Anda di halaman 1dari 8

1.

Masalah sosial yang disebabkan oleh factor ekonomi


Menunjukkan adanya keadaan dimana terjadi ketidak mampuan untuk
memenuhi kebutuhan pokok/dasar hisup sendiri secara layak. Misalnya :
kemiskinan, pengangguran, anak jalanan.
2. Masalah sosial yang disebabkan oleh factor budaya.
Menunjukkan adanya ketidak sesuaian pelaksanaan nilai , norma dan
kepentingan sosial akibat adanya proses perubahan sosial dan pola
maasyarakat heterogen/multicultural. Masalah yang muncul misalnya :
kenakalan remaja, konflik antar etnik. Diskriminasi gender, pengakuan hak
milik kebudayaan lintas Negara.
3. Masalah sosial yang disebabkab oleh factor biologis.
Menuujukkan adanya ketidak sesuaian keadaan lingkungan yang berpotensi
menimbulkan ketidak stabilan kondisi biologis masyarakat. Misalnya : wabah
penyakit, termasuk penyakit syaraf, virus penyakit baru.
4. Masalah sosial yanh disebabkan oleh factor sosial.
Terjadi akibat nilai dan norma tidak diakomodasi dalam setiap perilaku
individu. Misalnya : kejahatan/kriminalitas. Pelecehan seksual, korupsi dan
terorisme.
Berikut ini beberapa cara mengatasi masalah sosial.
a. Meningkatkan pemerataan pembangunan dan pendidikan
b. Menyediakan modal usaha
c. Meningkatkan kesadaran sosial
d. Mensosialisasikan nilai dan norma secara terus menerus
e. Mempertegas sanksi sosial bagi para pelanggar.

A. Pengertian Nilai Sosial


Dalam sosiologi, nilai didefinisikan sebagai konsepsi (pemikiran) abstrak dalam diri manusia
mengenai apa yang dianggap baik dan apa yang dianggap buruk. Nilai (value) merupakan suatu
ukuran, patokan, anggapan dan keyakinan yang menjadi panutan orang banyak dalam suatu
masyarakat tertentu agar dapat diperoleh sesuatu yang dianggap benar, pantas, luhur dan baik.
B. Macam-macam Nilai Sosial
Prof. Dr. Notonegoro membagi nilai menjadi tiga :
1. Nilai material, yakni meliputi berbagai konsepsi yang berkaitan dengan segala sesuatu
yang berguna bagi jasmani manusia
2. Nilai vital, yakni meliputi berbagai konsepsi yang berkaitan dengan segala sesuatu yang
berguna bagi manusia dalam melaksanakan berbagai aktivitas

3. Nilai kerohanian, yakni meliputi berbagai konsepsi yang berkaitan dengan segala sesuatu
yang berhubungan dengan kebutuhan rohani manusia seperti: nilai kebenaran, nilai
keindahan, nilai moral, dan nilai keagamaan
C. Ciri-Ciri Nilai Sosial
Beberapa ciri nilai sosial adalah :
1. Merupakan konstruksi masyarakat sebagai hasil interaksi antarwarga masyarakat
2. Disebarkan di antara warga masyarakat (bukan bawaan sejak lahir)
3. Terbentuk melalui sosialisasi (proses belajar)
4. Merupakan bagian dari usaha pemenuhan kebutuhan dan kepuasan sosial manusia
5. Dapat mempengaruhi perkembangan diri seseorang
D. Fungsi Nilai Sosial
Fungsi nilai sosial adalah sebagai berikut :
1. Dapat menyumbangkan seperangkat alat untuk menetapkan harga sosial dari suatu
kelompok
2. Dapat mengarahkan masyarakat dalam berpikir dan bertingkah laku
3. Sebagai penentu terakhir manusia dalam memenuhi peranan-peranan sosial
4. Sebagai alat solidaritas di kalangan anggota kelompok
E. Pengertian Norma Sosial
Norma sosial merupakan ukuran yang digunakan oleh masyarakat untuk mengukur apakah
tindakan yang dilakukan merupakan tindakan yang wajar dan dapat diterima ataukah merupakan
tindakan yang menyimpang karena tidak sesuai dengan harapan sebagian besar warga
masyarakat.
F. Tingkatan Tingkatan Norma dalam Masyarakat
Dilihat dari kekuatan mengikat terhadap anggota masyarakat, norma dibedakan :

