Anda di halaman 1dari 15

1

Kesehatan dan Keselamatan Kerja


disusun untuk memenuhi tugas keperawatan komunitas

OLEH:
DIAN HARDIANTI N

LULUK DWI ROYANI

DWI WAHYU S.T.Y

SANDRA ATIKA MURTI

ERNIA HARIS HIMAWATI

SILVIA RAHMAWATI

FELICIA KRISTIANI M

UMI FADHILAH

FITRIA UMI K

ZULIATUL FAJRIYAH

D IV KEPERAWATAN SEMARANG
JURUSAN KEPERAWATAN SEMARANG
POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES SEMARANG
2016

BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Keselamatan dan kesehatan kerja merupakan suatu pemikiran dan
upaya untuk menjamin keutuhan dan kesempurnaan baik jasmani maupun
rohani. Dengan keselamatan dan kesehatan kerja maka para pihak
diharapkan dapat melakukan pekerjaan dengan aman dan nyaman.
Pekerjaan dikatakan aman jika apapun yang dilakukan oleh pekerja
tersebut, resiko yang mungkin muncul dapat dihindari. Pekerjaan
dikatakan nyaman jika para pekerja yang bersangkutan dapat melakukan
pekerjaan dengan merasa nyaman dan betah, sehingga tidak mudah capek.
Keselamatan dan kesehatan kerja merupakan salah satu aspek
perlindungan tenaga kerja yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 13
Tahun 2003. Dengan menerapkan teknologi pengendalian keselamatan dan
kesehatan kerja, diharapkan tenaga kerja akan mencapai ketahanan fisik,
daya kerja, dan tingkat kesehatan yang tinggi. Disamping itu keselamatan
dan kesehatan kerja dapat diharapkan untuk menciptakan kenyamanan
kerja dan keselamatan kerja yang tinggi. Jadi, unsur yang ada dalam
kesehatan dan keselamatan kerja tidak terpaku pada faktor fisik, tetapi juga
mental, emosional dan psikologi.
Meskipun ketentuan mengenai kesehatan dan keselamatan kerja
telah diatur sedemikian rupa, tetapi dalam praktiknya tidak seperti yang
diharapkan. Begitu banyak faktor di lapangan yang mempengaruhi
kesehatan dan keselamatan kerja seperti faktor manusia, lingkungan dan
psikologis. Masih banyak perusahaan yang tidak memenuhi standar
keselamatan dan kesehatan kerja. Begitu banyak berita kecelakaan kerja
yang dapat kita saksikan. Dalam makalah ini kemudian akan dibahas
mengenai permasalahan kesehatan dan keselamatan kerja serta bagaimana
mewujudkannya dalam keadaan yang nyata.

B. Daftar masalah
a. Apa yang dimaksud dengan kesehatan dan keselamatan kerja?
b. Apa tujuan diadakannya kesehatan dan keselamatan kerja?
c. Potensi bahaya dan resiko apa saja yang dapat terjadi terhadap
keselamatan dan kesehatan kerja?
d. Pendidikan keselamatan dan kesehatan kerja apa saja yang harus
disampaikan?
C. Tujuan
Diharapkan pembaca dapat mengetahui:
a. Pengertian kesehatan dan keselamatan kerja
b. Tujuan adanya kesehatan dan keselamatan kerja
c. Potensi bahaya dan resiko terhadap keselamatan dan kesehatan
kerja
d. Pendidikan keselamatan dan kesehatan kerja
D. Manfaat
Tujuan pembuatan makalah ini adalah untuk mengetahui lebih
lanjut tentang keselamatan dankesehatan kerja.Diharapkan manfaat dari
pembahasan ini adalah dapat menambah pengetahuan kita tentangsyarat
dan prosedur keselamatan dan kesehatan kerja

