Anda di halaman 1dari 32

TEORI-TEORI BELAJAR

Pengertian
Teori,

seperangkat preposisi yang didalamnya memuat

ide, konsep, prosedur, dan prinsip yang dapat dipelajari,


dianalisis, dan diuji kebenarannya. (Hamzah, 2003:26)
Belajar,

usaha yang dilakukan oleh suatu individu untuk

mencapai suatu perubahan dari tidak tahu menjadi tahu,


dari tidak memiliki sikap menjadi bersikap benar.

Teori

Belajar

terdapat

tata

adalah
cara

suatu

teori

pengaplikasian

yang

didalamnya

kegiatan

belajar

mengajar antara guru dan siswa, serta perancangan


metode pembelajaran yang akan dilaksanakan.

Teori-Teori Belajar
Teori
Behavioristik

Teori
Kognitif

Teori
Humanistik

Mastery
Learning

Teori Behavioristik
Behavioris
tik
Thorndik
e
Watson
Clark
Hull
Edwin
Guthrie
Ivan
Pavlov
Skinner
Gagne

Kongitif
Humanis
tik

Mastery
Learnin
g

Kesimpul
an

Merupakan teori dengan pandangan


tentang
belajaradalah
perubahan
yang
dialami
siswa
dalam
hal
kemampuannya untuk bertingkah laku
dengan cara yang baru sebagai hasil
interaksi antara stimulus dan respon.

Behavioris
tik
Thorndike
Watson
Clark
Hull
Edwin
Guthrie
Ivan
Pavlov

Edward Lee Thorndike


Belajar adalah proses interaksi
antara stimulus (S) dan respon (R).
Bentuk paling dasar dari belajar adalah
trial and error learning atau selecting
and connecting learning dan
berlangsung menurut hukum-hukum
tertentu, yaitu :

Skinner

1.

Hukum Kesiapan (Law of Readiness)

Gagne

2.

Hukum Latihan (Law of Exercise)

Kongitif

3.

Hukum Akibat (Law of Effect)

4.

Hukum Reaksi Bervariasi (Multiple


Response)

5.

Hukum Sikap (Set/Attitude)

6.

Hukum Perpindahan Asosiasi


(Associative Shifting).

7.

Hukum Respon by Analogy.

Humanis
tik

Mastery
Learnin
g

Kesimpul
an

John

Behavioris
tik
Thorndik
e
Watson

B. Watson

Belajar sebagai proses interaksi


antara stimulus dan respon.
Namun, stimulus dan respon yang
dimaksud harus dapat diamati
(observable) dan dapat diukur.

Clark Hull
Edwin
Guthrie
Ivan
Pavlov
Skinner
Gagne

Kongitif
Humanis
tik

Mastery
Learnin
g

Kesimpul
an

Clark

Hull

Semua fungsi tingkah laku bermanfaat terutama


untuk menjaga agar organisme tetap bertahan
hidup. Kebutuhan biologis (drive) dan pemuasan
kebutuhan biologis (drive reduction) penting dan
menempati posisi sentral dalam seluruh kegiatan
manusia, sehingga stimulus dalam belajar pun
hampir selalu dikaitkan dengan kebutuhan
biologis, walaupun respon yang akan muncul
mungkin dapat berwujud macam-macam.

Edwin

Behavioris
tik
Thorndik
e
Watson
Clark
Hull
Edwin Guthrie
Ivan
Pavlov
Skinner
Gagne

Kongitif
Humanis
tik

Mastery
Learnin
g

Kesimpul
an

Guthrie

Azas belajar Guthrie yang utama adalah


hukum kontiguiti, yaitu gabungan stimulusstimulus yang disertai suatu gerakan, pada
waktu timbul kembali cenderung akan
diikuti oleh gerakan yang sama. Belajar
terjadi karena gerakan terakhir yang
dilakukan mengubah situasi stimulus,
sedangkan tidak ada respon lain yang dapat
terjadi. Penguatan sekedar hanya
melindungi hasil belajar yang baru agar
tidak hilang.
Guthrie juga percaya bahwa hukuman
(punishment) memegang peranan
pentingdalam proses belajar. Hukuman yang
diberikan pada saat yang tepat akan
mampu mengubah tingkah laku seseorang.