1. Cara (usage) adalah norma yang paling lemah daya pengikatnya karena orang yang
melanggar hanya mendapat sanksi dari masyarakat berupa cemoohan atau ejekan saja.
2. Kebiasaan (folkways) adalah suatu aturan dengan kekuatan mengikat yang lebih kuat
daripada usage karena kebiasaan merupakan perbuatan yang dilakukan berulang-ulang
dan orang menyukainya.
3. Tata Kelakuan (mores) adalah aturan yang sudah diterima masyarakat dan dijadikan alat
pengawas atau control,secara sadar atau tidak sadar oleh masyarakat kepada anggotaanggotanya.
4. Adat istiadat (custom) merupakan norma yang tidak tertulis namun sangat kuat mengikat,
sehingga anggota-anggota masyarakat yang melangga akan menderita, karena sanksi
keras.
5. Hukum (law) merupakan norma yang bersifat formal dan berupa aturan tertulis.
G. Macam - Macam Norma
Noma-noma yang berlaku di masyarakat dapat diklasifikasikan dalam lima jenis, yaitu :
1. Norma agama, adalah suatu aturan yang berdasarkan ajaran atau kaidah suatu agama.
Norma ini bersifat mutlak.
2. Norma kesusilaan, didasarkan pada hati nurani atau akhlak manusia. Norma kesusilaan
bersifat universal. Misalnya: pembunuhan dan pemerkosaan pada umumnya ditolak oleh
setiap masyarakat di manapun.
3. Norma kesopanan, adalah norma yang berpangkal dari aturan tingkah laku yang berlaku
di masyarakat seperti cara berpakaian, cara bersikap dan berbicara.
4. Noma kebiasaan, merupakan hasil dari perbuatan yang dilakukan secara berulang-ulang
dalam bentuk yang sama sehingga menjadi kebiasaan. Contoh : kegiatan mudik
menjelang lebaran.
Perbedaan nilaidan norma

A. Nilai sosial
Nilai sosial adalah segala sesuatu yang dianggap baik dan benar serta dicita-citakan oleh warga
masyarakat. Fungsi nilai sosial adalah sebagai petunjuk arah dan pemersatu, pelindung,
pendorong atau motivator, pembentuk cara berpikir dan berperilaku secara ideal dalam
masyarakat, sebagai alat control dan menekan orang agar berbuat baik serta sebagai alat

solidaritas dalam masyarakat.


Macam-macam nilai sosial.
1. Berdasarkan cirinya :
a. Nilai dominan/nilai yang dianggap penting dibandingkan nilai yang lain
b. Nilai yang mendarah daging (internalized value) atau nilai yang telah mendarah daging
menjadi kebiasaan dan kepribadian.
2. Berdasar fungsinya
a. Nilai integrative, yaitu nlai yang ada dalam masyarakat berfungsi member tuntunan dan arahan
untuk mencapai cita-cita bersama.
b. Nilai disintegrative, yaitu nilai yang berorientasi kea rah disintegratratif, nilai tidak berlaku
umum, bersifat etnosentris, mengakibatkan konflik atau memecah belah.
3. Menurut Prof. Notonagoro
a. Nilai materiil, yaitu nilai yang berguna bagi kehidupan jasmani manusia
b. Nilai vital, yaitu segala sesuatu yang berguna bagi manusia untuk dapat beraktivitas.
c. Nilai kerohanian, yaitu segala sesuatu yang berguna bagi rohani manusia : nilai kebenaran
(bersumber pada akal), nilai keindahan/estetika (bersumber pada unsure perasaan), nilai
kebaikan/moral (bersumber pada unsure kehendak), nilai religious (besumber pada
kepercayaan/keyakinan manusia.
Ciri-ciri nilai :
1. Tercipta melalui interaksi anggota masyarakat
2. Diimbaskan dan diteruskan dari satu orang atau kelompok satu ke yang lain melalui interaksi
dan kontak.
3. Diperoleh, dipelajari dan dijadikan milik diri melalui proses belajar
4. Menjadi dasar dalam pemenuhan kebutuhan
5. Berkaitan antara nilai satu dengan yang lain
6. Berbeda antara masyarakat satu dengan yang lain
7. Mempengaruhi perrkembangan pribadi dalam masyarakat.
B. Norma sosial
Norma adalah peraturan tentang bagaimana sebaiknya manusia beperilaku dalam kehidupan.
Norma berfungsi sebagai acuan, tuntunan,dan pedoman tingkahlaku manusia dalam kehidupan
sehari-hari dalam masyarakat. Norma juga berperan sebagai cermin bagi anggota masyarakat
mengenai bagaimana seharusnya bertindak dan berperilaku secara pantas/wajar dan diterima oleh
masyarakat.
Berdasar daya ikatnya norms dibedakan :
1. Norma cara (usage)
Tatacara merupakan norma yang menunjuk pada suatu perbuatan dengan sanksi yang sangat
ringan, hanya sekedar berupa celaan atau dinyatakan tidak sopan oleh orang lain, misalnya : cara
memegang gelas ketika minum.
2. Norma kebiasaan (folikways)
Merupakan cara-cara bertindak yang digemari oleh masyarakat sehingga dilakukan oleh banyak