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

A. PENGERTIAN KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA


Menurut Mangkunegara, keselamatan dan kesehatan kerja adalah
suatu pemikiran dan upaya untuk menjamin keutuhan dan kesempurnaan
baik jasmaniah maupun rohaniah tenaga kerja pada khususnya, dan
manusia pada umumnya, hasil karya dan budaya untuk menuju masyarakat
adil dan makmur.
Mathis dan Jackson, menyatakan bahwa keselamatan adalah
merujuk pada perlindungan terhadap kesejahteraan fisik seseorang
terhadap cidera yang terkait dengan pekerjaan. Kesehatan adalah merujuk
pada kondisi umum fisik, mental dan stabilitas emosi secara umum.
Lalu Husni, 2003: 138, ditinjau dari sudut keilmuan, kesehatan dan
keselamatan kerja adalah ilmu pengetahuan dan penerapannya dalam
usaha mencegah kemungkinan terjadinya kecelakaan dan penyakit akibat
kerja di tempat kerja.
Keamanan Kerja adalah unsur-unsur penunjang yang mendukung
terciptanya suasana kerja yang aman, baik berupa materil maupun
nonmateril.
a. Unsur-unsur

penunjang

keamanan

yang

bersifat

material

diantaranya sebagai berikut.


1. Baju kerja
2. Helm
3. Kaca mata
4. Sarung tangan
5. Sepatu
b. Unsur-unsur penunjang keamanan yang bersifat nonmaterial adalah
sebagai berikut.
1. Buku petunjuk penggunaan alat
2. Rambu-rambu dan isyarat bahaya.
3. Himbauan-himbauan
4. Petugas keamanan
Kesehatan kerja adalah suatu kondisi kesehatan yang bertujuan
agar masyarakat pekerja memperoleh derajat kesehatan setinggi-tingginya,

baik jasmani, rohani, maupun sosial, dengan usaha pencegahan dan


pengobatan terhadap penyakit atau gangguan kesehatan yang disebabkan
oleh pekerjaan dan lingkungan kerja maupun penyakit umum.
Keselamatan kerja dapat diartikan sebagai keadaan terhindar dari
bahaya selama melakukan pekerjaan. Dengan kata lain keselamatan kerja
merupakan salah sau faktor yang harus dilakukan selama bekerja. Tidak
ada seorang pun didunia ini yang menginginkan terjadinya kecelakaan.
Keselamatan kerja sangat bergantung .pada jenis, bentuk, dan lingkungan
dimana pekerjaan itu dilaksanakan.Unsur-unsur penunjang keselamatan
kerja adalah sebagai berikut:
a. Adanya unsur-unsur keamanan dan kesehatan kerja yang telah
dijelaskan diatas.
b. Adanya kesadaran dalam menjaga keamanan dan kesehatan kerja.
c. Teliti dalam bekerja
d. Melaksanakan Prosedur kerja dengan memperhatikan keamanan
dan kesehatan kerja.
Dengan demikian

dapat

disimpulkan

bahwa

Kesehatan,

keselamatan, dan keamanan kerja adalah upaya perlindungan bagi tenaga


kerja agar selalu dalam keadaan sehat dan selamat selama bekerja di
tempat kerja. Tempat kerja adalah ruang tertutup atau terbuka, bergerak
atau tetap, atau sering dimasuki tenaga kerja untuk keperluan usaha dan
tempat terdapatnya sumber-sumber bahaya.
Kecelakaan kerja dapat dibedakan menjadi kecelakaan yang
disebabkan oleh :
1. Mesin
2. Alat angkutan
3. Peralatan kerja yang lain
4. Bahan kimia
5. Lingkungan kerja
6. Penyebab yang lain
B. TUJUAN ADANYA KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA
a. Mencegah terjadinya kecelakaan kerja.
b. Mencegah timbulnya penyakit akibat suatu pekerjaan.
c. Mencegah/ mengurangi kematian.
d. Mencegah/mengurangi cacat tetap.

e. Mengamankan material, konstruksi, pemakaian, pemeliharaan


bangunan, alat-alat kerja, mesin-mesin, instalasi dan lain
sebagainya.
f. Meningkatkan produktivitas kerja tanpa memeras tenaga kerja dan
menjamin kehidupan produktifnya.
g. Mencegah pemborosan tenaga

kerja,

modal,

alat

dan

sumbersumber produksi lainnya.


h. Menjamin tempat kerja yang sehat, bersih, nyaman dan aman
sehingga dapat menimbulkan kegembiraan semangat kerja.
i. Memperlancar, meningkatkan dan mengamankan produksi industri
serta pembangunan
Dari sasaran tersebut maka keselamatan kerja ditujukan bagi:
a. Manusia (pekerja dan masyarakat)
b. Benda (alat, mesin, bangunan dll)
c. Lingkungan (air, udara, cahaya, tanah, hewan dan tumbuh
tumbuhan)
C. POTENSI BAHAYA DAN RESIKO TERHADAP KESELAMATAN
DAN KESEHATAN KERJA
No

Faktor Bahaya

.
1.

