Anda di halaman 1dari 24

This is Google's cache of http://materikuliaharin.blogspot.com/2013/09/kunjungan-ulangpekerjaan-dan-tanda.html.

It is a snapshot of the page as it appeared on 21 Apr 2016 08:12:16


GMT.
The current page could have changed in the meantime. Learn more
Full versionText-only versionView sourceTip: To quickly find your search term on this page,
press Ctrl+F or -F (Mac) and use the find bar.

Materi Kuliah DIII Kebidanan

Beranda
ASKEB I

SABTU, 14 SEPTEMBER 2013

Kunjungan Ulang, Pekerjaan dan Tanda Bahaya


Kehamilan ^_^
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kami panjatkan kehadiran Tuhan Yang Maha Esa yang
telah memberikan kesempatan dan kesehatan kepada kami sehingga
kami bisa menyelesaikan makalah ini. Dan tidak lupa pula kami panjatkan
syukur kami kepada nabi Muhammad SAW yang telah membawa kami dari
alam kebodohan menjadi alam yang penuh dengan ilmu pengetahuan
seperti sekarang ini. Tak lupa pula kami berterimakasih kepada
pembimbing kami yang telah memberikan ilmu dalam mata kuliah ini.
Dalam makalah ini kami membahas tentang kunjungan ulang pada
masa kehamilan, pekerjaan pada ibu hamil dan tanda-tanda bahaya pada
kehamilan trimester 1, 2, 3 yang berjudulkan KUNJUNGAN ULANG,
PEKERJAAN DAN TANDA BAHAYA KEHAMILAN. Kami selaku penyusun
makalah ini berharap supaya makalah ini dapat bermanfaat dan dapat
dipergunakan dalam perkuliahan
Kami menyadari bahwa makalah ini belumlah sangat sempurna oleh
karena itu kami sangat mengharapkan kritik dan saran yang bersifat
membangun dari pembaca supaya makalah ini bisa menjadi lebih baik.
Madiun, 15 April 2013

Penyusun

DAFTAR ISI

Halaman
Judul
..
Kata
Pengantar
.
Daftar
Isi
..
BAB I

PENDAHULUAN
..
A.
Latar
Belakang
.
B. Rumusan
Masalah
.
C. Tujuan
Penulisan
..

BAB II PEMBAHASAN
.
KUNJUNGAN ULANG
ANTENATAL.
A. Pengertian
.
B. Standart dan kebijakan
program.
C. Tujuan
..
D. Tindakan-tindakan yang
dilakukan..
PEKERJAAN
.

2
3

4
4

4
5

6
6
6
6
7
8
9

TANDA-TANDA BAHAYA KEHAMILAN TRIMESTER 1, 2,


3.
BAB
III

PENUTUP
.
A. Kesimpulan

B. Saran
..

DAFTAR
PUSTAKA
.

BAB I
PENDAHULUAN
A.

LATAR BELAKANG
Penyebab masalah tingginya AKI dan AKB di indonesia ada dua yaitu
penyebab langsung dan tidak langsung. Beberapa penyebab tidak
langsung terbagi dalam tiga T yakni terlambat mengambil keputusan,
terlambat ke tempat rujukan serta terlambat memberi pertolongan di
tempat rujukan. Untuk penyebab langsung kematian ibu di Indonesia,
seperti halnya di negara lain adalah perdarahan, infeksi dan eklampsia.
Perdarahan dan infeksi sebagai penyebab kematian, sebenarnya tercakup
pula kematian akibat abortus terinfeksi dan partus lama.
Hanya sekitar 5% kematian ibu disebabkan oleh penyakit yang
memburuk akibat kehamilan, misalnya penyakit jantung dan infeksi yang
kronis. Demikian juga dengan ibu ibu yang termasuk dalam lima terlalu
yakni terlalu muda, terlalu tua, terlalu banyak, terlalu sering, serta terlalu
dekat jaraknya, ini berisiko tinggi terhadap kematian. Berdasarkan hal

10

25
25
25

26

diatas, maka peranan bidan adalah memberikan pelayanan asuhan


manajemen kehamilan dengan menerapkan pelayanan kebidanan yang
bermutu tinggi
Seorang ibu hamil membutuhkan informasi tentang kehamilannya ,
baik ibu yang mengandung dan janin yang ada dalam kandungannya dan
asuhan pelayanan yang dilakukan merupakan prosedur rutin untuk
membina suatu hubungan dalam proses pelayanan pada ibu hamil untuk
persiapan persalinan.
B.
1.
2.
3.
4.
5.
6.

C.
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

RUMUSAN MASALAH
Berdasarkan latar belakang diatas, adapun rumusan masalahnya yaitu :
Apa pengertian dari kunjungan ulang antenatal?
Bagaimana standart dan kebijakan program kunjungan Ulang?
Apa tujuan Kunjungan Ulang Antenatal?
Apa saja tindakan-tindakan yang dilakukan dalam kunjungan ulang
antenatal?
Bagaimana pekerjaan pada ibu hamil?
Apa saja tanda-tanda bahaya kehamilan pada trimester 1, 2, 3?

TUJUAN PENULISAN
Berdasarkan Rumusan masalah diatas adapun tujuan penulisannya yaitu :
Menjelaskan pengertian kunjungan ulang antenatal.
Menjelaskan standart dan kebijakan program kunjungan ulang.
Menjelaskan tujuan kunjungan ulang antenatal.
Menjelaskan tindakan-tindakan yang dilakukan dalam kunjungan ulang
antenatal.
Menjelaskan pekerjaan pada ibu hamil.
Menjelaskan macam-macam tanda bahaya kehamilan pada trimester 1,
2, 3.
Sebagai tugas mata kuliah Askeb 1 (Kehamilan) pada Semester 2.

BAB II
PEMBAHASAN

KUNJUNGAN ULANG ANTENATAL (ANC)


A.