orang. Sanksi terhadap pelanggar berupa teguran atau sindiran, misalnya : mengucapkan salam
bila bertemu, membuang sampah pada tempatnya, dst.
3. Norma tata kelakuan (mores)
Merupakan norma yang bersumber pada filsafat, ajaran agama atau religi yang dianut
masyarakat. Pelanggarnya disebut jahat, misalnya : larangan berjudi, berzina, minum minuman
keras dll, sehingga memaksakan warga masyarakat untuk menyesuaikan tindakan atau
perbuatan-perbuatannya dan merupakan alat pengendalian sosial.
4. Norma adat itiadat (custom)
Merupakan norma yang tidak tertulis tetapi mengikat kuat warga masyarakat, sanksi bagi
pelanggarnya sangat keras dan berat, kadang-kadang sanksi tidak secara langsung dikenakan
pada pelaku tetapi dikenakan bagi seluruh keluarga, misalnya : berupa pengucilan, dikeluarkan
dari masyarakat, harus memenuhi persyaratan tertentu.
Berdasar kan sumbernya :
1. Norma agama (bersumber dari Tuhan YME)
2. Norma kesusilaan ( bersumber dari bisikan hati nurani, moral atau filsafat hidup)
3. Norma kesopanan (bersumber dari pergaulan masyarakat serta didasarkan pada kebiasaan,
kepatuhan, atau kepantasan yang berlaku dalam masyarakat)
4. Norma hukum (bersumber pda peraturan per Undang-undangan)
Kemiskinan

Jika dikaji secara lebih mendalam sebenarnya terdapat bentuk-bentuk dari kemiskinan itu sendiri.
Adapun bentuk kemiskinan tersebut adalah sebagai berikut.
Kemiskinan Struktural
Kemiskinan yang disebabkan akibat lemahnya sistem atau struktur sosial di dalam masyarakat.
Masyarakat miskin seolah-olah dibuat tidak berdaya akibat adanya pola kebijakan dan aturan
dari pemerintah selaku penguasa yang dianggap cenderung tidak berpihak apalagi
memperhatikan kondisi masyarakat miskin agar dapat lebih mandiri dan berdaya. Fenomena
sosial kemiskinan struktural ini dapat kita lihat dari terbatasnya akses masyarakat miskin
terhadap lapangan pekerjaan dan pendidikan secara layak dan bermartabat.
Kemiskinan Kultural
Kemiskinan ini berasal dari merosotnya moral dan mentalitas akibat kebudayaan yang diyakini
dan dianut oleh suatu masyarakat. Fenomena kemiskinan kultural itu dapat kita lihat dari sifatsifat yang seringkali dipertahankan di kalangan masyarakat yang masih miskin yang seharusnya
bisa ditanggulangi secara bersama-sama seperti sifat malas, tidak mau bekerja keras, selalu
menggantungkan hidupnya kepada belas kasihan orang lain, pasrah kepada nasib tanpa ada
kemauan untuk berusaha dan bekerja. Kemiskinan kultural ini masih dianggap sebagai masalah
sosial yang sangat serius dan harus ditangani agar masyarakat miskin dapat bangkit berdaya,
berusaha dan berjuang untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

