Anda di halaman 1dari 38

PENDAHULUAN

Antibodi (Ab)
Protein yang diproduksi vertebra, sebagai
respon terhadap benda asing (Ag)
Von Behring & Kitasato 1890
Toksin yang dilemahkan
menginduksi
imunitas

Ab terdapat dalam 2 bentuk:


1. Membran-bound Ab
pada
permukaan sel limfosit B (sbg reseptor Ag)
2. Ab yang disekresikan
Tdp di sirkulasi, jaringan, mukosa.
Mencegah masuk / menyebarnya Ag

Distribusi & Produksi Ab

Distribusi Ab:
Biologic fluid
Produksi
limfosit B

Ab yang disekresikan terakumulasi di


plasma, mukosa, cairan interstitial &
menempel pada permukaan sel fagosit
mononuklear, NK, dan sel mast

Dewasa, 70 Kg
Ab 2-3 g/hari.
2/3 adalah IgA, diproduksi oleh sel B yang
teraktivasi & sel plasma pada dinding traktus
gastrointestinal & respiratorius.

Ab mempunyai waktu paruh yang terbatas


IgG
: 3 minggu

Struktur Ab

Plasma/serum protein: albumin &


globulin
Ab terdapat pada globulin
Ab
Ig
Semua Ab mempunyai struktur dasar
yang sama namun terdapat variabilitas
pada daerah yang mengikat Ag

Molekul Ig mempunyai 4 rantai


polipeptida:
- 2 rantai ringan
- 2 rantai berat
Rantai disulfida

Hubungan antara rantai molekul Ab &


fungsi dari berbagai daerah Ab
Rodney Porter
IgG kelinci dipotong
oleh enzim proteolitik
fragmen
dengan berbagai struktur & fungsi
Pada molekul IgG, ikatan (hinge) antara
CH1 & CH2 rantai berat
daerah
yang paling rentan terhadap
pemotongan proteolitik.

Proteolisis fragmen IgG

ISOTIPE & FLEKSIBILITAS ANTIBODI

2 jenis rantai ringan ( & ) terdiri atas


230 asam amino
5 jenis rantai berat
IgA, IgD, IgE, IgG,
dan IgM
IgA1 mengandung rantai berat 1; IgA2,
2; IgD, ; IgE, ; IgG1, 1; IgG2, 2;
IgG3, 3; IgG4, 4; dan IgM,

Isotipe Antibodi Manusia


Antibodi

Subtipe

Bentuk
sekresi

IgM

IgD

IgA

IgA1
IgA2

Konsentrasi
serum
(mg/ml)

T1/2
serum
(hari)

Fungsi

Pentamer

Berat
molekul
sekresi
(KD)
970

1,5

Respon Ab
pertama;
reseptor Ag
pada sel B
nave;
aktivasi
komplemen

monomer

180

trace

0,5

reseptor Ag
pada sel B
nave
Imunitas
mukosa,
imunitas
neonatus

Monomer,
160
polimer (monomer
(biasanya
), 390
dimer)
(IgA
sekretori)
Monomer,
polimer
160
(biasanya (monomer
dimer)
), 390
(IgA
sekretori)

IgG

IgE

IgG1

Monomer

150

23

IgG2

Monomer

150

23

IgG3

Monomer

170

IgG4

Monomer

150

0,5

23

monomer

190

0,05

Imunitas neonatus;
opsonisasi, aktivasi
komplemen
(kecuali IgG4);
fagositosis;
antibody-dependent
cell-mediated
cytotoxicity;
feedback inhibisi
sel B.

Hipersensitivitas
cepat; pertahanan
terhadap parasit.

Molekul Ab bersifat fleksibel


mengikat Ag diberbagai arah.
Fleksibilitas ini disebabkan oleh karena
adanya hinge yang terletak antara CH1 &
CH2.

