Anda di halaman 1dari 13

Tugas Sejarah

Demokrasi Terpimpin
di Indonesia

Anggota Kelompok 1

Firrisa Tsamara M.
Jodi Prabowo B.
Karina Rakhma D.
M. Asprilla Z.
Yanti Andiani
Yustinus Radityo P.

(09)
(11)
(12)
(18)
(27)
(29)

Kelas XI IPA 3

Masa
Demokra
si
Terpimpin
di
Indonesia

Pelaksanaan
Demokrasi
Terpimpin

Arah Politik
Luar Negeri
Indonesia pada
Masa
Demokrasi
Terpimpin

Pelaksanaan Demokrasi Terpimpin


Dengan dikeluarkannya Dekrit Presiden 5 Juli
1959, maka demokrasi liberal diganti dengan
demokrasi terpimpin.
UUD yang digunakan adalah UUD 1945 dengan
sistem demokrasi terpimpin.
Pengertian demokrasi terpimpin menurut Tap MPRS
No. VII/MPRS/1965 adalah kerakyatan yang dipimpin
oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan
perwakilan.

Sama seperti yang tercantum pada sila


ke empat Pancasila, demokrasi terpimpin
adalah
dipimpin
oleh
hikmat
kebijaksanaan dalam permusyawaratan
perwakilan,
akan
tetapi
presiden
menafsirkan terpimpin, yaitu pimpinan
terletak di tangan Pemimpin Besar
Revolusi.

Terjadinya pemusatan kekuasaan di tangan presiden


menimbulkan penyimpangan dan penyelewengan
terhadap Pancasila dan UUD 1945, yaitu :
1. Mengaburnya sistem kepartaian,
partai banyak yang dipenjarakan

pemimpin

2. Peranan Parlemen lembah bahkan akhirnya


dibubarkan oleh presiden dan presiden membentuk
DPRGR
3. Jaminan HAM lemah
4. Terjadi sentralisasi kekuasaan
5. Terbatasnya peranan pers
6. Kebijakan politik luar negeri sudah memihak
RRC (Blok Timur)

ke

Situasi politik pada masa demokrasi


terpimpin diwarnai tiga kekuatan politik
utama yaitu

Soekarno,
PKI, dan
angkatan darat

Ketiga
kekuatan
tersebut
saling
merangkul satu sama lain.
Terutama PKI membutuhkan Soekarno
untuk menghadapi angkatan darat
yang menyainginya
dan meminta
perlindungan.
Begitu
juga
angkatan
darat,
membutuhkan
Soekarno
untuk
legitimasi keterlibatannya di dunia
politik.

Arah Politik Luar Negeri Indonesia pada Masa Demokrasi Terpimpin

Pada masa Demokrasi Terpimpin, terjadi


penyimpangan-penyimpangan terhadap
pelaksanaan politik luar negeri bebas
aktif yaitu sebagai berikut.
a. Indonesia membagi kekuatan politik dunia
menjadi dua.
1) Nefo (New Emerging Forces), yaitu
negara-negara baru penentang imperialism
dan kapitalisme.
2) Oldefo (Old Established Forces), yaitu
negara-negara
Barat
yang
menganut
imperialisme dan kapitalisme.

b. Membentuk poros Jakarta-Peking.


Maksud poros ini adalah Indonesia menjalin
persahatan yang erat dengan RRC, padahal
pada waktu itu RRC merupakan blok komunis.
c. Indonesia melaksanakan Politik Mercusuar
Politik
mercusuar
adalah
politik
yang
mengagungkan kemegahan Indonesia di mata
dunia luar, seperti:
1) pembangunan Stadion Senayan Jakarta.
2) penyelenggaraan pesta olahraga negaranegara Nefo di Jakarta yang disebut Ganefo.

d. Indonesia Keluar dari Perserikatan Bangsa Bangsa


Penyebab utama Indonesia keluar dari PBB adalah
diterimanya

Malaysia

sebagai

anggota

Dewan

Keamanan (DK) tidak tetap PBB. Dengan masuknya


Malaysia menjadi anggota DK tidak tetap PBB,
maka Presiden Sukarno berpidato di depan Sidang
Umum

PBB

dengan

judul

Membangun

Dunia

Kembali. Karena PBB tetap menerima Malaysia


menjadi anggota DK, maka pada tanggal 7 Januari
1965

dengan

terpaksa

Presiden

Sukarno

memutuskan Indonesia keluar dari PBB. Secara


resmi keluarnya Indonesia dari PBB dinyatakan oleh
Menlu Subandrio. Akibat keluarnya Indonesia dari
PBB

adalah

Indonesia

semakin

terkucil

dari

e. Konfrontasi dengan Malaysia


Presiden Sukarno menganggap bahwa Federasi
Malaysia adalah proyek Neo Kolonialisme
Imperialisme (Nekolim) Inggris yang sangat
membahayakan revolusi Indonesia. Oleh karena
itu Indonesia harus mencegah berdirinya
Malaysia. Untuk mewujudkan cita-citanya,
Presiden Sukarno mengumumkan Dwi Komando
Rakyat (Dwikora) pada tanggal 3 Mei 1964 di
Jakarta.
Setelah
dikeluarkannya
Dwikora,
dibentuklah suatu komando penyerangan yang
diberi nama Komando Mandala Siaga (Kolaga)
di bawah pimpinan Marsekal Madya Oemar
Dhani.

Isi Dwi Komando Rakyat.


1) Perhebat ketahanan revolusi Indonesia.
2) Bantulah perjuangan rakyat di Malaysia,
Singapura, Serawak, dan Sabah untuk
menggagalkan negara boneka Nekolim
Malaysia.