Anda di halaman 1dari 20

A. Latar Belakang Masalah.

Dari seluruh negara yang ada di dunia, Indonesia merupakan salah satu
negara berkembang yang

jumlah penduduknya sangat besar. Sebagai negara

kepulauan, penduduk Indonesia memiliki persebaran yang tidak merata. Berbagai


masalah yang merupakan akibat dari persebaran penduduk yang tidak merata
kerap kali muncul dan mendesak pemerintah untuk dapat segera mungkin
bertindak untuk mengambil sebuah kebijakan.
Disamping itu, faktor pertumbuhan penduduk yang besar dengan
persebaran tidak merata serta rendahnya kualitas penduduk juga menjadi sumber
permasalahan yang berkaitan dengan kependudukan di Indonesia,khususnya di
kabupaten Sumba Barat Daya,Nusa Tenggara Timur. Pertumbuhan penduduk
yang pesat dan tidak merata serta tanpa diimbangi dengan pencapaian kualitas
SDM

yang

tinggi

mengakibatkan

munculnya

berbagai

permasalahan-

permasalahan kependudukan yang antara lainya yaitu : kemiskinan,kesehatan dan


pengangguran.
Dalam menyikapi berbagai permasalahan itu pemerintah berusaha
memperoleh data tentang kependudukan di Indonesia yang akurat untuk mampu
membuat pemetaan yang tepat guna menanggulangi masalah kependudukan baik
di tingkat lokal dan nasional. Data tersebut di perlukan untuk mampu membuat
sebuah program dalam rangka pengendalian jumlah dan pertumbuhan
penduduk,serta pemerataan persebaran penduduk.
Akan tetapi hingga saat ini perolehan data kependudukan di Indonesia
masih sangat tergantung pada hasil sensus dan survei atau data administrasi yang
di peroleh secara periodik dan masih bersifat agregat (makro). Kebutuhan data
mikro penduduk untuk identifikasi calon pemilih pemula,penyaluran dana
jaringan pengaman sosial,bantuan untuk miskin, beasiswa untuk wajib belajar dan

kegiatan perencanaan pembangunan di rasakan masih belum akurat karena tidak


diperoleh dengan cara registrasi. Atas dasar pertimbangan tersebut maka di
perlukan petunjuk pencatatan dan pemutakhiran biodata penduduk.
Dalam pengelolahan pendaftaran penduduk merupakan tanggung jawab
pemerintah kota/kabupaten, dimana dalam pelaksanaannya

diawali dari

desa/kelurahan selaku ujung tombak pendaftaran penduduk, hingga setiap warga


terdaftar secara administrasi sebagai warga negara Indonesia dan sesuai dengan
Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2006 tentang administrasi kependudukan.
Dalam pelayanan tersebut perlu dilakukan dengan benar dan cepat agar penduduk
sebagai pelanggan merasa dapat pelayanan yang memuaskan.
Sebagai salah satu langkah untuk membantu berbagai pekerjaan mengenai
pendaftaran kependudukan yang sesuai dengan berbagai standar yang diperlukan
maka pemerintah mulai membuat sebuah kebijakan dengan mengadakan program
yang dahulu dikenal dengan Sistem Informasi Manajemen Kependudukan
(SIMDUK) yang di buat sekitar tahun 1996. SIMDUK adalah sebuah kebijakan
yang diterapkan di daerah kabupaten/kota, dan ditujukan untuk menangani status
kependudukan dengan segala perubahannya. SIMDUK itu sendiri merupakan
suatu aplikasi untuk mengelola data kependudukan daerah yang meliputi Biodata
Penduduk,Kartu Keluarga (KK), Kartu Tanda Penduduk (KTP), dan Akta
Pencatatan

Sipil.