RANGKUMAN

1) Untuk mengukur kemiskinan, BPS menggunakan konsep kemampuan memenuhi kebutuhan


dasar (basic needs approach). Dengan pendekatan ini, kemiskinan dipandang sebagai
ketidakmampuan dari sisi ekonomi untuk memenuhi kebutuhan dasar makanan dan bukan
makanan yang diukur dari sisi pengeluaran.
2) Jika dikaji secara lebih mendalam sebenarnya terdapat bentuk-bentuk dari kemiskinan itu
sendiri.
Korupsi

Korupsi merupakan salah satu bentuk kejahatan kerah putih (white collar crimes). Korupsi telah
menjadi gejala sosial yang sangat meresahkan masyarakat saat ini. Menurut Undang-Undang
Tindak Pidana Korupsi (UU No. 31 Tahun 2009 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi
dan UU No. 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999
Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi) secara garis besar, mencakup unsur-unsur di
antaranya:
perbuatan melawan hukum,
penyalahgunaan kewenangan, kesempatan, atau sarana,
memperkaya diri sendiri, orang lain, atau korporasi, dan
merugikan keuangan negara atau perekonomian negara.
Selain itu, terdapat beberapa jenis tindak pidana korupsi yang lain, di antaranya:
memberi atau menerima hadiah atau janji (penyuapan),
penggelapan dalam jabatan,
pemerasan dalam jabatan,
ikut serta dalam pengadaan barang fiktif (bagi pegawai negeri/penyelenggara negara), dan
menerima gratifikasi atau pemberian dari pihak lain sehubungan dengan jabatannya (bagi
pegawai negeri/penyelenggara negara).
Berdasarkan berbagai hal tersebut dan kriteria lainnya, korupsi dapat dibedakan sebagai berikut.
Korupsi Ekstarsif
Korupsi ekstarsif adalah korupsi yang mencakup suap dari pengusaha kepada penguasa untuk
memeroleh perlindungan dan kemudahan dalam usahanya.
Korupsi Manipulatif
Korupsi manipulatif adalah manipulasi yang dilakukan pengusaha dengan bantuan penguasa
untuk mengatur mekanisme kebijakan dan peraturan perundangan hingga sedemikian rupa agar
mendatangkan keuntungan bagi mereka.
Korupsi Nepotetik dan Kronisme
Korupsi nepotetik dan kronisme adalah perlakuan istimewa yang diberikan penguasa kepada
sanak audara dan orang-orang dekatnya dalam rekrutmen atau pembagian aktivitas yang
mendatangkan keuntungan sosial, ekonomi, maupun politik.
Korupsi Subversif
Korupsi subversif adalah korupsi yang merujuk pada korupsi yang merugikan keuangan negara