Teori

Behavioris
tik
Thorndik
e
Watson
Clark
Hull
Edwin
Guthrie
Ivan Pavlov
Skinner
Gagne

Kongitif
Humanis
tik

Mastery
Learnin
g

Kesimpul
an

Pengondisian Klasik (Ivan Pavlov)

Merupakan tipe pembelajaran dimana suatu


organisme belajar untuk mengaitkan atau
mengasosiasikan stimulus. Dalam pengkondisian
klasik stimulus netral diasosiasikan dengan stimulus
yang bermakna dan menimbulkan kapasitas untuk
menghasilkan respon yang sama.Teori ini dipelopori
oleh seorang ahli sosiologi Rusia, Ivan Pavlov, pada
awal tahun 1900an.
Ada 2 stimulus dan 2 respon yang harus dipahami
pada teori ini, yaitu
Unconditioned Stimulus (US), stimulus yang menghasilkan
respon tanpa pembelajaran
Conditioned Stimulus (CS), stimulus yang menghasilkan
respon melalui pembelajaran yang diasosiasikan dengan US
Unconditioned Respon (UR), respon yang tidak dipelajari
Conditioned Respon (CR), respon yang dipelajari melalui CS
dan US

Behavioris
tik
Thorndik
e
Watson
Clark
Hull
Edwin
Guthrie

Berdasarkan eksperimen Pavlov,


diperoleh kesimpulan berkenaan
dengan beberapa cara perubahan
tingkah laku yang dapat digunakan
dalam proses pembelajaran, yaitu
1.

Generalization, pengaruh dari stimulus yang


baru yang akan menghasilkan respon yang
sama.

Kongitif

2.

Humanis
tik

Discrimination,
tertentu.

3.

Extinction, suatu CS yang tidak diikuti dengan


US, yang lama-kelamaan organisme tidak
merespon.

Ivan Pavlov
Skinner
Gagne

Mastery
Learnin
g

Kesimpul
an

hanya

merespon

stimulus

Behavioris
tik
Thorndik
e
Watson
Clark
Hull
Edwin
Guthrie
Ivan Pavlov
Skinner
Gagne

Kongitif
Humanis
tik

Mastery
Learnin
g

Kesimpul
an

Burrhus
Behavioris
tik
Thorndik
e
Watson
Clark
Hull
Edwin
Guthrie
Ivan
Pavlov
Skinner
Gagne

Kongitif
Humanis
tik

Mastery
Learnin
g

Kesimpul
an

Disebut

Frederic Skinner
juga

dengan

teori

pengondisian

operan yang dipelopori oleh B.F. Skinner.


Pada teori ini, konsekuensi (imbalan atau
hukuman)

perilaku

akan

menyebabkan

perubahan dalam probabilitas perilaku itu


akan terjadi.
Terdapat 2 konsep utama dalam teori ini,
yaitu
terbagi

Penguatan
menjadi

(Reinforcement)
penguatan

positif

negatif, dan Hukuman (Punishment).

yang
dan

Ada sejumlah teknik-teknik dalam teori ini


Behavioris
tik
Thorndik
e
Watson
Clark
Hull
Edwin
Guthrie
Ivan
Pavlov

yang dapat digunakan untuk pembentukan


tingkah laku dalam pembelajaran, yaitu :
a. Pembentukan respon (Shaping Behaviour)
b. Generalization, Discrimination, Extinction
c. Jadwal Penguatan (Schedule of Reinforcement)

Skinner
Gagne

d. Penguatan Intermiten

Kongitif

e. Penghapusan

Humanis
tik

f. Percontohan (Modeling)

Mastery
Learnin
g

Kesimpul
an

g. Token Ekonomi

Behavioris
tik
Thorndik
e
Watson
Clark
Hull
Edwin
Guthrie
Ivan
Pavlov
Skinner
Gagne

