Anda di halaman 1dari 1

DAUR ULANG LIMBAH ENERGI MENGGAGALKAN PENURUNAN BERAT

BADAN
Mungkin banyak ahli gizi yang mempunyai teori::
1). Intake sumber energi yang melebihi kebutuhan akan berdampak pada
peningkatan
berat
badan
2). Intake sumber energi yang lebih rendah daripada kebutuhan akan
menurunkan
berat
badan.
Berdasarkan teori itu maka lahirlah konsep diet defisit energi untuk
menurunkan berat badan. Mungkin ada yang berhasil tetapi mungkin juga
banyak yang gagal yang ditandai oleh bermunculan berbagai konsep diet
(aneh-aneh) dan bahkan dipromosikannya alat-alat untuk membakar
lemak, peluang bisnis yang memanfaatkan kekurangtahuan.
Jika sumber energi (glukosa) dapat teroksidasi habis menjadi energi seperti
halnya Bahan Bakar Minyak (BBM) maka konsep defisit energi akan berhasil
dengan baik. Masalahnya, glukosa yang dioksidasi dalam siklus Cori (siklus
asam laktat) tidak terbakar habis menghasilkan energi tetapi juga
menghasilkan limbah asam laktat. Nah, limbah ini akan diregenerasi
menjadi sumber energi kembali dalam proses glukoneogenesis yang
kemudian masuk kembali ke dalam siklus Cori untuk menghasilkian energi
sehingga menggagalkan oksidasi cadangan energi dalam konsep diet defisit
energi.
Agar konsep defisit energi berhasil dengan baik seyogyanya dilakukan upaya
untuk memutus atau paling tidak mebnghambat proses daur ulang
(glukoneogenesis) asam laktat sehingga dimungkinkan membongkar
cadangan energi (lemak adiposa) dengan cara olah raga aerobik.
Ini hanya sekedar bahan pemikiran yang mungkin dapat menjadi inspirasi
bagi rekan-rekan yang ingin melakukan penelitian.