PENGERTIAN KUNJUNGAN ULANG ANTENATAL


Kunjungan ulang antenatal adalah kunjungan ulang yang dilakukan
oleh ibu hamil sebagai lanjutan kunjungan awal selama kehamilan sampai
memasuki masa persalinan.
Kunjungan ulang adalah setiap kali kunjungan antenatal yang
dilakukan setelah kunjungan antenatal yang pertama. Kunjungan
antenatal minimal 4 kali selama kehamilan (1x TM I, 1x TM II, 2x TM III).
Jadwal kunjungan ulang sebaiknya :
Sampai dengan 28 mgg usia kehamilan, setiap 4 mgg
Antara 28-36 mgg usia kehamilan, setiap 2 mgg
Antara 36 mgg sampai kelahiran, setiap mgg

B. STANDAR ANC & KEBIJAKAN PROGRAM


Standar ANC :

Menurut Arifin (1996) Standar Pelayanan ANC meliputi standar 14T,


sehingga
Ibu hamil yang datang memperoleh pelayanan yang
komprehensif dengan harapan Ante Natal Care dengan standar 14T dapat
sebagai daya ungkit pelayanan kehamilan dan diharapkan ikut andil
dalam menurunkan angka kematian Ibu.
Kebijakan program.
Pelayanan ANC minimal 5T, meningkat menjadi 7T, dan sekarang 12T
sedangkan untuk daerah gondok dan endemik malaria menjadi 14T,
yakni:
5T :
a. Ukur Tinggi Badan / Berat Badan
b. ukur Tekanan Darah
c. Ukur Fundus Uterid.
d. Pemberian Imunisasi Tetanus Toxsiod (TT) Lengkap.
e. Pemberian Tablet Zat Gizi (Minimal 90 Tablet) Selama Kehamilan
7T:
a. Test Terhadap Penyakit Menular Seksual / VDRL
b. Temu Wicara (konseling) Arifin 1996
c. Test/ Pemeriksaan Hb
d. Test/ Pemeriksaan Urin Protein
e. Tes Reduksi Urin
f. Perawatan Payudara (senam payudara, pijat tekan payudara)
g. Pemeliharaan tingkat kebudayaan (senam ibu hamil,accu presure)
h. Terapi Yodium Kapsul (khusus daerah endemik gondok)
i. Terapi anti malaria (khusus daerah endemis malaria)
C.
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

TUJUAN KUNJUNGAN ULANG ANTENATAL


Adapun tujuan dari kunjungan ulang antenatal antara lain :
Mengenalkan bidan kembali dengan temuan-temuan masalah serta
aspek-aspek yang berkaitan dengan wanita tersebut.
Mengevaluasi data dasar.
Mengevaluasi keseluruhan dan efektivitas penatalaksanaan terdahulu.
Membina hubungan saling percaya antara bidan dan ibu.
Mencegah masalah dan penggunaan praktek tradisional yang diberikan.
Memulai persiapan persalinan dan kesiapan dalam menghadapi
komplikasi.
Mendorong perilaku yang sehat.

D. TINDAKAN-TINDAKAN PADA KUNJUNGAN ULANG


1. Riwayat kehamilan sekarang
a. Gerak Janin

b.
1)
2)
3)
4)
5)
6)
c.
1)
2)
3)
4)
5)
6)

Setiap masalah atau tanda-tanda bahaya :


Perdarahan
Nyeri kepala
Gangguan penglihatan
Bengkak pada muka dan tangan
Gerakkan janin yang berkurang
Nyeri perut yang sangat hebat
Keluhan keluhan lazim dalam kehamilan :
Mual dan muntah
Sakit punggung
Kram kaki
Konstipasi
Sering kencing
Pigmentasi kulit

d. Perasaan ibu pada kunjungan dan kekhawatiran-kekhawatiran lain seperti


apakah bayi yang dikandungnya sehat dan proses persalinan nanti.
2. Pemeriksaan fisik
a. Berat badan
b. Tekanan darah.
Penelitian membuktikan bahwa pemeriksaan tekanan darah secara rutin
merupakan sebuah cara yang efektif untuk mendeteksi pre-eklamsia,
suatu kondisi yang membahayakan jiwa
c. Pengukuran tinggi fundus
Menunjukan bahwa perkembangan bayi dapat dimonitor dengan
menggunakan pengukuran tinggi fundus.
d. Palpasi abdomen untuk mendeteksi gestasi ganda (setelah 28 minggu
usia kehamilan)
e. Manuver leopold untuk mendeteksi kedudukan abnormal. Bukti
menunjukan bahwa manuver leopold hanya efektif setelah 36 minggu usia
kehamilan
1) Leopold I : Untuk mengetahui tinggi fundus uteri dan bagian yang berada
pada bagian fundus.
2) Leopold II : Untuk mengetahui letak janin memanjang atau melintang,
dan bagian janin yang teraba di sebelah kiri atau kanan
3) Leopold III : Untuk mengetahui bagian janin yang berada di bawah atau
presentasi
4) Leopold IV : Untuk menentukkan apakah bagian bawah janin sudah
masuk panggul ataukah belum.

f.