Aplikasinya

dapat

digunakan

untuk

mengelola

data

kependudukan pada kecamatan atau kelurahan yang lokasinya terpisah, akan


tetapi karena didasarkan pada basis internet maka dapat dikumpulkan di satu titik
yaitu Internet Data Center.
Akan tetapi pada pelaksanaanya di lapangan ternyata di dapati berbagai
kelemahan SIMDUK sebagai sebuah sistem untuk mengelola data kependudukan.
Di mana masih banyak terdapat pemalsuan identitas karena disebabkan kurang

detailnya data-data mengenai penduduk. Seperti yang terdapat di ibu kota


Jakarta,ditemukannya berbagai identitas ganda dengan nomor identitas yang
berbeda pula.
Selain itu dalam pemenuhan hak penduduk,terutama di bidang Pencatatan
Sipil, masih ditemukan penggolongan penduduk yang di dasarkan pada perlakuan
diskriminatif yang membeda-bedakan suku, keturunan, dan agama. Penggolongan
Penduduk dan Pelayanan diskriminatif yang demikian itu tidak sesuai dengan
Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
Kondisi tersebut mengakibatkan pengadministrasian kependudukan mengalami
kendala yang mendasar sebab sumber data kependudukan belum terkoordinasi dan
terintegrasi,serta terbatasnya cakupan pelaporan yang belum terwujud dalam suatu
sistem administrasi kependudukan yang utuh dan optimal.
Kondisi Sosial dan administrasi seperti yang di kemukan di atas tidak
memiliki sistem database kependudukan yang menunjang pelayanan administrasi
kependudukan. Kondisi itu harus di akhiri dengan pembentukan suatu sistem.
Administrasi Kependudukan yang sejalan dengan kemajuan teknologi informasi
dan

komunikasi

untuk

memenuhi

tuntutan

kependudukan yang profesional.


Berdasarkan berbagai evaluasi

masyarakat

terhadap

kebijakan

atas

pelayanan

SIMDUK

ini

pemerintah merasa perlu menggantinya dengan sebuah kebijakan baru. Kebijakan


baru itu tentunya juga lebih menjawab segala kebutuhan yang di perlukan untuk
melengkapi data kependudukan. Untuk membantu berbagai pekerjaan mengenai
pendaftaran kependudukan yang sesuai dengan berbagai standar yang diperlukan
maka pemerintah merumuskan sebuah kebijakan baru yaitu Sistem Informasi
Administrasi Kependudukan (SIAK).

SIAK merupakan sistem informasi yang memanfaatkan teknologi


informasi dan komunikasi untuk memfasilitasi pengelolaan informasi administrasi
kependudukan di tingkat penyelenggaraan dan instansi pelaksana sebagai satu
kesatuan yang di maksudkan untuk terselenggaranya Administrasi Kependudukan
dalam skala nasional yang terpadu dan tertib,terpenuhnya hak penduduk di bidang
administrasi kependudukan dengan pelayanan yang profesional dan tersedianya
data dan informasi mengenai pendaftaran penduduk dan pencatatan sipil pada
berbagai tingkatan secara akurat,lengkap,mutakhir,dan mudah di akses sehingga
menjadi acuan bagi perumusan kebijakan dan pembangunan pada umumnya.
SIAK bisa menjadi solusi dari berbagai permasalahan kependudukan yang
ada. Dengan adanya pengelolaan data secara online maka kelemahan-kelemahan
pengolahan data secara konvensional dapat ditekan. SIAK sendiri memberikan
banyak manfaat antara lain, hasil perhitungan dan pengelolaan data statistik
tersebut dapat di gunakan sebagai bahan perumusan dan penyempurnaan
kebijakan, strategi dan program bagi penyelenggaraan dan pelaksanaan
pembangunan di bidang kualitas, kuantitas, dan mobilitas penduduk, kepentingan
pembagunan lainnya. Serta penerapan SIAK ini di pengaruhi oleh beberapa faktor,
antara lain yaitu sarana dan prasarana,sumber daya manusia, dan sosialisasi.
Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2006 pasal 13 tentang
Nomor Induk Kependudukan maka pemerintah mengeluarkan sebuah peraturan
baru yang tertuang dalam PP Nomor 37 Tahun 2007 yang memuat tentang
pelaksanaan Undang-Undang Nomor 23 tahun 2006.
Salah satu latar belakang dibuatnya sistem ini tentunya untuk mampu
melakukan pemetaan yang tepat tentang komposisi penduduk,kepadatan
penduduk,masalah kemiskinan yang di hadapi penduduk di pelosok, serta melihat
kemajuan apa yang telah mampu dicapai oleh pemerintah untuk menanggulangi