Bahan kimia

Potensi Kejadian
memasuki

aliran

darah

Pencegahan
dan pengendalian

lingkungan

kerja

menyebabkan kerusakan pada secara teknis sehingga kadar bahan-bahan


sistem tubuh dan organ lainnya
2.

Kebisingan

melampaui nilai ambang batas (NAB)


Suara keras, berlebihan atau Batasan
pajanan
terhadap
berkepanjangan dapat merusak

kebisingan ditetapkan nilai ambang

jaringan saraf sensitif di telinga,

batas sebesar 85 dB selama 8 jam

menyebabkan

sehari.
Alat pelindung diri seperti penutup

pendengaran
3.

Penerangan

kimia di udara lingkungan kerja tidak

kehilangan
sementara

atau

permanen
pekerja terpaksa membungkuk

telinga (earplug dan earmuff)


Pastikan setiap pekerja mendapatkan

dan

mencoba

memfokuskan

untuk
penglihatan

tingkat penerangan yang sesuai


mengubah
posisi
dan

arah

lampu

mereka, sehingga tidak nyaman


dan dapat menyebabkan masalah
pada punggung dan mata pada
jangka

panjang

memperlambat
4.

Getaran

dan

dapat

pekerjaan

mereka
kerusakan pada pembuluh darah

Batasan getaran alat kerja yang kontak

dan

langsung maupun tidak langsung pada

sirkulasi, nyeri punggung bagian

lengan

bawah, nyeri dan kram otot

dan

tangan

tenaga

kerja

ditetapkan sebesar 4 m/detik2


memasang peredam getaran

pada

pegangan dan kursi kendaraan atau


5.

Listrik

menghentikan fungsi jantung


dan menghambat pernafasan
Panas yang ditimbulkan oleh
arus

dapat

menyebabkan

kulit atau tubuh terbakar,


khususnya pada titik dimana
6.

Kebakaran

arus masuk ke tubuh


Pada jiwa, peralatan produksi,
proses produksi dan pencemaran
lingkungan kerja

sistem remote control


Menutup semua instalasi yang terbuka
Memperbaiki atau mengganti peralatan
yang rusak
Menggunakan

grounding yang benar


Menghindari
penggunaan

Sinar busur las

yang

melebihi kapasitasnya
Pengendalian setiap bentuk energi
Penyediaan sarana deteksi, alarm,
pemadam kebakaran dan evakuasi
Penyelenggaraan latihan dan buku
rencana

7.

peralatan/sistem

penanggulangan

darurat

Kerusakan pada mata dan kulit

kebakaran
Kaus tangan atau masker pelindung

dapat terbakar seperti terbakar

wajah sejenis helm dengan plat-plat

sinar matahari

baja anti-cahaya dilengkapi dengan


jumlah penyaring yang cukup memadai
serta kacamata pelindung digunakan

ketika mengerjakan las busur listrik

atau las gas


Pekerja las harus memakai pakaian
kerja lengan panjang dan menutupi
leher dengan handuk sehingga kulit
terlindung dari paparan sinar busur las

D. PENDIDIKAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA


Tujuan pendidikan keselamatan dan kesehatan kerja adalah
mencegah terjadinya kecelakaan. Cara efektif untuk mencegah terjadinya
kecelakaan, harus diambil tindakan yang tepat terhadap tenaga kerja dan
perlengkapan, agar tenaga kerja memiliki konsep keselamatan dan
kesehatan kerja demi mencegah terjadinya kecelakaan.
Tujuan keselamatan dan

Melindungi

kesehatan kerja

meningkatkan efisiensi kerja, mencegah

Berbagai arah keselamatan

terjadinya kecelakaan kerja dan penyakit.