dan dapat mengancam stabilitas nasional. Korupsi merupakan tantangan serius bagi pemerintah.
Di dalam dunia politik, korupsi meruntuhkan demokrasi dan merusak tatanan pemerintahan yang
baik. Korupsi juga menghambat pembangunan ekonomi, karena mengakibatkan distorsi dan
ketidakefisienan di berbagai sektor. Oleh sebab itu, korupsi dapat dianggap sebagai gejala sosial
yang harus segera ditanggulangi dan diberantas secara bersama-sama.
Komisi Pemberantasan Korupsi atau disingkat KPK adalah lembaga pengendalian sosial di
Indonesia yang dibentuk berdasarkan UU Nomor 30 Tahun 2002 mengenai Komisi
Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi yang bertujuan untuk mengatasi, menanggulangi, dan
memberantas korupsi.
KPK tampaknya tidak cepat berpuas diri dengan hasil kerjanya. KPK pun mulai bergiat
membangun Sistem Integritas Nasional (SIN) yang memiliki sejumlah fase. Pencegahan diawali
dengan kajian secara menyeluruh terhadap peraturan atau prosedur yang dianggap potensial
memberi celah tindak pidana korupsi. Pada tahap selanjutnya, KPK akan memberikan
rekomendasi atau saran perbaikan. Tidak hanya itu, pencegahan yang terintegrasi juga mencakup
kegiatan koordinasi dan pengawasan. Pencegahan, berupa kegiatan pelaksanaan koordinasi,
melibatkan instansi lain yang bekerjasama melakukan usaha-usaha pencegahan korupsi dan
pengawasan berkaitan pelayanan publik.
KPK juga akan membuka penyadaran di hilir, yakni menyadarkan masyarakat luas terhadap
akibat yang ditimbulkan korupsi. Korupsi hendaknya dilihat sebagai bahaya terhadap eksistensi
negara. Lihat saja bahaya korupsi, di antaranya rubuhnya jembatan yang baru dibangun, jalan
umum baru yang kemudian lekas rusak, atau pendirian gedung yang tidak mampu bertahan lama.
Efek sosialnya pun turut mengkhawatirkan. Contohnya adalah penduduk miskin yang akan terus
hidup sengsara. Kekayaan negara yang seharusnya digunakan untuk peningkatan kesejahteraan
rakyat, malah dijadikan lahan memperkaya pribadi. Akibatnya, kepercayaan masyarakat kepada
para pengelola pemerintah menjadi pudar, sehingga melahirkan konflik baru di masyarakat.
RANGKUMAN

1) Korupsi merupakan salah satu bentuk kejahatan kerah putih (white collar crimes). Korupsi
telah menjadi gejala sosial yang sangat meresahkan masyarakat saat ini.
2) Komisi Pemberantasan Korupsi atau disingkat KPK adalah lembaga pengendalian sosial di
Indonesia yang dibentuk berdasarkan UU Nomor 30 Tahun 2002 mengenai Komisi
Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi yang bertujuan untuk mengatasi, menanggulangi, dan
memberantas korupsi.
Peran nilai dan norma

PERAN NILAI DAN NORMA DALAM MASYARAKAT.


A. Peran Nilai dalam masyarakat.
Nilai-nilai social dalam masyarakat diperlukan untuk mengrahkan anggota masyarakat yang
bersangkutan dalam berpikir dan bertingkah laku, sebagai alat solidaritas di kalangan anggot a
masyarakat tersebut dan juga sebagai alat control perilaku.
Dalam kehidupan masyarakat norma memiliki beberapa fungsi atau kegunaan yaitu sebagai :
1. Nilai merupakan factor pendorong, karena nilai merupakan cita-cita atau harapan
2. Merupakan petunjuk arah : cara berpikir dan bertindak, serta panduan untuk menentukan
pilihan.
3. Berperan sebagai alat pengawas dengan daya tekan dan pengikat tertentu.
4. Sebagai alat solidaritas dikalangan kelompok atau masyarakat
5. Sebagai benteng perlindungan atau penjaga stabilitas budaya kelompok atau masyarakat.
B. Peran Norma dalam masyarakat
Norma social diperlukan dalam suatu masyarakat karena masyarakat dalam usaha
mempertahankan kelangsungan hidupnya atau mencapai tingkat kesejahteraan yang diinginkan
memerlukan jaminan keamanan, dan untuk mendapatkan kondisi mendasar bagi kelangsungan
hidup, untuk keamanan tersebut diperlukan adanya ketertiban dalam derajat yang tinggi, serta
untuk mencapai derajat ketertiban yang tinggi diperlukan pengaturan sosio kutural serta sarana
bagi pelaksanaan pengaturan tersebut.
Dalam kehidupan masyarakat norma memiliki beberapa fungsi atau kegunaan yaitu sebagai :
1. Pedoman hidup yang berlaku bagi semua anggota masyarakat pada wilayah tertentu
2. Memberikan stabilitas dan keteraturan dalam kehidupan masyarakat
3. Mengikat warga masyarakat karena norma disertai sanksi dan aturan yang tegas bagi
pelanggarnya, sehingga memberikan efek jera kepada pelanggarnya.
4. Menciptakan kondisi dan suasana yang tertib dalam masyarakat.