kemiskinan dan kesehatan. Tentunya tujuan ini perlu koordinasi dengan dinas lain
yang bersangkutan. SIAK diharapkan mampu memberikan Nomor Induk
Penduduk yang telah terdaftar di Depdagri untuk memudahkan pemerintah pusat
dan daerah guna melihat permasalahan penduduk yang ada serta meningkatkan
kualitas pelayanan pendaftaran penduduk dan pencatatan sipil. Namun hingga saat
ini masih ada masyarakat Sumba Barat Daya yang belum memiliki nomor Induk
Penduduk tersebut, sehingga masih banyak masyarakat yang belum masuk
hitungan ataupun perkiraan dapat dibantu oleh pemerintah. Selain itu masyarakat
yang terdapat di wilayah pelosok Kabupaten Sumba Barat Daya sering kali belum
terjangkau pelayanan Publik yang di sediakan pemerintah daerah seperti
kesehatan dan pendidikan sehingga belum tercapai standar pelayanan minimal
yang menjadi tanggung jawab pemerintah.
Berdasarkan pemaparan di atas, penulis merasa tertarik untuk meneliti
tentang bagaimana efektifitas Implementasi program SIAK secara langsung di
lapangan yang meliputi tahapan-tahapannya,manfaat,permasalahan dan hasil yang
di peroleh oleh masyarakat. Oleh karena itu penulis mengangkatnya ke dalam
sebuah penelitian yang berjudul Efektivitas Implementasi Sistem Informasi
Administrasi Kependudukan terhadap pembuatan E-KTP Di Dinas Kependudukan
Dan Catatan Sipil Kabupaten Sumba Barat Daya.
B. Perumusan Masalah

Sebelum penulis merumuskan suatu permasalahan terlebih dahulu penulis


akan menguraikan pengertian dari masalah itu sendiri.
Menurut Sutrisno Hadi ( 1973 : 3 ) Masalah adalah kejadian yang
menimbulkan pertanyaan kenapa dan kenapa

Sedangkan Menurut Pariata Westra (1981 : 263 ) bahwa Suatu masalah


yang terjadi apabila seseorang berusaha mencoba suatu tujuan atau
percobaannya yang pertama untuk mencapai tujuan itu hingga berhasil
Uraian

pendapat tersebut di atas, maka penulis dapat menyimpulkan

bahwa masalah adalah suatu aktivitas yang menggerakkan manusia untuk


memecahkannya, di mana yang dipecahkan itu merupakan jawaban dari kesulitan
yang dihadapi. Kita mengetahui bahwa setiap aktivitas yang dilakukan oleh
manusia pasti ada hambatan dan rintangan, hendaknya kita berusaha untuk
mencari jalan keluar dengan cara memecahkan kesulitan atau masalah yang
sedang kita hadapi. Jika permasalahan itu sudah di pecahkan, maka tujuan yang
diinginkan akan tercapai.
Dari uraian tersebut,maka penulis akan merumuskan permasalahan yang
dihadapi sebagai berikut : Bagaimana Efektivitas Implementasi Sistem Informasi
Administrasi

Kependudukan

Terhadap

Pembuatan

E-KTP

Di

Dinas

Kependudukan Dan Catatan Sipil Kabupaten Sumba Barat Daya ?


C. Tujuan dan Kegunaan Penelitian
1. Tujuan
a. Mendiskripsikan Efektivitas

Implementasi

Sistem

Informasi

Administrasi Kependudukan Terhadap Pembuatan E-KTP Di Dinas


Kependudukan Dan Catatan Sipil Kabupaten Sumba Barat Daya.
b. Untuk dapat menerapkan teori-tori mengenai ilmu administrasi
sebagai pengetahuan ilmiah yang di peroleh di bangku kuliah.
2. Kegunaan Penelitian
Kegunaan yang di dapat dengan adanya penelitian ini sebagai berikut:
a. Bagi Pemerintah,penulis berharap agar penelitian ini dapat
memberikan