SINTESIS DAN EKSPRESI


MOLEKUL Ig

Rantai ringan dan berat Ig, disintesis pada


membran ribosom dalam retikulum endoplasma
kasar
ditranslokasi kedalam retikulum
endoplasma
rantai berat Ig mengalami Nglikosilasi selama proses translokasi.
Pelipatan dari rantai berat Ig & hubungan dengan
rantai ringan diatur oleh protein yang menetap
dalam retikulum endoplasma (chaperon)

Chaperon terdiri dari kalneksin & molekul


BiP (binding protein)
mengikat Ig
polipeptida yang baru disintesis &
memastikan polipeptida ini menjadi target
degradasi bila tidak terjadi pelipatan &
pembentukan molekul Ig

Hubungan antara rantai berat &


ringan distabilisasi oleh ikatan
disulfida, terjadi didalam retikulum
endoplasma.

Setelah diproses, molekul Ig dilepaskan


dari chaperon
sisterna komplek golgi
dimana karbohidrat dimodifikasi
Ab
kemudian ditransport ke membran plasma.
Antibodi dalam bentuk membran melekat
pada membran plasma & bentuk sekresi
ditransport keluar sel

MATURASI SEL B

GAMBARAN BIOLOGIS DAN


STRUKTUR ANTIGEN

Ag: substansi yang diikat oleh Ab


Walau semua Ag mampu dikenali oleh
limfosit spesifik / Ab, tp hanya beberapa Ag
yang mampu mengaktivasi limfosit
Imunogen: molekul yang merangsang
respon imun

Makromolekul
merangsang limfosit
B untuk memulai sistem imun humoral
Hapten: molekul kecil yang tidak bersifat
imunogen
Untuk dapat bersifat imunogen
carier

Epitop/determinan:
bagian dari Ag yang dapat menginduksi
pembentukan Ab dan dapat diikat
dengan spesifik oleh bagian dari Ab.
Paratop:
Bagian dari Ab yang mengikat epitop

Tempat perlekatan Ag terhadap Ab


berbentuk planar yang dapat
mengakomodasi epitop makromolekul
Ab dapat mengikat makromolekul secara
luas.
Afinitas Ab kekuatan pengikatan antara
satu tempat pengikatan Ab dengan epitop
Ag
Aviditas Ab kekuatan seluruh perlekatan
Ab thd Ag

Pembagian Ag
Berdasarkan epitop
a. Unideterminan, univalen
1 jenis determinan/epitop pada 1 molekul
b. Unideterminan, multivalen
1 jenis determinan, tetapi 2 atau lebih determinan
tsb ditemukan pada 1 molekul
c. Multideterminan, univalen
terdapat epitop yang bermacam-macam, tetapi
hanya 1 jenis dari tiap macamnya
1.

d. Multideterminan, multivalen
tdp beberapa macam determinan &
beberapa jenis dari tiap macamnya pada 1
molekul

2. Menurut spesifisitas
a.
b.
c.

Heteroantigen, dimiliki oleh banyak spesies


Xenoantigen, hanya dimiliki spesies
tertentu
Alloantigen/isoantigen, spesifik untuk
individu dalam 1 spesies

d. Antigen organ spesifik, hanya dimiliki organ


tertentu
e. Autoantigen, yang dimiliki tubuh sendiri
3. Menurut ketergantungan thd sel T
a. T dependent
Memerlukan pengenalan oleh sel T dan sel
B terlebih dahulu untuk dapat menimbulkan
respons antibodi.

b. T independent
Dapat merangsang sel B tanpa bantuan sel
T untuk membentuk antibodi.
Kebanyakan antigen golongan ini berupa
molekul besar polimerik yang dipecah di
dalam tubuh secara perlahan-lahan,
misalnya lipopolisakarida, dekstran, flagelin
polimerik bakteri.

4. Pembagian antigen menurut sifat kimiawi


a.

b.

Hidrat arang (polisakarida)


Hidrat arang
imunogenik.
Lipid
Lipid biasanya tidak imunogenik, tetapi menjadi
imunogenik bila diikat protein pembawa
(carrier). Lipid dianggap sebagai hapten,
contohnya sfingolipid

b.

Lipid
Lipid biasanya tidak imunogenik, tetapi
menjadi imunogenik bila diikat protein
pembawa (carrier). Lipid dianggap sebagai
hapten, contohnya sfingolipid

c. Asam Nukleat
Asam nukleat tidak imunogenik, tetapi dapat
menjadi imunogenik bila diikat protein
pembawa.
d. Protein
Kebanyakan protein adalah imunogenik &
pada umumnya bersifat multideterminan dan
univalen.