Denyut Jantung Janin (DJJ) setelah 18 minggu. Normal DJJ 120-160 kali per
menit. Apabila kurang dari 120 kali per menit disebut bradikardi. Lebih
dari 160 kali per menit disebut tatikardi
g. Pemeriksaan ekstremitas bawah
3. Pemeriksaan Laboratorium
Pemeriksaan penunjang laboratorium yang dapat dilakukan pada
kunjungan ulang antenatal adalah : Hemoglobin (Hb), hematokrit (Hmt);
STS (Serologic test for syphilis) pada trimester III diulang; Kultur untuk
gonokokus; Protein urin yang menunjukan bahwa penapisan rutin protein
urin merupakan cara efektif mendeteksi pre eklamsia, sutau keadaan,
yang membahayakan jiwa; Gula dalam darah; VDRL
4. Pemeriksaan obstretik abdomen
Observasi adanya jaringan parut atau memar
Observasi linea nigra
Observasi striae abdomen
Penentuan letak, presentasi, posisi, dan jumlah janin
Pengukuran tinggi fundus
Auskultasi DJJ
Perkiraan berat janin
Observasi / palpasi gerakan
5. Diagnosis
Kehamilan Normal adalah kehamilan dimana ibu dalam keadaan sehat,
tidak ada riwayat obstetric buruk, ukuran uterus sama/sesuai usia
kehamilan serta hasil pemeriksaan fisik dan laboratorium normal.
Untuk kategori kehamilan dengan masalah khususmemiliki
gambaran seperti masalah keluarga atau psikososial, kekerasan dalam
rumah tangga dan kebutuhanfinansial.
Kehamilan dengan masalah kesehatan yang membutuhkan
rujukan
untuk
konsultasi
dan
atau
kerjasama
penanganannya seperti hipertensi, anemia berat, preeklampsia,
pertumbuhan janin terhambat, infeksi saluran kemih, penyakit kelamin
dan kondisi-kondisi lain yang dapat memburuk selama kehamilan.
Kehamilan dengan kondisi kegawatdaruratan yang membutuhkan
rujukan segera misalnya perdarahan, eklampsia, ketuban pecah dini,
atau kondisi-kondisi kegawatdaruratan lain pada ibu dan bayi.
6. Pendidikan kesehatan dan persiapan kelahiran serta kegawatdaruratan
Memberitahu ibu mengenai ketidaknyamanan normal yang dialami.
Menanyakan pada ibu mengenai kondisi nutrisi, tambahan zat besi dan
anti tetanus.
Ajarkan ibu mengenai (sesuai umur kehamilan), yaitu pemberian ASI, KB,
latihan/ olahraga ringan, istirahat, nutrisi.

Diskusikan mengenai rencana persalinan kelahiran/ kegawatdaruratan.


Ajari ibu tanda bahaya, pastikan ibu memahami apa yang akan
dilaksanakan jika menemukan tanda bahaya.

PEKERJAAN
Seorang wanita yang hamil harusnya berhenti bekerja diluar rumah
sangat tergantung pada jenis pekerjaannya, apakah lingkungan pekerjaan
mengancam kehamilan/tidak dan seberapa besar energi fisik dan mental
yang diperlukan dalam bekerja. Sebagai contoh : wanita yang bekerja
sebagai radiografer dianjurkan untuk meninggalkan pekerjaannya
beberapa bulan sebelum hamil.
TANDA-TANDA BAHAYA KEHAMILAN PADA TRIMESTER 1, 2, 3
Tanda-tanda bahaya kehamilan adalah gejala yang menunjukkan
bahwa ibu dan bayi dalam keadaan bahaya kehamilan. Namun kehamilan
yang normal dapat berubah menjadi patologi. Salah satu asuhan yang
dilakukan oleh tenaga kesehatan untuk menapis adanya risiko ini yaitu
melakukan pendeteksian dini adanya komplikasi/ penyakit yang mungkin
terjadi selama hamil muda.
Tanda-Tanda Bahaya Kehamilan pada Trimester 1 :
1. Mual-muntah Berlebihan
Mual (nausea) dan muntah (emesis gravidarum) adalah gejala yang
wajar dan sering kedapatan pada kehamilan trimester I. Mual biasa terjadi
pada pagi hari, tetapi dapat pula timbul setiap saat dan malam hari.
Gejalagejala ini kurang lebih terjadi 6 minggu setelah hari pertama haid
terakhir dan berlangsung selama kurang lebih 10 minggu.
Mual dan muntah terjadi pada 60-80 % primigravida dan 40-60 %
multigravida. Satu diantara seribu kehamilan, gejalagejala ini menjadi
lebih berat. Perasaan mual ini disebabkan oleh karena meningkatnya
kadar hormon estrogen dan HCG dalam serum. Pada umumnya wanita
dapat menyesuaikan dengan keadaan ini, meskipun demikian gejala mual
muntah yang berat dapat berlangsung sampai 4 bulan. Pekerjaan seharihari menjadi terganggu dan keadaan umum menjadi buruk. Keadaan
inilah disebut hiperemisis gravidarum. Keluhan gejala dan perubahan
fisiologis menentukan berat ringannya penyakit.
Mual muntah dapat diatasi dengan:
1. Makan sedikit tapi sering
2. Hindari makanan yang sulit dicerna dan berlemak
3. Jaga masukan cairan, karena cairan lebih mudah ditolelir daripada
makanan padat.

4. Selingi makanan berkuah dengan makanan kering. Makan hanya


makanan kering pada satu waktu makan, kemudian makanan berkuah
pada waktu berikutnya.
5. Jahe merupakan obat alami untuk mual. Cincang dan makan bersama
sayuran serta makanan lain.
6. Isap sepotong jeruk yang segar ketika merasa mual
7. Hindari halhal yang memicu mual, seperti bau, gerakan atau bunyi
8. Istirahat cukup
9. Hindari halhal yang membuat Anda berkeringat atau kepanasan, yang
dapat memicu rasa mual
Komplikasi Umum
Komplikasi jika seseorang itu muntah terus menerus adalah
perdarahan pada retina yang disebabkan oleh meningkatnya tekanan
darah ketika penderita muntah.
2. Perdarahan Pervaginam
Perdarahan yang terjadi pada masa kehamilan kurang dari 22 minggu.
Pada masa kehamilan muda, perdarahan pervaginam yang berhubungan
dengan kehamilan dapat berupa: abortus, kehamilan mola, kehamilan
ektopik.
Penanganannya dapat berupa : Siapkan fasilitas tindakan gawat darurat,
lakukan pemeriksaan secara cepat keadaan umum ibu, termasuk tanda
vital (nadi, tekanan darah, respirasi, dan temperatur). Jika dicurigai
adanya syok, segera lakukan tindakan meskipun tandatanda syok belum
terlihat. Ingat bahwa saat melakukan evaluasi lebih lanjut kondisi ibu
dapat memburuk dengan cepat. Jika terjadi syok, sangat penting untuk
segera memulai penanganan syok, yaitu pasang infus dan berikan cairan
intravena. Lakukan restorasi cairan darah sesuai dengan keperluan.
Perdarahan ringan membutuhkan waktu lebih dari lima menit untuk
membasahi pembalut atau kain bersih.
Perdarahan berat membutuhkan waktu kurang dari lima menit untuk
membasahi pembalut atau kain bersih.
Macammacam perdarahan pervaginam yaitu:
1. Abortus
2. Kehamilan Mola
1)