Kongitif
Humanis
tik

Mastery
Learnin
g

Kesimpul
an

Gagne

Behavioris
tik
Thorndik
e
Watson
Clark
Hull
Edwin
Guthrie
Ivan
Pavlov
Skinner
Gagne

Menurut Gagnebelajar memberi kontribusi terhadap


adaptasi yang diperlukan untuk mengembangkan proses
yang logis, sehingga perkembangan tingkah laku
(behavior) adalah hasil dari efek belajar yang kumulatif.
Setelah belajar, orang memiliki keterampilan,
pengetahuan, sikap dan nilai. Timbulnya kapabilitas
tersebut berasal dari(1)stimulasi yang berasal dari

Kongitif

lingkungan; dan(2)proses kognitif yang dilakukan siswa.

Humanis
tik

Dengan demikian,belajaradalah seperangkat proses

Mastery
Learnin
g

Kesimpul
an

kognitif yang mengubah sifat stimulasi lingkungan,


melewati pengolahan informasi menjadi kapabilitas baru.

Gagne membagi proses belajar berlangsung dalam empat fase

Behavioris
tik
Thorndik
e
Watson
Clark
Hull
Edwin
Guthrie
Ivan
Pavlov

utama, yaitu:
1.

Fase pengenalan (apprehending phase)

2.

Fase perolehan (acqusition phase)

3.

Fase penyimpanan (storage phase)

4.

Fase pemanggilan (retrieval phase)

Skinner
Gagne

Kongitif
Humanis
tik

Mastery
Learnin
g

Kesimpul
an

Kemudian ada fase-fase lain yang dianggap tidak utama, yaitu :


5.

Fase motivasi

6.

Fase generalisasi

7.

Fase penampilan

8.

Fase umpan balik

Behavioris
tik
Kongitif
Humanis
tik

Mastery
Learnin
g

Kesimpul
an

Peran Guru dan Siswa


Peran Guru
Menyusun bahan pelajaran
dari sederhana ke kompleks
Memberikan intruksi bukan
ceramah
Tujuan pembelajaan dibagi
dalam bagian yg lebih kecil
Memperbaiki kesalahan
dengan segera
Pengulangan latihan agar
perilaku yang diinginkan
menjadi kebiasaan
Memberikan penguatan yang
sesuai
Evaluasi didasari atas
perilaku yg tampak

Peran Siswa
Berlaku sesuai intruksi
yang diberikan
Meniru perilaku yang
dicontohkan
Mengikuti aturan yang
ditetapkan
Berlatih melalui
pengulangan dan
pembiasaan
Menguasai keterampilan
dasar sebagai
persyaratan penguasaan

Behavioris
tik

Kognitif
Pemroses
an
Informasi

Gestalt
Metakogni
si

Siberneti
k
Kontrukti
v
isme

Humanis
tik

Mastery
Learnin
g

Kesimpul
an

Teori-Teori Kognitif
Teori belajar kognitif
memandang belajar sebagai
proses pemfungsian unsur-unsur
kognisi, terutama unsur pikiran,
untuk dapat mengenal dan
memahami stimulus yang datang
dari luar. Aktivitas belajar pada
diri manusia ditekankan pada
proses internal berpikir, yakni
proses pengolahan informasi.

Teori Pemrosesan Informasi


Behavioris
tik

Teori pemrosesan informasiadalah teori kognitif


tentang belajar yang menjelaskan pemrosesan,

Kognitif

penyimpanan, dan pemanggilan kembali

Pemrosesan
Informasi

pengetahuan dari otak(Slavin, 2000: 175) yang

Gestalt
Metakogni
si

menjelaskan bagaimana seseorang memperoleh

Siberneti
k
Kontrukti
v
isme

sejumlah informasi dan dapat diingat dalam waktu


yang cukup lama. Inti dari pendekatan ini adalah

Humanis
tik

proses memori dan berfikir (thinking). (Santrock,

Mastery
Learnin
g

Kesimpul
an
1.
2.