1. Mengantisipasi keberadaan faktor

dan kesehatan kerja

kesehatan

penyebab

bahaya

tenaga

dan

kerja,

melakukan

pencegahan sebelumnya.
2. Memahami jenis-jenis bahaya yang ada
di tempat kerja
3. Mengevaluasi tingkat bahaya di tempat
kerja
4. Mengendalikan terjadinya bahaya atau
Mengenai

peraturan

komplikasi
Yang terutama adalah UU Keselamatan dan

keselamatan dan kesehatan

Kesehatan

tenaga kerja

Pelaksanaan

Faktor penyebab berbahaya

Kesehatan Tenaga Kerja.


1. Bahaya jenis kimia: terhirup atau

yang sering ditemui

Tenaga
UU

Kerja

dan

Keselamatan

Detail
dan

terjadinya kontak antara kulit dengan


cairan

metal,

cairan

non-metal,

hidrokarbon dan abu, gas, uap steam,

asap dan embun yang beracun.


2. Bahaya jenis fisika: lingkungan yang
bertemperatur panas dingin, lingkungan
yang

beradiasi

pengion

dan

non

pengion, bising, vibrasi dan tekanan


udara yang tidak normal.
3. Bahaya yang mengancam manusia
dikarenakan jenis proyek: pencahayaan
dan penerangan yang kurang, bahaya
dari pengangkutan, dan bahaya yang
Cara pengendalian ancaman
bahaya kesehatan kerja

ditimbulkan oleh peralatan.


1. Pengendalian teknik : mengganti
prosedur kerja, menutup mengisolasi
bahan

berbahaya,

menggunakan

otomatisasi pekerjaan, menggunakan


cara

kerja

basah

pergantian udara.
2. Pengendalian

dan

ventilasi

administrasi

mengurangi waktu pajanan, menyusun


peraturan keselamatan dan kesehatan,
memakai alat pelindung, memasang
tanda-tanda

peringatan,

membuat

daftar data bahan-bahan yang aman,


melakukan

pelatihan

sistem

penangganan darurat.
3. Pemantauan kesehatan : melakukan
Mengapa

pemeriksaan kesehatan
diperlukan Menurut H. W. Heinrich,

adanya

pendidikan kecelakaan kerja yang sering ditemui adalah

penyebab

keselamatan dan kesehatan perilaku yang tidak aman sebesar 88%,


kerja?

kondisi lingkungan yang tidak aman sebesar


10%, atau kedua hal tersebut di atas terjadi
secara

bersamaan.

Oleh

karena

itu,

pelaksanaan

diklat

keselamatan

dan

kesehatan tenaga kerja dapat mencegah


perilaku yang tidak aman dan memperbaiki
kondisi lingkungan yang tidak aman.
Agar tenaga kerja memiliki pengetahuan

Tujuan pelatih

dan

kemampuan

kerja,

mencegah

mengembangkan

kebiasaan

pentingnya

kesehatan

kerja,

kecelakaan

konsep

keselamatan

memahami

dan
dan

ancaman

bahaya yang ada di tempat kerja dan


menggunakan
Peraturan yang perlu ditaati

agar

keselamatan
manajer
pendidikan

tenaga

dan

wajib

kerja,

kesehatan
mengikuti

petugas

kerja

dan

pelatihan

keselamatan dan kesehatan kerja.


dan 1. Petugas keselamatan dan kesehatan

pelatihan keselamatan dan


kesehatan kerja

pencegahan

kecelakaan kerja.
UU Keselamatan dan Kesehatan Kerja
mengatur

Obyek

langkah

kerja
2. Manajer

bagian

operasional

keselamatan dan kesehatan kerja


3. Petugas
operator
mesin

dan

perlengkapan yang berbahaya


4. Petugas operator khusus
5. Petugas operator umum
6. Petugas penguji kondisi lingkungan
kerja
7. Petugas

estimasi

keselamatan

pembangunan
8. Petugas estimasi keselamatan proses
produksi
9. Petugas penyelamat
10. Tenaga kerja baru atau sebelum tenaga
Jadwal dan isi program

kerja mendapat rotasi pekerjaan


Berbagai obyek pelatihan disesuaikan

pelatihan

dengan peraturan mengenai jadwal dan isi

Prinsip analisa keselamatan

program pelatihan.
Mencari penyebab dari seluruh tingkat

dan kesehatan kerja

lapisan, dari lapisan umum sampai dengan


pokok penyebabnya dicari secara tuntas,
hingga dapat diketahui penyebab utamanya

Pencegahan kecelakaan

dan melakukan perbaikan.


