik, karpet, dll.

Ornamen pada langit-langit ( Plafond )

Ornamen pada plafon umumnya berupa hiasan yang membentuk


suatu pola keteraturan yang berfungsi sebagai unsur estetis yang
menimbulkan kesan indah maupun kesan luas. Ornamen pada konstruksi
bangunan Ornamen pada konstruksi bangunan umumnya digunakan
untuk memperindah suatu konstruksi agar tidak terlihat polosan

Mosque (Masjid Jami Abbasi)

Masjid

Sultan

Ahmed,

Turki

Masjid Yeni Valide, Turki

Masjid Sheikh Lutfollah, Iran


Sumber : http://kaligrafi--islam.blogspot.co.id/2015/01/jenis-jenis-khatarab-kaligrafi-islam.html

http://grcartikon.co.id/ornamen-masjid-di-indonesia/