Anda di halaman 1dari 13

TEKNIK MOTIVASI

PERGERAKAN
Di susun oleh:
Semester VI a

Motivasi berasal dari bahasa Latin, Mavere yang berarti dorngan atau daya
penggerak. Motivasi mempersoalkan bagaimana caranya mendorong gairah kerja
bawahan, agar mereka mau bekerja keras dengan memberikan semua kemampuan dan
keterampilannya untuk mewujudkan tujuan perusahaan. (Malayu S. P. Hasibuan, 2001:
216)
Adapun menurut para ahli, pengertian motivasi adalah sebagai berikut:
1. Drs. H. Malayu S.P. Hasibuan
Motivasi adlaah pemberian daya penggerak yang menciptakan kegairahan bekerja
seseorang, agar merka mau bekerja sama, bekrja efektif dan terintegrasi dengan
segala daya upayanya untuk mencapai kepuasan.
2. Wayne F. Cascio

Motivasi adlah suatu kekuatan yang dihasilkan dari keinginan seseorang untuk
memuaskan kebutuhannya (Misalnya: rasa lapar, haus dan berasyarakat)
3. Stephen P. Robbine
Motivasi sebagai suatu kerelaan untuk berusaha seoptimal mungkin dalam
pencapaian tujuan organisasi yang dipengaruhi oleh kemampuan usaha untuk
memuaskan beberapa kebutuhan indvidu. (Malayu S. P. Hasibuan, 2001: 219)

KENAPA MOTIVASI HARUS DILAKUKAN


PIMPINAN TERHADAP BAWAHANNYA?
1. Karena pimpinan membagi-bagikan pekerjaannya kepada para bawahan
untuk dikerjakan degan baik.
2. Karena ada bawahan yang mampu untuk mengerjakan pekerjaannya,
tetapi ia malas atau kurang bergairah mengerjakannya.
3. Untuk memelihara dan atau meningkatkan kegairahan kerja bawahan
dalam menyeesaikan tugas-tugasnya.
4. Untuk memberikan penghargaan dan kepuasan kerja kepada
bawahannya.

TEKNIK-TEKNIK PERGERAKAN (MOTIVATING)


Pelaksanaan fungsi motivating dalam organisasi dapapt dijalankan dengan baik dengan menggunakan teknikteknik sebagai berikut:
1. Jelaskan tujuan organisasi kepada setiap anggota organisasi.
2. Usahakan agar setiap orang menyadari , memahami, serta menerima baik tujuan tersebut.
3. Jelaskan filsafat yang dianut pimpinan organisasi dalam menjalankan kegiatan-kegiatan organisasi.
4. Jelaskan kebijakan yang ditempuh oleh pimpinan organisasi dalam usaha pencapaian tujuan.
5. Usahakan agar setiap orang mengerti struktur organisasi.
6. Jelaskan peranan apa yang diharapkan oleh pimpinan organisasi untuk dijalankan oleh setiap orang.
7. Tekankan pentingnya kerja sama dalam melaksanakan kegiatan-kegiatan yang diperlukan.
8. Perlakukan setiap bawahan sebagai manusia dengan penuh pengertian.
9. Berikan penghargaan serta pujian kepada karyawan yang cakap, dan teguran serta bimbingan kepada
orang-orang yang kurang mampu bekerja.
10. Yakinkan setiap orang bahwa dengan bekerja baik dalam organisasi tujuan pribadi orang-orang terssebut
akan tercapai semaksimal mungkin.

KIRANYA MENJADI JELAS MENGAPA BERHASIL TIDAKNYA PEMIMPIN MENCAPAI TUJUAN YANG
TELAH DITENTUKAN, DALAM ARTI YANG SESUNGGUHNYA SANGAT TERGANTUNG ATAS
KEMAMPUANNYA MELAKSANAKAN FUNGSI MOTIVATING INI

TUJUAN
EVALUASI
Di susun oleh:
Semester VI a

Kata evaluasi berasal dari bahasa inggris evaluation yang berarti penilaian atau
penaksiran. Evaluasi adalah proses penilaian, penilaian ini bisa menjadi netral, positif
atau negatif atau merupakan gabungan dari keduanya.
Definisi lain dikemukakan oleh Evert Vendung dalam Wirawan ( 2012 : 7 )
mengatakan bahwa Careful restrospective assessment of the merit, worth, and valuae
of administration, output, and outcome of government intervention, which is itended to
play a role in future, practical situations . Seperti telah dijelaskan sebelumnya bahwa
evaluasi merupakan salah satu jenis riset dimana evaluasi tunduk kepada kaidah-kaidah
ilmu penelitian.
Dari beberapa pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa evaluasi sifatnya luas,
evaluasi dapat dilakukan meliputi dua aspek yaitu kuantitatif dan kualitatif. Dimana
melaksanakan pengukuran terhadap suatu kinerja, dalam hal ini lebih bersifat
mengukur kuantitas daripada kerja sedangkan penilaian menunjuk pada segi kualitas,
jadi evaluasi berkaitan dengan keduanya yaitu pengukuran dan penilaian dimana
pengukuran yang sifatnya kuantitatif dan penilaian bersifat kualitatif.