Abortus adalah berakhirnya suatu kehamilan pada atau sebelum


kehamilan tersebut berusia 22 minggu atau buah kehamilan belum
mampu hidup diluar kandungan.
Macam-macam abortus yaitu:
A.
Abortus Imminens

Abortus imminens adalah peristiwa terjadinya perdarahan dari uterus pada


kehamilan sebelum 20 minggu, hasil konsepsi masih didalam uetrus dan
tanpa adanya dilatasi serviks.
Diagnosis abortus imminens ditentukan bila pada wanita hamil terjadi
perdarahan melalui ostium uteri eksternum, disertai mules-mules sedikit
atau tidak sama sekali, besarnya uterus sesuai dengan usia kehamilan,
serviks belum membuka, dan tes kehamilan positif.
Pada beberapa wanita hamil dapat terjadi perdarahan sedikit seperti
pada saat haid. Hal ini disebabkan oleh penembusan villi koriales ke
dalam desidua, pada saat implantasi. Perdarahan implantasi biasanya
sedikit, warnanya merah dan cepat berhenti, tidak disertai mules-mules.
Penanganan: tidak perlu pengobatan khusus atau tirah baring total, jangan
melakukan aktivitas fisik berlebihan atau hubungan seksual, jika:
perdarahan berhenti lakukan asuhan antenatal seperti biasa. Lakukan
penilaian jika perdarahan terjadi lagi. Perdarahan terus berlangsung nilai
kondisi janin (uji kehamilan atau USG) lakukan konfirmasi kemungkinan
adanya penyebab lain.
B.
Abortus Insipiens
Abortus insipiens adalah peristiwa perdarahan uterus pada kehamilan
sebelum 20 minggu dengan adanya dilatasi serviks uteri yang meningkat,
tetapi hasil konsepsi masih dalam uterus. Rasa mules labih sering dan
kuat, perdarahan bertambah.
Penanganannya: bila ada tandatanda syok maka atasi dulu dengan
pemberian cairan dan tranfusi darah. Kemudian keluarkan jaringan
secepat mungkin dengan metode digital dan kuretase. Setelah itu beri
obatobat uterotonika dan antibiotika.
C.
Abortus Inkomplit
Abortus inkomplit adalah pengeluaran sebagian hasil konsepsi pada
kehamilan sebelum 20 minggu dengan masih ada sisa teringgal didalam
serviks.
Pada pemeriksaan vaginam, kanalis servikalis terbuka dan jaringan dapat
diraba dalam cavum uteri atau kadang-kadang sudah menonjol dari
ostium uteri eksternum. Perdarahan yang terjadi pada abortus inkomplitus
dapat banyak sekali, sehingga dapat menyebabkan syok dan perdarahan
tidak akan berhenti sebelum sisa hasil konsepsi dikeluarkan. Apabila
abortus inkomplitus disertai syok karena perdarahan, segera atasi syok,
setelah keadaan membaik baru dilakukan pengeluaran sisa konsepsi.
Penanganannya: bila ada tandatanda syok maka atasi dulu dengan
pemberian cairan dan tranfusi darah. Kemudian keluarkan jaringan
secepat mungkin dengan metode digital dan kuretase. Setelah itu beri
obatobat uterotonika dan antibiotika.

D.
Abortus komplit
Pada abortus kompletus semua hasil konsepsi sudah keluar, ditemukan
perdarahan sedikit, ostium uteri telah menutup, dan uterus sudah mulai
mengecil.
Diagnosis dapat dipermudah bila hasil konsepsi yang telah keluar dapat
diperiksa apakah sudah keluar semua dengan lengkap.
Penderita dengan abortus kompletus tidak memerlukan pengobatan secara
khusus, hanya apabila ditemukan anemia perlu diberi sulfas ferrosus
(tablet Fe) atau transfusi.
E.
Missed abortion
Missed abortion adalah keadaan dimana janin sudah mati, tetapi tetap
berada dalam rahim dan tidak dikeluarkan selama 2 bulan atau lebih.
Penanganan: berikan obat dengan maksud agar terjadi his sehingga fetus
dan desidua dapat dikeluarkan, kalau tidak berhasil lakukan dilatasi dan
kuretase. Hendaknya juga diberikan uterotonika dan antibiotika.
F.
Kehamilan Ektopik Terganggu
Kehamilan ektopik terjadi bila ovum yang telah dibuahi berimplantasi dan
tumbuh diluar cavum uteri. Pada keadaan ini besar kemungkinan terjadi
keadaan gawat. Keadaan gawat ini dapat terjadi apabila kehamilan
ektopik terganggu.
Nyeri merupakan keluhan utama pada kehamilan ektopik terganggu. Pada
rubtur tuba, nyeri perut bagian bawah terjadi terjadi secara tiba-tiba dan
intensitasnya disertai dengan perdarahan yang menyebabkan penderita
pingsan dan masuk dalam keadaan syok.
Perdarahan pervaginam merupakan tanda penting kedua pada
kehamilan ektopik terganggu. Perdarahan yang berasal dari uterus
biasanya tidak banyak dan berwarna coklat tua. Pada kehamilan ektopik
terganggu ditemukan bahwa usaha menggerakkan serviks uteri
menimbulkan rasa nyeri, demikian pula cavum Douglas menonjol dan
nyeri pada perabaan.
Kehamilan ektopik terganggu sangat bervariasi, dari yang klasik
dengan gejala perdarahan mendadak dalam rongga perut dan ditandai
oleh abdomen akut sampai gejala samar-samar, sehingga sulit membuat
diagnosis.
2) Kehamilan Mola
Mola hidatidosa adalah suatu kehamilan yang berkembang tanpa janin
dan ditemukan jaringan seperti buah anggur.
Secara makroskopik mola hidatidosa mudah dikenal yaitu berupa
gelembung-gelembung putih, tembus pandang, berisi cairan jernih,
dengan ukuran bervariasi dari beberapa mm sampai 1-2 cm.

