Anda di halaman 1dari 5

PENINGKATAN KREATIVITAS DAN PRESTASI BELAJAR SISWA MELALUI

MODEL STAD BERTUGASKAN MENGGANTI LIRIK LAGU


Oleh:
Lia Rahmawati, Mujiyem Sapti
Program Studi Pendidikan Matematika
FKIP Universitas Muhammadiyah Purworejo
liarachmawati91@yahoo.com, saptimoedji@yahoo.com
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimanakah model pembelajaran Student
Teams Achievement Divisions (STAD) bertugaskan mengganti lirik lagu dapat meningkatkan
kreativitas dan prestasi belajar siswa kelas VII C SMP N 15 tahun 2012/2013 sejumlah 32 siswa.
Teknik pengumpulan data yaitu metode observasi, angket, dan tes. Instrumen berupa lembar
observasi kreativitas belajar, observasi penilaian mengganti lirik lagu, angket kreativitas
belajar, dan tes prestasi belajar. Hasil analisis data dihitung dengan rerata dan persentase.
Penelitian menunjukan bahwa penerapan pembelajaran kooperatif tipe STAD bertugaskan
mengganti lirik lagu dapat meningkatkan krativitas dan prestasi belajar siswa. Hasil observasi
kraetivitas belajar diperoleh persentase 47,5% pada pra siklus, 65% pada siklus I, dan 72,5%
pada akhir siklus II. Hasil angket kraetivitas belajar diperoleh persentase 54,52% pada pra
siklus, 65,39% pada siklus I, dan 72,42% pada akhir siklus II. Hasil observasi penilaian
mengganti lirik lagu diperoleh persentase 64,06% pada siklus I, dan 72,66% pada akhir siklus II.
Pada pra siklus persentase ketuntasan sebesar 34,37% menjadi 65,62% pada siklus I dan
meningkat menjadi 78,12% pada siklus II, sehingga memenuhi indikator yaitu prestasi belajar
matematika dengan persentase minimal 75 siswa mampu mencapai nilai ketuntasan di atas
KKM, dengan kriteria yang ditetapkan 70.

Kata kunci: Kreativitas belajar, prestasi belajar, STAD, dan mengganti lirik lagu.
PENDAHULUAN
Pembelajaran pada dasarnya merupakan proses penambahan informasi dan
kemampuan baru. Ketika matematika masih dianggap sulit oleh sebagian siswa, maka
perlu dipikirkan pembelajaran yang harus dilakukan agar dapat memberikan kesan
yang menyenangkan. Sejauh ini diketahui bahwa pengajaran yang dilakukan guru
kebanyakan menggunakan metode pengajaran konvensional, di mana guru langsung
menyampaikan materi beserta rumus-rumusnya. Siswa tidak menemukan sendiri
pengetahuan sehingga tidak bertahan lama dalam ingatan siswa, yang berakibat
kurangnya kemandirian dan keingintahuan siswa dalam belajar. Selain itu anak lebih
bersifat pasif, kebanyakan siswa akan merasa malu atau takut untuk mengungkapkan

250

Ekuivalen: Peningkatan Kreativitas Dan Prestasi Belajar Siswa Melalui Model STAD Bertugaskan
Mengganti Lirik Lagu.

pendapat, ide dan gagasannya langsung dengan gurunya apabila dia mengalami
kesulitan dalam belajar.
Model pembelajaran STAD sangat tepat untuk menciptakan pembelajaran yang
tidak lagi terpusat pada guru di mana siswa dapat menemukan sendiri pengetahuan
sehingga dapat bertahan lama dalam ingatannya. Di mana tipe ini mendorong
kemandirian, keaktifan, dan tanggungjawab dalam diri siswa. Menurut hasil penelitian
(Susi Puji Rahayu, 2012), bahwa rerata prestasi belajar matematika siswa dengan
strategi pembelajaran kooperatif tipe STAD lebih tinggi dari pada rerata prestasi
belajar matematika yang strategi pembelajaraan ekpositori.
Slavin (2009: 143) menyatakan bahwa STAD merupakan salah satu metode
pembelajaran kooperatif yang paling sederhana, dan merupakan model yang paling
baik untuk permulaan bagi para guru yang baru menggunakan pendekatan kooperatif.
Dalam pembelajaran ini siswa banyak berperan selama kegiatan berlangsung. Model
pembelajaran