310:2010).
Menurut Siegler, ada empat mekanisme yang
bekerjasama menciptakan perubahan dalam
keterampilan kognitif anak, yaitu
Ecoding
Otomatisitas

Teori Gestalt
Behavioris
tik

Kognitif
Pemroses
an
Informasi

Gestalt

Metakogni
si

Siberneti
k
Kontrukti
v
isme

Humanis
tik

Mastery
Learnin
g

Kesimpul
an

Teori Gestalt adalah sebuah teori yang


menjelaskan
proses
persepsi
melalui
pengorganisasian
komponen-komponen
sensasi yang memiliki hubungan, pola, ataupun
kemiripan menjadi kesatuan.
Akhmad Sudrajat menguraikan beberapa
aplikasi
teori
Gestalt
dalam
proses
pembelajaran, antara lain
a.
b.
c.
d.
e.

Pengalaman tilikan (insight)


Pembelajaran yang bermakna (meaningful learning)
Perilaku bertujuan (purposive behavior)
Prinsip ruang hidup (life space)
Transfer dalam Belajar

Teori Metakognisi
Behavioris
tik

Kognitif
Pemroses
an
Informasi
Gestalt

Metakogni
si
Siberneti
k
Kontrukti
v
isme

Humanis
tik

Mastery
Learnin
g

Kesimpul
an

Metakognisiadalah suatu kemampuan


individu berdiri di luar kepalanya dan
berusaha merenungkan cara dia berfikir
atau merenungkan proses kognitif yang
dilakukan.
Orang yang pertama memperkenalkan
istilah metakognisi adalahJohn Flavell.Ia
membagi metakognisi keempat variabel
yang penting, yaitu :
a. Variabel Individu
a.
b.

Variabel Intra Individu


Variabel antra individu

b. Variabel Universal
c. Variabel Tugas
d. Variabel Strategi

Teori Sibernetik
Dalam teori ini yang lebih penting adalah sistem informasi yang
diproses, karena informasi ini yang akan menentukan proses.

Behavioris
tik

Kognitif
Pemroses
an
Informasi

Kelebihan

Cara berfikir yang berorientasi


pada proses lebih menonjol.

Penyajian pengetahuan
memenuhi aspek ekonomis.

Kapabilitas belajar dapat disajikan


lebih lengkap.

Adanya keterarahan seluruh


kegiatan kepada tujuan yang ingin
dicapai.

Adanya transfer belajar pada


lingkungan kehidupan yang
sesungguhnya.

Kontrol belajar memungkinkan


belajar sesuai dengan irama
masing-masing individu

Gestalt
Metakogni
si

Sibernetik

Kontrukti
v
isme

Humanis
tik

Mastery
Learnin
g

Kesimpul
an

Balikan informativ memberikan


rambu-rambu yang jelas tentang
tingkat unjuk kerja yang telah
dicapai dibandingkan dengan
unjuk kerja yang diharapkan.

Kelemahan

Teori ini dikritik karena lebih


menekankan padasistem
informasi yang dipelajari, dan
kurang memperhatikan
bagaimana prosesbelajar.

Teori Kontruktivisme
Behavioris
tik

Kognitif
Pemroses
an
Informasi
Kontrukti

v
isme

Metakogni
si

Siberneti
k
Kontruktivism
e

Humanis
tik

Mastery
Learnin
g

Kesimpul
an

Teori Kontruktivisme didefinisikan sebagai


pembelajaran yang bersifat generatif, yaitu
tindakan mencipta sesuatu yang bermakna dari
apa yang telah dipelajari. Ini menyebabkan
seseorang mempunyai pengetahuan dan
menjadi lebih dinamis.
Teori ini memandang bahwa
Belajar berarti mengkonstruksikan makna atas
informasi dari masukan yang masuk ke dalam
otak.
Peserta didik harus menemukan dan
mentransformasikan informasi kompleks ke
dalam dirinya sendiri.
Peserta didik sebagai individu yang selalu
memeriksa informasi baru yang berlawanan
dengan prinsip-prinsip yang telah ada dan
merevisi prinsip-prinsip tersebut apabila sudah