informasi

yang

berkaitan

dengan

Efektivitas

Implementasi Sistem Informasi Adminitrasi Kependudukan (SIAK),


dengan kata lain membantu pihak organisasi dalam hal menyadari
pentingnya Efektivitas Implementasi SIAK dalam meningkatkan
kualitas pelayanan publik.
b. Bagi akademik,dapat menambah wawasan dan pengetahuan penulis
terutama yang berkaitan dengan teori tentang administrasi dan
pembangunan umumnya dalam pembangunan bidang pelayanan
public,khususnya dalam Efektivitas Implementasi Sistem Informasi
Administrasi Kependudukan (SIAK). Serta dijadikan bahan referensi
bagi mereka yang juga akan penelitian di bidang yang sama.
D. TINJAUAN TEORITIS
Tinjauan teoritis di maksudkan untuk memberikan dasar-dasar teori dan
pencarian konsep-konsep tentang variabel-variabel yang menjadi pusat penelitian.
Sebagaimana telah disebutkan dalam permasalahan di atas,maka variabel yang
terkait dalam penelitian ini dinas kependudukan dan catatan sipil Kabupaten
sumba barat daya untuk penerapan SIAK sebagai variabel tunggal.
1. Pengertian Sistem
Menurut Robert G. dalam buku Al-barha bin ladjamudin (2005 :8),
mendefinisikan sistem sebagai seperangkat elemen-elemen yang terintegrasi
dengan maksud yang sama untuk mencapai suatu tujuan bersama.
Pengertian Sistem Menurut Jogianto (2007 : 2) dalam buku Analisis dan
Desain Sistem Informasi, Pendekatan Tersruktur Teori dan Praktek Aplikasi
Bisnis, mengemukakan bahwa :
sistem adalah kumpulan dari elemen-elemen yang berinteraksi untuk
mencapai suatu tujuan tertentu. Sistem ini menggambarkan suatu
7

kejadian-kejadian dan kesatuan yang nyata adalah suatu objek nyata,


seperti tempat,benda, dan orang-orang yang betul-betul ada dan terjadi.

2. Pengertian Informasi
Pengertian informasi, menurut Jadmudin (2005 : 13) dalam buku Analisis
dan Desain Sistem Informasi, informasi dapat didefinisikan:
informasi adalah data telah diolah menjadi suatu bentuk yang penting bagi si
penerima dan mempunyai nilai yang nyata atau yang dapat dirasakan dalam
keputusan -keputusan yang akan datang.
Azhar Susanto (2004:46) dalam bukunya Sistem Informasi Akuntansi,
menyatakan bahwa informasi adalah hasil pengolahan data yang memberikan
arti dan manfaat.
3. Pengertian sistem informasi
Pengertian Sistem Informasi, Menurut Wilkinson (2000:4) dalam buku
Sistem Akuntansi dan Informasi,mendefinisikan :
sistem informasi adalah suatu kerangka kerja dengan mana sumber daya
( manusia, komputer ) dikoordinasikan unutk mengubah masukan ( data )
menjadi keluaran ( informasi ), guna mencapai sasaran-sasaran perusahaan.
Sistem informasi adalah suatu sistem di dalam suatu organisasi yang
mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian yang mendukung
fungsi organisasi yang bersifat manajerial dalam kegiatan strategi dari suatu
organisasi untuk dapat menyediakan kepada pihak luar tertentu dengan
laporan laporan yang diperlukan. (Tata Sutabri, S.Kom., MM, 2005:36)
Sistem informasi menurut Robert A. Leitch dan K. Roscoe Davis
(Jogiyanto,2005:18) adalah suatu sistem di dalam suatu organisasi yang
mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian, mendukung operasi,
bersifat manajerial dan kegiatan strategi dari suatu organisasi dan
menyediakan pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang diperlukan.
9

Berdasarkan pendapat-pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa


sistem informasi adalah sekumpulan prosedur organisasi yang dilaksanakan untuk
mencapai suatu tujuan yaitu memberikan informasi bagi pengambil keputusan dan
untuk mengendalikan organisasi.
4. Pengertian administrasi
Pengertian Administrasi,Administrasi adalah kata kerja sedangkan kata
bendanya adalah administration dan kata sifatnya adalah administratiavus. Dalam
kegiatan sehari-hari untuk istilah administrasi di bagi menjadi dua bagian yaitu
:Administrasi dalam penegertian yang sempit menurut Silalahi (1994:5) dalam
bukunya yang berjudul Studi Tentang Ilmu Administrasi,adalah :
Penyusunan dan Pencatatan data dan informasi secara sistematis dengan maksud
menyediakan

keterangan serta mempermudahkan,memperoleh kembali secara

keseluruhan dan dalam hubungannya satu sama lain.