3.

Hipertensi Gravidarum
Hipertensi dalam kehamilan
Gejala dan tanda
yang selalu ada
Tekanan diastolik 90
mmHg pada kehamilan
< 20 minggu
Tekana diastolik 90-110
mmHg pada kehamilan
< 20 minggu
Protein urin < ++
Tekana diastolik 90-110
mmHg (2 pengukuran
berjarak 4 jam) pada
kehamilan > 20
minggu
Proteinurin Tekanan diastolik 90110 mmHg (2
pengukuran berjarak 4
jam) pada kehamilan >
20 minggu
Proteinurin ++

Tekanan diastolik
110 mmhg pada
kehamilan > 20

minggu

Proteinurin +++

Gejala dan tanda


yang kadang-kadang
ada

Nyeri kepala (tidak


hilang dengan
analgesik biasa)
Penglihatan kabur
Oliguria (< 400ml/24
jam)
Nyeri abdomen atas
(epigastrium)
Edema paru
Koma
Kejang
Tekanan diastolik 90 Sama seperti premmHg pada kehamilan eklamsi berat
> 20 minggu

Diagnosis
kemungkinan
Hipertensi kronik

Hipertensi kronik
dengan
superimposed preeklamsia ringan
Hipertensi dalam
kehamilan

Pre-eklamsi ringan

Pre-eklamsi berat

Eklamsia

Proteinurin ++
4.

Nyeri Perut Bagian Bawah


Nyeri perut pada kehamilan 22 minggu atau kurang kemungkinan
merupakan gejala utama pada kehamilan ektopik atau abortus, dapat juga
disebabkan oleh sebab lain.
Nyeri perut bagian bawah dapat ditemukan pada Apendisitis,
Peritonitis, Kista ovarium, Sistitis, Pielonefritis akut, Peritonitis. Pada
keadaan-keadaan tersebut, nyeri perut mungkin disertai dengan berbagai
gejala dan tanda, seperti di bawah ini.
Kista Ovarium
o Nyeri perut
o Tumor adneksa pada periksa dalam
o Massa tumor di perut bawah
o Perdarahan vaginal ringan
Apendisitis
o Nyeri perut bawah
o Demam
o Nyeri lepas
o Perut membengkak
o Anoreksia
o Mual/muntah
o Ileus paralitik
o Lekositosis
Sistitis
o Disuria
o Sering berkemih
o Nyeri perut
o Nyeri retro/suprapubik
Pielonefritis akut
o Disuria
o Demam tinggi/menggigil
o Sering berkemih
o Nyeri perut
o Nyeri retro/suprapubik
o Nyeri pinggang
o Sakit di dada
o Anoreksia
o Mual/muntah
Peritonitis

o Demam
o Nyeri perut bawah
o Bising usus (-)
o Nyeri lepas
o Perut kembung
o Anoreksia
o Mual/muntah
o Syok
5.

Selaput Kelopak Mata Pucat


Anemia adalah masalah medis yang umum terjadi pada banyak
wanita hamil. Jumlah sel darah merah dalam keadaan rendah, kuantitas
dari selsel ini tidak memadai untukmemberikan oksigen yang dibutuhkan
oleh bayi.
Anemia sering terjadi pada kehamilan karena volume darah
meningkat kirakira 50% selama kehamilan. Darah terbuat dari cairan dan
sel. Cairan tersebut biasanya meningkat lebih cepat daripada sel- selnya.
Hal ini dapat mengakibatkan penurunan hematokrit (volume, jumlah atau
persen sel darah merah dalam darah). Penurunan ini dapat
mengakibatkan anemia.
Penanganannya: anemia dapat ditangani dengan minum tablet zat besi
dan istirahat cukup. Komplikasi anemia dalam kehamilan memberikan
pengaruh langsung terhadap janin sedangkan komplikasi pada kehamilan
trimester I yaitu anemia dapat menyebabkan terjadinya missed abortion,
kelainan kongenital, abortus/ keguguran.
Sebagian besar kematian ibu terjadi selama masa pasca salin. Oleh
karena itu sangatlah penting untuk membimbing para ibu dan
keluarganya mengenai tanda-tanda bahaya yang menandakan bahwa ia
perlu segera mencari bantuan medis.
Tanda-tandanya antara lain:
perdarahan vagina yang luar biasa atau tiba-tiba bertambah banyak
pengeluaran sekret vagina yang baunya menusuk
rasa sakit di bagian bawah abdomen/punggung
sakit kepala hebat dan terus-menerus
pembengkakan di wajah dan tangan
demam,muntah,rasa sakit waktu berkemih
payudara memerah,panas dan terasa sakit

Tanda-Tanda Bahaya yang Dialami Ibu pada Trimester 2 :