kooperatif

tipe

STAD

memberi

kesempatan

siswa

untuk

mengembangkan pengetahuannya dengan berdiskusi sesama anggota kelompok


sehingga bagi siswa yang lemah dapat dibantu oleh siswa yang lebih pandai.
Dalam upaya meningkatkan prestasi belajar juga perlu diimbangi dengan
pembelajaran yang dapat menumbuhkan kreativitas belajar siswa. Menurut Slameto
(2010: 138) kreativitas adalah hasil belajar dalam kecakapan kognitif, sehingga untuk
menjadi kreatif dapat dipelajari melalui proses belajar mengajar. Bertugaskan
mengganti lirik lagu merupakan salah satu tugas yang dapat mendongkrak kreativitas
siswa yaitu dengan memanfaatkan lagu sebagai media pembelajaran yang menjadikan
proses pembelajaran menjadi menyenangkan, terkenang dan tidak membosankan.
Mengganti lirik lagu juga dapat memudahkan siswa dalam mengingat, memahami, dan
mengembangkan materi yang ada.
Dari uraian di atas diharapkan model pembelajaran kooperatif tipe Student
Teams Achievement Devision (STAD) bertugaskan mengganti lirik lagu dapat
meningkatkan prestasi belajar dan kreativitas siswa lebih baik dibandingkan dengan
prestasi belajar dengan menggunakan model pembelajaran konvensional atau
ceramah.

Ekuivalen: Peningkatan Kreativitas Dan Prestasi Belajar Siswa Melalui Model STAD Bertugaskan
Mengganti Lirik Lagu.

251

METODE PENELITIAN
Di dalam penelitian ini, peneliti menggunakan model Penelitian Tindakan Kelas
(PTK). Penelitian berlangsung dalam 2 siklus, dan setiap siklus dilakukan empat kali
pertemuan. Setiap siklus terdiri dari empat langkah yang dikemukakan oleh Arikunto
(2008: 16) yaitu: (1) perencanaan, (2) Pelaksanaan, (3) pengamatan, (4) refleksi. Subjek
dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII C SMPN 15 Purworejo pada tahun ajaran
2012/2013, dengan jumlah 32 siswa.
Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan tiga cara, yaitu
metode observasi, angket dan tes. Instrumen yang digunakan peneliti berupa lembar
observasi kreativitas belajar siswa, lembar observasi penilaian mengganti lirik lagu,
angket kreativitas belajar siswa, dan tes evaluasi setiap akhir siklus berupa soal pilihan
ganda. Analisis data dilakukan dengan menggunakan rerata, persentase pada skor
siswa.
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Penelitian siklus I dimulai pada tanggal 6 Mei 2013, dan siklus II pada tanggal 14
Mei 2013. Hasil penelitian ini didasarkan hasil sebelum dikenai tindakan didapatkan
skor rerata untuk lembar observasi kreativitas belajar siswa dengan persentase 47,5%.
Untuk angket kreativitas belajar siswa dengan persentase 58,19%, dan tes prestasi
belajar dengan rerata kelas yaitu 57, di mana jumlah siswa yang tuntas sebanyak 11
siswa dengan persentase 34,37%. Dari pengamatan awal tersebut dilanjutkan dengan
refleksi pengamatan pada setiap siklusnya.
Berdasarkan pengamatan awal tersebut peneliti dengan menerapkan model
pembelajatan STAD bertugaskan mengganti lirik lagu dapat meningkatkan kreativitas
dan prestasi belajar siswa kelas VII C. Hal ini dapat ditunjukan dari hasil angket
krativitas belajar siswa pada siklus I terdapat peningkatan mencapai 65,39% dari
58,19% pada pra siklus. Hasil observasi kreativitas belajar siswa pada siklus I terdapat
peningkatan 65% dari 47,5% pada pra siklus, sedangkan dari lembar observasi
penilaian mengganti lirik lagu didapat hasil persentase 64,06%.
Prestasi belajar siswa menunjukkan peningkatan ketuntasan dimana pada pra
siklus jumlah siswa yang mencapai KKM sebanyak 11 siswa dengan persentase

252

Ekuivalen: Peningkatan Kreativitas Dan Prestasi Belajar Siswa Melalui Model STAD Bertugaskan
Mengganti Lirik Lagu.