Sedangkan Administrasi dalam pengertian yang luas adalah seluruh proses
kerja sama satu orang atau lebih dalam mencapai tujuan bersama, (Simbolon,
2004:6 dalam bukunya yang berjudul Dasar-Dasar Administrasi dan Manajemen.
Sondang P. Siagian (1994:3) mengemukakan Administrasi adalah
keseluruhan proses kerjasama antara 2 orang atau lebih yang didasarkan atas
rasionalitas tertentu untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan sebelumnya

5. Pengertian Kependudukan

10

Kependudukan adalah hal-hal / sisfat-sifat sebagai penduduk; urusan


mengenai penduduk.(Kamus besar bahasa Indonesia, 1996,hal : 245).
Kependudukan adalah hal yang berkaitan dengan jumlah, pertumbuhan,
persebaran, mobilitas, kualitas, kondisi, kesejahteraan, yang menyangkut politik,
ekonomi, sosial, budaya, agama, serta lingkungan ( UU N0. 23 Tahun 2006).
Said Rusli (1988:7), dalam buku yang di tulis oleh Ramdani Wahyu yang
berjudul Ilmu Sosial Dasar, penduduk suatu negara atau daerah bisa didefiniskan
menjadi dua, yaitu orang yang tinggal didaerah tersebut dan orang yang secara
hukum berhak tinggal di daerah tersebut. Dengan kata lain, orang yang
mempunyai

surat resmi untuk tinggal,misalkan,bukti kewarganeagaraan,tetapi

memilih tinggal di daerah lain.


6. Pengertian Administrasi Kependudukan
Menurut Uli Parulian Sihombing (2009:1 ),dalam buku yang berjudul
Buku Saku untuk Kebebasan Beragama Memahami Kebijakan Administrasi
Kependudukan.
Administrasi Kependudukan adalah rangkaian kegiatan penataan dan penertiban
dalam penerbitan dokumen dan data kependudukan melalui pendaftaran
penduduk,pencatatan

sipil, pengelolaan

informasi

administrasi

kependudukan serta pendayagunaan hasilnya untuk pelayanan publik dan


pembangunan sektor lain.
Sedangkan secara formal di atur dalam peraturan pemerintah pada Undangundang No. 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan yang dimaksud
dengan Administrasi kependudukan adalah :

11

Administrasi Kependudukan adalah rangkaian kegiatan penataan dan


penerbitan dokumen dan data kependudukan melalui program
pendaftaran penduduk, pencatatan sipil, pengelolaan informasi
administrasi kependudukan serta pendayagunaan hasilnya untuk
pelayanan publik dan pembangunan sektor lain . (UU No. 23 Tahun
2006 : 4).
Dari uraian di atas dapat kita simpulkan bawah administrasi kependudukan
merupakan rangkaian kegiatan penataan data kependudukan melalui program
yang sudah di tetapakan oleh pemerintah untuk penertiban data-data
kependudkan.
7. Pengertian Sistem Informasi Administrasi Kependudukan
Sistem

Informasi

Adminstrasi

Kependudukan

adalah

sistem

informasi yang memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk


memfasilitasi pengelolaan informasi administrasi kependudukan di tingkat
penyelenggaraan dan instansi pelaksana sebagai satu kesatuan.
Sistem

Informasi

Administrasi

Kependudukan,

yaitu

suatu

sistem informasi yang disusun berdasarkan prosedur-prosedur dan memakai


standarisasi khusus

yang

bertujuan

menata

sistem

administrasi

kependudukan sehingga tercapai tertib administrasi di bidang kependudukan


Administrasi kependudukan meliputi Pendaftaran Penduduk dan Pencatatan
Sipil (Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kab. Abdya : 2011).