1. Sakit Kepala Yang Hebat

Sakit kepala yang bisa terjadi selama kehamilan, dan sering kali
merupakan ketidaknyamanan yang normal dalam kehamilan. Sakit kepala
yang menunjukan suatu masalah serius dalam kehamilan adalah sakit
kepala yang hebat, menetap dan tidak hilang dengan beristirahat.
Terkadang sakit kepala yang hebat tersebut, ibu mungkin menemukan
bahwa penglihatanya menjadi kabur atau terbayang. Hal ini merupakan
gejala dari pre-eklamsia dan jika tidak diatasi dapat menyebabkan kejang
maternal, stroke, koagulopati dan kematian.
Penanganannya dengan:
1. Jika ibu tidak sadar atau kejang, segera mobilisasi seluruh tenaga yang
ada dan siapkan fasilitas tindakan gawat daruratan.
2. Segera lakukan observasi terhadap keadaan umum termasuk tanda vital
(nadi, tekanan darah, dan pernafasan) sambil mencari riwayat penyakit
sekarang dan terdahulu dari pasien dan keluarganya.
Komplikasinya dapat berupa:
Nyeri kepala pada masa hamil dapat merupakan gejala pre-eklampsia,
suatu penyakit yang terjadi hanya pada wanita hamil, dan jika tidak
diatasi dapat menyebabkan kejang maternal, stroke, koagulopati dan
kematian.
2. Penglihatan Kabur
Penglihatan menjadi kabur atau berbayang dapat disebabkan oleh sakit
kepala yang hebat, sehingga terjadi oedema pada otak dan meningkatkan
resistensi otak yang mempengaruhi sistem saraf pusat, yang dapat
menimbulkan kelainan serebral (nyeri kepala, kejang), dan gangguan
penglihatan. Perubahan penglihatan atau pandangan kabur, dapat
menjadi tanda pre-eklampsia.
Masalah visual yang mengidentifikasikan keadaan yang mengancam jiwa
adalah perubahan visual yang mendadak, misalnya penglihatan kabur
atau berbayang, melihat bintik-bintik (spot), berkunang-kunang. Selain itu
adanya skotama, diplopia dan ambiliopia merupakan tanda-tanda yang
menujukkan adanya pre-eklampsia berat yang mengarah pada eklampsia.
Hal ini disebabkan adanya perubahan peredaran darah dalam pusat
penglihatan di korteks cerebri atau didalam retina (oedema retina dan
spasme pembuluh darah).
Penanganan Umum
1. Jika tidak sadar atau kejang. Segera dilakukan mobilisasi seluruh tenaga
yang ada dan menyiapkan fasilitas tindakan gawat darurat.
2. Segera dilakukan penilaian terhadap keadaan umum termasuk tanda
tanda vital sambil menanyakan riwayat penyakit sekarang dan terdahulu
dari pasien atau keluarganya.

Komplikasi yang ditimbulkan antara lain kejang dan eklamsia


3. Bengkak pada wajah, kaki dan tangan
Oedema ialah penimbunan cairan yang berlebih dalam jaringan tubuh, dan
dapat diketahui dari kenaikan berat badan serta pembengkakan kaki, jari
tangan dan muka. Oedema pretibial yang ringan sering ditemukan pada
kehamilan biasa, sehingga tidak seberapa berarti untuk penentuan
diagnosis pre-eklampsia. Hampir separuh dari ibu-ibu akan mengalami
bengkak yang normal pada kaki yang biasanya hilang setelah beristirahat
atau meninggikan kaki.
Oedema yang mengkhawatirkan ialah oedema yang muncul mendadak
dan cenderung meluas. Oedema biasa menjadi menunjukkan adanya
masalah serius dengan tanda-tanda antara lain: jika muncul pada muka
dan tangan, bengkak tidak hilang setelah beristirahat, bengkak disertai
dengan keluhan fisik lainnya, seperti: sakit kepala yang hebat, pandangan
mata kabur dll. Hal ini dapat merupakan pertanda anemia, gagal jantung
atau pre-eklampsia.
Penanganan Umum :
1. Istirahat cukup
2. Mengatur diet, yaitu meningkatkan konsumsi makanan yang
mengandung protein dan mengurangi makanan yang mengandung
karbohidrat serta lemak.
3. Kalau keadaan memburuk namun memungkinkan dokter akan
mempertimbangkan untuk segera melahirkan bayi demi keselamatan ibu
dan bayi.(Hendrayani, 2009:3)
Komplikasi :
Kondisi ibu disebabkan oleh kehamilan disebut dengan keracunan
kehamilan dengan tandatanda oedema (pembengkakan) terutama
tampak pada tungkai dan muka, tekanan darah tinggi dan dalam air seni
terdapat zat putih telur pada pemeriksaan urin dan laboratorium.
4.

Gerakan Janin Berkurang


Ibu tidak merasakan gerakan janin sesudah kehamilan 22 minggu atau
selama persalinan.
Penanganan Umum
1. Memberikan dukungan emosional pada ibu
2. Menilai denyut jantung janin (DJJ): a) Bila ibu mendapat sedative, tunggu
hilangnya pengaruh obat, kemudian nilai ulang; b) Bila DJJ tidak terdengar
minta beberapa orang mendengarkan menggunakan stetoskop Doppler.
(Saifuddin, 2002 : 109)
Komplikasi

Komplikasi yang timbul adalah IUFD dan featal distress.