ketuntasan 34,37% pada siklus I meningkat menjadi 21 siswa yang mencapai KKM
dengan persentase ketuntasan 65,62%. Hasil kreativitas pada masing-masing
instrumen sudah memenuhi target, akan tetapi prestasi belajar siswa masih belum
dikatakan berhasil karena belum mencapai indikator penelitian yaitu ketuntasan
mencapai 75%, maka peneliti memutuskan untuk dilakukan perbaikan pada siklus II.
Pada siklus II terjadi peningkatan hasil observasi kreativitas belajar siswa yaitu
65% pada siklus I meningkat menjadi 72,5% pada siklus II, hal ini terlihat dari hasil
pengamatan yang menunjukan ketika proses presentasi berlangsung sudah banyak
tanya jawab, tukar pendapat dan ide antara kelompok satu dengan kelompok lain.
Angket kreativitas belajar siswa pada siklus II meningkat 74,08% dari 65,39% pada
siklus I, sedangkan untuk observasi penilaian mengganti lirik lagu juga mengalami
peningkatan dari siklus I yaitu 64,06% menjadi 72,66% pada siklus II. Dari data tersebut
menunjukan kreativitas belajar siswa sudah masuk kedalam kategori cukup baik dan
hal ini menunjukkan bahwa sebagian siswa sudah memiliki sikap kreatif dalam belajar
matematika.
Meningkatnya kreativitas siswa disertai dengan meningkatnya prestasi belajar
siswa pada siklus II yaitu mencapai rerata 73,28 dari 69,69. Peningkatan ini terjadi
karna dilakukan perbaiakan dari siklus I ke siklus II, dengan perbaikan tersebut jumlah
siswa yang mencapai KKM pada siklus I sebanyak 21 siswa dengan presentase
ketuntasan 65,62%. Pada siklus II ketuntasan KKM meningkat menjadi 25 siswa dengan
persentase ketuntasan 78,12%. Dengan demikian dari hasil siklus I dan siklus II dapat
terlihat bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD bertugaskan
mengganti lirik lagu dapat meningkatkan kreativitas belajar dan prestasi belajar siswa
kelas VII C SMP N 15 Purworejo.
SIMPULAN DAN SARAN
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan maka kesimpulan yang dapat
dikemukakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: (1) kreativitas belajar siswa
mengalami peningkatan dengan menggunakan model pembelajaran Student Teams
Achievement Divisions (STAD) bertugaskan mengganti lirik lagu yang dilaksanakan oleh
peneliti terlihat dari pengukuran (a) hasil observasi kreativitas belajar siswa diperoleh

Ekuivalen: Peningkatan Kreativitas Dan Prestasi Belajar Siswa Melalui Model STAD Bertugaskan
Mengganti Lirik Lagu.

253

persentase 47,5% pada pra siklus, 65% pada siklus I, dan 72,5% pada akhir siklus II; (b)
hasil Angket kreativitas belajar siswa terjadi peningkatan kreativitas belajar siswa
dengan kategori cukup baik diperoleh persentase 58,19% pada pra siklus, 65,39% pada
siklus I, dan 74,08% pada akhir siklus II; (c) hasil observasi penilaian mengganti lirik lagu
diperoleh persentase 64,06% pada siklus I, dan 72,66% pada akhir siklus II. (2) rerata
dan persentase ketuntasan prestasi belajar siswa mengalami peningkatan, yaitu 57
pada pra siklus menjadi 69,69 pada siklus I dan meningkat lagi menjadi 73,28 pada
siklus II. Dengan jumlah siswa yang mencapai KKM pada pra siklus sebanyak 11 siswa
dengan persentase 34,37% meningkat menjadi 21 siswa pada siklus I dengan
persentasenya yaitu 65,62% dan pada siklus II meningkat menjadi 25 siswa dengan
persentasenya yaitu 78,12%.
Dari simpulan di atas, untuk meningkatkan kreativitas dan prestasi belajar siswa
penulis memberikan beberapa saran sebagai berikut: (1) Kepada pihak sekolah,
diharapkan agar metode belajar ini dapat menjadi metode alternatif yang digunakan di
SMP Negeri 15 Purworejo dan dapat dilaksanakan secara bergantian dengan model
pembelajaran yang lain; (2) Kepada peneliti lain dapat melakukan penelitian lebih
lanjut menggunakan model pembelajaran STAD bertugaskan mengganti lirik lagu
dengan mencakup aspek selain kreativitas dan mengaplikasikannya pada materi
pembelajaran yang berbeda atau pada mata pelajaran selain matematika.
DAFTAR PUSTAKA
Arikunto, Suharsimi. 2006. Penelitian Tindak Kelas. Jakarta: Rineka Cipta.
Puji Rahayu, Susi (2012). Penerapan Strategi Pembelajaran Cooperative Learning Tipe
STAD Pada Materi Bangun Ruang Terhadap Prestasi Belajar Matematika Siswa
Kelas IV SD SE-Gugus Bima Kecamatan Kutowinangun Tahun Pelajaran 20112012, Purworejo: Perpustakaan Universitas Purworejo.
Slameto. 2010. Belajar dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta: Rineka
Cipta.
Slavin, Robert E. 2009. Cooperative Learning Teori, Riset dan Praktik. Bandung: Nusa
Media.

254

Ekuivalen: Peningkatan Kreativitas Dan Prestasi Belajar Siswa Melalui Model STAD Bertugaskan
Mengganti Lirik Lagu.