Anda di halaman 1dari 28

PEMBAHARUAN MATEMATIKA SEKOLAH

PEMBAHARUAN MATEMATIKA SEKOLAH


8.1 Gerakan
Pembaharuan
Geometri
8.1.1 Program
Erlanger untuk Geometri

8.1.2
Analitik

Geometri

8.1.3 Peranan
Logika dalam Geometri

8.2 Teori Himpunan


Menjadi Dasar
Matematika

8.3 Usaha
Pembaharuan
Pengajaran
Matematika di
berbagai negara
8.3.1 Matematika
Sekolah Menengah
8.3.2 Hasil Kongres
Matematika
Southampton
8.3.3 Proyek Madison di
Amerika

8.1 Gerakan Pembaharuan


Geometri

Tah
17 un
50

Matematika Aljabar, Planimetri,


trigonometri, streometri, dan
ilmu ukur analitik menjadi bagian
dari Kurikulum Sekolah Lanjutan.

8.1.1 Program Erlanger


untuk Geometri

Secara khusus, pelajaran


geometri, planimetri, dan
stereometri diajarkan
berdasarkan Geometri Euclides

Felix Kleinn (18491926), pada 1868


mengatakan, Sudah
perlu memperkenalkan
metode-metode baru
dari pelajaran geometri,
di samping metoda
Euclides.

8.1.1 Program Erlanger untuk Geometri


Felix Kleinn (1849-1926), dalam
pidato ilmiah berjudul
Program Erlanger pada
1872 mengatakan,

1. Supaya geometri adalah


penyeledikan sifat-sifat bangunbangun geometri, yang sifatnya
tetap bila mengalami suatu grup
transformasi.
2. Untuk geometri bidang datar,
transformasi itu adalah rotasi dan
translasi.

8.1.1 Program Erlanger untuk Geometri


Felix Kleinn (1849-1926), dalam pidato
ilmiah berjudul Program Erlanger
pada 1872 mengatakan,

3. Konsep pembaruan yang diajarkan


sudah memasuki teori grup dari Galois.
4. Mempopulerkan istilah Matematika
Modern dalam setiap pidatonya.

8.1.2

Geometri Analitik

Inti
pemikiran:

1. Menghasilkan ruang ilmu ukur dan


ruang angka.
2. Penggambaran secara grafis dari
fungsi-fungsi peubah menghasilkan
tempat kedudukan (himpunan titik
yang menentukan kurva-kurva.

8.1.2

Geometri Analitik

Inti
pemikiran:

3. Pemecahan sifat-sifatnya merupakan


penggambaran secara numerik.
4. Gambar-gambar itu menghasilkan
pengertian seperti hasil bagi diferensial,
garis singgung, luas, dan lainnya.

8.1.3

Peranan Logika dalam Geometri

Inti pemikiran Felix Kleinn:

1. Menyusun geometri
menggunakan logika

8.1.3

Peranan Logika dalam Geometri

Inti pemikiran Hilbert dan Grunlagen


der Geometrie:

Menekankan aspek logika dalam geometri


dan menyusun geometri itu dengan 20
aksioma. Relasi-relasi bangun geometri
diatur dalam aksioma-aksioma itu.

8.1.3

Peranan Logika dalam Geometri

Inti pemikiran Hilbert dan Grunlagen


der Geometrie:

Merangsang lebih jauh sistem


aksiomatika. Namun ada unsur dasar
seperti titik, garis lurus, bidang tidak
harus digambarkan seperti geometri
Euclides. Pada dasarnya, geometri yang
digunakan harus tunduk pada logika.

8.1.3

Peranan Logika dalam Geometri

Inti pemikiran Hilbert dan Grunlagen der


Geometrie:

Menekankan aspek logika


dalam geometri dan
menyusun geometri itu
dengan 20 aksioma. Relasirelasi bangun geometri diatur
dalam aksioma-aksioma itu.

8.2

Teori Himpunan Menjasi Dasar


Matematika

Basis dari gerakan pembaruan


matematika: Teori Himpunan dan
Logika Matematika

8.2

Teori Himpunan Menjadi Dasar


Matematika

Boole, de Morgan, Schroder Frege, dan


Russel berusaha menyusun logika itu
secara sistematik.

Salah satu usaha itu dilakukan oleh Cantor


melalui teori himpunan. Teori himpunan
mendorong perkembangan dengan
timbulnya pandangan bahwa matematika
matematika tidak dikembalikan kepada
bilangan, tapi dikembalikan pada
kepercayaan.
Teori himpunan mampu menjadi basis dari

8.3

Usaha Pembaharuan Pengajaran


Matematika di berbagai negara

8.3

Matematika Sekolah Menengah

Sejak abad XIX, isi dari matematika telah


diajarkan pada Sekolah Menengah.
Namun Matematika tumbuh dan berkembang
terus.
Timbul jurang antara Matematika sekolah dan
matematika di perguruan tinggi, seperti aplikasi
matematika dalam hal kemasyarakatan.
Timbul pemikiran yang mendorong untuk
memasukkan komponen matematika baru ke
dalam pengajaran matematika di sekolah.

Mari kita tinjau beberapa gerakan


pembaruan matematika tersebut..

8.3.2 Hasil Kongres Matematika


Southampton (Inggris)

Pada tahun 1961 diadakan


kompetensi Matematika dengan
salah satu judul yang diberikan oleh
Bryan Thevaites sebagai ketua, yaitu
On Teaching Mathematics yang
dipengaruhi oleh semangat
matematika modern.

8.3

Usaha Pembaharuan Pengajaran


Matematika di berbagai negara

Hasil-hasil fundamental yang


dianjurkan di sekolah menengah ialah:
1. Memperkenalkan dan menggunakan
suatu bahasa matematika yang
tepat.
2. Simbol-simbol persamaan.
3. Himpunan, relasi, dan fungsi.
4. Simetri, persamaan, dn kongruensi.
5. Bukti-bukti induktif dan deduktif.

