Anda di halaman 1dari 4

LAPORAN FISIKA DASAR 1

PEPERCOBAAN F1
TEGANGAN PERMUKAAN
Hari : Selasa

Tanggal : 07 Oktober 2014

Oleh Rakhmat Septian Dwi D.

(081411131024)

Nama Kelompok :
1. Arfian Rahmat
2. Erma Purnawanti

(081411131022)
(081411131023)

Dosen: Dr. Prihartini Widiyanti , drg,Mkes


Asdos: Fachrun Nisa

LABORATORIUM FISIKA DASAR


FAKULTAS SAIN DAN TEGNOLOGI
UNIVERSITAS AIRLANGGA
2014

1. JUDUL
Percobaan F1 Tegangan Permukaan
2. TUJUAN
Menentukan besarnya teganan permukaan air, alkohol, dan spiritus.
3. DASAR TEORI
Salah satu sifat yang dimiliki zat cair adalah bahwa permukaan zat cair
seperti membran yang terenggang karena adanya tegangan, sifat tersebut lazim
disebut tengangan permukaan. Ditinjau dari sudut panjang molekuler, molekulmolekul zat cair memberikan gaya tarik satu sama lain. Gaya tarik antar molekul zat
cair tersebut terjadi ke semua arah sehingga molekul zat cair tersebut terjadi ke semua
arah sehingga molekul dalam zat cair tersebut berada dalam kesetimbangan, demikian
pula dengan molekul-molekul zat cair yang berada di permukaan. Karena zat cair
memiliki tegangan permukaan, maka tetesan zat cair yang jatuh cenderung
membentuk bola serta keberadaan serangga yang dapat terapung di permukaan air.
Jika sebuah benda diletakkan pada permukaan zat cair, maka keberadaan
benda tersebut akan menganggu kesetimbangan zat cair karena ikatan molekuler antar
molekul-molekul berdekatan menjadi renggang. Sebagai akibatnya ada gaya pemulih
pemulih yang berusaha menarik molekul-molekul itu kembali ke permukaan.
Demikian sebaliknya ketika benda ditarik dari permukaan zat cair. Dengan demikian
tegangan permukaan () didefinisikan sebagai gaya (F) per satuan panjang (L) yang
bekerja melintasi semua garis permukaan benda yang bersentuhan dengan permukaan
zat cair. Jika benda yang dimaksud adalah permukaan kaca, maka besarnya tegangan
permukaan zat cair diberikan oleh persamaan berikut,
F
=
2( p+t )
Dengan F adalah besarnya gaya yang bekerja melepaskan kaca dari
pemukaan zat cair sedangkan p dan t masing-masing adalah panjang dan tebal kaca.
Tegangan permukaan terjadi karena permukaan zar cair cenderung untuk
menegang, sehingga permukaannya tampak seperti selaput tipis. Hal ini dipengaruhi
oleh adanya gaya kohesi antara molekul air. Pada zat cair yang adesiv berlaku bahwa
besar gaya kohesinya lebih kecil daripada gaya adesinya dan pada zat yang non-adesiv
berlaku sebaliknya. Salah satu model peralatan tang sering digunakan untuk
mengukur tegangan permukaan zar cair adalah pipa kapiler. Salah satu besaran yang
berlaku pada sebuah pipa kapiler adalah sudut kontak, yaitu sudut yang dibentuk oleh

permukaan zat cair yang dekat dengan dinding. Sudut kontak ini timbul akibat gaya
tarik-menarik antara zat yang sama (gaya kohesi) dan gaya tarik-menarik antara
molekul zar yang berbeda (adesi).
Molekul cairan biasanya saling tarik-menarik. Di bagian dalam cairan,
setiap molekul cairan dikelilingi oleh molekul-molekul lain di setiap sisinya, tetapi di
permukaan cairan hanya ada molekul-molekul caoran di samping dan di bawah. Di
bagian atas tidak ada molekul cairan lainnya. Karena molekul cairan tarik-menarik
satu dengan yang lainnya, maka terdapat gaya total yang besarnya nol pada molekul
yang berada di bagian dalam cairan. Sebaliknya, molekul cairan yang terletak di
permukaan ditarik oleh molekul cairan yang berada di samping dan bawahnya.
Akibatnya, pada permukaan cairan terdapat gaya total yang berarah ke bawah. Karena
adanya gaya total yang arahnya ke bawah, maka cairan yang terletak di permukaan
cenderung memperkecil luas permukaannya dengan menyusut sekuat mungkin. Hal
ini yang menyebabkan lapisan cairan pada permukaan seolah-olah tertutup oleh
selaput elastis yang tipis

4. PROSEDUR PERCOBAAN
a. Susunlah peralatan percobaan seperti pada gambar berikut,

b. Atur beban dengan cara menggeser agar ujung penunjuk skala pada papan
skala diusahakan berada pada skala 0, kalau kesulitan tepatkan penunjuk
tersebut berhimpit dengan garis skala yang dekat dengan 0 dan catat skala
tersebut sebagai x0.
c. Letakkan anak timbangan 1 gram pada wadah timbangan sehingga penunjuk
bergeser pada garis skala lain kemudian catat skala sebagai x1.
d. Dari langkah (a) dan (b) dapat disetarakan 1 skala pada papan skala sebanding
dengan gaya pemulih yang diberikan kawat baja.
e. Ambil kembali anak timbangan dari wadah sehingga penunjuk kembali pada
posisi awal sebelum anak timbangan diletakkan pada wadah (posisi x0).
f. Tuangkan air pada gelas ukur, ukurlah suhun air menggunakan thermometer.
g. Kemudian celupkan secara perlahan bagian bawah keping kaca dari bagian
bawah air dalam gelas ukur. (jangan sampai masuk kedalam, hanya sekedar
menempel pada permukaan zat cair saja).
h. Lepaskan bagian bawah keping kaca dari permukaan air dengan cara
menurunkan gelas ukur. Pada saat bagian bawah keping kaca akan terlepas
dari permukaan air, penunjuk akan bergeser. Catatlah.
i. Ulangi langkah (f) dan (g) sebanyak 5 kali.
j. Lakukan lagi langkah (f) (g) (h) dan (i) masing-masing untuk alkohol dan
spiritus.
k. Ukurlah panjang dan tebal kaca menggunakan jangka sorong.