Tanda-Tanda Bahaya Pada Ibu Hamil Trimester 3 :
1. Perdarahan Pervaginam
Perdarahan pada kehamilan setelah 22 minggu sampai sebelum bayi
dilahirkan disebut sebagai perdarahan pada kehamilan lanjut atau
perdarahan antepartum.
Gejala dan
Faktor
tanda utama
predisposisi
Perdarahan
Grande multipara

tanpa nyeri, usia


gestasi >22

minggu
Darah segar atau

kehitaman
dengan bekuan
Perdarahan

dapat terjadi
setelah miksi
atau defekasi,
aktivitas fisik,
kontraksi koitus

Perdarahan
- Hipertensi
dengan nyeri
- Versi luar
intermitten atau - Trauma abdomen
menetap
- Poligidramnion

Warna darah
- Gemelli

kehitaman dan
- Defisiensi gizi
cair tetapi
mungkin ada

bekuan jika
solisio relatif
baru

Jika ostium
terbuka terjadi
perdarahan
warna merah
segar
2.

Solusio Plasenta

Penyulit lain

Diagnosis

Syok
Aperdarhan
setelah koitus
Tidak ada
kontraksi uterus
Bagian terndah
janin tidak masuk
PAP
Kondisi janin
normal atau
terjadi gawat
janin

Plasenta previa

Syok yang tidak


sesuai dengan
jumlah darah
yang keluar
Anemia berat
Melemah atau
hilangnya
gerakan janin
Gawat janin atau
hilangnya denyut
jantung janin
Uterus tegang
dan nyeri

Solusio plasenta

Solusio plasenta adalah terlepasnya plasenta yang letaknya normal pada


korpus uteri sebelum janin lahir. Biasanya terjadi pada trimester ketiga,
walaupun dapat pula terjadi setiap saat dalam kehamilan. Kehamilan
dapat lepas sebagian atau seluruhnya. Bila plasenta yang terlepas
seluruhnya disebut solusio plasenta totalis. Bila hanya sebagian disebut
solusio plasenta parsialis atau bisa juga hanya sebagian kecil pinggir
plasenta yang lepas disebut rupture sinus marginalis.
Perdarahan yang terjadi karena lepasnya plasenta ini dapat mengalir
keluar yaitu pada solusio plasenta dengan perdarahan keluar. Sedangkan
pada solusio plasenta dengan perdarahan tersembunyi dibelakang
plasenta. Dapat pula terjadi kedua-duanya atau perdarahanya menembus
selaput ketuban masuk kedalam kantung ketuban.
3.

Plasenta Previa
Plasenta previa adalah plasenta yang letaknya abnormal yaitu pada
segmen bawah rahim sehingga menutupi sebagian atau seluruhnya
pembukaan jalan lahir. Pada keadaan normal plasenta terletak pada
bagian atas uterus
Plasenta dapat menutupi seluruhnya pembukaan jalan lahir yang
disebut plasenta previa totalis, apabila sebagian jalan lahir yang tertutup
jaringan plasenta maka disebut plasenta previa parsialis. Sedangkan
apabila pinggir plasenta berada tepat pada pinggir pembukaan disebut
plasenta previa marginalis.
Penyebab utama pada perdarahan antepartum adalah solusio plasenta
dan plasenta previa. Selain kedua penyebab utama tersebut, perdarahan
pada kehamilan lanjut dapat pula disebabkan oleh hal lain misalnya ruptur
uteri atau gangguan pembekuan darah.
Gejala dan tanda
utama
Perdarahan intra abdominal dan
atau vaginal
Nyeri hebat
sebelum
perdarahan dan syok yang
kemudian hilang setelah terjadi
regangan hebat
pada perut bawah

Faktor
predisposisi
Riwayat SC
Partus lama
atau kasep
Disproporsi
kepala
Kelainan
letak/presentasi
Persalinan
traumatik

Penyulit lain

Diagnosis

Syok atau
takhikardia
Adanya cairan
bebas intra
abdominal
Hilangnya
gerak dan DJJ
Bentuk uterus
abnormal atau
kontumnya
tidak jelas
Nyeri raba atau

Rupture uteri

Perdarahan
berwarna merah
segar
Uji pembekuan
darah tidak
menunjukkan
adanya bekuan
darah setelah 7
menit
Rendahnya faktor
pembekuan darah,
fibrinogen,
trombosit,
fragmentasi sel
darah merah
4.

tekan diding
perut dan
bagian janin
mudah
dipalpasi
Solusio plasenta Perdarahan gusi Gangguan
Gambaran
Janin mati
pembekuan
dalam Rahim
memar bawah
darah
Eklampsia
kulit
Perdarahan dari
Emboli air
ketuban
tempat suntikan
dan jarum
infuse

Keluar Cairan Pervaginam


Pengeluaran cairan pervaginam pada kehamilan lanjut merupakan
kemungkinan mulainya persalinan lebih awal. Bila pengeluaran berupa
mucus bercampur darah dan mungkin disertai mules, kemungkinan
persalinan akan dimulai lebih awal. Bila pengeluaran berupa cairan, perlu
diwaspadai terjadinya ketuban pecah dini (KPD). Untuk menegakkan
diagnosis KPD perlu diperiksa apakah cairan yang keluar tersebut adalah
cairan ketuban. Pemeriksaan dilakukan dengan menggunakan speculum
untuk melihat darimana asal cairan, kemudian pemeriksaan reaksi pH
basa.
5. Gerakan Janin Tidak Terasa
Apabila ibu hamil tidak merasakan gerakan janin sesudah usia
kehamilan 22 minggu atau selama persalinan, maka waspada terhadap
kemungkinan gawat janin atau bahkan kematian janin dalam
uterus.Gerakan janin berkurang atau bahkan hilang dapat terjadi pada
solusio plasenta dan ruptur uteri.
Menurut Sadovsky jumlah rata-rata pergerakan fetus perminggu
adalah 50-950 gerakan. Variasi hariannya yang paling rendah adalah 4-10
per 12 jam pada kehamilan normal.