6. Invers dan konvers dari suatu


persyaratan.
7. Hubungan ekuivalensi dari hubungan
urutan.
8. Pentingnya pengertian jika...maka dan
jika hanya jika.
9. Arti definisi dan postulat.
10. Inti pemikiran tentang aksioma.
11. Rumus-rumus persamaan sebagai
model matematika.
12. Analisa dimensi yang sederhana.

Proyek Madison di Amerika


Tahun 1962, proyek ini
mempersiapkan bahan pelajaran untuk
sekolah-sekolah. Bahan pelajaran itu
mencakup program aljabar elementer
dan geometri. Bahan pelajaran disusun
untuk diajarkan mulai umur 7 tahun

Isinya mengenai:
1. Ilmu hitung dari bilangan-bilangan
2. Peubah-peubah, kalimat terbuka.
3. Klasifikasi dari pernyataan benar atau salah.
4. Fusngsi, termasuk fungsi-fungsi yang diperoleh secara empiris
5. Garis bilangan dan koordinat kartesian.
6. Grafik dari fungsi, termasuk fungsi linier dan irisan kerucut.
7. Implikasi dan kontradiksi
8. Identitas seperti 4 + ( )= () + 4
9. Seleksi seperangkat aksioma pada aljabar atau ilmu hitung geometri
10.Matriks
11.Pengertian matriks untuk meluaskan pengertian bilangan rasional dan
kompleks.
12.Vektor, gaya, dan statika
13.Kesebangunan segitiga
14.Konsep keliling luas dan isi.
15.Fungsi trigonometri
16.Rumus untuk luas, balisme, dan keliling.
17.Memprogramkan komputer bilangan.

8.3.4 Komisi pembaruan Rencana Belajar di


Negara Belanda

Pada tahun 1961, Sekretaris Negara


Belanda untuk Pendidikan Seni dan
Ilmu Pengetahuan membentuk Komisi
Pembaharuan Rencana Pelajaran.

1. Dengan suatu keputusan dibentuk suatu badan yang disebut VHMO, untuk
menyusun rencana modernisasi pengajaran Matematika Sekolah.
2. Modernisasi pengajaran Geometri
Berdasarkan inti pemikiran bahwa bangun geometri tidak dapat dibayangkan
tanpasifat nyata yang dapat dilihat, maka teks geometri dimulai dari kubus.
Pengaruh didaktik dariVan Hiele nyata dalam pengajaran geometri ini. Dari kubus itu
dikena; titik, garis, dan bidang. Kemufian kubus digambar dengan metoda proyeksi
paralel. Kemudian sifat kubus diselidiki pada sifat-sifat simetrinya, baik simetri
bidang, simetri garis, dan lainnya.
Setelah pengenalan itulah dikembangkan definisi, dalil-dalil,yang diturunkan
secara deduktif.
Setelah mulai paham dengan metoda pembuktian baru diteruskan ke rotasi dan
hasil-hasil produk pencerminan. Kemudian pengajaran tentang translasi. Dalam
pergeseran itulah mulai diajarkan vektor. Dari hasil pergeseran diajarkan kongruensi.
Dengan pengajaran transformasi kemudian diajarkan teori grup yang dasarnya pada
teori himpunan. Jadi, bukan ;agi segitiga yang menjadi pusat pemngajaran geometri.

3. Ilmu ukur vektor


Salah satu dari jenis geometri non Euclides yang
muncul pada abad XIX adalah ruang vektor. Teks
pertama ilmu ukur vektor di negeri belanda di tulis
oleh Westerman untuk SLTA.
Perhitungan-perhitungan dalam ilmu ukur, ini baik di
bidang datar maupun ruang, menggunakan ilmu ukur
analitik dan trigonometri. Persamaan garis, bidang
lingkaran, dan bola dinyatakan dnegan vektor.

4. Didaktik Matematika
Matematika itu sifatnya deduktif, jadi proses
pengembangannya banyak sekali melalui proses pembuktian.
Prinsip sederhana secara didaktik pada proses pembuktian itu
ialah mulai dari sifat elementer kemudian dilanjutkan pada
yang lebih kompleks hingga terkonstruksilah bangun
matematika yang lebih lengkap.
Pemahaman bahasa dalam pembuktian itu sangat berperan.
Unsur linguistik begitu berperan dalam membuat siswa mudah
memahami eksak yang komplek dengan struktur bahasa yang
sederhana.

5. Logika dan didaktik matematika


Kebenaran tentang suatu pernyataan Matematika
dibantu secara geometris dan dibantu pula dengan
konstruksi linguistik.
Menurut Cantor, hubungan penglihatan dengan
deduksi itu tidak ada atau bukti yang sah adalah hasil
dari deduksi belaka. Namun demikiaan, tidk berarti kita
secara didaktis hatuns mengelakkan semua sifat nyata
yang dapat dilihat. Misalnya dalam pemakaian diagram
venn yang dapat dilihat secara mnyata dapar diterima
sebagai penjelasan logis yang berarti tak patut ditolak.

6. Pengajaran Statistika
Dalam penyusunan program matematika itu kemudian
timbul dorongan dari masyarakat bahwa pengetahuan
yang diberikan itu kelak dapat digunakan. Maka dalam
rencana pengajaran Matematika itu dimasukkan kisi-kisi:

Penggambaran grafis bahan angka statistik


Diagram batang, diagram lingkaran, dan histogram
Rata-rata hitung, median,
Eksperimen peluang yang sederhana
Mistar hitung, tabel-tabel alat pembantu hitungan.