Anda di halaman 1dari 4

KONSEP MAP HEMOROID

Hemoroid adalah pelebaran varices satu segmen atau lebih vena-vena hemoroiddales (Mansjoer, 2005). Hemoroidectomi yaitu tindakan pembedahan yang diperlukan bagi
pasien dengan keluhan kronis dan hemoroid derajat tiga atau empat (Mansjoer, 2005)
Konstipasi, diare, sering mengejan, kongesti pelvis pada
kehamilan, fibroma uteri, prostat, tumor rectum.

Komplikasi :
1. Pendarahan
hebat
2. Abses
3. Fistula anal
4. Inkarserasi
5. Trombosis
6. Strangulasi

Kongesti vena (gangguan aliran balik


dari vena hemoroidalis)
HEMOROID

Eksternal

Internal

Kronik

Akut

Pembengkakan
sekitar anus

DRJ I

Terdapat lipatan
kulit anus

Nyeri/ gatal

Nyeri

DRJ II

Intake serat adekuat

DRJ III

Hemoroidektomi

Prolaps pembuluh darah


Tek. darah kapiler

Sembuh

Pre operasi

Intra operasi

KLASIFIKASI
1.

DRJ IV

Post operasi

Dilatasi pembuluh
darah

Penatalaksanaan :
Pasien dengan hemoroid (tingkat I dan II)
dapat diobati dengan tindakan lokal dan
anjuran diit. Hilangkah faktor penyebab,
misal obstipasi dengan diet rendah sisa,
banyak makan makanan berserat seperti
buah dan sayur, banyak minum dan
mengurangi daging. Bila ada infeksi berikan
antibiiotik peroral. Bila nyeri terus menerus,
berikan supositoria / salep rectal untuk
anestesi dan pelembab kulit. Untuk
melancarkan defekasi saja dapat diberikan
cairan parafin atau larutan magnesium sulfat
10%. Hemoroid dapat dibuat nekrosis
dengan cara membekukan dengan CO2 dan
N2O, teknik ini tidak begitu banyak dipakai
karena sulit mengontrol mukosa yang
terkelupas dan timbulnya bau yang tidak
enak dari anus. Tindakan bedah diperlukan
bagi pasien dengan keluhan kronis dan
hemoroid derajat tiga/empat. Prinsip utama
hemoroidectomi adalah eksisi hanya pada
jaringan yang menonjol dan eksisi
konservartif kulit serta anoderm normal
(Mansjoer, 2000 : 323)

3.

Perdarahan
Luka insisi
Anastesi
Rubor + kalor
Cemas/ takut
Lama-lama akan terbentuk
Hemoroid menyebabkan perdarahan merah segar tanpa rasa nyeri sewaktu defekasi. Tidak terdapat prolaps dan pada
bekuan darah
Resti Injuri
Saraf perifer
Permebialitas
pemeriksaan terlihat menonjol dalam lumen.
Gangguan volume cairan
terputus
endotilia/ cairan
Derajad II
Kurang
Terjepitnya
Trombosis
Takutdapat masuk kembali secara spontan.
informasi
pembuluh darah pd
Hemoroid menonjol melalui kanal analis
pada saat mengejan ringan tetapi
melakukan
tentang operasi
Eksudat
springter anal
Nyeri
Derajad III
gerakan

4.

Hemoroid akan menonjol saat mengejan dan harus didorong kembali sesudah defekasi.
Kurang pengetahuan
Derajad IV

2.

Derajad I

Hemoroid menonjol keluar saat menegejan dan tidak dapat didorong


masuk
kembali.
Gangguan
mobilitas
fisik

Inflamasi/ peradangan

Anemia
Defisiensi besi
Res .
kekurangan
nutrisi
Sering terjadi
perdarahan
ketika BAB

Ps. terlihat
konjungtiva
anemis

Gangguan
perfusi
jaringan

: Resiko
Injuri
Dx :Dx
Defisit
Volume
NOC
:
Personal
Safety
Cairan
NOCNIC
: Keseimbangan
: Management
cairan
lingkungan
Catat perubahan
NIC1.: Management
Cairan mental
Monitoring
/ tingkat
cairan kesadaran

Dx : Nyeri
Dx : Ansietas
NOC : Nyeri terkontrol,
NOC : Anxiety Self
Discomfort level
control
NIC : Management
NIC : Mengurangi
nyeri, Management
cemas
( Anxiety
obat
reduction)
1. Kaji karakteristik
1. Evaluasi tingkat
nyeri PQRST ansietas, catat
2. Berikan tehnikverbal dan non
relaksasi dan verbal pasien.
distraksi 2. Jelaskan dan
3. Kolaborasi persiapkan untuk
tindakan prosedur
pemberian
sebelum dilakukan
analgetik

2. Batasi
aktivitas
4. Monitor
intake
dan
5.

seperti
output
cairan
menggerakkan
kepala
Monitor
TTVtiba tiba

3. Berikan lingkungan

6. Kolaborasi
pemberian
yang aman
dan

Dx :
Gangguan
mobilitas fisik
NOC : joint movement :
active
NIC : Ambulation
1. Ajarkan pasien teknik
ambulasi

cairan
parenteral
nyaman

3. Jadwalkan
istirahat
4. Berikan posisi
yang
nyaman untukadekuat dan periode
menghentikan tidur.
pasien

2. Monitoring vital sign


sebelum dan sesudah
latihan

3. Bantu penuhi
kebutuhan pasien

Dx : Kurangnya
pengetahuan
NOC : Knowledge:
desease process
NIC : Teaching : disease
process

1. Gambarkan proses
penyakit

2. Jelaskan patofisiologi
dari penyakit

3. Hindari jaminan
kosong

Dx : Resiko kekurangan
nutrisi
NOC : Status nutrisi
NIC : Manajemen nutrisi

1. Timbang
berat perfusi
Dx
: Gangguan
jaringan
badan sesuai
NOCindikasi
: Status sirkulasi
NIC
: Manajemen
2. Beri
makanan sensasi
perifer
sedikit tapi sering
3. Monitor
Anjurkan
1.
kemampuan BAB
kebersihan
2. Kolaborasi oral
medis(transfusi
sebelum
darah,
kadarmakan
hb)

DAFTAR PUSTAKA

1. Huda, A & H.ardhi. 2015. Asuhan Keperawatan Berdasarkan Diagnose Medis & Nanda NICNOC. Ed.2. Mediaction, Yogyakarta.
2. Mansjoer, A. 2005. Kapita Selekta Kedokteran. Media Aesculapius : Jakarta.
3. Smeltzer, Suzanne C & Bare. 2002. Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah Brunner &