Gejala dan tanda


yang selalu ada
Gerakan janin
berkurang atau hilang Nyeri perut hilang
timbul atau menetap
Perdarahan pervaginam
sesudah 22 minggu
Gerakan janin
berkurang atau hilang
DJJ abnormal
(<100/menit atau
>180/menit)
Gerakan janin/DJJ hilang Gerakan janin dan DJJ tidak ada ada
Perdarahan
Nyeri perut hebat
-

6.

Gejala dan tanda


yang kadang ada
Syok
Uterus tegang atau
kaku
Gawat janin atau DJJ
tidak terdengar

Diagnosis
kemungkinan
Solusio placenta

Cairan ketuban
bercampur dengan
mekonium

Gawat janin

Tanda-tanda
Kematian janin
kehamilan berhenti
Tinggi fundus uteri
berkurang
Pembesaran uterus
berkurang
Syok
Rupture uteri
Perut kembung atau
cairan bebas intra
abdominal
Kontur
uterus
abdominal
Abdomen nyeri
Bagian-bagian janin
teraba
Denyut
nadi
ibu
cepat

Nyeri Perut yang Hebat


Nyeri perut kemungkinan tanda persalinan preterm, ruptur uteri,
solusio plasenta. Nyeri perut hebat dapat terjadi pada ruptur uteri disertai
shock, perdarahan intra abdomen dan atau pervaginam, kontur uterus
yang abnormal, serta gawat janin atau DJJ tidak ada.

7. Keluar Air Ketuban Sebelum Waktunya


Keluarnya cairan berupa air dari vagina setelah kehamilan 22 minggu,
ketuban dinyatakan pecah dini jika terjadi sebelum proses persalinan

berlangsung. Pecahnya selaput ketuban dapat terjadi pada kehamilan


preterm sebelum kehamilan 37 minggu maupun kehamilan aterm.
Penanganan umum:
1. Konfirmasi usia kehamilan, kalau ada dengan USG
2. Dilakukan pemeriksaan inspekulo (dengan speculum DTT) untuk menilai
cairan yang keluar (jumlah, warna,bau) dan membedakan dengan urin.
3. Jika ibu mengeluh perdarahan akhir kehamilan (setelah 22 minggu),
jangan lakukan pemeriksaan dalam secara digital.
4. Mengobservasi tidak ada infeksi
5. Mengobservasi tandatanda inpartu (Saifuddin, 2002: 112)
Komplikasi
1. Perdarahan pervaginam dengan nyeri perut, pikirkan solusio plasenta
2. Tandatanda infeksi (demam, cairan vagina berbau)
3. Jika terdapat his dan darah lendir, kemungkinan terjadi persalinan
preterm
8. Kejang
Pada umumnya kejang didahului oleh makin memburuknya keadaan dan
terjadinya gejalagejala sakit kepala, mual, nyeri ulu hati sehingga
muntah. Bila semakin berat, penglihatan semakin kabur, kesadaran
menurun kemudian kejang. Kejang dalam kehamilan dapat merupakan
gejala dari eklamsia.
Penanganna umum:
1. Baringkan pada sisi kiri tempat tidur arah kepala ditinggikan sedikit untuk
mengurangi kemungkinan aspirasi secret, muntahan, atau darah
2. Bebaskan jalan nafas
3. Hindari jatuhnya pasien dari tempat tidur
4. Lakukan pengawasan ketat
Komplikasi
Komplikasi yang dapat timbul antara lain: syok, eklamsia, hipertensi,
proteinuria
9. Demam Tinggi
Ibu hamil menderita deman dengan suhu tubuh lebih 38 C dalam
kehamilan merupakan suatu masalah. Demam tinggi dapat merupakan
gejala adanya infeksi dalam kehamilan.
Penanganan umum: demam tinggi dapat ditangani dengan: istirahat
baring, minum banyak, kompres untuk menurunkan suhu.
Komplikasi yang ditimbulkan akibat mengalami demam tinggi antara lain:
sistitis (infeksi kandung kencing), pielonefritis Akut (infeksi saluran kemih
atas).

BAB III
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Kunjungan ulang antenatal adalah kunjungan ulang yang dilakukan oleh
ibu hamil sebagai lanjutan kunjungan awal selama selama kehamilan
sampai memasuki masa persalinan.
Kunjungan ulang menyelesaikan masalah-masalah pada kunjungan awal.
Dan dilakukan hal-hal sebagai berikut: pemeriksaan riwayat kehamilan
sekarang, pemeriksaan fisik, pemeriksaan laboratorium, Pemeriksaan
obstetrik abdomen, pengkajian ulang, pendidikan kesehatan dan
persiapan kelahiran serta kegawatdaruratan.

Tiap masa kehamilan pada ibu hamil memiliki tanda bahaya kehamilan
yang berbeda antara trimester I, II, dan III.
Tiap tiap tanda bahaya kehamilan dapat menyebabkan komplikasi yang
sangat berpengaruh terhadap kesehatan kehamilan.

B. SARAN
Selalu makan makanan yang mengandung gizi seimbang agar kebutuhan
nutrisi ibu hamil dan janin dapat terpenuhi
Lakukan pemeriksaan secara rutin dan berkala agar kesehatan ibu hamil
dan janin dapat terpantau
Segera periksakan kesehatan kandungan jika terjadi salah satu atau lebih
dari gejala tanda bahaya kehamilan yang mungkin terjadi.

DAFTAR PUSTAKA
Wanufika, Ngumul, 2013 : Asuhan Kebidanan 1 (Kehamilan) :Madiun
Varney, Helen. 1997. Varney Midwifery.
Hamilton, Persis Mary. Dasar-Dasar Keperawatan Maternitas. Jakarta.EGC.
Depkes RI. 2001. Pengenalan Tanda Bahaya pada Kehamilan Persalinan
Dan Nifas. Jakarta.
- Mochtar, Rustam. 1998. Sinopsis Obstetri. Jakarta. EGC
- Cunningham et al. 1995. Obstetri William. Jakarta. EGC.
-