TUJUAN EVALUASI
Evaluasi dilaksanakan untuk mencapai berbagai tujuan sesuai dengan objek
evaluasinya. Menurut Wirawan ( 2011 : 22 ) tujuan dalam melaksanakan evaluasi antara
lain :
1. mengukur pengaruh program terhadap masyarakat
2. menilai apakah program telah dilaksanakan sesuai dengan rencana
3. mengukur apakah pelaksanaan program sesuai dengan standar
4. evaluasi program dapat mengidentifikasi dan menemukan mana dimensi program
yang jalan dan mana program yang tidak jalan
Senada dengan tujuan sebelumnya ada beberapa tujuan evaluasi juga disebutkan
yaitu :
1) Untuk memperoleh dasar bagi pertimbangan akhir suatu periode kerja, apa yang telah
dicapai, apa yang belum dicapai, dan apa yang perlu mendapat perhatian khusus
2) Untuk menjamin cara kerja yang efektif dan efisien dan ekonomis
3) Untuk memperoleh fakta tentang kesulitan, hambatan, penyimpangan dilihat dari
aspek-aspek tertentu.

MODEL MODEL
EVALUASI
Di susun oleh:
Semester VI a

Dalam menentukan apakah sebuah model tepat bagi suatu jenis program, maka
perlu dianalisis masing-masing pihak yang akan dipasangkan. Dalam hal ini yang
dipasangkan adalah program dengan jenisnya dan model evaluasi.
Ada banyak model yang bisa digunakan untuk mengevaluasi suatu program.
Meskipun antara satu dengan yang lainnya berbeda, namun maksudnya sama yaitu
melakukan kegiatan pengumpulan data atau informasi yang berkenaan dengan objek
yang dievaluasi, yang tujuannya menyediakan bahan bagi pengambil keputusan dalam
menentukan tindak lanjut suatu program.

BEBERAPA AHLI EVALUASI PROGRAM YANG DIKENAL SEBAGAI PENEMU MODEL EVALUASI
PROGRAM ADALAH
STUFFLEBEAM, METFESSEL, MICHAEL SRIVEN, STAKE, DAN GLASER. MODEL-MODEL
EVALUASI ANTARA LAIN YAITU :

1. Model Goal Oriented Evaluation, model evaluasi yang dikemukakan oleh Tyler, goal
oriented evaluation atau evaluasi yang berorientasi pada tujuan, yaitu sebuah model
evaluasi
yang menekankan peninjauan pada tujuan sejak awal kegiatan dan
berlangsung secara berkesinambungan.
2. Goal Free Evaluation Model, model evaluasi dikembangkan oleh Michael Scriven ini
dapat dikatakan berlawanan dengan model pertama yang dikembangkan oleh Tyler.
Dalam model Goal Free Evaluation Model ( evaluasi lepas dari tujuan ) justru menoleh
dari tujuan. Yang perlu diperhatikan adalah apa yang menjadi tujuan program yaitu
bagaimana kerjanya program, dengan jalan mengidentifikasi penampilna-penampilan
yang terjadi, baik hal-hal positif (yaitu hal yang diharapkan) maupun hal-hal negatif
( yang sebetulnya memang tidak diarapkan.
3. Formatif-Sumatif Evaluation Model, model ini menunjuk adanya tahapan dan lingkup
objek evaluasi, yaitu evaluasi yang dilakukan pada waktu program masih berjalan
( disebut evaluasi formatif) dan ketika program sudah selesai atau berakhir ( disebut
evalusi sumatif).

4. Countenance Evauation Model, model ini dikembangkan oleh Stake. Model Stake
menekankan pada adanya pelaksanaan dua hal pokok, yaitu (1) deskripsi
(description) dan (2) pertimbangan (judgments) serta membedakan adanya tiga
tahap dalam evaluasi program, yaitu (1) anteseden, (2) transaksi dan (3) keluaran.
5. CSE-UCLA Evaluation Model, CSE merupakan singkatan dari Center for the study of
evaluation, UCLA merupakan singkatan dari University of california in los angeles.
Ciri dari model CSE_UCLA adalah adanya lima tahap yang dilakukan dalam evaluasi,
yaitu perencanaan, pengembangan, implementasi, hasil, dan dampak.
6. CIPP Evaluation Model, model evaluasi ini merupakan model yang paling banyak
dikenal dan diterapkan oleh para evaluator. Oleh karena itu, uraian yang diberikan
relatif panjang dibandingkan dengan model-model lainnya. Model CIPP ini
dikembagkan oleh Stufflebeam, dkk. CIPP yang merupakan sebuah singkatan dari
huruf awal empat buah kata, yaitu 1) context evaluation : evaluasi terhadap
konteks, 2) Input Evaluation : evaluasi terhadap masukan, 3) Procces Evaluation :
evaluasi terhadap proses, 4) Product evaluation : evaluasi terhadap hasil. Model CIPP
adalah model evaluasi yang memandang program yang dievaluasi sebagai sebuah
sistem.

7. Discrepancy Model, model ini menekankan pada pandangan adanya kesenjangan di


dalam pelaksanaan program. Evaluasi program yang dilakukan oleh evaluator
mengukur besarnya kesenjangan yang ada disetiap komponen.

THANKS