Anda di halaman 1dari 2

(1) Siapa yang terlibat dalam negosiasi pada peristiwa jual beli di Pasar Seni Sukawati itu?

Jelaskan latar belakang masing-masing.


Jawab :

Yang terlibat dalam negosiasi pada peristiwa jual beli di Pasar Seni Sukawati itu adalah
penjual dan pembeli. Penjual adalah seorang gadis Bali asli sedangkan pembeli adalah
seorang ibu muda dari Eropa yang bisa berbahasa Indonesia.
(2) Apakah menjual karya seni lokal kepada orang asing sudah merupakan bentuk promosi
ke negara asal orang asing tersebut?
Jawab :
Menjual karya seni lokal kepada orang asing sudah merupakan bentuk promosi ke
Negara asal orang asing tersebut karena dengan begitu para turis bisa tahu bahwa
penduduk Indonesia mampu memproduksi barang yang khas dari daerah asal dan sangat
susah dicari di negara mereka.
(3) Orang asing itu sudah bisa berbahasa Indonesia. Dari cara ia berbicara, menurut
perkiraan kalian, apakah orang asing itu sudah pernah berkunjung ke Bali atau pulau lain
di Indonesia?
Jawab :

Dari cara ia berbicara,orang asing itu sudah pernah berkunjung ke Bali atau pulau lain di
Indonesia buktinya ia bisa berbahasa Indonesia dengan lancar dan dapat menawarkan
harga semurah mungkin sehingga terjadi tawar-menawar .

(4) Apakah orang asing itu sudah mengerti tokoh yang dijadikan patung tersebut?
Seandainya ya, dari mana kalian tahu? Seandainya tidak, mengapa mengatakan tidak?
Jawab :
Orang asing itu sudah mengerti tokoh yang dijadikan patung tersebut karena jika ia sudah
tahu tentang sejarah dari patung tersebut maka akan muncul sebuah keinginan untuk
memiliki barang tersebut.
(5) Apa perbedaan yang ada antara penjual dan pembeli? Kalian dapat menjelaskan hal itu
dari segi budaya barat dan timur, budaya jual beli di pasar, dan budaya jual beli di pasar
modern atau mal.
Jawab :
Perbedaan antara penjual dan pembeli :
Dari segi budaya Barat dan Timur
:
Orang Indonesia cenderung berbelit belit dalam berargumen dimana maksudnya tidak serumit argumennya sedangkan budaya
barat lebih to-the-point dalam berargumen.
Budaya jual beli di pasar tradisional
:
Terdapat tawar menawar / bisa negosiasi
dalam membeli barang yang diinginkan dengan harga semurah mungkin.
Budaya jual beli di pasar modern :
Biasanya harga sudah tercantum di labelnya
sehingga mau tidak mau kita harus sepakat dengan harga yang dinyatakan.

(6) Kesepakatan apa yang dicapai dalam negosiasi itu? Dalam hal harga, siapa yang lebih
mengalah?
Jawab :
Kesepakatan yang dicapai dalam negosiasi itu adalah mengenai harga patung Garuda
Wisnu Kencana. Dalam hal harga, si penjual lebih mengalah.
(7) Pada tuturan ke berapa penjual menawarkan barang lain?
Jawab :
Penjual menawarkan barang lain pada tuturan ke 7
Ya, ini, tidak terlalu besar. Tapi, terbuat dari kayu. Yang dari kuningan habis.
(8) Menurut kalian, haruskah pembeli selalu menuruti keinginan penjual dalam hal harga
barang? Sebaliknya, haruskah penjual selalu memaksa pembeli untuk membeli?
Jawab : Pembeli tidak harus selalu menuruti keinginan penjual dalam hal harga barang
karena jika harga terlalu tinggi maka penjual harus menawar barang dengan harga yang
lebih murah kepada penjual. Dan tidak mungkin penjual menawarkan harga di bawah
modal yang membuat si penjual tidak bisa mendapatkan untung. Sebaliknya,Penjual tidak
mungkin memaksa pembeli untuk membeli barangnya karena pembeli bukan 1 tetapi
banyak.
(9) Pada waktu kalian membeli barang di pasar, haruskah kalian menawar harganya terlebih
dahulu? Mengapa demikian? Bagaimana jika kalian membeli barang di mal?
Jawab : Jika kami membeli suatu barang, kami pasti menanyakan harganya terlebih
dahulu terutama kepada orang yang terbiasa pergi berbelanja ke pasar. Mereka akan
bersinggah dari 1 toko ke toko lainnya untuk membandingkan harganya. Untuk orang
yang suka berbelanja di mal, mereka harus setuju dengan harga yang tertera di barangnya.
Itu adalah kelemahan berbelanja di mal. Tetapi kelemahan berbelanja di mal merupakan
kelebihan berbelanja di pasar.
(10) Pada waktu membeli barang apa kalian dapat memilih atau tidak dapat memilih barang
yang kalian kehendaki?
Jawab : Jika membeli barang kita dapat memilih barang yang kita kehendaki. Tetapi jika
pergi ke pasar tradisional biasanya kita bisa memilih barangnya sedangkan di pasar
modern kita sangat kesulitan untuk memilih barang karena sudah diplastikan atau
dikotakkan.