Jean

Behavioris
tik

Kognitif
Pemroses
an
Informasi
Kontrukti

v
isme

Metakogni
si

Siberneti
k
Kontruktivism
e

Humanis
tik

Mastery
Learnin
g

Kesimpul
an

Pigeat

Jean Piaget menyebut bahwa struktur


kognitif ini sebagai skemata (Schemas),
yaitu kumpulan dari skema-skema.
Seseorang individu dapat mengikat,
memahami, dan memberikan respon
terhadap stimulus disebabkan karena
bekerjanya skemata ini. Skemata
berkembang secara kronologis, sebagai
hasil interaksi antara individu dengan
lingkungannya. Dengan demikian,
seorang individu yang lebih dewasa
memiliki struktur kognitif yang lebih
lengkap dibandingkan ketika ia masih
kecil. Piaget mengemukakan tiga prinsip
utama dalam pembelajaran, antara lain:
Belajar Aktif
Belajar Lewat Interaksi Sosial
Belajar Lewat Pengalaman Sendiri

Behavioris
tik

Kognitif

Humanisti
k
Carl R.
Rogers
Arthur
Combs
Abraham
Maslow

Mastery
Learnin
g

Kesimpul
an

Teori Humanistik
Teori humanistik lebih abstrak dan mendekati
bidang kajian ilmu filsafat, kepribadian dan
psikoterapi dari pada bidang kajian-kajian psikologi
dalam belajar. Teori ini sangat mementingkan obyek
yang dipelajari dari pada proses belajar tersebut.
Ausubel berpandangan bahwa belajar bermakna
atau yang juga tergolong dalam aliran kognitif yang
mengatakan bahwa belajar adalah asimilasi penuh
makna. Materi pelajaran diasimilasikan dan
dihubungkan dengan pengetahuan yang sudah
dimiliki.

Behavioris
tik

Kognitif

Humanisti
k
Carl R. Rogers
Arthur
Combs
Abraham
Maslow

Mastery
Learnin
g

Kesimpul
an

Carl

R. Rogers
Ada dua ciri belajar,
yaitu belajar bermakna
yang terjadi jika dalam
proses pembelajaran
melibatkan aspek pikiran
dan perasaan peserta
didik, dan belajar tidak
bermakna yang terjadi
jika dalam proses
pembelajaran melibatkan
aspek pikiran, akan tetapi
tidak melibatkan aspek
perasaan peserta didik.

Behavioris
tik

Kognitif

Humanisti
k
Carl R.
Rogers
Arthur Combs
Abraham
Maslow

Mastery
Learnin
g

Kesimpul
an

Arthur

Combs

Combs berpendapat bahwa yang penting ialah bagaimana


membawa si siswa untuk memperoleh arti bagi pribadinya
dari materi pelajaran tersebut dan menghubungkannya
dengan kehidupannya.
Combs memberikan lukisan persepsi diri dalam dunia
seseorang seperti dua lingkaran (besar dan kecil) yang
bertitik pusat pada satu. Lingkaran kecil (1) adalah
gambaran dari persepsi diri dan lingkaran besar (2)
adalah persepsi dunia. Makin jauh peristiwa-peristiwa itu
dari persepsi diri, makin berkurang pengaruhnya terhadap
perilakunya. Jadi, hal-hal yang mempunyai sedikit
hubungan dengan diri, makin mudah hal itu terlupakan.

Abraham
Behavioris
tik

Kognitif

Humanisti
k
Carl R.
Rogers
Arthur
Combs
Abraham
Maslow

Mastery
Learnin
g

Kesimpul
an

Maslow

Teori belajar humanistik


Abraham Maslow yang
terkenal yaitu teori tentang
hierarki kebutuhan. Adapun
hierarki kebutuhan tersebut
adalah sebagai berikut:
Kebutuhan fisiologis atau dasar.
Kebutuhan akan rasa aman.
Kebutuhan untuk dicintai dan
disayangi.
Kebutuhan untuk dihargai.
Kebutuhan untuk aktualisasi diri.