Untuk mencegah terjadinya kecelakaan

kerja

kerja,

sebelumnya

harus

dimulai

daripengenalan bahaya di tempat kerja,


estimasi, tiga langkah pengendalian, dalam
pengenalan bahaya perlu adanya konfirmasi
keberadaan

bahaya

di

memutuskan

pengaruh

mengestimasi

bahaya

tempat

kerja,

bahaya;

dalam

perlu

diketahui

adanya tenaga kerja di bawah ancaman


bahaya pajanan atau kemungkinan pajanan,
konfirmasi apakah kadar pajanan sesuai
dengan peraturan, memahami pengendalian
perlengkapan
manajemen
pengendalian

atau
sesuai

apakah

langkah

persyaratan;

bahaya

pengendalian

sumber

pengendalian

jalur

perlu

dalam

dilakukan

bahaya,
bahaya,

dari
dari

pengendalian tambahan terhadap tenaga


kerja
Tindakan

pajanan,

pengamanan.
penanganan Berdasarkan UU

menetapkan
Perlindungan

prosedur
Tenaga

setelah terjadi kecelakaaan Kerja dan Kecelakaan Kerja, pemilik usaha


kerja

pada saat mulai memakai tenaga kerja,


harus membantu tenaga kerjanya untuk
mendaftar keikutsertaan asuransi tenaga

kerja, demi menjamin keselamatan tenga


kerja. Selain itu, setelah terjadi kecelakaan
kerja, pemilik usaha wajib memberikan
subsidi kecelakaan kerja, apabila pemilik
usaha tidak mendaftarkan tenaga kerjanya
ikut serta asuransi tenaga kerja sesuai
dengan UU Standar Ketenagakerjaan, maka
pemilik usaha akan dikenakan denda.

BAB III
PENUTUP

A. KESIMPULAN
Kesehatan dan keselamatan kerja adalah suatu usaha dan upaya
untuk menciptakan perlindungan dan keamanan dari resiko kecelakaan dan
bahaya baik fisik, mental maupun emosional terhadap pekerja, perusahaan,
masyarakat dan lingkungan. Jadi kesehatan dan keselamatan kerja tidak
melulu berkaitan dengan masalah fisik pekerja, tetapi juga mental,
psikologis dan emosional.
Oleh karena itu, perlu ditingkatkan sistem manajemen kesehatan
dan keselamatan kerja yang dalam hal ini tentu melibatkan peran bagi
semua pihak. Tidak hanya bagi para pekerja, tetapi juga pengusaha itu
sendiri, masyarakat dan lingkungan sehingga dapat tercapai peningkatan
mutu kehidupan dan produktivitas nasional.
B. SARAN
Bagi penyedia lapangan pekerjaan baik itu berbentuk PT, CV ataupun
yang lain perlu untuk mengadakan sosilisasi bagi tenaga kerjanya
mengenai K3.

DAFTAR PUSTAKA
http://hitamandbiru.blogspot.com/2012/08/makalah-keselamatan-dan-kesehatankerja.html#ixzz40uU6YTNE
https://www.academia.edu/9070879/PENGERTIAN_K3_MENURUT_PARA_AH
LI
http://www.landasanteori.com/2015/09/pengertian-keselamatan-dankesehatan.html
http://www.ilo.org/wcmsp5/groups/public/---asia/---ro-bangkok/---ilojakarta/documents/publication/wcms_237650.pdf#page=11&zoom=130,72,528
http://www.ilosh.gov.tw/wSite/userfiles/960718-104.pdf
http://footballokers.blogspot.co.id/2013/01/makalah-kesehatan-dan-keselamatankerja.html
http://hitamandbiru.blogspot.com/2012/08/makalah-keselamatan-dan-kesehatankerja.html#ixzz41WciF55R