Menurut Undang-Undang nomor 23 tahun 2006 Pasal 1 Ayat 21 yang dikutip


oleh

Yuliastuti

Fajarsari

(2010:4-5),

Sistem

Informasi

Administrasi

Kependudukanyang selanjutnya disingkat SIAK adalah kependekan dari

12

Sistem InformasiAdministrasi Kependudukan, yang pengertiannya yaitu suatu


sistem informasi yang disusun berdasarkan prosedur-prosedur dan memakai
standarisasi khusus yang bertujuan menata sistem administrasi kependudukan
sehingga tercapai tertibadministrasi di bidang kependudukan.
E. Defenisi Konsepsional
Definisi konsepsional di susun dengan maksusd untuk dapat memberikan
penegasan atau batas bahwa pengertiandari masing-masing variabel penelitian
adalah seperti yang di ungkapkan disini.
Dengan demikian definisi konsepsional dari variabel penelitian ini dapat
dirumuskan sebagai berikut :
1. Sistem informasi.
Secara umum Sistem informasi dapat didefinisikan sebagai suatu
sistem di dalam suatu organisasi yang merupakan kombinasi dari
orang-orang, fasilitas, teknologi, media prosedur-prosedur dan
pengendalian yang ditujukan untuk mendapatkan jalur komunikasi
penting, memproses tipe transaksi rutin tertentu, memberi sinyal
kepada manajemen dan yang lainnya terhadap kejadian-kejadian
internal dan eksternal yang penting dan menyediakan suatu dasar
informasi untuk pengambilan keputusan.
2. Adminitrasi Kependudukan.
Administrasi Kependudukan adalah rangkaian kegiatan penataan dan
penertiban dalam penertiban dokumen dan data kependudukan melalui
Pendaftaran Penduduk, Pencatatan Sipil, Pengelolaan Informasi
penduduk serta pendayagunaan hasilnya untuk pelayanan publik &
Pembangunan sektor lain.
3. Sistem Informasi Administrasi Kependudukan.

13

Sistem Informasi Administrasi Kependudukan yaitu suatu sistem


informasi yang di susun berdasarkan prosedur-prosedur dan memakai
standarisasi khusus yang bertujuan menata sistem administrasi
kependudukan sehingga tercapai tertib administrasi di bidang
kependudukan.Administrasi

kependudukan

meliputi

Pendaftaran

Penduduk dan Pencatatan Sipil.


4. Pelayanan Public.
Pelayanan publik diartikan sebagai pemberi pelayanan ( melayani )
keperluan orang atau masyarakat yang mempunyai kepentingan pada
organisasi itu sesuai dengan aturan pokok dan tata cara yang
ditetapkan.
F. Definisi Operasional
Definisi operasional merupakan penjabaran sifat-sifat yang diamati atau
indikator dari masing-masing variabel penelitian yang telah didefinisikan. Adapun
definisi operasional dari variabel penelitian ini adalah sebagai berikut :
Sistem Informasi Administrasi Kependudukan dapat di ukur dari;
1. Pelaksanaan,dapat diukur dari :
a. Adanya Transparansi, yaitu pelayanan yang bersifat terbuka, muda
dan dapat diakses oleh semua pihak yang membutuhkan dan
disediakan secara memadai serta mudah dimengerti.
b. Adanya ketertiban administrasi yang dilakukan

oleh

dinas

kependudukan dan catatan sipil sesuai prosedur;


2. Kelengkapan,dapat diukur dari;
a. Adanya kelengkapan sarana prasarana di dinas kependudukan dan
catatan sipil
b. Adanya kelengkapan administrasi sesuai prosedure yang berlaku di
dinas kependudukan dan catatan sipil.
3. Ketelitian,dapat di ukur dari;
a. Adanya ketelitian dalam administrasi di dinas kependudukan dan catatan sipil.
b. Adanya kecermatan dalam administrasi kependudukan di dinas kependudukan
dan catatan sipil.
4. Efektivitas,dapat di ukur dari;
a. Adanya pemantauan sistem administrasi yang sedang berlaku.
b. Adanya hasil dalam administrasi yang baik.
5. Pengelolaan,dapat di ukur dari:

14

a. Adanya evaluasi terhadap berbagai kegiatan administrasi di dinas


kependudukan dan catatan sipil.
b. Adanya laporan pelaksanaan tugas administrasi di dinas
kependudukam dan catatan sipil.
6. Pelayanan,dapat di ukur dari;
a. Adanya
akuntabilitas,
yaitu
dipertanggungjawabkan

sesuai

pelayanan

dengan

yang

ketentuan

dapat
peraturan

perundang-undangan.
b. Adanya Kondisional, yaitu pelayanan yang sesuai dengan kondisi dan
kemampuan pemberi dan penerima pelayanan dengan tetap berpegang
pada prinsip efisiensi dan efektivitas.
c. Adanya Partisipatif, yaitu pelayanan yang dapat mendorong peran
serta masyarakat dengan memperhatikan aspirasi, kebutuhan dan
harapan masyarakat.
d. Adanya Kesamaan hak, yaitu pelayanan yang tidak melakukan
diskriminasi dilihat dari aspek apapun kususnya suku, ras, agama,
golongan, status sosial.
e. Keseimbangan haak dan

kewajiban,

yaitu

pelayaan

yang

mempertimbangkan aspek keadilan antara pemberi dan penerima


pelayanan publik.
G. Perincian Data Yang Di Butuhkan
Untuk mendukung penelitian ini agar bernilai ilmiah,maka di perlukan datadata yang memadai.Menurut Lofland dan Lofland (1984:47) sebagaimana yang
dikutip oleh Lexi J. Moleong bahwa sumber data utama dalam penelitian
kualitatif ialah kata-kata dan tindakan selebihnya adalah data tambahan seperti
dokumen dan lain-lain. Dimana data hasil penelitian didapatkan melalui dua
sumber data yaitu data primer dan data sekunder.
Adapun data yang diperlukan dalam penelitian ini meliputi :
1. Data Primer
Data primer adalah data yang di peroleh dan di catat secara langsung
atas tanggapan-tanggapan yang di berikan oleh para responden yang
mencakup efektivitas penerapan sistem informasi administrasi
15

kependudukan di dinas kependudukan dan catatan sipil Kabupaten


Sumba Barat Daya.
2. Data Sekunder
Data sekunder adalah data yang di peroleh atau dikumpulkan oleh
pihak lain. sebagai .Data ini difungsikan sebagai data tambahan yang
menunjang fokus penelitian, yang sepenuhnya berupa sumber-sumber
tertulis, buku-buku dan sebagainya.
H. Metode Penelitian
Suatu penelitian dikatakan ilmiah bila didukung oleh bukti-bukti yang
kongkrit tentang kebenaran ilmu pengetahuan yang tertulis. Suatu penelitian
ilmiah hendaknya didukung oleh metode karena merupakan cara yang digunakan
untuk mencapai tujuan penelitian,dengan demikian dapat dikatakan bahwa metode
penelitian adalah cara yang dipakai secara teratur mengadakan suatu pemeriksaan
yang teliti dalam mengumpulkan data untuk mencapai tujuan tersebut.
Menurut Hidayat (1990:60) kata metode berasal dari bahasa yunani,
methodos yang berarti jalan atau cara. Jalan atau cara yang dimaksud
disini adalah sebuah upaya atau usaha dalam meraih sesuatu yang
diinginkan.
Heri Rahyubi (2012: 236) mengartikan metode adalah suatu model cara
yang dapat dilakukan untuk menggelar aktivitas belajar-mengajar agar
berjalan dengan baik.
Dari pendapat tersebut dapat dikatakan bahwa metode penelitian merupakan suatu
yang mutlak harus ada dalam penelitian. Langkah-langkah yang dilakukan dalam
penelitian ini adalah sebagai berikut :
1. Teknik penentuan populasi dan sample
a. Populasi
Sebelum proses pengumpulan data, terlebih dahulu harus diketahui jumlah
populasi yang menjadi objek sasaran penelitian.Populasi adalah seluruh objek
16

dan seluruh individu atau seluruh gejala dan seluruh kejadian dan seluruh unit
yang akan diteliti (Rony Hanitijo,1990:44).
Sedangkan menurut Sugiyono ( 2009:90 ),dalam buku yang berjudul metode
penelitian administrasi,populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri dari
obyek atau subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang
ditetapkan oleh peneliti untuk di pelajari dan kemudian ditarik kesimpulan.
Berdasarkan pada pendapat diatas maka dapat dikatakan bahwa populasi
adalah keseluruhan obyek yang akan dijadikan analisis sesuai dengan topik yang
dibahas. Populasi yang akan diambil dari penelitian ini adalah :
a.
b.
c.
d.