Behavioris
tik

Kognitif
Humanis
tik

Mastery
Learning
Kesimpul
an

Mastery Learning
Mastery learning (pembelajaran tuntas)
adalah pendekatan dalam pembelajaran
yang mensyaratkan peserta didik
menguasai secara tuntas berdasarkan
seluruh standar kompetensi maupun
kompetensi dasar mata pelajaran tertentu.
Pembelajaran tuntas dilakukan dengan
pendekatan diagnostik. Strategi
pembelajaran tuntas sebenarnya
menganut pendekatan individual.

Behavioris
tik

Kognitif
Humanis
tik

Mastery
Learning
Kesimpul
an

Prinsip-prinsip Mastery Learning adalah


sebagai berikut
1. Kompetensi yang harus dicapai peserta didik
dirumuskan dengan urutan yang hirarkis,
2. Penilaian acuan patokan, dan setiap kompetensi
harus diberikan feedback,
3. Pemberian pembelajaran remedial serta
bimbingan yang diperlukan,
4. Pemberian program pengayaan bagi peserta
didik yang mencapai ketuntasan belajar lebih
awal.

(Gentile & Lalley: 2003)

Behavioris
tik

Kognitif
Humanis
tik

Mastery
Learning
Kesimpul
an

Dalam pembelajaran tuntas, metode pembelajaran


yang sangat ditekankan adalah
Pembelajaran individual,
Pembelajaran dengan teman (peer instruction),
Bekerja dalam kelompok kecil.

Pembelajaran tuntas lebih efektif menggunakan


pendekatan tutorial dengan sesion-sesion
kelompok kecil, tutorial orang perorang,
pembelajaran terprogram, buku-buku kerja,
permainan dan pembelajaran berbasis komputer
(Kindsvatter, 1996)

Behavioris
tik

Kognitif
Humanis
tik

Mastery
Learnin
g
Kesimpula
n

Kesimpulan
Teori

belajar adalah suatu teori yang di dalamnya terdapat


tata cara pengaplikasian kegiatan belajar mengajar antara
guru dan siswa, perancangan metode pembelajaran yang
akan dilaksanakan di kelas maupun di luar kelas.

Ada

empat teori tentang belajar, yaitu: teori belajar


behavioristik, teori belajar kognitif, teori belajar humanistik,
dan mastery learning.

Menurut

teori behavioristik, belajar adalah perubahan


tingkah laku sebagai hasil dari pengalaman (Gage, Berliner,
1984). Seseorang dianggap telah belajar sesuatu jika dia
dapat menunjukkan perubahan perilakunya. Tokoh-tokoh
aliran behavioristik di antaranya adalah Thorndike, Watson,
Clark Hull, Edwin Guthrie, Pavlov, dan Skinner.

Teori belajar kognitif memandang belajar sebagai


proses pemfungsian unsur-unsur kognisi, terutama
unsur pikiran, untuk dapat mengenal dan memahami
stimulus yang datang dari luar. Yang termasuk teori
belajar kognitif adalah teori belajar pengolahan
informasi dan teori belajar konstruktivisme. Salah
satu tokoh aliran kognitif adalah Wolfgang Kohler.
Salah satu tokoh aliran konstruktivisme adalah Jean
Piaget.

Dalam teori belajar humanistik, proses belajar harus


berhulu dan bermuara pada manusia itu sendiri.
Belajar dianggap berhasil jika si pelajar memahami
lingkungannya dan dirinya sendiri.Tokoh-tokoh aliran
humanistik di antaranya adalah Carl R. Rogers, Arthur
Combs, dan Abraham Maslow.

Pembelajaran tuntas (mastery learning) adalah


pendekatan dalam pembelajaran yang

Behavioris
tik

Kognitif
Humanis
tik

Mastery
Learnin
g
Kesimpula
n