Pimpinan Kantor Dinas Kependudukan dan catatan sipil


Kepala bidang
Pengawai bagian operator
Masyarakat

17

: 1 Orang
: 1 Orang
: 3 Orang
: 10 Orang

b. Sampel.
Sedangkan yang dimaksud sample Menurut Sugiyono,(2009:91) dalam
Buku Metode Penelitian Administrasi, mengatakan bahwa : Sampel adalah
sebagian dari jumlah karakteristik yang di miliki oleh populasi tersebut. Dan
berdasarkan pendapat Arikunto (2002:109), sample adalah sebagian atau wakil
populasi yang diteliti. Jadi secara umum sample adalah bagian dari populasi yang
memiliki sifat,bentuk dan ciri yang menggambarkan populasi secara keseluruhan
sehingga populasi dapat terwakili atau representatif.
Jadi, dapat di katakan sampel dalam penelitian ini adalah bagian-bagian
dari populasi yang di pilih sedemikian rupa sebagai objek penelitian.
2. Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah :
a) Teknik Observasi.
Dalam metode ini pengamatan dan pencatatan dilakukan dengan sistematis
terhadap fenomena-fenomena yang di teliti baik itu pengamatan secara langsung
maupun secara tidak langsung.
b) Teknik Kuisioner
Teknik yang dipergunakan untuk mendapatkan data-data informasi dengan
jalan menyebarkan kuisioner kepada responden.
c) Wawancara.
Wawancara adalah teknik pengumpulan data yang didasarkan pada
percakapan secara intensif dengan suatu tujuan. Adapun dengan cara melakukan
tanya jawab secara langsung dan singkat kepada pengawai Dinas Kependudukan
Dan Catatan Sipil serta yang terkait dalam SIAK.
d) Teknik Dokumentasi
18

Teknik

dokumentasi

merupakan

teknik

pengumpulan

data

yang

menitikberatkan kepada pengamatan dan pencatatan tentang data yang tertera


pada barang-barang tertulis seperti laporan-laporan, keputusan-keputusan,catatancatatan, dokumentasi dan lain-lain yang berkaitan dan sangat dibutuhkan dalam
membantu pemecahan masalah.
3. Teknik Analisis Data
Teknik dan prosedur analisis data yang di gunakan dalam penelitian ini
adalah teknik analisa data kualitatif, dimana yang dimaksud dengan teknik analisa
data kualitatif yaitu:analisis data yang terdiri dari tiga alur kegiatan secara
simultan yang terdiri reduksi data,penyajian data dan penarikan kesimpulan atau
verifikasi data.
Untuk lebih jelasnya akan diuraikan melalui tiga alur yang di pergunakan
dalam analisis data kualitatif tersebut yaitu sebagai berikut:
a) Reduksi Data.
Reduksi data (data reduction), dalam tahap ini peneliti melakukan
pemilihan, dan pemusatan perhatian untuk penyederhanaan, abstraksi, dan
transformasi data kasar yang diperoleh.
b) Penyajian data.
Penyajian data (data display). Peneliti mengembangkan sebuah deskripsi
informasi tersusun untuk menarik kesimpulan dan pengambilan tindakan.
Display data atau penyajian data yang lazim digunakan pada langkah ini
adalah dalam bentuk teks naratif.
c) Penarikan kesimpulan dan verifikasi (conclusion drawing and verification).
Peneliti berusaha menarik kesimpulan dan melakukan verifikasi dengan
mencari makna setiap gejala yang diperolehnya dari lapangan, mencatat

19

keteraturan dan konfigurasi yang mungkin ada, alur kausalitas dari


fenomena, dan proposisi.

20